HEADLINE
Jubir Jusuf Kalla Bilang Pernyataan soal Jokowi Disampaikan agar Loyalis Paham Akar Masalah    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Jubir Jusuf Kalla Bilang Pernyataan soal Jokowi Disampaikan agar Loyalis Paham Akar Masalah
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) didampongi Husain Abdullah selaku juru bicara (jubir) ketika jumpa pers dengan awak media. (Foto/Net). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Husain Abdullah selaku juru bicara (jubir) Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menegaskan, pernyataan JK soal perannya dalam karier politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bertujuan agar loyalis Jokowi paham akar masalah.

Husain menyampaikan hal itu dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Senin (20/4/2026), menjawab pertanyaan tentang kepada siapa pernyataan JK tersebut ditujukan.

“Itu disampaikan untuk kepada loyalis-loyalis Jokowi supaya memahami masalahnya, akar permasalahan atau historisnya,” katanya.

Ia menambahkan, secara tidak langsung, Jokowi pernah menyampaikan bahwa JK yang memintanya untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

“Dan secara rendah hati kan saya sudah baca juga Pak Jokowi secara tidak langsung mengakui dan dari jauh hari, dari tahun 2012 sebenarnya Pak Jokowi sudah statement di berbagai media,” kata Husain.

“Waktu itu 5 Agustus 2012, itu mengakui secara jujur, tulus bahwa ya benar Pak JK yang pertama kali minta saya ikut Pilgub DKI. Jadi sebenarnya tidak ada masalah,” lanjutnya.

Saat ditanya, apakah sudah ada rencana pertemuan antara JK dan Jokowi, Husain menyatakan itu merupakan hal yang bagus.

“Ya mudah-mudahan, itu lebih bagus. Supaya, ini kan kita semua baik Projo maupun siapa pun komponen bangsa itu pasti ingin melihat bangsa yang lebih bagus ke depan,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di kediamannya, Sabtu (18/4/2026), JK menyampaikan dirinyalah yang membawa Jokowi ke Jakarta menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa Jokowi ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa," kata JK.

Dia mengatakan dirinya mendatangi Megawati Soekarnoputri untuk meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan itu agar mengizinkan Jokowi ikut dalam pemilihan gubernur Jakarta. 

"Akhirnya beliau setuju. Jadilah gubernur," ungkap Jusuf Kalla.

"Apa kurangnya saya coba? Saya bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden?" imbuhnya.

Husain menyatakan pernyataan tersebut bukan untuk menjelaskan jasa JK terhadap Jokowi, melainkan hanya menyampaikan fakta.

“Pak JK tidak sedang menjelaskan jasanya, saya kira tidak. Beliau sedang mengungkapkan suatu fakta, bagaimana posisi beliau dan peranannya pada saat pencalonan Pak Jokowi ketika akan menjadi Gubernur DKI,” kata dia.

“Kenapa ini dikeluarkan? Sebenarnya sudah lama Pak JK tidak mengungkapkan secara publish, karena tentu menjaga banyak hal, karena ini sesuatu yang tidak perlu diumbar juga,” tambahnya.

Tetapi, lanjut Husain, ada beberapa loyalis Jokowi yang seolah-olah menyampaikan kesan bahwa JK seperti orang yang tidak tahu berterima kasih, padahal sudah dipilih menjadi wakil presiden pendamping Jokowi.

“Tetapi karena makin ke sini kelihatannya banyak, ada beberapa ya loyalis-loyalis Pak Jokowi, yang mengesankan Pak JK ini kok seperti orang tidak tahu berterima kasih,” lanjutnya.

“Kemudian seperti tidak tahu berbalas budi, padahal sudah diangkat atau ditempatkan sebagai wakil presiden oleh Pak Jokowi. Oleh karena itu, beliau akhirnya merasa perlu menyampaikan fakta yang sebenarnya, bahwa yang tidak berterima kasih dan tidak berbalas budi ya siapa,” ungkapnya.

"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa Jokowi ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa," kata JK.

Dia mengatakan dirinya mendatangi Megawati Soekarnoputri untuk meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan itu agar mengizinkan Jokowi ikut dalam pemilihan gubernur Jakarta. 

"Akhirnya beliau setuju. Jadilah gubernur," ungkap Jusuf Kalla.

"Apa kurangnya saya coba? Saya bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden?" imbuhnya

Husain menyatakan pernyataan tersebut bukan untuk menjelaskan jasa JK terhadap Jokowi, melainkan hanya menyampaikan fakta.

“Pak JK tidak sedang menjelaskan jasanya, saya kira tidak. Beliau sedang mengungkapkan suatu fakta, bagaimana posisi beliau dan peranannya pada saat pencalonan Pak Jokowi ketika akan menjadi Gubernur DKI,” kata dia.

“Kenapa ini dikeluarkan? Sebenarnya sudah lama Pak JK tidak mengungkapkan secara publish, karena tentu menjaga banyak hal, karena ini sesuatu yang tidak perlu diumbar juga,” tambahnya.

Tetapi, lanjut Husain, ada beberapa loyalis Jokowi yang seolah-olah menyampaikan kesan bahwa JK seperti orang yang tidak tahu berterima kasih, padahal sudah dipilih menjadi wakil presiden pendamping Jokowi.

“Tetapi karena makin ke sini kelihatannya banyak, ada beberapa ya loyalis-loyalis Pak Jokowi, yang mengesankan Pak JK ini kok seperti orang tidak tahu berterima kasih,” lanjutnya.

“Kemudian seperti tidak tahu berbalas budi, padahal sudah diangkat atau ditempatkan sebagai wakil presiden oleh Pak Jokowi. Oleh karena itu, beliau akhirnya merasa perlu menyampaikan fakta yang sebenarnya, bahwa yang tidak berterima kasih dan tidak berbalas budi ya siapa,” ungkapnya. (*) 

Sumber: Kompas. tv

Wawako Padang, Maigus Nasir Hadiri Pembukaan Banda Aceh Experience City Expo 2026    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Wawako Padang, Maigus Nasir Hadiri Pembukaan Banda Aceh Experience City Expo 2026
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri pembukaan Banda Aceh Experience City Expo 2026, Senin (20/4/2026). (Foto: Tomi) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri pembukaan Banda Aceh Experience City Expo 2026, Senin (20/4/2026) sebagai rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, 19-22 April 2026.

Gelaran yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang Banda Aceh itu, resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Aceh, Muhammad Nasir, ditandai pemukulan Rapa’i bersama Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, Ketua Komwil I APEKSI yang juga Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, serta Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan para Wali Kota-Wakil Wali Kota se-Komwil I APEKSI.

Expo tersebut menampilkan beragam produk unggulan UMKM, seni budaya, serta inovasi daerah dari kota-kota anggota Komwil I APEKSI. Sejak malam pembukaan, area pameran dipadati pengunjung dan delegasi, menandai tingginya antusiasme terhadap ajang promosi ekonomi kreatif dan penguatan jejaring antarkota.

Maigus Nasir menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan Banda Aceh sebagai tuan rumah Raker Komwil I APEKSI. Ia juga memuji Banda Aceh Experience City Expo 2026 yang menghadirkan bukan sekadar pameran, tetapi juga memperkuat gagasan kolaborasi pembangunan antardaerah.

“Banda Aceh menjadi rumah yang baik bagi para tamunya. Experience City Expo ini memberi kesan kuat, bukan hanya melalui pameran UMKM dan budaya, tetapi juga gagasan bagaimana kota-kota di Sumatera membangun ekonomi, identitas, dan kolaborasi secara bersamaan,” ujar Maigus Nasir, yang hadir bersama Ketua GOW Kota Padang, Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.

Sementara itu, Sekdaprov Aceh, Muhammad Nasir menegaskan pertumbuhan ekonomi perkotaan harus menjadi lokomotif pembangunan wilayah melalui penguatan investasi, inovasi, dan daya saing. Menurutnya, forum APEKSI menjadi ruang strategis memperkuat sinergi antarkota dalam mengelola urbanisasi sebagai kekuatan ekonomi yang inklusif.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menjelaskan bahwa Banda Aceh Experience City Expo bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang bersama untuk merayakan identitas, kreativitas, dan pertumbuhan ekonomi kota.

"Mengusung konsep Experience City, expo ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-821 Kota Banda Aceh sekaligus rangkaian Raker Komwil I APEKSI 2026. Kegiatan dirancang melalui lima zona utama, yakni Market Experience, Interactive Experience, Entertainment Experience, Special Experience, dan Celebration Experience," terangnya.

Menurut Illiza, konsep yang disajikan memberi ruang promosi lebih luas bagi UMKM, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, sekaligus menghadirkan pengalaman budaya yang mempertemukan warisan sejarah dengan inovasi masa depan.

"Beragam elemen interaktif seperti area kuliner, ruang komunitas, panggung hiburan, hingga paviliun bertema The Future of Banda Aceh dihadirkan untuk memperkuat citra Banda Aceh sebagai kota inklusif, tangguh, dan berdaya saing," terangnya.

“Expo ini menjadi strategi nyata dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, membuka ruang usaha, serta menciptakan efek ekonomi berantai melalui keterlibatan pelaku UMKM dan industri kreatif," tambah Illiza. (By/Tomi)

Galian C Ilegal Resahkan Warga di Desa Kwala Indah, Ketua PJI-D Batu Bara Bersuara    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Galian C Ilegal Resahkan Warga di Desa Kwala Indah, Ketua PJI-D Batu Bara Bersuara
Aktivitas galian C ilegal di Desa Kwala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara dan upaya konfirmasi wartawan. (Foto: Herman Manurung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sikap tak kooperatif ditunjukkan Kapolsek Air Putih, AKP Rahmad Hutagaol, SH., saat dikonfirmasi terkait dugaan aktivitas galian C ilegal di Desa Kwala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara. Alih-alih memberikan klarifikasi, ia justru memblokir nomor WhatsApp wartawan, Senin (20/4/2026).

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media terkait aktivitas pengerukan tanah (galian C) yang diduga ilegal di bantaran sungai Desa Kwala Indah berujung bungkam. Kapolsek Air Putih tidak memberikan tanggapan, bahkan memilih memutus komunikasi dengan memblokir kontak wartawan.

Aktivitas galian C tersebut berlangsung di Desa Kwala Indah, Kecamatan Sei Suka, wilayah hukum Polres Batu Bara. Peristiwa pemblokiran terjadi pada Senin, 20 April 2026, saat wartawan berupaya mengonfirmasi dugaan pelanggaran hukum tersebut.

Kapolsek Air Putih AKP Rahmad Hutagaol menjadi sorotan atas sikap bungkamnya. Sementara itu, aktivitas galian C diduga melibatkan pihak-pihak yang hingga kini belum tersentuh penindakan. 

Aktivitas galian C tersebut diduga kuat tidak mengantongi izin resmi dan berdampak langsung pada lingkungan serta kehidupan masyarakat. Ribuan warga yang menggantungkan kebutuhan air dari aliran sungai terancam, mulai dari kebutuhan mandi, memasak hingga konsumsi sehari-hari. Desa-desa di wilayah hilir pun ikut terdampak dan mengecam keras aktivitas tersebut.

Ketua Perkumpulan Jurnalis Indonesia-Demokrasi (PJI-D) Batu Bara, Mariati AB, S.Pd., menegaskan bahwa aktivitas galian C tersebut bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan dan penindakan hukum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Batu Bara melalui call center yang dihubungi awak media juga tidak memberikan respons maupun kehadiran di lokasi. Kondisi ini memicu pertanyaan publik: ada apa di balik pembiaran ini?

Padahal, Presiden RI sebelumnya telah menegaskan dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri 2023 agar aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap praktik tambang ilegal di seluruh wilayah Indonesia. Instruksi tersebut jelas: tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran hukum yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

Landasan Hukum dan Sanksi:
Aktivitas galian C ilegal melanggar ketentuan dalam:

• UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
• Pasal 158 menyebutkan bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin (IUP, IPR, atau IUPK) dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Selain itu, pelaku juga dapat dijerat dengan:

• UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana tambahan jika terbukti merusak lingkungan.

