HEADLINE
Pemko Pariaman Tandatangani Berita Acara Kesepakatan Luasan LP2B Bersama Pemprov Sumbar    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Pemko Pariaman Tandatangani Berita Acara Kesepakatan Luasan LP2B Bersama Pemprov Sumbar
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, ikut melakukan penandatanganan tersebut di auditorium Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang, Rabu (8/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota resmi menandatangani berita acara kesepakatan luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target nasional swasembada pangan.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Pariaman yang diwakili  Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, ikut melakukan penandatanganan tersebut di auditorium Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang, Rabu (8/7/2026).

Penandatanganan ini dilakukan oleh 19 Bupati/Wali Kota atau yang mewakili di Provinsi Sumatera Barat dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan disaksikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Ruang di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Suyus Windayana.

Dalam sambutanya, Suyus Windayana menyampaikan bahwa percepatan penetapan LP2B merupakan bagian dari implementasi Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada penguatan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, serta pengembangan ekonomi kreatif, hijau, dan baru.

“Pemerintah pusat menargetkan sebanyak 87 persen dari Luas Baku Sawah (LBS) di Sumatera Barat harus dilindungi sebagai LP2B, dan dengan adanya berita acara ini, masing-masing kabupaten/kota sepakat mengenai luasan pasti kawasan pangan yang akan dilindungi oleh regulasi, termasuk skema kolaborasi antar daerah,” tukasnya.

Dirjen Tata Ruang yang telah berkarier di Kementerian ATR/BPN sejak tahun 1993 ini juga menyebutkan bahwa Sumatera Barat, merupakan provinsi pertama di Indonesia yang telah menuntaskan kesepakatan LP2B, karena itu dirinya mengapresiasi Gubernur serta Bupati/Wali Kota yang ada di Sumbar, atas komitmen yang tinggi akan LP2B ini, ucapnya.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengataka Sumbar jadi provinsi pertama tuntaskan kesepakatan LP2B, Luas Lahan Pertanian Terlindungi capai 166 ribu hektare

“Dengan kesepakatan tersebut, Sumbar berhasil menetapkan luasan LP2B mencapai 166.466,02 hektare atau 89,92 persen dari total Lahan Baku Sawah (LBS), melampaui target nasional sebesar 87 persen,” ungkapnya.

Penetapan LP2B merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menargetkan sedikitnya 87 persen Lahan Baku Sawah ditetapkan sebagai LP2B.

“Kebijakan tersebut juga diperkuat melalui Surat Edaran Bersama Menteri ATR/BPN dan Menteri Dalam Negeri mengenai percepatan pengintegrasian LP2B ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR),” jelas Buya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa capaian Sumbar ini, merupakan hasil sinergi seluruh pemerintah kabupaten dan kota dalam menyepakati luasan lahan yang akan dilindungi sebagai kawasan pertanian pangan berkelanjutan.

“Kesepakatan ini bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi merupakan komitmen nyata untuk melindungi lahan sawah dari alih fungsi yang tidak terkendali, memberikan kepastian hukum bagi sektor pertanian, sekaligus menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat hari ini maupun generasi mendatang,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menjelaskan kegiatan penandatanganan ini, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjalankan amanat peraturan perundang-undangan terkait Perlindungan LP2B, ucapnya.

“Perlindungan terhadap lahan pertanian merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Selain itu, kebijakan ini juga berperan dalam mendukung kesejahteraan petani dan menjaga keberlangsungan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Mulyadi menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen mendukung kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Upaya ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan lahan produktif bagi generasi mendatang, ulasnya.

“Kita mempunyai luas wilayah yang tidak bertambah, sementara kebutuhan ruang terus meningkat. Karena itu, diperlukan perencanaan dan pengendalian yang tepat agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan lahan pertanian yang menjadi penopang ketahanan pangan,” tutupnya. (J/R)

Pemko Sawahlunto Matangkan Skema Bonus Atlet Porprov 2026, KONI Sampaikan Kesiapan Kontingen    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Pemko Sawahlunto Matangkan Skema Bonus Atlet Porprov 2026, KONI Sampaikan Kesiapan Kontingen
Audiensi pengurus KONI Kota Sawahlunto dengan Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah di Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Selasa (7/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto mematangkan skema pemberian bonus bagi atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan motivasi atlet dalam menghadapi ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi pengurus KONI Kota Sawahlunto dengan Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah di Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Selasa (7/7/2026).

