HEADLINE
Ketua LBH GEKIRA Apresiasi Kebijakan Hukum Presiden Prabowo di Sektor Jasa Keuangan    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Ketua LBH GEKIRA Apresiasi Kebijakan Hukum Presiden Prabowo di Sektor Jasa Keuangan
Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Dr. Santrawan T. Paparang, S.H., M.H., M.Kn.

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Dr. Santrawan T. Paparang, S.H., M.H., M.Kn, menilai kebijakan hukum yang ditempuh Presiden Prabowo Subianto di sektor jasa keuangan merupakan langkah strategis untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional, meningkatkan perlindungan masyarakat, serta menciptakan kepastian hukum bagi pelaku usaha dan investor.

Menurut Santrawan, sektor jasa keuangan memiliki peran vital sebagai urat nadi perekonomian nasional. Karena itu, penguatan aspek hukum, pengawasan, dan tata kelola menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

“Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat untuk membangun sistem keuangan nasional yang sehat, transparan, dan berkeadilan. Kebijakan hukum di sektor jasa keuangan harus mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menciptakan kepastian bagi dunia usaha,” ujar Santrawan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6).

Ia menjelaskan bahwa tantangan sektor jasa keuangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan stabilitas perbankan dan pasar modal, tetapi juga mencakup perkembangan teknologi finansial (fintech), aset digital, perlindungan data pribadi, pemberantasan kejahatan keuangan, hingga penguatan literasi keuangan masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah menghadirkan berbagai peluang baru dalam layanan keuangan, namun pada saat yang sama juga memunculkan risiko hukum yang memerlukan regulasi dan pengawasan yang adaptif.

“Transformasi digital harus diimbangi dengan kerangka hukum yang kuat. Negara harus hadir melindungi masyarakat dari praktik penipuan investasi, pinjaman online ilegal, pencucian uang, kejahatan siber, dan berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi di sektor keuangan,” katanya.

Santrawan menilai langkah pemerintah dalam memperkuat koordinasi antara regulator, aparat penegak hukum, dan lembaga pengawas merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem jasa keuangan yang sehat dan terpercaya.

Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang konsisten terhadap berbagai pelanggaran di sektor keuangan. Menurutnya, kepastian hukum merupakan faktor utama yang menentukan tingkat kepercayaan publik dan investor terhadap sistem keuangan nasional.

“Prinsip equality before the law harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Setiap pelanggaran hukum di sektor jasa keuangan, baik yang dilakukan individu maupun korporasi, harus ditindak secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Lebih lanjut, Santrawan menilai kebijakan Presiden Prabowo yang mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi, hilirisasi industri, dan pemberdayaan UMKM memerlukan dukungan sistem keuangan yang kuat dan inklusif.

Menurutnya, sektor jasa keuangan harus mampu menjadi instrumen pembangunan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan.

“Keuangan yang inklusif merupakan salah satu kunci mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Karena itu, reformasi sektor jasa keuangan harus diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang bantuan hukum dan advokasi masyarakat, LBH GEKIRA juga mendorong peningkatan edukasi hukum dan literasi keuangan agar masyarakat semakin memahami hak dan kewajibannya dalam memanfaatkan berbagai layanan jasa keuangan.

Santrawan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan angka-angka makro ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan negara menghadirkan keadilan, perlindungan hukum, dan kepastian bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kebijakan hukum Presiden Prabowo di sektor jasa keuangan harus kita dukung bersama sepanjang bertujuan memperkuat stabilitas ekonomi nasional, melindungi kepentingan masyarakat, serta mewujudkan sistem keuangan yang transparan, berintegritas, dan berkeadilan. Dengan fondasi hukum yang kuat, sektor jasa keuangan akan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (*)

Pemko Pariaman dan Koderal II Padang Gelar Olahraga Bersama    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Pemko Pariaman dan Koderal II Padang Gelar Olahraga Bersama
Jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melakukan kunjungan kerja sekaligus menjalin silaturahmi melalui kegiatan olahraga bersama dengan Komando Daerah TNI Angkatan Laut II (Kodaeral II) Padang. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
-Jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melakukan kunjungan kerja sekaligus menjalin silaturahmi melalui kegiatan olahraga bersama dengan Komando Daerah TNI Angkatan Laut II (Kodaeral II) Padang, di halaman Markas Koderal II Padang, Rabu (24/06).