Sikap bungkam dan pemblokiran terhadap wartawan justru memperkeruh situasi dan memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap praktik ilegal. Publik kini menunggu ketegasan aparat—apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau justru tumpul ke atas dan tajam ke bawah. (Herman Manurung)

Jana Sandra Libatkan Relawan dalam Kegiatan Sosial Berkelanjutan    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Jana Sandra Libatkan Relawan dalam Kegiatan Sosial Berkelanjutan
Jana Sandra melalui Rumah Donasi Jana yang sejak 2012 membantu masyarakat rentan di wilayah Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Jawa Barat. (Foto: Pajok). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Momentum peringatan Hari Kartini menjadi latar yang menguatkan peran perempuan dalam aksi sosial, sebagaimana ditunjukkan Jana Sandra melalui Rumah Donasi Jana yang sejak 2012 membantu masyarakat rentan di wilayah Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Jawa Barat.

Melalui wadah tersebut, bantuan disalurkan kepada kaum dhuafa, anak yatim, janda, dan lansia melalui berbagai kegiatan, mulai dari pembagian kebutuhan pokok, bakti sosial, hingga pengobatan gratis.

Jana Sandra mengatakan, keterlibatannya dalam kegiatan sosial berawal dari dorongan pribadi untuk membantu sesama.

“Berawal dari hati yang ingin membantu orang yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aktivitas sosial telah dimulai sejak 2010 bersama rekan-rekan sekolah melalui komunitas kemanusiaan.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar pendirian Rumah Donasi Jana sebagai wadah pengabdian yang lebih berkelanjutan.

“Saya bisa membuat program donasi sendiri serta mampu menggalang dana dari teman-teman sendiri,” katanya.

Selain berprofesi sebagai dosen di STIAMI, ITL Trisakti, dan Universitas Terbuka, Jana tetap aktif turun langsung ke lapangan bersama sekitar 20 relawan. Kegiatan sosial menjangkau wilayah Jakarta, Bekasi, Bogor, dan sekitarnya di Jawa Barat, dengan sekitar 100 penerima manfaat.

Program yang dijalankan mencakup bimbingan belajar bagi anak yatim, pembangunan jembatan, pembangunan tempat wudhu di masjid, kunjungan museum, serta kegiatan bagi anak penderita kanker di rumah sakit di Jakarta.

Selain itu, juga dilaksanakan workshop kamera lubang jarum Indonesia dan mendongeng bagi anak-anak yatim sebagai bagian dari pengembangan kreativitas.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan sosial tersebut menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca dan akses lokasi.

“Tantangan terbesar selama menjalankan kegiatan sosial adalah cuaca hujan, jalanan banjir, serta lokasi yang sulit dilalui karena kondisi jalan yang buruk,” ujarnya.

Ke depan, Jana berharap Rumah Donasi Jana dapat memperluas jangkauan bantuan serta meningkatkan penghimpunan dana.

“Rumah Donasi Jana dapat menggalang dana dengan jumlah yang lebih besar serta dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan donasi lebih luas,” tutupnya. (By/Pajok)

Respons Ultimatum Suporter, Komisaris Utama Semen Padang FC: Aspirasi Jadi Bahan Evaluasi    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Respons Ultimatum Suporter, Komisaris Utama Semen Padang FC: Aspirasi Jadi Bahan Evaluasi
Komisaris Utama Semen Padang FC, Ilham Azre, merespons ultimatum yang disampaikan kelompok suporter terkait kondisi tim. (Foto: Riko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisaris Utama Semen Padang FC, Ilham Azre, merespons ultimatum yang disampaikan kelompok suporter terkait kondisi tim.

Ultimatum tersebut sebelumnya dilayangkan oleh kelompok suporter The Kmers yang memboikot pertandingan saat Semen Padang FC menghadapi Persijap Jepara. Mereka memberi batas waktu dua pertandingan kepada manajemen untuk segera berbenah. Jika tidak ada perubahan, suporter mendesak agar manajemen melepaskan jabatan dan digantikan oleh pihak yang dinilai lebih kompeten.

Azre menegaskan bahwa suporter merupakan bagian penting dalam perjalanan sebuah klub sepak bola. Ia menyebut, tidak ada tim yang bisa berdiri tanpa dukungan dari para pendukungnya.

“Saya yakin suporter adalah jiwa dari sebuah tim. Tidak ada tim yang tidak mempunyai suporter. Kami menghargai seluruh aspirasi kawan-kawan semua dan berterima kasih atas kritik yang disampaikan,” ujarnya Senin (20/4/2026) malam.

Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan suporter akan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen untuk memperbaiki kondisi tim ke depan. Ia juga mengakui bahwa komunikasi antara manajemen dan suporter perlu diperbaiki agar lebih efektif.

“Ke depan, komunikasi dengan suporter tentu akan kita benahi, termasuk bagaimana pola yang lebih baik,” katanya.

Di sisi lain, Azre menekankan bahwa kompetisi masih menyisakan lima pertandingan yang harus dihadapi bersama. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk suporter, untuk tetap memberikan dukungan demi menjaga peluang bertahan di Liga 1.

“Masih ada lima pertandingan lagi yang tentu harus kita dukung bersama-sama. Perjuangan kita masih ada untuk bertahan di Liga 1. Manajemen akan melakukan evaluasi sebaik-baiknya,” tutupnya.

Situasi ini menunjukkan hubungan antara suporter dan manajemen tengah menjadi sorotan. Tekanan dari tribun kini berbanding lurus dengan tuntutan perbaikan di internal klub, di tengah perjuangan tim keluar dari zona degradasi.(By/Riko)

Jaga Desa Terintegrasi Siskeudes, Kejaksaan Perkuat Pengawasan Dana Desa Secara Real Time    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung sekaligus Ketua Pengawas DPP ABPEDNAS, Reda Manthovani kepada awak media pada Selasa (21/4/2026) di Jakarta.
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung sekaligus Ketua Pengawas DPP ABPEDNAS, Reda Manthovani kepada awak media pada Selasa (21/4/2026) di Jakarta. (Foto: Muhammad Fadly). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Program Jaga Desa yang digagas Kejaksaan RI bersama Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) terus diperkuat guna mendorong transparansi serta pengawasan pembangunan di tingkat desa. Langkah tersebut semakin strategis karena aplikasi Jaga Desa telah terintegrasi dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) milik Kementerian Dalam Negeri, sehingga proses pemantauan berjalan lebih sistematis dan real time, seperti disampaikan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung sekaligus Ketua Pengawas DPP ABPEDNAS, Reda Manthovani kepada awak media pada Selasa (21/4/2026) di Jakarta.

Reda Manthovani menegaskan bahwa sistem tersebut memungkinkan laporan pertanggungjawaban kepala desa dipantau langsung oleh Kejaksaan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk memastikan validitas laporan melalui verifikasi lapangan, termasuk mengecek kesesuaian pembangunan infrastruktur dengan data yang dilaporkan.

“Sistem tersebut juga membuka ruang partisipasi luas bagi penerima manfaat program, seperti guru, siswa, dan kepala sekolah. Mereka dapat menyampaikan laporan terkait kualitas bantuan secara langsung, lengkap dengan bukti foto atau video yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak terkait,” ujar Reda.

Apabila ditemukan pelanggaran, Kejaksaan dapat menjatuhkan sanksi secara bertahap mulai dari teguran hingga penghentian sementara. Mekanisme tersebut dirancang untuk menjaga akuntabilitas sekaligus memberikan efek jera bagi pelanggaran yang terjadi di tingkat desa.

Selain penguatan sistem pengawasan, Kejaksaan RI bersama ABPEDNAS juga menggelar Jaga Desa Award melalui kompetisi film pendek untuk meningkatkan partisipasi publik. Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Aditya Yusma, mengungkapkan bahwa ajang tersebut telah diikuti lebih dari 3.300 desa dari seluruh Indonesia, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap pengelolaan desa yang transparan.

Aditya menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi potensi desa, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tata kelola yang baik agar terhindar dari persoalan hukum. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya integritas di tingkat akar rumput.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menilai ABPEDNAS memiliki peran strategis dalam mendampingi berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyoroti pemanfaatan teknologi melalui aplikasi yang mendukung pelaporan dan pengawasan desa secara lebih efektif dan transparan.

Ke depan, Program Jaga Desa diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk tetap tinggal dan berkontribusi dalam pembangunan desa masing-masing. Inisiatif tersebut juga diarahkan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. (By/Muhammad Fadhli)

Dari Sawahlunto ke Medan Perjuangan: Jejak Historis Ani Idrus dalam Pers dan Modernitas Perempuan    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Dari Sawahlunto ke Medan Perjuangan: Jejak Historis Ani Idrus dalam Pers dan Modernitas Perempuan
Ket. foto: Ani Idrus (1918–1999). Sumber: PijarNews.com.

BENTENGSUMBAR.COM
- Ani Idrus lahir di Sawahlunto pada 25 November 1918, di lingkungan tambang batubara Ombilin tempat ayahnya bekerja. Kondisi sosiologis kawasan tambang pada masa kolonial yang tidak egaliter, sarat stratifikasi sosial, serta dipenuhi relasi kuasa yang timpang menjadi latar awal pembentukan kesadaran sosialnya. Selain menempuh pendidikan formal di sekolah negeri, ia juga diwajibkan mengikuti pendidikan agama dengan mengaji di surau setiap sore.

Setelah perceraian orang tuanya pada tahun 1929, Ani pindah ke Medan. Di kota ini ia melanjutkan pendidikan di madrasah dan Methodist English School. Komitmen intelektualnya tidak berhenti pada masa muda. Pada usia lanjut, ia meraih gelar doktoranda (Dra) dalam bidang ilmu sosial dan politik di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) pada 19 Juli 1990. Perjalanan akademik tersebut menunjukkan konsistensinya dalam menjadikan pendidikan sebagai fondasi perjuangan.

Dialektika Gender dan Modernitas Timur

Pengalaman menyaksikan praktik poligami ayahnya membentuk sikap kritis Ani terhadap relasi gender. Namun, kritik tersebut tidak membawanya pada penolakan terhadap institusi pernikahan. Ia tetap memandang pernikahan sebagai penyempurna agama dan menganggap rumah tangga sebagai “mahkota perempuan”.

Dalam memahami modernitas, Ani menegaskan bahwa kemajuan perempuan tidak boleh mengikis norma agama, adat, dan identitas Timur. Ia mengkritik kecenderungan sebagian perempuan di Sumatera Barat yang meniru gaya Barat secara berlebihan, mengingat wilayah tersebut merupakan basis Islam yang kuat.

Terhadap fenomena gadis terpelajar yang memilih melajang (Hidoep Vrijgezel) karena kekhawatiran terhadap poligami, Ani berpendapat bahwa meskipun pilihan tersebut merupakan hak individu, hal itu tetap bertentangan dengan kaidah agama dan adat Minangkabau. Baginya, kebahagiaan perempuan terletak pada peran sebagai ibu dan istri dalam rumah tangga yang terhormat.

Pandangan ini memperlihatkan posisi Ani dalam dialektika modernitas: mendukung kemajuan perempuan, tetapi tetap dalam bingkai moral dan religius.

Jurnalisme sebagai Instrumen Perlawanan

Karier jurnalistik Ani dimulai sejak usia dua belas tahun melalui majalah Pandji Poestaka. Pada usia delapan belas tahun, ia telah bekerja di surat kabar Sinar Deli dan majalah Sadar. Puncak kiprahnya adalah pendirian Harian Waspada pada 11 Januari 1947 bersama suaminya, H. Mohammad Said.

Sejak awal, Waspada tidak lepas dari tekanan politik. Pada 1947, surat kabar ini dibredel oleh Belanda selama sepekan akibat pemberitaan tentang pembakaran rumah penduduk di Jawa Barat. Tahun 1948 menjadi periode paling berat, ketika Waspada beberapa kali dibredel karena pemberitaan mengenai pemakaman perwira KNIL di Garut, artikel ekonomi yang dianggap membahayakan, serta laporan tentang peristiwa di Bukittinggi. Pada April 1949, pembredelan kembali terjadi setelah memuat kutipan pernyataan tokoh politik nasional yang dinilai mengancam posisi Belanda.

Tekanan tidak berhenti pada masa kolonial. Pada 1965, Waspada mengalami pembekuan terbit oleh pemerintah Orde Lama terkait keterkaitannya dengan Badan Pendukung Sukarnoisme (BPS).

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Waspada bukan sekadar media informasi, melainkan bagian dari dinamika perjuangan politik nasional. Setelah masa vakum, Ani memimpin penuh Waspada sejak 1969. Rosihan Anwar kemudian menjulukinya sebagai wartawati yang lugas, cerdas, dan kaya vitalitas.

Otonomi Perempuan dan Pengabdian Bangsa

Komitmen Ani terhadap pemberdayaan perempuan diwujudkan melalui pendirian majalah Wanita pada 1945 dan Dunia Wanita pada 1949. Melalui media tersebut, ia membuka ruang bagi suara perempuan dalam ranah publik.