Audiensi dihadiri Ketua KONI Kota Sawahlunto Jhon Reflita beserta jajaran pengurus, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora), serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah dan KONI membahas sejumlah skema penghargaan bagi atlet berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka mengharumkan nama Kota Sawahlunto pada Porprov XVI Sumatera Barat.

Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah menegaskan Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen memberikan dukungan kepada para atlet, baik melalui pembinaan, pemusatan latihan, maupun pemberian penghargaan atas prestasi yang diraih.

Menurutnya, para atlet merupakan duta daerah yang membawa nama baik Kota Sawahlunto di arena olahraga, sehingga layak memperoleh perhatian dan dukungan yang memadai.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Sawahlunto Jhon Reflita mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto dalam mendukung pembinaan olahraga daerah. 

Ia berharap kepastian mengenai bonus atlet dapat menjadi tambahan motivasi bagi para atlet yang kini tengah menjalani persiapan menuju Porprov 2026.

Audiensi tersebut juga menghasilkan kesepahaman untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan KONI dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi di Kota Sawahlunto.

Melalui dukungan pembinaan yang berkelanjutan serta apresiasi terhadap atlet berprestasi, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap kontingen yang akan berlaga pada Porprov XVI Sumatera Barat mampu tampil optimal dan mengukir prestasi yang membanggakan bagi daerah. (*) 

Pewarta: Marjafri

Kominfo Kota Pariaman dan BSSN Tandatangani Kerja Sama Sertifikat Elektronik    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Kominfo Kota Pariaman dan BSSN Tandatangani Kerja Sama Sertifikat Elektronik
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Pariaman melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Pemanfaatan Sertifikat Elektronik bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Pariaman melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Pemanfaatan Sertifikat Elektronik bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Penandatanganan tersebut, dilakukan  Kepala Dinas Kominfo Yalviendri dan Kepala Balai Besar Sertifikat Elektronik (BSRe ) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Jonathan Gerhard Tarigan dan 20 Pemerintah daerah lainnya di auditorium Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/7).

Penandatanganan ini, dilaksanakan dengan elektronik serta disaksikan langsung oleh Sekretaris Utama BSSN, Soetejo Juwono.

Dalam sambutannya, Soetejo menyampaikan kerja sama ini merupakan kolaborasi strategis dalam percepatan transformasi digital dan BSSN siap memberikan dukungan optimal mulai dari penyelarasan standar teknis dan kebijakan pemanfaatan sertifikat elektronik pendampingan penerapan dalam berbagai layanan administrasi pemerintahan, hingga penguatan kapasitas dan tata kelola keamanan informasi.

"Percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Daerah dan secara nasional perlu kita kawal agar berjalan aman, handal, tangguh, dan berkeadilan" ujanya.

Dirinya berharap, BSSN bersama Pemda saling mendukung dalam transformasi digital yang aman dan terpercaya, sinergi yang berjalan tidak hanya penandatanganan saja tapi perlu diikuti dengan pembinaan sesuai standar, prosedur dan sistem keamanan informasi yang telah ditetapkan, ulasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Yalviendri menyampaikan ucapan terima kasih kepada BSSN atas dukungan layanan sertifikat elektronik yang telah berjalan selama ini, sehingga proses administrasi pemerintahan lebih cepat, aman, dan transparan.

"Pasca penandatanganan sertifikat elektronik ini, akan memudahkan Kominfo untuk memberikan pelayanan kepada OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman," tuturnya.

