HEADLINE
Sawir Pribadi Ditunjuk Sebagai Plt Ketua PWI Kota Bukittinggi    
Minggu, Juni 07, 2026

On Minggu, Juni 07, 2026

Sawir Pribadi Ditunjuk Sebagai Plt Ketua PWI Kota Bukittinggi
Silaturahmi yang  digelar pada Sabtu (6/6/2026) di Hall Balai Kota Gulai Bancah, Bukittinggi. (Foto: Abie). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatra Barat bergerak cepat mengisi kekosongan roda organisasi PWI Kota Bukittinggi yang sempat vakum selama dua bulan. 

PWI Sumbar resmi menunjuk Wakil Ketua Bidang Organisasi, Sawir Pribadi, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Kota Bukittinggi, didampingi oleh Gusri Elfaishal sebagai Plt Sekretaris.

Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, menekankan  bahwa tugas utama dari Plt kepengurusan ini adalah mempersiapkan dan menyelenggarakan Konferensi Luar Biasa (KLB) secepatnya, guna memilih ketua definitif PWI Kota Bukittinggi. 

Silaturahmi yang  digelar pada Sabtu (6/6/2026) di Hall Balai Kota Gulai Bancah, Bukittinggi, juga berhasil merumuskan dan menyusun struktur kepanitiaan yang akan bertanggung jawab penuh atas jalannya KLB.

Berikut adalah susunan Kepanitiaan KLB PWI Kota Bukittinggi yang telah dibentuk:

Organizing Committee (OC) / Panitia Pelaksana:
​Ketua: Januar Jamil
​Sekretaris: Alfatah
​Bendahara: Linda Sari

Steering Committee (SC) / Panitia Pengarah:
​Ketua (Penanggung Jawab KLB): Mardi Wardi
​Anggota: Peri Rahman & Edwarman

Susunan kepanitiaan yang telah disepakati ini akan segera diterbitkan Surat Keputusannya (SK) oleh Pelaksana tugas, lalu tim panitia akan langsung bekerja intensif untuk menyusun jadwal serta menetapkan lokasi pelaksanaan KLB.

Atas terbentuknya kepanitiaan ini, diharapkan restrukturisasi PWI Kota Bukittinggi dapat berjalan lancar demi kemajuan dunia pers di Kota Bukittinggi khususnya dan Provinsi Sumbar hingga nasional.

Sosialisasi OKK PWI

Seiring acara silaturahmi dan pembentukan panitia ini dihadiri langsung oleh Ketua PWI Sumbar Widya Navies, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumbar Zul Effendi SH dan Sekretarisnya, Emil Mahmudsyah serta Wakil Ketua Bidamg Organisasi, Sawir Pribadi beserta Sekretaris PWI Sumbar Firdaus dan anggota DKP, Rusdi Bais berlangsung dalam suasana yang penuh dinamis. 

Momentum kali ini juga dilengkapi dengan sosialisasi Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Sumbar yang bakal digelar di beberapa Kabupaten/Kota Se-Sumbar nantinya. Adapun sosialisasikan rencana program kerja OKK kali ini dibawakan oleh Sekretaris Panitia yang juga Sekretaris DKPPWI Sumbar, Emil Mahmudsyah. 

Ia memaparkan latar belakang OKK merupakan implementasi dari Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil kongres kerja nasional atau Kongkernas PWI Pusat pada 2026 di Serang, Banten yang telah dijadikan rujukan menjalankan roda Organisasi serta mekanisme operasional segenap bidang dalam jajaran kepengurusan dari pusat hingga ke daerah. 

"Mengingat OKK adalah mandatory sekaligus program yang mesti dilaksanakan, maka PWI Sumbar telah mempersiapkan segala sesuatu, mulai dari kelompok kerja atau tim perumus yang di dalamnya terdiri dari Ketua PWI dan Dewan Kehormatan beserta masing-masing sekretarisnya plus Wakil Ketua Bidang dari _leading sector_, bidang pendidikan serta organisasi dan lainnya, " papar Emil. 

Berdasar hasil kerja Tim Perumus, imbuhnya telah membentuk Panitia Pelaksana OKK yang berkoordinasi secara organisasi serta me sosialisasikan bersama-sama ke daerah tentang agenda tersebut.

"Sebetulnya, OKK kali ini bukan hal baru menyusul kegiatan terdahulu juga dilaksanakan oleh PWI dengan nama, Karya Latihan Wartawan(KLW), sebagai tahapan bagi calon anggota PWI untuk meningkatkan status kepesertaan atau Kartu Tanda Anggota/KTA mulai dari Anggota muda menuju Anggota Biasa, yang nantinya melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW), " tambahnya. 

Selama ini lanjutnya, ada asumsi bahwa untuk bergabung masuk PWI harus UKW lebih dulu, sehingga membuat calon anggota mau tak mau berjuang untuk dapat peluang agar bisa ikut Uji Kompetensi tersebut. Namun, OKK menjadi tahapan awal bagi insan pers yang ingin bergabung dengan PWI dapat mengawalinya lewat OKK tersebut. 

Adapun, kegiatan dimaksud guna membekali peserta OKK khusus pemula dengan berbagai materi dan bahan ajar tentang jurnalistik dasar, Keorganisasian AD/ART PWI, Undang Undang Nomor 40 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik/KEJ & Kode Perilaku Wartawan/KPW serta manajemen media dan hukum pers. 

"Bagi calon peserta OKK tentunya yang memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku untuk dapat mengikutinya. Bagi peserta yang dinyatakan lulus berhak untuk mendapat KTA status Anggota Muda serta sertifikat tanda lulus ikut OKK. Setelah menggenggam KTA Anggota Muda kemudian berkesempatan ikut UKW sesuai jenjang atau tingkat yang akan dijalani nantinya, " jelasnya.

Karenanya, PWI Sumbar mengimbau agar pengurus di Kabupaten/Kota segera dapat ditindaklanjuti oleh kepengurusan PWI Kota Bukittingggi bersama pengurus PWI Kabupaten/Kota se-Sumbar nantinya, " harapnya. (Abie)

Menaker Yassierli Pimpin Delegasi Indonesia di Konferensi Perburuhan Internasional ke-114    
Minggu, Juni 07, 2026

On Minggu, Juni 07, 2026

Menaker Yassierli Pimpin Delegasi Indonesia di Konferensi Perburuhan Internasional ke-114
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memimpin Delegasi Indonesia pada Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss (Foto: Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memimpin Delegasi Indonesia pada Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss. Dalam forum tahunan International Labour Organization (ILO) tersebut, Menaker membawa kepentingan ketenagakerjaan nasional di tengah perubahan dunia kerja global.

