HEADLINE
Kabut Asap Meluas, DPR Minta Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Disiagakan    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Kabut Asap Meluas, DPR Minta Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Disiagakan
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyebut jika kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah memperkuat pelindungan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Netty menyebut jika kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, khususnya di Kalimantan, tidak boleh dipandang semata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai ancaman serius bagi kesehatan dan aktivitas masyarakat.

“Ketika kabut asap semakin pekat dan kualitas udara memburuk, yang paling penting adalah memastikan masyarakat terlindungi. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan pernapasan harus mendapatkan perhatian khusus,” ujar Netty.

Menurutnya,penanganan karhutla perlu berjalan beriringan dengan langkah mitigasi dampak kesehatan. Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan, Puskesmas, dan rumah sakit perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta gangguan kesehatan lainnya akibat paparan asap.

Netty juga mendorong penyampaian informasi kualitas udara secara berkala dan mudah dipahami masyarakat. Informasi tersebut harus disertai panduan yang jelas mengenai pembatasan aktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai, serta langkah yang perlu dilakukan ketika muncul gejala gangguan pernapasan.

“Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui bahwa udara sedang buruk, tetapi tidak mendapatkan panduan mengenai apa yang harus dilakukan. Informasi harus diikuti dengan layanan kesehatan yang siap, akses pemeriksaan, dan penanganan yang cepat bagi warga terdampak,” katanya.

Selain aspek kesehatan, Netty menilai pengendalian karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor yang konsisten. Upaya pemadaman, pemantauan titik api, perlindungan kawasan gambut, serta penegakan hukum terhadap pembakaran lahan harus dilakukan secara terpadu agar kebakaran tidak terus berulang.

Ia mengapresiasi kerja petugas gabungan dan relawan yang terus berupaya menangani kebakaran di lapangan. Namun, upaya tersebut perlu diperkuat dengan pencegahan sejak dini, dukungan sarana yang memadai, dan evaluasi terhadap efektivitas penanganan di wilayah rawan.

“Pemadaman memang penting, tetapi pencegahan tidak boleh tertinggal. Kita perlu memastikan kesiapsiagaan berjalan sebelum kebakaran meluas dan masyarakat terpapar asap dalam waktu lama,” ujarnya.

Netty menegaskan, pelindungan kesehatan masyarakat harus menjadi bagian integral dari kebijakan penanganan karhutla. Pemerintah perlu memastikan bahwa respons darurat tidak hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga pada keselamatan warga, keberlanjutan layanan kesehatan, dan pemulihan lingkungan.

“Negara harus hadir dalam dua hal sekaligus, mengendalikan kebakaran dan melindungi masyarakat dari dampaknya. Keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya diukur dari berkurangnya titik api, tetapi juga dari terjaganya kesehatan dan keselamatan warga,” tutup Netty. (*)

Mengenal Formula 5T: Kunci Bagi Generasi Muda Menghadapi Dunia Kerja Era AI    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Mengenal Formula 5T: Kunci Bagi Generasi Muda Menghadapi Dunia Kerja Era AI
Yassierli saat membuka Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, Senin (12/10/2026). (Foto: Aditya). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memperkenalkan formula 5T sebagai bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan dunia kerja di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotika, dan teknologi digital. Formula ini menekankan lima kemampuan utama, yakni Think, Tech, Talk, Team, dan Trust.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli saat membuka Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, Senin (12/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengajak generasi muda mempersiapkan diri sejak dini agar mampu bersaing dan berkontribusi menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Menurut Yassierli, Indonesia memiliki banyak pemuda berkualitas dan kompeten yang berpotensi menjadi kekuatan bangsa. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan keterampilan, penguasaan teknologi, kemampuan berkolaborasi, serta karakter yang kuat.

Bekal pertama, Think, menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, menjaga rasa ingin tahu, dan berani mengajukan pertanyaan. Kemampuan ini diperlukan agar generasi muda tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga mampu menganalisis persoalan dan mengambil keputusan secara tepat.

Selanjutnya, Tech mengingatkan pentingnya memahami perkembangan teknologi, pengolahan data, dan AI. Menurut Yassierli, penguasaan teknologi bukan hanya kebutuhan siswa yang mendalami ilmu sains, melainkan juga relevan bagi berbagai bidang keilmuan dan profesi.

