HEADLINE
Wawako Maigus Nasir Buka MTQ ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah    
Sabtu, April 18, 2026

On Sabtu, April 18, 2026

Wawako Maigus Nasir Buka MTQ ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir secara resmi membuka MTQ ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah yang digelar di halaman Kantor Camat Koto Tangah, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forkopimca, tokoh masyarakat, alim ulama, serta masyarakat setempat yang antusias menyaksikan rangkaian acara pembukaan.

Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan yang dinilai mampu menghadirkan semangat kebersamaan dan syiar Islam di tengah masyarakat.

“MTQ ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah ini merupakan salah satu yang sukses dengan berbagai gebyarnya. Ini menjadi cerminan bagaimana panitia di bawah kepemimpinan Pak Camat bersama KUA mampu menggerakkan seluruh potensi, sehingga pembukaan ini berlangsung dengan penuh kemeriahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MTQ harus menjadi momentum untuk memotivasi generasi muda agar lebih giat dalam mempelajari Al-Qur’an, sejalan dengan program peningkatan kualitas pendidikan keagamaan seperti penguatan TPQ menjadi TQA serta MDTA ke MDTW.

“MTQ ini kita harapkan menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk lebih semangat belajar Al-Qur’an. Ke depan, kita ingin kafilah yang mewakili Kota Padang benar-benar berasal dari anak-anak yang kita didik, bina, dan asuh sendiri, bukan sekadar hasil rekrutmen,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan rencana pembinaan berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota, melalui pondok Al-Qur’an di kecamatan hingga Quran Center di Masjid Agung Kota Padang sebagai pusat pembinaan.

"MTQ harus menjadi wadah evaluasi dan pencarian bibit unggul, bukan sekadar euforia sesaat atau hanya mengejar gelar juara, melainkan membentuk generasi yang konsisten memberikan yang terbaik di setiap jenjang," pungkasnya. (*)

PT Mahakarya Abadi Konsultan Tegaskan Komitmen Profesionalisme di Tengah Isu Negatif    
Sabtu, April 18, 2026

On Sabtu, April 18, 2026

PT Mahakarya Abadi Konsultan Tegaskan Komitmen Profesionalisme di Tengah Isu Negatif
PT Mahakarya Abadi Konsultan menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan profesional dan berkualitas tinggi kepada seluruh klien. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah dinamika industri jasa konsultansi yang semakin kompetitif, PT Mahakarya Abadi Konsultan menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan profesional dan berkualitas tinggi kepada seluruh klien. Perusahaan tersebut menilai bahwa berbagai isu negatif yang beredar belakangan tidak mencerminkan kondisi dan kinerja sebenarnya di lapangan.

Direktur Utama PT Mahakarya Abadi Konsultan, Bambang Taidi kepada awak media pada Sabtu (18/4/2026) mengatakan, manajemen perusahaan menyampaikan bahwa sejak awal berdiri, PT Mahakarya Abadi Konsultan telah mengedepankan prinsip integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proyek yang ditangani. Hal tersebut tercermin dari rekam jejak penyelesaian pekerjaan yang tepat waktu serta kepuasan klien dari berbagai sektor, baik pemerintah maupun swasta.

“Kami memahami bahwa dalam perjalanan bisnis, dinamika dan tantangan pasti ada, termasuk munculnya informasi yang kurang tepat. Namun kami tetap fokus pada fakta dan kinerja nyata di lapangan,” ujar Bambang Taidi.

Perusahaan juga menegaskan bahwa seluruh proses kerja dilakukan sesuai dengan standar operasional dan regulasi yang berlaku. Setiap tenaga ahli yang terlibat telah memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya, sehingga kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga.

Menanggapi isu yang berkembang, pihak perusahaan mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk lebih bijak dalam menerima informasi. PT Mahakarya Abadi Konsultan memastikan bahwa setiap tuduhan atau informasi yang tidak berdasar akan ditindaklanjuti secara proporsional sesuai mekanisme yang berlaku.

Di sisi lain, sejumlah klien yang pernah bekerja sama dengan PT Mahakarya Abadi Konsultan tetap memberikan penilaian positif terhadap kinerja dan profesionalisme tim. Hal tersebut menjadi indikator bahwa kualitas layanan yang diberikan tetap konsisten dan dapat dipercaya.

Ke depan, PT Mahakarya Abadi Konsultan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat sistem manajemen internal, serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh klien. Perusahaan juga membuka ruang komunikasi yang transparan guna memastikan setiap pihak mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.

“Dengan langkah tersebut, PT. Mahakarya Abadi Konsultan optimistis dapat terus berkembang dan mempertahankan reputasinya sebagai perusahaan jasa konsultansi yang profesional, kredibel, dan berorientasi pada hasil. Aktivitasnya dapat diikuti melalui akun Instagram: @mahakarya.abadi, dan TikTok: @mahakarya.abadi,” pungkas Bambang Taidi. (*) 

Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli

Wawako Padang Maigus Nasir Berikan Tausiah di Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H Aisyiyah Pauh IX    
Sabtu, April 18, 2026

On Sabtu, April 18, 2026

Wawako Padang Maigus Nasir Berikan Tausiah di Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H Aisyiyah Pauh IX
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memberikan tausiah dalam kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memberikan tausiah dalam kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan Aisyiyah Pauh IX, di Masjid Raya Kebenaran, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Jumat (17/4/2026), yang dihadiri pengurus dan ratusan anggota Aisyiyah, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kota Padang.

Dalam tausiahnya, Buya Maigus Nasir menegaskan bahwa keberhasilan ibadah puasa tidak hanya diukur selama bulan Ramadan, melainkan tercermin dari perilaku setelahnya. Ia mengingatkan bahwa tidak sedikit orang yang berpuasa, namun hanya memperoleh rasa lapar dan dahaga.

“Ukuran keberhasilan puasa adalah sejauh mana kedekatan dan ketaatan kita kepada Allah SWT setelah Ramadan berlalu. Jika kita tetap menjaga salat di awal waktu dan semakin disiplin beribadah, itu menjadi tanda puasa kita berhasil,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Adapun ciri-ciri orang bertakwa antara lain gemar bersedekah, baik dalam kondisi lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta mudah memaafkan kesalahan orang lain.

“Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dan tingkatkan dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadan dan Idulfitri,” tambahnya.

Di akhir tausiah, Maigus Nasir mengajak seluruh jamaah menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keimanan dan ketakwaan karena manusia tidak mengetahui kapan ajal akan tiba. “Mudah-mudahan Ramadan yang lalu telah membersihkan kita dari segala dosa, dan semoga kita dapat dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang,” tutupnya.

Di kesempatan itu Ia turut mengajak Aisyiyah untuk mendukung program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau, yang bertujuan membentuk generasi muda yang kuat secara spiritual dan berkarakter. “Berbagai tantangan sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan perilaku menyimpang menjadi perhatian serius, sehingga diperlukan penguatan iman generasi muda sebagai benteng utama. Melalui penguatan nilai-nilai agama, kita berharap generasi muda Kota Padang dapat terhindar dari berbagai pengaruh negatif,” pungkasnya. (*)

Mengenang Zulmansyah Sekedang: Berbahasa Minang jika Komunikasi dengan Orang Sumbar    
Sabtu, April 18, 2026

On Sabtu, April 18, 2026

Mengenang Zulmansyah Sekedang: Berbahasa Minang jika Komunikasi dengan Orang Sumbar
Karangan bunga PWI Cabang Sumatera Barat (Sumbar) atas meninggalnya Zulmansyah Sekedang. 

DINIHARI
yang mengejutkan. Saya berulang kali membaca postingan di grup WA Koordinasi Sekretaris PWI se-Indonesia. Grup tersebut dibuat Zulmansyah Sekedang, Sekjen PWI Indonesia. Seseorang menyampaikan kabar duka. 

Saya langsung mengkonfirmasi ulang ke teman yang memposting secara Japri.
Saya sampaikan, saya info di grup Koordinasi Sekretari tentang Bang Zum, bang.

Teman tersebut langsung merespon. Katanya, siap bang. Saya dapat kabar dari bang Novrizon di grup Retreat. Saya konfirmasi teman-teman Sekretariat pada kaget juga karena jam empat sore tadi masih ngobrol di kantor, kata mereka.

Pukul 00.37 WIB, kabar berpulangnya Zulmansyah Sekedang saya teruskan kepada sejumlah grup wartawan yang saya ikuti, terutama grup PWI. Saya turut merasakan kehilangan, seorang teman dan sahabat. Pernah sama-sama di grup media yang sama, kemudian diakhir hayatnya beliau menjabat Sekjen PWI dan sangat mengayomi Sekretaris PWI se-Indonesia.

Saya mengenal Zulmansyah Sekedang, suatu sore di bulan Oktober 1998. Ketika itu saya sampai di Kantor Riau Pos bersama Oktaveri (kini bekerja di PT Semen Padang). Kami berdua dapat tugas mengerjakan Harian Umum Semangat di kantor Riau Pos. Zulmansyah Sekedang bersama Ade Adran Syahlan (alm) dan Raja Isyam Azwar (kini Ketua PWI Riau) sedang mempersiapkan penerbitan Riau Pos edisi Minggu.

Ketiganya menyambut kami dengan senang hati. Sambil bekerja, ketiganya terus melayani saya dan Oktaveri. Ketika disampaikan, kami akan belajar di Riau Pos, mereka merespon dengan candaan. Katanya, kalau sudah dikirim dari Padang ke sini, berarti sudah jagoan.

Belakangan saya mengetahui, Ade Adran Syahlan pernah ditugaskan sebagai Kepala Perwakilan Riau Pos di Sumbar. Ia berkantor di Bukittinggi. Dirinya juga bercerita tentang kenangan di Bukittinggi.

Interaksi dengan ketiganya terus berlanjut sejak Januari 1999. Saya bergabung dengan Padang Ekspres sejak sebelum terbit. Enam bulan edisi perdana Padang Ekspres dicetak di percetakan Riau Graindo, Pekanbaru. Saya menyelesaikan semua halaman yang akan dicetak di Pekanbaru, menindaklanjuti pekerjaan tim di Padang.

Selama bekerja di Pekanbaru, saya berinteraksi dengan banyak wartawan Riau Pos setiap hari. Ketika itu ada Kazzaini KS, Ade Adran Syahlan, Helmi Burman, Amsar (alm), Raja Isyam Azwar, Candra Ibrahim (mantan Ketua PWI Batam), Ramon Damora (mantan Ketua PWI Batam, dua periode)

Ada satu peristiwa yang tak bisa saya lupakan tentang Zulmansyah Sekedang. Ketika itu, saya termasuk salah seorang wartawan RPG yang diberi kesempatan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), di Batam, tahun 2012. Saya tak sendiri dari Padang, ada Hendra Efison (kini Pemred Padek.Co), Revdi Iwan Syahputra (kini Pemred Rakyat Sumbar) dan Fajril Mubarak. 

Dimalam pembukaan, panitia memperkenalkan para penguji. Satu persatu penguji tampil dengan kurenahnya. Salah seorang penguji tampil dengan cara dingin dan terkesan sangat tegas. Beliau menantang, siapa yang mengambil UKW Utama mau menjadi peserta ujinya? Beliau sekaligus mengatakan, standar kompeten dari saya harus tinggi!

Semua mata tertuju kepada sosok yang berdiri sambil angkat tangan, “saya!” sebuah suara menyambut tantangan penguji tersebut. 

“Panitia, catat ya!” pinta penguji tersebut. 

Satu sama lain saling bertatapan. Peserta yang “menyerahkan diri” tersebut bernama Zulmansyah Sekedang. Besoknya ada nama saya sekelas dengan Zulmansyah Sekedang. Alhamdulillah, seisi kelas kami dinyatakan kompeten dan berhak menyandang sertifikasi Wartawan Utama.

Komunikasi semakin intensif ketika dalam perjalanan, ternyata di Riau Pos Group (RPG) saya hampir seiring dengan Raja Isyam Azwar, Candra Ibrahim, Ramon Damora, dan Zulmansyah Sekedang. Rapat manajemen RPG, sebelum Pandemi Covid-19, rutin sekali tiga bulan, kami sering bertemu. Ketika Zulmansyah Sekedang menjadi Ketua Forum Pemred se-RPG, saya menjadi Pemred Padang Ekspres. Ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan.

Karirnya melesat bagaikan anak panah, dirinya tak hanya diberi amanah mengurus Riau Pos, tetapi juga anak perusahaan RPG di Sumut dan Aceh. Ia selalu terlihat riang gembira. Ketika kami bertemu, dirinya akan selalu menyapa dan bicara dalam bahasa Minang, tak jarang menyebut istilah-istilah dalam bahasa Minang.

Ketika pengurus PWI Sumbar, periode 2022-2027 dilantik, Zulmansyah Sekedang hadir bersama sejumlah pengurus dan anggota PWI Riau. Kehadirannya sangat mengejutkan dan membuat suasana semakin meriah.

Ketika Kongres PWI, di Jabar, 2023, Zulmansyah menjadi bintang. Saat itu dirinya bertarung dengan dua senior, Hendri Ch Bangun dan Atal S Dapari. Dua besar; Hendri Ch Bangun dan Atal S Dapari. Kendati dukungan suara Zulmansyah tidak sebanyak kedua senior tersebut, namun sangat menentukan arah dan keputusan Kongres PWI.

Zulmansyah dkk memberikan dukungan kepada Hendri Ch Bangun

Dikepengurusan PWI Pusat, 2023-2028, Zulmansyah dipercaya menjadi Waketum Bidang Organisasi. Kami semakin intensif berkomunikasi. Banyak hal yang saya tanyakan, baik langsung komunikasi suara atau Japri WA. Beliau selalu merespon sangat cepat.

Ketika ada masalah di PWI Pusat, Zulmansyah tampil di garda terdepan. Ia menjadi “tameng” untuk membawa PWI menjadi lebih baik. Berada direlnya. Ia berhasil meyakinkan “seterunya” di Kongres Jabar, 2023, kemudian bergandengan tangan mengantarkan Achmad Munir menjadi Ketua Umum PWI Pusat, menggantikan Hendri Ch Bangun melalui Kongres PWI Persatuan, 2025. 

Zulmansyah kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal PWI Pusat. Sapaan keakraban kami tak berubah. Saya sering menyapanya dengan panggilan berbeda, antara Om Zum, atau Zum. Kata Zum merupakan kode beritanya saat menjadi wartawan di Riau Pos. Ia selalu memanggil saya dengan sapaan Uda. 

Ia lebih sering menggunakan bahasa Minang jika berkomunikasi dengan saya mau pun dengan orang Sumbar lainnya. Hal ini sudah dilakukan sejak saya mengenalnya. 

Saya terakhir bertemu Zulmansyah Sekedang disela-sela agenda HPN 2026 di Banten. Tak ada cerita serius. Hanya bercanda ringan, seperti biasa jika kami bertemu.  

Ketika Pelantikan PWI Sumbar, periode 2024-2029 di Padang, beliau turut hadir bersama Ketum PWI Pusat Achmad Munir dan Ketua Dewan Kehormatan Atal S Dapari. Banyak hal yang didiskusikan. Diskusi ringan terjadi di Kantor PWI Sumbar dan juga lesehan menikmati durian di Jl Sisingamangaraja – Padang. 
Kini, Zulmansyah Sekedang telah pergi untuk selamanya. Dipanggil Sang Khalik. (*) 

Ditulis oleh: Firdaus Abie, Sekretaris PWI Cabang Sumatera Barat (Sumbar) dan Wartawan Senior di Kota Padang

PWI Sumbar Sampaikan Duka Mendalam, Sekjen Zulmansyah Sekedang Berpulang    
Sabtu, April 18, 2026

On Sabtu, April 18, 2026

PWI Sumbar Sampaikan Duka Mendalam, Sekjen Zulmansyah Sekedang Berpulang
Ketua PWI Cabang Sumatera Barat (Sumbar), Widya Navies salam kompak dengan Ketua Dewan Kode Etik (DKP), Zul Effendi. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang,  di RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026) dini hari.

Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, menyebutkan kepergian almarhum sebagai kehilangan besar bagi organisasi dan dunia pers nasional. 

Dia menilai Zulmansyah merupakan sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam memperjuangkan profesionalisme wartawan.

“Kami sangat berduka atas kepergian beliau. Ini kehilangan besar, tidak hanya bagi PWI, tetapi juga bagi dunia jurnalistik nasional,” ujar Widya, Sabtu (18/4/2026) pagi.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumbar, Zul Effendi. Almarhum merupakan tokoh penting dalam perjalanan organisasi PWI di tingkat pusat.

“Kita kehilangan tokoh penting PWI Pusat,” katanya singkat.

Ucapan belasungkawa juga datang dari Wakil Ketua PWI Sumbar Bidang Organisasi, Sawir Pribadi. Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang baik dan dekat dengan rekan-rekan wartawan.

“Beliau orang baik. Allah sayang pada beliau. Alfatihah untuk sahabat kita Zulmansyah Sekedang,” ungkap Sawir.

Sawir menambahkan, kabar duka tersebut terasa mengejutkan karena beberapa hari sebelumnya almarhum masih aktif mengikuti kegiatan organisasi secara daring bersama pengurus lainnya.

“Innalillahi wainna ilaihi rajiuun. Ya Allah, dua hari lalu masih segar ikut zoom meeting. Semoga Allah menempatkannya di tempat terbaik,” tutupnya.(*)

Anggaran Rp171 Triliun, KPK Soroti Risiko Korupsi Program MBG    
Sabtu, April 18, 2026

On Sabtu, April 18, 2026

Anggaran Rp171 Triliun, KPK Soroti Risiko Korupsi Program MBG
KPK memberikan tujuh rekomendasi setelah mengidentifikasi delapan potensi korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan tujuh rekomendasi setelah mengidentifikasi delapan potensi korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Temuan tersebut tercantum dalam Lampiran Laporan Tahunan 2025 pada Direktorat Monitoring KPK yang diakses di Jakarta, Jumat.

Dalam laporan itu, KPK menjelaskan program MBG didukung alokasi anggaran besar yang meningkat dari Rp71 triliun pada 2025 menjadi Rp171 triliun pada 2026.

“Besarnya skala program dan anggaran tersebut belum diimbangi dengan kerangka regulasi, tata kelola, dan mekanisme pengawasan yang memadai, sehingga menimbulkan risiko akuntabilitas, konflik kepentingan, inefisiensi, serta potensi terjadinya tindak pidana korupsi dalam pelaksanaannya,” demikian isi laporan tersebut.

KPK mengungkapkan delapan potensi korupsi dalam pelaksanaan program MBG. Pertama, regulasi pelaksanaan dinilai belum memadai, terutama dalam mengatur tata kelola dari perencanaan hingga pengawasan lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Kedua, mekanisme bantuan pemerintah dinilai berisiko memperpanjang rantai birokrasi, membuka peluang praktik rente, serta mengurangi porsi anggaran bahan pangan akibat potongan biaya operasional dan sewa.

Ketiga, pendekatan yang terlalu sentralistis dengan Badan Gizi Nasional sebagai aktor utama dinilai berpotensi meminggirkan peran pemerintah daerah serta melemahkan mekanisme pengawasan.

Keempat, terdapat potensi konflik kepentingan dalam penentuan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur akibat kewenangan yang terpusat dan belum jelasnya prosedur operasional standar (SOP).

Kelima, transparansi dan akuntabilitas dinilai masih lemah, terutama dalam proses verifikasi dan validasi mitra, penentuan lokasi dapur, serta pelaporan keuangan.

Keenam, sejumlah dapur dilaporkan belum memenuhi standar teknis SPPG yang berpotensi berdampak pada keamanan pangan, termasuk kasus keracunan makanan.

Ketujuh, pengawasan keamanan pangan dinilai belum optimal karena minimnya keterlibatan dinas kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kedelapan, belum terdapat indikator keberhasilan program yang terukur, baik jangka pendek maupun jangka panjang, serta belum dilakukan pengukuran awal (baseline) terhadap status gizi dan capaian penerima manfaat.

Atas temuan tersebut, KPK merekomendasikan penyusunan regulasi pelaksanaan MBG yang komprehensif dan mengikat, minimal setingkat Peraturan Presiden, guna mengatur perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta pembagian peran lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Selain itu, KPK juga merekomendasikan peninjauan kembali mekanisme bantuan pemerintah, termasuk struktur biaya dan rantai pelaksanaan agar tidak menimbulkan praktik rente serta menjaga kualitas layanan.

Rekomendasi lainnya meliputi penerapan pendekatan kolaboratif dengan memperkuat peran pemerintah daerah, memperjelas SOP dan standar layanan dalam penetapan mitra, serta memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel.

KPK juga mendorong penguatan pengawasan keamanan pangan melalui pelibatan aktif dinas kesehatan dan BPOM, serta pembangunan sistem pelaporan keuangan yang baku untuk mencegah penyimpangan.

Selain itu, KPK menekankan pentingnya penetapan indikator keberhasilan program yang terukur, disertai pengukuran awal sebagai dasar evaluasi dampak program secara berkelanjutan. (*)