HEADLINE
Jelang Ramadhan, Warga Terdampak Banjir di Padang Terima Uang Tunai Rp 750 Ribu dari Muslimat NU Jatim    
Jumat, Februari 13, 2026

On Jumat, Februari 13, 2026

Jelang Ramadhan, Warga Terdampak Banjir di Padang Terima Uang Tunai Rp 750 Ribu dari Muslimat NU Jatim
Masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kelurahan Kapalo Koto dan sekitarnya Kecamatan Pauh Kota Padang menerima bantuan paket uang tunai sebesar Rp 750.000 per kepala keluarga (KK). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kelurahan Kapalo Koto dan sekitarnya Kecamatan Pauh Kota Padang menerima bantuan paket uang tunai sebesar Rp 750.000 per kepala keluarga (KK). 

Paket uang tunai tersebut bantuan dari Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Jawa Timur, yang diserahkan Jumat (13/2/2026) sore menjelang Magrib di areal pembangunan hunian tetap (huntap) Kelurahan Kapalo Koto Kecamatan Pauh Kota Padang.

Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Jawa Timur  Siti Mariyam Baharuddin , SH., M.H saat penyerahan bantuan kepada penerima masyarakat yang terdampak bencana banjir tersebut menyebutkan, bantuan yang diberikan saat ini merupakan bantuan tahap kedua yang diberikan pada bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera beberapa waktu lalu. 

“Pasca terjadinya bencana yang menimpa tiga provinsi di pulau Sumatera, yakni Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara dan Provinisi Sumatera Barat, pengurus dan anggota Muslimat NU di Jawa Timur menghimpun donasi untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Donasi tersebut dihimpun dari seluruh tingkatan kepengurusan Muslimat NU di Jawa Timur,” kata Siti Mariyam.

Dikatakan Siti Mariyam, alhamdulillah donasi tersebut diantarkan langsung ke masyarakat yang terdampak di tiga provinsi tersebut. 

Hari ini, selain di lokasi ini, di Provinsi Sumatera Barat, juga bersamaan diserahkan di Provinsi Sumatera Utara. 

“Di Sumatera Barat saat ini diserahkan donasi sebesar Rp 300 juta untuk dua lokasi. Yakni di Kota Padang dan Kabupaten Agam,” kata Siti Mariyam yang didampingi Bendahara Muslimat NU Jawa Timur Siti Yatimah dan Wakil Sekretaris Muslimat NU Jawa Timur Hj. Amiratul Mukminah.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Sumatera  Barat  Riska Eka Putri, S.Pi, M.Si, menyebutkan, bantuan yang diberikan PW Muslimat NU Jawa Timur yang kedua kalinya ini sangat bermanfaatkan bagi masyarakat terdampak bencana. 

“Kami PW Muslimat NU Sumatera Barat sangat mengucapkan terima kasih pada Muslimat NU Jawa Timur. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir beberapa lalu. Apalagi menjelang Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi. Luar biasa perhatian Muslimat NU terhadap masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana,” tutur Riska sembari meneteskan air mata saking terharu menyaksikan bantuan yang diserahkan kepada masyarakat terdampak bencana banjir. 
Pada tahap 1 sebelumnya PW Muslimat NU Jawa Timur sudah memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta. 

Bantuan tersebut diserahkan di Huntara Koto Tangah Kota Padang, ke Kabupaten Agam dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“Ini merupakan bantuan tahap II yang diberikan PW Muslimat NU Jawa Timur ke Sumatera Barat melalui PW Muslimat NU Sumatera Barat,” kata Riska Eka Putri.

Sekretaris Lurah Kapalo Koto Kecamatan Pauh Kota Padang Hj. Zuhkrufianti, SKM., MM, menyampaikan terima kasih kepada Muslimat NU Jawa Timur yang sudah membantu meringankan kebutuhan warga yang terdampak bencana banjir di sini. 