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi,  Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pariaman, Afrizal Azhar, Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemko Pariaman. Kehadiran jajaran Pemko Pariaman disambut hangat oleh Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad disela kegiatan mengatakan  pentingnya menjaga sinergi antar lembaga melalui berbagai pendekatan informal, salah satunya lewat olahraga.

"Olahraga bersama ini adalah wujud nyata kekompakan kita. Sinergi antara Pemko Pariaman dan Koderal II Padang bukan sekadar urusan koordinasi kedinasan, tetapi sudah seperti keluarga. 

Saya yakin, dengan kebersamaan yang terus kita rawat, setiap tantangan pembangunan dan pelayanan di Kota Pariaman akan dapat kita selesaikan dengan lebih solid," ujarnya.

Senada dengan Walikota, Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kunjungan Pemko Pariaman. 

Ia mengatakan bahwa Koderal II Padang senantiasa mendukung penuh program-program Pemerintah Kota Pariaman demi stabilitas dan kemajuan daerah. (R/at)

Sawahlunto Tuan Rumah Kejurnaswil Shorinji Kempo Se-Sumatera, Ratusan Atlet Ramaikan Kota Wisata Tambang    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Sawahlunto Tuan Rumah Kejurnaswil Shorinji Kempo Se-Sumatera, Ratusan Atlet Ramaikan Kota Wisata Tambang
Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kota Sawahlunto kembali menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat regional. Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Shorinji Kempo se-Sumatera resmi dibuka di Lapangan Indoor Bengkel Utama PT Bukit Asam Ombilin, Rabu (24/6/2026), dengan diikuti ratusan atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera.

Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.

Turut hadir Ketua Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi) Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji, jajaran pengurus Perkemi, unsur Forkopimda, serta para tamu undangan.

Kejurnaswil yang berlangsung hingga 27 Juni 2026 tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus evaluasi prestasi atlet Shorinji Kempo di wilayah Sumatera. 

Selain menjadi sarana meningkatkan pengalaman bertanding, kejuaraan ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan untuk kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar Perkemi dan seluruh pihak yang telah mempercayakan Sawahlunto sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejurnaswil Shorinji Kempo se-Sumatera.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa Sawahlunto memiliki kapasitas dan kesiapan dalam menyelenggarakan event olahraga berskala besar, sekaligus memperkuat posisi kota itu sebagai salah satu destinasi sport tourism di Sumatera Barat.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Sawahlunto. Ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi daerah, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan Sawahlunto kepada para peserta dan tamu yang datang dari berbagai daerah," ujarnya.

Riyanda menegaskan, manfaat penyelenggaraan kejuaraan tidak hanya dirasakan dalam aspek olahraga dan pembinaan atlet, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping dari berbagai provinsi turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, serta berbagai usaha jasa lainnya di Kota Sawahlunto.

Selain itu, kejuaraan tersebut juga menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi wisata, warisan budaya, dan keramahan masyarakat Sawahlunto kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah.

Melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga berskala regional dan nasional, Pemerintah Kota Sawahlunto terus berupaya memperkuat sektor sport tourism sebagai salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Kejurnaswil Shorinji Kempo se-Sumatera diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga semakin memperkuat citra Sawahlunto sebagai kota wisata berbasis sejarah, budaya, dan olahraga yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala besar.

Versi ini lebih terasa sebagai berita media nasional karena tidak berhenti pada acara pembukaan, tetapi mengangkat dampak strategisnya bagi pembinaan atlet, promosi daerah, dan pergerakan ekonomi lokal. (*) 

Pewarta: marjafri

Dari Lahan Bekas Tambang ke Kawasan Hijau, Kapolda Sumbar Tanam 200 Pohon di Sawahlunto    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Dari Lahan Bekas Tambang ke Kawasan Hijau, Kapolda Sumbar Tanam 200 Pohon di Sawahlunto
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta bersama Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah melaksanakan penanaman pohon dalam program "Sejuk Asri" di lahan bekas tambang PT Guguak Tinggi Coal (GTC), Desa Salak, Kecamatan Talawi. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Upaya pemulihan lingkungan di kawasan bekas pertambangan kembali mendapat perhatian serius. Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta bersama Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah melaksanakan penanaman pohon dalam program "Sejuk Asri" di lahan bekas tambang PT Guguak Tinggi Coal (GTC), Desa Salak, Kecamatan Talawi, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan kolaboratif yang digagas Polda Sumatera Barat untuk mendorong percepatan reklamasi dan penghijauan lahan pascatambang melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan masyarakat sekitar.

Pada kesempatan itu, sebanyak 200 batang pohon ditanam di lahan seluas sekitar dua hektare. Jenis pohon yang ditanam terdiri atas 50 batang sengon, 75 batang kaliandra, dan 75 batang akasia yang dinilai memiliki kemampuan adaptasi baik untuk mendukung proses rehabilitasi lahan.

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa pemulihan lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak semata. 

Menurutnya, keberhasilan reklamasi membutuhkan komitmen bersama serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.

"Pemulihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, melalui Program Sejuk Asri, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga dan memulihkan alam harus menjadi gerakan yang melibatkan semua pihak," ujarnya.

Ia berharap program tersebut tidak hanya memberikan dampak ekologis melalui peningkatan tutupan vegetasi, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan yang pernah menjadi lokasi aktivitas pertambangan.

Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Sumatera Barat yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempercepat rehabilitasi kawasan bekas tambang.

Menurutnya, kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, perusahaan pertambangan, tokoh masyarakat, dan warga sekitar menjadi faktor penting dalam mewujudkan keberhasilan reklamasi lahan pascatambang.

"Sinergi seluruh pihak merupakan kunci untuk mempercepat pemulihan kawasan bekas tambang agar kembali memiliki fungsi ekologis sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Jeffry.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mendukung rehabilitasi lingkungan, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak aktivitas pertambangan pada masa lalu.

Selain berorientasi pada pemulihan fungsi lingkungan, program penghijauan juga diarahkan untuk mendukung pengembangan tanaman produktif yang berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. 

Dengan demikian, upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Sebagai kota yang memiliki sejarah panjang dalam industri pertambangan, Sawahlunto terus berupaya mengubah kawasan-kawasan pascatambang menjadi ruang yang lebih produktif, hijau, dan bermanfaat bagi generasi mendatang. 

Program Sejuk Asri menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat komitmen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemulihan lingkungan memerlukan kerja bersama yang berkesinambungan. (*) 

Pewarta: Marjafri

Festival Minangkabau 2026 Dibuka, Gubernur Tegaskan Budaya Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Festival Minangkabau 2026 Dibuka, Gubernur Tegaskan Budaya Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah saat membuka secara resmi Festival Minangkabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung dan Lapangan Cindua Mato, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (25/6/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga kekuatan masa depan yang mampu menggerakkan pariwisata, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat. 

Hal itu disampaikannya saat membuka secara resmi Festival Minangkabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung dan Lapangan Cindua Mato, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (25/6/2026).

Festival Minangkabau 2026 kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara 2026 dan menjadi salah satu ajang strategis untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur menyebut Festival Minangkabau sebagai ruang perjumpaan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Menurutnya, festival tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan sarana untuk menjaga identitas, memperkuat jati diri, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya Minangkabau.

“Hari ini kita berada di Tanah Datar, Luhak Nan Tuo, tempat yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah dan kebudayaan Minangkabau. Festival Minangkabau bukan hanya sebuah perayaan budaya, tetapi juga sarana untuk menjaga identitas, memperkuat jati diri, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur,” ujar Gubernur.

Ia menjelaskan, festival tahun ini menampilkan beragam kekayaan budaya Minangkabau, mulai dari pawai budaya, tari tradisional, arak-arakan jamba, makan bajamba, permainan anak nagari tempo dulu, pameran benda pusaka, desa wisata, produk UMKM, ekonomi kreatif, hingga berbagai pertunjukan seni budaya.

