HEADLINE
Menyebut Nama Allah Penawar dan Zikir Pengobat    
Kamis, April 16, 2026

On Kamis, April 16, 2026

Menyebut Allah Penawar dan Zikir Pengobat
Penulis Zamri Yahya, SH. I., Pimpinan Redaksi BentengSumbar.com yang kini dipercaya sebagai anggota DKP PWI Sumbar. 

MENYEBUT
nama Allah adalah obat, zikir pada Allah adalah obat dan ketaatan kepada Allah mendatangkan kekayaan.

Demikian penggalan doa Imam Ali ra., yang acap kali dibaca orang mukmin, walau sadar atau tidak, doa kerap dibaca orang tanpa tau sumbernya adalah Imam Ali ra. 

1. Menyebut Nama Allah adalah penawar

Orang berpasrah diri karena suatu musibah, mengembalikan diri kepada Allah. Allah didakatinya, bukan dijauhi. 

Allah tempatnya berkeluh kesah akan segala persoalan yang dia hadapi. Termasuk di sini penyakit yang sulit disembuhkan sekali pun. 

Para nabi pun demikian, dia menyebut nama-nama Allah SWT dalam sakit yang dia derita. Mungkin kita masih ingat doa Nabi Ayub As yang dimuat dalam Quran Surah Al-Anbiya' ayat 83:

“(Ya Tuhanku,) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”

1. Zikir pada Allah adalah obat

Para ustad saling menasehati kita  banyak-banyak berzikir. Para ustad itu mengatakan, zikir yang paling utama ada tiga, yaitu Astagfirullah, La ilaha illallah, dan salawat. 

Ketika saya menderita sakit stroke, serasa dunia sudah gelap. Betapa tidak, dalam umur yang masih terbilang muda, saya terkena strok. 

Tapi mamak (adik ibu kandung saya, red), selalu sabar mengobati saya. Ketika awal-awal saya sakit hampir setiap hari dia datang ke rumah setalah saya pulang dari rumah sakit menjali perawatan. 

Selain mengurut saya secara tradisional, dia membawa obat yang seluruhnya berasal dari alam. 

Dia pun menasehati saya agar rajin membaca Astagfirullah, La ilaha illallah, dan salawat setelah salat, minimal 100 x. 

Dia mengatakan, agar saya memperkuat zikir itu. Ingat Allah kapan saja, dalam tarikan setiap nafas kita. 

Dia pun mengajarkan bahwa salawat itu dapat menyembuhkan stroke, maka perbanyak lah salawat. 

Kalau disimak nasehat dia, itu semua benar, bahkan juga dinasehatkan ustad-ustad di atas mimbar. Bahkan Allah dan malaikat-Nya bersalawat kepada nabi. 

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan." (QS. Al-Ahzab · Ayat 56).

3. Ketaatan kepada Allah Mendatangkan Kekayaan

Saya hampir saja putus asa dengan penyakit stroke yang saya hadapi. Tapi mamak saya menasehati agar saya jangan berputus asa dari rahmat Allah. Harus tetap semangat. 

Dia menasehati saya agar menjaga ini: Ketaatan kepada Allah. Nasehatnya itu saya yang menyemagati saya. Saya menjaga ketaatan kepada Allah semampu saya. 

Ternyata rezeki itu datang dari mana saja. Saya dibezuk Ketua DPRD Kota Padang ke rumah, ditengok Ketua DPRD dan Kepala Bapenda Sumbar ke rumah. 

Wakil Ketua DPRD Sumbar dan Wakil Ketua DPRD Sumbar juga mensuport saya, termasuk sebagian anggota DPRD. 

Termasuk sahabat saya yang saya kenal sebelum menjabat Wakil Wali Kota. Sahabat semasa kuliah yang kini Wakil Bupati Solok. 

Ketua PWI, Ketua DKP dan jajaran anggotanya datang ke rumah sakit dan ke rumah. Sekwan DPRD Kota Padang, Kepala Dinas Damkar Kota Padang dan orang yang tak mungkin namanya saya sebut satu persatu. 

Suport dari orang-orang itu sagat berarti bagi saya. Di tengah saya mengalami ujian, mereka terus mensuport saya. Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa beraktivitas seperti biasa dan bahkan sudah bisa nyetir mobil sendiri untuk menghadiri rapat di PWI dan ke DPRD. 

Ketaatan kepada Allah SWT diyakini mendatangkan kekayaan dan kelapangan rezeki. Dalam perspektif Islam, konsep ini tidak hanya terbatas pada materi (uang), tetapi juga mencakup keberkahan, ketenangan jiwa, kesehatan, dan kemudahan dalam urusan hidup. 

Allah menjanjikan solusi dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi mereka yang bertakwa (menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya).

Semakin tinggi ketaatan dan ketakwaan seseorang, semakin terbuka jalan rezeki dari arah yang tidak terduga (min haitu la yahtasib).

Rezeki yang Allah berikan mencakup nikmat sehat, waktu luang, keluarga yang saleh, serta hati yang qana'ah (merasa cukup dan tenang).

Ditulis oleh: Zamri Yahya, SH. I., Pimpinan Redaksi BentengSumbar.com yang kini dipercaya sebagai anggota DKP PWI Sumbar. 

Hadapi Potensi El Nino, Wako Ramadhani Turun Langsung Serap Aspirasi Petani    
Kamis, April 16, 2026

On Kamis, April 16, 2026

Hadapi Potensi El Nino, Wako Ramadhani Turun Langsung Serap Aspirasi Petani
Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., ketika memberikan pengarahan. (Oktri). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendengar langsung keluh kesah dan aspirasi para petani terkait ketersediaan air irigasi. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi dampak potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, Kamis (16/04/2026).

Dalam pertemuan tersebut, para petani menyampaikan berbagai kekhawatiran, terutama terkait berkurangnya pasokan air yang dikhawatirkan dapat mengganggu proses bertani dan mengancam ketahanan pangan di daerah tersebut.

Waspada Fenomena El Nino

Dalam kesempatannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Solok sangat memahami kekhawatiran yang dirasakan masyarakat. Ia memaparkan bahwa fenomena El Nino diproyeksikan akan melanda wilayah ini mulai periode April hingga Oktober 2026.

"El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berpotensi memicu musim kemarau yang lebih ekstrem, lebih panas, dan berlangsung lebih panjang dari biasanya," jelas Wako.

Menyadari dampak yang cukup panjang ini, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis dan antisipatif telah disiapkan untuk meminimalisir risiko kekeringan yang dapat merugikan para petani.

Optimalkan Irigasi dan Pembagian Air

Sebagai solusi konkret, Wali Kota menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air. Upaya tersebut meliputi perbaikan jaringan irigasi yang rusak serta penataan sistem pembagian air yang lebih adil dan merata.

"Kami akan berupaya maksimal agar saluran irigasi berfungsi dengan baik dan pembagian air dapat diatur sedemikian rupa, sehingga kebutuhan para petani tetap terjaga meskipun musim kemarau datang," tegasnya.

Dengan pendekatan langsung dan solusi yang nyata ini, diharapkan para petani dapat lebih tenang dan siap menghadapi tantangan alam demi menjaga stabilitas produksi pangan di Kota Solok. (BO)

Hakim dan Aparatur Peradilan Dituntut Memiliki Integritas, Profesionalisme, dan Kemampuan yang Adaptif    
Kamis, April 16, 2026

On Kamis, April 16, 2026

Hakim dan Aparatur Peradilan Dituntut Memiliki Integritas, Profesionalisme, dan Kemampuan yang Adaptif
Penandatanganan nota kesepahaman bersama Kepala BKN, Prof. Zudan pada Rabu (15/04/2026) di Gedung MA, Jakarta.

BENTENGSUMBAR.COM
- Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam meningkatkan tata kelola sumber daya manusia (SDM) aparatur peradilan, Ketua MA, Prof. Sunarto, menyampaikan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kesepakatan administratif, melainkan fondasi strategis untuk melahirkan aparatur peradilan yang profesional dan adaptif terhadap perubahan zaman karena menurutnya kualitas peradilan sangat ditentukan dengan kualitas SDM yang menggerakkannya.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah strategis dan visioner dalam rangka memperkuat kolaborasi antar lembaga negara, khususnya dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia pada kedua Lembaga. Kolaborasi BKN-MA ini bertujuan untuk mengoptimalkan koordinasi yang tentunya mencakup informasi, perumusan kebijakan teknis manajemen SDM, serta peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM Aparatur.  Bagi MA, kerja sama ini memiliki arti penting karena kualitas peradilan ditentukan oleh kualitas SDM,” ujarnya dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama Kepala BKN, Prof. Zudan pada Rabu (15/04/2026) di Gedung MA, Jakarta.