Menaker Yassierli mengatakan, kehadiran Indonesia dalam ILC ke-114 menjadi bagian dari upaya memperkuat pelindungan pekerja, menjaga keberlangsungan usaha, serta memastikan penciptaan lapangan kerja tetap berjalan.

“Indonesia hadir untuk membawa suara ketenagakerjaan nasional. Perubahan dunia kerja harus kita kelola agar pekerja tetap terlindungi, kese mpatan kerja semakin terbuka, dunia usaha tetap berjalan, dan investasi tetap terjaga,” ujar Menaker Yassierli, Minggu (7/6/2026).

Menurut Menaker, forum ILC penting karena isu yang dibahas berkaitan langsung dengan masa depan dunia kerja, mulai dari kepastian pelindungan bagi pekerja, peluang kerja bagi masyarakat, pelindungan pekerja perempuan, hak-hak pekerja platform digital, hingga keberlangsungan usaha yang menjadi sumber penciptaan lapangan kerja.

Isu-isu tersebut sejalan dengan tema ILC ke-114 tahun 2026, “Navigating Change Through Inclusive Social Dialogue”. Melalui tema ini, ILO menekankan pentingnya dialog sosial yang inklusif, representatif, dan berorientasi pada hasil agar perubahan dunia kerja dapat dikelola secara adil dan berkelanjutan.

Menaker menilai, pendekatan tersebut relevan dengan kebutuhan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan, mulai dari digitalisasi, perkembangan ekonomi platform, dinamika hubungan industrial, hingga tekanan global terhadap pasar kerja.

“Dalam situasi global yang penuh tantangan, dialog sosial menjadi kunci. Pekerja, pengusaha, dan pemerintah harus terus membangun komunikasi yang konstruktif agar hubungan industrial tetap kondusif dan keberlangsungan usaha tetap terjaga,” katanya.

Dalam kerangka tersebut, perhatian Indonesia akan diarahkan pada sejumlah isu strategis dalam ILC ke-114. Isu tersebut antara lain pelindungan hak-hak pekerja platform digital, kesetaraan gender di tempat kerja termasuk pelindungan pekerja perempuan, penguatan dialog sosial dan tripartit, serta dukungan terhadap penguatan partisipasi Palestina dalam forum ILO.

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Kementerian Ketenagakerjaan M. Arif Hidayat mengatakan bahwa dalam rangkaian ILC ke-114, Menaker akan menyampaikan Pernyataan Nasional (National Statement) pada Sidang Pleno ILC ke-114. Menaker juga akan menghadiri Asia Pacific Group (ASPAG) Labour Ministers’ Meeting.

Sel ain itu, Menaker akan menyerahkan instrumen asli ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan kepada Direktur Jenderal ILO. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam memperkuat pelindungan bagi pekerja, termasuk pekerja di sektor perikanan.

ILC merupakan forum tertinggi ILO yang mempertemukan perwakilan pemerintah, pekerja, dan pengusaha dari berbagai negara. Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk berperan aktif membawa kepentingan ketenagakerjaan nasional serta memperkuat upaya mewujudkan dunia kerja yang adil, inklusif, produktif, dan berkelanjutan. (*)

Sumber: Biro Humas Kemnaker

3 Manajer Sepak Bola Piala Presiden Tahun 2026 Protes Keras    
Minggu, Juni 07, 2026

On Minggu, Juni 07, 2026

3 Manajer Sepak Bola Piala Presiden Tahun 2026 Protes Keras
Penyelenggaraan babak penyisihan Grup G Piala Presiden bertempat Pertandingan Grup G untuk fase nasional Liga 4 Piala Presiden Tahun 2026. (Foto: Siswanto Ihsan). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penyelenggaraan babak penyisihan Grup G Piala Presiden bertempat Pertandingan Grup G untuk fase nasional Liga 4 Piala Presiden Tahun 2026 bertempat Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, mendadak menjadi sorotan tajam publik.

Bukan karena keindahan taktik di lapangan, melainkan karena serangkaian keputusan kontroversial korps baju hitam yang diduga berat sebelah.

Tiga tim di grup tersebut secara terang-terangan melayangkan protes keras atas kejanggalan dalam laga melawan tim tuan rumah klub Unaha .

Binjai City SC Pilih Walk Out demi Keadilan Laga antara Binjai City SC melawan Unaha berjalan sangat panas.

Binjai City SC binaan SMSI tersebut tampil dominan sejak peluit pertama dibunyikan. Namun, performa apik mereka kandas oleh rentetan keputusan kontroversial wasit yang terus menyudutkan tim.

Ketegangan mencuat saat wasit menunjuk titik putih untuk Unaha. Menilai penalti tersebut tidak sah, skuad Binjai City sempat mengancam akan melakukan Walk Out (WO).

Namun Demi menghormati pertandingan dan berharap wasit memperbaiki kinerjanya, mereka memilih bertahan.

Meski sempat tertinggal 1-0, semangat juang Binjai City tidak padam. Mereka sukses menyamakan kedudukan lewat gol balasan yang sangat indah.

Sayangnya, pada babak kedua, diduga wasit kembali berulah. Pelanggaran jelas terhadap pemain Binjai City di kotak penalti lawan diabaikan. Sebaliknya, wasit justru memberikan penalti gaib kedua untuk Unaha.

Merasa mental para pemainnya dihancurkan oleh ketidakadilan yang berulang, Binjai City akhirnya bulat memutuskan mundur dari pertandingan.

"Kami memutuskan keluar dari pertandingan karena ini sangat tidak adil," tegas Manajer Binjai City, Ferdy Yupa dengan nada kecewa.

Kericuhan tak hanya di dirasakan oleh Binjai SC, ketidak berimbangan wasit juga warnai Laga antara Persimaju Mamuju vs Unaha menimpa Persimaju.

