HEADLINE
DKP PWI Sumbar Dorong Sosialisasi Etika Wartawan dan Pembenahan Kearsipan    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

DKP PWI Sumbar Dorong Sosialisasi Etika Wartawan dan Pembenahan Kearsipan
Rapat DKP PWI Sumbar yang digelar di ruang DKP PWI Sumbar, Jumat (11/9/2026). Rapat dihadiri Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi, Sekretaris Emil Mahmud, serta anggota Rusdi Bais dan Zamri Yahya. (Foto: Boing). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (DKP PWI) Sumatera Barat mendorong penguatan pembinaan wartawan, sosialisasi etika jurnalistik, serta pembenahan sistem pengaduan dan kearsipan organisasi. Langkah tersebut dinilai penting seiring bertambahnya jumlah anggota PWI Sumbar.

Hal itu mengemuka dalam rapat DKP PWI Sumbar yang digelar di ruang DKP PWI Sumbar, Jumat (11/9/2026). Rapat dihadiri Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi, Sekretaris Emil Mahmud, serta anggota Rusdi Bais dan Zamri Yahya.

Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi menegaskan, keberadaan DKP tidak semata-mata berorientasi pada penindakan atau pemberian sanksi terhadap wartawan. Menurutnya, fungsi edukasi dan pembinaan harus menjadi perhatian utama.

“Kita seharusnya mengedukasi wartawan, bukan bersifat menghukum,” ujar Zul dalam rapat tersebut.

Ia menilai, pembinaan perlu dilakukan secara sistematis bersama pengurus harian PWI Sumbar. Dengan langkah tersebut, diharapkan persoalan pelanggaran etika dapat diminimalkan sehingga DKP tidak dibanjiri laporan yang sebenarnya bisa dicegah melalui edukasi sejak awal.

Zul juga mengusulkan adanya format standar pengaduan yang masuk ke DKP PWI Sumbar. Pengaduan, kata dia, dapat dibuat dalam format tertentu, termasuk file PDF, dengan ketentuan batas maksimal isi serta kewajiban melampirkan bukti atau dokumen pendukung.

Selain format pengaduan, Zul menilai perlu dibuat standar format keputusan DKP. Hal ini termasuk mekanisme pengambilan keputusan apabila terjadi perbedaan pendapat di antara anggota majelis. Ia menegaskan, proses tersebut harus berjalan objektif dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh anggota majelis untuk menyampaikan pandangan.

“Saya sebagai ketua majelis tidak mau berada di depan dalam pengambilan keputusan. Saya lebih mendahulukan anggota majelis,” katanya.

Pembenahan kearsipan juga menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat. Zul menyebut penataan dokumen, termasuk sistem penomoran surat, perlu diperbaiki agar tidak terjadi penomoran berulang. Menurutnya, DKP dapat memberikan contoh langsung mengenai tata kelola arsip yang baik.

Anggota DKP PWI Sumbar Rusdi Bais menyatakan setuju dengan usulan tersebut. Ia menilai DKP harus memiliki sistem pengarsipan yang jelas dan tertata. Selain itu, sosialisasi juga perlu digencarkan mengingat jumlah anggota PWI Sumbar terus bertambah dengan latar belakang dan karakter yang beragam.

Pandangan serupa disampaikan anggota DKP PWI Sumbar Zamri Yahya. Ia menilai kearsipan sangat penting karena setiap keputusan yang diambil DKP berpotensi menjadi yurisprudensi atau rujukan bagi kepengurusan DKP pada masa mendatang.

Sekretaris DKP PWI Sumbar Emil Mahmud juga meminta dukungan seluruh anggota dalam pembenahan kearsipan. Ia mengakui selama ini lebih banyak berkutat pada bidang SIWO dan pendidikan, sehingga pembenahan administrasi dan arsip membutuhkan dukungan bersama.

Emil menambahkan, sosialisasi merupakan tahapan penting sebelum dilakukan penindakan. Karena itu, ia mengusulkan pembentukan Divisi Sosialisasi yang memiliki program kerja konkret untuk memberikan pemahaman kepada anggota PWI mengenai etika dan aturan profesi wartawan.

Menanggapi usulan tersebut, Zul Effendi kembali menekankan pentingnya kearsipan, termasuk sebagai bagian dari pertanggungjawaban organisasi ketika dilakukan konvensi atau evaluasi organisasi. Ia juga membuka gagasan program dialog bulanan yang melibatkan seluruh pengurus PWI untuk memperkuat pemahaman anggota.

