HEADLINE
Maigus Nasir Tegaskan Sinergi Pemko Padang dan TNI AL, Pergantian Dankodaeral II Jadi Momentum Perkuat Pembangunan    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Maigus Nasir Tegaskan Sinergi Pemko Padang dan TNI AL, Pergantian Dankodaeral II Jadi Momentum Perkuat Pembangunan
Maigus Nasir saat menghadiri acara lepas sambut Komandan Kodaeral II Padang di Auditorium Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Senin (26/10/2026) malam. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pergantian kepemimpinan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Laut dan Pemerintah Kota Padang. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor harus terus berlanjut demi mendukung pembangunan daerah, menjaga kondusivitas wilayah, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan.

Pesan tersebut disampaikan Maigus Nasir saat menghadiri acara lepas sambut Komandan Kodaeral II Padang di Auditorium Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Senin (26/10/2026) malam. Kegiatan ini menandai pergantian kepemimpinan dari Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung kepada Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza, sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara jajaran TNI AL, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.

Atas nama Pemerintah Kota Padang dan masyarakat, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas pengabdian Sarimpunan Tanjung selama bertugas di Ranah Minang. Menurutnya, kontribusi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan laut, tetapi juga menyentuh berbagai bidang pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Padang.

“Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan warga Kota Padang, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung atas dedikasinya selama memimpin Kodaeral II. Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga sukses selalu,” ujar Maigus Nasir.

Ia menambahkan, kerja sama Kodaeral II dengan Pemko Padang selama ini telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan konkret. Dukungan terhadap rangkaian Hari Jadi Kota Padang, pengembangan sektor kemaritiman, pembersihan Sungai Batang Arau, pembinaan generasi muda, penguatan ketahanan pangan, hingga kesiapsiagaan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi menjadi bagian dari kolaborasi yang dinilai penting untuk terus dipertahankan.

“Kita merasakan langsung manfaatnya karena hampir seluruh hal yang beliau sampaikan dapat ditindaklanjuti dengan baik. Kita berharap sinergi Pemko Padang dan Kodaeral II terus berlanjut melalui berbagai aksi dan upaya bersama untuk mendukung pembangunan dan kemajuan Kota Padang,” tegasnya. Harapan ini sekaligus menjadi dorongan agar komunikasi antarlembaga tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut dalam program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kepada Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza, Maigus Nasir menyampaikan selamat datang dan berharap hubungan baik yang telah dibangun dapat semakin diperkuat. Ia menilai dukungan TNI AL, pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan Kota Padang. Kolaborasi tersebut juga penting dalam menghadapi risiko bencana dan berbagai persoalan yang membutuhkan respons bersama.

Sementara itu, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah se-Sumatera Barat dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya. Ia bertugas di Padang sejak September 2024, ketika masih menjabat Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) II Padang, sebelum organisasi tersebut berganti nama menjadi Kodaeral II Padang. Selanjutnya, ia mengemban amanah sebagai Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Laut Tingkat III Bidang Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut dan Politik Keamanan Nasional di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.

Adapun Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza, yang sebelumnya menjabat Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, menyatakan kesiapannya melanjutkan program dan kerja sama yang telah dirintis pendahulunya. Putra kelahiran Kota Payakumbuh tersebut menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama dan adat, dunia usaha, media, serta masyarakat dalam menjalankan tugas pengabdian di Sumatera Barat. Acara lepas sambut ini turut dihadiri unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang, pimpinan OPD Pemprov Sumbar, pimpinan BUMN/BUMD, mitra kerja Kodaeral II, serta jajaran pejabat utama Kodaeral II Padang. Ke depan, keberlanjutan sinergi antara Pemko Padang dan Kodaeral II diharapkan semakin memperkuat pembangunan, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan daerah demi kepentingan masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Paragon Kahf Salurkan 11.000 Masker N95 dan 50 Tabung Oksigen untuk Korban Karhutla, Perkuat Bantuan Kesehatan di Kalimantan    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Paragon Kahf Salurkan 11.000 Masker N95 dan 50 Tabung Oksigen untuk Korban Karhutla, Perkuat Bantuan Kesehatan di Kalimantan
Paragon Kahf menyalurkan bantuan kesehatan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berupa 50 tabung oksigen beserta perlengkapannya, 1.200 selang dan nebulizer, serta 11.000 masker N95 untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (26/10/2026). (Fotdok: Eko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat akibat paparan asap. Merespons kondisi tersebut, Paragon Kahf menyalurkan bantuan kesehatan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berupa 50 tabung oksigen beserta perlengkapannya, 1.200 selang dan nebulizer, serta 11.000 masker N95 untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (26/10/2026).