“Uang donasi sebesar Rp 750.000 per KK ini sungguh membantu warga, terutama menjelang Ramadhan. Pascabencana warga yang terdampak, tidak saja kehilangan harta benda, tempat tinggal, tapi juga ada yang sumber ekonominya yang terganggu,” tutur Zukhrufianti.

Melda Melni (45) salah seorang warga yang menerima donasi uang tunai sebesar Rp 750.000 menyampaikan rasa gembira dan bahagia. 

“Alhamdulillah, kami sangat senang menerima uang ini. Maklumlah, kesulitan ekonomi menjelang Ramadhan pascabencana sangat dirasakan. Uang ini bisa mengatasi kebutuhan pokok yang mendesak menjelang Ramadhan. Terima kasih Muslimat NU Jawa Timur maupun Muslimat NU Sumatera Barat yang sudah membantu kami,” kata Melda Melni yang didampingi anak gadisnya saat menerima amplop berisi uang tunai Rp 750.000 dari Bendahara Muslimat NU Jawa Timur Siti Yatimah. (at)

Wawako Maigus Nasir Melepas 5.000 Ekor Bibit Ikan Nila di Aliran Sungai Jirak    
Jumat, Februari 13, 2026

On Jumat, Februari 13, 2026

Wawako Maigus Nasir Melepas 5.000 Ekor Bibit Ikan Nila di Aliran Sungai Jirak
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, melepas 5.000 ekor bibit ikan nila di aliran Sungai Jirak. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, melepas 5.000 ekor bibit ikan nila di aliran Sungai Jirak, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Jumat (13/2/2026).

Bibit ikan tersebut merupakan hasil swadaya pengurus dan anggota Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Beringin Kelurahan Koto Baru Nan XX yang secara mandiri menggalang iuran untuk mendukung pengembangan budidaya perikanan berbasis masyarakat.

Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kekompakan anggota GATI Beringin yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan produktif sekaligus berdampak sosial bagi masyarakat.

Ia berharap penebaran bibit ikan tersebut dapat dikelola dengan baik, sehingga memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekonomi maupun keberlanjutan ekosistem sungai.

“Aksi ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GATI Beringin Kelurahan Koto Baru Nan XX, Ahmad Syafrudin, menjelaskan bahwa program budidaya ikan nila ini telah dimulai sejak November 2025. Kegiatan tersebut dijalankan secara swadaya melalui iuran 15 anggota aktif GATI Beringin.

“Selain fokus pada pengembangan budidaya ikan, kami juga rutin menggelar kegiatan sosial kemasyarakatan. Ke depan, kami berencana mengadakan lomba sebelum masa panen sebagai bentuk edukasi dan motivasi bagi anggota serta masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ahmad pun berharap program ini diharapkan dapat menjadi contoh gerakan berbasis komunitas yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mendorong keterlibatan ayah dalam kegiatan produktif dan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.

Dalam penebaran bibit ikan nila tersebut juga hadir Anggota DPRD Kota Padang, Rusdi, serta elemen masyarakat setempat. (*)

Wako Fadly Amran Menegaskan Ramadan Tahun Ini Jadi Momentum untuk Mengoptimalkan Program Smart Surau    
Jumat, Februari 13, 2026

On Jumat, Februari 13, 2026

Wako Fadly Amran Menegaskan Ramadan Tahun Ini Jadi Momentum untuk Mengoptimalkan Program Smart Surau
Pernyataan sikap bersama untuk menjaga kondusivitas selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para tokoh organisasi kemasyarakatan (Ormas) sosial, keagamaan, dan kepemudaan se-Kota Padang menandatangani pernyataan sikap bersama untuk menjaga kondusivitas selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Memuat empat poin penting, pernyataan sikap tersebut ditandatangani di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (13/2/2026).

Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam sambutannya menekankan Ramadan harus dimaknai sebagai peningkatan kualitas ibadah, sekaligus ruang mempererat persatuan dan harmoni sosial di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk mengoptimalkan Program Smart Surau bagi generasi muda, serta meningkatkan kepedulian terhadap warga terdampak bencana hidrometeorologi.

“Kami berharap empat poin dalam pernyataan sikap ini kita jalankan dengan penuh tanggung jawab. Mari bersama kita jadikan Ramadan tahun ini momentum memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT,” ujarnya.

Pada dokumen pernyataan sikap bersama tersebut memuat empat aspek penting dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama bulan puasa.

Pertama, aspek keagamaan.
Seluruh elemen sepakat menjadikan Ramadan sebagai momentum peningkatan iman, ibadah, dan akhlak. Umat Islam diajak beribadah secara khusyuk dan tertib, serta mendukung Program Smart Surau dan Pesantren Ramadan bagi pelajar.

Masyarakat juga diimbau menjaga kesucian Ramadan dengan menghindari maksiat, ujaran kebencian, dan segala perilaku yang berpotensi mengganggu ketertiban dan ketenteraman umum.

Kedua, aspek sosial dan kebersamaan.
Komitmen difokuskan pada penguatan silaturahmi lintas warga, organisasi, dan agama guna menjaga keharmonisan di Kota Padang. Ramadan diharapkan menjadi momentum mempererat solidaritas melalui semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

Ketiga, aspek kepemudaan.
Generasi muda didorong memanfaatkan Ramadan sebagai momentum pembinaan diri dan penguatan karakter melalui kegiatan positif di rumah ibadah. Pengawasan terhadap anak kemenakan diperketat guna mencegah tawuran, balap liar, judi, minuman keras, narkoba, serta perbuatan maksiat lainnya.

Upaya ini melibatkan ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, perangkat RT/RW, dan tokoh masyarakat sebagai garda terdepan pembinaan di lingkungan masing-masing.

Keempat, aspek ketertiban dan keamanan. Seluruh pihak berkomitmen mendukung aparat pemerintah dan penegak hukum dalam menjaga ketertiban umum dan keamanan lingkungan selama Ramadan. 

Ketertiban di sekitar masjid, musala, dan rumah ibadah lainnya menjadi perhatian utama agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk tanpa gangguan. (*)

Wako Fadly Amran Menghadiri Peringatan Dies Natalis ke-79 HMI    
Jumat, Februari 13, 2026

On Jumat, Februari 13, 2026

Wako Fadly Amran Menghadiri Peringatan Dies Natalis ke-79 HMI
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri peringatan Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri peringatan Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), di Wisma Insan Cita HMI/KAHMI, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang HMI yang dikenal dengan semangat “Insan Cita”.

Hadir di kesempatan itu Koordinator Presidium MW KAHMI Sumbar, Desrio Putra, Anggota DPRD Sumbar, Zulkenedi Said dan Doni Harsiva Yandra, serta Gubernur Sumbar periode 2010-2021, Irwan Prayitno, yang juga selaku Dewan Penasehat MW KAHMI Sumbar. 

Juga terlihat Presidium MW KAHMI Sumbar, Sabar AS, Dewan Pakar MW KAHMI Sumbar, Hansastri, hingga Ketua PD Perti Sumbar, Afrizal Moetwa, Ketua Umum MD KAHMI Kota Padang, Heksan, dan jajaran kader MW KAHMI Sumbar.

Fadly Amran menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan panjang HMI yang telah memasuki usia ke-79 tahun. Menurutnya, HMI telah membuktikan diri sebagai organisasi kader yang berkontribusi besar dalam perjalanan bangsa, termasuk melahirkan pemimpin di berbagai sektor strategis.

“Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Padang, kami mengucapkan selamat Dies Natalis ke-79 untuk HMI. Ini bukan usia yang singkat, dan HMI telah membuktikan diri sebagai organisasi kader yang konsisten mencetak generasi intelektual, berintegritas, dan berkomitmen pada keumatan serta kebangsaan,” ujarnya.