Kiprahnya juga menjangkau forum internasional. Ia mengunjungi Jepang (1953), Tiongkok (1954), serta Amerika Serikat dan Eropa (1956), termasuk melakukan wawancara dengan Eleanor Roosevelt. Pengalaman ini memperluas perspektifnya mengenai posisi perempuan dan pers dalam percaturan global.

Dalam bidang politik dan pendidikan, Ani aktif di organisasi Wadah Indonesia Muda (1933) dan partai GERINDO (1937). Ia kemudian menjabat sebagai Anggota Konstituante pada 1954 serta DPRGR Tingkat I Sumatera Utara pada 1960.

Kontribusinya dalam pendidikan diwujudkan melalui pendirian Yayasan Pendidikan Ani Idrus yang mengelola berbagai lembaga, termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) pada 1987. Langkah ini menegaskan bahwa perjuangannya tidak berhenti pada media, tetapi juga pada pembentukan generasi intelektual baru.

Warisan dalam Kesunyian

Ani Idrus wafat pada 9 Januari 1999 di Medan. Namanya kemudian diabadikan dalam prangko pada 2004 serta Google Doodle pada 2019. Namun penghormatan simbolik tersebut belum sepenuhnya sebanding dengan kedalaman kontribusinya dalam sejarah pers dan perjuangan perempuan Indonesia.

Secara historiografis, peran Ani kerap berada di pinggiran narasi besar perjuangan nasional yang lebih banyak menonjolkan tokoh laki-laki atau figur politik bersenjata. Padahal, melalui pers, ia menjalankan bentuk perlawanan yang tidak kalah strategis: membangun kesadaran publik, mempertahankan independensi informasi di tengah represi, serta membuka ruang artikulasi bagi perempuan dalam masyarakat yang sedang bertransisi menuju modernitas.

Dari Sawahlunto, kota tambang yang dibentuk oleh logika eksploitasi kolonial, lahir seorang perempuan yang memanfaatkan pena sebagai instrumen emansipasi dan kontrol sosial. Jejak hidupnya memperlihatkan bahwa modernitas perempuan Indonesia tidak selalu lahir dari penolakan terhadap tradisi, melainkan dari negosiasi kritis antara nilai agama, adat, dan tuntutan zaman.

Warisan itu masih relevan hari ini, ketika kebebasan pers dan posisi perempuan dalam ruang publik terus menjadi isu penting.

Dengan demikian, membaca kembali sejarah Ani Idrus bukan sekadar mengenang seorang tokoh, tetapi juga menegaskan kembali pentingnya integritas pers, keberanian intelektual, dan peran perempuan dalam membentuk arah bangsa.

"SELAMAT HARI KARTINI"

Sawahlunto, Selasa 21 April 2026
Penulis: Marjafri – Jurnalis, Pendiri dan Ketua Komunitas Anak Nagari Sawahlunto “Art, Social Culture and Tourism”

---

Sumber:

Historia, Okezone.com, Pemko Medan, Aktual.com, Minangkabau-Minangrantau, BESTARI, Humanisma Journal, Cendikia Journal, serta publikasi terkait.

Lomba Penulisan Jurnalistik Bank Nagari Diundur hingga 25 April 2026    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Lomba Penulisan Jurnalistik Bank Nagari Diundur hingga 25 April 2026
Ketua PWI Sumbar Widya Navies, menyampaikan apresiasinya kepada Bank Nagari yang telah peduli untuk memberdayakan SDM wartawan di Sumatera Barat. (Kolase Foto: By) 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Lomba karya jurnalistik jenis feature yang digelar Bank Nagari bekerjasama dengan PWI Sumbar diperpanjang hingga 25 April 2026. Sebelumnya, diumumkan lomba tersebut berakhir Senin (20/4) lalu.

"Berhubung dengan banyaknya minat dan permintaan rekan-rekan jurnalis terkait lomba tersebut diundur hingga tanggal 25 April 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian HUT Bank Nagari ke-64," kata Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Nagari,Yosviandri, dalam siaran persnya, Selasa (21/4) lalu.

Tema yang diusung dalam lomba karya tulis jurnalistik ini "Peduli, Bertumbuh & Integritas".Lomba karya tulis ini sebagai bentuk apresiasi kepada wartawan yang terus melaksanakan tugas menjadi mitra Bank Nagari,” katanya.

Menurutnya, lomba ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke- 64 Bank Nagari yang puncak peringatannya pada 12 Maret. Dia berharap, melalui lomba lomba karya tulis jurnalistik ini dapat memacu wartawan untuk selalu bersemangat memberikan informasi yang tepat, akurat dan aktual kepada masyarakat.

Ketua PWI Sumbar Widya Navies, menyampaikan apresiasinya kepada Bank Nagari yang telah peduli untuk memberdayakan SDM wartawan di Sumatera Barat.

Widya menyebutkan lomba karya tulis ini, untuk ketujuh kalinya diadakan. Dalam pelaksanaannya, Bank Nagari bekerja sama dengan PWI Sumbar. Ini memperlihatkan antara Bank Nagari dengan PWI Sumbar terbangun kerja sama dan kemitraan yang baik.

“Kita dari PWI Sumbar mengajak para wartawan  baik yang bernaung di bawah PWI maupun organisasi pers lainnya untuk ikut lomba karya tulis ini. Jadi, tidak terbatas kepada anggota PWI saja, tapi juga boleh dari keanggotaan kewartawanan lainnya," jelasnya.

Syarat lainnya adalah tulisan berupa feature. Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal tiga karya. Tidak memuat unsur SARA dan merupakan karya sendiri dan sudah dipublikasikan di media masing-masing.

Karya yang dikirimkan pernah dimuat di media cetak atau online periode 30 Maret 2026 sampai 20 April 2026 dengan format Times News Roman 12 . Naskah sudah diterima panitia paling lambat tanggal 25 April  2026 pada pukul 24.00 WIB.

Peserta juga diwajibkan mengirimkan naskah asli berupa soft copy dilengkapi dengan foto kliping pemuatan di media yang bersangkutan. Bagi yang memuat di media online, juga menyertakan link pemuatannya ke email tersebut. Semuanya dikirimkan ke email, [email protected].