Bantuan ini menjadi langkah nyata Paragon Kahf dalam mendukung upaya pemerintah menangani dampak karhutla, terutama dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan membantu para relawan yang bekerja di lapangan. Di tengah tantangan penanganan kebakaran dan paparan asap, dukungan peralatan medis serta perlindungan pernapasan diharapkan dapat membantu memperkuat kesiapan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.

Penyerahan bantuan ini melanjutkan rangkaian dukungan Paragon Kahf di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah sejak Agustus 2026. Bersama sejumlah mitra, termasuk Rumah Zakat, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Baitulmaal Munzalan Indonesia (BMI), dan Kalaweit Foundation, Paragon Kahf telah memberikan bantuan perlengkapan pemadaman, kebutuhan dasar masyarakat, layanan kesehatan, serta sarana pemantauan hutan.

Dukungan untuk petugas pemadam kebakaran telah dimulai pada 26 Agustus 2026. Bersama Rumah Zakat, Paragon Kahf menyalurkan alat pelindung diri (APD) dan 100 gulung selang pemadam kepada Asosiasi Damkar Kalimantan Barat di Kubu Raya. Bantuan tersebut ditujukan untuk menunjang keselamatan petugas sekaligus mendukung kebutuhan operasional dalam menghadapi kebakaran di lapangan.

Kepedulian kemudian berlanjut pada awal September melalui penyaluran air bersih, masker, dan vitamin di Kubu Raya pada 2 September 2026. Sehari berselang, bantuan air minum dan layanan kesehatan diberikan kepada masyarakat di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Langkah ini memperlihatkan bahwa penanganan dampak karhutla tidak hanya membutuhkan upaya pemadaman, tetapi juga dukungan terhadap kebutuhan dasar dan kesehatan warga.

Pada 18 September 2026, Paragon Kahf bersama Kalaweit Foundation turut memberikan armada patroli pemadam dan sarana transportasi untuk pemantauan hutan di Barito Utara, Kalimantan Tengah. Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu mobilitas tim patroli dan mendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Dukungan ini melengkapi upaya bantuan darurat dengan perhatian terhadap pemantauan dan perlindungan kawasan hutan.

Keterlibatan juga datang dari karyawan ParagonCorp melalui inisiatif Paragonian Bergerak. Pada 9 Oktober 2026, sebanyak 12.500 masker KN95 dibagikan kepada masyarakat dan pelajar di Palangka Raya untuk membantu memenuhi kebutuhan perlindungan dari paparan asap. Kahf juga membagikan produk sabun mandi kepada relawan di lokasi karhutla sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka dalam menghadapi situasi yang menantang.

Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, menegaskan bahwa kontribusi perusahaan perlu berjalan beriringan dengan upaya pemerintah dan para mitra. “Kami berharap bantuan yang diserahkan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia hari ini dapat menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Bersama para mitra, kami juga terus mempelajari kebutuhan di lapangan sebagai dasar untuk menyiapkan bantuan berikutnya, termasuk pada masa pemulihan,” ujar Astri. Ia berharap masyarakat terdampak dan para relawan senantiasa diberi kekuatan serta penanganan karhutla dapat berjalan lancar.