Menurutnya, ragam atraksi tersebut menunjukkan bahwa budaya Minangkabau merupakan budaya yang hidup, berkembang, dan terus relevan dalam menjawab tantangan zaman. Karena itu, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, niniak mamak, bundo kanduang, pelaku seni, pelaku UMKM, insan pariwisata, serta seluruh masyarakat yang bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan festival. 

Ia turut berterima kasih kepada Kementerian Pariwisata RI atas dukungan terhadap pengembangan event budaya di Sumbar melalui program Kharisma Event Nusantara.

Menurutnya, keberhasilan Festival Minangkabau masuk dalam Kharisma Event Nusantara untuk keenam kalinya membuktikan bahwa budaya lokal yang dikelola secara profesional mampu menjadi kekuatan promosi daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

“Pariwisata budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. UMKM bergerak, usaha kuliner terjual, penginapan terisi, transportasi hidup, dan anak nagari memperoleh ruang untuk berkarya. Inilah yang terus kita dorong, yakni pariwisata yang berakar pada budaya dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Gubernur menambahkan, sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sumbar. Pada triwulan pertama 2026, ekonomi daerah tumbuh 5,02 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut.

Selain memperkuat penyelenggaraan event budaya, Pemprov Sumbar juga terus mengoptimalkan promosi digital melalui kolaborasi dengan para influencer untuk memperkenalkan berbagai destinasi dan agenda budaya daerah ke tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata, Nova Arisne, yang mewakili Menteri Pariwisata RI, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Minangkabau 2026 ini.

Menurutnya, festival tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kebangkitan pariwisata Sumbar sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Minangkabau sebagai daya tarik wisata dan ekonomi kreatif yang berdaya saing global.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tanah Datar, Eka Putra menegaskan bahwa Festival Minangkabau merupakan sarana memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada dunia. 

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan sektor pariwisata dan budaya Tanah Datar pascabencana, serta menjadikan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai fondasi dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Minangkabau.

“Di bawah naungan Istano Basa Pagaruyung, kita menunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa Minangkabau memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dengan memegang teguh filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai pedoman kehidupan masyarakat,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tanah Datar beserta istri, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, Bupati dan Wali Kota se-Sumbar, Forkopimda Tanah Datar, Ketua DPRD Tanah Datar, Raja Alam Pagaruyung, Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang, serta sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar dan Kabupaten Tanah Datar, Dirut Bank Nagari, serta perwakilan Bundo Kanduang dari dalam dan luar negeri. (adpsb/rmz/bud)

Dorong Kepatuhan Wajib Pajak, Samsat Kota Solok Siap Gelar Gebyar Pajak dan Layanan Lebih Modern    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Dorong Kepatuhan Wajib Pajak, Samsat Kota Solok Siap Gelar Gebyar Pajak dan Layanan Lebih Modern
Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal menerima kunjungan kerja Kepala Samsat Kota Solok Adrian Fetriskha di ruang kerjanya, Rabu. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal menerima kunjungan kerja Kepala Samsat Kota Solok Adrian Fetriskha di ruang kerjanya, Rabu. 

Pertemuan ini membahas rencana pelaksanaan Gebyar Pajak serta pengembangan layanan perpajakan yang lebih mudah dan dekat dengan masyarakat.

Adrian Fetriskha menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyampaikan rencana kegiatan sekaligus memohon dukungan penuh dari Pemerintah Kota Solok agar program tersebut dapat berjalan lancar dan menjangkau seluruh lapisan warga.

Menyikapi hal itu, Wakil Wali Kota menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Gebyar Pajak bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana mengedukasi sekaligus memudahkan warga dalam melunasi kewajibannya. Kami yakin, semakin tinggi kepatuhan wajib pajak, semakin besar pula sumber pendapatan daerah untuk membangun Kota Solok,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar kegiatan ini dilengkapi dengan bentuk apresiasi bagi warga yang telah taat membayar pajak secara konsisten, terutama mereka yang rutin melunasi kewajibannya selama 10 tahun terakhir.

“Membayar pajak adalah wujud kepedulian dan kebanggaan berkontribusi bagi pembangunan. Mereka yang patut perlu dihargai agar semangat itu menular ke warga lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wawako mengumumkan bahwa dalam waktu dekat akan hadir inovasi layanan baru, yaitu Kios Pintar (Kisoki) dan layanan Drive Thru Samsat. 

