HEADLINE
PPWN Ophir Luhak Nan Duo Pasbar Terima Berkas Pencalonan Bakal Wali Nagari, Wildi Pratama Saputra    
Minggu, Juli 19, 2026

On Minggu, Juli 19, 2026

PPWN Ophir Luhak Nan Duo Pasbar Terima Berkas Pencalonan Bakal Wali Nagari, Wildi Pratama Saputra
Panitia Pemilihan Wali Nagari (PPWN) Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat terima berkas pencalonan bakal Wali Nagari, Wildi Pratama Saputra. (Foto: Rido). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Panitia Pemilihan Wali Nagari (PPWN) Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat terima berkas pencalonan bakal Wali Nagari, Wildi Pratama Saputra sebagai pendaftar yang ke lima (5), Minggu, 19 Juli 2026 siang.

Wildi diantar oleh keluarga besar dan tim sukses yang di dominasi Gen Z, sebagai bentuk dukungan terhadap harapan pemimpin muda milenial di Nagari Ophir.

Sekretaris PPWN Nagari Ophir, Endra mengatakan pihaknya telah menerima lima berkas pencalonan bakal calon wali di Nagari Ophir. 

Wildi adalah bakal calon wali Nagari yang ke lima, setelah mendaftar ke ppwn nagari Ophir, Luhak Nan Duo.

"Iya, sejauh ini kami telah menerima sebanyak lima berkas pencalonan dan wildi adalah yang terakhir mendaftar hari ini. Sebelumnya kami telah menerima berkas calon, Sugeng Hariadi, Wisnu A. Utama, Gatot Sukoco dan Yunis Andi," ucapnya.

Endra menambahkan, pihaknya meminta kepada seluruh bakal calon agar bersama-sama mewujudkan pemilihan badunsanak yang harmonis dan bersih dari perpecahan.

Pihaknya juga tidak akan mempersulit pendaftaran berkas para calon dan menerima semua peserta yang mendaftar.

"Kita berharap pilwana ini berjalan dengan lancar, maka dari itu kita minta kepada seluruh tim sukses agar tidak bersama sama menjaga kampung karena dalam pemilihan wali ini tujuan kita adalah sama, yaitu untuk menjadikan nagari Ophir yang lebih baik kedepannya," ungkapnya.

Sementara itu, Wildy Pratama Saputra mengatakan terima kasih kepada ppwn nagari Ophir yang telah menerima berkas pendaftarannya sebagai bakal calon wali Nagari.

Sebagai tokoh milenial Ophir, pihaknya membawa harapan baru dengan visi membawa Nagari Ophir melalui kepemimpinan yang progresif, transparan, konseptor dan eksekutor yang berorientasi pada hasil nyata kesejahteraan rakyat yang terstruktur.

"Terima kasih kepada keluarga dan semua pihak yang telah memberikan dukungan, semoga usaha kita bisa membuahkan hasil," ucapnya.

Selain misi, pihaknya juga membawa misi sebagai berikut.

1.Peningkatan Perekonomian
• Digitalisasi pemasaran produk UMKM lokal
• Berkolaborasi ekstrim dan memperkuat Koperasi Merah Putih
• Fasilitasi pupuk bersubsidi tepat sasaran
• Meningkatkan infrastruktur, terkhususnya jalan utama para petani
• Optimalisasi pengelolaan Badan Usaha Milik Nagari

2. Pendidikan dan Kesehatan
• Memastikan pendidikan gratis SD dan SMP
• Mempersiapkan kandidat penerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat
• Memastikan program 1 Dokter 1 Nagari, dan 1 Bidan 1 Kejorongan terealisasikan di Nagari Ophir

3. Transformasi Pelayanan Publik
• Ophir Smart : Pelayanan administrasi dan surat-menyurat via aplikasi untuk efisiensi waktu masyarakat
• Dashboard Dana Desa : Transparansi anggaran dapat diakses publik kapan saja melalui website resmi 
Nagari Ophir
• Lapor Pak Wali : Saluran pengaduan langsung ke nomor pribadi Wali Nagari Ophir untuk respon cepat 
bagi seluruh keluhan masyarakat Nagari Ophir