Melalui rangkaian bantuan kesehatan, perlengkapan pemadaman, kebutuhan dasar, dan sarana patroli hutan, Paragon Kahf berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam merespons dampak karhutla di Kalimantan. Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya kesinambungan bantuan, mulai dari penanganan kondisi darurat hingga pemulihan masyarakat dan lingkungan. Dengan kerja sama pemerintah, organisasi kemanusiaan, relawan, dan sektor swasta, perlindungan terhadap warga terdampak diharapkan semakin optimal dan kebutuhan di lapangan dapat ditangani secara berkelanjutan. (Eko). 

Editor: Zamri Yahya, WU

1.400 Rumah Warga Padang Masuk Program BSPS, Fadly Amran Perketat Pengawasan Huntap Pascabencana    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

1.400 Rumah Warga Padang Masuk Program BSPS, Fadly Amran Perketat Pengawasan Huntap Pascabencana
Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menerima audiensi Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera III, Iswanto, beserta jajaran di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (26/10/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabar penting bagi masyarakat Kota Padang! Sebanyak 1.400 unit rumah masuk dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sementara sekitar 164 unit hunian tetap (huntap) disiapkan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi. Program perumahan tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menerima audiensi Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera III, Iswanto, beserta jajaran di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (26/10/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat koordinasi pembangunan perumahan dan penataan kawasan permukiman di Kota Padang. Selain program BSPS dan pembangunan huntap, pembahasan juga mencakup perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) serta penanganan kawasan permukiman kumuh agar masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang lebih layak, aman, dan sehat.

Kepala BP3KP Sumatera III, Iswanto, menyebutkan program BSPS menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dengan alokasi 1.400 unit rumah di Kota Padang. Sementara itu, sekitar 164 unit huntap diperuntukkan bagi warga terdampak bencana. Adapun bantuan perbaikan RTLH diprioritaskan bagi masyarakat dalam kelompok desil 1–4 berdasarkan data sosial ekonomi, sehingga ketepatan sasaran menjadi perhatian penting dalam pelaksanaannya.

Di balik target pembangunan tersebut, Fadly Amran menegaskan bahwa persoalan lahan dan administrasi aset harus diselesaikan sejak awal. Pemerintah Kota Padang siap memperkuat koordinasi dengan BP3KP Sumatera III dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar pelaksanaan program tidak terhambat persoalan administratif maupun memunculkan masalah hukum di kemudian hari.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap pemanfaatan rumah dan lahan lama milik warga yang direlokasi ke huntap akibat bencana hidrometeorologi. Fadly meminta OPD terkait memastikan aset tersebut digunakan sesuai ketentuan. Pengawasan diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan bantuan, termasuk penyewaan atau penjualan rumah dan lahan tanpa kejelasan status serta aturan pemanfaatannya.

Tak hanya memastikan pembangunan rumah baru berjalan sesuai target, Wali Kota Padang juga meminta tim terkait memeriksa kondisi rumah lama warga penerima huntap. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan tidak terjadi pembangunan kembali di kawasan rawan bencana yang tidak diperbolehkan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan warga agar tidak kembali menghadapi risiko bencana di lokasi yang telah ditinggalkan.

Fadly Amran menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar program bantuan perumahan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kita harus memastikan rumah dan lahan warga terdampak dikelola sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan atau temuan pemeriksaan di kemudian hari. Jangan sampai bantuan yang diberikan justru memunculkan masalah baru,” tegasnya. Ia juga menekankan perlunya sosialisasi kepada masyarakat agar kebijakan relokasi dipahami dan dilaksanakan secara benar.

Sementara itu, Iswanto menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Padang dalam melanjutkan program perumahan dan penanganan kawasan kumuh. Menurutnya, sinergi antara BP3KP Sumatera III dan Pemko Padang sangat penting untuk mempercepat penyelesaian administrasi serta proses serah terima aset huntap setelah pembangunan selesai. Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Padang, Didi Aryadi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Tri Hadiyanto, serta Kepala Dinas Pertanahan, Raf Indria.