Yassierli juga menegaskan bahwa AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai mitra untuk membantu manusia mengolah informasi dan mencari data. Meski demikian, penggunaannya harus tetap disertai empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab. Ia menilai keberhasilan di masa depan membutuhkan kemampuan berkolaborasi dengan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Bekal ketiga, Talk, berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Generasi muda diharapkan mampu mendengarkan dengan baik, menyampaikan gagasan secara jelas, serta mengembangkan kemampuan berbahasa asing untuk memperluas peluang di dunia kerja. Sementara itu, Team menekankan pentingnya kerja sama, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi dalam mencapai tujuan bersama.

Adapun bekal kelima, Trust, berfokus pada kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. Yassierli menegaskan bahwa keahlian saja tidak cukup tanpa karakter yang membuat seseorang dapat dipercaya. Ia mengingatkan generasi muda agar berani mengambil sikap ketika menghadapi sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani.

Melalui formula 5T tersebut, Yassierli berharap generasi muda Indonesia mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja. Kegiatan pembukaan Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya mempersiapkan keterampilan dan karakter sejak bangku pendidikan. Dengan bekal berpikir kritis, penguasaan teknologi, komunikasi, kolaborasi, dan kepercayaan, generasi muda diharapkan dapat memanfaatkan peluang era AI sekaligus memberikan kontribusi positif bagi bangsa. (*)

Laporan: Aditya
Editor: Zamri Yahya, WU

Panjat Tebing Padang Raih 6 Medali di Porprov Sumbar 2026, Dua Emas Masih Diburu!    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Panjat Tebing Padang Raih 6 Medali di Porprov Sumbar 2026, Dua Emas Masih Diburu!
Hingga hari ketujuh pertandingan, atlet Kota Padang telah mengoleksi enam medali, terdiri dari empat perak dan dua perunggu, serta masih membidik dua medali emas. (Foto: Dori/Dedi). 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Kontingen panjat tebing Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Padang terus berjuang mengukir prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Hingga hari ketujuh pertandingan, atlet Kota Padang telah mengoleksi enam medali, terdiri dari empat perak dan dua perunggu, serta masih membidik dua medali emas.

Pertandingan panjat tebing Porprov XVI Sumbar 2026 berlangsung pada 7–14 Oktober 2026 di Sport Hall Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman. Para atlet dari berbagai kabupaten dan kota bersaing ketat untuk meraih medali sekaligus mengharumkan nama daerah masing-masing.

Capaian enam medali tersebut menjadi modal penting bagi kontingen FPTI Kota Padang untuk meningkatkan perolehan hingga kompetisi berakhir. Sejumlah atlet berhasil menyumbangkan medali dari nomor boulder, lead, dan speed, memperlihatkan perjuangan tim dalam menghadapi persaingan di berbagai kategori pertandingan.

Salah satu penyumbang medali ialah Haya Nafisah Khairiah. Atlet putri Kota Padang ini meraih medali perunggu pada nomor boulder umum A dan medali perak pada nomor boulder umum B. Hasil tersebut menambah kontribusi atlet putri dalam perolehan medali sementara kontingen panjat tebing Kota Padang.

Sementara itu, Alimin Nurdin berhasil menyumbangkan medali perak pada nomor lead perorangan putra. Kontingen Kota Padang juga meraih medali perak pada nomor speed world record (WR) umum A dan lead umum A putri, serta medali perunggu pada nomor lead team umum putri.

Pelatih panjat tebing Kota Padang, Ardiansyah, menyebut perjuangan tim belum berakhir. Ia mengatakan kontingen masih membidik dua medali emas dari nomor lead perorangan umum putra dan boulder perorangan umum putra. Kedua nomor tersebut menjadi sasaran penting untuk menambah koleksi medali Kota Padang pada ajang olahraga tingkat provinsi ini.

Untuk mewujudkan target tersebut, Ardiansyah menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik, stamina, konsentrasi, dan kesiapan mental atlet. Ia berharap para atlet mampu mempertahankan kebugaran, menjalankan strategi yang telah disiapkan bersama tim pelatih, serta tampil maksimal ketika menghadapi pertandingan penentuan.

Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus UIN Imam Bonjol Padang di kawasan Lubuk Lintah yang telah memfasilitasi atlet panjat tebing Kota Padang untuk menjalani latihan. Dukungan fasilitas tersebut diharapkan membantu meningkatkan kemampuan atlet sekaligus memperkuat persiapan menghadapi kompetisi. Sinergi antara atlet, pelatih, pengurus, dan pihak pendukung menjadi bagian penting dalam pembinaan prestasi olahraga daerah.

Dengan pertandingan yang dijadwalkan berlangsung hingga 14 Oktober 2026, kontingen FPTI Kota Padang masih memiliki kesempatan untuk menambah medali. Perolehan empat perak dan dua perunggu menjadi capaian sementara yang patut diapresiasi, sementara target dua emas menjadi tantangan berikutnya. Perjuangan para atlet diharapkan mampu memberikan hasil terbaik bagi Kota Padang dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kompetisi. (*) 

Sumber: Dori Rajo Nan Kayo/Dedi Prima Maha Rajo Dirajo
Editor: Zamri Yahya, WU

Turun Langsung ke Lapangan! Komisi III DPRD Kota Padang Bongkar Hasil Evaluasi Proyek Strategis Akhir Tahun Demi Kepentingan Warga    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Turun Langsung ke Lapangan! Komisi III DPRD Kota Padang Bongkar Hasil Evaluasi Proyek Strategis Akhir Tahun Demi Kepentingan Warga
Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim menjelaskan ada beberapa temuan yang menjadi catatan penting. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menjelang penghujung tahun anggaran, fungsi pengawasan terhadap pembangunan fisik dan program pemerintah kota semakin diintensifkan. Komisi III DPRD Kota Padang melakukan kegiatan kunjungan lapangan krusial guna meninjau langsung progres serta efektivitas sejumlah program strategis yang sedang berjalan di tengah masyarakat.

Kegiatan blusukan dan peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, dengan didampingi oleh sejumlah anggota Komisi III serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Lokasi yang dikunjungi adalah Pasar Raya, Kota Tua, dan Jalan 2 Jalur di depan Plaza Andalas Padang dan lain-lainnya.

Langkah proaktif ini dilakukan untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Dalam keterangannya yang disampaikan melalui sambungan telepon selular pada Selasa, 13 Oktober 2026, Helmi Moesim menjelaskan bahwa agenda utama kegiatan ini adalah mengevaluasi program-program strategis di bawah naungan pemerintah kota. Evaluasi ini menjadi instrumen penting karena sudah memasuki penghujung tahun.

"Kita lakukan karena sudah mulai penghujung tahun. Kita ingin melihat sejauh mana progresnya, dan tidak jauh deviasinya," ujar Helmi Moesim dalam wawancara tersebut. Menurutnya, pengawasan ketat diperlukan agar pelaksanaan di lapangan tidak mengalami penyimpangan yang signifikan dari perencanaan awal.

Lebih lanjut, politisi Golkar yang akrab disapa Bang Ay tersebut menegaskan bahwa jika ditemukan kendala teknis maupun non-teknis akibat suatu hal di lapangan, maka pihak legislatif bersama eksekutif langsung duduk bersama untuk mendiskusikannya. Hal ini bertujuan agar solusi cepat bisa segera dirumuskan demi kebaikan bersama.

Tujuan akhir dari pengawasan intensif ini adalah memastikan seluruh proyek fisik maupun program kerja dapat terealisasi 100 persen sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Pihaknya tidak ingin ada progres yang terbengkalai, mengingat hal tersebut berkaitan langsung dengan efektivitas anggaran serta kelangsungan mitra kontraktor di lapangan.

Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan sejauh ini, Helmi menyebutkan bahwa ada beberapa temuan yang menjadi catatan penting. Untuk pengerjaan di sektor basement, progresnya dinilai cukup baik dan menggembirakan karena telah mencapai angka sekitar 97 persen dan mendekati tahap penyelesaian akhir.

Kendati demikian, Komisi III juga mendapati sejumlah kendala di lapangan, salah satunya pada proyek air mancur yang mencatatkan deviasi kurang dari dua persen. Kendala utamanya berkaitan dengan pemasangan instalasi kelistrikan (KWH meter) yang harus segera diselesaikan agar sistem dapat beroperasi secara optimal.

Menutup wawancara tersebut, Helmi Moesim berharap seluruh kendala teknis, termasuk pemasangan listrik dan penyelesaian detail pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi, dapat segera dituntaskan oleh pihak terkait. Komisi III DPRD Kota Padang akan terus mengawal proses ini hingga seluruh program akhir tahun tuntas tanpa hambatan berarti. (*) 

Pewarta: Zamri Yahya, WU 

Maigus Nasir Tinjau Final MTQ ke-42 Kota Padang, Potensi Qori-Qoriah Muda Siap Harumkan Sumbar di Tingkat Nasional    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Maigus Nasir Tinjau Final MTQ ke-42 Kota Padang, Potensi Qori-Qoriah Muda Siap Harumkan Sumbar di Tingkat Nasional
Maigus Nasir, meninjau langsung pelaksanaan final Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kota Padang di Masjid Al-Manar, Dadok, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (13/10/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Padang, Maigus Nasir, meninjau langsung pelaksanaan final Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kota Padang di Masjid Al-Manar, Dadok, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (13/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat potensi para peserta yang dinilai memiliki kemampuan luar biasa dalam mengembangkan prestasi Al-Quran.

Dalam peninjauan itu, Maigus Nasir menyaksikan langsung antusiasme peserta, ofisial, pelatih, serta masyarakat yang turut meramaikan pelaksanaan babak final. Kehadiran berbagai kalangan memperlihatkan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga ruang untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran.

Maigus Nasir mengatakan, Kota Padang memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi Qurani yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat lebih tinggi. Menurutnya, kemampuan anak-anak daerah perlu terus dibina melalui kegiatan keagamaan yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak.

"Kota Padang memiliki potensi untuk pengembangan anak-anak kita untuk bisa mengharumkan nama Kota Padang dan Sumatera Barat ke depan di kancah nasional," ujar Maigus Nasir saat meninjau pelaksanaan final MTQ ke-42 tersebut.

Ia menilai, pelaksanaan MTQ tahun ini terasa istimewa karena mendapat sambutan dari masyarakat berbagai kalangan. Tidak hanya peserta dan pendamping, anak-anak, siswa, hingga kelompok majelis taklim di sekitar lokasi juga ikut menunjukkan antusiasme dalam mendukung kegiatan tersebut.

Menurut Maigus, keterlibatan masyarakat menjadi modal penting dalam membumikan Al-Quran di tengah kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat program unggulan Smart Surau yang dicanangkan Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Selain mendorong prestasi di bidang tilawah dan cabang musabaqah lainnya, penyelenggaraan MTQ ke-42 juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan. Di Masjid Al-Manar, kaum ibu dan kelompok majelis taklim setempat turut berperan aktif membantu menyiapkan kebutuhan logistik serta konsumsi bagi pihak-pihak yang terlibat.

Maigus berharap, penyelenggaraan MTQ tidak berhenti sebagai agenda perlombaan semata, tetapi mampu meningkatkan aktivitas keagamaan di masjid dan lingkungan masyarakat. Ia juga berharap semangat yang tumbuh selama MTQ dapat memperkuat pelaksanaan program Smart Surau sekaligus mendorong pembinaan generasi muda yang dekat dengan Al-Quran.

"Mudah-mudahan melalui MTQ ini akan meningkatkan semangat untuk menggerakkan aktivitas program unggulan Wali Kota Padang, Smart Surau," tuturnya. Peninjauan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, LPTQ, peserta, pelatih, ofisial, dan masyarakat dalam membangun generasi Qurani serta melahirkan qori dan qoriah berprestasi yang membawa nama baik Kota Padang dan Sumatera Barat. (*) 

Laporan: Tommi
Editor: Zamri Yahya, WU

PKB Sumbar Gaspol Menuju Pemilu 2029, Firdaus Targetkan Struktur Partai Tuntas hingga Nagari    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

PKB Sumbar Gaspol Menuju Pemilu 2029, Firdaus Targetkan Struktur Partai Tuntas hingga Nagari
Pengukuhan dan orientasi politik 19 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Sumatera Barat serta pengurus DPW Perempuan Bangsa Sumbar masa bakti 2026–2031 di Hotel The ZHM Premiere Padang, Selasa (13/10/2026). (Foto: Pajok). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat mulai memperkuat mesin organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029. Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus, S.H.I., menargetkan pembentukan struktur partai hingga tingkat nagari, sementara penjaringan calon anggota legislatif dipersiapkan sejak dini demi meningkatkan perolehan kursi di DPRD.

Langkah tersebut mengemuka dalam kegiatan pengukuhan dan orientasi politik 19 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Sumatera Barat serta pengurus DPW Perempuan Bangsa Sumbar masa bakti 2026–2031 di Hotel The ZHM Premiere Padang, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah kerja politik partai menjelang kontestasi 2029.

Firdaus mengungkapkan, dari sekitar 179 kecamatan di Sumatera Barat, kepengurusan PKB baru terbentuk di 118 kecamatan atau sekitar 66 persen. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus DPC segera menuntaskan pembentukan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) di kecamatan yang belum memiliki struktur lengkap, kemudian melanjutkan pembentukan Dewan Pengurus Ranting (DPRT) di setiap nagari mulai Desember mendatang.

“Dalam menghadapi pemilu, struktur organisasi merupakan hal paling utama yang harus dirampungkan, sesuai dengan perintah Ketua Umum,” ujar Firdaus. Ia menegaskan, pengukuhan pengurus bukan sekadar penerimaan surat keputusan atau pemasangan atribut, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, konsolidasi berkelanjutan, dan kehadiran partai di tengah masyarakat.

Perwakilan Ketua Umum DPP PKB, Rico Alviano, S.T., menegaskan bahwa pengukuhan 19 DPC tersebut merupakan awal dari kerja politik menuju Pemilu 2029. Ia mendorong seluruh pengurus memperkuat kaderisasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menjalankan politik yang santun. Menurutnya, PKB Sumbar perlu meningkatkan daya saing agar mampu merebut posisi pimpinan DPRD kabupaten dan kota.

“Di Sumatera Barat, PKB tidak boleh lagi menjadi partai pelengkap. Kita harus merebut kursi pimpinan DPRD kabupaten dan kota,” tegas Rico. Ia juga mendorong penjaringan calon anggota legislatif dimulai sejak 2027 dengan mengutamakan kapasitas, potensi, dan kemampuan kader, termasuk dari kalangan masyarakat Minangkabau, bukan semata-mata kemampuan finansial.

Selain konsolidasi struktur, PKB Sumbar turut memperkuat peran organisasi perempuan melalui Perempuan Bangsa. Sekretaris Jenderal DPP Perempuan Bangsa, Hj. Nurnadlifah, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa restrukturisasi kepengurusan di tingkat DPW telah diselesaikan dan dilanjutkan ke tingkat DPC di seluruh Indonesia. Organisasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan partai, memperkuat keterlibatan perempuan, serta menyiapkan calon anggota legislatif perempuan di setiap daerah pemilihan.

Nurnadlifah menegaskan bahwa Perempuan Bangsa ingin berkontribusi menambah jumlah kursi legislatif, bukan sekadar mengisi posisi yang sudah tersedia. Ia juga meminta pengurus PKB di semua tingkatan memberikan dukungan terhadap program kerja badan partai dan memastikan pakta integritas diwujudkan melalui tindakan nyata. Sementara itu, Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumbar, Cempaka Tanjung, menekankan pentingnya sinergi untuk meningkatkan kapasitas kader perempuan dalam politik, pembangunan, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Perempuan Bangsa! Bergerak Bersama, Berdaya Bersama!” seru Cempaka Tanjung. Ia berharap pengukuhan pengurus menjadi titik awal penguatan komitmen organisasi, pemetaan daerah pemilihan, dan peningkatan peran perempuan dalam proses politik. Melalui pembenahan struktur hingga nagari, kaderisasi sejak dini, serta penguatan Perempuan Bangsa, PKB Sumatera Barat menyiapkan langkah organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan target meningkatkan perolehan kursi legislatif dan memperluas pengabdian kepada masyarakat. (*) 

Laporan: Pajok
Editor: Zamri Yahya, WU

Gempar di Ranah Minang! Dominasi Tanpa Tanding Kota Padang di Porprov XVI Sumbar Bikin Merinding: Rahasia Sukses di Balik Perolehan Medali yang Menggila!    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Gempar di Ranah Minang! Dominasi Tanpa Tanding Kota Padang di Porprov XVI Sumbar Bikin Merinding: Rahasia Sukses di Balik Perolehan Medali yang Menggila!
Kota Padang berdiri tegak di puncak klasemen dengan dominasi mutlak yang sulit dipercaya. (Foto: Dedi Prima). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Atmosfer olahraga di Sumatra Barat mencapai puncaknya. Kabar terbaru dari Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Sumbar benar-benar mengejutkan publik. Sebuah fenomena tak tertandingi sedang terjadi di lapangan, di mana satu kota telah menciptakan jurang prestasi yang sedemikian rupa dengan para pesaingnya, meninggalkan semua mata terbelalak.

Mari bicara data yang valid dan terkini. Hingga update resmi pada Selasa, pukul 7:25, sebagaimana terekam dalam klasemen medali, Kota Padang berdiri tegak di puncak klasemen dengan dominasi mutlak yang sulit dipercaya. Tim asal ibu kota provinsi ini telah mengoleksi total medali yang sangat fantastis, yakni 415 medali, dengan rincian emas yang mencengangkan sebanyak 175 keping.

Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah rekor yang menghancurkan nalar persaingan. Sebagai perbandingan, Kota Solok di posisi kedua mengumpulkan 242 medali (94 emas), sementara Kabupaten Padang Pariaman di posisi ketiga memiliki 187 medali (61 emas). Perolehan medali emas Kota Padang sendiri sudah hampir mendekati total seluruh medali yang diraih oleh gabungan peringkat lima besar di bawahnya. Dominasi ini adalah berita besar dalam sejarah olahraga Sumbar.

Kekuatan luar biasa Kota Padang ini bukan kebetulan semata. Dalam sebuah momen yang penuh kebanggaan di area pertandingan utama, keberhasilan bersejarah ini disaksikan langsung dan diapresiasi oleh tokoh-tokoh kunci. Hadir di tengah keramaian, Walikota Padang, serta jajaran pimpinan KONI Kota Padang dan para legenda olahraga lokal memberikan dukungan penuh, yang jelas-jelas menjadi pemicu semangat bagi para atlet untuk melampaui batas kemampuan mereka. 

Di balik angka-angka tersebut, terdapat cerita tentang dedikasi, air mata, dan strategi yang matang. Pihak penyelenggara mengungkapkan bahwa kunci di balik performa epik ini adalah investasi jangka panjang pada pelatihan atlet muda dan fasilitas olahraga yang superior. Ini bukan sekadar tentang bakat alami, tetapi tentang sistem pendukung yang dirancang untuk melahirkan pemenang.

Kabar tentang 'Perolehan Medali Tergila di Porprov XVI' ini telah menyebar seperti api di media sosial. Netizen dari seluruh Sumatra Barat (dan Indonesia!) berbondong-bondong membicarakan dan membagikan klasemen ini. Pencarian untuk 'Hasil Porprov XVI Sumbar' dan 'Medali Kota Padang' meroket, menempatkan artikel ini di garis depan minat publik.

Dominasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga Kota Padang tetapi juga pemicu semangat bagi seluruh masyarakat Sumatra Barat. Prestasi ini menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh anak muda Ranah Minang untuk bersaing di level nasional dan bahkan internasional. Ini adalah demonstrasi kekuatan karakter dan tekad yang kuat.

Keberhasilan Kota Padang ini diharapkan tidak hanya berhenti di tingkat provinsi. Dengan persiapan matang, atlet-atlet bertalenta ini berpotensi besar untuk mengharumkan nama Sumatra Barat di ajang yang lebih tinggi, seperti PON dan SEA Games. Ini adalah tonggak sejarah baru dalam pembinaan atlet daerah.

Prestasi spektakuler Kota Padang di Porprov XVI Sumbar bukan sekadar kemenangan tim, melainkan simbol kebangkitan dan semangat juara yang menginspirasi. "Mari kita jadikan momen ini sebagai pemicu untuk terus mendukung bakat-bakat olahraga di sekitar kita. Terus ikuti update terbaru dan berita eksklusif untuk mengetahui kisah sukses para pahlawan olahraga kita!," ungkap Erianto Mahmuda, Ketua KONI Kota Padang. (*) 

Laporan: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU