HEADLINE
Wawako Maigus Nasir Apresiasi Pelaksanaan Pesantren Ramadan Khusus    
Minggu, Maret 15, 2026

On Minggu, Maret 15, 2026

Wawako Maigus Nasir Apresiasi Pelaksanaan Pesantren Ramadan Khusus
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi menutup Pesantren Ramadan Khusus tingkat SMP/MTs se-Kota Padang Tahun 1447 Hijriah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi menutup Pesantren Ramadan Khusus tingkat SMP/MTs se-Kota Padang Tahun 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Nurul Iman, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Pesantren Ramadan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara” ini berlangsung sejak 23 Februari hingga 15 Maret 2026 dengan diikuti 66 siswa pilihan dari sembilan sekolah di Kota Padang, terdiri dari enam SMP dan tiga MTs.

Para peserta dipersiapkan tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga kemampuan kepemimpinan untuk menghidupkan aktivitas masjid di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir mengapresiasi pelaksanaan Pesantren Ramadan khusus yang dirancang sebagai wadah pembinaan karakter sekaligus kaderisasi kepemimpinan bagi generasi muda Kota Padang.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang bersama  Kantor Kemenag Kota Padang dalam menyiapkan generasi muda sebagai pelopor gerakan remaja masjid. “Program ini menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam menyiapkan generasi muda sebagai pelopor gerakan remaja masjid. Alhamdulillah terlaksana secara baik dari awal hingga akhir,” ujarnya.

Maigus menambahkan bahwa kurikulum yang diterapkan dalam pesantren Ramadan khusus ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran agama, tetapi juga pembinaan kepemimpinan dan penguatan peran sosial generasi muda. “Program pesantren Ramadan khusus ini dipersiapkan untuk melahirkan pelopor Remaja Masjid Reborn. Mereka nantinya akan kembali ke masjid di lingkungan masing-masing dan sekaligus menjadi pelopor gerakan Smart Surau di Kota Padang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan rasa syukur melihat keterlibatan para alumni Pesantren Ramadan khusus yang mulai aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dan kepemudaan di sejumlah masjid. "Alhamdulillah, mereka mampu menunjukkan kapasitasnya dengan menyelenggarakan semarak Ramadan, dan juga pelaksanaan Remaja Masjid Agung Nurul Iman Festival 2026 kali ini," pungkas Maigus Nasir. (*)

Wako Fadly Amran Menutup Pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 H di Masjid Raya Al-Munawwarah Surau Gadang    
Minggu, Maret 15, 2026

On Minggu, Maret 15, 2026

Wako Fadly Amran Menutup Pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 H di Masjid Raya Al-Munawwarah Surau Gadang
Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi menutup pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 H. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi menutup pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 H di Masjid Raya Al-Munawwarah, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Minggu (15/3/2026).

Sebelum menutup kegiatan, Fadly Amran menyerahkan santunan kepada anak yatim dan menyaksikan pengukuhan Generasi Muda Masjid Raya Al Munawwarah (Gemara) periode 2026–2029. Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Masjid Raya Al-Munawwarah, Buya Masoed Abidin.

Fadly Amran menegaskan bahwa pembangunan generasi muda tidak hanya menitikberatkan pada aspek jasmani, tetapi juga pembinaan rohani. Karena itu Pemerintah Kota Padang menghadirkan program Smart Surau untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. 

“Salah satu aktivasi dalam program Smart Surau adalah gerakan Subuh Mubarakah, yang mendorong siswa melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid dan musala. Alhamdulillah, rata-rata 30 ribu hingga 60 ribu siswa tercatat mengikuti kegiatan ini setiap hari, dengan persentase 60 hingga 90 persen dari target yang kita harapkan,” tambahnya.

Selain program Subuh Mubarakah, Pemko Padang juga menggagas program Remaja Masjid Reborn, yang mendorong lahirnya berbagai kegiatan kreatif dari para pemuda di masjid dan musala. Melalui program ini, para remaja masjid didorong untuk menyusun kegiatan positif.

“Untuk tahap awal, kami menyiapkan anggaran sekitar Rp100 juta untuk mendukung kegiatan kreatif dari remaja masjid ini. Kami berharap melalui kegiatan ini masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pusat pembinaan generasi muda, serta ruang sosial masyarakat,” ujar Fadly Amran.

Sementara itu, Ketua Bidang Dakwah sekaligus Ketua Pesantren Ramadan Masjid Raya  Al-Munawwarah, Amora Lubis, menyampaikan dalam kegiatan ini diserahkan santunan kepada 30 orang anak yatim yang bertempat tinggal di lingkungan masjid, yang masing-masing menerima bantuan sebesar Rp1 juta. “Atas nama pengurus dan jamaah kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Padang yang dalam kesempatan ini memberikan 30 paket sembako kepada anak-anak yatim penerima santunan. Semoga perhatian ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya. (*)

KKP Hentikan Pemanfaatan Ruang Laut Tak Berizin Seluas 30 Ha di Gresik    
Minggu, Maret 15, 2026

On Minggu, Maret 15, 2026

KKP Hentikan Pemanfaatan Ruang Laut Tak Berizin Seluas 30 Ha di Gresik
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara aktivitas pemanfaatan ruang laut seluas 30,17 hektare di wilayah Gresik, Jawa Timur.

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara aktivitas pemanfaatan ruang laut seluas 30,17 hektare di wilayah Gresik, Jawa Timur.

Langkah strategis ini dilakukan oleh Pengawas Kelautan Pangkalan PSDKP Benoa pada Kamis (12/03/26) terhadap kegiatan milik PT. PIM. Penghentian dilakukan lantaran perusahaan tersebut beroperasi tanpa dilengkapi dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) , Pung Nugroho Saksono (Ipunk), yang terjun langsung memimpin penyegelan di lokasi, menegaskan bahwa pemanfaatan ruang laut sesuai ketentuan adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar demi masa depan sumber daya kelautan.

“Upaya ini merupakan bentuk KKP yang hadir untuk menjaga sumber daya laut dan pesisir Indonesia. Kami harus menghentikan kegiatan yang tidak sesuai ketentuan ini sejak dini, karena aktivitas pemanfaatan ruang laut tanpa PKKPRL sangat berpotensi memicu kerusakan ekosistem yang masif dan merugikan,” tegas Ipunk di lokasi penyegelan.

Berdasarkan hasil pengawasan Pengawas Kelautan di lapangan, aktivitas PT. PIM diduga kuat melanggar regulasi pemanfaatan ruang laut yang dapat mengancam keseimbangan pesisir Gresik. Ipunk menjelaskan bahwa tindakan penghentian sementara yang dilakukan oleh Polsus PWP3K ini merupakan wewenang sah yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 30 Tahun 2021, sebagai upaya mitigasi agar dampak pelanggaran tidak semakin meluas.

Lebih lanjut, Ipunk menegaskan bahwa aturan ini berlaku tanpa pandang bulu bagi seluruh pelaku usaha. Setiap entitas yang ingin memanfaatkan ruang laut diwajibkan memiliki PKKPRL. Khusus untuk aktivitas reklamasi, pelaku usaha juga mutlak harus mengantongi izin reklamasi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2021 dan dipertegas melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Selain diwajibkan memiliki izin, setiap pelaku usaha juga terikat untuk mematuhi seluruh rambu-rambu ekologis yang tertera di dalam perizinan tersebut, termasuk tidak melebihi kesesuaian luasan area usaha yang diizinkan.

“Terhadap pelanggaran di Gresik ini, setelah proses penghentian operasional, Ditjen PSDKP akan langsung melakukan pemeriksaan secara mendalam. Apabila ditemukan indikasi, kami akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku agar ada efek jera,” pungkas Ipunk.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa ekologi adalah panglima dalam tata kelola laut Indonesia. KKP tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk aktivitas pemanfaatan ruang laut yang merusak daya dukung lingkungan pesisir. (*)

Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Buka Penerimaan Santri Baru 2026/2027, Pendaftaran Gratis    
Minggu, Maret 15, 2026

On Minggu, Maret 15, 2026

Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Buka Penerimaan Santri Baru 2026/2027, Pendaftaran Gratis
Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas yang berlokasi di Korong Lubuak Aro, Nagari Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman. 

BENTENGSUMBAR.COM- 
Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas yang berlokasi di Korong Lubuak Aro, Nagari Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman, resmi membuka penerimaan santri baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027. 

Penerimaan ini menjadi kesempatan bagi para orang tua yang ingin memberikan pendidikan agama yang kuat sekaligus membentuk karakter anak menjadi pribadi yang mandiri dan berakhlak mulia.

Pondok pesantren ini terus berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan luas serta kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan zaman.

Dengan lingkungan pendidikan yang religius dan disiplin, para santri dibina agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, serta siap berkontribusi bagi masyarakat.

Berbagai program unggulan telah disiapkan untuk mendukung proses pembinaan para santri. Di antaranya Program Halaqah atau Mangaji Duduak yang menekankan penguatan ilmu agama, Program Muhadarah yang melatih kemampuan dakwah dan berbicara di depan umum, serta Program Maulang Kaji yang bertujuan memperdalam pemahaman keagamaan secara berkelanjutan.

Selain itu, para santri juga dibekali dengan kegiatan pengembangan diri melalui Program Literasi, Program Olahraga, serta berbagai perlombaan antar santri yang bertujuan menumbuhkan semangat belajar, kreativitas, serta jiwa kompetitif yang positif.

Menariknya, proses pendaftaran santri baru di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas ini tidak dipungut biaya atau gratis. Hal ini menjadi bentuk komitmen pondok pesantren untuk memberikan akses pendidikan agama yang luas bagi masyarakat.

Bagi orang tua yang ingin mendaftarkan anak atau kemenakan, dapat langsung menghubungi panitia penerimaan santri baru melalui nomor 0831-1009-0712 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan proses pendaftaran.

Dengan berbagai program pembinaan yang dimiliki, Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas diharapkan terus menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi Qur’ani, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (*)

Rakor di Kota Pariaman, Gubernur Mahyeldi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sinergitas Daerah    
Minggu, Maret 15, 2026

On Minggu, Maret 15, 2026

Rakor di Kota Pariaman, Gubernur Mahyeldi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sinergitas Daerah
Mahyeldi saat memimpin rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pemerintah Kota Pariaman.

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat sinergi dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar setiap potensi yang dimiliki daerah dapat dikelola secara optimal dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Mahyeldi saat memimpin rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pemerintah Kota Pariaman di Aula Balaikota Pariaman, Minggu (15/3/2026).

Rapat tersebut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi dan kota untuk membahas strategi percepatan pertumbuhan ekonomi sekaligus memaksimalkan potensi investasi yang masuk ke Sumbar. “Kita ingin potensi yang dimiliki kabupaten dan kota dapat dikolaborasikan dengan baik, mulai dari penguatan sektor pertanian, hilirisasi agroindustri hingga pengembangan pariwisata, sehingga memberikan hasil maksimal bagi pembangunan daerah,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi menjelaskan pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun 2025 tercatat sekitar 3,37 persen. Angka tersebut mengalami perlambatan, salah satunya akibat dampak bencana yang terjadi pada paruh akhir tahun. Meski demikian, pemerintah provinsi tetap optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai 7,2 persen pada 2029. Menurutnya, sejumlah proyek strategis yang tengah berjalan diperkirakan akan memberi dampak positif bagi pergerakan ekonomi daerah. Beberapa di antaranya adalah pembangunan Flyover Sitinjau Lauik dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun serta pembangunan jalan tol yang diperkirakan mencapai Rp25 triliun.

Pemerintah provinsi juga berupaya memastikan perputaran ekonomi dari proyek-proyek tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah, di antaranya melalui pemanfaatan material lokal serta kewajiban bagi perusahaan pelaksana proyek untuk membuka kantor perwakilan di Sumbar.

Selain membahas penguatan ekonomi daerah, Mahyeldi juga mengingatkan pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan dan pemudik saat Idulfitri, terutama di daerah tujuan wisata seperti Kota Pariaman. Ia meminta pengelola objek wisata untuk meningkatkan kebersihan kawasan, menjaga transparansi harga, serta memastikan standar keselamatan transportasi laut, khususnya bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Angso Duo. “Momentum libur Lebaran biasanya membawa peningkatan kunjungan wisata. Karena itu kita perlu memastikan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan berjalan dengan baik, sehingga memberikan pengalaman yang nyaman sekaligus berdampak positif bagi perekonomian daerah,” katanya.

Sementara itu, Walikota Pariaman, Yota Balad menyampaikan pemerintah kota akan terus memperkuat sektor pariwisata dan perikanan sebagai penggerak utama ekonomi daerah. “Potensi terbesar Kota Pariaman memang berada pada sektor wisata dan perikanan. Karena itu kami berharap dukungan dari pemerintah provinsi untuk pengembangannya,” ujar Yota.

Ia juga menyebut Pemerintah Kota Pariaman tengah menyiapkan berbagai agenda wisata dalam rangka menyambut perantau yang pulang kampung saat Lebaran melalui tradisi Piaman Barayo, yang menghadirkan berbagai permainan dan kegiatan budaya di kawasan pantai. Melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, diharapkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Sumatera Barat dapat berkembang secara optimal serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (adpsb/cen/bud)

Wako Fadly Amran Apresiasi Dedikasi dan Kepedulian Yayasan Lebah Muda Indonesia    
Minggu, Maret 15, 2026

On Minggu, Maret 15, 2026

Wako Fadly Amran Apresiasi Dedikasi dan Kepedulian Yayasan Lebah Muda Indonesia
Yayasan Sosial Lebah Muda Indonesia menyalurkan 400 paket sembako kepada keluarga kurang mampu. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Berbagi keberkahan di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Yayasan Sosial Lebah Muda Indonesia menyalurkan 400 paket sembako kepada keluarga kurang mampu di Kota Padang.

Penyerahan bantuan yang dihadiri langsung Wali Kota Padang Fadly Amran ini, digelar di Kantor Yayasan Lebah Muda Indonesia, Jalan Raya Pasir Kandang, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (15/3/2026).

Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kepedulian Yayasan Lebah Muda Indonesia yang secara konsisten membantu masyarakat yang membutuhkan. 

"Selamat kepada ibu-ibu yang menerima paket sembako Ramadan ini. Semoga bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok di dalam bulan Ramadan atau kebutuhan menjelang lebaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi semangat Yayasan Lebah Muda Indonesia yang terus menunjukkan kepedulian sosial bagi masyarakat kurang mampu. “Apresiasi tinggi kepada Yayasan Lebah Muda Indonesia yang telah tiga tahun konsisten membantu masyarakat. Gerakan positif seperti ini patut kita dukung bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lebah Muda Indonesia, Novi Busri, menyebutkan pembagian paket sembako ini merupakan bagian dari upaya pihaknya untuk berbagi keberkahan di bulan Ramadan. “Paket bantuan ini berasal dari sumbangan para donatur, termasuk dari Junior Chamber International (JCI) West Sumatera, ASN Pemerintah Kota Padang, serta donasi pribadi dari Bapak Wali Kota Padang,” sebutnya. 

Novi juga mengungkapkan, pihaknya tengah merancang langkah kemandirian ekonomi organisasi melalui pembentukan unit usaha berbasis UMKM. "Dalam waktu dekat, kita berencana mendirikan depot air minum isi ulang bernama Lebah Muda. Keuntungan dari unit usaha ini nantinya akan kami tabung untuk mendukung kegiatan sosial yang lebih besar,” katanya. (*)

DPRD Padang Soroti Aksi Pemalakan di Pantai Padang, Minta Aparat Bertindak    
Minggu, Maret 15, 2026

On Minggu, Maret 15, 2026

DPRD Padang Soroti Aksi Pemalakan di Pantai Padang, Minta Aparat Bertindak
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, menyoroti masih terjadinya aksi pemalakan terhadap pengunjung di kawasan Pantai Padang

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, menyoroti masih terjadinya aksi pemalakan terhadap pengunjung di kawasan Pantai Padang. Ia meminta pemerintah kota bersama aparat terkait segera mengambil tindakan tegas karena kejadian tersebut dinilai merusak citra pariwisata Kota Padang, terlebih menjelang meningkatnya kunjungan wisata saat Hari Raya Idul Fitri.

Sorotan tersebut muncul setelah beredar sebuah video pendek di media sosial yang memperlihatkan seorang pria menahan telepon genggam milik pengunjung di kawasan pantai. Video yang sempat viral di Instagram itu menuai banyak kecaman dari warganet karena dianggap menunjukkan belum tuntasnya persoalan pungutan liar dan pemalakan di salah satu ikon pariwisata Kota Padang tersebut. Osman Ayub mengatakan praktik pemalakan di kawasan wisata itu bukan kali pertama terjadi. Ia menilai kasus yang terus berulang menandakan perlunya langkah penanganan serius dan terkoordinasi dari berbagai pihak. “Pemalakan ini bukan baru sekali terjadi. Sudah beberapa kali muncul kasus serupa. Karena itu kami minta aparat terkait segera bertindak dan jangan dibiarkan berlarut-larut,” ujar Osman Ayub, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama pihak kecamatan, aparat keamanan, serta dinas terkait yang memiliki kewenangan di kawasan wisata. Ia meminta Camat Padang Barat segera berkoordinasi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk Danramil dan Kapolsek setempat, untuk mencari solusi konkret agar kejadian serupa tidak terulang. “Camat Padang Barat harus berkoordinasi dengan Danramil, Kapolsek, dan juga Dinas Pariwisata. Ini sudah tidak bisa dibiarkan karena menyangkut kenyamanan wisatawan,” katanya.

Osman menegaskan kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dalam waktu dekat Kota Padang akan menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan saat libur lebaran. Kawasan Pantai Padang merupakan salah satu destinasi utama yang selalu dipadati pengunjung. Jika praktik pemalakan terus terjadi, menurutnya hal itu dapat merusak citra pariwisata daerah dan menurunkan kepercayaan wisatawan yang datang berkunjung. Ia juga menyoroti adanya dugaan tindakan intimidasi terhadap pengunjung, bahkan sampai pada penyitaan telepon genggam milik wisatawan. Hal tersebut dinilai sudah masuk ranah pidana dan harus ditindak tegas oleh aparat. “Kalau sudah sampai intimidasi dan penyitaan barang milik pengunjung, itu sudah pidana. Ini sangat memalukan bagi kawasan wisata kita,” tegasnya.

Sebagai fungsi pengawasan di DPRD, Osman menyebut pihaknya sebelumnya juga telah melakukan pembahasan atau hearing dengan dinas terkait mengenai persoalan serupa yang terjadi di beberapa kawasan wisata. Namun demikian, ia menyayangkan karena hingga kini praktik tersebut masih kembali terjadi di kawasan Pantai Padang. “Persoalan ini sebenarnya sudah pernah kami bahas dengan dinas terkait. Harusnya itu menjadi pembelajaran agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Ia meminta Pemerintah Kota Padang, khususnya Dinas Pariwisata, untuk lebih serius menangani persoalan tersebut dengan langkah nyata di lapangan. Selain itu, Osman juga mendorong adanya koordinasi lintas instansi, termasuk melibatkan Satpol PP, aparat kecamatan, unsur pariwisata, serta kepolisian setempat. “Kami selaku pimpinan DPRD Kota Padang meminta persoalan ini ditangani serius. Duduk bersama cari solusi, libatkan Satpol PP, Dinas Pariwisata, kecamatan, dan kepolisian,” katanya.

Osman berharap langkah penertiban dan pengawasan di kawasan wisata dapat diperkuat agar pengunjung merasa aman dan nyaman saat berwisata di Pantai Padang. “Jangan sampai kejadian yang sama terus berulang. Ini menyangkut citra pariwisata Kota Padang dan kenyamanan masyarakat yang datang berkunjung,” tutupnya. (*)