HEADLINE
Muharlion Dukung Rehabilitasi Mushalla PWI Sumbar, Jadi Prioritas karena Terhubung dengan Youth Center    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Muharlion Dukung Rehabilitasi Mushalla PWI Sumbar, Jadi Prioritas karena Terhubung dengan Youth Center
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menerima kunjungan silaturahmi jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, Ahad (20/9/2026) menjelang Zuhur. (Foto: Amiruddin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menyatakan dukungannya terhadap rencana rehabilitasi mushalla di lingkungan Gedung PWI Sumatera Barat (Sumbar). Dukungan itu disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, Ahad (20/9/2026) menjelang Zuhur.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membahas kondisi Gedung PWI Sumbar, khususnya kebutuhan rehabilitasi mushalla. PWI Sumbar berharap perbaikan fasilitas ibadah tersebut dapat menjadi salah satu perhatian dan prioritas dalam dukungan Pemerintah Kota Padang.

Muharlion mengatakan, keberadaan mushalla di kawasan tersebut sangat penting mengingat kompleks Gedung PWI Sumbar juga berada di lingkungan yang digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan di Youth Center Padang.

“Kita insyaallah akan dukung, karena keberadaan mushalla tersebut juga sangat penting. Karena di sana juga ada Youth Center yang banyak kegiatan. Maka diperlukan mushalla yang representatif,” kata Muharlion.

Menurut Muharlion, keberadaan fasilitas ibadah yang layak akan menunjang berbagai aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut. Karena itu, dukungan terhadap rehabilitasi mushalla dinilai menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.

Dalam pertemuan itu, PWI Sumbar secara khusus menyampaikan permintaan agar rehabilitasi mushalla menjadi prioritas. PWI tidak hanya membicarakan pembenahan Gedung PWI Sumbar secara umum, tetapi memfokuskan usulan pada perbaikan tempat ibadah yang selama ini menjadi bagian penting dari kawasan tersebut.

Rombongan PWI Sumbar dipimpin Ketua PWI Sumbar Widya Navies bersama Sekretaris PWI Sumbar Firdaus Abie. Turut hadir pengurus harian lainnya, DR. H. Amiruddin, Rommy, dan Susi Suzana, serta didampingi anggota Dewan Kehormatan Propinsi (DKP) PWI Sumbar, Rusdi Bais.

Widya Navies menyampaikan terima kasih atas kesediaan Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menerima rombongan PWI Sumbar. Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Muharlion terhadap rencana rehabilitasi Gedung PWI Sumbar, khususnya mushalla yang diharapkan menjadi fasilitas representatif bagi wartawan maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi PWI Sumbar dalam mendorong pembenahan fasilitas di Gedung PWI Sumbar. Dengan adanya mushalla yang lebih representatif, fasilitas ibadah di kawasan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan PWI sekaligus aktivitas masyarakat di sekitar Youth Center Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Bukan Sekadar Liburan! Wisatawan Kini Bisa Lihat Kunang-Kunang hingga Belajar Seni Lukis Tradisional    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Bukan Sekadar Liburan! Wisatawan Kini Bisa Lihat Kunang-Kunang hingga Belajar Seni Lukis Tradisional
Pengalaman budaya lainnya membawa wisatawan lebih dekat dengan seni lukis Kamasan, salah satu seni tradisional Bali yang memiliki kaitan erat dengan sejarah dan kehidupan budaya masyarakat. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengalaman wisata di Bali kini semakin beragam. Wisatawan tidak hanya ditawarkan panorama alam dan destinasi populer, tetapi juga pengalaman budaya dan kehidupan lokal yang memungkinkan mereka mengenal tradisi, seni, serta upaya pelestarian lingkungan secara lebih dekat.

Sejak Mei 2026, semakin banyak pengalaman wisata yang ditawarkan melalui Airbnb Experiences, mulai dari aktivitas alam dan luar ruangan, sejarah dan budaya, makanan dan minuman, seni dan desain, hingga kebugaran dan wellness. Kehadiran pengalaman tersebut memberi kesempatan kepada wisatawan untuk menikmati Bali melalui sudut pandang masyarakat yang tinggal dan tumbuh di sana.

Salah satu pengalaman unik datang dari seorang tuan rumah lokal yang mengembangkan gerakan pelestarian kunang-kunang. Berawal dari keprihatinan melihat populasi kunang-kunang yang semakin sulit ditemukan akibat penggunaan pestisida, polusi, dan kerusakan lingkungan, ia kemudian menggagas inisiatif Bring Back The Light untuk memulihkan populasi kunang-kunang sekaligus menjaga ekosistem habitatnya.

Dalam pengalaman tersebut, wisatawan tidak sekadar diajak menyusuri persawahan untuk melihat cahaya kunang-kunang. Mereka juga mempelajari siklus hidup serangga tersebut, mengunjungi laboratorium, bertemu anak-anak muda yang terlibat dalam penelitian dan pembiakan, menikmati makanan bersama keluarga tuan rumah, hingga memahami pentingnya menjaga lingkungan.

“Harapan kami, ketika pulang nanti, mereka tidak hanya mengingat momen melihat kunang-kunang. Mereka juga akan mengingat bagaimana rasanya terhubung dengan alam dan menjadi bagian dari upaya untuk melindunginya,” ujar tuan rumah tersebut.

Pengalaman budaya lainnya membawa wisatawan lebih dekat dengan seni lukis Kamasan, salah satu seni tradisional Bali yang memiliki kaitan erat dengan sejarah dan kehidupan budaya masyarakat. Wisatawan diajak mempelajari proses pewarnaan lukisan secara bertahap sekaligus memahami asal-usul, fungsi tradisional, dan konteks budaya di balik karya tersebut.

Proses membuat lukisan Kamasan ternyata membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Setiap warna diaplikasikan secara berurutan sehingga wisatawan dapat merasakan langsung proses berkarya yang membutuhkan waktu. Bahkan, sebagian tamu disebut begitu menikmati proses tersebut hingga tidak menyadari sesi belajar telah berlangsung selama tiga jam.

Bagi seniman yang menjadi tuan rumah, berbagi keahlian dengan wisatawan bukan hanya menjadi cara memperkenalkan seni Bali, tetapi juga membuka ruang pertukaran perspektif. Interaksi dengan wisatawan dari berbagai daerah dan negara turut memberikan inspirasi, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan berkesenian melalui tambahan penghasilan.

Kisah konservasi kunang-kunang dan pembelajaran seni Kamasan tersebut menunjukkan bahwa wisata Bali dapat menawarkan pengalaman yang jauh lebih mendalam daripada sekadar mengunjungi objek wisata. Ketika wisatawan berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, mereka tidak hanya membawa pulang foto dan kenangan, tetapi juga cerita tentang alam, budaya, seni, dan tradisi yang terus dijaga oleh orang-orang yang menyebut Pulau Dewata sebagai rumah. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Green Jobs Makin Dicari, Jutaan Peluang Kerja Baru Menanti hingga 2029    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Green Jobs Makin Dicari, Jutaan Peluang Kerja Baru Menanti hingga 2029
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat memberikan arahan dalam acara Green Mobility & Vocational Synergy 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perkembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan mulai mengubah kebutuhan dunia kerja di Indonesia. Seiring percepatan transisi menuju ekonomi hijau, kompetensi di bidang green jobs diperkirakan semakin dibutuhkan dan berpotensi membuka peluang kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia.

Perubahan teknologi tersebut membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki keterampilan khusus ikut meningkat. Tenaga kerja tidak cukup hanya memahami pekerjaan konvensional, tetapi juga perlu menguasai teknologi yang berkembang sesuai kebutuhan industri.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan tenaga kerja hijau akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan ekonomi dan teknologi yang semakin mengarah pada transisi hijau. Indonesia menargetkan jumlah tenaga kerja hijau mencapai sekitar 5,01 juta hingga 5,32 juta orang pada 2029.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat memberikan arahan dalam acara Green Mobility & Vocational Synergy 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Sabtu (19/9/2026).

“Teknologinya berkembang, tenaga kerjanya juga harus kita siapkan. Jangan sampai teknologinya sudah tersedia, tetapi tenaga kerja yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya belum siap,” kata Yassierli.

Menurutnya, perkembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan tidak hanya berkaitan dengan munculnya produk serta teknologi baru. Perubahan tersebut juga menciptakan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi yang lebih spesifik.

Salah satu peluang yang berkembang berada pada sektor kendaraan listrik. Industri ini membutuhkan tenaga terampil yang memahami teknologi kendaraan listrik, sistem kelistrikan, baterai, perawatan, hingga prosedur keselamatan kerja.

Selain kendaraan listrik, energi surya juga menjadi bidang yang membutuhkan tenaga kerja kompeten. Instalasi, pengoperasian, pemeliharaan, dan perbaikan sistem tenaga surya membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Kebutuhan tenaga kerja hijau juga mencakup operator stasiun pengisian kendaraan listrik, teknisi pemeliharaan, tenaga instalasi energi terbarukan, serta pekerja yang memahami aspek keselamatan dan kesehatan kerja atau K3.

“Transisi hijau membutuhkan teknologi, investasi, dan yang paling penting, tenaga kerja yang kompeten,” ujar Yassierli.

Untuk mengejar kebutuhan tersebut, pelatihan vokasi dinilai perlu semakin terhubung dengan kebutuhan dunia kerja. Materi pelatihan harus mengikuti perkembangan teknologi sehingga lulusan memiliki keterampilan yang relevan ketika memasuki industri.

Keterlibatan industri juga menjadi bagian penting dalam pengembangan tenaga kerja hijau. Dunia usaha dan dunia industri perlu dilibatkan dalam penyusunan kurikulum, penyediaan instruktur, praktik kerja, sertifikasi kompetensi, hingga penempatan lulusan.

Dengan keterhubungan tersebut, pelatihan vokasi diharapkan tidak berhenti pada proses pembelajaran. Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan diharapkan memiliki kompetensi yang diakui dan dapat melanjutkan ke dunia kerja maupun membuka usaha.

“Fokus kita jelas: peserta selesai pelatihan, kompetensinya diakui, kemudian bekerja atau berusaha,” katanya.

Namun, peningkatan kompetensi tenaga kerja hijau juga harus dibarengi pemahaman mengenai keselamatan kerja. Teknologi kelistrikan dan baterai memiliki risiko tertentu sehingga pekerja harus memahami prosedur penanganan dan pencegahan kecelakaan.

Kompetensi kelistrikan, penanganan baterai, pencegahan kebakaran, serta prosedur keadaan darurat karena itu perlu menjadi bagian dari pelatihan teknologi hijau. Pemahaman K3 diharapkan membuat tenaga kerja mampu bekerja secara produktif sekaligus aman.

“Kita ingin peserta pelatihan memiliki kompetensi yang utuh. Bukan hanya mampu memasang, mengoperasikan, dan memperbaiki sistem, tetapi juga memahami aspek keselamatannya,” ujar Yassierli. Perkembangan green jobs pun menjadi peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk menyiapkan keterampilan sejak dini, terutama pada bidang kendaraan listrik, energi terbarukan, teknologi kelistrikan, pemeliharaan, dan K3 yang semakin dibutuhkan seiring berlangsungnya transisi menuju ekonomi hijau. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Fadly Amran Dorong Pemuda Muhammadiyah Bawa Event Nasional ke Sumbar, Kuliner Jadi Sorotan    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Fadly Amran Dorong Pemuda Muhammadiyah Bawa Event Nasional ke Sumbar, Kuliner Jadi Sorotan
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan pesan pada Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat (Sumbar) menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merancang langkah strategis kader muda Muhammadiyah. Kegiatan tersebut berlangsung di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Sabtu (19/9/2026).

Wali Kota Padang Fadly Amran yang hadir dalam Rapimwil mendorong Pemuda Muhammadiyah Sumbar tidak hanya membahas agenda internal organisasi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat memberikan dampak bagi daerah. Salah satunya dengan membawa kegiatan besar Pemuda Muhammadiyah tingkat nasional ke Sumatera Barat.

Menurut Fadly, kehadiran kegiatan nasional di Kota Padang dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkuat jejaring sekaligus memperkenalkan berbagai potensi daerah. Momentum tersebut juga dinilai dapat menggerakkan sektor ekonomi, pariwisata, dan kreativitas masyarakat.

Salah satu potensi yang mendapat perhatian adalah kuliner khas Sumatera Barat. Fadly mengajak Pemuda Muhammadiyah ikut mempromosikan kekayaan kuliner daerah sebagai bagian dari upaya mendukung Kota Padang menuju Kota Gastronomi Dunia.

“Kami berharap Pemuda Muhammadiyah ikut mempromosikan kuliner khas Sumbar dan mengajak jaringan Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia memperkenalkan kekayaan kuliner daerah,” ujar Fadly Amran.

Sementara itu, Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah Najih Prastiyo mengatakan Rapimwil tidak seharusnya dimaknai sebatas forum konsolidasi organisasi. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan spiritualitas, membangkitkan semangat, sekaligus menyatukan kembali idealisme kader Pemuda Muhammadiyah.

Najih juga menekankan pentingnya kaderisasi Pemuda Muhammadiyah agar kader-kader potensial dari Sumbar memiliki ruang lebih luas untuk berkiprah di tingkat nasional. Ia menyebut tiga kader terbaik Sumbar saat ini telah bergabung di PP Pemuda Muhammadiyah dan berharap jumlah tersebut terus bertambah.

Ketua PWPM Sumbar Ade Herdiwansyah menyampaikan bahwa Sumatera Barat memiliki kontribusi penting dalam sejarah Muhammadiyah dan perjalanan kehidupan kebangsaan Indonesia. Karena itu, Rapimwil diharapkan mampu melahirkan gagasan baru, rekomendasi, serta kontribusi yang bermanfaat bagi organisasi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Rapimwil tersebut turut dihadiri Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla, Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah Najih Prastiyo, Ketua PWPM Sumbar Ade Herdiwansyah, Kepala Dispora Kota Padang Eka Putra Buhari, serta jajaran Pemuda Muhammadiyah se-Sumbar. Forum ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kaderisasi, memperluas jejaring nasional, sekaligus mendorong kontribusi nyata Pemuda Muhammadiyah bagi pembangunan Sumatera Barat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Mahyeldi Buka Jalan Sumbar-Jeonbuk Makin Dekat, Peluang Sister City Padang-Korea Mulai Dijajaki    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Mahyeldi Buka Jalan Sumbar-Jeonbuk Makin Dekat, Peluang Sister City Padang-Korea Mulai Dijajaki
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah pada promosi Budaya Asia 2026 yang digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pertukaran budaya menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat Sumatera Barat dan Provinsi Jeonbuk, Republik Korea. Suasana penuh warna itu terasa dalam Promosi Budaya Asia 2026 yang digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Sabtu (19/9/2026).

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah yang menghadiri kegiatan tersebut menyebut promosi budaya bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga ruang untuk membangun kedekatan dan saling memahami antara masyarakat Sumbar dengan Jeonbuk.

Beragam atraksi budaya dari kedua wilayah hadir dalam kegiatan tersebut. Mulai dari Taekwondo, Korean Speaking Contest, musik tradisional Korea, kerajinan Hanji, kuliner Korea dan Hanbok, hingga tari serta silat tradisional Sumatera Barat.

Mahyeldi mengatakan, hubungan persahabatan Sumbar dan Jeonbuk yang telah terjalin melalui kerja sama sister province perlu terus diperkuat. Menurutnya, pertukaran budaya menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan tersebut tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

“Pada kegiatan Promosi Budaya Asia 2026 ini, kita akan menyaksikan kekayaan budaya Jeonbuk dan Sumatera Barat melalui berbagai pertunjukan dan kegiatan. Lebih dari sekadar pertunjukan, kegiatan ini menjadi ruang untuk saling mengenal, menghargai, dan mempererat hubungan persahabatan,” ujar Mahyeldi.

Tak berhenti di tingkat provinsi, Mahyeldi juga mendorong agar hubungan tersebut dapat berkembang hingga tingkat pemerintah kota. Pemerintah Kota Padang diharapkan mulai menjajaki peluang kerja sama sister city dengan salah satu kota di Jeonbuk yang memiliki karakteristik dan potensi yang sejalan.

Menurut Mahyeldi, kerja sama antarkota dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, pariwisata hingga pengembangan sumber daya manusia dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan bersama.

Ia berharap hubungan yang semakin erat antara Sumbar dan Jeonbuk nantinya melahirkan program yang konkret dan berkelanjutan. Promosi Budaya Asia 2026 pun diharapkan menjadi salah satu momentum untuk membawa kerja sama kedua wilayah ke tahap yang lebih luas.

Kehangatan hubungan itu juga terlihat dari ajakan Mahyeldi kepada delegasi Jeonbuk untuk mengenal lebih dekat Sumatera Barat. Para tamu diajak menikmati kekayaan alam, sejarah, budaya dan kuliner melalui rangkaian city tour dari Kota Padang hingga Kota Bukittinggi.

“Setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Padang, kami mengundang para tamu dari delegasi Jeonbuk untuk menikmati keindahan alam Sumatera Barat melalui city tour di Kota Padang dan sekitarnya hingga ke Kota Bukittinggi,” katanya.

Momentum Promosi Budaya Asia 2026 juga diwarnai penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar dan Jeonbuk International Cooperation Agency (JBICA) terkait keberlanjutan pengoperasian Hangeul Hakdang di Sumbar.

Melalui kerja sama tersebut, Hangeul Hakdang diharapkan terus menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mempelajari bahasa dan budaya Korea. Dukungan Jeonbuk mencakup keberlanjutan program, termasuk dukungan keuangan sesuai ketentuan anggaran serta penyediaan buku dan bahan ajar bahasa Korea.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Foreign and International Policy Affairs Provinsi Jeonbuk Kim Moon-kang, Presiden JBICA Ki So-kim, serta tamu undangan dan masyarakat Kota Padang. Dari panggung budaya hingga ruang pendidikan, pertemuan Sumbar dan Jeonbuk menunjukkan bahwa hubungan antarwilayah dapat tumbuh dari hal sederhana: saling mengenal, menghargai, dan membuka ruang untuk belajar bersama. (adpsb/budi)

Ngaku Beriman tapi Suka Bohong, Ingkar Janji dan Khianati Amanah? Al-Qur’an Sudah Mengingatkan    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Ngaku Beriman tapi Suka Bohong, Ingkar Janji dan Khianati Amanah? Al-Qur’an Sudah Mengingatkan
Al-Qur’an mengingatkan bahwa ucapan keimanan tidak otomatis menggambarkan apa yang sebenarnya ada di dalam hati. (Foto: Int) 

ADA
orang yang begitu mudah mengucapkan, “Saya beriman kepada Allah dan hari akhir.” Namun, Al-Qur’an mengingatkan bahwa ucapan keimanan tidak otomatis menggambarkan apa yang sebenarnya ada di dalam hati.

Peringatan keras itu terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 8–9, yang menggambarkan orang-orang yang mengatakan beriman kepada Allah dan hari akhir, padahal mereka bukan orang-orang yang beriman. Mereka berusaha menipu Allah dan orang-orang beriman, sementara pada akhirnya mereka justru menipu diri sendiri.

Pesan ayat ini menjadi semakin kuat ketika dikaitkan dengan sabda Rasulullah SAW mengenai tanda-tanda kemunafikan. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkari, dan apabila dipercaya dia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut memberikan gambaran konkret tentang perilaku yang harus diwaspadai dalam kehidupan sehari-hari. Dusta, ingkar janji, dan pengkhianatan terhadap amanah bukan sekadar persoalan hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi peringatan serius bagi kehidupan spiritual seorang Muslim.

Namun, peringatan tersebut bukan berarti seseorang boleh dengan mudah menuduh orang lain sebagai munafik. Para ulama menjelaskan bahwa hadis tersebut juga harus menjadi bahan muhasabah diri. Apakah perkataan kita sudah sesuai dengan kenyataan? Apakah janji yang kita ucapkan benar-benar kita tepati? Dan apakah amanah yang diberikan kepada kita benar-benar dijaga?

Di sinilah pesan QS Al-Baqarah ayat 8–9 terasa begitu kuat. Seseorang mungkin mampu membangun citra baik di hadapan manusia, tetapi tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari Allah SWT.

Lisan bisa berkata “beriman”, tetapi perilaku juga menjadi cermin yang harus diperiksa. Kejujuran, amanah, dan menepati janji menjadi bagian penting dari akhlak seorang Muslim.

Al-Qur’an bahkan mengingatkan bahwa orang yang mencoba menipu Allah dan orang-orang beriman sebenarnya tidak sedang memenangkan apa pun. Mereka justru sedang menipu dirinya sendiri, meskipun tidak menyadarinya.

Karena itu, pesan ayat dan hadis ini seharusnya tidak digunakan untuk sibuk mencari siapa yang munafik. Sebaliknya, ia menjadi alarm untuk setiap diri: jangan sampai lisan mengaku beriman, tetapi perbuatan justru berjalan berlawanan.

Sebab pada akhirnya, manusia dapat menilai apa yang tampak di hadapan mata, sedangkan Allah SWT mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati.

Maka pertanyaannya bukan “Siapa yang munafik?” tetapi “Sudahkah kita jujur kepada Allah dan kepada diri sendiri?” (*)

Mahyeldi Tawarkan Istana Bung Hatta untuk IMLA Sumbar, Misi Besarnya: Gairahkan Bahasa Arab Anak Muda    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Mahyeldi Tawarkan Istana Bung Hatta untuk IMLA Sumbar, Misi Besarnya: Gairahkan Bahasa Arab Anak Muda
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah pada Seminar Nasional S2 PBD sekaligus pelantikan Pengurus IMLA Sumatera Barat di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka ruang kolaborasi yang menarik bagi Ikatan Pengajar Bahasa Arab (IMLA) Sumatera Barat. Ia menawarkan fasilitas Pemerintah Provinsi Sumbar di Bukittinggi, termasuk Istana Bung Hatta, untuk dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan pengembangan bahasa Arab bagi generasi muda.

Tawaran tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Seminar Nasional S2 PBD sekaligus pelantikan Pengurus IMLA Sumatera Barat di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sabtu (19/9/2026). Momentum ini sekaligus menandai kembalinya kepengurusan IMLA Sumbar setelah sempat vakum selama dua tahun.

Mahyeldi menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus IMLA Sumbar yang akan menjalankan amanah hingga 2030. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan energi segar untuk memperkuat pengajaran bahasa Arab di berbagai jenjang pendidikan dan lingkungan masyarakat.

Menurut Mahyeldi, bahasa Arab memiliki peran penting dalam memperluas pemahaman keislaman. Kemampuan tersebut dapat membantu generasi muda memahami Al-Qur'an sekaligus membuka akses terhadap berbagai literatur, ilmu pengetahuan, dan khazanah peradaban yang menggunakan bahasa Arab.

"Bahasa Arab ini memang perlu kita kembangkan, kita tingkatkan, karena merupakan bagian dalam rangka untuk memahami Al-Qur'an dan sebagainya," ujar Mahyeldi.

Ia juga mengenang pengalaman belajar bahasa Arab ketika masih duduk di bangku SMA di Bukittinggi pada dekade 1980-an. Saat itu, pembelajaran bahasa Arab berkembang melalui masjid dan lembaga pendidikan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa Sumatera Barat memiliki tradisi panjang dalam pembelajaran bahasa Arab. Mahyeldi berharap tradisi tersebut dapat kembali diperkuat dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

Menurutnya, kemampuan menguasai berbagai bahasa juga menjadi bagian dari upaya membuka wawasan. Bahasa Arab, kata Mahyeldi, dapat menjadi pintu bagi generasi muda untuk menyelami ilmu pengetahuan dan peradaban yang berkembang dalam bahasa tersebut.

"Peradaban yang maju itu memang dengan banyak bahasa. Kita harapkan dengan mampu bahasa Arab, akan bisa menyelami segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa Arab dan peradaban," tuturnya.

Penguatan bahasa Arab juga dinilai selaras dengan falsafah kehidupan masyarakat Sumatera Barat, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Karena itu, pembelajaran bahasa Arab diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan pemahaman agama dan pembentukan karakter generasi muda.

Selain itu, Pemprov Sumbar terus mendorong pengembangan sumber daya manusia keislaman melalui program Hamka Muda. Program tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada generasi potensial melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1, S2, dan S3, kemudian kembali berkontribusi bagi daerah.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi secara terbuka mempersilakan IMLA memulai kegiatan pengembangan bahasa Arab dari Bukittinggi. Fasilitas Pemprov Sumbar dapat dimanfaatkan, termasuk Istana Bung Hatta, sebagai ruang kegiatan yang diharapkan mampu membangun minat generasi muda.

"Silakan mulai di Bukittinggi ini. Nanti untuk tempat, untuk biaya makan-minumnya di tempat, saya menanggung," kata Mahyeldi.

Bagi IMLA Sumbar, dukungan tersebut menjadi peluang untuk memperluas gerakan pembelajaran bahasa Arab. Dari Bukittinggi, semangat itu diharapkan tumbuh menjadi gerakan pendidikan yang mempertemukan bahasa, ilmu pengetahuan, dan pemahaman keislaman, sehingga semakin banyak generasi muda Sumatera Barat tertarik menjadikan bahasa Arab sebagai bagian dari perjalanan pendidikannya. (adpsb/Budi)