HEADLINE
Sekdaprov Sumbar Safari Ramadan di Batu Bala Pesisir Selatan, Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Korban Bencana    
Sabtu, Maret 07, 2026

On Sabtu, Maret 07, 2026

Sekdaprov Sumbar Safari Ramadan di Batu Bala Pesisir Selatan, Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Korban Bencana
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi memimpin Tim Safari Ramadan 1447 H Pemerintah Provinsi Sumbar ke Kabupaten Pesisir Selatan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Nurul Yaqin, Batu Bala, Nagari Ganting Mudiak Utara Surantiah, Kecamatan Sutera, Jumat malam (6/3/2026). Kehadiran Sekdaprov bersama rombongan disambut antusias ratusan masyarakat setempat. Suasana keakraban tampak sejak awal kegiatan yang diawali dengan berbuka puasa bersama.

Arry Yuswandi menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Sutera terhadap Tim Safari Ramadan Pemprov Sumbar. Apalagi saat buka puasa bersama, ia beserta rombongan disuguhi makanan khas oleh masyarakat setempat. “Terima kasih kepada masyarakat Sutera yang menyambut kami dengan penuh kehangatan. Apalagi kami juga disuguhi makanan berbuka yang sangat lezat, termasuk ikan gariang khas Batu Bala ini,” ujar Arry.

Dalam kesempatan itu, Arry juga memaparkan sejumlah fokus pembangunan Pemerintah Provinsi Sumbar yang diarahkan pada penguatan sektor-sektor strategis melalui berbagai program unggulan. Menurutnya, Pemprov Sumbar terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas layanan dasar bagi masyarakat.

Pada sektor ekonomi kreatif, Pemprov Sumbar mendorong pengembangan UMKM agar semakin kompetitif, adaptif terhadap digitalisasi, serta mampu menembus pasar nasional hingga internasional melalui pengembangan pusat kreatif di tingkat nagari. Sementara di bidang kesehatan, pemerintah provinsi terus memperkuat layanan kesehatan yang berkualitas, mempercepat penurunan angka stunting, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. “Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat agar semakin mudah diakses dan berkualitas,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Sekdaprov Arry juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat. Di antaranya dana hibah untuk Masjid Baitul Amal sebesar Rp50 juta, 40 Alquran dari ASN Pemprov Sumbar, satu dus kain sarung dari Baznas, serta bantuan Rp5 juta dari CSR Bank Nagari untuk masjid. Selain itu, SKK Migas juga menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir bandang berupa 50 unit rice cooker (magic com). Safari Ramadan kali ini juga menjadi momen istimewa bagi Arry Yuswandi karena bertepatan dengan hari ulang tahun ke-51 istrinya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumatera Barat, Ny. Arymbi Arry Yuswandi. “Hari ini kami berbagi kebahagiaan bersama masyarakat di sini, karena bertepatan dengan hari kelahiran istri saya. Semoga kebahagiaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Arry juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta, sementara Ny. Arymbi Arry Yuswandi menyerahkan 20 paket makanan sehat untuk anak-anak Batu Bala, Nagari Ganting Mudiak Utara Surantiah, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Zainal Arifin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumbar yang dinilai cepat merespons penanganan bencana di wilayahnya. “Ketika jalan putus dan distribusi bantuan melalui jalur darat terhambat, alhamdulillah respon dari Pemprov Sumbar sangat cepat membantu masyarakat,” ungkap Zainal. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkoba yang dinilainya semakin mengkhawatirkan. “Saat ini narkoba sudah merajalela. Mari kita jaga diri dan anak kemenakan kita agar terhindar dari bahaya narkoba. Bentengi mereka mulai dari rumah,” katanya. Zainal berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Pada kesempatan yang sama, Wali Nagari Ganting Mudiak Utara Surantiah Zulhadi menyampaikan terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumbar kepada masyarakat setempat. “Kami sangat bersyukur atas kehadiran Sekdaprov beserta rombongan dalam Safari Ramadan ini. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Kegiatan Safari Ramadan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Pangan, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Biro Organisasi, Sekretaris DP3AP2KB, Kabag Biro Adpim, Kabag Kesra Pelayanan Dasar, serta perwakilan OPD lainnya. (adpsb/nov/bud)

Mahyeldi Dorong Padang Jadi Pintu Gerbang Pariwisata Sumbar    
Sabtu, Maret 07, 2026

On Sabtu, Maret 07, 2026

Mahyeldi Dorong Padang Jadi Pintu Gerbang Pariwisata Sumbar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah dan Wawako Padang Maigus Nasir. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong Kota Padang untuk semakin memperkuat perannya sebagai pintu gerbang pariwisata Sumbar yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat memimpin rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (6/3/2026). Menurut Mahyeldi, posisi Kota Padang sebagai ibu kota provinsi sekaligus pintu masuk utama wisatawan ke Sumbar menjadi kekuatan penting dalam menggerakkan sektor pariwisata daerah.

Ia menjelaskan, wisatawan yang datang ke Padang dapat diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata lain di Sumbar sehingga memberi dampak ekonomi bagi lebih banyak daerah. “Wisatawan bisa datang ke Padang, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi, Solok, Limapuluh Kota, sampai ke kawasan Mandeh, lalu kembali lagi menginap di Padang,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, konsep aliansi antar daerah tersebut akan membuat paket wisata Sumbar menjadi lebih terintegrasi sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah. Selain sektor pariwisata, Mahyeldi juga menyinggung potensi ekonomi daerah yang dapat berkembang melalui kolaborasi antar daerah, termasuk penguatan sektor UMKM.

Ia mencontohkan keberhasilan pelaku UMKM di Kota Payakumbuh yang telah menjalin kerja sama dengan perusahaan di Bali untuk memasarkan produk hingga ke Amerika Serikat. “Barangkali ini bisa dilanjutkan oleh koperasi UMKM nanti, mana yang bisa kita jalur itu agar UMKM kita bisa lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir menyampaikan saat ini Pemerintah Kota Padang terus melakukan berbagai pembenahan di sektor pariwisata, khususnya untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain penataan kawasan wisata Pantai Padang, penguatan pengelolaan kebersihan, serta penertiban parkir di kawasan wisata.

Selain itu, Pemko Padang juga merencanakan revitalisasi sejumlah kawasan strategis seperti Pasar Raya, Pantai Padang, dan kawasan Kota Tua dengan anggaran sekitar Rp70 miliar pada tahun 2026. “Kita ingin Padang ini tidak hanya dikenal seperti Malioboronya Yogya atau Braganya Bandung. Insyaallah Padang bisa lebih dari itu,” ujar Maigus optimistis. (adpsb/cen/bud)

Mahyeldi: Sinergi Pemprov dan Pemko Jadi Kunci Percepat Pertumbuhan Ekonomi    
Sabtu, Maret 07, 2026

On Sabtu, Maret 07, 2026

Mahyeldi: Sinergi Pemprov dan Pemko Jadi Kunci Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (6/3/2026). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (6/3/2026). Rapat tersebut mempertemukan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dari Pemprov Sumbar dan Pemko Padang untuk menyelaraskan program pembangunan yang dapat dikerjakan secara bersama.

Mahyeldi menjelaskan, pertemuan itu memang telah direncanakan sebagai langkah memperkuat koordinasi pembangunan, terutama di tengah kondisi pemotongan transfer ke daerah serta dampak bencana yang sempat terjadi di sejumlah wilayah. “Memang ini agenda yang kita rencanakan. Mengingat kemarin ada pemotongan TKD dan juga kondisi bencana. Supaya lebih optimal, maka jawabannya adalah bersinergi,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, kolaborasi antar pemerintah daerah akan membuat berbagai program pembangunan menjadi lebih efektif, sekaligus memastikan penggunaan anggaran dapat memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan pemerintah provinsi akan menjadwalkan kunjungan ke berbagai OPD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota guna memperkuat koordinasi dan memastikan program pembangunan berjalan selaras.

Mahyeldi menilai, melalui koordinasi yang kuat, berbagai persoalan daerah dapat diselesaikan lebih cepat, potensi daerah dapat dimaksimalkan, serta pembangunan dapat berjalan lebih terarah. Selain itu, rapat tersebut juga membahas sejumlah program nasional yang menjadi perhatian pemerintah daerah, di antaranya program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Sekolah Rakyat yang pelaksanaannya akan terus dievaluasi bersama.

Persoalan infrastruktur air minum juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Mahyeldi menegaskan pentingnya sinkronisasi program agar tidak terjadi persoalan di masyarakat terkait ketersediaan air bersih. "Saya dapat informasi sudah ada masyarakat yang berebut air. Makanya kita langsung rapat dan koordinasi di lapangan agar cepat pergerakannya,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumbar yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan di Kota Padang. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan daerah. “Pemerintah Kota Padang menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan seluruh OPD. Pada prinsipnya semuanya memberikan support untuk percepatan pembangunan Kota Padang,” ujar Maigus. (adpsb/cen/bud)

Isi Ramadan 1447 H Dengen Kegiatan Positif, ASN Kecamatan Payakumbuh Selatan Berbagi Takjil Gratis    
Sabtu, Maret 07, 2026

On Sabtu, Maret 07, 2026

Isi Ramadan 1447 H Dengen Kegiatan Positif, ASN Kecamatan Payakumbuh Selatan Berbagi Takjil Gratis
Ratusan pengendara yang melintas di depan SPBU Sawah Padang, Jln. Khatib Sulaiman, Payakumbub Selatan, menerima paket takjil gratis dari ASN Kecamatan dan PKK Payakumbuh Selatan Berbagi. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ratusan pengendara yang melintas di depan SPBU Sawah Padang, Jln. Khatib Sulaiman, Payakumbub Selatan, menerima paket takjil gratis dari ASN Kecamatan dan PKK Payakumbuh Selatan Berbagi, Jumat (06/03/2026).

Aksi berbagi ini menjadi bagian kegiatan sosial pemerintah kecamatan dalam mengisi Ramadan 1447 Hijriah sekaligus mempererat kedekatan dengan masyarakat.

“Sebagaimana himbauan Bapak Wali Kota, Zulmaeta, agar ASN memperbanyak kegiatan amal pada Ramadan 1447 H ini, maka kita ingin berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh berkah ini. Semoga takjil yang kita berikan bisa membantu warga” kata Camat Payakumbuh Selatan, Dewi Mulia.

Dewi bersama jajaran lurah, Tim Penggerak PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta staf di lingkungan Kecamatan Payakumbuh Selatan turun langsung membagikan takjil kepada pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

"Berbagi ini menjadi salah satu cara sederhana namun penuh makna untuk menghadirkan kedekatan sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat" .

Menurutnya, program tersebut menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pengguna jalan yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka, masyarakat sekitar lokasi kegiatan, hingga kelompok masyarakat yang membutuhkan seperti kaum dhuafa dan anak-anak panti asuhan.

“Kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya dimaknai sebagai bantuan menjelang berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan emosional antara pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.

Dewi berharap kegiatan berbagi tersebut dapat terus berlanjut setiap tahun sehingga semakin memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Payakumbuh, khususnya di wilayah Kecamatan Payakumbuh Selatan.

“Ramadan menjadi momen untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan. Kami berharap kegiatan kecil seperti ini bisa menghadirkan manfaat dan menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat,” tutupnya.

Salah seorang pengendara yang menerima takjil, Hendri, warga Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan pemerintah kecamatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka sangat terbantu. Terima kasih kepada pihak kecamatan yang sudah berbagi. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(HM)

Waki Wali Kota Elzadaswarman Serahkan 70 Paket Sembako Kepada Fakir Miskin dan Duafa    
Sabtu, Maret 07, 2026

On Sabtu, Maret 07, 2026

Waki Wali Kota Elzadaswarman Serahkan 70 Paket Sembako Kepada Fakir Miskin dan Duafa
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Waki Wali Kota, Elzadaswarman, menyerahkan 70 paket sembako kepada fakir miskin dan duafa. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Waki Wali Kota, Elzadaswarman, menyerahkan 70 paket sembako kepada fakir miskin dan duafa jamaah Masjid Baiturrahmah, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Jumat (06/03/2026) sore.

70 paket sembako itu berasal dari inisiatif dan kepedulian pengurus dan jamaah Masjid Baiturrahmah yang melakukan penggalangan bantuan sosial bersama.

“Kegiatan berbagi seperti ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemko Payakumbuh tentu mengapresiasi kepedulian pengurus Masjid Baiturrahmah dan para jamaah yang terus menjaga solidaritas sosial di tengah masyarakat,” kata Elzadaswarman.

Ia mengatakan kegiatan yang digerakkan oleh pengurus masjid bersama jamaah tersebut menjadi contoh kuatnya kepedulian sosial masyarakat, terutama di bulan Ramadan.

“Ramadan adalah kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama. Apa yang dilakukan oleh pengurus dan jamaah Masjid Baiturrahmah ini merupakan teladan yang sangat baik bagi kita semua,” ujarnya.

Ia menilai, peran rumah ibadah tidak hanya sebatas tempat melaksanakan ibadah salat dan pengajian, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang sangat penting bagi masyarakat.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial yang membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan,” ucapnya.

Elzadaswarman berharap kegiatan berbagi seperti itu dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Kota Payakumbuh.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga pada momentum lainnya. Jika solidaritas ini terus terjaga, tentu akan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh, Hendri Yazid, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan sosial yang diinisiasi oleh pengurus masjid bersama jamaah.

“Kami dari Kementerian Agama sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kepedulian terhadap fakir miskin dan duafa merupakan bagian dari nilai-nilai keagamaan yang harus terus dijaga dan diperkuat di tengah masyarakat,” ujar Hendri Yazid.

Ia menambahkan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas umat serta memperkuat kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

“Masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Dari masjid lahir berbagai kegiatan yang mampu memperkuat kebersamaan dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Hendri berharap kegiatan berbagi sembako tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat penerima sekaligus mempererat hubungan antara jamaah, pengurus masjid, dan pemerintah daerah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang terbantu. Semangat berbagi inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya.(HM)

Wawako Payakumbuh Elzadaswarman Terima Kunjungan Silaturahim Pelajar NU    
Sabtu, Maret 07, 2026

On Sabtu, Maret 07, 2026

Wawako Payakumbuh Elzadaswarman Terima Kunjungan Silaturahim Pelajar NU
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman menerima kunjungan silaturahim Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Kota Payakumbuh. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman menerima kunjungan silaturahim Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Kota Payakumbuh di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Kamis (5/3/2026).

Kunjungan pelajar NU tersebut dalam rangka mempererat tali silaturahim sekaligus menyampaikan rencana Tabligh Akbar dengan tema “Menjadi Generasi Qur’ani Menebar Rahmat Ilahi” yang akan diselenggarakan oleh IPNU dan IPPNU Kota Payakumbuh di Masjid Musafir pada Sabtu (7/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Elzadaswarman  mengapresiasi inisiatif generasi muda dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan.

"Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai moral, memperkuat persatuan, serta menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap pelajar NU dapat terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, penguatan karakter, serta aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

“Pemko Payakumbuh sangat mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh para pelajar, khususnya yang berkaitan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan Tabligh Akbar tersebut dapat menjadi sarana memperkuat keimanan serta menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus berperan aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.(HM)

Wawako Payakumbuh Pimpin Rakor amuatan Lahan Sawah Dalam Dokumen RDTR    
Sabtu, Maret 07, 2026

On Sabtu, Maret 07, 2026

Wawako Payakumbuh Pimpin Rakor amuatan Lahan Sawah Dalam Dokumen RDTR
Wali Kota Payakumbuh melalui Wakil Wali Kota, Elzadaswarman memimpin rapat koordinasi. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Payakumbuh melalui Wakil Wali Kota, Elzadaswarman memimpin rapat koordinasi dalam rangka audiensi muatan lahan sawah dalam dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Payakumbuh, Jumat (6/3/2026), di Ruang Pertemuan Riza Falepi Lantai II Kantor Wali Kota Payakumbuh.

Rapat turut dihadiri secara daring oleh Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu Kementrian ATR/BPN, Dr. Ir. Andi Renald, ST, MT, IPU, ASEAN Eng, QCRO, dan secara luring diikuti sejumlah perangkat daerah diantaranya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta unsur teknis lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh.

Dalam arahannya, Elzadaswarman menegaskan bahwa penyusunan revisi RDTR menjadi instrumen penting dalam mengarahkan pembangunan Kota Payakumbuh ke depan.

“Kita perlu memastikan keseimbangan antara perlindungan lahan pertanian, khususnya sawah, dengan kebutuhan pembangunan dan pertumbuhan kota. Karena itu koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi sangat penting agar kebijakan yang diambil dapat memberikan kepastian bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia berharap melalui rapat koordinasi ini dapat diperoleh kesepahaman bersama dengan kementerian terkait mengenai muatan lahan sawah dalam dokumen RDTR sehingga proses penyusunannya dapat segera diselesaikan.

“Kita berharap melalui rapat koordinasi ini dapat diperoleh kesepahaman bersama dengan kementerian terkait mengenai muatan lahan sawah dalam dokumen RDTR Kota Payakumbuh, sehingga proses penyusunan dan penetapannya dapat segera diselesaikan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh, Muslim memaparkan perkembangan pemutakhiran data lahan sawah yang menjadi salah satu isu utama dalam proses revisi RDTR Kota Payakumbuh.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data Lahan Baku Sawah (LBS) tahun 2024, luas sawah di Kota Payakumbuh tercatat sebesar 2.644,18 hektare. Sementara itu, berdasarkan Surat Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 1589 Tahun 2021, luas Lahan Sawah Dilindungi (LSD) sebelumnya tercatat sebesar 2.759,97 hektare.  

Melalui proses pemutakhiran data yang telah disampaikan kepada Kementerian ATR/BPN dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 31 Januari 2026, Pemerintah Kota Payakumbuh mengusulkan penyesuaian luasan lahan sawah yang akan ditetapkan sebagai LSD menjadi 2.041,27 hektare atau sekitar 77,20 persen dari luas LBS.  

Menurut Muslim, penyesuaian tersebut dilakukan melalui analisis dan verifikasi data lapangan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor.

“Faktor pengurangan luas lahan sawah dalam pemutakhiran data ini antara lain penyesuaian batas administrasi terbaru Kota Payakumbuh, perizinan bangunan dan rekomendasi LSD, kondisi eksisting lahan yang tidak lagi berupa sawah, hak atas tanah non-pertanian, hingga tumpang tindih dengan kawasan hutan lindung,” jelasnya.  

Ia menambahkan, sejumlah program strategis daerah juga menjadi pertimbangan dalam penataan ruang kota, di antaranya pembangunan Masjid Agung, rencana pembangunan Jalan Thamrin Manan, pembangunan kawasan industri kecil menengah, pembangunan IPAL komunal, pengembangan kawasan wisata, penambahan fasilitas pengelolaan persampahan, penataan sempadan Sungai Batang Agam, pembangunan kawasan pergudangan, serta penyediaan ruang terbuka hijau publik. 

Selain itu, kebutuhan penyediaan rumah hunian masyarakat juga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan tata ruang. Berdasarkan data RPJMD Kota Payakumbuh 2025–2029, masih terdapat backlog perumahan sekitar 9.035 unit, dengan jumlah rumah yang tersedia sebanyak 34.967 unit untuk 44.002 kepala keluarga.

Sementara itu, berdasarkan proyeksi hingga tahun 2045, kebutuhan rumah di Kota Payakumbuh diperkirakan mencapai 44.949 unit, sehingga diperlukan perencanaan ruang yang mampu mengakomodasi kebutuhan hunian masyarakat tanpa mengabaikan perlindungan lahan pertanian.  

Dari hasil analisis tersebut, total akumulasi faktor pengurang luas lahan sawah mencapai sekitar 602,91 hektare atau 22,80 persen dari luas LBS, sehingga luas lahan sawah yang diusulkan untuk ditetapkan sebagai LSD atau LP2B di Kota Payakumbuh menjadi 2.041,27 hektare. 

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap dapat memperoleh kesepahaman dengan kementerian terkait mengenai luasan lahan sawah yang dapat diakomodir dalam dokumen revisi RDTR Kota Payakumbuh, sehingga proses penyusunan dan penetapan RDTR dapat segera diselesaikan dan mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.(HM)