HEADLINE
Muhidi Apresiasi Peran Guru, Sebut Pendidik Kunci Lahirnya Generasi Unggul dan Berilmu    
Selasa, November 03, 2026

On Selasa, November 03, 2026

Muhidi Apresiasi Peran Guru, Sebut Pendidik Kunci Lahirnya Generasi Unggul dan Berilmu
Muhidi saat menghadiri kegiatan Latihan Menulis dan Literasi tingkat SMA negeri dan swasta angkatan ke-5, Selasa (3/11/2026). (Fotdok: Djuna). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di balik lahirnya generasi cerdas, berkarakter, dan mampu meraih masa depan gemilang, ada sosok guru yang bekerja dengan ketulusan. Peran pendidik bukan sekadar menyampaikan pelajaran di ruang kelas, tetapi juga membimbing, mengarahkan, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan. Pesan inilah yang mendapat perhatian khusus dari Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan.

Pandangan tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri kegiatan Latihan Menulis dan Literasi tingkat SMA negeri dan swasta angkatan ke-5, Selasa (3/11/2026). Di hadapan para pelajar, ia mengajak generasi muda untuk lebih menghargai jasa guru dan menjadikan sekolah sebagai tempat terbaik untuk menimba ilmu sekaligus mempersiapkan masa depan.

Menurut Muhidi, kesuksesan tidak datang begitu saja. Setiap pelajar harus memiliki kesungguhan dan niat yang kuat untuk belajar. Ia mengingatkan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan telah didukung oleh keberadaan guru yang siap membimbing siswa dalam memahami ilmu pengetahuan. Karena itu, setiap kesempatan belajar harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Kalau ingin sukses, kita harus punya ilmu. Setiap pergi ke sekolah, niatkan untuk menambah ilmu. Pemerintah sudah menyiapkan guru di sekolah, maka datanglah, belajar, dan dengarkan apa yang disampaikan guru,” ujar Muhidi.

Muhidi juga menegaskan bahwa guru memiliki kedudukan penting dalam setiap perjalanan seseorang menuju keberhasilan. Apa pun profesi dan cita-cita yang ingin diraih, seseorang tetap membutuhkan bimbingan, arahan, maupun mentor yang berpengalaman. Guru menjadi fondasi awal dalam membentuk kemampuan dan membuka jalan bagi masa depan peserta didik.

“Orang tidak akan sukses dalam belajar kalau tidak ada guru. Jika ingin menjadi ilmuwan, harus ada guru. Kalau ingin menjadi pengusaha, ada mentor. Atlet membutuhkan coach, dan dalam politik ada suhu yang membimbing,” katanya. Melalui pesan tersebut, Muhidi ingin menanamkan kesadaran bahwa keberhasilan tidak hanya lahir dari kemampuan pribadi, tetapi juga dari proses belajar dan bimbingan orang lain.

Tak hanya menekankan pentingnya peran guru, Muhidi turut mengajak pelajar membangun budaya menghormati pendidik. Baginya, nasihat dan arahan guru merupakan bagian dari proses pembentukan karakter. Ia berharap siswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga memiliki sikap santun, menghargai ilmu, dan menghormati orang-orang yang telah membimbing mereka.

Di sisi lain, Muhidi memberikan perhatian terhadap penguatan budaya literasi di kalangan pelajar. Ia mendorong siswa membiasakan membaca, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan logis. Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan bekal untuk memahami persoalan, mengolah informasi, dan melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Datang ke sekolah itu untuk menambah ilmu. Salah satu jalannya adalah membaca. Literasi sangat penting karena membantu kita berpikir kritis dan logis,” tuturnya. Ia juga mengingatkan agar setiap usaha meraih cita-cita disertai doa sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Kesungguhan belajar, bimbingan guru, kebiasaan membaca, dan doa merupakan bekal penting dalam membangun keberhasilan.