Andi sapaan akrab Kepala Dinas Kominfo ini berharap, agar ke depan seluruh OPD terutama kepala OPD, Sekretaris, Kabid dan Kepala UPT, sudah dapat menggunakan tandatangan elektronik agar pekerjaan lebih cepat diselesaikan, dan kepada OPD yang belum, agar mendaftar segera ke Kominfo cq. Bidang Persandian dan Statistik,” tutupnya.

Kegiatan ini, selain dihadiri oleh Kepala Dinas, turut mendampingi Kepala Bidang Persandian dan Statistik Dinas Kominfo Kota Pariaman Tri Armi Junaidi. (R/at)

Pembersihan Longsor di Gunung Padang, Ini Kata Kepala DPUPR Kota Padang, Malvi Hendri    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Pembersihan Longsor di Gunung Padang, Ini Kata Kepala DPUPR Kota Padang, Malvi Hendri
DPUPR Kota Padang bergerak cepat ketika terjadi bencana longsor di Gunung Padang, Kelurahan Batang Arau pada Minggu (5/7/2026) malam. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang bergerak cepat ketika terjadi bencana longsor di Gunung Padang, Kelurahan Batang Arau pada Minggu (5/7/2026) malam.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan alat berat ke lokasi. Longsor yang mengakibatkan tertutupnya separuh badan jalan, dapat dibersihkan dengan cepat.

“Alat berat langsung kita turunkan, bersama BMCKTR Sumbar, kita melakukan pembersihan material longsor,” ujarnya. 

Saat pembersihan material memang sempat mengalami sedikit kendala. Namun begitu, pihak DPUPR dan BMCKTR tetap melakukan pembersihan dengan hati-hati.

“Di lokasi terjadinya longsor terdapat kuburan warga sekitar yang ikut terdampak, kita harus membersihkannya terlebih dahulu,” katanya. 

Lurah Batang Arau, Khosyi Mudhoffar menjelaskan, longsor yang terjadi pada Minggu malam sekira pukul 18.30 WIB, akibat derasnya hujan yang turun sejak siang. Kontur tanah yang miring membuat tanah turun menutupi separuh badan jalan.

“Begitu mendapat informasi dari warga, kami segera menghubungi Dinas PUPR,” cakapnya. 

Akibat longsor itu tidak ada warga yang terdampak. Material hanya menutupi sebagian badan jalan.

Saat ini kondisi tempat terjadinya longsor sudah dibersihkan. Satu unit alat berat milik DPUPR tidak lagi berada di lokasi. Arus kendaraan sudah lancar terkendali.

“Longsor harus segera dibersihkan, meski hanya separuh badan jalan yang tertutupi, akan tetapi lokasi longsor berada di tanjakan, sehingga tidak dapat terlihat oleh pengendara,” jelasnya. (*) 

Sekdaprov Sumbar: Sepak Bola Mampu Satukan Masyarakat Lintas Kalangan    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Sekdaprov Sumbar: Sepak Bola Mampu Satukan Masyarakat Lintas Kalangan
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Arry Yuswandi menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Arry Yuswandi menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir yang digelar di halaman Kantor TVRI Sumbar, Padang, Selasa malam (7/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumbar, Wakil Walikota Padang Maigus Nasir, Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar Adel Wahidi, serta sejumlah undangan dan masyarakat pecinta sepak bola.

Di sela kegiatan, Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan sepak bola merupakan salah satu olahraga yang terbukti mampu mempersatukan masyarakat.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menyaksikan setiap pertandingan Piala Dunia menjadi bukti bahwa sepak bola telah menjadi bagian dari kehidupan dan hiburan masyarakat lintas usia.

“Walaupun sebagian besar pertandingan berlangsung pada dini hari, masyarakat tetap antusias menyaksikannya. Ini menunjukkan kecintaan yang luar biasa terhadap sepak bola,” ujar Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi

Arry menilai, semangat tersebut juga mencerminkan besarnya harapan masyarakat agar Indonesia suatu saat dapat tampil di putaran final Piala Dunia. 

Ia meyakini, apabila Tim Nasional Indonesia berhasil lolos ke ajang sepak bola terbesar di dunia itu, antusiasme masyarakat akan meningkat jauh lebih besar.

