HEADLINE
Reses, Anggota DPRD Kota Padang Dewi Susanti Serap Aspirasi Warga di Kelurahan Bungus Timur    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026


BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Dewi Susanti kembali menggelar reses pada masa sidang I tahun 2026 di Dapil 4, yaitu Kecamatan Lubuk Begalung, Bungus Teluk Kabung. 

Pada reses I tahun 2026 ini, ia melaksanakan kegiatan reses dengan menjaring aspirasi warga di di RT 001/RW 006 Kelurahan Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk Kabung bertempat di Mushalla Raudathul Jannah jalan Sarasah RT.001 RW.006 Kelurahan Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk. Kabung, Kamis (3/9/2026). 

Hadir pada kegiatan reses itu, Camat Bungus, Lurah Bungus Timur, Ketua LPM Kecamatan Bungus ,Ketua RT 001,Ketua RW 006, Sekretaris KSB PAC Kecamatan Bungus, Ketua pemuda, dan tokoh masyarakat setempat serta warga.

Pada kesempatan itu, Dewi Susanti menegaskan, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal legislatif, tetapi menjadi ruang penting untuk mendengar langsung kebutuhan dan persoalan masyarakat. 

Ia menyebut, setiap aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan diperjuangkan, baik di tingkat DPRD Kota Padang, pemerintah kota hingga ke pemerintah pusat.

“Reses ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan warga, lalu memperjuangkannya dalam kebijakan dan program pembangunan,” ujar Dewi Susanti.

Berbagai aspirasi yang mencuat dalam reses tersebut di antaranya terkait pembangunan infrastruktur lingkungan, betonisasi jalan Sarasah di RT 001 RW 006 sepanjang lebih kurang 400 meter, bantuan dana untuk sarana dan prasarana kegiatan KSB PAC Kecamatan Bungus, pemberdayaan masyarakat, hingga dukungan terhadap program sosial dan ketahanan pangan di Bungus Teluk Kabung.

Dewi Susanti memastikan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan prioritas dalam pembahasan program pembangunan ke depan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan kolaborasi demi kemajuan Kota Padang, khususnya Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

“Kami ingin pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, aspirasi warga akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan bersama,” pungkas Dewi Susanti srikandi dari partai Gerindra, anggota DPRD Kota Padang tiga periode ini.

Lurah Bungus Timur, Zainal .S.Pd,. menyampaikan ucapan terimakasih banyak dengan kegiatan reses masa sidang I tahun 2026 dan atas kedatangan anggota DPRD Kota Padang, Dewi Susanti di Kelurahan Bungus Timur. 

"Ini menjadi penyejuk bagi kami serta membawa kemajuan serta kebaikan bagi pembangunan disini. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih banyak, semoga melalui kegiatan reses ini, apa - apa yang telah disampaikan warga atau aspirasi dari warga dapat diperjuangkan dan terealisasikan dengan baik melalui buk Dewi Susanti di legislatif maupun melalui pemerintah Kota Padang, " pungkasnya. (bim)

Editor: Zamri Yahya, WU

Wali Kota Pariaman Salurkan Bantuan Pangan Beras untuk 1.373 KPM di Pariaman Utara    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Wali Kota Pariaman Salurkan Bantuan Pangan Beras untuk 1.373 KPM di Pariaman Utara
Penyerahan bantuan dipusatkan di Kantor Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, Jum’at (4/9). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman kembali mendistribusikan bantuan pangan beras kepada 1.373 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. 

Penyerahan bantuan dipusatkan di Kantor Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, Jum’at (4/9).

Wali Kota Pariaman menyampaikan bahwa bantuan beras ini merupakan wujud kepedulian pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi keluarga.

“Kami sengaja mendekatkan titik penyaluran di Kantor Desa Sikapak Timur ini agar Bapak dan Ibu penerima tidak perlu jauh-jauh mengambil bantuan. Harapan kita prosesnya cepat, tertib, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh keluarga di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kota Pariaman, Marlina Sepa menambahkan bahwa pendistribusian hari ini menyasar delapan desa di wilayah Pariaman Utara dengan total penerima mencapai 1.373 KPM.

“Seluruh data penerima telah diverifikasi agar tepat sasaran. Dengan pembagian per kelompok desa di titik sentral ini, alur penyerahan menjadi lebih efisien dan teratur,” jelasnya.

Adapun rincian data penerima bantuan pangan hari ini, yaitu Desa Tungkal Selatan sebanyak 297 KPM, Cubadak Air Utara 251 KPM, Cubadak Air 246 KPM, Balai Naras 203 KPM, Tungkal Utara 178 KPM, Sikapak Timur 176 KPM, Cubadak Air Selatan 140 KPM dan Tanjung Saba 82 KPM.

Penyaluran bantuan beras berlangsung lancar dengan pendampingan dari perangkat desa dan dinas terkait hingga seluruh kuota terdistribusikan kepada warga yang berhak.(wi/at)

Pemko Padang Berikan Dukungan Penuh Terhadap Penyelenggaraan Pertamina Goes to Campus  2026, Ini Kata Fauzan Ibnovi    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Pemko Padang Berikan Dukungan Penuh Terhadap Penyelenggaraan Pertamina Goes to Campus  2026, Ini Kata Fauzan Ibnovi
Pemerintah Kota (Pemko) Padang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan Pertamina Goes to Campus. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan Pertamina Goes to Campus yang berlangsung secara meriah di Auditorium Universitas Andalas (Unand), Jumat (4/9/2026).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang, Fauzan Ibnovi, hadir secara langsung di lokasi acara untuk mewakili Wali Kota Padang memenuhi undangan resmi penyelenggara.

"Alhamdulillah kegiatan ini terlaksana dengan sukses, dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat dan juga didampingi oleh Vice President Pertamina dan juga Rektor Unand," katanya. 

Agenda ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi dengan didampingi oleh jajaran pimpinan tinggi PT Pertamina (Persero) yakni Vice President Pertamina serta Rektor Universitas Andalas.

Program Pertamina Goes to Campus merupakan bentuk kolaborasi bersinergi antara PT Pertamina (Persero) dengan perguruan tinggi untuk memberikan wawasan mendalam mengenai tata kelola energi nasional, transisi energi berkelanjutan, serta peluang inovasi di sektor industri energi bagi dunia kampus.

Melalui forum edukatif ini, Pemko Padang berharap dapat terbangun keterikatan yang kuat antara dunia industri dan civitas academica. Mahasiswa Unand diharapkan tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang menawarkan ide-ide kreatif dan riset aplikatif untuk memajukan potensi daerah.

"Harapan kita adalah kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa-mahasiswa Universitas Andalas, untuk bagaimana nanti ke depan ikut dalam pengembangan energi, ikut menjadi alternatif solusi yang bisa mendukung keberadaan dari potensi-potensi Sumatera Barat," tutur Fauzan Ibnovi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Dony Oskaria Panggil Dirut Patra Niaga Usai Terima Laporan Solar Langka dari Sumbar    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Dony Oskaria Panggil Dirut Patra Niaga Usai Terima Laporan Solar Langka dari Sumbar
Komitmen itu disampaikan Dony saat menerima Mahyeldi dalam pertemuan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Foto: Toad). 

BENTENGSUMBAR.COM
- COO Danantara Dony Oskaria memastikan akan segera menindaklanjuti laporan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi terkait kelangkaan solar yang masih terjadi di berbagai daerah di Sumbar.

Komitmen itu disampaikan Dony saat menerima Mahyeldi dalam pertemuan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Menurut Dony, ketersediaan bahan bakar minyak merupakan kebutuhan penting masyarakat sehingga distribusinya harus berjalan lancar.

"Saya panggil segera Dirut Patra Niaga," kata Dony saat merespons laporan mengenai antrean panjang kendaraan akibat kelangkaan solar.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Mahyeldi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar belum memperoleh akses terhadap data distribusi BBM dari Pertamina. Padahal, data tersebut dinilai penting untuk mengawasi penyaluran solar dan mencegah penyalahgunaan.

Dony yang juga menjabat Kepala BP BUMN menegaskan persoalan distribusi BBM tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain membahas solar, Dony dan Mahyeldi juga mendiskusikan sejumlah agenda strategis pembangunan di Sumbar. 

Topik yang dibahas meliputi pengembangan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), penanganan pertambangan tanpa izin (PETI), proyek energi baru terbarukan, pemanfaatan gas Sinamar, pembangunan jalan tol, hingga pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur.

Terkait maraknya aktivitas PETI di Sumbar, Dony menawarkan pendekatan yang menggabungkan aspek ekonomi masyarakat dan perlindungan lingkungan. 

Ia meminta pemerintah daerah melakukan pendataan secara akurat terhadap aktivitas pertambangan rakyat yang ada.

Menurut Dony, Danantara akan mendorong PT Antam berperan sebagai perusahaan inti, sementara kelompok tambang rakyat yang telah mengantongi izin dapat menjadi plasma dalam ekosistem pertambangan yang lebih tertata.

Skema tersebut, katanya, harus disertai pengelolaan lingkungan yang ketat, termasuk penyusunan AMDAL, reklamasi lahan, serta penanaman kembali kawasan pascatambang.

"Hilirisasi, reklamasi, dan penanaman kembali harus berjalan bersamaan agar manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat dijaga," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menyerahkan proposal lima proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) senilai Rp5,35 triliun untuk periode 2027-2029.

Lima proyek yang diajukan meliputi PLTS Terapung Singkarak di Tanah Datar, PLTS Sijunjung, PLTS Mentawai, PLTS Pesisir Selatan, serta PLTG Sijunjung yang memanfaatkan potensi gas dari Blok Sinamar.

Dony menilai pengembangan energi baru terbarukan dan pemanfaatan gas domestik memiliki potensi besar untuk memperkuat pasokan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 

Namun, ia menegaskan seluruh proyek harus didukung kesiapan dokumen, kepastian perizinan, dan koordinasi lintas instansi.

Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan gas Sinamar di Kabupaten Sijunjung. Cadangan gas di wilayah kerja South West Bukit Barisan itu diperkirakan mencapai 35 MMSCFD dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pembangkit listrik.

Selain sektor energi, pembahasan juga mencakup rencana pengembangan jalan tol dan perluasan kawasan Pelabuhan Teluk Bayur. 

Menurut Dony, proyek-proyek tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas dan mempercepat pergerakan barang serta investasi di Sumbar.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BP BUMN Tedy Bharata, Corporate Secretary Danantara Asset Management Maya Tyas Asmoro, dan Tenaga Ahli BP BUMN Khairul Jasmi.

Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat menindaklanjuti seluruh pembahasan melalui pertemuan teknis yang melibatkan kementerian, BUMN, dan instansi terkait guna mempercepat realisasi berbagai program strategis di Sumatera Barat. (*)

Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Imbau Warga Padang Kurangi Aktivitas Luar Ruangan Di Tengah Kabut Asap    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Imbau Warga Padang Kurangi Aktivitas Luar Ruangan Di Tengah Kabut Asap
Nanda Satria mengatakan, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Padang diduga kuat merupakan dampak asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah. (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kondisi kualitas udara di Kota Padang yang menurun akibat kabut asap mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria. 

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama kondisi udara belum kembali normal.

Nanda Satria mengatakan, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Padang diduga kuat merupakan dampak asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah provinsi tetangga. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara di Padang ikut terdampak.

“Kita harus melihat kondisi ini sebagai persoalan kesehatan masyarakat. Ketika kualitas udara menurun dan kabut asap semakin terasa, masyarakat harus mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama aktivitas yang tidak terlalu mendesak,” ujar Nanda Satria.

Ia meminta masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara, untuk lebih berhati-hati. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi sampai kondisi udara membaik. 

Selain membatasi aktivitas di luar rumah, Nanda juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, bergizi, serta mencukupi kebutuhan cairan.

“Di tengah kondisi seperti ini, menjaga kesehatan sangat penting. Konsumsi makanan bergizi dan sehat, cukup minum, serta istirahat yang cukup. Jangan sampai kondisi udara yang buruk kemudian menimbulkan masalah kesehatan baru,” katanya.

Dorong WFH bagi ASN Pemprov Sumbar

Untuk mengurangi paparan masyarakat terhadap udara yang tidak sehat, Nanda Satria juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempertimbangkan penerapan Work From Home (WFH) bagi pegawai di lingkungan Pemprov Sumbar apabila kondisi kualitas udara terus memburuk.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu langkah mitigasi sementara sekaligus mengurangi mobilitas masyarakat di tengah kondisi kabut asap.

“Kita meminta Pemprov mempertimbangkan WFH bagi pegawai jika kondisi udara memang sudah tidak sehat. Ini bukan soal mengurangi pelayanan publik, tetapi bagian dari upaya melindungi kesehatan pegawai dan masyarakat,” tegasnya.

Sekolah Diminta Pertimbangkan Pembelajaran Daring

Nanda Satria juga meminta pemerintah melalui instansi terkait mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran secara daring apabila kualitas udara di Padang dan daerah terdampak berada pada kondisi yang tidak aman bagi aktivitas anak-anak di luar ruangan.

“Anak-anak harus menjadi perhatian utama. Jika kondisi udara tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar di sekolah, maka pembelajaran daring dapat menjadi alternatif sementara sampai kualitas udara kembali membaik,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut harus dilakukan berdasarkan pemantauan kualitas udara dan koordinasi pemerintah daerah bersama instansi terkait.

Nanda berharap pemerintah terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala serta mengambil langkah cepat apabila kondisi semakin memburuk.

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kita berharap kondisi kabut asap ini segera berlalu dan kualitas udara di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, kembali normal,” cakapnya. 

Nanda Satria juga menyampaikan untuk pemerintah kabupaten/kota di Sumbar yang terkena dampak kabut asap juga melaksanakan hal tersebut. (*)

Pemko Padang Gelar Ekspose Program untuk LSS UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Pemko Padang Gelar Ekspose Program untuk LSS UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026
Pemko Padang gelar pemaparan materi bagi jenjang SMP dalam agenda Ekspose Penilaian LSS UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang menggelar pemaparan materi bagi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam agenda Ekspose Penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026 di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan ini menghadirkan tim juri penilaian serta perwakilan sekolah peserta yang memaparkan kesiapan dan strategi penerapannya di lingkungan sekolah masing-masing.

Untuk jenjang SMP, sebanyak lima perwakilan sekolah terbaik tampil memaparkan program dan inovasi kesehatan sekolahnya, yaitu SMPN 8 Padang, SMPN 25 Padang, SMPN 11 Padang, SMP Semen Padang, dan SMP Pembangunan Laboratorium UNP. Seluruh sekolah peserta menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih, sehat, dan berbudaya lingkungan.

Kepala SMPN 25 Padang, Herry Susanto, menjelaskan bahwa persiapan menghadapi ajang ini dilaksanakan secara terstruktur melalui pembentukan Tim Sekolah Sehat serta penguatan jaringan kolaborasi lintas sektor. Sekolah menjalin kerja sama (MoU) dengan berbagai instansi terkait, seperti Puskesmas, KUA, DLH, Bank Sampah, dan Dinas Sosial, guna mendukung implementasi program secara menyeluruh.

“Sebagian besar program tentu sudah kita implementasikan, baik pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan, penerapan lingkungan sehat, kemudian kita melakukan MoU juga dengan berbagai pihak yang nantinya tentunya MoU ini akan mendukung proses implementasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan sekolah sehat," katanya. 

Sebagai inovasi unggulan, SMPN 25 Padang mengusung program "Kamus Biru" (Kajian Muslimah Berkarakter, Inovatif, dan Up to Date) yang digelar setiap Jumat bagi siswi perempuan. Program ini diisi dengan edukasi kesehatan reproduksi dari tenaga medis, bimbingan karakter, serta pelatihan keterampilan menyulam dan ecoprint. Selain itu, sekolah juga memanfaatkan lahan tidur menjadi area tanaman pangan dan kolam budidaya, serta menggalakkan pemanfaatan komposter dan daur ulang sampah.

“Cuma sebenarnya yang paling penting bagi kami bukan lombanya, tapi kita ingin menjadikan lomba ini bukan akhir, melainkan awal dari bagaimana SMP Negeri 25 Padang semakin bangkit dan semakin baik untuk menerapkan pendidikan lingkungan sedini mungkin kepada anak-anak kita," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Kesiswaan SMP Semen Padang, Nasrul, memaparkan kesiapan sekolahnya yang dibangun berbasis fondasi rekam jejak sebagai penerima penghargaan Adiwiyata Mandiri tingkat nasional. Membina sebanyak 408 siswa (207 laki-laki dan 191 perempuan), SMP Semen Padang berfokus mengimplementasikan empat pilar sekolah sehat melalui pembagian tugas terstruktur (SK Guru), pembenahan administrasi, serta penataan fasilitas lapangan.

“Persiapan sekolah kami, baik itu yang berkaitan dengan administrasi, berkaitan dengan lapangan, siswa, guru, orang tua, alhamdulillah sudah kami rancang dengan baik. Hal ini bisa kami manajemen dengan cara berkolaborasi, berinteraksi, dan saling kerja sama guna untuk mewujudkan Sekolah Sehat SMP Semen Padang," cakapnya. 

Nasrul menambahkan bahwa keberhasilan program sekolah sehat bertumpu pada kolaborasi yang solid antarelemen sekolah, orang tua murid, serta kemitraan dengan DLH, Biro K3LH, Puskesmas, hingga jajaran kecamatan dan kelurahan. Melalui ajang ini, seluruh sekolah peserta berharap budaya peduli lingkungan tidak berhenti saat lomba selesai, melainkan terus menjadi kebiasaan yang melekat pada seluruh warga sekolah secara berkelanjutan.

“Pesan kami karena program ini adalah program berkelanjutan, tentu kepada pemerintah tetap mempertahankan program ini karena ini sangat butuh sekali. Terhenti saja satu periode program ini, maka seluruh sekolah mereka akan molor lagi, akan mundur lagi. Sekolah tidak saja berprestasi di bidang akademik saja, tapi non-akademik dan sekolah yang peduli terhadap lingkungan," ujarnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gubernur Mahyeldi Perintahkan SPPG Palupuh Ditutup Sementara, Tunggu Hasil Investigasi    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Gubernur Mahyeldi Perintahkan SPPG Palupuh Ditutup Sementara, Tunggu Hasil Investigasi
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meminta operasional dapur SPPG di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dihentikan sementara menyusul dugaan gangguan kesehatan yang dialami 237 siswa dan guru setelah menyantap menu MBG. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dihentikan sementara menyusul dugaan gangguan kesehatan yang dialami 237 siswa dan guru setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Mahyeldi menegaskan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan keamanan makanan sekaligus memberikan ruang bagi tim terkait melakukan pemeriksaan dan investigasi terhadap dugaan kejadian tersebut.

“Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Amankan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dipastikan tidak ada pelanggaran atau persoalan yang membahayakan, baru operasional dapat dilanjutkan,” tegas Mahyeldi usai menghadiri kegiatan di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko sekaligus memastikan penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif. Pemeriksaan dan investigasi dilakukan oleh instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bersama pihak terkait lainnya.

Mahyeldi juga meminta seluruh pengelola dapur SPPG di Sumatera Barat meningkatkan standar pengawasan, kebersihan, pengolahan, hingga distribusi makanan. Setiap potensi persoalan harus segera dikoordinasikan dengan instansi kesehatan dan pihak terkait.

“Ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh pengelola dapur MBG. Jangan sampai program yang bertujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak justru menimbulkan persoalan kesehatan. Keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Puskesmas Palupuh dan 13 puskesmas pembantu (pustu), sebanyak 237 siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala seperti mual, sakit perut, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9) kemarin. Sebagian di antaranya sempat mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan terhadap sampel makanan dan dapur SPPG dilakukan untuk memastikan sumber munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.

Kepala SPPG Palupuh, Wahyu Saputra, mengatakan menu yang dibagikan pada Selasa (1/9) terdiri atas telur puyuh dan sayuran berupa timun, tomat, serta selada. Menurutnya, tidak terdapat laporan keluhan kesehatan saat makanan dibagikan dan pihak SPPG baru mengetahui adanya keluhan dari siswa pada hari berikutnya.

“Kami juga terkejut dengan kejadian ini. Saat pembagian MBG tidak ada laporan terkait keluhan atau dugaan keracunan. Kami sekarang berkoordinasi dengan pihak terkait dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Agam, Aryo, menyatakan pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pihak untuk memastikan kronologi serta penyebab kejadian. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dan KPPG terkait.

Berdasarkan informasi terakhir, seluruh siswa dan guru yang sebelumnya mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Pemprov Sumbar terus memantau perkembangan kondisi mereka serta menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah selanjutnya. (adpsb/bud)