Melalui kegiatan Latihan Menulis dan Literasi angkatan ke-5 tersebut, Muhidi berharap lahir generasi muda Sumbar yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter, memiliki kemampuan literasi, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Pesan Muhidi menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari penghargaan terhadap guru, sebab dari tangan para pendidiklah generasi berilmu dan masa depan bangsa dipersiapkan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Pemko Pariaman Salurkan Santunan kepada 8 Ahli Waris Pekerja Rentan, Total Bantuan hingga Rp42 Juta    
Selasa, November 03, 2026

On Selasa, November 03, 2026

Pemko Pariaman Salurkan Santunan kepada 8 Ahli Waris Pekerja Rentan, Total Bantuan hingga Rp42 Juta
Dari delapan ahli waris penerima, lima orang masing-masing mendapatkan Rp10 juta, sedangkan tiga lainnya menerima Rp42 juta sesuai ketentuan jaminan sosial yang berlaku. (Fotdok: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Pariaman menyalurkan santunan kepada delapan ahli waris pekerja rentan yang mendapatkan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui APBD. Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di Aula Balai Kota Pariaman, Selasa (3/11/2026).

Santunan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada keluarga pekerja yang meninggal dunia. Dari delapan ahli waris penerima, lima orang masing-masing mendapatkan Rp10 juta, sedangkan tiga lainnya menerima Rp42 juta sesuai ketentuan jaminan sosial yang berlaku.

Adapun penerima santunan Rp10 juta berasal dari ahli waris Surya Budiman, buruh harian lepas dari Desa Kampung Gadang; Rosmita Jalal, pedagang dari Desa Naras Hilir; Dodi Irawan, pedagang dari Desa Kampung Kandang; Syahrial, buruh tani dari Desa Pauh Timur; serta Bakri, tukang ojek dari Desa Pauh Timur.

Sementara itu, santunan Rp42 juta diberikan kepada ahli waris Mansyardin, buruh harian lepas dari Desa Tungkal Utara; Zahran Tanjung, petugas keamanan Kelurahan Kampung Jawa II sekaligus bagian dari lembaga adat; serta Asrizal Anwar, Urang Tuo Desa Rambai dari lembaga adat.

Yota Balad mengatakan Pemko Pariaman terus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya pekerja rentan yang memiliki risiko dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hingga saat ini, pemerintah daerah telah memberikan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui APBD kepada 2.897 pekerja rentan.

Selain penyerahan santunan, Pemko Pariaman juga menyerahkan 205 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja rentan. Jumlah tersebut terdiri dari 127 nelayan se-Kota Pariaman serta 78 tukang dan kuli bangunan, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses perlindungan jaminan sosial.

Perluasan perlindungan ini juga didukung program kolaboratif TUWAI KETAN (Satu ASN Satu Pekerja Rentan) yang telah berjalan sejak awal 2025. Hingga Oktober 2026, program tersebut berhasil memberikan perlindungan kepada sekitar 2.000 pekerja rentan dan turut menjangkau 641 petugas keagamaan serta anggota lembaga adat.

Yota menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat dapat bekerja dengan lebih tenang karena memiliki perlindungan ketika menghadapi musibah. Pemko Pariaman juga terus berupaya memperluas kepesertaan, terutama bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 sampai 5, agar perlindungan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.

Melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan yang didukung APBD dan kolaborasi ASN, Pemko Pariaman berharap beban keluarga pekerja yang mengalami musibah dapat diringankan. Perlindungan ini sekaligus menjadi upaya memastikan pekerja rentan, mulai dari nelayan, pedagang, buruh hingga pekerja sektor informal lainnya, tidak menghadapi risiko kehidupan tanpa jaminan sosial. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU

ParagonCorp Buka Paradaya Movement 3.0, Sediakan Pelatihan Kerja dan Modal Pengembangan Usaha Mandiri    
Selasa, November 03, 2026

On Selasa, November 03, 2026

ParagonCorp Buka Paradaya Movement 3.0, Sediakan Pelatihan Kerja dan Modal Pengembangan Usaha Mandiri
Program ini melanjutkan keberhasilan Paradaya Movement 2.0. Pada pelaksanaan sebelumnya, sebanyak 952 dari 1.310 peserta terpilih berhasil mendapatkan pekerjaan. (Fotdok: Eko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- ParagonCorp resmi membuka pendaftaran Paradaya Movement 3.0 mulai 2 November 2026. Program pemberdayaan berbasis zakat produktif ini hadir untuk memperluas akses keterampilan, lapangan pekerjaan, dan peluang usaha bagi masyarakat dari kelompok ekonomi rentan.