Menurut keterangan Manajer Mamuju saat bertanding dengan Unaha dilapangan, keberpihakan pengadil lapangan terlihat sangat vulgar ketika wasit mengusir pemain Persimaju dengan kartu merah tanpa alasan yang kuat.

Akibat rentetan keputusan yang dinilai merugikan tersebut, tensi di dalam lapangan meninggi. Kericuhan hebat antar-pemain akhirnya pecah sesaat sebelum turun minum babak pertama.

"Pertandingan di Grup G Piala Presiden 2026, kami menegaskan bahwa setiap laga dalam kompetisi seharusnya mengedepankan prinsip keadilan dan sportivitas sebagai fondasi utama penyelenggaraan turnamen. Persoalan yang kami soroti bukan semata-mata terkait hasil pertandingan yang diperoleh tim. Kami menilai terdapat dugaan praktik-praktik yang berpotensi mencederai nilai sportivitas dalam kompetisi. Padahal, sepak bola seharusnya menjadi ajang yang menjunjung tinggi keadilan, profesionalisme, dan persaingan yang sehat.
Kami tidak dirugikan karena berhasil lolos pada fase ini. Namun, moralitas pertandingan harus tetap dijaga. Jangan sampai sepak bola terus dicoreng oleh ketidakadilan yang muncul karena kepentingan pihak-pihak tertentu yang mencari keuntungan dalam setiap kompetisi,"sebutnya.

Persimaju menegaskan bahwa seluruh peserta telah mengorbankan biaya, waktu, dan tenaga untuk mengikuti turnamen. Karena itu, berharap penyelenggaraan kompetisi dapat memberikan perlakuan yang adil dan setara kepada seluruh tim peserta.

"Kami juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi untuk bersama-sama menjaga integritas sepak bola agar tetap menjadi sarana pembinaan prestasi dan sportivitas. Menurut kami, komitmen terhadap keadilan dan transparansi merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan peserta maupun masyarakat terhadap jalannya kompetisi," papar Suprianto Paisal, S.IP Manager Persimaju Mamuju Sulawesi Barat, kepada awak media, Sabtu (06/06/2026).

Protes Waktu dan finalti Pertandingan dari Persipegaf
Dugaan "anak emas" di Grup G makin menguat setelah Persipegaf merasakan kejanggalan yang sama. Pihak manajemen Persipegaf merasa sangat dirugikan oleh kepemimpinan wasit saat bentrok dengan Unaha. Salah satu sorotan utama adalah pemotongan waktu pertandingan yang tidak masuk akal.

Pihak Persipegaf saat memberikan keterangan kepada awak media, ketika pertandingan Awal Persipegaf VS Unha sangat kecewa dengan perangkat pertandingan ada beberapa hal yang menjadi catatan yakni:

1. Daifing yang bukan menjadi pelanggaran wasit tiup peluit.

2. Waktu yang seharusnya di tambahkan 7 menit babak pertama di kasih 4 menit.

3. Babak kedua hal yang sama.

4. Orang dapat kartu kuning di luar dugaan yang tidak pantas di lakukan oleh wasit.

5. Babak pertama belum berakhir pihak keamanan sudah bergerak ke depan untuk mengamankan wasit hal ini menjadi sesuatu yang tidak pantas.

"Kami ingin sepak bola yang benar di indonesia. Ijin kalau bisa ada pertemuan untuk kami yang di rugikan biar ada tanggapan serius untuk Panitia dan Pihak PSSI bisa perhatikan,"sebut manajer Persipegaf.

Rentetan skandal di Grup G ini, menjadi tamparan keras dan pertanyaan besar bagi integritas serta masa depan penegakan hukum dalam sepak bola Indonesia.

Publik kini menunggu tindakan nyata dari komite wasit dan PSSI untuk mengusut tuntas dugaan keberpihakan ini.

Pihak Wasit, melalui Penanggungjawab Pertandingan PSSI Piala Presiden 2026 Indryanto, Saat dikonfirmasi prihal dugaan keberpihakkan wasit kepada tim tuan rumah tentang kekecewaan Persipegaf, Binjai City SC dan Persimamuju belum memberikan klarifikasi.

"Mohon maaf saya lagi mendampingi anak saya wisuda,"sebut Indryanto Via WA pribadinya, Sabtu (06/06/2026). (*)

Laporan: Siswanto Ihsan

Baru Dibentuk, Pengurus OSIP PPMINI adakan Turnamen Futsal Antar Santri    
Minggu, Juni 07, 2026

On Minggu, Juni 07, 2026

Baru Dibentuk, Pengurus OSIP PPMINI adakan Turnamen Futsal Antar Santr
Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas (PPMINI) menggelar turnamen futsal yang diadakan oleh Pengurus OSIP(Organisasi Santri Intra Pesantren) PPMINI. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas (PPMINI) menggelar turnamen futsal yang diadakan oleh Pengurus OSIP(Organisasi Santri Intra Pesantren) PPMINI. Kegiatan ini dilangsungkan pada Jumat, 05 Juni 2026 di lapangan futsal 3R di Korong Lubuak Aro, Nagari Tandikat, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Acara ini juga dimeriahkan oleh beberapa alumni dan seluruh santri PPMINI. Turnamen futsal OSIP PPMINI ini wajib diikuti oleh seluruh santri PPMINI yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar santri. 

Ketua OSIP PPMINI Adek  Aliyus Firmansyah ketika dihubungi rekan media mengatakan  "saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak baik itu guru tuo, panitia dan seluruh santri. kepada seluruh santri saya selaku ketua OSIP berpesan untuk selalu ada menjaga sportifitas dan akhlak selama pertandingan, dengan harapan turnamen ini menjadi ajang positif bagi santri".

Tidak lupa juga Tk. Abdul Jamil Al Rasyid S. Hum. Pimpinan PPMINI mengatakan" saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada  OSIP PPMINI yang telah sukses menyelenggarakan turnamen futsal antar santri dan terimakasih juga kepada seluruh pihak yang mendukung baik dari segi donatur melalui infak/sedekah untuk kelangsungan acara serta barang-barang keperluan untuk turnamen. Tanpa adanya dukungan dari semua pihak turnamen futsal yang sudah menjadi agenda rutin setiap tahun ini tidak akan terlaksana, biasanya alm  H Sulkani TK Sutan pendiri PPMINI setidaknya melaksanakan turnamen futsal 2x dalam setahun. Alhamdulillah harapan tersebut sekarang sudah terwujud," tukas Jamil

Turnamen ini diikuti oleh 12  tim yang masing-masing beranggotakan 5 pemain, dan diorganisir oleh panitia yang terdiri dari santri PPMINI. Tidak lupa juga ada pertandingan khusus untuk anak-anak. Para donatur dan alumni PPMINI juga turut berpartisipasi dalam mendukung acara ini, baik secara langsung maupun melalui dukungan moral.

Melalui kegiatan ini,  santri PPMINI dapat memberikan suasana yang lebih semarak dan penuh semangat, sembari mengajarkan nilai-nilai sportifitas dan kebersamaan antar santri dan juga alumni yang turut andil dalam acara seperti ini.

Turnamen futsal ini sudah menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan tahunan yang sudah ada sejak zaman Abuya H Sulkani TK Sutan sebelum berpindah alam. (*)

Universitas Paramadina Apresiasi LLDIKTI Wilayah III dalam Memperjuangkan Eksistensi Perguruan Tinggi Swasta    
Minggu, Juni 07, 2026

On Minggu, Juni 07, 2026

Universitas Paramadina Apresiasi LLDIKTI Wilayah III dalam Memperjuangkan Eksistensi Perguruan Tinggi Swasta
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Dr. Handi Risza, menanggapi paparan Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Tambunan. (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Universitas Paramadina mengapresiasi perhatian dan dukungan yang ditunjukkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III terhadap keberlangsungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di tengah tantangan penurunan jumlah mahasiswa baru yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Rektor Universitas Paramadina, Dr. Handi Risza, menanggapi paparan Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Komisi X DPR RI yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Kamis (4/6).

Dalam forum tersebut, Dr. Henri Tambunan mengungkapkan bahwa tren penerimaan mahasiswa baru di PTS wilayah Jakarta mengalami penurunan. Menurutnya, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah masih panjang dan beririsannya jadwal penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN), khususnya pada jalur mandiri.

“Ini sering menjadi keluhan teman-teman PTS. Calon mahasiswa sudah mengikuti seleksi di PTS, tetapi masih mencoba di berbagai PTN melalui jalur mandiri, maka kemungkinan untuk meninggalkan PTS akan semakin besar,” ujar Henri.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut berdampak pada tingkat okupansi mahasiswa di PTS yang belum sebanding dengan daya tampung yang tersedia.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Handi Risza menyatakan bahwa pernyataan Kepala LLDIKTI Wilayah III menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi yang saat ini dihadapi oleh perguruan tinggi swasta. Menurutnya, sebagian besar PTS tengah mengalami penurunan jumlah mahasiswa baru antara 20 hingga 30 persen, bahkan terdapat sejumlah kampus yang tidak lagi menerima mahasiswa baru.

Handi menjelaskan bahwa penurunan jumlah mahasiswa secara langsung mempengaruhi kondisi keuangan PTS karena sekitar 95 persen pendapatan perguruan tinggi swasta masih bergantung pada uang kuliah mahasiswa. Akibatnya, beban operasional kampus menjadi semakin berat dan berpotensi mempengaruhi peningkatan kualitas maupun keberlangsungan institusi pendidikan tersebut.

Karena itu, menurutnya, diperlukan intervensi pemerintah untuk menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih seimbang. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah melakukan pengaturan terhadap jumlah dan rentang waktu penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi PTS.

Lebih lanjut, Handi menilai pemerintah perlu mengubah cara pandang terhadap keberadaan perguruan tinggi swasta. Ia menegaskan bahwa PTS bukan sekadar pelengkap dalam sistem pendidikan tinggi nasional, melainkan bagian penting dari ekosistem pendidikan yang selama ini berkontribusi besar dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.

Menurutnya, dikotomi antara perguruan tinggi negeri dan swasta sudah tidak relevan lagi. Berdasarkan data pendidikan tinggi nasional, lebih dari 54 persen mahasiswa Indonesia saat ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta. Oleh sebab itu, perhatian dan dukungan pemerintah tidak seharusnya hanya terfokus pada perguruan tinggi negeri.

“Kami mengapresiasi dukungan LLDikti Wilayah III terhadap keberadaan PTS. Kami berharap tercipta kebijakan yang lebih berkeadilan bagi seluruh penyelenggara pendidikan tinggi, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas,” ujar Handi.

Ia juga berharap LLDIKTI Wilayah III dapat terus memainkan peran strategisnya sebagai fasilitator peningkatan mutu pendidikan tinggi di Jakarta melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Sebagai fasilitator peningkatan mutu pendidikan tinggi di wilayah Jakarta, kami berharap LLDikti Wilayah III, terus memainkan perannya sebagai fasilitator mutu pendidikan tinggi di Jakarta melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung terwujudnya pendidikan tinggi yang inklusif, berdaya saing, dan berdampak bagi masyarakat,” tutupnya. (*) 

Laporan: Arief Tito

Terima Aduan Lewat Layanan 110, Polres Sawahlunto Gerak Cepat Bubarkan Balap Liar di Kandih    
Minggu, Juni 07, 2026

On Minggu, Juni 07, 2026

Terima Aduan Lewat Layanan 110, Polres Sawahlunto Gerak Cepat Bubarkan Balap Liar di Kandih
Berbekal laporan yang masuk melalui Call Center Layanan Polisi 110, petugas langsung bergerak ke lokasi dan membubarkan aksi yang dinilai meresahkan masyarakat, Sabtu (6/6/2026) malam. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Respons cepat jajaran Polres Sawahlunto dalam menindaklanjuti laporan masyarakat kembali ditunjukkan melalui penertiban aksi balap liar di kawasan Kandih, Kota Sawahlunto. 

Berbekal laporan yang masuk melalui Call Center Layanan Polisi 110, petugas langsung bergerak ke lokasi dan membubarkan aksi yang dinilai meresahkan masyarakat, Sabtu (6/6/2026) malam.

Operasi penertiban dimulai sekitar pukul 23.55 WIB dan dipimpin oleh Pamapta I Polres Sawahlunto IPDA Novrico, S.H., didampingi Perwira Pengawas (Pawas) IPDA Andri Yulistio, S.H., bersama personel piket SPKT Polres Sawahlunto.

Sesaat setelah menerima laporan dari warga melalui layanan 110, tim gabungan langsung menuju lokasi balap liar di kawasan Kandih. Kehadiran petugas membuat para pelaku berhamburan meninggalkan lokasi.

Dalam penindakan tersebut, petugas berhasil mengamankan empat unit sepeda motor tanpa nomor polisi yang diduga digunakan dalam aksi balap liar, yakni satu unit Honda Beat warna hitam, satu unit Suzuki Satria FU warna abu-abu, satu unit Honda Sonic warna hitam, dan satu unit Yamaha F1ZR warna hitam.

Seluruh kendaraan tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Sawahlunto untuk proses lebih lanjut. Personel piket Satuan Lalu Lintas (Satlantas) juga langsung melakukan tindakan penilangan terhadap kendaraan yang diamankan.

Sementara itu, para pengendara yang terjaring diminta menghubungi orang tua atau keluarganya untuk datang ke Mapolres Sawahlunto sebagai bagian dari proses pembinaan.

Pamapta I Polres Sawahlunto, IPDA Novrico, S.H., mengatakan pihaknya akan terus merespons setiap laporan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Sawahlunto.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 untuk melaporkan setiap potensi gangguan keamanan. Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti dengan cepat dan profesional," ujarnya.

Senada dengan itu, IPDA Andri Yulistio, S.H., menegaskan bahwa aksi balap liar tidak hanya melanggar peraturan lalu lintas, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

"Kami mengajak para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hari, agar tidak terlibat dalam aksi balap liar maupun kegiatan lain yang dapat mengganggu ketertiban umum. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam menjaga keamanan di Kota Sawahlunto," ungkapnya.

Polres Sawahlunto menegaskan akan terus meningkatkan patroli rutin sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan Layanan Polisi 110 sebagai sarana pengaduan masyarakat, sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat ditangani secara cepat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. (*) 

Laporan: Marjafri

Wako Fadly Amran Sampaikan Progul Smart Surau ke Jemaah BKMT se-Sumatera Barat    
Minggu, Juni 07, 2026

On Minggu, Juni 07, 2026

Wako Fadly Amran Sampaikan Progul Smart Surau ke Jemaah BKMT se-Sumatera Barat
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan Program Unggulan (Progul) Smart Surau di depan seluruh jemaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan Program Unggulan (Progul) Smart Surau di depan seluruh jemaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat. 

Hal itu disampaikannya pada acara Wisata Dakwah BMKT se-Sumbar di Masjid Baiturrahmah, Minggu, 7 Juni 2026, di Masjid Baiturrahmah, Aie Pacah. 

Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran, Asisten II Setdaprov Sumbar, Adib Alfikri, Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar, Ketua BKMT Sumatera Barat Abdul Aziz, Ketua Pengurus Daerah BKMT Kota Padang Prof Salmadanis, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat M. Rifki dan Kepala Kementerian Agama Kota Pariaman Edy Oktaviandi.

Fadly Amran menyampaikan terimakasih kepada seluruh pengurus BKMT yang telah menggunakan Masjid Baiturrahmah sebagai pusat kegiatan. 

"Pada Progul Smart Surau, ada empat gerakan yang kita buat, seperti salat subuh berjamaah atau subuh mubarakah, remaja masjid reborn, penyediaan ruang digital, serta fasilitasi rumah tahfiz," katanya. 

Sejak Progul Smart Surau dilaksanakan di Kota Padang, siswa sekolah banyak yang datang untuk salat subuh berjamaah di masjid dan musala. Setiap hari, dari 90 ribu siswa sekolah, 60 ribu di antaranya selalu hadir di masjid dan musala setiap subuh. 

“Semua siswa yang rutin hadir salat subuh diberi reward pertiga bulan sekali,” ujarnya. 

Wali Kota Padang bertekad, seluruh siswa sekolah yang hadir setiap subuh di masjid dan musala mendapat reward sebagai pelecut semangat untuk mendatangi rumah ibadah. Bentuk reward yang diberikan terus meningkat setiap per tiga bulan. 

“Jika sudah berjalan setahun, kita bercita-cita akan memberangkatkan umrah bagi anak dan orang tua yang selalu hadir salat subuh,” cakapnya. 

Progul Smart Surau merupakan benteng bagi anak-anak saat ini. Benteng dari fenomena kenakalan remaja, seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial dan lainnya. 

Wali Kota Padang juga menyampaikan terimakasih kepada BKMT Sumbar yang telah mempercayai Kota Padang sebagai lokasi wisata dakwah. Ditunjuknya Masjid Baiturrahmah sebagai tempat wisata dakwah membuat dirinya senang hati, apalagi masjid cukup luas untuk menampung jemaah. 

“Smart Surau merupakan benteng bagi anak-anak kita, jika benteng tidak kuat, semua akan rapuh,” urainya. 

Gubernur menyampaikan
apresiasi atas terselenggaranya kegiatan wisata dakwah yang dilaksanakan BKMT se-Sumbar. Seluruh Jemaah untuk terus memperkuat iman dan ibadah.

“Mari kita terus menjaga dan memperkuat iman serta tertibkan ibadah, insya Allah di tengah krisis saat ini, kita dapat terjaga dengan baik,” katanya. 

Ketua BKMT Kota Padang menyebut jumlah jemaah BKMT yang hadir mencapai lebih kurang 19.000 orang. Jemaah berasal dari 19 kabupaten/kota di Sumbar melakukan wisata dakwah setiap sekali sebulan dengan mengunjungi kabupaten/kota di Sumbar. 

Kegiatan Wisata Dakwah ini menghadirkan Ustad M. Rifki sebagai penceramah. Ribuan jemaah memadati bagian dalam dan luar masjid terlihat khusyuk mengikuti pengajian.

“Ini merupakan jihad kita bersama, karena siapa yang melangkahkan kakinya dalam mencari ilmu, Allah akan memudahkan hidup di dunia dan akhirat,” sambung Prof Salmadanis. (Prokompin)

Hari Lingkungan Hidup, Pemko Payakumbuh Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik    
Minggu, Juni 07, 2026

On Minggu, Juni 07, 2026

Hari Lingkungan Hidup, Pemko Payakumbuh Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meluncurkan Gerakan Payakumbuh Resik (Responsif, Ekonomis, Sirkular, Inklusif, dan Kolaboratif) pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meluncurkan Gerakan Payakumbuh Resik (Responsif, Ekonomis, Sirkular, Inklusif, dan Kolaboratif) pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai upaya memperkuat pengurangan sampah, penghijauan lingkungan, dan pengendalian perubahan iklim berbasis partisipasi masyarakat.

Peluncuran gerakan tersebut dilakukan saat Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di GOR Nan Ompek, Kelurahan Tanjung Pauh, Jumat (5/6/2026), sekaligus menandai dimulainya berbagai program lingkungan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Melalui Gerakan Payakumbuh Resik, masyarakat didorong membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memperluas penanaman pohon, serta memperkuat penerapan ekonomi sirkular guna mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Zulmaeta mengatakan gerakan tersebut diluncurkan sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan lingkungan, mulai dari persoalan sampah, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat.

“Sebagai kota yang terus bertumbuh, kita harus menyadari bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat ikut bergerak nyata menyukseskan Gerakan Payakumbuh Resik,” katanya.

Menurut dia, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema Inspired by Nature, For Climate, and For Future. Di tingkat nasional, tema tersebut diterjemahkan melalui slogan Saatnya Bekerja untuk Iklim atau #NowForClimate sebagai ajakan memperkuat aksi nyata menjaga lingkungan.

Ia menjelaskan dunia saat ini menghadapi tiga tantangan besar yang saling berkaitan, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Masa depan iklim ditentukan oleh keputusan dan tindakan yang kita lakukan hari ini. Kita tidak bisa lagi hanya berbicara tanpa aksi nyata,” ujarnya.

Zulmaeta menambahkan Gerakan Payakumbuh Resik dirancang sebagai gerakan kolaboratif dan berkelanjutan yang bertujuan membangun perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Gerakan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang mendorong penguatan nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai ekologis harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, hingga menjaga ruang hijau di lingkungan masing-masing,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Payakumbuh juga meluncurkan maskot Gerakan Payakumbuh Resik bernama SI-Lah (Siko Memilah) yang akan menjadi ikon kampanye edukasi lingkungan dan pemilahan sampah di tengah masyarakat.

Selain peluncuran gerakan dan maskot, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Payakumbuh juga diisi dengan penanaman pohon di kawasan GOR Nan Ompek, aksi gotong royong membersihkan lingkungan di sepanjang Batang Agam, serta pembagian tas belanja ramah lingkungan kepada masyarakat di Pasar Ibuh.

Zulmaeta menyampaikan apresiasi kepada petugas kebersihan, komunitas peduli lingkungan, aktivis lingkungan, pelajar, dan masyarakat yang selama ini berperan aktif menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Kota Payakumbuh.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin Payakumbuh dapat menjadi kota yang bersih, sehat, dan berkontribusi dalam upaya pengendalian perubahan iklim,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Rida Ananda, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah, camat, lurah, serta perwakilan instansi dan komunitas lingkungan.

Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan Gerakan Payakumbuh Resik menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat budaya peduli lingkungan, mengurangi timbulan sampah, memperluas ruang hijau, serta mendukung upaya pengendalian emisi melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. (HM)

Di Balik Keindahan Songket Silungkang, Tersimpan Jejak Tambang Emas yang Pernah Diburu Investor dari Amsterdam    
Minggu, Juni 07, 2026

On Minggu, Juni 07, 2026

Di Balik Keindahan Songket Silungkang, Tersimpan Jejak Tambang Emas yang Pernah Diburu Investor dari Amsterdam
Wenrui Zhao, PhD, sejarawan sains dan kedokteran dari Departemen Sejarah University of Utah, Amerika Serikat, melakukan penelusuran ke kawasan bekas tambang emas di Silungkang, Minggu (7/6/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Selama ini, Silungkang lebih dikenal sebagai nagari penghasil songket yang telah melegenda di Ranah Minang. Keindahan tenun tradisionalnya bahkan menjadi identitas yang melekat hingga kini. 

Namun, di balik kejayaan warisan budaya tersebut, tersimpan lembar sejarah lain yang nyaris terlupakan: Silungkang pernah menjadi sasaran eksplorasi emas oleh perusahaan tambang asal Amsterdam, Belanda.

Fakta sejarah itu kembali mengemuka ketika Wenrui Zhao, PhD, sejarawan sains dan kedokteran dari Departemen Sejarah University of Utah, Amerika Serikat, melakukan penelusuran ke kawasan bekas tambang emas di Silungkang, Minggu (7/6/2026).

Kunjungan tersebut berawal dari riset yang dilakukannya di kawasan tambang emas kolonial Salido, Kabupaten Pesisir Selatan. 

Setelah memperoleh informasi dari awak media Bentengsumbar.com mengenai keberadaan bekas tambang emas peninggalan kolonial di Silungkang beserta arsip-arsip sejarah yang berkaitan dengannya, Wenrui Zhao bersama rekannya Meidi Hanum Sari melanjutkan perjalanan menuju Kota Sawahlunto.

Didampingi awak media Bentengsumbar.com, rombongan menelusuri sejumlah titik yang diyakini menjadi lokasi aktivitas penambangan emas pada masa lampau. 

Di beberapa lokasi masih terlihat bekas-bekas galian yang oleh masyarakat setempat diyakini merupakan bagian dari aktivitas penambangan tradisional yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Penelusuran lapangan itu sekaligus menghidupkan kembali catatan sejarah yang selama puluhan tahun nyaris tenggelam. Pada awal abad ke-20, sekelompok investor di Amsterdam mendirikan perusahaan N.V. Mijnbouw-Maatschappij Siloengkang untuk melakukan penyelidikan geologi dan eksplorasi emas di kawasan Silungkang.

Berdasarkan dokumen perusahaan dan arsip kolonial yang menjadi bagian dari kajian sejarah, penyelidikan tersebut memperkirakan kawasan Silungkang memiliki sekitar dua juta meter kubik endapan pasir emas. 

Temuan itu menjadi dasar pengajuan hak pertambangan kepada Pemerintah Hindia Belanda, yang kemudian menerbitkan izin pertambangan bagi perusahaan tersebut pada tahun 1908.

Harapan besar investor Belanda untuk mengembangkan pertambangan emas di pedalaman Minangkabau itu ternyata tidak berlangsung lama. Berdasarkan keputusan Pemerintah Hindia Belanda tertanggal 18 Agustus 1936, izin pertambangan Mijnbouw-Maatschappij Siloengkang dibatalkan sehingga rencana eksploitasi emas berskala industri di kawasan tersebut tidak pernah terealisasi sebagaimana direncanakan.

Di sela penelusuran, Wenrui Zhao mengaku terkejut mengetahui bahwa Sawahlunto dan Silungkang tidak hanya memiliki sejarah panjang pertambangan batubara, tetapi juga menyimpan jejak eksplorasi emas yang pernah menarik perhatian perusahaan-perusahaan tambang Eropa.

"Luar biasa. Perut bumi Sawahlunto ternyata menyimpan kekayaan yang sangat berharga, mulai dari batubara hingga emas," ujarnya.

Menurutnya, sejarah pertambangan emas Silungkang merupakan bagian dari sejarah ekonomi kolonial di Sumatera Barat yang masih menyimpan banyak ruang untuk diteliti melalui arsip maupun penelusuran lapangan.

Lebih dari satu abad telah berlalu sejak investor dari Amsterdam menaruh harapan besar pada kandungan emas di Silungkang.

Kini, perusahaan itu hanya tersisa dalam lembaran arsip kolonial dan catatan sejarah, sementara jejak aktivitasnya perlahan tertutup oleh waktu.

Ironisnya, masyarakat luas lebih mengenal Silungkang melalui keindahan songket yang diwariskan turun-temurun, sementara sejarah tentang emas yang pernah menarik perhatian investor Eropa hampir tidak pernah lagi diperbincangkan.

Kunjungan riset Wenrui Zhao menjadi pengingat bahwa di balik motif-motif indah Songket Silungkang, tersimpan sejarah panjang eksplorasi emas yang pernah menghubungkan sebuah nagari di pedalaman Minangkabau dengan para investor di Amsterdam. 

Sejarah yang lama terpendam itu kini perlahan kembali muncul, membuka ruang bagi penelitian dan penelusuran lebih lanjut terhadap salah satu bab penting sejarah pertambangan di Sumatera Barat. (*) 

Pewarta: Marjafri

Wawako Maigus Nasir Buka Khatam Alquran dan Wisuda Tartil ke-5 MDTA Masjid Darul Muslimin Muhammadiyah    
Minggu, Juni 07, 2026

On Minggu, Juni 07, 2026

Wawako Maigus Nasir Buka Khatam Alquran dan Wisuda Tartil ke-5 MDTA Masjid Darul Muslimin Muhammadiyah
Khatam Alquran dan Wisuda Tartil ke-5 Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) Masjid Darul Muslimin Muhammadiyah di Komplek Muslim Village Sang Surya Rimbo Tarok. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, membuka secara resmi Khatam Alquran dan Wisuda Tartil ke-5 Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) Masjid Darul Muslimin Muhammadiyah di Komplek Muslim Village Sang Surya Rimbo Tarok, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Minggu (7/6/2026).    

Selain Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, hadir juga Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, Kepala MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah, Fahrul Usmi, Pengurus Masjid Darul Muslimin Muhammadiyah, tokoh masyarakat dan orang tua santri khatam Alquran dan wisuda tartil.

Kegiatan yang mengusung tema “Melalui Khatam Alquran Kita Tingkatkan Ghirah dan Kecintaan pada Alquran”  ini diikuti sembilan santri peserta khatam Alquran dan 16 santri wisuda tartil.

Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada pengelola MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah yang konsisten membina generasi muda melalui pendidikan Alquran. Menurutnya, khatam Alquran bukan akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal untuk terus memahami dan mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

"Selamat kepada anak-anak yang hari ini mengikuti khatam Alquran dan wisuda tartil. Ini adalah awal untuk terus mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan," ujarnya. 

Maigus Nasir mengaku terkesan dengan perkembangan MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah yang sejak berdiri pada 2021 rutin melaksanakan khatam Alquran dan wisuda tartil setiap tahun.

"Apresiasi bagi MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah yang telah berhasil melahirkan santri-santri yang terus meningkatkan kemampuan membaca serta memahami Alquran," katanya. 

Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen MDTA dalam melahirkan santri yang terus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Alquran.

"Kolaborasi semua pihak menjadi kunci dalam menyukseskan program Smart Surau dalam rangka mencetak generasi yang kuat iman, unggul akhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan," cakapnya. 

Melalui Program Unggulan (Progul) Smart Surau, Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong masjid menjadi pusat pembinaan umat dan pengembangan generasi muda.

Aktivasi Program Smart Surau meliputi Subuh Mubarokah, Remaja Masjid Reborn, fasilitasi rumah tahfiz, hingga penyediaan ruang belajar digital dengan akses WiFi gratis di masjid.

Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci dalam menyukseskan program Smart Surau guna mencetak generasi yang kuat iman, unggul akhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Prokompin) 

Peringati 1 Abad Jam Gadang, Wawako Solok Ikut Meriahkan IMLF Fun Run: Simbol Persaudaraan dan Wisata    
Minggu, Juni 07, 2026

On Minggu, Juni 07, 2026

Peringati 1 Abad Jam Gadang, Wawako Solok Ikut Meriahkan IMLF Fun Run: Simbol Persaudaraan dan Wisata
Kegiatan istimewa ini digelar sebagai puncak perayaan 100 tahun atau satu abad berdirinya Jam Gadang, monumen bersejarah yang telah menjadi identitas dan kebanggaan bersama masyarakat Minangkabau. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Suasana kawasan pusat Kota Bukittinggi tampak berwarna dan penuh semangat pagi ini. Ribuan peserta dari berbagai penjuru Sumatera Barat hingga luar daerah memadati jalur pelari dalam acara IMLF Jam Gadang Fun Run 2026. 

Kegiatan istimewa ini digelar sebagai puncak perayaan 100 tahun atau satu abad berdirinya Jam Gadang, monumen bersejarah yang telah menjadi identitas dan kebanggaan bersama masyarakat Minangkabau.

Turut hadir memeriahkan gelaran akbar ini, Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, yang memenuhi undangan Wali Kota Bukittinggi, Muhammad Ramlan Nurmatias. Kehadiran perwakilan pemerintah Kota Solok menjadi bukti nyata eratnya hubungan persaudaraan dan kerja sama antardaerah di Provinsi Sumatera Barat. 

Acara yang berpusat di kawasan Pedestrian Jam Gadang ini tidak hanya dimeriahkan oleh warga lokal, tetapi juga dihadiri tamu yang datang khusus untuk menikmati suasana sejarah sambil berolahraga sehat.

Dalam kesempatannya, Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas kesuksesan penyelenggaraan acara berskala besar ini.

Menurutnya, konsep yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan promosi sejarah dan pariwisata adalah langkah cerdas yang membawa dampak positif luas.

“Selamat dan sukses untuk Kota Bukittinggi memperingati satu abad Jam Gadang. Ini bukan sekadar ulang tahun sebuah bangunan, melainkan momen bersejarah bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat. Jam Gadang adalah ikon yang tak terpisahkan dari jati diri kita. Melalui kegiatan seperti Fun Run ini, kita tidak hanya mengajak masyarakat hidup sehat dan bugar, tetapi sekaligus mempromosikan kekayaan budaya dan keindahan tempat wisata kita ke kancah yang lebih luas,” ungkap Suryadi di sela-sela acara, Minggu (7/6/2026).

Lebih jauh ia menilai, acara ini menjadi jembatan yang kokoh untuk mempererat tali silaturahmi antar pemangku kepentingan dan warga dari berbagai kabupaten/kota. 

Pertemuan dalam suasana santai namun penuh semangat ini diharapkan dapat menciptakan kolaborasi baru, terutama dalam mendorong laju perekonomian masyarakat sekitar dan perkembangan sektor pariwisata daerah.

“Kehadiran ribuan peserta yang antusias membuktikan bahwa Jam Gadang selalu menarik hati. Ini membuktikan potensi wisata kita luar biasa besar. Semoga di usianya yang ke-100 tahun ini, Jam Gadang semakin bersinar, terawat baik, dan terus menjadi tujuan utama wisatawan domestik maupun mancanegara. Kami dari Pemerintah Kota Solok siap terus mendukung dan menjaga persaudaraan ini tetap terjalin indah,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, peringatan satu abad Jam Gadang ini menjadi kenangan manis yang menegaskan kembali komitmen bersama menjaga warisan leluhur, sekaligus menjadikan olahraga sebagai sarana menyatukan hati seluruh anak nagari di Ranah Minang.(80)

Dua Inovasi Karya Pelajar Payakumbuh Lolos Final TTG Sumbar 2026    
Minggu, Juni 07, 2026

On Minggu, Juni 07, 2026

Dua Inovasi Karya Pelajar Payakumbuh Lolos Final TTG Sumbar 2026
Kota Payakumbuh kembali meloloskan dua inovasi karya pelajar ke babak final Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026. (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kota Payakumbuh kembali meloloskan dua inovasi karya pelajar ke babak final Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026, melanjutkan tradisi prestasi daerah tersebut yang dalam lima tahun terakhir konsisten meraih gelar juara tingkat provinsi dan pernah mewakili Sumbar pada Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional 2024.

Dua inovasi yang berhasil masuk tahap penilaian tingkat provinsi setelah melalui proses seleksi pada Kamis (4/6/2026) itu adalah SAVIOR (Smart Agriculture Vision Observer and Responder) karya siswa SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah pada kategori Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna serta INOCER (Intelligence Food Composition Checker and Recommendation) karya siswa SMP Islam Raudhatul Jannah pada kategori Teknologi Tepat Guna.

Keberhasilan tersebut memperkuat posisi Payakumbuh sebagai salah satu daerah dengan ekosistem inovasi pelajar yang berkembang di Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat Yozarwardi Usama Putra mengapresiasi capaian para pelajar Payakumbuh yang dinilai mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

"Payakumbuh keren. Rawat inovasi-inovasi ini serta anak-anak kita agar terus berpikir intelektual," kata Yozarwardi saat penilaian di Payakumbuh, Kamis.

Menurut dia, munculnya berbagai inovasi dari kalangan pelajar menunjukkan budaya riset, kreativitas, dan kemampuan memecahkan persoalan telah tumbuh dengan baik di daerah tersebut.

Ia menilai pembinaan yang berkelanjutan perlu terus dilakukan agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Payakumbuh Syafwal mengatakan pemerintah daerah melakukan penjaringan dan seleksi secara bertahap sebelum menetapkan inovasi yang diikutsertakan pada kompetisi tingkat provinsi.

"Dalam usulan inovasi ini kami melakukan penjaringan dan seleksi yang matang. Inovasi yang dipilih juga selaras dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam mendukung misi ketahanan pangan nasional," katanya.

Ia menjelaskan SAVIOR dirancang untuk membantu pemantauan dan respons terhadap kondisi pertanian secara lebih efektif melalui pemanfaatan teknologi, sedangkan INOCER merupakan sistem cerdas yang mampu memeriksa komposisi pangan sekaligus memberikan rekomendasi bagi pengguna.

Menurut Syafwal, kedua inovasi tersebut menunjukkan kemampuan generasi muda Payakumbuh dalam mengembangkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan saat ini.

Koordinator Inovasi Kota Payakumbuh Robby Hafanos mengatakan tim penilai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan inovasi yang berkembang di daerah.

"Kami berdialog langsung dengan Kepala DPMD Sumbar dan beliau menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan inovasi daerah, mulai dari fasilitasi hak kekayaan intelektual hingga promosi produk inovasi bagi pemenang kompetisi," ujarnya.

Robby berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda Payakumbuh untuk terus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

"Mudah-mudahan capaian ini menjadi energi positif bagi generasi muda, baik milenial maupun Gen Z, agar lebih responsif terhadap persoalan di sekitarnya dan mampu menjadi problem solver melalui inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

Keberhasilan meloloskan dua inovasi sekaligus ke babak final kompetisi tingkat provinsi memperpanjang catatan prestasi Payakumbuh sebagai salah satu daerah dengan ekosistem inovasi pelajar yang berkembang di Sumbar. (HM)