Dalam lomba tersebut, tersedia total sebesar Rp21 juta. Rinciannya, Juara I Rp7,5 juta, juara II Rp5 juta, juara III Rp3,5 juta dan lima orang pemenang harapan masing-masing sebesar Rp1 juta. Semua pemenang juga memdapatkan sertifikat penghargaan.

“Khusus yang meraih juara pertama pada lomba serupa tahun-tahun sebelumnya , tidak dibolehkan ikut lomba karya tulis tahun ini. Pertimbangannya, memberi kesempatan kepada yang lain untuk meraih juara. Tapi pemenang kedua, ketiga dan seterusnya tahun lalu boleh ikut,” tambah Widya Navies. (By)

RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli pada Rapat Kerja Pembicaraan/Pembahasan Tingkat I RUU PPRT. (Foto: Aditya). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah telah menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) kepada DPR RI pada Senin (20/4/2026). 

Saat mewakili Pemerintah menyampaikan pandangan pemerintah, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan bahwa pemerintah menyambut baik RUU PPRT yang merupakan inisiatif DPR sebagai langkah penting dalam memberikan pelindungan kepada pekerja rumah tangga.

"Pemerintah berkomitmen menempatkan pekerja rumah tangga sebagai pekerja yang memiliki hak asasi sebagaimana pekerja pada umumnya. Perlindungan tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah hubungan kerja berakhir, termasuk mekanisme penyelesaian perselisihan," kata Menaker pada Rapat Kerja Pembicaraan/Pembahasan Tingkat I RUU PPRT.

Lebih lanjut, Menaker mengatakan bahwa Decent Work for Domestic Worker merupakan sebuah kebutuhan dalam memberikan pelindungan bagi pekerja rumah tangga. 

Pekerja rumah tangga harus mendapatkan jaminan upah yang layak, waktu kerja dan waktu istirahat, hak libur dan cuti, pelindungan dari diskriminasi, kekerasan seksual, serta jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.

"Pemerintah sangat setuju memasukkan pekerja rumah tangga untuk memiliki status pekerja pada umumnya yang mendapatkan hak sesuai harkat dan martabat sebagai manusia," katanya.

Menurut Menaker, pekerja rumah tangga memiliki karakteristik tersendiri sehingga hubungan kerjanya mempertimbangkan faktor sosiokultural. 

Pengguna pekerja rumah tangga juga beragam, mulai dari status ekonomi bawah, menengah sampai yang atas, sehingga melalui Rancangan Undang-Undang ini dapat memberikan pelindungan yang komprehensif untuk pelindungan hak asasi manusia.

Oleh karenanya, RUU PPRT memuat definisi pekerja rumah tangga, pekerjaan kerumahtanggaan serta batasan pengecualian yang tidak termasuk sebagai pekerja rumah tangga, termasuk mengatur batasan yang jelas mengenai perjanjian kerjasama penempatan pekerja rumah tangga, perjanjian penempatan pekerja rumah tangga, dan perjanjian kerja.

Selanjutnya, RUU ini juga mengatur mengenai Perusahaan Penempatan Pekerja Rumah Tangga (P3RT), pelatihan vokasi bagi calon pekerja rumah tangga dan pekerja rumah tangga, jaminan sosial bagi pekerja rumah tangga, aturan mengenai hubungan kerja, pembinaan dan pengawasan serta penyelesaian perselisihan yang mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat dengan melibatkan peran ketua RT/RW sebagai mediator.

"Pemerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BALEG DPR RI yang telah memprioritaskan Rancangan Undang-Undang tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga ini untuk segera dibahas bersama dengan Pemerintah," pungkasnya. (By/Aditya)

Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha, Simak Penjelasan Sukro Muhab    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha, Simak Penjelasan Sukro Muhab
Kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026 bertema “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama”, di Bantul, Jumat (17/4/2026). (Foto: Aditya). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan kewirausahaan. Langkah ini dilakukan agar penyandang disabilitas dapat mandiri secara ekonomi sekaligus menjadi pencipta lapangan kerja.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, saat membuka Kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026 bertema “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama”, di Bantul, Jumat (17/4/2026).

Ia mengatakan, peluang kerja harus terus diperluas untuk mengoptimalkan potensi nasional yang ada. Menurutnya, pekerjaan tidak terbatas pada sektor formal seperti pegawai negeri atau karyawan perusahaan. Peluang kerja juga terbuka melalui usaha mandiri, ekonomi kreatif, dan pemanfaatan teknologi digital.

“Lowongan kerja itu ada di mana-mana. Tidak hanya di perusahaan, tetapi juga bisa diciptakan sendiri. Yang perlu kita dorong adalah bagaimana masyarakat beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Sukro mengatakan bahwa Kemnaker menghadirkan dua fokus utama, yakni pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas serta penguatan usaha bagi pelaku UMKM rintisan. Ia menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan menjadi hambatan untuk berkarya.

“Keterbatasan fisik bukan penghalang. Yang terpenting adalah kreativitas dan kemampuan berpikir. Kami ingin memastikan teman-teman disabilitas memiliki akses yang sama untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Selain pelatihan, Kemnaker juga membuka peluang pengembangan usaha lanjutan melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Program ini ditujukan bagi peserta yang telah merintis usaha agar dapat naik kelas dan memperluas skala usahanya.

“Kami tidak hanya melatih, tetapi juga mendampingi dan membuka akses pembiayaan. Harapannya, usaha yang dirintis dapat berkembang dan bahkan menyerap tenaga kerja baru,” ujarnya. (By/Aditya)

Gerebek Pengguna Narkoba, Polres Solok Amankan Dua Orang Pelaku Bersama Barang Bukti    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Gerebek Pengguna Narkoba, Polres Solok Amankan Dua Orang Pelaku Bersama Barang Bukti
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok berhasil mengamankan dua orang pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I jenis ganja. (Foto: Oktriyoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok berhasil mengamankan dua orang pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I jenis ganja.

Pengamanan ini dilakukan pada Senin (20/4/2026) sekira pukul 16.30 WIB di pinggir jalan kawasan Gelanggang Tangah, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung.

Kedua pelaku yang diketahui berstatus sebagai mahasiswa tersebut berhasil diamankan berkat operasi cepat yang dilakukan oleh tim kepolisian.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/16/IV/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRESSOLOK/POLDA SUMBAR, kedua tersangka diidentifikasi sebagai MR Pgl. Marsel (21) dan APgil  Pgl. Agil (22).

