HEADLINE
Stephen June, Kolaborasi Stephen WARNA dan Irma June Lahirkan Single ke Dua “Terima Kasih Jiwa”    
Senin, Februari 16, 2026

On Senin, Februari 16, 2026

Stephen June, Kolaborasi Stephen WARNA dan Irma June Lahirkan Single ke Dua “Terima Kasih Jiwa”
Duo lintas generasi, Stephen June, yang digawangi oleh Stephen Tamadji dan Irma June, resmi meluncurkan single ke dua bertajuk “Terima Kasih Jiwa”.

BENTENGSUMBAR.COM
- Duo lintas generasi, Stephen June, yang digawangi oleh Stephen Tamadji dan Irma June, resmi meluncurkan single ke dua bertajuk “Terima Kasih Jiwa”. Lagu tersebut dirilis pada Sabtu, 14 Februari 2026 di seluruh platform musik digital, menandai babak baru perjalanan musikal dua nama besar di industri musik Tanah Air.

Stephen Tamadji dikenal sebagai personel dari grup vokal legendaris Warna yang telah mewarnai industri musik Indonesia dengan harmonisasi khasnya. Sementara itu, Irma June adalah diva pop Indonesia yang telah memasuki dekade kelima kiprahnya, tetap konsisten dengan kualitas vokal dan interpretasi yang matang serta emosional.

Dalam sesi wawancara bersama awak media pada Senin, 16 Februari 2026, Stephen Tamadji mengungkapkan bahwa ketika pertama kali membaca lirik yang ditulis Irma June, ia langsung merasakan nuansa kontemplatif yang sangat personal. Menurutnya, terdapat kerapuhan sekaligus kekuatan di dalam lirik tersebut, sebuah refleksi tentang jiwa yang tetap bertahan melewati berbagai beban kehidupan.

Melodi lagu tersebut, lanjut Stephen, hadir seperti dialog batin yang perlahan bergerak menuju refrain penuh rasa syukur dan terima kasih. Ia sengaja merancang bagian refrain agar dapat dinyanyikan secara “ke dalam” dengan nuansa introvert yang intim, maupun “ke luar” dengan energi megah yang mencerminkan kekuatan; sebuah ajakan untuk merayakan jiwa yang sering terlupakan namun sesungguhnya menopang setiap langkah kehidupan.

Secara musikal, progresi akord dalam lagu tersebut dibuat sederhana namun selaras dengan dinamika lirik. Pada bagian bridge, terselip optimisme yang mengantar pendengar menuju klimaks penuh keagungan, menjadikan lagu tersebut tidak hanya menyentuh secara emosional tetapi juga kuat secara struktur komposisi.

Stephen menjelaskan bahwa dalam proyek Stephen June, proses penciptaan lagu berjalan sangat fleksibel dan terbuka terhadap eksplorasi artistik. Pada single pertama mereka, “Pencarian”, ia lebih dahulu menciptakan melodi sebelum Irma menulis lirik; sementara pada “Terima Kasih Jiwa” prosesnya dibalik, Irma lebih dulu menuangkan kisahnya dalam lirik, lalu Stephen menggubah komposisinya.

Sebagai penyanyi yang berakar dari format grup, Stephen mengaku harus menantang dirinya untuk mengeksplorasi wilayah nada tinggi yang sebelumnya jarang ia sentuh. Ia juga berupaya menyesuaikan diri dengan gaya khas Irma yang kaya dengan riff dan runs, sementara Irma sendiri belajar menyeimbangkan kebebasan sebagai solois dengan disiplin harmoni dalam format duet; sebuah proses yang mereka jalani dengan chemistry yang kuat dan penuh sukacita.

Dalam proses produksinya, Stephen dan Irma kembali bekerja sama dengan Agus Hendrajaya yang dikenal memiliki sensitivitas tinggi dalam menerjemahkan emosi ke dalam aransemen. Kolaborasi tersebut berjalan mulus karena ketiganya telah beberapa kali bekerja bersama sebelumnya, sehingga komunikasi kreatif terjalin dengan sangat efektif.

Stephen mengungkapkan bahwa sejak pertama kali mendengar draft aransemen, ia merasa esensi lagu sudah tertangkap dengan tepat. Ia bahkan diberi ruang untuk mengisi part piano sendiri, sementara ide-ide instrumentasi dari Agus memperkaya nuansa megah sekaligus intim yang menjadi roh utama lagu tersebut.