Menurutnya, kebutuhan akan sinergi ini menjadi krusial karena tantangan yang dihadapi aparatur peradilan saat ini tidak hanya soal teknis persidangan.

Hakim dan aparatur peradilan lainnya dituntut memiliki integritas tinggi sekaligus kemampuan beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi dan hukum masyarakat. 

“Hakim dan aparatur peradilan tidak hanya dituntut untuk memiliki kecakapan teknis, tetapi juga integritas, profesionalisme, dan kemampuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman yang terjadi saat ini,” jelasnya.

Di samping itu, Kepala BKN, Prof. Zudan menyambut baik komitmen tersebut. Dalam sambutannya, Ia meminta dukungan penuh dari seluruh jajaran MA untuk program strategis BKN saat ini, yaitu penguatan manajemen talenta serta remapping dan redistribusi ASN. 

“Jadi Yang Mulia, upaya dari BKN mohon dukungan dari seluruh jajaran di Mahkamah Agung. Saat ini kita terus memperkuat manajemen talenta, sekaligus melakukan remapping dan redistribusi ASN. Semoga sinergitas yang kita bangun hari ini menjadi fondasi kokoh dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, khususnya dalam bidang peradilan, serta menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan kelembagaan,” ujar Kepala BKN. (husni)

Gunakan 4P untuk Percepatan Birokrasi dan Potensi Daerah    
Kamis, April 16, 2026

On Kamis, April 16, 2026

Gunakan 4P untuk Percepatan Birokrasi dan Potensi Daerah
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan ketika memberikan keterangan kepada awak media. (Istimewa) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah Kabupaten Situbondo, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan, menyampaikan pentingnya percepatan reformasi birokrasi di daerah melalui penerapan manajemen talenta dan penyederhanaan proses kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Maka itu, Prof. Zudan menekankan prinsip kerja “4P” sebagai kerangka peningkatan kinerja birokrasi, yaitu People berupa kualitas ASN, Process melalui cara kerja yang efektif, Product berupa hasil kerja konkret, dan Perception melalui kolaborasi untuk membangun citra positif.

Seluruh perangkat daerah diarahkan untuk mempercepat layanan publik dengan memangkas prosedur yang tidak diperlukan. "Standar layanan harus mengacu pada empat indikator utama: kemudahan, kecepatan, kemanfaatan, dan kepuasan masyarakat. Hal ini penting untuk membangun persepsi publik melalui kinerja ASN yang profesional dan kolaboratif," pesannya, dalam rilisnya yang diterima redaksi, Kamis (16/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Prof. Zudan mendorong para ASN Situbondo berkolaborasi untuk mengangkat potensi daerah City of Bonsai sebagai identitas yang kuat, terutama karena pengembangan tanaman bonsai yang dinilai memiliki nilai ekonomi dan daya tarik tersendiri. Oleh karena itu menurutnya, pentingnya soliditas ASN dalam mendukung arah kebijakan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa kinerja birokrasi harus berjalan selaras di bawah kepemimpinan kepala daerah, dan berorientasi pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepada ASN Pemerintah Kabupaten Situbondo di Pendopo Kabupaten Situbondo, Jumat (10/04/2026), Prof. Zudan mencontohkan praktik baik yang telah diterapkan di BKN untuk terus melakukan penyesuaian kebijakan, dan meningkatkan efektivitas layanan kepegawaian. Di antaranya, yakni penetapan periode kenaikan pangkat sebanyak 12 kali dalam setahun, penghapusan pembatasan jenjang pangkat antara atasan dan bawahan, termasuk penyediaan fitur “Lemari Digital” dalam platform MyASN untuk pengelolaan dokumen kepegawaian.

Selain itu, Prof. Zudan juga mengapresiasi Pemkab Situbondo yang telah menunjukkan kemajuan dengan masuk sebagai 163 daerah yang menerapkan sistem manajemen talenta. Sistem ini bertujuan untuk mempercepat dan menyederhanakan pengisian jabatan di lingkungan birokrasi.

"Melalui manajemen talenta, pimpinan dapat langsung mengidentifikasi ASN berdasarkan kinerja dan potensi yang telah dipetakan dalam sistem sehingga proses pengisian jabatan menjadi lebih cepat dan efisien," ujarnya. 

Dari faktor mitigasi, Prof. Zudan mengingatkan penguatan manajemen risiko sebagai bagian penting dalam tata kelola pemerintahan. Ia mengidentifikasi empat risiko utama yang harus diantisipasi, yaitu risiko likuiditas, operasional, reputasi, dan hukum.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Ulfiyah, dan Kepala Kantor Regional II BKN Surabaya Sony Sultana, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo. (Husni)

Program BISA Bareng TikTok Diikuti 1.400 Peserta, Ini Tujuan yang Ingin Dicapai    
Kamis, April 16, 2026

On Kamis, April 16, 2026

Program BISA Bareng TikTok Diikuti 1.400 Peserta, Ini Tujuan yang Ingin Dicapai
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli ketika menjelaskan program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA Bareng TikTok).

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan TikTok Indonesia untuk memperkuat pengembangan talenta ekonomi digital melalui program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA Bareng TikTok). Kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama untuk pelaksanaan kegiatan upskill dan reskill ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih adaptif terhadap perubahan pola kerja di era ekonomi digital.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan kerja sama ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ekonomi digital Indonesia yang berlangsung sangat pesat dan kini menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan laporan terbaru e-Conomy SEA, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai hampir USD 100 miliar atau sekitar Rp1.656 triliun pada tahun 2025, menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan sektor e-commerce sebagai kontributor terbesar.

Menurut Menaker, pertumbuhan tersebut bukan hanya menghadirkan pasar baru, tetapi juga mengubah pola kerja masyarakat. Ruang digital kini tidak lagi sekadar menjadi kanal transaksi, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem penciptaan peluang kerja yang semakin terbuka. Masyarakat yang sebelumnya menggantungkan penghasilan pada sektor-sektor tradisional kini mulai masuk ke ranah digital sebagai reseller, dropshipper, pembuat konten, live streamer, hingga affiliate marketer.

“Perkembangan ekonomi digital membuka peluang penghasilan tambahan yang fleksibel, terutama melalui tren discovery commerce, ketika konsumen menemukan produk melalui konten digital yang informatif dan menghibur. Ini membuka ruang kerja baru yang harus disambut dengan kesiapan keterampilan yang memadai,” kata Menaker saat membuka acara BISA Bareng TikTok di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Meski peluang ekonomi baru terus tumbuh, Menaker menilai tantangan yang dihadapi masih besar, terutama pada aspek keterampilan digital. Banyak tenaga kerja dan masyarakat yang belum sepenuhnya menguasai strategi konten, teknik penjualan digital, analisis pasar, maupun kemampuan adaptif lain yang dibutuhkan untuk bersaing dan berkembang di ekosistem digital. Karena itu, kehadiran pelatihan yang praktis dan relevan menjadi penting agar peluang ekonomi digital tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

“Program ini hadir untuk memberikan pelatihan praktis guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus membangun kapasitas trainer nasional sebagai agen literasi digital,” ujar Yassierli.

Sebagai tahap awal implementasi kerja sama, program BISA Bareng TikTok diikuti oleh 1.400 peserta, terdiri atas 400 peserta offline dan 1.000 peserta online. Peserta berasal dari beragam latar belakang, antara lain instruktur pemerintah dan swasta, tim humas/media sosial Kemnaker, serta masyarakat umum, termasuk calon kreator, affiliator, seller, pelaku UMKM, dan pencari kerja. Pelatihan ini mencakup dua materi utama, yakni Pelatihan TikTok Live Streaming Host dan Pelatihan Content Commerce Talent Development.

"Di sini juga ada instruktur, nanti mereka ikut paket pelatihan training of trainers atau ToT, dan mereka nanti akan menjadi pelatih untuk melakukan pelatihan BISA ini di balai-balai," katanya.

Menaker menambahkan, untuk tahap selanjutnya, instruktur yang sudah mengikuti pelatihan akan menjadi trainers bagi masyarakat umum. Ia pun menargetkan ke depan program ini dapat melahirkan 100.000 alumni pelatihan dalam setahun.

“Tentunya tujuan akhir pelatihan ini adalah penyerapan tenaga kerja dan menumbuhkan semangat kewirausahaan di seluruh Indonesia, sehingga tercipta ekosistem digital yang inklusif dan tangguh,” kata Yassierli.

Menaker menjelaskan, pelatihan dirancang dengan pendekatan workshop hands-on dan learning by doing, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung pembuatan konten, strategi promosi, dan pendekatan penjualan berbasis konten digital. Melalui skema ini, instruktur diharapkan dapat menggandakan pelatihan serupa di balai pelatihan masing-masing, tim humas/media sosial Kemnaker dapat meningkatkan kualitas produksi kontennya, dan masyarakat umum dapat memanfaatkan keterampilan baru tersebut untuk membuka peluang penghasilan dari sektor ekonomi digital.

"Di sini juga ada instruktur, nanti mereka ikut paket pelatihan training of trainers atau ToT, dan mereka nanti akan menjadi pelatih untuk melakukan pelatihan BISA ini di balai-balai," katanya.

Menaker juga menyampaikan apresiasi kepada TikTok atas kontribusi dan komitmennya dalam mendukung pengembangan pelatihan vokasi nasional.

"Kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital yang besar, tetapi juga memiliki tenaga kerja lokal yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing," katanya.

Dengan sinergi tersebut, ekonomi digital tambah Yassierli, diharapkan terus tumbuh secara inklusif, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing Indonesia di era digital.

Senada dengan Menaker, Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, mengatakan peluang ekonomi digital saat ini semakin terbuka luas, tetapi belum semua masyarakat memiliki akses terhadap keterampilan yang dibutuhkan untuk memanfaatkannya secara optimal. Karena itu, TikTok memandang kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk memperluas akses pelatihan yang relevan dan aplikatif.

“Melalui program ini, TikTok berkomitmen memberikan dukungan konkret, mulai dari pelatihan praktis hingga pengembangan kurikulum bagi para trainer dan masyarakat umum untuk menjadi content creator, affiliator, maupun pelaku usaha digital,” ujar Hilmi.

Ia menambahkan, dalam jangka panjang program BISA Bareng TikTok diharapkan dapat memberi dampak berkelanjutan bagi ekosistem ekonomi digital nasional.

“TikTok adalah platform yang inklusif, tempat siapa pun, dari latar belakang apa pun, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, menemukan audiensnya, dan menciptakan peluang ekonomi,” katanya.

Adapun pengisi acara BISA Bareng TikTok antara lain HR Practitioner & Content Creator Vina Muliana, Government Partnership & Enterprise TikTok Indonesia Novalia Hartono, Content Creator Maryamah, Content Marketing TikTok Indonesia Dhany Damara, Livestream Operations TikTok Live Indonesia Michael Tan, serta TikTok Shop by Tokopedia SMB Partnership Team Yohana Uli Prisilia Damanik. (*) 

Penduduk Usia Lanjut Meningkat, Kemnaker Ajak Dunia Usaha Perluas Akses Kerja Lansia    
Kamis, April 16, 2026

On Kamis, April 16, 2026

Penduduk Usia Lanjut Meningkat, Kemnaker Ajak Dunia Usaha Perluas Akses Kerja Lansia
Plt. Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK), Estiarty Haryani. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajak Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) berkolaborasi untuk memperluas akses kerja bagi tenaga kerja lanjut usia (lansia), seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, proporsi penduduk lansia pada 2025 mencapai sekitar 11,93 persen dari total penduduk Indonesia dan terus meningkat seiring naiknya angka harapan hidup.

Plt. Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK), Estiarty Haryani, menyampaikan bahwa kondisi tersebut menunjukkan Indonesia memasuki era masyarakat menua. Karena itu, diperlukan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif agar potensi tenaga kerja lansia dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Namun di sisi lain, tingkat partisipasi angkatan kerja lansia masih terbatas dibandingkan kelompok usia produktif lainnya. Hal ini menunjukkan masih adanya potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal dan perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Esti saat membuka Workshop dengan tema "Inklusi untuk Semua: Lansia Bekerja, Lansia Sejahtera" di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan pada upaya memperluas akses kerja yang inklusif bagi tenaga kerja lansia, memastikan implementasi kebijakan tidak berhenti pada tataran normatif, serta mengembangkan model penempatan dan pemberdayaan yang berkelanjutan dan dapat direplikasi secara nasional.

Esti menegaskan bahwa penguatan ekosistem ketenagakerjaan inklusif bagi kelompok lansia membutuhkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, akademisi, komunitas, hingga media dan mitra pembangunan.

“Kolaborasi menjadi kunci agar kebijakan yang disusun tidak hanya implementatif, tetapi juga memberikan dampak nyata di lapangan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga tengah menyusun Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang Penempatan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Khusus, termasuk tenaga kerja lanjut usia, sebagai dasar penguatan kebijakan ke depan.

“Regulasi ini diharapkan menjadi instrumen penting untuk memperluas akses, memperkuat perlindungan, serta memastikan kesempatan kerja yang layak bagi tenaga kerja lansia di Indonesia,” ujar Esti. (*)