Menurut Zul, anggota PWI tidak cukup hanya mengetahui aturan, tetapi juga harus memahami dan menghayati etika profesi sebagaimana diatur dalam AD/ART PWI, Kode Perilaku Wartawan (KPW), serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Sosialisasi, lanjutnya, juga perlu diperluas kepada pihak eksternal. DKP PWI Sumbar dapat melibatkan humas instansi pemerintah maupun lembaga lainnya. Bahkan, kerja sama dengan Dewan Pers dapat dilakukan dengan PWI sebagai penyelenggara dan pihak terkait sebagai narasumber.

“Kita ingin anggota PWI harus tahu, lantas mengerti dan paham soal etika sebagai wartawan,” tegas Zul.

Terkait pembiayaan DKP, Zul menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dibicarakan dengan Ketua PWI Sumbar Widya Navies. Ia menilai mekanisme pendanaan DKP harus jelas dan transparan agar pelaksanaan program, termasuk pembinaan, sosialisasi, pengaduan, dan kearsipan, dapat berjalan secara optimal.

Rapat tersebut pada akhirnya menegaskan pentingnya memperkuat DKP PWI Sumbar sebagai lembaga yang tidak hanya menjalankan fungsi penyelesaian pengaduan dan penegakan etika, tetapi juga aktif melakukan edukasi, pembinaan, serta membangun tata kelola administrasi yang tertib dan transparan. (*)

Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, JPS Sumbar Gelar Doa Bersama    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, JPS Sumbar Gelar Doa Bersama
Jaringan Pemred Sumbar (JPS) menggelar doa bersama untuk lima jurnalis tersebut di Lapau Teh Talua, Kota Padang, Jumat (11/9/2026). (Ucok). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabar hilang kontaknya lima jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau mengundang keprihatinan insan pers di Sumatera Barat (Sumbar). Solidaritas pun ditunjukkan melalui doa bersama agar kelima jurnalis tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Jaringan Pemred Sumbar (JPS) menggelar doa bersama untuk lima jurnalis tersebut di Lapau Teh Talua, Kota Padang, Jumat (11/9/2026).

Suasana doa bersama berlangsung penuh keprihatinan. Para jurnalis yang hadir memanjatkan doa sekaligus berharap proses pencarian terhadap kelima rekan seprofesi itu segera menemukan titik terang.

Ketua JPS, Adrian Tuswandi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas insan pers Sumbar terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di tengah situasi erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurut Adrian, kabar hilang kontak tersebut menjadi perhatian bersama. Ia berharap proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal sehingga kelima jurnalis segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Lima jurnalis yang bertugas liputan erupsi Anak Krakatau dan belum diketahui keberadaannya. Kita di Sumbar sebagaimana tradisi, kita berduka dan berharap proses penemuan ini menemukan titik terang, dan diharap ketemu dengan selamat,” ujar Adrian.

Ia menegaskan, tugas jurnalistik bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk tanggung jawab untuk mendapatkan informasi dari lapangan dan menyampaikannya kepada masyarakat. Karena itu, ketika seorang jurnalis mengalami kondisi darurat, rasa cemas juga dirasakan oleh keluarga maupun rekan-rekan seprofesi.

Adrian berharap doa bersama yang digelar JPS menjadi bagian dari ikhtiar dan dukungan moral bagi proses pencarian. Ia juga berharap kelima jurnalis tersebut segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

“Kami berharap teman-teman kami ditemukan dalam keadaan selamat. Aamiin ya Rabbal Alamin,” tuturnya. (*)

Pemprov Sumbar Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Hujan Lebat 11-13 September    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Pemprov Sumbar Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Hujan Lebat 11-13 September
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi selaku Kepala BPBD Ex-Officio meminta masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan bencana, untuk lebih waspada. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan dengan intensitas tinggi yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Sumbar pada 11 hingga 13 September 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi selaku Kepala BPBD Ex-Officio meminta masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan bencana, untuk lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, maupun pohon tumbang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di daerah rawan banjir dan longsor. Perhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera mengambil langkah penyelamatan apabila terjadi hujan lebat dalam waktu yang cukup lama,” ujar Arry Yuswandi di Padang, Jum'at (11/9/2026).

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Karena itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca, mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing, serta mengikuti arahan petugas kebencanaan apabila kondisi semakin memburuk.

