Menyebut Nama Allah Penawar dan Zikir Pengobat
On Kamis, April 16, 2026
| Penulis Zamri Yahya, SH. I., Pimpinan Redaksi BentengSumbar.com yang kini dipercaya sebagai anggota DKP PWI Sumbar. |
Demikian penggalan doa Imam Ali ra., yang acap kali dibaca orang mukmin, walau sadar atau tidak, doa kerap dibaca orang tanpa tau sumbernya adalah Imam Ali ra.
1. Menyebut Nama Allah adalah penawar
Orang berpasrah diri karena suatu musibah, mengembalikan diri kepada Allah. Allah didakatinya, bukan dijauhi.
Allah tempatnya berkeluh kesah akan segala persoalan yang dia hadapi. Termasuk di sini penyakit yang sulit disembuhkan sekali pun.
Para nabi pun demikian, dia menyebut nama-nama Allah SWT dalam sakit yang dia derita. Mungkin kita masih ingat doa Nabi Ayub As yang dimuat dalam Quran Surah Al-Anbiya' ayat 83:
“(Ya Tuhanku,) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”
1. Zikir pada Allah adalah obat
Para ustad saling menasehati kita banyak-banyak berzikir. Para ustad itu mengatakan, zikir yang paling utama ada tiga, yaitu Astagfirullah, La ilaha illallah, dan salawat.
Ketika saya menderita sakit stroke, serasa dunia sudah gelap. Betapa tidak, dalam umur yang masih terbilang muda, saya terkena strok.
Tapi mamak (adik ibu kandung saya, red), selalu sabar mengobati saya. Ketika awal-awal saya sakit hampir setiap hari dia datang ke rumah setalah saya pulang dari rumah sakit menjali perawatan.
Selain mengurut saya secara tradisional, dia membawa obat yang seluruhnya berasal dari alam.
Dia pun menasehati saya agar rajin membaca Astagfirullah, La ilaha illallah, dan salawat setelah salat, minimal 100 x.
Dia mengatakan, agar saya memperkuat zikir itu. Ingat Allah kapan saja, dalam tarikan setiap nafas kita.
Dia pun mengajarkan bahwa salawat itu dapat menyembuhkan stroke, maka perbanyak lah salawat.
Kalau disimak nasehat dia, itu semua benar, bahkan juga dinasehatkan ustad-ustad di atas mimbar. Bahkan Allah dan malaikat-Nya bersalawat kepada nabi.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan." (QS. Al-Ahzab · Ayat 56).
3. Ketaatan kepada Allah Mendatangkan Kekayaan
Saya hampir saja putus asa dengan penyakit stroke yang saya hadapi. Tapi mamak saya menasehati agar saya jangan berputus asa dari rahmat Allah. Harus tetap semangat.
Dia menasehati saya agar menjaga ini: Ketaatan kepada Allah. Nasehatnya itu saya yang menyemagati saya. Saya menjaga ketaatan kepada Allah semampu saya.
Ternyata rezeki itu datang dari mana saja. Saya dibezuk Ketua DPRD Kota Padang ke rumah, ditengok Ketua DPRD dan Kepala Bapenda Sumbar ke rumah.
Wakil Ketua DPRD Sumbar dan Wakil Ketua DPRD Sumbar juga mensuport saya, termasuk sebagian anggota DPRD.
Termasuk sahabat saya yang saya kenal sebelum menjabat Wakil Wali Kota. Sahabat semasa kuliah yang kini Wakil Bupati Solok.
Ketua PWI, Ketua DKP dan jajaran anggotanya datang ke rumah sakit dan ke rumah. Sekwan DPRD Kota Padang, Kepala Dinas Damkar Kota Padang dan orang yang tak mungkin namanya saya sebut satu persatu.
Suport dari orang-orang itu sagat berarti bagi saya. Di tengah saya mengalami ujian, mereka terus mensuport saya. Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa beraktivitas seperti biasa dan bahkan sudah bisa nyetir mobil sendiri untuk menghadiri rapat di PWI dan ke DPRD.
Ketaatan kepada Allah SWT diyakini mendatangkan kekayaan dan kelapangan rezeki. Dalam perspektif Islam, konsep ini tidak hanya terbatas pada materi (uang), tetapi juga mencakup keberkahan, ketenangan jiwa, kesehatan, dan kemudahan dalam urusan hidup.
Allah menjanjikan solusi dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi mereka yang bertakwa (menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya).
Semakin tinggi ketaatan dan ketakwaan seseorang, semakin terbuka jalan rezeki dari arah yang tidak terduga (min haitu la yahtasib).
Rezeki yang Allah berikan mencakup nikmat sehat, waktu luang, keluarga yang saleh, serta hati yang qana'ah (merasa cukup dan tenang).
Ditulis oleh: Zamri Yahya, SH. I., Pimpinan Redaksi BentengSumbar.com yang kini dipercaya sebagai anggota DKP PWI Sumbar.