4. Peningkatan SDM Nagari Ophir
• Program pelatihan sektor pertanian, perikanan, ekonomi kewirausahaan, ekonomi kerakyatan, dan 
peningkatan skill. (*) 

Laporan: Rido

Kemendagri-KLH Percepat Penyusunan Perda RPPLH    
Minggu, Juli 19, 2026

On Minggu, Juli 19, 2026

Kemendagri-KLH Percepat Penyusunan Perda RPPLH
Direktur PSDAB Kementerian Lingkungan Hidup, Hariani Samal pada Sosialisasi Penyusunan dan Penetapan Peraturan Daerah tentang RPPLH yang dilaksanakan secara daring. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat sinergi dalam pembinaan pemerintah daerah untuk mempercepat penyusunan dan penetapan Peraturan Daerah tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH).

Hal tersebut disampaikan pada Sosialisasi Penyusunan dan Penetapan Peraturan Daerah tentang RPPLH yang dilaksanakan secara daring.

Rapat dipimpin Kepala Subdirektorat Lingkungan Hidup, Abdul Aziz yang mewakili Direktur SUPD I Ditjen Bina Pembangunan Daerah. Rapat ini bertujuan memperkuat pemahaman pemerintah daerah mengenai kebijakan penyusunan dan implementasi RPPLH. Penyusunan Perda RPPLH mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2025.

Direktur PSDAB Kementerian Lingkungan Hidup, Hariani Samal, menegaskan bahwa pembangunan wilayah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“RPPLH menjadi instrumen penting untuk memastikan pembangunan daerah tetap berada dalam batas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, sekaligus melindungi ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Hariani, dalam rilis yang diterima redaksi, Minggu (19/7/2026).

Sebagai langkah konkret mendorong percepatan di daerah, Kemendagri juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri terkait percepatan penyusunan dan penetapan Perda RPPLH.

Pemerintah daerah yang belum memiliki Perda RPPLH didorong untuk segera menyusun dan menetapkannya sesuai jangka waktu yang ditentukan. Sementara daerah yang telah memiliki Perda RPPLH perlu melakukan evaluasi dan penyesuaian berdasarkan ketentuan terbaru.

Pada sesi diskusi, pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun materi teknis RPPLH pada 2027 agar dapat menjadi dasar penyusunan KLHS yang terintegrasi dengan RPJMD pada tahun 2028. 

Bagi daerah yang telah menyusun materi teknis sebelum terbitnya PP Nomor 26 Tahun 2025, namun belum menetapkannya menjadi Perda, perlu dilakukan reviu dan penyesuaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Kemendagri dan KLH berkomitmen untuk terus berkolaborasi memberikan asistensi dan pendampingan kepada pemerintah daerah, mulai dari penyusunan materi teknis hingga penetapan Perda RPPLH.

Percepatan Perda RPPLH bukan sekadar memenuhi amanat regulasi, tetapi menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan daerah memiliki pijakan lingkungan yang kuat dan berkelanjutan. (*)

Trotoar Ramah Pejalan Kaki di Kota Padang Diperbaikan, Ini Penjelasan Malvi Hendri    
Minggu, Juli 19, 2026

On Minggu, Juli 19, 2026

Trotoar Ramah Pejalan Kaki di Kota Padang Diperbaikan, Ini Penjelasan Malvi Hendri
Perbaikan dan pembangunan trotoar ini sejalan dengan program "Padang Rancak" yang dicanangkan Wali Kota Padang, Fadly Amran. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perbaikan dan pembangunan trotoar ini sejalan dengan program "Padang Rancak" yang dicanangkan Wali Kota Padang, Fadly Amran. 

Fokus utama dari proyek perbaikan ini adalah titik-titik krusial yang berada di sepanjang jalan protokol Kota Padang.

Pengerjaan fisik saat ini sedang gencar dilaksanakan di beberapa lokasi utama, di antaranya Jalan Haji Agus Salim, kawasan Nipah, serta Jalan A. Yani.

"Ya, untuk perbaikan trotoar ini sejalan dengan program Padang Rancak Bapak Wali Kota Padang. Yang mana kita harus menyediakan trotoar ramah pejalan kaki," ujar Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, Ahad, 19 Juli 2026.

Percepatan penyelesaian proyek ini ditargetkan guna mendukung perhelatan Hari Jadi Kota Padang sekaligus memberikan fasilitas trotoar yang representatif bagi publik.

"Untuk saat ini kita fokus pada titik-titik yang krusial untuk jalan-jalan protokol. Nah, sekarang ini ada beberapa titik lokasi yang kita laksanakan seperti di Jalan Haji Agus Salim, dan juga di Nipah, dan juga ada beberapa titik lokasi lainnya di A. Yani. Ini sedang dilaksanakan pekerjaannya. Mudah-mudahan ini bisa kita segera selesaikan guna mendukung kegiatan hari jadi kota kita dan juga memang merupakan kegiatan yang penting untuk bisa dirasakan masyarakat tentunya," cakapnya.

Kehadiran trotoar yang representatif dinilai memberikan dampak positif langsung terhadap karena memberikan ruang pejalan kaki yang lebih luas, aman, nyaman, dan lega.

"Saya melihat pembangunan trotoar di sekitaran Jalan Haji Agus Salim ini, Alhamdulillah lumayan bagus. Ini memberikan tempat yang luas lah bagi pejalan kaki dan lega. Semoga Pemko Padang bisa lebih mempercantik lagi ke depannya trotoar-trotoar yang lain," aku salah seoranb warga, Andika Putra Zainal. (*)

Gubernur Mahyeldi Pastikan Pembinaan Atlet Sumbar Tetap Berjalan Meski Bantuan Pusat Dihentikan    
Minggu, Juli 19, 2026

On Minggu, Juli 19, 2026

Gubernur Mahyeldi Pastikan Pembinaan Atlet Sumbar Tetap Berjalan Meski Bantuan Pusat Dihentikan
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi kepada keduanya saat menerima audiensi perwakilan atlet bersama Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) di Istana Gubernur, Minggu (19/7/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri Sumatera Barat (Sumbar) di kancah internasional. Karateka muda asal Sumbar, Zaimah Arkadina Irsal, berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia pada 13th SEAKF Karate Championship di Vietnam. Sementara itu, pelatih asal Sumbar Zelly Heriyanto dinyatakan lulus Akreditasi Pelatih Asian Karate Federation (AKF).

Atas capaian tersebut, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi kepada keduanya saat menerima audiensi perwakilan atlet bersama Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) di Istana Gubernur, Minggu (19/7/2026). Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar untuk terus mendukung pembinaan atlet meski bantuan pemerintah pusat tahun ini dihentikan.

“Alhamdulillah hari ini kita menerima atlet karate yang baru kembali dari kompetisi tingkat Asia. Prestasi ini sangat membanggakan dan menjadi bukti bahwa generasi muda Sumatera Barat mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, prestasi tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara berjenjang sejak usia dini. Karena itu, ia mendorong seluruh pengurus cabang olahraga di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk memperbanyak kompetisi kelompok umur sebagai sarana melahirkan atlet-atlet berprestasi.

“Kita berharap kompetisi usia dini semakin banyak sehingga lahir bibit-bibit atlet yang nantinya bisa didorong ke level yang lebih tinggi. Pembinaan harus terus berjalan, termasuk melalui PPLP untuk cabang-cabang olahraga unggulan,” katanya.

Mahyeldi juga memastikan Pemprov Sumbar akan tetap mengupayakan dukungan terhadap pembinaan olahraga, meskipun tahun ini bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak lagi tersedia.

“Walaupun tahun ini ada penghentian bantuan dari Kementerian Olahraga, insyaallah kita akan berusaha memberikan dukungan melalui APBD. Pembinaan atlet tidak boleh berhenti karena mereka adalah investasi daerah di masa depan,” tegasnya.

Selain dukungan pemerintah, Mahyeldi mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pengurus provinsi, hingga pengurus cabang olahraga memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha agar pembinaan atlet memiliki sumber dukungan yang lebih luas.

“Sudah saatnya KONI dan pengurus cabang olahraga membangun komunikasi dengan para pengusaha. Dunia usaha juga harus ikut berkontribusi dalam pembinaan atlet karena keberhasilan olahraga adalah kebanggaan bersama,” ujarnya.

Mahyeldi berharap keberhasilan Zaimah Arkadina Irsal dan Zelly Heriyanto dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Sumbar maupun Indonesia di tingkat internasional.

“Prestasi hari ini harus menjadi penyemangat bagi atlet-atlet lainnya. Ini membuktikan bahwa anak-anak muda Sumatera Barat mampu bersaing, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” pungkasnya. (adpsb/cen/bud)

Pesan Wawako Maigus Nasir pada Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 Tahun    
Minggu, Juli 19, 2026

On Minggu, Juli 19, 2026

Pesan Wawako Maigus Nasir pada Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 Tahun
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, usai memimpin Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 di Lapangan Upacara Balai Kota Aie Pacah, Minggu (19/7/2026) pagi. (Foto: Prokompin) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Semangat perjuangan Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan harus terus dihidupkan meski telah 79 tahun berlalu sejak gugurnya mantan Wali Kota Padang tersebut.

Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat memimpin Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 di Lapangan Upacara Balai Kota Aie Pacah, Minggu (19/7/2026) pagi.

Mengusung tema "Satu Tujuan Menghidupkan Kembali Nilai Perjuangan Bagindo Aziz Chan untuk Menuju Padang sebagai Kota Gastronomi", upacara peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat kepahlawanan dalam mendukung kemajuan pembangunan Kota Padang.

"Hari ini kita mengenang gugurnya Pahlawan Nasional sekaligus Wali Kota Padang, Bagindo Aziz Chan, yang telah mempertaruhkan jiwa dan raganya demi kehormatan bangsa dan Kota Padang. Semangat perjuangan beliau harus menjadi motivasi bagi kita yang hidup di era kemerdekaan untuk terus bersatu dan bersama-sama membangun Kota Padang," kata Wawako. 

Maigus Nasir menegaskan, pengorbanan Bagindo Aziz Chan yang rela mempertaruhkan jiwa dan raga demi kehormatan bangsa serta Kota Padang harus menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan, sinergi, dan kolaborasi dalam membangun kejayaan Kota Padang.

"Beliau layak menyandang gelar Pahlawan Nasional karena keteguhan dan keberaniannya memperjuangkan kemerdekaan dengan tekad merdeka dan tetap merdeka. Jiwa perjuangan itulah yang harus diwariskan kepada seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat Kota Padang," urai Wawako. 

Maigus menekankan bahwa keberanian Bagindo Aziz Chan menghadapi penjajah merupakan teladan yang wajib diwariskan kepada generasi penerus. Hal itu tercermin dalam semboyannya yaitu "Langkahi mayat saya dulu, baru Belanda boleh menguasai Kota Padang".

Lebih lanjut, Maigus Nasir menilai tema peringatan tahun ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam menjadikan Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia. Karena itu, seluruh potensi dan elemen masyarakat harus bergerak bersama mewujudkan tekad besar tersebut dengan meniru semangat persatuan yang dicontohkan Bagindo Aziz Chan dalam memperjuangkan kemerdekaan.

"Nilai-nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan cinta tanah air yang diwariskan Bagindo Aziz Chan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Padang sebagai Kota Gastronomi. Semoga semangat perjuangan beliau terus menginspirasi masyarakat Kota Padang untuk bersatu, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah," cakap Wawako. 

Usai memimpin upacara, Wawako Maigus Nasir bersama Ketua GOW Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir dan rombongan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan di Jalan Alang Laweh Koto IV No. 7, Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan. 

Selain Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, terlihat hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang, Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang, Ny. Nova Raju Minropa, Keluarga Besar Bagindo Aziz Chan, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan se-Kota Padang.(*)

Kasus Bunuh Diri hingga Gangguan Mental Meningkat, Mahyeldi Minta PDSKJI Perkuat Layanan hingga ke Daerah    
Minggu, Juli 19, 2026

On Minggu, Juli 19, 2026

Kasus Bunuh Diri hingga Gangguan Mental Meningkat, Mahyeldi Minta PDSKJI Perkuat Layanan hingga ke Daerah
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa persoalan kesehatan mental harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa persoalan kesehatan mental harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.

Meningkatnya kasus bunuh diri, gangguan mental pada anak dan remaja, hingga berbagai persoalan sosial dinilai menjadi ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumbar periode 2025–2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi mengucapkan selamat kepada Ketua PDSKJI Sumbar yang baru dilantik, dr. dr. Rini Gusya Liza, M.Kes., Sp.KJ, beserta seluruh jajaran pengurus. 

Ia berharap kepengurusan yang baru mampu memperkuat layanan kesehatan jiwa hingga menjangkau masyarakat di daerah-daerah.

Menurut Mahyeldi, pemerintah daerah menaruh perhatian besar terhadap organisasi profesi kesehatan karena memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan manusia. Karena itu, pemerintah harus terus memperkuat sinergi dengan organisasi profesi agar layanan kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, semakin berkualitas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Mahyeldi mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Provinsi Sumbar dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar.

Menurutnya, berbagai kegiatan pengabdian yang dilakukan para dokter hingga ke pelosok nagari telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran para dokter yang tidak hanya bertugas di perkotaan, tetapi juga turun langsung melayani masyarakat di desa dan nagari. Semangat pengabdian seperti ini perlu terus diperkuat, termasuk oleh PDSKJI melalui layanan kesehatan jiwa yang semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.

Gubernur juga mengajak PDSKJI Sumbar berperan aktif membawa agenda-agenda nasional ke Ranah Minang. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu kedokteran, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian daerah.

“Kalau kegiatan nasional dokter spesialis dilaksanakan di Sumbar, manfaatnya bukan hanya untuk dunia kesehatan, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner hingga UMKM. Kami berharap PDSKJI dapat mempertimbangkan Sumatera Barat sebagai tuan rumah agenda nasional,” ucapnya.

Mahyeldi menilai tema pelantikan yang mengangkat isu kesehatan mental generasi muda sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia mengaku prihatin terhadap meningkatnya berbagai persoalan kesehatan mental yang mulai muncul pada usia anak dan remaja.

“Dulu kita hampir tidak pernah mendengar anak usia sekolah dasar mengakhiri hidupnya sendiri. Sekarang kasus seperti itu mulai bermunculan. Belum lagi gangguan belajar, kesulitan berkonsentrasi, hingga berbagai penyimpangan perilaku. Ini menjadi alarm bagi kita semua dan harus ditangani bersama agar tidak mengancam terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Sumbar, dr. dr. Roni Eka Sahputra, mengatakan pelantikan PDSKJI menjadi bagian dari penguatan koordinasi organisasi profesi di bawah naungan IDI dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, tantangan kesehatan mental di Sumbar semakin kompleks, mulai dari meningkatnya kasus bunuh diri, gangguan kejiwaan, kekerasan terhadap anak, hingga berbagai persoalan sosial lainnya yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Kita ingin seluruh perhimpunan bergerak dalam satu koordinasi, satu langkah, dan satu tujuan, yaitu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. PDSKJI selama ini juga selalu berada di garis depan, terutama dalam penanganan bencana yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum Pengurus Pusat PDSKJI, dr. Srimpi Indah Zulaika, F.S., Sp.K.J., Subsp. MEL(K), menyampaikan apresiasi atas kembali terpilihnya dr. Rini Gusya Liza memimpin PDSKJI Sumbar.

Ia menilai kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan sebelumnya sekaligus momentum untuk mengakselerasi berbagai program yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

“Tantangan kesehatan jiwa semakin besar, baik karena persoalan sosial, perkembangan digital, maupun tekanan ekonomi. Pengurus Pusat PDSKJI siap mendukung berbagai program PDSKJI Sumatera Barat, termasuk memperkuat pendampingan bagi daerah-daerah yang masih menghadapi dampak pascabencana,” katanya. (adpsb/cen/bud)

Fraksi PKB-UMMAT DPRD Kota Padang Pimpinan Yusri Latif Sorot OPD terkait Pajak dan Pendapatan Asli Daerah    
Minggu, Juli 19, 2026