Bagi Stephen, “jiwa” dalam lagu tersebut memiliki makna yang luas dan personal. Ia mendedikasikan lagu tersebut kepada sang istri tercinta yang selalu menjadi penopang di masa-masa terendah hidupnya, serta kepada siapa pun yang menjadi alasan seseorang untuk tetap bertahan dan melanjutkan hidup.

Ia berharap, sebagaimana single pertama mereka mendapat respons hangat dari pendengar yang merasa “relate”, lagu tersebut pun mampu menjangkau lebih banyak hati dan menjadi pengingat bahwa setiap orang pantas merayakan ketangguhan jiwanya sendiri.

Irma June mengungkapkan bahwa lirik “Terima Kasih Jiwa” ditulis berdasarkan kisah hidupnya sendiri yang ia gambarkan seperti roller coaster. Di balik citra ceria dan ekstrovert yang selama ini dikenal publik, ia menyimpan sisi introvert dan luka yang jarang terlihat oleh orang lain.

Ia menyadari bahwa selama bertahun-tahun ia terlalu fokus memikirkan orang lain hingga lupa mengapresiasi jiwanya sendiri yang terus bertahan. Bagian lirik “dunia tak tahu kau luka” menjadi kalimat yang paling berat untuk ia tulis, karena merepresentasikan realitas banyak orang yang terlihat kuat di luar namun menyimpan perjuangan dalam diam.

Irma menegaskan bahwa komunikasi dan kedekatannya dengan Stephen terbangun tidak hanya dalam konteks profesional, tetapi juga personal. Ia merasa sudah seperti keluarga dengan Stephen dan istrinya, sehingga proses diskusi kreatif mengalir secara natural meskipun tak jarang berlangsung seru layaknya “Tom & Jerry”.

Perbedaan warna suara mereka justru menjadi kekuatan utama duet tersebut. Dengan latar belakang musikalitas Stephen sebagai pianis dan musisi kelas dunia, serta karakter vokal Irma yang kuat dan khas, keduanya berhasil memadukan suara yang meminjam istilah dunia musik “kawin banget”.

Irma menegaskan bahwa ia tetap mempertahankan DNA vokalnya dalam rekaman lagu tersebut, membiarkan semuanya mengalir secara natural sesuai jati dirinya. Bersama Stephen dan Agus, mereka bahkan membentuk grup diskusi khusus demi memastikan setiap detail lagu tersampaikan dengan utuh dan bermakna.

Track gitar dalam lagu “Terima Kasih Jiwa” diisi oleh seorang musisi muda berbakat bernama Jethro. Permainan gitarnya menghadirkan warna yang khas dan membuat keseluruhan lagu terasa lebih menyentuh serta emosional. Sentuhan nada yang ia mainkan memberi nuansa hangat dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut.

Menariknya, Jethro mengerjakan part gitarnya langsung dari Tiongkok, tempat ia sedang menempuh pendidikan. File rekaman gitar tersebut kemudian ia kirimkan ke Indonesia untuk proses produksi lebih lanjut. Meskipun terpisah jarak, kolaborasi tersebut tetap berjalan lancar dan menghasilkan harmonisasi yang kuat dalam lagu.

Stephen June turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Hendi Ahmad dari label AFE Records. Ia mengapresiasi kesempatan dan dukungan yang diberikan sehingga lagu “Terima Kasih Jiwa” dapat resmi dirilis di bawah naungan label tersebut. Menurutnya, kepercayaan dari pihak label menjadi langkah penting dalam perjalanan karier musiknya.

Saat ini, Stephen June juga tengah mempersiapkan perilisan video musik untuk lagu tersebut, diproduksi oleh AFE Pictures dan disutradarai oleh Farid Zafran. Konsep yang diusung berbentuk short movie music video, sehingga menghadirkan alur cerita yang lebih mendalam dan sinematik.

Untuk pemilihan pemeran, AFE Pictures mengadakan open casting secara online yang diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah. Dari proses tersebut, terpilih satu pria dan satu wanita sebagai pemenang yang kemudian dipercaya menjadi talent dalam video musik tersebut. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat visualisasi cerita dan emosi yang ingin disampaikan melalui lagu “Terima Kasih Jiwa.”

Menutup pernyataannya, Irma menyampaikan pesan sederhana namun kuat: jika seseorang telah berjalan sejauh ini dalam hidupnya, itu artinya ia hebat. Karena di balik setiap langkah, ada jiwa yang bertahan dan kuat dan sudah sepantasnya kita berkata, “Terima Kasih, Jiwa.”

Single “Terima Kasih Jiwa” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Stephen June berharap karya tersebut dapat diterima dengan hangat oleh masyarakat musik Indonesia dan menjadi soundtrack refleksi bagi siapa pun yang sedang belajar mencintai serta mengapresiasi jiwanya sendiri. (*)

Pewarta: Muhammad Fadhli

Sekdaprov Sumbar Tegaskan Penataan Lembah Anai Harus Ditindaklanjuti demi Keselamatan Masyarakat    
Senin, Februari 16, 2026

On Senin, Februari 16, 2026

Sekdaprov Sumbar Tegaskan Penataan Lembah Anai Harus Ditindaklanjuti demi Keselamatan Masyarakat
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan penataan kawasan Lembah Anai benar-benar ditindaklanjuti, terutama pascabencana banjir hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun 2025 lalu.

Penegasan itu disampaikan Arry saat meninjau kawasan sungai yang terdampak bencana di Lembah Anai, Senin (16/2/2026). Ia menyebut, peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah rapat dan kesepakatan bersama lintas instansi terkait penataan kawasan yang dinilai rawan bencana. “Kita meninjau langsung lokasi terdampak banjir hidrometeorologi. Ini merupakan tindak lanjut dari beberapa kali rapat dan kesepakatan bersama para pihak,” ujar Arry.

Ia menjelaskan, berdasarkan berita acara tertanggal 22 Juli 2025, telah disepakati pengosongan kawasan yang masuk kategori rawan. Bencana yang terjadi di akhir tahun lalu, menurutnya, semakin menegaskan bahwa risiko tersebut nyata dan harus diantisipasi secara serius. “Faktanya, bencana benar-benar terjadi dan sebagian bangunan di kawasan ini terdampak. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa aspek keselamatan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Arry menekankan, pemerintah tidak ingin kesepakatan yang telah dibuat berhenti sebatas dokumen administratif. Seluruh tahapan yang telah disepakati, mulai dari pengosongan hingga penertiban sesuai ketentuan, harus dilaksanakan secara konsisten dan terkoordinasi.

Sebagai kawasan Taman Wisata Alam, penataan Lembah Anai melibatkan berbagai instansi terkait. Pemerintah Provinsi Sumbar terus melakukan koordinasi agar langkah yang diambil tetap sesuai aturan dan mengedepankan kepentingan keselamatan masyarakat.

Ia juga mengingatkan potensi meningkatnya arus lalu lintas pada masa libur Lebaran. Kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar tidak memicu risiko tambahan di kawasan yang masih dalam proses penataan. “Kita tidak ingin pada momen yang seharusnya membawa kebahagiaan justru terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Untuk memperkuat langkah tersebut, Pemprov Sumbar akan kembali menggelar rapat konsolidasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan pelaksanaan kesepakatan berjalan sesuai komitmen bersama.

Arry berharap seluruh tahapan penataan dapat segera dituntaskan sesuai ketentuan, sehingga kawasan Lembah Anai dapat lebih tertib, aman, dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di sekitarnya. (adpsb/cen/bud)

Perbaikan Lembah Anai Belum Tuntas, Pemprov Sumbar Tiadakan Sistem One Way Saat Masa Libur Lebaran    
Senin, Februari 16, 2026

On Senin, Februari 16, 2026

Perbaikan Lembah Anai Belum Tuntas, Pemprov Sumbar Tiadakan Sistem One Way Saat Masa Libur Lebaran
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memastikan sistem satu arah (one way) pada jalur Padang–Bukittinggi tidak akan diberlakukan pada masa libur Idulfitri tahun ini. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memastikan sistem satu arah (one way) pada jalur Padang–Bukittinggi tidak akan diberlakukan pada masa libur Idulfitri tahun ini. Keputusan tersebut diambil menyusul belum selesainya perbaikan ruas jalan Lembah Anai yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu.

“Mengingat belum tuntasnya perbaikan jalan Lembah Anai, maka kebijakan penerapan sistem one way kita tiadakan pada tahun ini,” tegas Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat meninjau langsung progres perbaikan jalan Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar, Senin (16/2/2026).

Selain meniadakan sistem satu arah, Pemprov Sumbar juga mengimbau para pengendara untuk tidak berhenti di sepanjang jalur Lembah Anai. Kebijakan tersebut diambil demi menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus meminimalisir risiko keselamatan, mengingat kawasan tersebut masih dalam tahap perbaikan dan beberapa tahun terakhir kerap terdampak bencana.

“Kawasan ini belum sepenuhnya aman dan masih dalam proses pengerjaan. Yang perlu kita lakukan adalah mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk untuk memastikan keselamatan masyarakat. Karena itu, pengendara dilarang berhenti di sepanjang jalur tersebut,” ujarnya.

Arry menegaskan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam pengambilan kebijakan, terutama menjelang arus mudik dan balik Lebaran yang diprediksi akan meningkat signifikan.

Sekaitan dengan kebijakan itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Sumbar, Masheri Yanda Boy menyampaikan pemerintah memahami tidak semua pihak akan sepakat dengan kebijakan tersebut. Namun ia menekankan, langkah yang diambil semata-mata bertujuan untuk mencegah risiko yang lebih besar.

“Kalau pemerintah bertindak bisa disalahkan, tidak bertindak juga disalahkan. Tetapi yang jelas, keselamatan masyarakat harus tetap menjadi pertimbangan utama,” ujarnya.

Saat ini, perbaikan ruas jalan Lembah Anai masih terus berlangsung dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada Juni mendatang. Meski demikian, selama masa libur Lebaran, jalur tersebut akan tetap dibuka selama 24 jam untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Kebijakan pembukaan akses tersebut sesuai dengan arahan Menteri Pekerjaan Umum RI, Dodi Hanggodo, saat melakukan peninjauan ke lokasi beberapa waktu lalu.

Pemprov Sumbar mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintasi kawasan Lembah Anai serta mematuhi seluruh rambu dan petunjuk petugas demi keselamatan bersama. (adpsb/cen/bud)

Wako Fadly Amran Perintahkan BPBD dan Rescue Evakuasi 5 mMahasiswa yang Terjebak di Aliran Sungai Bangek    
Senin, Februari 16, 2026

On Senin, Februari 16, 2026

Wako Fadly Amran Perintahkan BPBD dan Rescue Evakuasi 5 m Mahasiswa yang Terjebak di Aliran Sungai Bangek
Wali Kota Padang memerintahkan BPBD bersama unsur rescue lainnya untuk mengevakuasi 5 mahasiswa yang terjebak di aliran Sungai Bangek, usai menerima laporan Camat Koto Tangah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang memerintahkan BPBD bersama unsur rescue lainnya untuk mengevakuasi 5 mahasiswa yang terjebak di aliran Sungai Bangek, usai menerima laporan Camat Koto Tangah. 

“Kita mendapatkan laporan dari Camat Koto Tangah, dan saat ini BPBD bersama Basarnas sudah menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Insya Allah berjalan lancar,” lugas Fadly Amran, Senin (16/2/25).

Fadly Amran juga menghimbau masyarakat Kota Padang untuk tetap berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Informasi dari BMKG wilayah Kota Padang berpotensi hujan sedang hingga lebat. Jadi kami minta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, utamanya yang berada di wilayah sekitar aliran Sungai,” tambahnya. 

Sementara itu Penjabat Sekda Kota Padang, Raju Minropa, menyampaikan menjelang Ramadhan, Pemko Padang berusaha meminimalisir potensi dampak bencana bagi masyarakat Kota Padang.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kita mempedomani informasi BMKG tentang peringatan dini cuaca. Terdapat potensi hujan sedang-lebat, dan angin kencang. Meminimalisir potensi dampak bencana, melalui OPD terkait kita minta untuk bersiap. 

DLH kita minta untuk merapikan pohon-pohon yang berpotensi tumbang, begitu juga BPBD dan Damkar sesuai tupoksinya,” ujar Raju Minropa. (*)

Wako Fadly Amran Terima Bantun HDCI Pengcab Padang Sumur Bor Senilai Rp50 Juta    
Senin, Februari 16, 2026

On Senin, Februari 16, 2026

Wako Fadly Amran Terima Bantun HDCI Pengcab Padang Sumur Bor Senilai Rp50 Juta
HDCI Pengurus Cabang (Pengcab) Padang menyalurkan bantuan pembangunan sumur bor senilai Rp50 juta. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mendukung pemulihan akses air bersih pascabencana hidrometeorologi di Kota Padang, Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Pengurus Cabang (Pengcab) Padang menyalurkan bantuan pembangunan sumur bor senilai Rp50 juta sebagai wujud solidaritas kepada masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua HDCI Pengcab Padang, Alfarino Antonio, kepada Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Kediaman Resmi Wali Kota, Senin (16/2/2026)

Alfarino mengungkapkan, pemilihan bantuan sumur bor didasarkan pada kebutuhan mendesak masyarakat yang mengalami gangguan akses air bersih setelah bencana. 

“Kami merasakan empati mendalam sebagai sesama warga Kota Padang. Semoga bantuan ini memberi manfaat jangka panjang, terutama dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” ungkapnya.

Alfarino menambahkan bahwa program pemberian bantuan ini merupakan aksi sosial ketujuh yang dilaksanakan HDCI Pengcab Padang selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. 

“Meski berangkat dari hobi, HDCI bukan sekadar komunitas pecinta motor besar. Kami juga memiliki tanggung jawab sosial sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat tempat kami tinggal,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian HDCI Pengcab Padang terhadap masyarakat terdampak bencana. Ia berharap langkah ini dapat menginspirasi komunitas lainnya untuk turut berkontribusi membantu warga terdampak bencana di Kota Padang.

“Bantuan ini sangat tepat sasaran karena pascabencana akhir November 2025, kebutuhan air bersih menjadi sangat mendesak. Dukungan ini bisa membantu mempercepat pemulihan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Fadly Amran memaparkan bahwa saat ini Kota Padang menargetkan pembangunan 200 titik sumur bor yang telah diusulkan ke kementerian.

"Bantuan dari HDCI ini sekaligus mengurangi daftar usulan yang diajukan ke pemerintah pusat. Untuk lokasinya nanti kita sesuaikan di lapangan," tukas Fadly Amran yang didapuk sebagai Dewan Penasehat HDCI Pengcab Padang. (*)

Ini Kata Anggota DPRD Kota Padang pada Kegiatan Tahrib Ramadan di Masjid Darul Ishlah    
Senin, Februari 16, 2026

On Senin, Februari 16, 2026

Ini Kata Anggota DPRD Kota Padang pada Kegiatan Tahrib Ramadan di Masjid Darul Ishlah
Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi menghadiri kegiatan Tahrib Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Darul Ishlah Kubang. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi menghadiri kegiatan Tahrib Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Darul Ishlah Kubang, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan itu ditutup Wali Kota Padang, Fadly Amran. Selain Rafdi, juga hadir Camat Pauh Titin Masfetrin, para jamaah dan tokoh masyarakat.

Rafdi menyebutkan bahwa kegiatan Tahrib Ramadan yang berlangsung pada 13-15 Februari 2026 ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang edukasi, pemberdayaan, dan penguatan solidaritas sosial.

“Kegiatan ini diisi beragam agenda, mulai dari Tabligh Akbar, edukasi kesehatan dan keluarga, bazar UMKM, hingga pasar murah dengan 600 paket sembako bersubsidi," sebut Ketua Fraksi PKS ini.

Ia menambahkan, selain itu juga digelar penggalangan donasi dari jemaah dan anak-anak untuk membantu penyintas bencana hidrometeorologi di Kecamatan Pauh.

"Sebagai bentuk motivasi bagi generasi muda, panitia memberikan tas sekolah kepada tiga anak paling rajin salat subuh berjemaah di Masjid Darul Ishlah. Ini bagian dari aktivasi Program Smart Surau Pemko Padang,” tuka Rafdi, Sekretaris Masjid Darul Ishlah Kubang. 

Sementara itu, Walikota Padang Fadly Amran mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahrib Ramadan sebagai sarana mempersiapkan diri secara spiritual, mental, dan sosial dalam menyambut bulan suci. (*)

DPP ABPEDNAS Indonesia Hibahkan 7 Unit Kendaraan Operasional untuk Kejaksaan di Aceh dan Sumatera Utara    
Senin, Februari 16, 2026

On Senin, Februari 16, 2026

DPP ABPEDNAS Indonesia Hibahkan 7 Unit Kendaraan Operasional untuk Kejaksaan di Aceh dan Sumatera Utara
DPP ABPEDNAS Indonesia hibahkan 7 unit kendaraan operasional untuk Kejaksaan di Aceh dan Sumatera Utara. (Dok. Istimewa)

BENTENGSUMBAR.COM
– Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) kembali menegaskan komitmen sosial dan kelembagaan melalui penyerahan hibah tujuh unit kendaraan operasional bagi jajaran Kejaksaan Republik Indonesia di Aceh dan Sumatera Utara pada Sabtu (14/2/2026). Langkah strategis tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap daerah terdampak musibah bencana sekaligus dukungan konkret terhadap tugas dan fungsi aparat penegak hukum di wilayah setempat.

Penyerahan hibah dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan sosialisasi Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) serta pengukuhan pengurus DPD ABPEDNAS dan 20 DPC kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Momentum tersebut memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat dan institusi penegak hukum dalam menjaga tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel dan transparan.

Bantuan diserahkan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, bersama Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama. Kehadiran pimpinan organisasi pada prosesi penyerahan mencerminkan keseriusan ABPEDNAS dalam membangun kolaborasi yang produktif bersama Kejaksaan RI.

Adhitya Yusma Perdana menegaskan bahwa hibah tujuh unit kendaraan merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi kemasyarakatan terhadap kebutuhan institusi negara. Organisasi masyarakat, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menghadirkan kontribusi nyata sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing demi kepentingan publik.

Lebih lanjut, Adhitya menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari sinergisitas ABPEDNAS bersama Kejaksaan Agung RI. Komitmen tersebut selaras dengan dukungan terhadap agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada penguatan desa, pemerataan ekonomi, dan percepatan pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pembangunan dari tingkat akar rumput.

Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama, menambahkan bahwa hibah kendaraan operasional merupakan simbol kepedulian sekaligus penguatan kerja sama kelembagaan. Dukungan tersebut diharapkan mampu menunjang optimalisasi pelaksanaan Program Jaga Desa sebagai instrumen pencegahan penyimpangan serta penguatan tata kelola pemerintahan desa.

Adapun rincian hibah kendaraan operasional meliputi lima unit untuk wilayah Sumatera Utara dan dua unit untuk Aceh. Untuk Sumatera Utara, bantuan diberikan kepada Kejaksaan Negeri Langkat berupa satu unit Zenix dan satu unit Avanza, Cabang Kejaksaan Negeri Pangkalan Brandan satu unit Avanza, Cabang Kejaksaan Negeri Labuhan Deli satu unit Avanza, serta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui Asisten Intelijen satu unit Zenix. Sementara untuk Aceh, bantuan disalurkan kepada Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang berupa satu unit Zenix dan satu unit Avanza.

DPP ABPEDNAS memaknai hibah kendaraan operasional sebagai representasi penguatan kolaborasi jangka panjang antara organisasi dan Kejaksaan RI. Kemitraan strategis tersebut diarahkan pada penguatan fungsi pengawasan desa melalui BPD, pencegahan potensi penyimpangan Dana Desa, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan desa.

Ke depan, ABPEDNAS berkomitmen memperluas sinergi dengan aparat penegak hukum guna memastikan pembangunan desa berjalan secara sehat dan berkelanjutan. Melalui Program Jaga Desa, kolaborasi antara BPD ABPEDNAS dan Kejaksaan menjadi fondasi penting dalam menjaga integritas tata kelola desa serta mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara merata.

“Desa merupakan masa depan Indonesia. Melalui Program Jaga Desa, sinergi antara BPD ABPEDNAS dan Kejaksaan menjadi kunci dalam menjaga tata kelola desa yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” pungkas Adhitya Yusma Perdana. (*)

Pewarta: Muhammad Fadhli