Pengungkapan Kasus

Kasatresnarkoba Polres Solok, AKP Repaldi, S.H., M.M., CHRS., melalui rilis resminya menjelaskan bahwa saat dilakukan penggeledahan terhadap Marsel, petugas menemukan satu paket diduga ganja yang dibungkus plastik bening di dekat lokasi penangkapan.

Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lainnya dari tubuh pelaku, antara lain sedotan buatan, plastik klip, uang tunai Rp50.000, serta satu unit handphone merek Samsung. Pelaku juga membawa satu unit sepeda motor Honda Beat putih dengan nomor polisi BM-3695-VJ.

Pengembangan ke Lokasi Lain

Berdasarkan pengakuan Marsel, barang tersebut didapatkan dari rekannya yang berada di Kota Solok. 

Tim kepolisian segera melakukan pengembangan dan bergerak menuju Hotel The Wish, Jalan Makmur, Kelurahan Pasar Pandan Air Mati, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.

Tiba di lokasi sekira pukul 19.00 WIB, petugas langsung mengamankan Agil. 

Dari pelaku kedua ini, petugas berhasil menyita satu unit handphone merek Vivo serta sejumlah alat isap (bong) dan kaca pyrex yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Pengakuan Pelaku

Di hadapan saksi-saksi, kedua pelaku mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah milik mereka dan digunakan untuk dikonsumsi sendiri. 

Mereka juga mengakui tidak memiliki izin resmi dari pihak yang berwenang terkait kepemilikan barang haram tersebut.

"Kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan dan dibawa ke markas Polres Solok untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan Undang-Undang Narkotika yang berlaku," tegas AKP Repaldi. (BO)

Merayakan 113 Tahun Kabupaten Solok: Pawai Budaya dan Kuliner Warnai Kemeriahan di Arosuka    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Merayakan 113 Tahun Kabupaten Solok: Pawai Budaya dan Kuliner Warnai Kemeriahan di Arosuka
ini menjadi pesta rakyat yang memadukan kekayaan seni, tradisi, dan cita rasa khas Ranah Minang. (Foto: Oktriyoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kabupaten Solok sukses menggelar Festival Kuliner dan Pawai Budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-113. Acara yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Solok, Senin (20/4/2026), ini menjadi pesta rakyat yang memadukan kekayaan seni, tradisi, dan cita rasa khas Ranah Minang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, didampingi Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., Sekretaris Daerah, serta jajaran Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, wali nagari, hingga perwakilan BUMN/BUMD dan tamu undangan lainnya.

Acara dibuka secara resmi dengan pelepasan kontingen pawai budaya. Ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan kecamatan, nagari, dan instansi terkait memadati jalanan dengan kostum adat yang berwarna-warni. Mereka menampilkan beragam atraksi seni yang memukau, menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai tradisi masih sangat terjaga dan hidup di tengah masyarakat.

Wujud Syukur dan Persatuan

Dalam sambutannya, Bupati Solok menegaskan bahwa peringatan ulang tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk mempererat tali persatuan sekaligus upaya pelestarian budaya.

"Kemeriahan hari jadi ini adalah wujud syukur kita. Mari kita jadikan momen ini untuk terus menjaga warisan leluhur dan bekerja sama membangun daerah yang lebih maju," ujar Jon Firman Pandu.

Sementara itu, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan dan antusiasme masyarakat Solok. Ia menilai kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis, tidak hanya untuk pelestarian budaya, tetapi juga sebagai penggerak roda ekonomi dan pariwisata daerah.

"Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang mampu menarik minat wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harap Vasko.

Kuliner Khas dan Makan Bajamba

Usai pawai, suasana beralih ke area Festival Kuliner. Puluhan stan berdiri megah menampilkan berbagai jenis masakan tradisional yang menggugah selera. Beragam hidangan khas nagari disajikan, menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan dan pengunjung.

Acara pun mencapai puncaknya dengan tradisi Makan Bajamba. Suasana keakraban dan kekeluargaan terasa sangat kental, memperkuat filosofi hidup masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kebersamaan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat cinta budaya dan persatuan terus tumbuh, seiring dengan langkah memajukan Kabupaten Solok yang lebih berdaya saing di masa depan.(BO)

Samba Ubek: Lebih dari Sekadar Kuliner, Warisan Pengobatan Tradisional yang Tetap Lestari    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Samba Ubek: Lebih dari Sekadar Kuliner, Warisan Pengobatan Tradisional yang Tetap Lestari
Salah satu bentuk kearifan lokal yang unik dan masih terjaga keberadaannya adalah Samba Ubek. (Foto: Oktriyoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Di tengah pesatnya perkembangan zaman dan kemajuan ilmu kesehatan modern, warisan pengobatan tradisional berbasis rempah-rempah tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Salah satu bentuk kearifan lokal yang unik dan masih terjaga keberadaannya adalah Samba Ubek.

Masakan ini bukan sekadar lauk pauk biasa, melainkan hidangan yang dipercaya memiliki khasiat penyembuh bagi tubuh. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Nagari Tanjung Alai Yurdam, SE, pada acara Pawai Budaya dan Festival Kuliner yang digelar Senin, 20 April 2026.

Menurut Yurdam, samba ubek dibuat dengan komposisi bahan dan rempah-rempah yang sangat spesifik, yang dipilih berdasarkan pengetahuan turun-temurun. Berikut adalah beberapa jenis samba ubek beserta kandungan dan manfaatnya:

1. Samba Ubek Biring

Masakan ini menggunakan kombinasi unik dari berbagai jenis buah-buahan hutan seperti galundi, malin-malin, galinggang, mansiro, mangkudu, dan loben. Tidak hanya itu, hidangan ini juga memadukan putik-putikan tanaman seperti karamunting, sikaduduk, dalimo, dan sicerek, yang dicampur dengan bumbu pelengkap seperti cabai, bawang, kunyit, jahe, lengkuas, kelapa, serta ikan bada.

Manfaat: Secara tradisional, samba ini dipercaya sangat efektif untuk mengobati rasa gatal yang mengganggu, terutama pada area telinga, mata, dan kulit kepala.

2. Samba Ubek Bada

Berbeda dengan varian sebelumnya, jenis ini lebih menonjolkan penggunaan akar-akaran seperti ampu kunik, lengkuas, dan sapodeh. Bahan-bahan tersebut dicampur dengan bawang, cabai, ikan bada kecil, serta berbagai daun-daunan aromatik.

Manfaat: Masakan ini dikenal ampuh untuk mengatasi masalah kesehatan yang dalam istilah lokal disebut takilia poruik, yang mencakup kondisi perut turun, kaku, atau kembung. Selain itu, juga berkhasiat meredakan rasa pegal dan lelah pada tubuh atau yang sering disebut badan ponek.

3. Samba Gulai Ayam Ubek

Jenis ini memiliki fungsi yang cukup unik dalam praktik pengobatan tradisional. Bumbunya terdiri dari rempah umum seperti kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, dan santan, yang dimasak bersama ayam kampung.

Manfaat: Dalam tradisi setempat, ayam ini pertama kali digunakan sebagai alat untuk mendeteksi atau "melihat" letak penyakit dalam tubuh seseorang. Setelah penyakit dianggap terdeteksi atau tertarik pada ayam tersebut, maka unggas tersebut kemudian diolah menjadi gulai dengan tambahan daun kemumu untuk kemudian dimakan oleh yang bersangkutan sebagai obat penyembuh.

Kehadiran samba ubek membuktikan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan yang mendalam tentang alam dan khasiatnya. Setiap bahan yang digunakan dipilih bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan pengalaman panjang yang diwariskan, menjadikan masakan ini sebagai bukti nyata harmoni antara kuliner dan kesehatan.(BO)

Pedagang Pinggir Jalan Kembali Marak di Sawahlunto, Berpotensi Membahayakan Pejalan Kaki dan Siswa    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Marjafri Sawahlunto
Kondisi kawasan Sekolah SDN13 Pasar Remaja Sawahlunto , terlihat para pedagang berjejer hingga jam pulang sekolah. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Aktivitas pedagang pinggir jalan kembali marak di sejumlah titik di Kota Sawahlunto, terutama di sekitar kawasan sekolah pada jam pulang siswa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pedagang terlihat berjualan di pinggir jalan, di samping trotoar, dengan pembeli yang berhenti di sisi jalan untuk bertransaksi. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian badan jalan digunakan sebagai area jual beli dan parkir kendaraan.

Akibatnya, ruang lalu lintas menyempit dan arus kendaraan melambat di ruas jalan sekitar sekolah. Pejalan kaki, termasuk siswa, terlihat berjalan di area yang berdekatan dengan kendaraan karena keterbatasan ruang di sisi jalan.

Aktivitas tersebut antara lain terpantau di kawasan sekitar SDN 13 Pasar Remaja, Senin (20/4/2026)

Di sisi lain, aktivitas di kawasan Pasar Kuliner Silo masih berlangsung dengan tingkat kunjungan yang bervariasi.

Sejumlah pedagang tetap berjualan di lokasi tersebut sesuai dengan penataan yang telah dilakukan pemerintah daerah.

Pemerintah Kota Sawahlunto sebelumnya telah merelokasi sebanyak 108 pedagang ke Pasar Kuliner Silo sebagai bagian dari penataan kawasan perdagangan. (*) 

Pewarta: Marjafri

Terpilih Aklamasi, Dr. Prim Hariyadi Kembali Pimpin IKA FHUA dan Siapkan Gebrakan Baru    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Terpilih Aklamasi, Dr. Prim Hariyadi Kembali Pimpin IKA FHUA dan Siapkan Gebrakan Baru
Dr. Prim Hariyadi ketiia diwawancarai awak media. Keputusan itu diambil dalam sidang pleno yang berlangsung di Aula Jalan Pancasila No.10. (Foto: Taod). 

BENTENGSUMBAR.COM
  – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Hukum Universitas Andalas (FHUA) menetapkan Dr. Prim Hariyadi kembali sebagai Ketua Umum secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) 2026, Minggu (19/4/2026).

Keputusan itu diambil dalam sidang pleno yang berlangsung di Aula Jalan Pancasila No.10. Seluruh peserta forum menyepakati Dr. Prim Hariyadi melanjutkan kepemimpinan untuk periode berikutnya.

Jalannya musyawarah diawali dengan pembentukan pimpinan sidang. Forum yang semula dipimpin pimpinan sidang sementara kemudian menetapkan lima pimpinan sidang tetap, yakni Ilhamdi Taufik, Charlez Simabura, Wilson Saputra, Lusda Sunarty, dan Anneka Yosihilma. Setelah itu, sidang membahas tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus, hingga agenda pemilihan ketua umum.

Dr. Prim Hariyadi mengatakan dirinya sempat menginginkan adanya kaderisasi dalam tubuh organisasi. Namun, aspirasi peserta forum dan para senior meminta dirinya tetap memimpin agar program yang telah berjalan bisa diteruskan. “Saya sebenarnya ingin ada kaderisasi. Tetapi para senior meminta saya tetap memimpin untuk melanjutkan program-program yang sudah berjalan,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu target utama kepengurusan mendatang ialah menghadirkan sekretariat permanen milik organisasi. Saat ini, IKA FHUA masih menggunakan kantor sewa. “Kalau bisa periode ke depan kita memiliki sekretariat sendiri atas nama organisasi,” katanya.

Ia menilai kondisi keuangan organisasi cukup sehat. Dana kas saat ini disebut mencapai ratusan juta rupiah, ditambah dukungan alumni untuk pelaksanaan Mubes dan Halal Bihalal yang juga menembus ratusan juta rupiah. Kondisi itu dinilai menjadi modal kuat untuk mewujudkan sekretariat permanen.

Selain konsolidasi organisasi, Dr. Prim juga menyoroti besarnya potensi alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas yang tersebar di berbagai sektor strategis nasional. Alumni FHUA saat ini banyak berkiprah di lembaga penegak hukum, perbankan, BUMN, hingga pemerintahan.

Di tingkat nasional, alumni FHUA tercatat menduduki posisi penting di Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Salah satunya Saldi Isra di Mahkamah Konstitusi.

Dr. Prim sendiri saat ini menjabat Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung. Ia menyebut alumni FHUA memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan negara hukum dan kemajuan bangsa. Terpilihnya kembali Dr. Prim Hariyadi diharapkan mampu memperkuat soliditas alumni, meningkatkan kontribusi kepada almamater, serta memperluas peran organisasi di tengah masyarakat. (By/Toad)