Fadly Amran menambahkan bahwa Pemko Padang membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan seluruh elemen dalam membangun kejayaan Kota Padang. Hal ini sesuai dengan visi Kota Padang yakni menggerakkan segala potensi untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota pintar (smart city) dan kota sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera,”

“Pemikiran kritis, idealisme, dan integritas yang menjadi ciri kader HMI dan KAHMI sangat penting untuk kemajuan Kota Padang. Pemko Padang siap berkolaborasi demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Presidium MW KAHMI Sumbar, Desrio Putra, menyampaikan bahwa usia ke-79 menjadi momentum refleksi bagi HMI dan KAHMI untuk terus memperkuat peran keumatan dan kebangsaan di tengah dinamika zaman.

Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan HMI agar tetap relevan dalam menjawab tantangan sosial, politik, dan pembangunan daerah, khususnya di Sumbar.

“Semangat Insan Cita harus terus kita rawat. HMI dan KAHMI harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya. (*)

Aisha Kamila Gaungkan Lagu Sunda Lewat Lomba Nyanyi Nasional 2026    
Jumat, Februari 13, 2026

On Jumat, Februari 13, 2026

Aisha Kamila Gaungkan Lagu Sunda Lewat Lomba Nyanyi Nasional 2026
Industri musik Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya Lomba Nyanyi Nasional bertajuk “Suaramu Jadi Juaranya”. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Industri musik Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya Lomba Nyanyi Nasional bertajuk “Suaramu Jadi Juaranya”. Lomba nyanyi lagu berbahasa Sunda yang digagas oleh label TemanHebat Records bersama BelajarMusiks tersebut berkenaan dengan rilisnya mini album “Sosobatan” milik Aisha Kamila, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat terbaik mereka dalam membawakan lagu berbahasa Sunda.

Pendaftaran lomba resmi dibuka mulai 15 Februari 2026 dan pendaftarannya tidak dipungut biaya alias gratis. Peserta berusia 5–17 tahun dapat mengirimkan video bernyanyi lagu bebas ke nomor 081914577088 serta mengikuti akun Instagram @aishakamilasuperkids dan @lomba.nyanyi, dengan batas akhir pengiriman pada 30 Maret 2026. 

Babak Grand Final akan digelar secara live melalui Instagram @lomba.nyanyi pada 5 April 2026. Para finalis wajib membawakan salah satu lagu dari album Sosobatan untuk memperebutkan total hadiah jutaan rupiah dan kesempatan rekaman eksklusif bersama label.

Setelah sukses meluncurkan mini album Sosobatan, Aisha Kamila kini bersiap menghadirkan video klip resmi yang memadukan kekayaan budaya Sunda dengan sentuhan modern yang chic dan relevan bagi generasi masa kini. Video klip tersebut tidak hanya menjadi pelengkap karya musiknya, tetapi juga dirancang sebagai media promosi budaya yang kuat secara visual.

Dengan konsep artistik yang kental nuansa Pasundan namun tetap segar dan stylish, video klip tersebut diharapkan mampu mempertegas pesan persahabatan dan identitas budaya yang terkandung dalam mini album tersebut. Perpaduan harmonis antara musik berkualitas dan estetika budaya Sunda akan menjadi suguhan istimewa yang sayang untuk dilewatkan.

Bagi Aisha Kamila, atau yang akrab disapa Neng Pasundan, merilis album berbahasa Sunda adalah kebanggaan yang tak terlukiskan. “Rasa bangganya luar biasa, bahkan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Album ini adalah cara Aisha berkata, ‘Ini saya, Neng Pasundan’, dan saya bangga dengan jati diri saya,” ungkapnya penuh haru.

Di tengah dominasi lagu berbahasa Indonesia dan asing, Aisha justru merasa terpanggil untuk menghadirkan warna berbeda melalui bahasa daerah. Menurutnya, bahasa Sunda memiliki estetika yang lembut dan indah, serta dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan ruh tradisinya. Melalui Sosobatan, ia ingin membuktikan bahwa lagu daerah tidak pernah kuno dan tetap relevan di telinga generasi muda.

Lewat ajang Lomba Nyanyi Nasional Bahasa Sunda, Aisha juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak pernah merasa malu menggunakan bahasa daerah. “Bahasa daerah adalah kekayaan yang tidak dimiliki bangsa lain. Kalau bukan kita yang melestarikan lewat karya, siapa lagi?” ujarnya penuh semangat, mengajak anak-anak muda untuk tampil percaya diri.

Aisha juga menegaskan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menjangkau berbagai kalangan tanpa batas. Ia berharap gerakan bersama melalui musik dapat membuat budaya Sunda tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi. Baginya, lomba tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi ajang silaturahmi untuk memperkuat akar budaya di mana pun berada.

Dukungan penuh juga datang dari sang ayah, Sendi Setia Permadie, yang merasa terharu melihat putrinya konsisten membawa identitas Sunda dalam setiap karya. “Di tengah gempuran budaya luar yang begitu kuat, melihat Aisha membawa misi melestarikan budaya Sunda adalah sebuah anugerah,” tuturnya bangga.

Sejak kecil, keluarga Aisha memang menanamkan nilai-nilai Sunda dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui bahasa maupun sikap. Fondasi tersebutlah yang membentuk Aisha menjadi pribadi modern yang tetap berakar kuat pada budaya asalnya, menjadikan musik sebagai jembatan antara tradisi dan masa depan.

Sementara itu, Rulli Aryanto selaku Produser Aisha Kamila dan pemilik TemanHebat Records bersama BelajarMusiks menjelaskan bahwa produksi album Sosobatan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mempromosikan karya lokal. Lomba nyanyi yang digelar menjadi program rutin yang terbukti efektif dalam memperkenalkan artis dan karya mereka ke masyarakat luas.

Menurutnya, peran industri musik dalam menjaga eksistensi bahasa daerah sangatlah penting, terutama di era digital saat sekarang ini. Bahasa adalah identitas, dan melalui lagu, bahasa ibu dapat diperkenalkan hingga ke panggung global tanpa harus menutup diri dari bahasa asing.

Rulli pun optimistis bahwa masyarakat Sunda di seluruh Indonesia akan memberikan dukungan penuh terhadap ajang tersebut. Dengan potensi besar dan kekayaan budaya yang luar biasa, ia meyakini bahwa musik dapat menjadi langkah nyata dalam mengangkat bahasa Sunda ke level yang lebih luas dan membanggakan.

“Jangan lewatkan kemeriahan Lomba Nyanyi Nasional Bahasa Sunda dan peluncuran video klip terbaru Aisha Kamila. Mari bersama-sama merayakan karya, budaya, dan semangat persahabatan dalam balutan musik Sunda yang modern dan membanggakan,” ujar Rulli.


Pewarta: Muhammad Fadhli

Setelah Tiga Tahun, Revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto Dimulai    
Jumat, Februari 13, 2026

On Jumat, Februari 13, 2026

Setelah Tiga Tahun, Revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto Dimulai
Proses revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Ombilin di Kota Sawahlunto resmi dimulai. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Proses revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Ombilin di Kota Sawahlunto resmi dimulai, setelah lebih dari tiga tahun bangunan bersejarah itu terbakar hebat pada Kamis, 3 November 2022, sekitar pukul 10.30 WIB. Kebakaran yang terjadi saat perhelatan Festival Durian tersebut diduga dipicu korsleting listrik di bagian atap gedung.

Revitalisasi GPK Ombilin (SPPH 664-1) dilaksanakan dengan nilai kontrak sebesar Rp22,5 miliar. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 180 hari kalender, terhitung sejak 13 Februari 2026 hingga 12 Agustus 2026, dengan masa pemeliharaan selama 90 hari.

General Manager PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin, Yulfaizon, menyampaikan bahwa pekerjaan revitalisasi dilaksanakan oleh PT Guna Cipta Kreasi sebagai kontraktor pelaksana. Sementara itu, manajemen konstruksi dan pengawasan proyek ditangani oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

“Revitalisasi ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian bangunan bersejarah sekaligus memperkuat fungsi Gedung Pusat Kebudayaan sebagai ruang publik dan pusat kegiatan seni budaya di Sawahlunto,” ujar Yulfaizon.

Kegiatan dimulainya revitalisasi turut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, bersama jajaran Pemerintah Kota Sawahlunto. Dalam sambutannya, Jeffry menegaskan bahwa pemugaran gedung ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan upaya mengembalikan nilai historis bangunan yang dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

“Revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah yang melekat pada bangunan tersebut. Ke depan, gedung ini diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan pemerintah maupun komunitas,” kata Jeffry.

Ia menambahkan, keberadaan GPK Ombilin memiliki arti penting sebagai bagian dari identitas kota sekaligus daya tarik bagi pelaku dan penikmat kebudayaan yang berkunjung ke Sawahlunto.

Pemerintah Kota Sawahlunto berharap proses revitalisasi berjalan sesuai jadwal dan standar teknis yang ditetapkan, sehingga Gedung Pusat Kebudayaan Ombilin dapat kembali difungsikan sebagai pusat kegiatan kebudayaan yang representatif, sekaligus menjadi simbol kebanggaan kota warisan dunia tersebut. (*)

Pewarta: Marjafri

Wako Fadly Amran Sampaikan Apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas Penyaluran Bantuan Langsung    
Jumat, Februari 13, 2026

On Jumat, Februari 13, 2026

Wako Fadly Amran Sampaikan Apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas Penyaluran Bantuan Langsung
Pemerintah Pusat menyerahkan bantuan tahap I bagi korban bencana hidrometeorologi. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Pusat menyerahkan bantuan tahap I bagi korban bencana hidrometeorologi untuk kategori rumah Rusak Ringan (RR) dan Rusak Sedang (RS) secara virtual di tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.

Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, didampingi Dankorbrimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat dan Sestama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian, mengikuti kegiatan ini dari Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Jumat (13/2/2026).

Untuk Kota Padang, total dana bantuan yang diserahkan senilai Rp. 4.530.000.000, terdiri dari bantuan rumah Rusak Ringan sebesar Rp. 3.720.000.000 untuk 248 KK, serta bantuan rumah Rusak Sedang sebesar Rp. 810.000.000 untuk 27 KK. Masing-masing penerima memperoleh Rp. 15.000.000 untuk kategori Rusak Ringan dan Rp. 30.000.000 untuk Rusak Sedang. 

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas penyaluran bantuan langsung kepada masyarakat terdampak bencana di Kota Padang. Ia berharap bantuan ini dapat membantu memperbaiki rumah warga yang terdampak bencana pada November 2025 lalu.

“Kami berharap juga dukungan dari Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan rumah Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat Kota Padang yang rumahnya rusak berat. Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan lahan di tiga lokasi untuk pembangunan rumah Huntap warga yang terdampak rusak berat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia Pratikno menyampaikan, bahwa pemerintah pusat memberikan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah di tiga provinsi terdampak, yang tercatat sebanyak 9.884 unit rumah RR dan 7.389 unit rumah RS.

“Total alokasi anggaran di Aceh mencapai sekitar Rp341,5 miliar, di Sumatera Utara sekitar Rp10,8 miliar, dan di Sumatera Barat hampir Rp17,5 miliar. Dengan berbagai bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat segera memperbaiki rumah secara mandiri dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkasnya. (*)