HEADLINE
Investasi Harus Berdampak Nyata pada Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

Investasi Harus Berdampak Nyata pada Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, dalam peresmian fasilitas produksi baru PT Givaudan Indonesia di kawasan GIIC, Cikarang, Bekasi, Jumat (3/7/2026). (Foto: Ist). 
BENTENGSUMBAR.COM – Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa setiap investasi harus memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja berkualitas. 

Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, dalam peresmian fasilitas produksi baru PT Givaudan Indonesia di kawasan GIIC, Cikarang, Bekasi, Jumat (3/7/2026).

"Setiap investasi baru memiliki makna strategis bagi pemerintah dalam upaya perluasan kesempatan kerja. Fokus kita adalah memastikan agar pertumbuhan dunia usaha berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia," ujar Wamenaker.

Afriansyah mengatakan, fasilitas produksi baru ini menjadi salah satu titik pantau pemerintah terkait pemanfaatan investasi bagi perluasan kesempatan kerja. Pada tahap awal ekspansi (Proyek Karti ni) ini, perusahaan mencatatkan penyerapan 60 tenaga kerja baru. 

Pada tahap selanjutnya, fasilitas produksi baru ini ditargetkan dapat menyerap kurang lebih 400 tenaga kerja.

"Kami Pemerintah menekankan agar komitmen penyerapan tenaga kerja ini terus berlanjut secara terukur pada tahap-tahap investasi berikutnya," katanya.

Selain penyerapan tenaga kerja, pemerintah juga mengingatkan PT Givaudan Indonesia untuk tetap memenuhi kewajiban operasional sesuai standar ketenagakerjaan.

Hal ini mencakup penerapan sistem pengupahan yang adil, jaminan hak-hak normatif, serta penguatan komunikasi bipartit dengan serikat pekerja (SPKEP SPSI PT Givaudan Indonesia) untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis.

"Pemerintah terus mendorong agar setiap entitas bisnis, termasuk PT Givaudan Indonesia, mengedepankan prinsip bahwa keberhasilan investasi harus memberikan manfaat luas, terutama bagi kesejahteraan pekerja dan masyarakat sekitar," pungkasnya. (*)

Wako Fadly Amran Hadiri Peluncuran Program Padang Mandiri Benih Padi di Areal Persawahan Kelompok Tani Desa Baru    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

Wako Fadly Amran Hadiri Peluncuran Program Padang Mandiri Benih Padi di Areal Persawahan Kelompok Tani Desa Baru
Pemerintah Kota (Pemko) Padang resmi meluncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang resmi meluncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewujudkan kemandirian benih melalui pemberdayaan penangkar lokal.

Hadir Wali Kota Padang, Fadly Amran, tokoh Pertanian Sumatera Barat, Prof. James Hellyward, perwakilan Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), perwakilan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Perwakilan UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sumatera Barat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Padang, Didi Aryadi, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, sejumlah Kepala OPD terkait di lingkup Pemko Padang, Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama dan sejumlah kelompok tani penerima bantuan benih padi bersertifikat.

Program yang merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Melayani itu diluncurkan Wali Kota Padang, Fadly Amran, di areal persawahan Kelompok Tani Desa Baru, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (3/7/2026), yang dirangkai dengan penyerahan bantuan benih padi bersertifikat kepada sejumlah kelompok tani.

Fadly Amran menegaskan sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama ketahanan pangan Kota Padang. Dengan luas baku sawah mencapai 4.358 hektare, ketersediaan benih unggul dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani dan penangkar benih.

"Melalui program Padang Mandiri Benih Padi, kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap benih dari luar daerah sekaligus memperkuat kapasitas penangkar benih lokal. Manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan petani pengguna benih, tetapi juga kelompok penangkar yang memproduksinya," katanya. 

Fadly Amran mengungkapkan pada tahun 2026 Pemko Padang melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan 14,37 ton benih padi bersertifikat kepada 29 kelompok tani di enam kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, dan Bungus Teluk Kabung.

Bantuan tersebut ditargetkan memenuhi kebutuhan benih untuk 575 hektare lahan sawah di Kota Padang, sekaligus mendukung program strategis nasional sesuai Asta Cita Presiden RI dalam mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan pangan.

Lebih lanjut, Wali Kota Padang juga menekankan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian dari alih fungsi, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi, peningkatan mutu benih, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Melalui mekanisme off take yang didukung APBD Kota Padang tahun 2026, hasil produksi penangkar benih akan terserap secara berkelanjutan. Dengan demikian, tercipta siklus yang saling menguntungkan, dimana penangkar memperoleh kepastian pemasaran, sementara kelompok tani mendapatkan benih unggul yang sesuai dengan kondisi lahan sawah di Kota Padang," ujarnya. 

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga dukungan penyuluh, kelompok tani, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.

Mengakhiri sambutan, Fadly Amran berharap sektor pertanian mampu menjadi daya tarik bagi generasi muda melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. Ia menilai kehadiran petani milenial akan menjadi salah satu kunci keberlanjutan pembangunan pertanian di Kota Padang, tanpa mengorbankan keberadaan lahan pertanian akibat perkembangan investasi.

"Yang harus kita dorong bukan hanya penyediaan benih, tetapi juga teknologi pertanian, peningkatan mutu, dan kolaborasi semua pihak. Dengan lahan yang terbatas, kita ingin hasil pertanian terus meningkat sehingga semakin menyejahterakan petani," cakapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menyebutkan Program Padang Mandiri Benih Padi merupakan implementasi RPJMD Kota Padang 2025-2030. Program tersebut lahir sebagai respons terhadap berkurangnya luas baku sawah di Kota Padang dari 5.216 hektare pada 2019 menjadi 4.358 hektare pada 2024, serta masih tingginya penggunaan benih yang belum bersertifikat di kalangan petani.

Yoice menambahkan, melalui program ini, Pemko Padang menargetkan seluruh kebutuhan benih padi bersertifikat dipenuhi oleh penangkar lokal. Program tersebut akan dilanjutkan hingga 2030 dengan target pada 2029 seluruh lahan sawah di Kota Padang telah menggunakan benih padi bersertifikat hasil produksi penangkar lokal.

"Kita berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas produksi penangkar, memperluas kelompok tani penerima manfaat, serta memperkuat dukungan anggaran agar kemandirian benih padi di Kota Padang dapat terwujud secara berkelanjutan," ujarnya. (*)

Wako Fadly Amran Terima Kunjungan General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

Wako Fadly Amran Terima Kunjungan General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur
Wali Kota Padang menerima kunjungan General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat, 3 Juli 2026. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang menerima kunjungan General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat, 3 Juli 2026.

Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran, General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri, Kepala Dinas Perhubungan Yudi Indra Sani, Dinas Perdagangan, jajaran Pelindo Regional 2 Teluk Bayur.

General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar menyampaikan terdapat dua agenda utama yang dibahas bersama Wali Kota Padang. Pertama, dukungan terhadap penataan kawasan Batang Arau dan Muara Padang melalui pembangunan Maritim Center sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata.

"Secara desain sudah final. Saat ini kami sedang dalam proses pelelangan. Insya Allah tahun ini mulai kita eksekusi, " katanya. 

Ferrial menjelaskan, pembangunan Maritim Center yang telah lama dinantikan masyarakat akan mulai dieksekusi pada tahun 2026. Menurutnya, desain bangunan telah rampung dan saat ini memasuki tahap proses pelelangan.

Maritim Center akan dibangun setinggi tiga lantai. Lantai pertama difungsikan sebagai area kedatangan dan keberangkatan penumpang bertaraf nasional. Lantai kedua akan dilengkapi fasilitas kafetaria, sedangkan lantai ketiga menjadi ruang pamer (showroom) yang menampilkan informasi kemaritiman, sejarah Batang Arau, serta potensi destinasi wisata di Sumatera Barat.

Selain pembangunan Maritim Center, Pelindo juga akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Padang dalam penataan kawasan Batang Arau secara menyeluruh. Pembahasan lanjutan akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, serta instansi terkait lainnya.

"Kami ingin mendukung program unggulan Bapak Wali Kota di kawasan Muara Padang melalui penataan yang terintegrasi. Ini merupakan salah satu komitmen Pelindo sebagai BUMN yang berada di Kota Padang untuk mendukung berbagai program unggulan Pemerintah Kota Padang," cakapnya. 

Ferrial melanjutkan, agenda kedua yang dibahas adalah pengembangan kawasan Pelabuhan Teluk Bayur guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pelindo, kata Ferrial, siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Padang melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengoptimalkan potensi ekonomi di kawasan pelabuhan.

"Kami akan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan daerah melalui kolaborasi dengan BUMD yang dimiliki Pemerintah Kota Padang," ungkapnya. 

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas komitmen Pelindo dalam mendukung berbagai program strategis Pemerintah Kota Padang. Menurut Fadly Amran, penataan kawasan pesisir menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang karena memiliki potensi besar sebagai penggerak sektor pariwisata, perikanan, dan perekonomian masyarakat.

"Kita berharap kawasan Muara Padang dapat berkembang menjadi kawasan dermaga yang representatif sekaligus pusat pengembangan pariwisata, perikanan, dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di sisi barat Kota Padang. Karena itu, kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dan Pelindo sangat penting agar pengembangan kawasan ini dapat berjalan secara terintegrasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya. (Prokompin)

Lamang Tapai Uni Tina: Teksturnya Lembut dan Rasa Santannya Tetap Terasa    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

Lamang Tapai Uni Tina: Teksturnya Lembut dan Rasa Santannya Tetap Terasa
Martina (40), pemilik usaha Lamang Tapai Uni Tina di Seberang Padang Utara RT 07 RW 04, Kota Padang. (Foto: Diskominfo Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah perkembangan kuliner modern, Martina (40), pemilik usaha Lamang Tapai Uni Tina di Seberang Padang Utara RT 07 RW 04, Kota Padang, tetap konsisten mempertahankan cita rasa kuliner tradisional Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun dari keluarganya.

Usaha lamang tapai yang dijalankannya merupakan kelanjutan dari usaha orang tua yang telah dirintis sejak lama. Martina sendiri telah meneruskan usaha tersebut selama kurang lebih 10 tahun dengan membuka usaha secara mandiri di lokasi saat ini.

"Saya memilih usaha lamang tapai ini karena ingin meneruskan usaha orang tua. Usaha ini memang sudah turun-temurun dari keluarga," kata Martina atau Uni Tina (40 tahun), Jumat, 3 Juli 2026, di Padang. 

Lamang tapai merupakan salah satu kuliner khas Minangkabau yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar. Karena itu, ia berkomitmen menjaga kualitas produk agar tetap diminati masyarakat.

Lamang Tapai Uni Tina memiliki ciri khas pada tekstur lamang yang lembut dengan cita rasa santan yang terasa gurih. Selain itu, usahanya juga menyediakan berbagai varian lamang, seperti lamang baluo, lamang pisang, dan lamang pulut hitam.

"Lamang di tempat kami teksturnya lembut dan rasa santannya tetap terasa. Kami juga menyediakan beberapa variasi lamang untuk memenuhi selera pelanggan," ungkapnya. 

Menjaga kualitas rasa menjadi strategi utama dalam mempertahankan pelanggan di tengah naiknya harga bahan baku. Menurutnya, perubahan harga bahan tidak boleh memengaruhi kualitas produk yang telah dipercaya masyarakat selama bertahun-tahun.

"Walaupun harga bahan baku naik, rasa tetap kami jaga dan tidak pernah berubah. Itu yang menjadi komitmen kami kepada pelanggan," ujarnya. 

Selain mengandalkan kualitas produk, Martina juga mendapatkan pembinaan dari pelaku UMKM di Kecamatan Padang Selatan yang membantu pengembangan usaha, terutama dalam bidang pemasaran dan promosi.

"Kami dibina oleh UMKM Padang Selatan. Alhamdulillah, mereka selalu membantu dalam pemasaran dan promosi produk lamang tapai kami ke berbagai tempat, termasuk saat ada kegiatan atau acara tertentu," katanya. 

Melalui konsistensi menjaga cita rasa dan dukungan pembinaan UMKM, Martina berharap Lamang Tapai Uni Tina dapat terus berkembang sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan kuliner tradisional Minangkabau agar tetap dikenal oleh generasi mendatang. (Diskominfo).

Wako Fadly Amran Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda Tentang Perubahan APBD Kota Padang TA 2026    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Padang
Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Padang. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Padang dengan agenda penyampaian nota keuangan dan Ranperda Tentang Perubahan APBD Kota Padang TA 2026 di ruang Sidang Utama Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Jumat 3 Juli 2026.

Hadir, Wali Kota Padang Fadly Amran, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Para Asisten, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tamu Undangan. 

Fadly Amran menyampaikan nota keuangan dan Ranperda Tentang Perubahan APBD Kota Padang TA 2026 disusun mengacu pada kesepakatan perubahan KUA-PPAS Tahun 2026 yang telah disepakati pada 27 Juni 2026 lalu, dan dilanjukan dengan penyusun Ranperda tentang perubahan APBD TA 2026.

Fadly Amran menjelaskan, rancangan perubahan APBD TA 2026 ini dilakukanan karena adanya penyesuaian proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD), alokasi anggaran perangkat daerah, dan pengalokasian Kembali sisa SiLPA 2025 hasil audit BPK, penangan pemulihan pascabencana 2025 lalu, dan transfer keuangan daerah sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59 Tahun 2026.

"Rancangan Perubahan APBD TA 2026 ini memiliki keselarasan dengan Prioritas Perencanaan Pembangunan Nasional dan Prioritas Perencanaan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dikaitkan dengan Kebijakan Pembangunan Kota Padang Tahun 2026," katanya. 

Fadly Amran menyebutkan, pada perubahan APBD TA 2026, PAD direncanakan sebesar Rp. 1,04 triliun atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 15,73 miliar atau naik sebesar 1,54 persen. Pendapatan transfer yang semula Rp1,53 triliun disesuaikan menjadi Rp2,02 triliun, bertambah sebesar Rp. 488,81 miliar atau naik 31,92 persen. Maka Secara total pendapatan daerah bertambah sebesar Rp. 504,53 miliar atau 19,74 persen dari semula Rp. 2,55 triliun menjadi Rp. 3,06 triliun.

Sementara itu, dari sisi belanja daerah, Belanja operasi sebesar Rp. 2,66 triliun, sebelumnya pada APBD awal 2026 sebesar Rp. 2,46 triliun, mengalami kenaikan sebesar 8,06 persen.

Belanja modal sebesar Rp. 529,42 miliar, sebelumnya pada APBD awal 2026 sebesar Rp. 220,93 miliar, mengalami kenaikan sebesar 139,62 persen. Belanja tidak terduga sebesar Rp. 5,01 miliar, sebelumnya pada APBD awal 2026 sebesar Rp. 8,31 miliar, mengalami penurunan sebesar 39,73 persen.

Belanja transfer sebesar Rp. 5 miliar, sebelumnya pada APBD awal 2026 sebesar nol rupiah. Jadi secara total belanja daerah bertambah sebesar Rp. 509,21 miliar atau 18,87 persen dari anggaran semula Rp. 2,69 triliun menjadi Rp. 3,21 triliun.

Penerimaan pembiayaan pada Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp. 157,48  miliar yang merupakan sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) tahun 2025. Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan keseluruhan sebesar Rp. 10,77 miliar.

Pada rencana pendapatan daerah dan belanja daerah yang telah disampaikan tadi, terdapat defisit belanja sebesar Rp. 146,71 miliar yang akan ditutupi dari surplus pembiayaan netto sebesar Rp. 146,71 milyar sehingga Rancangan Perubahan APBD TA 2026 menjadi berimbang.

"Kami berharap kiranya rancangan perubahan APBD TA 2026 ini dapat disetujui bersama pada 13 Juli 2026, sebagaimana yang telah dijadwalkan oleh badan musyawarah DPRD Kota Padang, sehingga pada Agustus 2026 perubahan APBD dapat kita laksanakan," ujarnya. (Prokompin)

Layanan Diseminasi Komunikasi Masyarakat Bidang Kekayaan Intelektual, Ini Kata Wako Fadly Amran    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

Layanan Diseminasi Komunikasi Masyarakat Bidang Kekayaan Intelektual, Ini Kata Wako Fadly Amran
Pemerintah Kota Padang berkomitmen penuh dalam melindungi ekosistem ekonomi kreatif dan produk unggulan daerah melalui penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang berkomitmen penuh dalam melindungi ekosistem ekonomi kreatif dan produk unggulan daerah melalui penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). 

Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran, Anggota Komisi XIII DPR RI, Shadiq Pasadigoe, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat, yang diwakili oleh Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya, Desmainar, dan Tokoh masyarakat sekaligus mantan Ketua Komisi Informasi Publik Kota Padang, Syamsurizal.

Langkah strategis ini diambil guna mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas sekaligus memuluskan langkah Kota Padang menjadi Nominator Kota Kreatif Dunia UNESCO di bidang kuliner (gastronomi).

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengungkapkan bahwa Kota Padang memiliki potensi besar di bidang perdagangan dan pendidikan, di mana 60 persen pendapatan daerah disumbangkan oleh sektor UMKM, dan 40 persen di antaranya berasal dari bidang kuliner. Saat ini, Pemko Padang melalui Pemerintah Pusat tengah berpacu dengan waktu untuk mengajukan diri ke UNESCO sebagai kota kreatif dunia.

Sebagai bagian dari persiapan, Pemko Padang akan menampilkan berbagai produk unggulan UMKM pada momentum Hari Jadi Kota (HJK) Padang mendatang. Kegiatan ini nantinya dikawal langsung oleh Dewan Kuliner demi memuluskan langkah menuju kota gastronomi dunia.

"Kita sedang berkompetisi dengan waktu. Banyak produk kita di luar sana, seperti rendang dan lainnya, yang tidak dihasilkan langsung dari Padang. Jika ingin UMKM Padang naik kelas, diperlukan proteksi hukum (HAKI). Dengan begitu, Padang memiliki produk unggulan dan branding yang kuat untuk jangka panjang," ujarnya, Jumat, 3 Juli 2026, di Asrama Haji Padang. 

Anggota DPR RI Komisi XIII, Shadiq Pasadigoe mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Padang yang konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya manajemen HAKI agar karya para kreator terjamin secara hukum.

"Potensi luar biasa yang kita miliki jangan sampai diklaim oleh pihak lain hanya karena tidak adanya perlindungan hukum. HAKI bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan bentuk penghargaan negara terhadap kreativitas. Kami di DPR RI akan terus mendorong agar cita-cita Padang menjadi kota gastronomi dunia bidang kuliner segera terwujud," katanya. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat, yang diwakili oleh Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya, Desmainar, menyebutkan bahwa perlindungan merek dan hak cipta merupakan kebutuhan mendasar bagi UMKM Padang untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar.

"Kami mengapresiasi konsistensi Wali Kota Padang dalam memfasilitasi pelaku UMKM, IKM, dan ekonomi kreatif. Dengan komitmen ini, kita optimis Kota Padang tidak hanya dikenal dengan perdagangannya, tetapi juga mampu melahirkan kekayaan intelektual bernilai ekonomi tinggi di tingkat nasional maupun internasional," cakapnya. 

Tokoh masyarakat sekaligus mantan Ketua Komisi Informasi Publik Kota Padang, Syamsurizal, mengingatkan bahwa kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) saat ini mulai menggerus kreativitas para kreator lokal. Oleh karena itu, kegiatan diseminasi ini dinilai sangat krusial untuk memberikan informasi akurat dan benteng hukum bagi hak cipta masyarakat Padang. (Prokompin)

Resmikan Radar Frekwensi Tinggi di Pariaman, Gubernur: Perkuat Mitigasi Bencana dan Keselamatan Masyarakat Pesisir    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

Resmikan Radar Frekwensi Tinggi di Pariaman, Gubernur: Perkuat Mitigasi Bencana dan Keselamatan Masyarakat Pesisir
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meresmikan pengoperasionalan High Frequency (HF) Radar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pantai Taman Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Jumat (3/7/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meresmikan pengoperasionalan High Frequency (HF) Radar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pantai Taman Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Jumat (3/7/2026). Kehadiran teknologi tersebut bertujuan untuk memperkuat mitigasi bencana bagi masyarakat di wilayah pesisir.

Gubernur Mahyeldi mengapresiasi BMKG yang terus memperkuat sistem observasi kelautan nasional melalui pemasangan HF Radar di Sumbar. Menurutnya, perangkat tersebut akan melengkapi upaya pemerintah dalam membangun sistem peringatan dini yang semakin andal di daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

Mahyeldi mengatakan, masyarakat Minangkabau sejak dahulu mengenal falsafah Alam Takambang Jadi Guru yang mengajarkan pentingnya membaca tanda-tanda alam. Di era modern, kearifan tersebut semakin diperkuat dengan dukungan teknologi yang mampu memantau dinamika laut secara real time.

“HF Radar ini ibarat mata yang memantau laut dari darat. Alat ini mampu memberikan informasi mengenai arah dan pergerakan arus laut, tinggi gelombang, hingga perubahan kondisi laut yang berpotensi menjadi tanda awal bencana. Informasi ini sangat penting untuk keselamatan nelayan maupun masyarakat pesisir,” ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan, keberadaan HF Radar menjadi instrumen penting dalam memperkuat mitigasi terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami, termasuk potensi megathrust di pesisir barat Sumatera. Dengan sistem pemantauan yang semakin baik, risiko dan dampak bencana diharapkan dapat ditekan.

Selain mendukung mitigasi bencana, Mahyeldi menilai data yang dihasilkan HF Radar juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung keselamatan pelayaran, meningkatkan produktivitas sektor perikanan, serta memperkuat sistem keamanan dan pertahanan wilayah laut Indonesia.

“Kita ingin Sumatera Barat berperan sebagai bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional, baik ketahanan keamanan, pangan, energi, maupun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kehadiran HF Radar menjadi salah satu instrumen yang sangat mendukung upaya tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Mahyeldi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar pada tahun 2026 telah mengadakan empat unit Early Warning System (EWS) tsunami. Ia berharap sistem tersebut dapat terintegrasi dengan perangkat BMKG sehingga perlindungan terhadap masyarakat pesisir semakin optimal. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, BMKG, dan berbagai mitra, termasuk kerja sama internasasional dalam pengembangan sensor EWS, perlu terus diperkuat agar seluruh sistem pemantauan berfungsi maksimal.

Sementara itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa pemasangan HF Radar merupakan bagian dari proyek Marine Meteorological System (MMS) 2 yang bertujuan memperkuat sistem observasi meteorologi maritim nasional. Sumbar dipilih karena memiliki posisi strategis dengan aktivitas pelayaran dan perikanan yang tinggi serta berada di kawasan rawan gempa dan tsunami.

Menurut Teuku Faisal, HF Radar mampu memantau arus permukaan laut, karakteristik gelombang, dan berbagai parameter oseanografi secara berkelanjutan. Informasi tersebut tidak hanya mendukung keselamatan pelayaran dan aktivitas nelayan, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem pendukung peringatan dini tsunami. BMKG juga terus memperkuat edukasi kebencanaan melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Iklim bagi petani, serta Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyampaikan bahwa kehadiran HF Radar merupakan fasilitas strategis yang akan memberikan manfaat besar bagi keselamatan masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut. Ia berharap dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan BMKG dapat terus berlanjut, termasuk dalam pembangunan shelter evakuasi tsunami di Kota Pariaman yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Selain itu, Pemerintah Kota Pariaman akan mengintegrasikan informasi BMKG ke dalam sistem informasi publik daerah agar data kondisi laut dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Direktur Meteorologi Maritim, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu, Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan, Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, unsur Forkopimda, sejumlah kepala OPD, serta para pemangku kepentingan terkait. (adpsb/rmz/bud)

14 Group Band Asal Sumbar Meriahkan Gandoriah Musik Fest Kota Pariaman    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

14 Group Band Asal Sumbar Meriahkan Gandoriah Musik Fest Kota Pariaman
Wali Kota Pariaman Yota Balad sumbangkan suara emasnya membawakan dua lagu yang bernuansa ska sebagai tanda dibukanya secara resmi acara Gandoriah Musik Fest. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Sebanyak 14 group band yang berasal dari Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat meriahkan Gandoriah Music Fest dan menghangatkan suasana malam dalam rangkaian acara hari jadi kota Pariaman ke 24 Tahun, yang dilaksanakan di Youth Centre Gor Rawang Kota Pariaman, Kamis malam (2/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Pariaman Yota Balad sumbangkan suara emasnya membawakan dua lagu yang bernuansa ska sebagai tanda dibukanya secara resmi acara Gandoriah Musik Fest tersebut. Atas terselenggaranya kegiatan ini Yota Balad sampaikan rasa terimakasih dan apresiasinya kepada pihak panitia beserta kru yang turut hadir malam itu.

“Sesuai dengan visi misi Balad –Mulyadi yang mana salah satu bunyinya yaitu menjadikan Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata. Salah satu cara untuk meramaikan wisata itu adalah dengan menggelar Gandoriah Musik Fest untuk melampiaskan jiwa seni anak-anak berbakat yang berada di Kota Pariaman,” ujar Yota Balad. 

“Kami ingin anak-anak Kota Pariaman ini bisa melampiaskan aktivitasnya kepada hal-hal yang positif selain olahraga, budaya dan seni harus kita galakkan di Kota Pariaman dengan tujuan menjauhkan anak-anak kita dari narkoba, LGBT dan hal-hal negatif lainnya,” ulas Yota Balad.

Kepada semua generasi muda penerus bangsa khususnya generasi muda Kota Pariaman Yota Balad berpesan, agar mereka bisa melaksanakan hari-harinya sebagai orang yang berpikiran positif, dengan kegiatan positif dan hilangkan kegiatan negatif yang tidak bermanfaat sehingga hidup mereka berkulaitas dan penuh makna dengan hal-hal yang bermanfaat sehingga bisa memotivasi generasi muda lainnya untuk mencontoh kebaikan tersebut.

Yota Balad mengingatkan kepada peserta yang ikut lomba ini, menang atau kalah dalam setiap perlombaan itu adalah hal yang biasa terjadi. Buat yang juara jangan jadi jumawa (sombong) dan bagi yang kalah jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan berikutnya untuk meraih juara tersebut.

“Insyaallah tahun depan kita akan buat lagi kegiatan seperti ini dengan peserta yang lebih banyak lagi kalau bisa kita akan buat levelnya untuk se- Indonesia,” pungkas Yota Balad.

Akhirnya acara Gandoriah Musik Fest berakhir dengan pengumuman dari dewan juri yang menyampaikan pemenang lomba yang telah digelar seharian penuh. Untuk Juara satu diraih oleh Silika peserta dari Kota Padang Panjang, Juara ke dua diraih oleh Scatter dari Kota Payakumbuh dan Juara tiga diraih oleh SCE dari Kota Padang. (si/at)

HUT Ke-24 Pariaman, Pemko Gelar Sholawat, Zukir dan Doa Bersama    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

HUT Ke-24 Pariaman, Pemko Gelar Sholawat, Zukir dan Doa Bersama
Acara dihadiri  Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, Forkopimda, dan Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Pariaman menggelar kegiatan Sholawat, Zikir, dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pariaman ke-24 di halaman Balaikota Pariaman, Jumat (3/7).

Acara dihadiri  Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, Forkopimda, dan Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar.

Selain itu, Ketua TP PKK Kota pariaman, Ny. Yosneli Balad, Ketua GOW Kota Pariaman, Ny. Dina Mulyadi, dan Ketua DWP Kota Pariaman, Ny. Nelvia Azhar.

Termasuk jajaran Kepala OPD, camat, kepala desa/lurah, ASN Pemkot Pariaman, hingga tokoh masyarakat dan alim ulama.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyampaikan  pada usia yang ke-24, Kota Pariaman terus berkomitmen untuk maju dan berbenah di segala sektor sesuai dengan tema HUT tahun ini, yaitu "Bergerak Cepat, Pariaman Hebat". 

Ia menekankan bahwa kesuksesan pembangunan infrastruktur dan pariwisata, seperti gelaran Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 yang lalu.

" Ini tidak akan bermakna tanpa diimbangi pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia," tegasnya. (R/at)