Peringatan tersebut sejalan dengan informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau yang memprediksi adanya potensi cuaca ekstrem di Sumbar dalam tiga hari ke depan.

Menindaklanjuti peringatan tersebut, Sekda meminta jajaran BPBD kabupaten dan kota bersama seluruh unsur terkait meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing. Koordinasi juga perlu diperkuat untuk memastikan informasi dan penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi bencana.

“Jika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama, debit sungai mulai meningkat, atau masyarakat melihat tanda-tanda pergerakan tanah maupun longsoran, segera menjauh dari lokasi berbahaya dan mencari tempat yang lebih aman. Jangan mengambil risiko,” tegas Sekda Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi.

Sekda menegaskan, kewaspadaan sejak dini merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko bencana. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan dini serta segera melaporkan apabila terjadi bencana atau kondisi yang berpotensi membahayakan kepada petugas kebencanaan setempat.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan melalui siaran persnya menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang sedang aktif di wilayah Sumbar.

“Berdasarkan analisis, terdapat sejumlah faktor yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Barat, di antaranya Gelombang Rossby Equatorial, daerah pertemuan arus angin atau konvergensi, serta belokan angin (shearline),” ujar Decky.

Selain itu, kata Decky, anomali suhu muka laut di perairan barat Sumbar terpantau positif. Kondisi tersebut turut mendukung peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan secara intensif di sejumlah wilayah Sumbar.

Berdasarkan pemetaan BMKG untuk periode 11 hingga 13 September 2026, wilayah yang berada dalam status SIAGA meliputi Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok.

Sementara status WASPADA meliputi Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya, dan Solok Selatan serta wilayah sekitarnya.

Masyarakat juga diimbau memperbarui informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Informasi terkini dapat diakses melalui aplikasi resmi InfoBMKG, akun Instagram @bmkgminangkabau, maupun layanan WhatsApp BMKG di nomor 0812-6812-5907. (adpsb/bud)

Urai Kemacetan, Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah Bukaan Median atau U-turn    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Urai Kemacetan, Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah Bukaan Median atau U-turn
Rapat koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Payakumbuh  di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Payakumbuh mengkaji penutupan sejumlah bukaan median atau U-turn serta penataan parkir sebagai bagian dari upaya mengurai kemacetan dan menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kajian tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Payakumbuh  di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

Sejumlah titik yang masuk evaluasi meliputi depan SPBU Parit Rantang, kawasan Lapas/Ramayana, Masjid Al-Ihsan, gerbang Masjid Gadang, kawasan wisata Batang Agam, Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, Simpang Kasda, serta depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh melalui Asisten II Yasrizal mengatakan penataan lalu lintas membutuhkan koordinasi lintas instansi agar persoalan di lapangan dapat ditangani secara terpadu.

"Forum ini kita arahkan untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan dan pengawasan lalu lintas secara lintas sektoral," katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh melalui Sekretaris Dishub Yulhendri menegaskan hasil pembahasan Forum LLAJ belum menjadi keputusan final.

Pemerintah akan terlebih dahulu mengecek kondisi lapangan dan melakukan simulasi sebelum menerapkan rekayasa lalu lintas.

"Kita ingin setiap keputusan benar-benar berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, termasuk dampaknya terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat," ujarnya.

Kabid Keselamatan dan Operasional Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Finto Handayana Putra mengatakan bukaan median di depan SPBU Parit Rantang dan Lapas/Ramayana masih berstatus usulan penutupan. Manuver kendaraan untuk berputar balik di kedua lokasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk.

"Penutupan median menjadi salah satu opsi yang kita siapkan untuk diuji di lapangan," katanya.

Di depan Masjid Al-Ihsan, median telah ditutup sementara menggunakan water barrier. Namun, keputusan penutupan permanen masih menunggu hasil pembahasan dan kajian Forum LLAJ.

Sementara itu, bukaan median di depan gerbang Masjid Gadang diusulkan untuk ditutup sebagian. Lebar bukaan yang mencapai sekitar 17 meter dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena memungkinkan manuver kendaraan pada ruang yang cukup lebar.

Untuk kawasan wisata Batang Agam, Forum LLAJ masih mengevaluasi sirkulasi kendaraan, penataan parkir, dan aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Keluhan pedagang terkait rambu larangan masuk atau perboden juga menjadi bagian dari pertimbangan.

"Kita perlu mencari skema yang membuat arus tetap lancar tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Finto.

Di Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, evaluasi dilakukan karena kendaraan orang tua siswa yang berhenti atau parkir di kedua sisi jalan kerap memicu kepadatan saat jam pulang sekolah.

Simpang Kasda juga masih dalam evaluasi, terutama terkait operasional lampu lalu lintas yang beririsan dengan aktivitas pedagang kuliner mulai pukul 15.00 WIB.

Adapun kawasan depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota masih dikaji dengan opsi sterilisasi parkir reguler atau pembatasan parkir bagi kendaraan pariwisata.

Finto mengatakan Forum LLAJ akan turun langsung ke sejumlah lokasi untuk memastikan rekayasa lalu lintas yang dipilih sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

"Sesuai kesepakatan forum, kita akan turun ke lapangan untuk melakukan kajian dan simulasi agar rekayasa yang diterapkan benar-benar memperlancar arus lalu lintas di Kota Payakumbuh," pungkasnya. (HM)

Perkuat Perlindungan Pekerja, Pemkab Solok dan BPJS Ketenagakerjaan Sepakat Luncurkan Program Bantuan    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Perkuat Perlindungan Pekerja, Pemkab Solok dan BPJS Ketenagakerjaan Sepakat Luncurkan Program Bantuan
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., menerima kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau Ibkar Saloma. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., menerima kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau Ibkar Saloma, di Ruang Kerja Bupati Solok, Kamis (10/9/2026). 

Turut mendampingi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Solok Arief Sabara.

Pertemuan ini menjadi langkah penting mempererat kerja sama kedua belah pihak, khususnya membahas upaya perluasan jaminan sosial bagi kelompok pekerja rentan yang bergerak di berbagai sektor di Kabupaten Solok. 

Dalam pembicaraan tersebut, disepakati rencana peluncuran program bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang akan segera dijalankan dalam waktu dekat.

Bupati Solok menegaskan bahwa perlindungan tenaga kerja menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. 

Seluruh jajaran pemkab berkomitmen penuh untuk memastikan warga yang bekerja, terutama mereka yang belum terjangkau perlindungan, mendapatkan jaminan keamanan dan kesejahteraan.

“Kami bersepakat, mulai dari pimpinan tertinggi hingga seluruh jajaran, untuk bergerak bersama membantu pekerja rentan di daerah ini. Insyaallah kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan akan kami maksimalkan sebaik‑baiknya agar manfaatnya benar‑benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati.

Sementara itu, Ibkar Saloma menyampaikan catatan kinerja yang menggembirakan: hingga saat ini, pihaknya telah menyalurkan sekitar 3.600 klaim manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi peserta yang berdomisili di Kabupaten Solok. 

Angka ini membuktikan bahwa kehadiran program perlindungan sangat berarti saat dibutuhkan.

Pertemuan berlangsung hangat dan konstruktif, dihadiri pula para Asisten dan Staf Ahli Bupati serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Solok.

Diharapkan, kerja sama yang telah disepakati ini akan semakin memperluas cakupan perlindungan sosial, sehingga semakin banyak pekerja di Kabupaten Solok yang merasa aman, terlindungi, dan sejahtera.(80)

Wawako Payakumbuh Buka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah Sumbar    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Wawako Payakumbuh Buka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah Sumbar
Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Provinsi Sumatera Barat di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menempatkan penguatan pendidikan karakter, moral, dan spiritual sebagai bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat. Madrasah dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai keimanan dan akhlak.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat membuka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Provinsi Sumatera Barat di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

Elzadaswarman mengatakan perkembangan era digital menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi peserta didik. Karena itu, madrasah tidak cukup hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga harus menjadi benteng moral dan spiritual dalam membentuk generasi yang mampu menyikapi perkembangan zaman secara bijak.

“Di era digital yang dinamis saat ini, tantangan yang dihadapi para peserta didik semakin kompleks. Oleh karena itu, madrasah memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan moral dan spiritual peserta didik dalam menghalau berbagai potensi dampak negatif dari pergaulan modern maupun arus informasi yang tidak tersaring,” ungkapnya.

Menurutnya, kepala madrasah memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menjalankan fungsi administrasi dan manajemen kelembagaan. Kepala madrasah harus mampu menjadi pengarah inovasi pembelajaran sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Elzadaswarman juga meminta madrasah terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Namun, transformasi tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah.

“Di samping itu, peningkatan kapasitas kompetensi guru dan kualitas tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan juga harus menjadi fokus utama demi melahirkan lulusan madrasah yang berdaya saing tinggi,” pintanya.

Ia menegaskan peningkatan mutu pendidikan madrasah membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, pengelola madrasah, guru, dan unsur terkait perlu menyatukan langkah agar kebijakan dan program pendidikan menghasilkan perubahan yang nyata bagi peserta didik.

Menurut Elzadaswarman, Rakor KKMTs juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah strategis yang dapat diterapkan oleh madrasah di masing-masing daerah.

“Melalui forum koordinasi ini, kita berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kolaborasi, menyatukan gagasan, dan melahirkan program-program nyata yang dapat diimplementasikan di masing-masing daerah demi kemajuan pendidikan madrasah di Sumatera Barat,” ujarnya.

Kepala MTsN 2 Kota Payakumbuh Yarisman mengatakan pihaknya mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada MTsN 2 Kota Payakumbuh sebagai tuan rumah rakor tingkat provinsi tersebut.

Menurutnya, kehadiran pengurus dan anggota KKMTs dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Yarisman menegaskan MTsN 2 Kota Payakumbuh siap mendukung pelaksanaan rakor agar menghasilkan keputusan strategis yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang madrasah tsanawiyah.

Rakor kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi teknis yang diikuti para kepala madrasah serta pejabat terkait dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. (HM)

Gubernur Mahyeldi: Sumatera Bersatu, Ekonomi Kuat, Indonesia Maju melalui IMT-GT    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Gubernur Mahyeldi: Sumatera Bersatu, Ekonomi Kuat, Indonesia Maju melalui IMT-GT
Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera dalam rangka Pertemuan Tingkat Menteri (Ministerial Meeting) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/9/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menilai Pulau Sumatera memiliki posisi strategis dalam penguatan ekonomi kawasan, karena didukung basis produksi, pasar, sumber daya, jaringan logistik, serta kedekatan geografis dengan negara-negara ASEAN.

Menurut Mahyeldi, potensi tersebut perlu dihubungkan dan dikembangkan melalui kerja sama antardaerah agar Sumatera mampu menjadi kekuatan ekonomi kawasan yang semakin berdaya saing di tingkat global.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera dalam rangka Pertemuan Tingkat Menteri (Ministerial Meeting) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/9/2026).

“Itulah hakikat dari gelaran diskusi dalam Forum IMT-GT ke-32 di Sumatera Utara ini, yakni bagaimana memaksimalkan potensi dan menyelesaikan berbagai tantangan utama masing-masing daerah melalui kerja sama,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, daerah-daerah yang tergabung dalam IMT-GT perlu memperkuat kolaborasi dengan mengoptimalkan keunggulan masing-masing. Kerja sama tersebut, kata Mahyeldi, harus diarahkan pada kepentingan bersama, saling menguntungkan, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sumatera bersatu, ekonomi kuat, Indonesia maju. Itu harapan kita dengan adanya Forum IMT-GT ini,” harapnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian juga mendorong agar kerja sama dalam forum IMT-GT tidak berhenti pada agenda pertemuan dan dialog antarpemerintah, tetapi berkembang menjadi program dan proyek yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di ketiga negara.

Tito menyebut, pemerintah pusat dan daerah memiliki peran penting dalam menerjemahkan kesepakatan IMT-GT menjadi kerja sama nyata. Salah satunya melalui penguatan kerja sama antardaerah dengan konsep sister city maupun sister province antara daerah di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Menurut Tito, Sumatera memiliki modal besar untuk memperkuat daya saing kawasan, mulai dari jumlah penduduk yang besar dan didominasi usia produktif, sumber daya alam, hingga berbagai komoditas unggulan seperti karet, minyak dan gas bumi, emas, serta produk pertanian dan perkebunan.

Potensi tersebut semakin strategis karena posisi geografis Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand. Kondisi ini membuka peluang lebih besar untuk memperkuat perdagangan, investasi, konektivitas, pariwisata, serta berbagai bentuk kerja sama ekonomi lainnya.

“Pertanyaannya adalah bagaimana kita mewujudkannya? Bagaimana kita mengubah visi menjadi kenyataan? Inilah persoalan yang sebenarnya,” ujar Tito

Tito berharap para gubernur, wakil gubernur, dan pemimpin daerah dari ketiga negara dapat memanfaatkan forum IMT-GT untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, sehingga kerja sama regional tersebut semakin dekat dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat. (adpsb/bud)