Melalui penguatan koordinasi ini, Pemko Padang berharap program BSPS, pembangunan huntap, perbaikan RTLH, dan penanganan permukiman kumuh dapat berjalan lebih efektif serta tepat sasaran. Tantangannya bukan hanya membangun rumah, tetapi juga memastikan legalitas aset, ketepatan penerima bantuan, dan keselamatan warga tetap terjaga. Dengan pengawasan yang konsisten, program perumahan diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus warga yang terdampak bencana di Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Operasi Patuh Singgalang 2026 Dimulai, Wali Kota Solok dan Polres Perkuat Disiplin Lalu Lintas    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Operasi Patuh Singgalang 2026 Dimulai, Wali Kota Solok dan Polres Perkuat Disiplin Lalu Lintas
Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., hadir dalam kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Polres Solok Kota, Senin (26/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Upaya meningkatkan disiplin berlalu lintas di Kota Solok kembali diperkuat melalui pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Singgalang 2026. Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., hadir dalam kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Polres Solok Kota, Senin (26/10/2026), sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap terciptanya keamanan dan keselamatan di jalan raya.

Operasi Patuh Singgalang 2026 menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar semakin tertib saat berkendara. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan juga bentuk tanggung jawab bersama dalam melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Solok Kota. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan personel sekaligus membangun koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan operasi agar berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kehadiran Wali Kota Solok menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Upaya menciptakan jalan raya yang aman tidak cukup hanya mengandalkan petugas kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat sebagai pengguna jalan.

Sejumlah unsur turut menghadiri apel tersebut, di antaranya Ketua DPRD Kota Solok, Komandan Kodim 0309/Solok, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala Cabang Jasa Raharja Kota Solok. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam mendukung keselamatan dan ketertiban lalu lintas.

Melalui Operasi Patuh Singgalang 2026, peningkatan kedisiplinan pengendara menjadi salah satu sasaran penting. Masyarakat diharapkan semakin patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengutamakan sikap tertib dan bertanggung jawab selama berkendara.

Selain menekan angka pelanggaran, operasi ini juga diharapkan berkontribusi dalam mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Kesadaran pengendara untuk mematuhi aturan menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman, sekaligus meminimalkan potensi kerugian material maupun risiko keselamatan jiwa.

Sinergi antara Pemerintah Kota Solok, Polres Solok Kota, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Jasa Raharja diharapkan mampu memperkuat upaya membangun ketertiban berlalu lintas secara berkelanjutan. Penegakan aturan perlu berjalan seiring dengan edukasi agar masyarakat memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan kepentingan bersama.

Dengan dimulainya Operasi Patuh Singgalang 2026, masyarakat Kota Solok diharapkan semakin disiplin, waspada, dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. Dukungan seluruh pihak menjadi kunci untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan nyaman bagi seluruh warga. Tertib berlalu lintas bukan hanya tentang menghindari pelanggaran, tetapi juga tentang menjaga keselamatan setiap perjalanan. (80)

Editor: Zamri Yahya, WU

Gienno Soundana Borong 4 Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Pembenahan Pendampingan Atlet    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Gienno Soundana Borong 4 Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Pembenahan Pendampingan Atlet
Tampil di ajang internasional TNT Global Classic Malaysia 2026 di Nexus Connexion Bangsar South, Kuala Lumpur, Gienno sukses membawa pulang empat medali sekaligus. (Fotdok: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet binaraga asal Kota Payakumbuh, Gienno Soundana. Tampil di ajang internasional TNT Global Classic Malaysia 2026 di Nexus Connexion Bangsar South, Kuala Lumpur, Gienno sukses membawa pulang empat medali sekaligus, membuktikan bahwa atlet daerah mampu bersaing di panggung internasional meski harus berjuang dengan biaya sendiri.

Empat medali tersebut terdiri dari tiga emas pada kategori NPC Regional dan satu perak di kategori IFBB Pro Qualifier. Prestasi itu diraih dalam kejuaraan yang berlangsung pada Minggu (18/10/2026). Capaian Gienno bukan sekadar menambah koleksi penghargaan pribadi, tetapi juga mengangkat nama Payakumbuh dan Indonesia di kompetisi binaraga internasional.

Kepulangan Gienno bersama keluarganya mendapat sambutan langsung dari Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dan Sekretaris Daerah Rida Ananda di Balai Kota Payakumbuh, Senin (26/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Gienno memperlihatkan empat medali yang berhasil diraihnya sebagai bukti perjuangan dan kerja keras selama mengikuti kompetisi di Malaysia.

Wali Kota Zulmaeta menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Gienno menunjukkan bahwa potensi atlet Payakumbuh memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat internasional. Terlebih, perjuangan itu dilakukan secara mandiri tanpa dukungan pendanaan dari instansi pemerintah, sebuah kondisi yang menjadi perhatian dalam upaya memperkuat pembinaan olahraga daerah.

“Pemerintah Kota Payakumbuh sangat bangga atas pencapaian luar biasa ini. Gienno membuktikan bahwa dengan perjuangan mandiri, talenta Payakumbuh mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di panggung dunia,” tegas Zulmaeta. Apresiasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membahas bagaimana atlet berprestasi dapat memperoleh pendampingan yang lebih baik ketika menghadapi kompetisi berikutnya.

Tak berhenti pada pemberian apresiasi, Zulmaeta langsung menginstruksikan jajaran Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh agar lebih proaktif mendampingi atlet berprestasi. Ia meminta koordinasi antara pemerintah daerah dan atlet diperkuat sehingga kebutuhan pembinaan, persiapan pertandingan, serta peluang mengikuti kejuaraan dapat dibahas lebih awal dan terarah.

“Ke depan, saya instruksikan jajaran Disparpora untuk lebih proaktif bersinergi. Terus dampingi para atlet kita yang berprestasi seperti ini,” ujarnya. Instruksi itu menjadi sinyal penting bagi penguatan sistem pembinaan olahraga, terutama dalam membangun komunikasi yang lebih efektif antara atlet, organisasi olahraga, dan pemerintah daerah.

Bagi Gienno, prestasi di Malaysia diharapkan menjadi awal dari dukungan yang lebih terstruktur bagi atlet Payakumbuh. Ia menyambut baik komitmen pemerintah daerah dan berharap momentum tersebut mendorong perbaikan koordinasi agar atlet dapat mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tanpa harus menghadapi seluruh kebutuhan secara mandiri.

Keberhasilan Gienno juga menjadi pengingat bahwa prestasi internasional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan dan disiplin atlet. Pendampingan, akses informasi kompetisi, kesiapan anggaran, serta koordinasi lintas pihak merupakan bagian penting yang dapat membantu atlet mengembangkan potensi secara berkelanjutan. Evaluasi sistem pembinaan diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi talenta olahraga lainnya di Payakumbuh.

Empat medali dari Malaysia kini menjadi kebanggaan sekaligus momentum pembenahan olahraga Kota Payakumbuh. Masyarakat tentu berharap instruksi Wali Kota dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret Disparpora bersama pihak terkait. Dengan pendampingan yang lebih proaktif dan terencana, atlet berprestasi seperti Gienno diharapkan memiliki dukungan yang semakin kuat untuk kembali mengharumkan nama Payakumbuh dan Indonesia di ajang internasional. (HM)

Editor: Zamri Yahya, WU

DPRD Padang Soroti BPJS dan Maxim, Hak Pasien hingga 10 Tuntutan Driver Ojol Mengemuka    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

DPRD Padang Soroti BPJS dan Maxim, Hak Pasien hingga 10 Tuntutan Driver Ojol Mengemuka
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion dan Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar pada rapat persama dinas mitra terkait aspirasi pengemudi ojek online (ojol) dengan aplikator Maxim. (Fotdok: Suzi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dua persoalan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Kota Padang. Mulai dari keluhan pelayanan kesehatan yang melibatkan rumah sakit dan BPJS Kesehatan hingga disharmonisasi kemitraan pengemudi ojek online (ojol) dengan aplikator Maxim, DPRD mendorong pembenahan agar hak pasien dan kesejahteraan driver tidak terabaikan.

Sorotan tersebut mengemuka dalam dua agenda rapat pada Senin (26/10/2026). Komisi IV DPRD Kota Padang mempertemukan pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan pelayanan kesehatan sekaligus mendengarkan aspirasi pengemudi transportasi online. Dua isu ini memiliki kepentingan berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan kejelasan tanggung jawab, pengawasan, dan tindak lanjut konkret. Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar dan dihadiri Ketua DPRD Kota Padang Muharlion. Anggota Komisi IV yang hadir dalam rapat itu adalah Erianto Mahmuda, Dewi Susanti,  Irwandi, Rustam Effendi, Hendrizal, Rusdi, dan lain-lain. 

Dalam rapat pelayanan kesehatan, Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar, menyoroti keluhan masyarakat mengenai pembatasan rujukan pasien hingga dugaan pemulangan pasien rawat inap sebelum kondisi medisnya dinyatakan layak oleh dokter. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus mengutamakan keselamatan pasien, bukan semata-mata pertimbangan administratif atau pembiayaan.

“Layanan kesehatan kita masih jauh tertinggal dibandingkan Malaysia dan Singapura. Oleh karena itu, banyak warga Kota Padang yang berekonomi mapan memilih berobat ke luar negeri,” tegas Iskandar. Pernyataan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh pihak terkait untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas medis di daerah sendiri.

Rapat itu melibatkan Dinas Kesehatan Kota Padang, RSUD dr. Rasyidin, BPJS Kesehatan Cabang Padang, para direktur rumah sakit se-Kota Padang, serta pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Padang. Forum tersebut membahas berbagai keluhan, termasuk pasien yang disebut tidak bisa memperoleh rujukan karena kuota pelayanan pada bulan berjalan telah penuh dan diminta menunggu hingga bulan berikutnya.

DPRD Padang Soroti BPJS dan Maxim, Hak Pasien hingga 10 Tuntutan Driver Ojol Mengemuka
Anggota Komisi IV yang hadir dalam rapat itu adalah Erianto Mahmuda, Dewi Susanti,  Irwandi, Rustam Effendi, Hendrizal, Rusdi, dan lain-lain. (Fotdok: Suzi). 

Menurut Iskandar, keluhan mengenai pembatasan rujukan perlu ditindaklanjuti secara serius. Ia meminta agar mekanisme pelayanan dievaluasi sehingga persoalan kuota maupun administrasi tidak menjadi penghalang bagi pasien untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Setiap kasus, menurutnya, perlu ditangani berdasarkan ketentuan yang berlaku dan kebutuhan medis pasien.

Selain rujukan, DPRD juga menerima keluhan mengenai dugaan pemulangan pasien rawat inap yang dikaitkan dengan keterbatasan pembiayaan atau klaim BPJS Kesehatan. Iskandar menegaskan bahwa keputusan medis untuk memulangkan pasien harus didasarkan pada penilaian dokter yang menangani, bukan semata-mata pertimbangan pembiayaan. Dugaan tersebut perlu diperiksa bersama agar persoalan yang dikeluhkan masyarakat dapat dijelaskan secara objektif.

Bagi DPRD, pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dilindungi. Karena itu, rumah sakit, BPJS Kesehatan, dan instansi terkait diminta memperkuat koordinasi untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai kebutuhan medis serta ketentuan yang berlaku. Pembenahan ini diharapkan mampu mencegah berulangnya keluhan serupa dan memberikan kepastian kepada pasien maupun keluarganya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Komisi IV DPRD Kota Padang mendorong pembentukan call center pengaduan agar masyarakat memiliki saluran untuk menyampaikan keluhan pelayanan kesehatan. DPRD juga menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap persoalan yang muncul. Dengan saluran pengaduan yang mudah diakses, keluhan warga diharapkan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara lebih terarah.

Di sisi lain, perhatian Komisi IV DPRD Kota Padang juga tertuju pada persoalan kemitraan pengemudi Maxim. Rapat yang berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Kota Padang pada Senin (26/10/2026) dipimpin Ketua Komisi IV, Buya Iskandar, dan dihadiri Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion. Pertemuan tersebut melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Dinas Perhubungan, BPJS Ketenagakerjaan, manajemen Maxim, serta perwakilan pengemudi.

DPRD Padang Soroti BPJS dan Maxim, Hak Pasien hingga 10 Tuntutan Driver Ojol Mengemuka
Para mitra Komisi IV DPRD Kota Padang. (Fotdok: Suzi). 

Dalam rapat itu, perwakilan mitra menyampaikan 10 poin tuntutan yang berkaitan dengan kondisi kemitraan dan penghasilan pengemudi. Buya Iskandar menyoroti disharmonisasi antara aplikator dan driver, termasuk persoalan perubahan tarif serta sistem kemitraan yang dinilai perlu dievaluasi. Perwakilan Maxim telah hadir dan merespons aspirasi tersebut, tetapi menurut Iskandar, mereka belum memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan akhir.

Salah satu tuntutan yang disampaikan pengemudi berkaitan dengan potongan biaya aplikasi. Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menjelaskan bahwa pengemudi meminta potongan yang saat ini disebut sebesar 10 persen diturunkan menjadi 8 persen. Mereka berharap usulan tersebut dapat dipertimbangkan untuk wilayah Kota Padang, dengan memperhatikan kebijakan perusahaan dan perkembangan ketentuan di daerah lain.

Persoalan lain yang disampaikan menyangkut kompensasi stiker kendaraan. Muharlion menyebut pengemudi sebelumnya menerima kompensasi Rp300.000 per bulan, tetapi pembayaran tersebut kini disebut tidak lagi diberikan, sementara pengemudi harus membeli stiker sendiri. Kondisi ini menjadi salah satu poin yang perlu diklarifikasi agar terdapat kejelasan mengenai biaya operasional dan kewajiban masing-masing pihak dalam hubungan kemitraan.

DPRD juga meminta penjelasan lebih lanjut mengenai pemotongan Rp600 yang dipersoalkan pengemudi, termasuk kaitannya dengan perpajakan. Besaran, dasar pengenaan, dan mekanisme pemotongan tersebut perlu ditelusuri melalui penjelasan pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Transparansi biaya dinilai penting bagi pengemudi untuk memahami komponen pendapatan bersih yang mereka terima.

Tak hanya urusan potongan aplikasi, rapat turut membahas perlindungan sosial bagi pengemudi. Keterlibatan BPJS Ketenagakerjaan menjadi penting untuk memperjelas akses mitra transportasi online terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai persyaratan yang berlaku. DPRD mendorong agar persoalan perlindungan dan kesejahteraan pengemudi dibahas bersama, sehingga hubungan kemitraan tidak hanya berfokus pada operasional aplikasi, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan kepastian perlindungan.

DPRD Padang Soroti BPJS dan Maxim, Hak Pasien hingga 10 Tuntutan Driver Ojol Mengemuka
Driver Maxim menyampaikan aspirasi. (Fotdok: Suzi). 

Isu lain yang mencuat adalah status perizinan operasional transportasi online di Kota Padang. Dalam rapat tersebut, Buya Iskandar menyoroti informasi mengenai perizinan lokal aplikator seperti Maxim, Gojek, dan Grab. Persoalan ini perlu diklarifikasi bersama instansi berwenang dan perusahaan terkait untuk memastikan status perizinan masing-masing operator berdasarkan aturan yang berlaku. DPRD menyatakan akan memanggil pihak-pihak terkait guna membahas persoalan tersebut lebih lanjut.

Muharlion menjelaskan, Dinas Perhubungan menyampaikan bahwa pengurusan perizinan dapat ditindaklanjuti melalui dinas terkait. Namun, sejumlah keputusan tetap memerlukan pembahasan dengan manajemen pusat perusahaan. Karena itu, pertemuan lanjutan direncanakan kembali berlangsung dalam waktu sekitar dua minggu setelah rapat, agar persoalan perizinan dan aspirasi pengemudi dapat dibahas lebih mendalam.

Dalam pembahasan itu, Buya Iskandar juga menyinggung besarnya perputaran uang dari penggunaan transportasi online di Kota Padang serta pentingnya kejelasan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Meski nilai perputaran transaksi yang disampaikan dalam rapat belum dirinci melalui data terverifikasi, DPRD menilai aspek kepatuhan terhadap aturan dan kontribusi daerah perlu menjadi bagian dari evaluasi bersama pemerintah dan operator.

Kini, tindak lanjut kedua persoalan tersebut menjadi hal yang dinantikan masyarakat. Di sektor kesehatan, warga membutuhkan pelayanan yang tepat waktu, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Sementara bagi mitra Maxim dan pengemudi ojol lainnya, kejelasan potongan aplikasi, kompensasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta perizinan operator menjadi isu penting yang membutuhkan jawaban nyata dari pihak terkait.

Komisi IV DPRD Kota Padang menyatakan akan mengawal pembahasan tersebut agar tidak berhenti sebatas rapat dan penyampaian aspirasi. Masyarakat menunggu tindak lanjut dari BPJS Kesehatan, rumah sakit, instansi pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, serta manajemen aplikator. Perkembangan selanjutnya akan menjadi tolok ukur bagaimana koordinasi dan pengawasan dijalankan untuk melindungi kepentingan pasien sekaligus memperjelas hak dan kewajiban mitra pengemudi transportasi online di Kota Padang. (Adv). 

Editor: Zamri Yahya, WU

Pemkab Solok dan Pemko Solok Sepakat Kelola TPA Regional, Langkah Baru Atasi Persoalan Sampah Berkelanjutan    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Pemkab Solok dan Pemko Solok Sepakat Kelola TPA Regional, Langkah Baru Atasi Persoalan Sampah Berkelanjutan
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Istana Gubernur Sumatera Barat, Padang, Senin (26/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kabupaten Solok dan Pemerintah Kota Solok resmi memperkuat sinergi dalam penanganan sampah melalui kesepakatan kerja sama pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Solok. Langkah strategis ini menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih terpadu, efektif, dan berkelanjutan demi menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Istana Gubernur Sumatera Barat, Padang, Senin (26/10/2026). Prosesi ini disaksikan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap kolaborasi lintas daerah dalam menjawab tantangan pengelolaan persampahan.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., bersama Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M. Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat serta jajaran Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok dan Kota Solok yang terlibat dalam upaya memperkuat koordinasi pengelolaan sampah regional.

Kerja sama ini menjadi langkah nyata bahwa persoalan sampah tidak dapat ditangani secara optimal apabila setiap daerah berjalan sendiri-sendiri. Melalui pengelolaan TPA secara regional, Kabupaten Solok dan Kota Solok berkomitmen membangun koordinasi yang lebih baik agar sistem penanganan sampah dapat berjalan terarah, efisien, dan sesuai kebutuhan kedua wilayah.

Tantangan persampahan yang semakin kompleks menuntut pemerintah daerah menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada pemindahan dan pemrosesan sampah, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu, pengelolaan TPA Sampah Regional Solok diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola persampahan yang lebih bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang.

Bagi masyarakat, kerja sama ini membawa harapan terhadap terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Pengelolaan sampah yang terkoordinasi berpotensi mendukung peningkatan kualitas layanan persampahan, sekaligus mendorong kesadaran bersama bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat.

Keterlibatan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menyaksikan kesepakatan tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan. Sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota diperlukan agar kebijakan pengelolaan sampah dapat berjalan selaras, terutama ketika persoalan lingkungan membutuhkan penanganan yang melampaui batas administratif daerah.

Ke depan, pelaksanaan kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan perjanjian, tetapi diwujudkan melalui koordinasi yang konsisten, pengelolaan yang terukur, serta perhatian terhadap perlindungan lingkungan. Keberhasilan pengelolaan TPA Regional Solok akan sangat bergantung pada pelaksanaan kesepakatan dan komitmen seluruh pihak dalam menjaga keberlanjutan sistem persampahan.

Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Solok dan Pemerintah Kota Solok menegaskan komitmen untuk memperkuat penanganan sampah secara regional demi kepentingan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya pengelolaan sampah yang lebih optimal, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Solok maupun Kota Solok. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU