HEADLINE
Sekolah Politik HMI Bukittinggi 2026 Resmi Dibuka, Ketua DPRD Tekankan Politik Harus untuk Rakyat    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

Sekolah Politik HMI Bukittinggi 2026 Resmi Dibuka, Ketua DPRD Tekankan Politik Harus untuk Rakyat
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bukittinggi Periode 2025–2026 resmi menggelar Sekolah Politik HMI Cabang Bukittinggi 2026. (Foto: Ist) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bukittinggi Periode 2025–2026 resmi menggelar Sekolah Politik HMI Cabang Bukittinggi 2026. 

Kegiatan yang mengangkat isu kesadaran politik generasi muda tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kota Bukittinggi H. Syaiful Efendi, Lc., M.A., di Hotel Grand Bunda, Kampung Cina, Bukittinggi, Jumat (4/9/2026) malam.

Sekolah Politik HMI Bukittinggi 2026 mengusung tema “Membangun Kesadaran Politik Kader yang Intelektual, Beretika, dan Responsif terhadap Dinamika Demokrasi Kebangsaan.” 

Tema tersebut menjadi pijakan bagi kader HMI untuk memperkuat pemahaman politik secara komprehensif, kritis, dan beretika, sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan.

Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah tokoh dari unsur Pemerintah Kota Bukittinggi, legislatif, serta alumni HMI. Di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bukittinggi Syukri Naldi, Ketua DPRD Kota Bukittinggi H. Syaiful Efendi, Lc., M.A., dan Koordinator Presidium KAHMI Bukittinggi Dr. H. Bustamar, S.Ag., M.H. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi dukungan terhadap penguatan pendidikan dan literasi politik bagi generasi muda.

Kepala Bagian Kesra Kota Bukittinggi Syukri Naldi dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif HMI Cabang Bukittinggi menyelenggarakan Sekolah Politik.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan kader muda yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus integritas serta mampu menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat.

“Pemerintah Kota Bukittinggi menyambut baik kegiatan ini. Kami berharap Sekolah Politik ini melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat dalam membangun Bukittinggi,” ujar Syukri Naldi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bukittinggi H. Syaiful Efendi, Lc., M.A. yang membuka kegiatan secara resmi menekankan pentingnya pemahaman politik yang berlandaskan konstitusi dan etika. 

Menurutnya, politik memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan sehingga harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Politik adalah panglima dalam pembangunan. DPRD berharap melalui Sekolah Politik ini lahir kader-kader yang memahami konstitusi, mengerti fungsi legislasi, dan memiliki etika dalam berpolitik. Jangan jadikan politik sebagai alat pragmatis, tapi sebagai pengabdian untuk rakyat,” tegasnya.

Pesan mengenai pentingnya kaderisasi juga disampaikan Koordinator Presidium KAHMI Bukittinggi Dr. H. Bustamar, S.Ag., M.H. 

Ia mengatakan KAHMI memiliki tanggung jawab untuk terus mengawal proses kaderisasi HMI, termasuk dalam membentuk kader yang memiliki kematangan intelektual, moral, dan kepemimpinan.

“KAHMI sebagai senior HMI berkewajiban mengawal. Sekolah Politik ini adalah ruang untuk mematangkan intelektualitas dan moral politik kader. Ke depan, kami berharap alumni sekolah politik ini bisa masuk ke ranah kebijakan dan menjadi pemimpin yang amanah,” jelas Bustamar.

Ketua Umum HMI Cabang Bukittinggi Ahmad Zaky, S.H. menyebut Sekolah Politik sebagai kawah candradimuka untuk mempersiapkan kader menghadapi dinamika politik dan kebangsaan.

Menurutnya, kader HMI harus mampu memahami konstitusi, kebijakan publik, serta berbagai persoalan masyarakat dengan pendekatan intelektual dan tetap menjunjung tinggi etika.

“HMI melihat pentingnya membangun kader yang paham konstitusi, paham kebijakan publik, dan siap menjadi agen perubahan. Politik harus dijalankan dengan intelektualitas dan etika, bukan pragmatisme,” ujar Ahmad Zaky.

Ketua Panitia Sekolah Politik HMI Bukittinggi 2026 Abdul Kadir Jailani menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti kader-kader HMI Cabang Bukittinggi. 

Para peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai sistem politik, demokrasi, kebijakan publik, kepemimpinan, hingga strategi menghadapi dinamika politik kebangsaan.

Melalui Sekolah Politik HMI Bukittinggi 2026, HMI Cabang Bukittinggi menargetkan lahirnya kader yang tidak hanya mampu memahami teori politik, tetapi juga memiliki keberanian untuk terlibat dalam proses demokrasi secara konstruktif. 

Kader diharapkan dapat menjadi kelompok intelektual muda yang kritis, responsif, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya HMI Cabang Bukittinggi memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah dinamika demokrasi. 

Dengan bekal pengetahuan politik, wawasan kebangsaan, dan etika kepemimpinan, para kader diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Kota Bukittinggi maupun kehidupan kebangsaan di masa mendatang. (*)

Reses Ketiga di Cimpago, Manufer Putra Firdaus Siap Perjuangkan Aspirasi Warga di Anggaran 2027    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

Reses Ketiga di Cimpago, Manufer Putra Firdaus Siap Perjuangkan Aspirasi Warga di Anggaran 2027
Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Manufer Putra Firdaus turun langsung menemui masyarakat di Komplek Cimpago RW 14, Kelurahan Parupuk Tabing. (Foto kolase: By). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Memasuki lokasi reses ketiga, Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Manufer Putra Firdaus, kembali turun langsung menemui masyarakat. Kali ini, reses digelar di Komplek Cimpago RW 14, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, kemaren. 

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus usulan pembangunan yang dibutuhkan di lingkungan mereka. Manufer mendengarkan satu per satu aspirasi masyarakat dan mencatat sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas warga.

Di antara aspirasi yang mengemuka adalah pengembangan lapangan, peningkatan fasilitas balai pemuda, dukungan terhadap kegiatan majelis taklim, hingga sarana penunjang kegiatan senam masyarakat. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas sosial, kepemudaan, keagamaan, serta menjaga kebugaran warga.

Manufer Putra Firdaus mengatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan reses. Menurutnya, turun langsung ke tengah masyarakat membuat wakil rakyat dapat mengetahui kebutuhan warga secara lebih nyata dan menentukan skala prioritas yang perlu diperjuangkan.

"Alhamdulillah, pada reses kali ini kami menerima berbagai aspirasi dari warga. Ada terkait pengembangan lapangan, balai pemuda, majelis taklim, maupun penunjang kegiatan senam. Semua ini menjadi catatan dan akan kami perjuangkan," ujar Manufer.

Ia menegaskan, dirinya akan berupaya mengawal aspirasi tersebut agar dapat direalisasikan melalui anggaran tahun 2027. Namun, Manufer juga mengingatkan bahwa pembangunan membutuhkan komitmen dan sinergi bersama antara masyarakat, pemerintah dan legislatif.

"Insya Allah akan kita realisasikan melalui anggaran 2027 nantinya. Tentu ini membutuhkan komitmen kita bersama untuk kemajuan Parupuk Tabing," tegasnya.

Tidak hanya menyerap aspirasi, reses tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan sebesar Rp15 juta kepada Kelompok Senam Cimpago. Bantuan itu diharapkan dapat menjadi penunjang kegiatan kelompok senam sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin aktif berolahraga.

"Semoga bantuan ini bisa digunakan dengan sebaik-baiknya dan benar-benar memberikan manfaat untuk kegiatan senam warga. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang ikut berolahraga," harap Manufer.

Bagi Manufer, keberadaan kelompok-kelompok masyarakat seperti komunitas senam memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang sehat dan aktif. Karena itu, dukungan terhadap kegiatan masyarakat akan terus menjadi perhatian dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Ia berharap seluruh aspirasi yang telah dihimpun selama pelaksanaan reses dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan Kota Padang ke depan. 

"Kita ingin apa yang menjadi kebutuhan masyarakat benar-benar diperjuangkan dan memberikan dampak langsung bagi warga," pungkasnya. (IA) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Fashion Show Day SISSCa 2026 Dibuka, Songket Silungkang Hadir dalam Kreasi Fesyen Modern    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

Fashion Show Day Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval
Kegiatan tersebut dibuka Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Riyanda bersama Wakil Ketua Dekranasda Sumatera Barat Ny. Dianita Maulin Vasco. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kain Songket Silungkang mendapat ruang untuk tampil dalam kreasi fesyen modern melalui Fashion Show Day Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval (SISSCa) 2026, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Riyanda bersama Wakil Ketua Dekranasda Sumatera Barat Ny. Dianita Maulin Vasco.

Sejumlah desainer lokal Sawahlunto dan Sumatera Barat menampilkan karya busana berbahan Songket Silungkang.

Lima desainer lokal yang ambil bagian dalam peragaan tersebut yakni Mezaf Ethnic, Ellen Songket, Unici Songket, Filma x Olo, dan Dollas Songket. 

Sementara dari tingkat Sumatera Barat, hadir desainer Fomalhaut Zamel yang turut mengeksplorasi Songket Silungkang dalam rancangan busana.

Peragaan busana ini memperlihatkan bagaimana Songket Silungkang dapat dikembangkan ke dalam desain yang mengikuti perkembangan tren fesyen, namun tetap mempertahankan karakter dan nilai tradisional yang melekat pada kain tersebut.

Pengembangan desain juga memperluas penggunaan songket, yang tidak hanya hadir dalam konteks kegiatan adat, tetapi dapat diolah menjadi busana untuk berbagai kelompok usia dan kebutuhan fesyen masa kini.

Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Riyanda mengatakan penyelenggaraan SISSCa terus ditingkatkan dari berbagai aspek untuk meningkatkan kualitas kegiatan sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM songket.

Menurut dia, pengembangan SISSCa tidak hanya diarahkan pada promosi budaya, tetapi juga peningkatan nilai ekonomi produk melalui inovasi dan perluasan pasar.

Melalui pengembangan desain dan pemanfaatan Songket Silungkang dalam konteks fesyen yang lebih luas, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar warisan budaya tetap relevan dengan perkembangan selera pasar.

Di sisi lain, ruang yang diberikan kepada desainer dan pelaku UMKM lokal membuka peluang bagi pengembangan produk songket sekaligus meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi warisan budaya Sawahlunto. (*) 

Pewarta: Marjafri

Pengurus KAN  IV Koto Sungai Rotan Pariaman Periode 2025-2030 Dikukuhkan    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

Pengurus KAN  IV Koto Sungai Rotan Pariaman Periode 2025-2030 Dikukuhkan
Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus KAN IV Koto Sungai Rotan yang telah dikukuhkan.  (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman Yota Balad menghadiri pengukuhan (Pati Ambalau) Pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) IV Koto Sungai Rotan periode 2025-2030, yang berlangsung di halaman Kantor Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sabtu (5/9/2026).

Pengukuhan pengurus KAN IV Koto Sungai Rotan tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, Aspar Tanjung Rangkayo Rajo Bugih. Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus KAN IV Koto Sungai Rotan yang telah dikukuhkan. 

Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah adat dan kepentingan anak kemenakan di tengah masyarakat.

Menurut Yota, pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran pemangku adat dalam menjaga nilai-nilai luhur, adat istiadat dan kebudayaan Minangkabau. 

Peran lembaga adat dinilai semakin penting di tengah perkembangan zaman dan berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.

Yota Balad juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan unsur Tungku Nan Tigo Sajarangan, yakni alim ulama, cadiak pandai dan ninik mamak.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial sekaligus menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Pemerintah Kota Pariaman sangat mendukung eksistensi lembaga adat seperti KAN. Kehadiran pengurus yang baru dikukuhkan ini diharapkan mampu menjadi benteng bagi anak kemenakan kita dari pengaruh negatif perkembangan zaman, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan pembangunan daerah,” ujar Yota.

Ia berharap kepengurusan KAN IV Koto Sungai Rotan yang baru dapat merangkul seluruh elemen masyarakat dan ikut meluruskan kembali pemahaman tentang nilai-nilai adat berdasarkan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Selamat kepada pengurus yang telah dikukuhkan. Semoga dengan dikukuhkannya hari ini pengurus KAN IV Koto Sungai Rotan dan sebelumnya KAN Pasa, mudah-mudahan ada KAN selanjutnya untuk dikukuhkan. Mari kita satukan persepsi, sama-sama kita bangun Kota Pariaman untuk lebih baik dan maju lagi,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua KAN IV Koto Sungai Rotan terpilih, Baharuddin, Tk. Bagindo, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah serta membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Pariaman.

Ia berharap kerja sama antara lembaga adat dan pemerintah dapat terus diperkuat demi menjaga adat, budaya dan kepentingan masyarakat.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum bagi KAN IV Koto Sungai Rotan untuk memperkuat eksistensi lembaga adat sekaligus berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau di tengah masyarakat. 

Dengan sinergi antara pemerintah dan pemangku adat, pembangunan Kota Pariaman diharapkan dapat berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya lokal. (R/at)

Tiga Akhlak Mulia Dunia dan Akhirat, Pesan Imam Ja’far Shadiq untuk Menjaga Kemuliaan Diri    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

Tiga Akhlak Mulia Dunia dan Akhirat, Pesan Imam Ja’far Shadiq untuk Menjaga Kemuliaan Diri
Imam Ja’far Shadiq mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya terlihat dari ilmu dan kedudukannya. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Imam Ja’far Shadiq mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya terlihat dari ilmu dan kedudukannya, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan orang lain, terutama ketika menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan.

Dalam sebuah nasihat yang diriwayatkan dalam al-Kafi, Jilid 2 halaman 107, Imam Ja’far Shadiq menyebutkan tiga akhlak yang menjadi kemuliaan bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

ثَلَاثٌ مِنْ مَكَارِمِ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَ تَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ وَ تَحْلُمُ إِذَا جُهِلَ عَلَيْكَ

Artinya, “Ada tiga akhlak mulia dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung hubungan dengan orang yang memutusmu, dan bersikap santun ketika orang berbuat bodoh kepadamu.”

Pesan pertama adalah memaafkan orang yang menzalimi. 

Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan atau membiarkan kezaliman terus terjadi. 

Namun, sikap memaafkan menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengendalikan amarah dan tidak membiarkan keburukan orang lain menguasai hatinya.

Akhlak kedua adalah menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan. 

Dalam kehidupan, tidak semua hubungan berjalan sesuai harapan. 

Ada kalanya seseorang menjauh, memutus silaturahmi, atau memilih untuk tidak lagi berkomunikasi.

Namun, ajaran ini mendorong manusia untuk tetap membuka pintu kebaikan dan tidak membalas sikap tersebut dengan keburukan.

Sementara akhlak ketiga adalah bersikap santun ketika menghadapi kebodohan atau perlakuan kasar orang lain. 

Kesantunan dalam situasi seperti itu merupakan bentuk pengendalian diri. 

Seseorang tidak harus membalas perkataan kasar dengan perkataan yang sama, karena menjaga lisan dan sikap merupakan bagian dari kemuliaan akhlak.

Tiga pesan tersebut mengajarkan bahwa kemuliaan sejati tidak selalu ditunjukkan dengan membalas perlakuan orang lain. 

Justru, kemampuan memaafkan, menjaga silaturahmi, dan tetap santun ketika disakiti menjadi cermin kedewasaan dan keluhuran budi. (*)

Tampung Aspirasi Warga Graha Bungo Mas, Ketua DPRD Padang Muharlion Langsung Cek Jalan Rusak dan Banjir    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion, S.Pd., MM.
Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion, S.Pd., MM., menyerap aspirasi masyarakat di Kompleks Graha Bungo Mas, RT 05/RW 01, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Bim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion, S.Pd., MM., turun langsung meninjau kondisi lingkungan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di Kompleks Graha Bungo Mas, RT 05/RW 01, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (5/9/2026).

Kedatangan Muharlion menjadi momentum bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Salah satu aspirasi utama yang disampaikan adalah pembangunan jalan utama dan jalan lingkungan di kompleks tersebut yang kondisinya masih memprihatinkan.

Muharlion mengatakan, kawasan Graha Bungo Mas saat ini telah dihuni lebih dari 300 kepala keluarga (KK). Menurutnya, dengan jumlah warga yang cukup banyak, kebutuhan terhadap infrastruktur dasar dan fasilitas umum menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

“Alhamdulillah, hari Sabtu sore ini kita bisa bersilaturahmi di Kompleks Graha Bungo Mas. Aspirasi masyarakat sebelumnya terkait pembangunan jalan, sebagian memang sudah kita realisasikan pada 2026. Hari ini kita lihat langsung kondisi di lapangan dan memang masih cukup memprihatinkan,” ujar Muharlion.

Ia menyebutkan, pembangunan jalan utama akan kembali diperjuangkan agar dapat dilanjutkan secara bertahap pada 2027. Selain jalan utama, warga juga mengusulkan perbaikan sejumlah jalan lingkungan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.

Selain persoalan infrastruktur jalan, warga juga menyampaikan kebutuhan akan fasilitas pelayanan masyarakat, khususnya Posyandu. Muharlion mengatakan, kawasan tersebut belum memiliki Posyandu sendiri, sementara mayoritas warga merupakan pasangan usia produktif yang memiliki cukup banyak balita.

“Di sini ada sekitar 300 KK, tetapi Posyandu masih harus keluar dari kawasan ini. Harapan masyarakat tentu mereka memiliki Posyandu sendiri, termasuk gedung atau fasilitas yang memadai,” katanya.

Tidak hanya Posyandu, warga juga mengharapkan adanya fasilitas bersama seperti balai warga atau tempat berkumpul masyarakat serta pos pemuda. Menurut Muharlion, fasilitas tersebut penting untuk menunjang kegiatan sosial dan kemasyarakatan warga di kawasan yang terus berkembang tersebut.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah banjir. Muharlion menyebut kawasan Bungo Pasang dan sekitarnya kerap mengalami banjir ketika hujan lebat. Karena itu, menurutnya, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan pengendalian aliran air secara menyeluruh.

“Persoalan banjir ini harus ada alirannya sampai ke Linggar Jati. Nanti kita coba diskusikan dengan Balai Sungai, karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota. Kita akan coba carikan solusi untuk persoalan yang ada di sini,” ujarnya.

Muharlion berharap dukungan berbagai pihak, termasuk terkait ketersediaan dan konsolidasi lahan, dapat mempercepat penanganan persoalan tersebut. Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah.

Sementara itu, Ketua RT setempat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua DPRD Kota Padang yang telah datang langsung melihat kondisi lingkungan mereka. Ia berharap perhatian terhadap pembangunan jalan utama dapat dilanjutkan hingga tuntas pada tahun depan.

“Harapan kami, ibaratnya beliau sudah memberikan permulaan. Jalan utama kami sekitar seratus meter. Mudah-mudahan dapat diselesaikan tahun depan sehingga jalan utama ini bisa kami lalui tanpa kendala. Banyak motor dan mobil yang rusak karena kondisi jalan, jadi itu harapan kami yang utama,” pungkasnya. (Bim)

Pengalaman Sembuh dari Stroke, Istighfar hingga Terapi Tradisional Jadi Ikhtiar    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

stroke menjadi cerita yang menarik
Berbagai ikhtiar dilakukan, mulai dari memperbanyak ibadah, mengatur pola makan, mengonsumsi obat, hingga menjalani terapi tradisional. (Foto: Int). 

PENGALAMAN
seseorang dalam menjalani proses pemulihan dari stroke menjadi cerita yang menarik untuk dibagikan. 

Berbagai ikhtiar dilakukan, mulai dari memperbanyak ibadah, mengatur pola makan, mengonsumsi obat, hingga menjalani terapi tradisional.

Dalam pengalaman saya, salah satu hal yang dilakukan adalah memperbanyak istighfar dan shalawat. 

Selain itu, ia juga mengamalkan zikir “afdhāludz dzikri fa’lam annahu” sedikitnya masing-masing 100 kali. 

Amalan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain memperbanyak zikir, saya mengaku mengonsumsi obat tradisional Tiongkok Angkung.

Menurut pengalaman saya, ketika terkena stroke, harga obat tersebut mencapai sekitar Rp1,3 juta per butir. 

Saya mengonsumsi sebanyak tiga butir dengan jarak pemberian sekitar satu minggu.

Ikhtiar berikutnya adalah menjalani urut atau pijat tradisional. Terapi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu proses pemulihan setelah mengalami stroke.

Saya juga menerapkan pola puasa medis. Menurut pengalaman saya, pola tersebut dapat menjadi pilihan bagi mereka yang belum mampu menjalankan puasa sunnah maupun puasa Nabi Daud AS. 

Caranya dengan menerapkan jendela makan selama sekitar 12 hingga 18 jam, sementara di luar waktu makan hanya mengonsumsi minuman tanpa gula.

Kalau tidak mampu puasa sunnah atau puasa Daud, bisa mencoba puasa medis dengan jendela makan 12–18 jam. Selebihnya hanya boleh minum teh tawar, air putih, atau kopi pahit.

Pengalaman tersebut menjadi kesaksian pribadi mengenai berbagai ikhtiar yang dijalani dalam menghadapi stroke. Namun, pengalaman setiap orang dapat berbeda. 

Pengobatan stroke sebaiknya tetap dilakukan dengan pendampingan dan anjuran dokter, sementara ibadah, pengaturan pola hidup, dan terapi lainnya dapat menjadi bagian dari ikhtiar sesuai kondisi masing-masing. (*) 

Diceritakan oleh: Zamri Yahya, WU, Pimpinan Redaksi BentengSumbar.com dan anggota DKP PWI Sumatera Barat.