On Minggu, Juli 19, 2026

Fraksi PKB-UMMAT yang Dipimpin Yusri Latif Sorot OPD terkait Pajak dan Pendapatan Asli Daerah
Ketua Fraksi PKB-UMMAT DPRD Kota Padang Yusri Latif, SH.i., ketika memberikan keterangan kepada wartawan pada suatu kesempatan. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Beberapa Catatan Fraksi PKB-UMMAT untuk perbaikan diantaranya akselerasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Hal itu terungkap dari pendapat akhir Fraksi PKB-UMMAT yang disampaikan Zalmadi sebagai juru bicara di Rapat Paripurna DPRD Kota Padang dengan dua agenda pada Jum'at siang, 17 Juli 2026.

"Menanggapi adanya penurunan dana transfer pusat akibat kebijakan pengetatan skema fiskal nasional yang memicudefisit daerah , SKPD penghasil PAD diminta melakukan intensifikasi secara agresif," katanya.

Dikatakannya, strategi utama yang harus segera dilakukan adalah sinkronisasi data kamar hotel/restoran, optimalisasi pemotongan hewan di RPH, Pajak dan Retribusi ruangan Parkir secara terbuka dan transparan serta penggalian potensi pajak air bawah tanah.

"Kepada seluruh OPD penghasil PAD untuk serius melakukan pelayanan secara prima, ramah dan professional terhadap masyarakat, serta tidak menghambat kelancaran pengurusan dokumen dokumen penting yang berbelit belit berkaitan dengan pendapatan Asli Daerah Pemerintahan Kota Padang," tegasnya.

Sementara itu Kepada Dinas Kesehatan, ia menegaskan, segera untuk melunasi temuan BPK Mengenai Tunjangan Umrah, untuk melakukan penghapusan aset yang tidak bisa lagi digunakan, melakukan rekomendasi gizi kepada Badan Gizi Nasional.

Sedangkan untuk Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, ia meminta, untuk dapat memberikan ruang disablitas dalam lowongan kerja dan pelatihan kerja, lakukan mediasi dan memenuhi hak dari karyawan yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

Disamping itu, kata juru bicara fraksi yang dipimpin Yusri Latif ini lagi, masih terdapat aset yang rusak dan menjadi catatan untuk dilakukan penghapusan asset
Inspektorat harus pro aktif dalam mencegah terjadinya temuan/kesalahan/kelalaian di OPD dalam melaksanakan program kegiatan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH. i, WU

Dian Puspita Fadly Amran Pimpin Rapat Persiapan Hadapi Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat    
Minggu, Juli 19, 2026

On Minggu, Juli 19, 2026

Dian Puspita Fadly Amran Pimpin Rapat Persiapan Hadapi Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat
Rapat dipimpin Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran yang diikuti seluruh pengurus PKK. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- TP-PKK Kota Padang mengambil ancang-ancang jelang Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat. Kekuatan disusun agar meraih hasil terbaik nantinya.

Jika tak ada aral melintang, Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat digelar pada awal September mendatang. Kota Bukittinggi kembali didapuk sebagai tuan rumah.

Menghadapi lomba skala tahunan tersebut, TP-PKK Kota Padang menggelar rapat teknis persiapan lomba. Rapat dipimpin Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran yang diikuti seluruh pengurus PKK, Sabtu, 18 Juli 2026, di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang. 

Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, memancang target di Jambore Kader PKK Tingkat Sumbar tahun ini. Dian Puspita ingin Kota Padang kembali meraih juara umum.

“Lomba Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi ini merupakan penghargaan bagi kader PKK, selain mengikuti lomba, kita juga bisa bertemu dengan kader PKK daerah lain, di situ kita bisa melakukan studi tiru apa yang dilakukan daerah lain dan bisa dilakukan di daerah kita, tentu sangat berharga,” katanya. 

Dian Puspita menyebut bahwa Kota Padang merupakan daerah multietnik. Rencananya, TP-PKK Padang akan membawa tradisi multetnik di Lomba Jambore PKK kali ini.

“Kita merupakan ibu kota provinsi, tentu harus menang, untuk menang memang harus ada persiapan,” ungkapnya. 

TP-PKK Kota Padang akan mengikuti setiap cabang lomba yang dilombakan pada Jambore di Bukittinggi. “Di kegiatan lomba defile nanti, semua tradisi dan budaya multietnik akan ditampilkan,” ujarnya. 

Seperti lomba defile dan paduan suara yang diikuti setiap personil bidang Sekretariat. Kemudian, Pokja I akan mengikuti lomba cerdas cermat PKK. 

Pokja II mengikuti lomba penggerak “Cakap Gelari Pelangi”. Kemudian Pokja III mengikuti lomba kampanye pengelolaan sampah rumah tangga, serta Pokja IV mengikuti lomba bermain peran STBM.

“Masing-masing Pokja bertanggungjawab dengan lomba yang diikuti,” katanya. 

Sekretaris TP-PKK Kota Padang, Vanny Sri Rezki menjelaskan, Jambore Kader PKK dilangsungkan pada 1-3 September 2026 di Bukittinggi. Seluruh kader bahkan telah bertekad meraih hasil memuaskan pada Jambore tahun ini.

“Mengikuti Jambore tahun ini kita melakukan persiapan sebaik mungkin, mudah-mudahan meraih hasil membanggakan,” ungkainya. 

Hadir pada kesempatan itu tidak hanya Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, Ketua DWP Kota Padang, Nova Raju Minropa, Sekretaris TP-PKK Padang, Vanny Sri Rezki, tetapi juga Ketua Pokja I, II, III, dan IV serta Sekretariat PKK Padang dan Ketua PKK Kecamatan dan Kelurahan (*)

Ini 4 Peran Krusial AI dalam Mendukung Ekosistem Ketenagakerjaan    
Minggu, Juli 19, 2026

On Minggu, Juli 19, 2026

Ini Empat Peran Krusial AI dalam Mendukung Ekosistem Ketenagakerjaan
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi memaparkan empat peran krusial AI dalam mendukung ekosistem ketenagakerjaan. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker ) berkomitmen penuh memastikan tenaga kerja Indonesia siap menghadapi arus transformasi digital. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk merancang kebijakan ketenagakerjaan yang tepat sasaran, berbasis data, dan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi saat membuka Webinar bertema "AI untuk Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja & Perencanaan Pelatihan", Jumat (17/7/2026), mengatakan teknologi digital (khususnya AI) telah menjadi katalis utama yang mengubah lanskap dunia kerja, metode pembelajaran, hingga cara pemerintah merancang kebijakan publik.

"Mandat besar Kemnaker adalah memastikan tenaga kerja kita tidak tertinggal. Tantangannya bukan sekadar menyediakan pelatihan, tetapi memastikan pelatihan tersebut relevan dengan perkembangan industri. Di sinilah peran AI menjadi sangat krusial," ujar Cris Kuntadi.

Cris memaparkan empat peran krusial AI dalam mendukung ekosistem ketenagakerjaan. Yakni memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri secara cepat, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi (skill gap) yang harus segera ditutup, menyusun perencanaan pelatihan yang adaptif dan relevan dengan industri global, dan mendukung keputusan berbasis bukti (evidence-based decision making), bukan sekadar asumsi.

Kendati demikian, Cris mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Kunci utama keberhasilan transformasi ini tetap berada pada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

Aparatur pemerintah dan tenaga kerja dituntut memiliki pola pikir adaptif dan semangat belajar yang berkelanjutan (continuous learning).

"Mari jadikan AI sebagai mitra strategis untuk meningkatkan layanan publik, memperkuat efektivitas organisasi, dan mendongkrak daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah global," ujarnya.

Cris optimistis Indonesia mampu melakukan lompatan besar menuju masa depan ketenagakerjaan yang lebih unggul. 

Modal besar berupa jumlah tenaga kerja melimpah, semangat gotong royong, dan budaya belajar digital harus dipadukan secara apik dengan kekuatan teknologi AI.

Melalui webinar ini, Kemnaker berharap tercipta ruang diskusi produktif untuk bertukar gagasan sekaligus membangun ekosistem pengembangan SDM yang modern, inklusif, dan berbasis data demi kemajuan bangsa. (*)