Paradaya Movement 3.0 menawarkan dua jalur pengembangan, yakni jalur karyawan bagi masyarakat yang ingin memasuki dunia kerja dan jalur usaha mandiri bagi peserta yang ingin membangun atau mengembangkan usaha. Kedua jalur tersebut dirancang agar peserta memiliki kesempatan meningkatkan penghasilan dan membangun kemandirian ekonomi.

Program ini melanjutkan keberhasilan Paradaya Movement 2.0. Pada pelaksanaan sebelumnya, sebanyak 952 dari 1.310 peserta terpilih berhasil mendapatkan pekerjaan. Selain itu, rata-rata penghasilan peserta meningkat dari Rp700 ribu menjadi Rp2,8 juta per bulan.

Direktur Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, mengatakan pengembangan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui akses keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi. Menurutnya, pelatihan harus mampu membuka jalan menuju kesempatan kerja maupun pengembangan usaha yang berkelanjutan.

"Bagi kami, pemberdayaan tidak berhenti pada memberikan akses pelatihan, tetapi juga bagaimana keterampilan yang dipelajari dapat membuka kesempatan ekonomi yang lebih baik bagi para peserta," ujar Astri.

Pada jalur karyawan, peserta akan mendapatkan pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan industri, penguatan kesiapan kerja, serta akses penempatan melalui jaringan mitra. Sementara jalur usaha mandiri diarahkan untuk membantu peserta mengembangkan usaha maupun jasa secara mandiri. Program ini juga menyediakan peluang sertifikasi kompetensi sesuai bidang pelatihan dan hasil evaluasi.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, ParagonCorp memperkuat proses verifikasi calon penerima manfaat berdasarkan had kifayah. Pemantauan dampak dilakukan melalui pendataan awal, identitas unik peserta, serta pemantauan pendapatan secara berkala. Peserta juga berkesempatan memperoleh pendampingan setelah pelatihan hingga 12 bulan.

Pelaksanaan program melibatkan organisasi pengelola zakat (OPZ), lembaga pelatihan, dan mitra penyerap tenaga kerja. OPZ bertugas membantu menyaring calon penerima manfaat sesuai kriteria, sedangkan proses asesmen digunakan untuk menentukan bidang pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing peserta.

Pendaftaran Paradaya Movement 3.0 telah dibuka sejak 2 November 2026 melalui situs resmi paradaya.paracorpgroup.com. Program ini terutama menyasar masyarakat usia produktif dengan prioritas usia 18–35 tahun, pendidikan terakhir maksimal diploma, sedang membutuhkan pekerjaan, memiliki motivasi belajar, serta belum pernah mengikuti Paradaya pada batch sebelumnya. Calon peserta wajib mengisi formulir daring, mengunggah KTP dan foto diri, serta mengikuti tahapan verifikasi dan seleksi.

Melalui Paradaya Movement 3.0, ParagonCorp bersama para mitra berharap semakin banyak masyarakat kelompok ekonomi rentan memperoleh keterampilan, pekerjaan, dan sumber penghasilan yang lebih baik. Lebih dari sekadar pelatihan, program berbasis zakat produktif ini membawa tujuan jangka panjang untuk mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat, termasuk perjalanan dari mustahik menjadi muzakki. (*) 

Laporan: Eko
Editor: Zamri Yahya, WU

Fadly Amran Serahkan Bonus Atlet Porprov, Padang Pertahankan Juara Umum dengan 631 Medali    
Selasa, November 03, 2026

On Selasa, November 03, 2026

Fadly Amran Serahkan Bonus Atlet Porprov, Padang Pertahankan Juara Umum dengan 631 Medali
Penyerahan bonus yang dipimpin langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, berlangsung di Hotel Truntum Padang, Selasa (3/11/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang menyerahkan bonus kepada atlet dan pelatih berprestasi yang berhasil mengharumkan nama daerah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) XVI Tahun 2026. Penyerahan bonus yang dipimpin langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, berlangsung di Hotel Truntum Padang, Selasa (3/11/2026).

Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan para atlet yang sukses mengantarkan Kota Padang mempertahankan predikat juara umum Porprov XVI dengan raihan 267 medali emas, 189 perak, dan 175 perunggu. Total 631 medali tersebut menjadi bukti kerja keras dan kesungguhan insan olahraga dalam menjaga prestasi Kota Padang.

Suasana bahagia mewarnai penyerahan bonus. Senyum para atlet dan pelatih menjadi gambaran kebanggaan setelah melewati perjuangan panjang dalam kompetisi olahraga terbesar di Ranah Minang tersebut. Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi pada ajang berikutnya.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan tersebut. Menurutnya, pencapaian juara umum merupakan hasil pembinaan dan sinergi berbagai pemangku kepentingan, termasuk dukungan DPRD Kota Padang dalam memajukan olahraga daerah.

Untuk mencapai target juara umum, Pemko Padang mengirimkan 1.132 atlet dan 338 ofisial dengan dukungan anggaran sekitar Rp38 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp23 miliar dialokasikan untuk bonus atlet peraih medali sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah dicapai.

Fadly menegaskan, pengembangan olahraga merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Melalui program Padang Balomba yang menjadi aktivasi Program Unggulan (Progul) Padang Juara, Pemko Padang terus mendorong lahirnya generasi muda berprestasi melalui pengembangan talenta di berbagai bidang, termasuk olahraga.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berorientasi pada infrastruktur fisik. Penguatan pendidikan, agama, kualitas sumber daya manusia, dan pembinaan olahraga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi unggul yang mampu menjadi pemimpin masa depan.

Lebih jauh, Pemko Padang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah tunggal Porprov Sumbar XVII Tahun 2028. Berbekal pengalaman menyelenggarakan 20 cabang olahraga pada Porprov XVI, Pemko Padang bersama KONI Kota Padang menargetkan prestasi lebih tinggi sekaligus penyelenggaraan yang sukses.

Penyerahan bonus tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekda Kota Padang Raju Minropa, pimpinan OPD, pengurus KONI, ketua pengurus cabang olahraga, serta para ofisial. Fadly berharap prestasi 2026 menjadi pijakan untuk kembali merebut juara umum dan memecahkan rekor pada Porprov mendatang, dengan pembinaan atlet yang semakin berkualitas dan berkelanjutan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Pariaman Masuk 3 Besar Kota Terinovatif Regional Sumatera IGA 2026, Yota Balad Andalkan Dua Inovasi Unggulan    
Selasa, November 03, 2026

On Selasa, November 03, 2026

Pariaman Masuk 3 Besar Kota Terinovatif Regional Sumatera IGA 2026, Yota Balad Andalkan Dua Inovasi Unggulan
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan kabar tersebut setelah mengikuti pemaparan secara daring di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2026). (Fotdok: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kota Pariaman berhasil masuk tiga besar nominator kategori Kota Terinovatif Regional Sumatera dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pencapaian ini sekaligus mengantarkan Pariaman masuk dalam 10 besar kota terinovatif tingkat nasional.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan kabar tersebut setelah mengikuti pemaparan secara daring di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2026). Ia mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Pariaman dalam mengembangkan berbagai inovasi pelayanan dan pembangunan daerah.

Hingga penilaian IGA 2026, Kota Pariaman tercatat telah melaporkan sebanyak 309 inovasi daerah. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti upaya pemerintah daerah dalam membangun budaya inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam tahapan pemaparan, Yota Balad mengandalkan dua inovasi unggulan, yakni inovasi non-digital Pariaman Sport Tourism dengan tema pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta inovasi digital SIPINTER ILP atau Sistem Informasi P1, P2, P3 Terintegrasi Berbasis Integrasi Layanan Primer pada urusan pelayanan dasar kesehatan.

Menurut Yota, Pariaman Sport Tourism dirancang untuk menjadikan kegiatan olahraga sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, kegiatan olahraga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menghidupkan aktivitas ekonomi lokal, serta membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, SIPINTER ILP menjadi inovasi digital yang diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Sistem informasi terintegrasi ini diharapkan mendukung pengelolaan layanan kesehatan yang lebih modern, cepat, dan berbasis data sehingga pelayanan dasar dapat berjalan lebih efektif.

Yota menegaskan, inovasi pemerintahan tidak boleh hanya menjadi perlombaan administrasi atau sekadar mengejar penghargaan. Hal terpenting adalah bagaimana setiap inovasi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik melalui peningkatan ekonomi, kemudahan pelayanan publik, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap keberhasilan masuk tiga besar Regional Sumatera menjadi pemacu semangat bagi seluruh aparatur Pemerintah Kota Pariaman untuk terus mengembangkan inovasi. Ekosistem inovasi yang telah dibangun juga diharapkan berkelanjutan, dapat direplikasi, dan mampu menjawab berbagai persoalan strategis daerah.

Melalui capaian IGA 2026 ini, Pemko Pariaman ingin memperkuat inovasi sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah, terutama dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan PAD, dan peningkatan kualitas SDM. Yota berharap berbagai terobosan tersebut semakin mendorong terwujudnya Kota Pariaman yang maju, mandiri, dan berdaya saing. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU

Muharlion Apresiasi Beasiswa Baznas Padang, 2.192 Siswa Kurang Mampu Terima Bantuan Pendidikan    
Selasa, November 03, 2026

On Selasa, November 03, 2026

Muharlion Apresiasi Beasiswa Baznas Padang, 2.192 Siswa Kurang Mampu Terima Bantuan Pendidikan
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengapresiasi program beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang yang menyasar 2.192 siswa dari keluarga kurang mampu tingkat SD/MI dan SMP/MTs. (Fotdok: Suzi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengapresiasi program beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang yang menyasar 2.192 siswa dari keluarga kurang mampu tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Program tersebut dinilai menjadi dukungan nyata dalam memastikan keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak-anak memperoleh pendidikan yang layak.

Menurut Muharlion, bantuan pendidikan ini sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, yakni Padang Juara. Ia menegaskan pendidikan merupakan investasi penting untuk membangun masa depan generasi muda sehingga setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.

"Alhamdulillah, tentu kita memberikan apresiasi kepada Baznas Kota Padang melalui program beasiswa untuk siswa SD, MI, SMP, dan MTs, baik sekolah negeri maupun swasta di seluruh Kota Padang. Ini merupakan program yang mendukung Padang Juara," ujar Muharlion, Selasa (3/11/2026).

Sebanyak 2.192 siswa menerima bantuan dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan. Siswa SD/MI memperoleh uang tunai Rp500 ribu, satu tas, serta perlengkapan alat tulis. Sementara siswa SMP/MTs mendapatkan uang tunai Rp700 ribu, satu tas, dan perlengkapan alat tulis.

Muharlion menilai program tersebut memiliki arti penting dalam membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Ia berharap tidak ada lagi peserta didik yang terpaksa menghentikan sekolah hanya karena orang tua tidak memiliki kemampuan finansial untuk membiayai pendidikan.

"Pendidikan ini investasi. Jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena tidak punya uang atau dana. Kita ingin anak-anak kita bisa melanjutkan pendidikan, bahkan sampai perguruan tinggi," tegasnya.