“Sepak bola memiliki daya tarik yang mampu menyatukan berbagai kalangan. Mudah-mudahan ke depan Indonesia dapat tampil di Piala Dunia sehingga semangat dan kebanggaan masyarakat akan semakin besar,” katanya.

Pada kesempatan itu, Arry mengaku secara pribadi memberikan dukungan kepada Mesir dalam pertandingan tersebut. 

Meski demikian, laga yang berlangsung sengit tersebut akhirnya berhasil dimenangkan Argentina dengan skor tipis 3-2.

Secara umum, suasana nobar berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. 

Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan, hal tersebut mencerminkan semangat sportivitas antar penonton, meski pun tim yang didukungnya belum mampu meraih hasil sesuai harapan. (adpsb/bud)

Komisi IV DPRD Sumbar Gelar FGD, Susun Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Lingkungan Hidup    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Komisi IV DPRD Sumbar Gelar FGD, Susun Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Lingkungan Hidup
Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai pemangku kepentingan. (Fotdok: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai pemangku kepentingan untuk menghimpun masukan dalam penyusunan Naskah Akademik (NA) dan Draf Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, di Ruang Khusus II DPRD Sumbar, Senin (6/7/2026).

FGD dihadiri Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, tim perumus, OPD terkait, pemerintah kabupaten/kota, akademisi, media, serta organisasi masyarakat sipil.

Melalui forum tersebut, berbagai saran dan pandangan lintas sektor dihimpun sebagai bahan penyempurnaan Naskah Akademik dan Draf Ranperda, guna melahirkan regulasi yang komprehensif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam upaya perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup di Sumatera Barat.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan, pandangan, dan rekomendasi dari lintas sektor sebagai bahan penyempurnaan Naskah Akademik maupun Draf Ranperda. 

Dengan melibatkan seluruh unsur yang berkepentingan, regulasi yang disusun diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan daerah sekaligus menjawab tantangan pengelolaan lingkungan hidup yang semakin kompleks.

Selain memperkuat aspek hukum, Ranperda ini juga diharapkan menjadi landasan dalam menjaga kelestarian sumber daya alam, mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan, serta mendorong pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Melalui pembahasan yang partisipatif dan komprehensif, Komisi IV DPRD Sumbar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan regulasi yang implementatif, memberikan kepastian hukum, serta mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.(*)

Peningkatan Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja Masa Depan    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Peningkatan Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja Masa Depan
Acara ASEAN Leader: Dream, Lead, Inspire di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa peningkatan kompetensi menjadi kunci agar tenaga kerja Indonesia mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat akibat digitalisasi, otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), perubahan demografi, hingga transisi menuju ekonomi hijau (green economy).

Menurut Wamenaker, transformasi dunia kerja telah mengubah kebutuhan kompetensi sekaligus melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru. Kondisi tersebut menuntut adanya kebijakan yang mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

"Dalam konteks inilah, kebijakan pasar kerja aktif memegang peranan yang sangat vital. Kebijakan ini harus mampu menjadi jembatan untuk menyelaraskan ketidaksesuaian antara suplai tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang bergerak dinamis," kata Wamenaker saat membuka acara ASEAN Leader: Dream, Lead, Inspire di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Sebagai langkah nyata menghadapi tantangan tersebut, Wamenaker menegaskan lima prioritas yang perlu diakselerasi bersama, yakni memperkuat program reskilling dan upskilling berbasis kebutuhan industri, mewujudkan pasar kerja yang inklusif, dan memperkuat dialog sosial dan kolaborasi multipihak.

Selain itu, perlunya memodernisasi layanan ketenagakerjaan melalui bimbingan karier dan digitalisasi informasi pasar kerja, serta memperkuat berbagai program pasar kerja yang mendukung pencari kerja dan kewirausahaan.