Konsep ini diterapkan agar pelayanan menjadi lebih cepat, praktis, dan tidak memakan waktu lama, terutama bagi warga yang memiliki kesibukan tinggi.

“Prinsipnya adalah ‘menjemput bola’. Kami ingin pelayanan publik itu mudah, nyaman, transparan, dan bebas dari pungutan liar. Masyarakat berhak mendapatkan kemudahan dalam setiap urusan pemerintahan, termasuk dalam membayar pajak kendaraan,” jelasnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta inovasi layanan yang terus dikembangkan, diharapkan kesadaran dan kepatuhan membayar pajak di Kota Solok semakin meningkat, sehingga pendapatan daerah dapat terus dioptimalkan untuk mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkualitas.(80)

Satukan Pramuka dan Demokrasi, Wakil Bupati Solok Kukuhkan Saka Yogaswara dan Lantik Adhiyasta Pemilu    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Satukan Pramuka dan Demokrasi, Wakil Bupati Solok Kukuhkan Saka Yogaswara dan Lantik Adhiyasta Pemilu
Wakil Bupati Solok sekaligus Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Solok, secara resmi mengukuhkan Pengurus Pimpinan Cabang Saka Pramuka Rintisan Yogaswara KPU Kabupaten Solok masa bakti 2026–2031. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Bupati Solok sekaligus Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Solok, secara resmi mengukuhkan Pengurus Pimpinan Cabang Saka Pramuka Rintisan Yogaswara KPU Kabupaten Solok masa bakti 2026–2031, sekaligus melantik Adhiyasta Pemilu Kabupaten Solok. 

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi langkah strategis membangun generasi muda yang berkarakter dan memahami nilai-nilai demokrasi.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok, pengurus Kwartir Cabang Pramuka, serta para undangan dan peserta yang terlibat dalam kegiatan ini.

Wakil Bupati menegaskan bahwa pengukuhan dan pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab besar dalam menyiapkan penerus bangsa. 

Menurutnya, Pramuka telah lama menjadi wadah terbaik untuk menanamkan disiplin, gotong royong, dan rasa pengabdian, sedangkan kehadiran Saka Yogaswara di lingkungan KPU menjembatani pendidikan karakter dengan pendidikan demokrasi.

“Organisasi adalah ruang bertumbuh, tempat ditempa kepemimpinan dan dibentuknya akhlak. Saka Yogaswara menjadi tempat yang tepat agar generasi muda tidak hanya memahami demokrasi sebagai teori, tetapi menjadikannya nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada sistem pemilu yang baik, tetapi juga pada warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya. 

Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda melalui Adhiyasta Pemilu menjadi investasi penting bagi masa depan daerah dan bangsa.

“Kita butuh generasi yang cerdas sekaligus berintegritas, yang mampu menghargai perbedaan dan tetap menjunjung tinggi persatuan. Merekalah yang akan menjaga keberlangsungan demokrasi dan kemajuan Kabupaten Solok ke depannya,” tegasnya.

Kepada pengurus yang baru dikukuhkan dan para Adhiyasta yang dilantik, Wakil Bupati berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, jujur, dan tanggung jawab. 

Ia berharap organisasi ini dapat melahirkan kader-kader muda yang siap berkontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

“Jadikan wadah ini sebagai sarana untuk belajar, berbakti, dan menjadi solusi atas berbagai tantangan yang ada. Semoga sinergi antara Pramuka dan KPU ini terus memperkuat pemahaman demokrasi dan kebangsaan di tengah generasi muda,” tambahnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki wawasan demokrasi yang kuat serta komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.(80)

Dari Petani hingga Kedai Kopi, Kombes Agustinus Christmas Ceritakan Pengembangan Ekosistem Kopi NTT    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Dari Petani hingga Kedai Kopi, Kombes Agustinus Christmas Ceritakan Pengembangan Ekosistem Kopi NTT
Di balik julukan “Jenderal Kopi” yang kini melekat pada sosok Kombes Pol Agustinus Christmas, tersimpan kisah yang tidak banyak diketahui publik. (Foto: ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Di balik julukan “Jenderal Kopi” yang kini melekat pada sosok Kombes Pol Agustinus Christmas, tersimpan kisah yang tidak banyak diketahui publik. Perwira Polri yang dikenal aktif mendorong pengembangan kopi lokal dan pemberdayaan UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu ternyata bukanlah penikmat kopi sejak awal.

Dalam berbagai kesempatan, Agustinus kerap menceritakan kembali perjalanan yang membawanya terlibat dalam pengembangan ekosistem kopi NTT. 

Baginya, dunia kopi bukan sekadar bisnis atau hobi, melainkan sarana untuk membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

“Sebenarnya saya bukan penikmat kopi. Saya bahkan tidak suka minum kopi. Namun ada pengalaman yang mengubah semuanya,” ujar Agustinus mengenang awal perjalanannya.

Ia menceritakan bahwa pada tahun 2018 saat mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) di Kalimantan Timur, dirinya berupaya menurunkan berat badan melalui program diet dan olahraga. Saat itu seorang rekan menyarankan agar dirinya mengonsumsi kopi tanpa gula untuk membantu menahan lapar.

“Tahun 2018 di Kalimantan Timur saya disarankan minum kopi agar tahan lapar. Saya mencoba mengikuti saran tersebut dan ternyata berhasil membantu program diet saya,” kenangnya.

Namun perjalanan itu tidak berjalan mulus. Setelah rutin mengonsumsi kopi tanpa gula, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan kadar gula darahnya berada di bawah normal. Dokter kemudian menyarankan agar ia menambahkan sedikit gula dalam kopi yang dikonsumsinya.

“Dari situ saya mulai mengenal kopi lebih dekat. Awalnya karena kebutuhan saat diet, lama-kelamaan saya mulai memahami dan menikmati kopi,” katanya.

Perkenalan sederhana dengan kopi itu ternyata menjadi titik awal perjalanan panjang yang kemudian mengubah hidupnya.

Setelah bertugas di NTT, Agustinus melihat potensi kopi daerah yang sangat besar, namun belum mendapatkan perhatian dan pengelolaan yang maksimal.

Menurutnya, hampir seluruh wilayah NTT memiliki kopi dengan karakteristik dan cita rasa yang unik. Sayangnya, banyak potensi tersebut belum mampu memberikan nilai ekonomi yang optimal bagi masyarakat.

“Saya melihat NTT memiliki kopi yang kualitasnya tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Potensinya luar biasa, tetapi saat itu saya merasa masih banyak yang perlu didorong agar kopi lokal memiliki nilai tambah yang lebih besar,” ujarnya.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Agustinus mulai aktif bergabung dengan komunitas pecinta kopi di NTT. Melalui berbagai diskusi dan kegiatan komunitas, ia belajar mengenai proses budidaya, pengolahan, pemasaran, hingga strategi pengembangan usaha kopi.

Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan promosi kopi lokal dan mendukung lahirnya usaha-usaha berbasis kopi yang dijalankan masyarakat.

“Dalam komunitas kopi saya banyak belajar. Saya belajar bagaimana meracik kopi, memahami kualitas kopi, hingga melihat bagaimana kopi bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” katanya.

Dari pengalaman tersebut, Agustinus mulai melihat bahwa kopi memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar komoditas pertanian. Kopi mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara baik dari hulu hingga hilir.

Karena itulah, di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, ia aktif mendorong pengembangan UMKM berbasis kopi. 

Tidak sedikit pelaku usaha yang mendapatkan pendampingan, motivasi, maupun berbagai masukan darinya untuk mengembangkan bisnis mereka.

Saat pandemi Covid-19 melanda, banyak usaha kecil termasuk kedai kopi mengalami penurunan bahkan terpaksa menutup usaha. Agustinus mengaku ikut prihatin melihat kondisi tersebut.

Ia kemudian aktif berbagi pengalaman, strategi pemasaran, dan berbagai cara bertahan kepada para pelaku UMKM agar usaha mereka dapat kembali bangkit.

“Yang saya sampaikan kepada teman-teman pelaku usaha sederhana saja, jangan menyerah. Setiap krisis pasti ada jalan keluarnya. Yang penting terus berinovasi dan mencari peluang baru,” ujarnya.

Seiring waktu, semakin banyak kedai kopi lokal yang kembali tumbuh dan berkembang. Muncul pula generasi muda yang mulai melihat kopi sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Menurut Agustinus, salah satu hal yang paling membahagiakan baginya adalah ketika melihat anak-anak muda NTT mulai percaya diri membangun usaha sendiri.

Karena itu, ia juga aktif berbagi pengalaman kepada mahasiswa melalui berbagai kegiatan edukasi, termasuk program Rako Coffee Goes to Campus. 

Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak mahasiswa untuk melihat kopi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja.

“Saya selalu menyampaikan kepada mahasiswa bahwa di balik secangkir kopi ada petani, ada proses produksi, ada pemasaran, ada peluang usaha dan ada lapangan kerja yang bisa diciptakan. Karena itu saya ingin anak-anak muda tidak takut menjadi pengusaha,” katanya.

Hal lain yang membuat Agustinus dikenal luas adalah kesediaannya turun langsung menjadi barista dalam berbagai kegiatan promosi kopi. 

Baginya, langkah tersebut merupakan bentuk keteladanan bahwa tidak ada pekerjaan yang perlu dipandang rendah.

“Saya ingin menunjukkan bahwa menjadi barista, berjualan kopi, atau membuka usaha kecil adalah sesuatu yang membanggakan. Jangan pernah malu memulai dari bawah,” ujarnya.

Tanpa disadarinya, aktivitas yang dilakukan selama bertahun-tahun ternyata mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTT. 

Kiprahnya dalam mendampingi petani, mengembangkan UMKM, mempromosikan kopi lokal, dan membangun ekosistem kopi di daerah akhirnya mengantarkannya menerima penghargaan Kadin Awards 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Agustinus dianugerahi julukan “Jenderal Kopi”, sebuah sebutan yang menurutnya sangat mengejutkan.

“Saya justru kaget ketika diberikan julukan itu. Setelah dijelaskan, ternyata selama ini aktivitas saya di komunitas kopi dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat terus dipantau. Tentu saya bersyukur, tetapi bagi saya yang lebih penting adalah manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Bagi Agustinus, penghargaan tersebut bukanlah akhir perjalanan. Ia masih memiliki harapan besar agar kopi NTT semakin menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Saya berharap hotel, restoran, dan berbagai industri di NTT semakin banyak menggunakan kopi lokal. Jangan sampai kita memiliki kopi yang melimpah tetapi lebih memilih produk dari luar. Jika kita mencintai kopi daerah sendiri, maka nilai ekonominya akan kembali kepada masyarakat kita juga,” katanya.

Kini, perjalanan yang berawal dari secangkir kopi saat menjalani program diet telah menjelma menjadi gerakan pemberdayaan yang menyentuh petani, pelaku UMKM, mahasiswa, hingga generasi muda di berbagai daerah di NTT.

Melalui kiprahnya tersebut, Kombes Agustinus Christmas menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui tugas kepolisian, tetapi juga melalui upaya nyata mendorong ekonomi kerakyatan agar tumbuh dan berkembang. (*)

Dana Banpres 100 Persen Terealisasi, Perkuat Infrastruktur dan Pemulihan Pasca Bencana Kota Solok    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Dana Banpres 100 Persen Terealisasi, Perkuat Infrastruktur dan Pemulihan Pasca Bencana Kota Solok
Dua orang pemimpin Kota Solok, Wali Kota Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE., MM., dan Wakil Wali Kota, H. Suryadi Nurdal, SH. (Foto: Ist) 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyelesaikan penyaluran dan pemanfaatan Dana Bantuan Presiden (Banpres) secara penuh atau 100 persen. 

Dana ini menjadi pendorong utama pemulihan pascabencana sekaligus penguatan infrastruktur irigasi yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.

Kepala Dinas PUPR Kota Solok, Afrizal, menyampaikan bahwa penyerapan dana sebesar Rp1.391.740.000 tersebut telah digunakan secara terukur dan tepat sasaran untuk tiga paket pekerjaan strategis.

“Secara prinsip, Dana Banpres atau Bantuan Keuangan Khusus yang dikelola Dinas PUPR telah terealisasi 100 persen. Pemanfaatannya disesuaikan dengan kebutuhan mendesak, baik untuk pemulihan pascabencana maupun penguatan akses ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Dana Banpres 100 Persen Terealisasi, Perkuat Infrastruktur dan Pemulihan Pasca Bencana Kota Solok
Dinas PUPR telah menyelesaikan penyaluran dan pemanfaatan Dana Banpres secara penuh atau 100 persen. (Foto: Ist) 

Rincian pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi:

1. Rehabilitasi dan pembangunan Banda Buang Sawah Solok;
2. Peninggian pasangan saluran buang irigasi Nampa di Gawan;
3. Pembangunan dinding penahan tebing dan pembersihan sedimen saluran Bandar Ulu Aia di Pincuran Tujuh.

Selain perbaikan jaringan irigasi, Dana Banpres juga digunakan untuk mendukung upaya mitigasi bencana, salah satunya dengan pengadaan mobil tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter.

Kendaraan ini selanjutnya akan dikelola oleh PDAM Pincuran Makmur untuk melayani kebutuhan air bersih warga, terutama saat terjadi gangguan atau kondisi darurat.

Afrizal menambahkan bahwa program ini dirancang sejak awal berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, guna memperkuat ketahanan lingkungan dan mendukung kelancaran aktivitas pertanian serta ekonomi warga.

Dana Banpres 100 Persen Terealisasi, Perkuat Infrastruktur dan Pemulihan Pasca Bencana Kota Solok
Dinas PUPR telah menyelesaikan penyaluran dan pemanfaatan Dana Banpres secara penuh atau 100 persen. (Foto: Ist) 

“Dana ini tidak hanya berfungsi untuk perbaikan fisik, tetapi juga melengkapi upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan publik terbaik. Keberhasilannya juga menjadi bagian dari sinergi yang baik dengan pengelolaan Dana Transfer Ke Daerah (TKD) yang terus kita perhatikan dan tingkatkan manfaatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas tersalurnya dan terealisasinya bantuan ini secara maksimal. 

Menurutnya, keberhasilan penyerapan dana merupakan wujud kerja keras bersama dan komitmen menjaga amanah yang diberikan.

“Dana Banpres ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat kepada daerah. Kami pastikan penggunaannya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, memperbaiki apa yang rusak, dan membangun sistem yang lebih kuat agar tidak hanya pulih, tetapi juga lebih tangguh menghadapi risiko di masa depan. Hasilnya harus bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga,” tegas Wali Kota.

Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal juga menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan.

“Kami terus mendorong seluruh jajaran agar setiap bantuan yang diterima dikelola dengan baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini adalah langkah nyata mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Masyarakat pun merasakan dampak nyata dari pembangunan ini. Saluran irigasi yang kembali berfungsi optimal memudahkan pengairan sawah, sedangkan sistem pengendalian air yang diperkuat membantu mengurangi risiko banjir dan kerusakan lingkungan di musim hujan.

Dana Banpres 100 Persen Terealisasi, Perkuat Infrastruktur dan Pemulihan Pasca Bencana Kota Solok
Dinas PUPR telah menyelesaikan penyaluran dan pemanfaatan Dana Banpres secara penuh atau 100 persen. (Foto: Ist) 

Sejumlah warga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. 

“Kami sangat terbantu sekali dengan adanya bantuan ini. Sawah kami bisa terairi dengan lancar, dan lingkungan tempat tinggal pun menjadi lebih aman. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Solok, Bapak Wali Kota Ramadhani Kirana Putra dan Wakil Wali Kota Suryadi Nurdal yang terus berjuang dan mendorong kemajuan daerah kami,” ungkap salah satu warga.

Pemerintah Kota Solok menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan pekerjaan telah diawasi sesuai ketentuan yang berlaku. 

Dengan pemanfaatan yang transparan dan tepat sasaran, Dana Banpres menjadi bukti nyata dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan Kota Solok yang lebih tangguh, produktif, dan sejahtera.(80)