Ia juga menegaskan DPRD Kota Padang mendukung keberlanjutan program beasiswa Baznas. Menurutnya, program serupa telah beberapa kali dilaksanakan dan perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, menjelaskan penerima bantuan telah melalui tahapan pendataan dan seleksi sesuai persyaratan. Proses penjaringan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kota Padang yang meneruskan informasi program kepada sekolah dan madrasah, sebelum masing-masing mengusulkan siswa berdasarkan kondisi ekonomi keluarga.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turut mengapresiasi penyaluran beasiswa tersebut. Ia menyebut bantuan Baznas menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Padang Juara, di samping program beasiswa pendidikan gratis yang disediakan pemerintah daerah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan pendidikan siswa dan orang tua.

Melalui program ini, sinergi Baznas, Pemerintah Kota Padang, dan DPRD diharapkan semakin memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Bagi Muharlion, dukungan terhadap pendidikan bukan sekadar memberikan bantuan hari ini, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak Padang untuk meraih masa depan yang lebih baik.(*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Pasar Silo Jadi Pusat Kemegahan SIMFES 2026, Sawahlunto Siap Sambut Panggung Musik Internasional    
Selasa, November 03, 2026

On Selasa, November 03, 2026

Pasar Silo Jadi Pusat Kemegahan SIMFES 2026, Sawahlunto Siap Sambut Panggung Musik Internasional
Sawahlunto International Music Festival (SIMFES) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–21 November 2026 di Pasar Silo, Kota Sawahlunto. (Fotdok: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pasar Silo bersiap menjadi pusat perhatian ketika Kota Sawahlunto menggelar Sawahlunto International Music Festival (SIMFES) 2026 pada 20–21 November mendatang. Kawasan yang memiliki karakter khas Kota Arang itu akan menjadi lokasi perhelatan musik yang menghadirkan nuansa seni, budaya, dan hiburan dalam satu panggung festival.

Selama dua hari, Pasar Silo akan menjadi ruang pertemuan bagi para penikmat musik dari berbagai daerah. SIMFES 2026 diharapkan menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung, bukan hanya melalui pertunjukan musik, tetapi juga suasana festival yang berpadu dengan kekayaan sejarah dan karakter wisata Sawahlunto.

Pemilihan Pasar Silo sebagai lokasi kegiatan turut memberikan daya tarik tersendiri. Kawasan ini menjadi bagian dari wajah Kota Sawahlunto yang memiliki identitas kuat sebagai kota tambang bersejarah. Kehadiran festival musik di ruang tersebut diharapkan menghadirkan suasana baru sekaligus memperkenalkan potensi kawasan kepada masyarakat luas.

SIMFES 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat posisi Sawahlunto sebagai salah satu destinasi wisata berbasis seni dan budaya. Melalui kegiatan berskala internasional, kota ini memiliki kesempatan mempertemukan beragam ekspresi musik dengan kekayaan lokal yang menjadi ciri khas daerah.

Tidak hanya menawarkan hiburan, festival ini diharapkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kedatangan pengunjung dari luar daerah berpotensi memberikan peluang bagi pelaku usaha kuliner, pedagang, pelaku UMKM, serta sektor jasa pariwisata di sekitar kawasan Pasar Silo.

Bagi masyarakat setempat, penyelenggaraan SIMFES juga menjadi kesempatan untuk ikut merasakan kemeriahan kegiatan seni berskala internasional di daerah sendiri. Ruang publik yang biasanya menjadi bagian dari aktivitas masyarakat akan mendapatkan atmosfer berbeda melalui rangkaian pertunjukan musik selama festival berlangsung.

Dengan mengangkat Pasar Silo sebagai pusat penyelenggaraan, SIMFES 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan melalui penampilan para musisi, tetapi juga memperkuat daya tarik kawasan tersebut sebagai bagian dari perjalanan wisata Kota Sawahlunto.

Antusiasme masyarakat dan wisatawan menjadi salah satu harapan dalam penyelenggaraan festival ini. Perpaduan musik, suasana kota bersejarah, serta aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan menciptakan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung.

Sawahlunto International Music Festival (SIMFES) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–21 November 2026 di Pasar Silo, Kota Sawahlunto. (*)

Pewarta: Marjafri.
Editor: Zamri Yahya, WU