Melalui berbagai langkah tersebut, Kemnaker berupaya memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, tenaga kerja akan lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja sekaligus mampu memanfaatkan peluang yang muncul dari transformasi tersebut.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Kemnaker terus memperluas jejaring kolaborasi di tingkat bilateral, regional, maupun multilateral guna meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Sebagai focal point ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM), Indonesia berperan aktif dalam mengoordinasikan kerja sama ketenagakerjaan kawasan serta mengawal lahirnya berbagai dokumen strategis, di antaranya ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work dan ASEAN Labour Ministers' Statement on the Future of Work.

Sejalan dengan berbagai upaya tersebut, ia menilai kebijakan dan kolaborasi perlu didukung oleh kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah.

"Regulasi di atas kertas tidak akan pernah cukup tanpa hadirnya kepemimpinan yang transformatif. Masa depan dunia kerja menuntut para pemimpin yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki empati, ketangkasan, dan visi yang mampu menginspirasi perubahan di dalam organisasinya," ujarnya. (*)

Pemko Payakumbuh, Gelar Pelatihan  Bertema "Rang Mudo Mengawal Peradaban"    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Pemerintah Kota Payakumbuh
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Adat Tingkat Kota Payakumbuh bertema "Rang Mudo Mengawal Peradaban" yang diikuti rang mudo dan puti bungsu dari 10 nagari se-Kota Payakumbuh. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelestarian adat sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Adat Tingkat Kota Payakumbuh bertema "Rang Mudo Mengawal Peradaban" yang diikuti rang mudo dan puti bungsu dari 10 nagari se-Kota Payakumbuh.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh itu dibuka oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nofriwandi, di Aula Gedung Serbaguna Sawah Padang Aua Kuniang, Selasa (7/7/2026).

Pelatihan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan nilai-nilai adat Minangkabau agar tetap hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Mewakili Wali Kota Zulmaeta, Nofriwandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan pelatihan tersebut. 

Menurutnya, pelestarian adat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar nilai-nilai luhur Minangkabau terus diwariskan kepada generasi penerus.

"Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi penerus," katanya.

Ia mengatakan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah merupakan landasan utama kehidupan masyarakat Minangkabau yang tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga pedoman dalam membentuk karakter, etika, dan kepribadian generasi muda.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya menjaga kesenian maupun tradisi seremonial, tetapi juga memastikan nilai-nilai adat tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Nofriwandi menjelaskan Minangkabau memiliki pedoman etika melalui Kato Nan Ampek yang mengajarkan tata krama berkomunikasi sesuai dengan posisi dan usia lawan bicara.

"Kita harus memahami kapan menggunakan Kato Mandaki kepada yang lebih tua, Kato Manurun kepada yang lebih muda, Kato Mandata kepada sesama, dan Kato Malereng kepada tokoh yang dihormati. Jika etika komunikasi ini runtuh, maka salah satu jembatan persatuan masyarakat juga akan ikut runtuh," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai Sumbang Duo Baleh sebagai pedoman etika dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara duduk, berdiri, berjalan hingga bertutur kata. 

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi benteng moral yang mampu membentuk generasi muda berkarakter di tengah perubahan zaman.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa menjaga adat bukan berarti menolak kemajuan. Justru, masyarakat Minangkabau telah lama diajarkan untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan tanpa kehilangan identitas budaya.

"Orang tua-tua kita telah mengingatkan melalui pepatah Sakali aia gadang, sakali tapian barubah. Hari ini, perubahan itu hadir dalam bentuk digitalisasi, kecerdasan buatan, dan globalisasi. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya," katanya.

Ia menambahkan, teknologi digital dan ekonomi kreatif harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan adat, seni, dan budaya Minangkabau kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda.

Menurutnya, pelestarian adat hanya dapat berhasil apabila pemerintah, lembaga adat, bundo kanduang, tokoh masyarakat, dan generasi muda berjalan bersama.

"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, lembaga adat tidak bisa bergerak sendiri, dan generasi muda tidak boleh menjadi penonton di tanahnya sendiri. Kita harus memegang teguh prinsip Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Melalui semangat kebersamaan itulah kita dapat mengangkat kembali marwah adat Minangkabau," tegasnya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi generasi yang tidak hanya cakap menghadapi perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki etika, sopan santun, dan kebanggaan terhadap identitas budayanya.

Pelatihan adat tersebut berlangsung selama tiga hari, 7–9 Juli 2026. Para peserta mendapatkan materi dari unsur Pemerintah Kota Payakumbuh, niniak mamak, budayawan Kota Payakumbuh, serta budayawan Provinsi Sumatera Barat mengenai falsafah adat Minangkabau, kepemimpinan, etika bermasyarakat, pelestarian budaya, hingga peran generasi muda dalam mengawal peradaban di era digital.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) dari 10 nagari se-Kota Payakumbuh, Bundo Kanduang dari 10 nagari, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap lahir generasi muda yang mampu menjaga nilai-nilai adat Minangkabau sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

Bagi masyarakat, penguatan adat diharapkan mampu memperkokoh karakter, menjaga keharmonisan sosial, serta mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai salah satu kekuatan pembangunan daerah. (HM)

GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan: Perkuat Peran Ibu Hadapi Tantangan Generasi Muda di Era Digital    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan: Perkuat Peran Ibu Hadapi Tantangan Generasi Muda di Era Digital
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar Seminar Keminangkabauan, Selasa (7/7/2026) di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar Seminar Keminangkabauan dengan tema “Peran Bundo Kanduang dalam Membimbing Generasi Muda di Era Digitalisasi, serta Etika dan Estetika Perkawinan Menurut Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”, Selasa (7/7/2026) di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber Ummi Harneli Bahar dan Bundo Raudah dihadiri secara antusias oleh Bundo Kanduang se-Kabupaten Solok, Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, jajaran pengurus GOW Kabupaten Solok, perwakilan organisasi perempuan, tokoh masyarakat, hingga Aliansi Mahasiswa Kabupaten Solok.

Warisan Tokoh Perempuan Minangkabau sebagai Sumber Inspirasi

Mewakili Pemerintah Kabupaten Solok, Wakil Bupati H. Candra, S.Hi, dalam sambutannya menekankan bahwa perempuan Minangkabau telah mencatatkan peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Ia mengingatkan kembali kiprah tokoh seperti Rasuna Said, Siti Manggopoh, dan Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – pendiri Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang – yang membawa nama harum daerah hingga kancah internasional.

“Tanpa perjuangan mereka, mungkin bentuk NKRI dan dunia pendidikan Islam di tanah air tidak akan seperti sekarang ini. Bahkan pada tahun 1955, Syeikh Al Azhar yang didampingi Muhammad Natsir sempat terkejut melihat lembaga pendidikan khusus perempuan sudah berdiri lebih dulu di Minangkabau, padahal di pusat dunia Islam hal tersebut belum terpikirkan,” ungkapnya.

Wakil Bupati berharap seminar ini tidak hanya menjadi kenangan sejarah, melainkan pemicu lahirnya tokoh-tokoh perempuan berprestasi baru dari Kabupaten Solok. Mengutip pepatah Arab “Al-Ummu Madrasatul Ula” atau “Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya”, ia menegaskan peran perempuan sangat strategis dalam membentuk karakter penerus bangsa.

“Mari kita bersama-sama menjaga generasi muda dari bahaya narkoba, perjudian daring, minuman keras, premanisme, hingga balapan liar. Peran Bundo Kanduang sangat dibutuhkan di sini,” pesannya.

Bundo Kanduang sebagai Penjaga Nilai di Tengah Arus Digital

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Solok Lian Octavia menjelaskan tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan masa kini. 

Kemajuan teknologi memang membawa kemudahan, namun berisiko mengikis nilai budaya dan moral jika tidak diimbangi bimbingan keluarga.

“Bundo Kanduang sebagai limpapeh rumah gadang memiliki tanggung jawab besar menanamkan nilai adat, etika, dan moral kepada generasi muda. Kita harus memastikan prinsip Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah tetap menjadi pegangan di tengah derasnya arus informasi,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif yang penuh semangat, di mana peserta berbagi pandangan mengenai cara nyata memperkuat peran perempuan dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.(80)