HEADLINE
Wagub Vasko Ruseimy Salurkan Bantuan untuk Masjid dan Pelajar di Sungai Kambut    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Wagub Vasko Ruseimy Salurkan Bantuan untuk Masjid dan Pelajar di Sungai Kambut
Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta kepada Masjid Nurul Huda. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta kepada Masjid Nurul Huda di Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Selasa (10/3/2026). Bantuan tersebut disalurkan dalam rangka kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumbar tahun 2026. Selain bantuan dana untuk masjid, rombongan juga menyerahkan 40 mushaf Al-Qur’an bagi jamaah serta 50 tas sekolah dari Bank Rakyat Indonesia untuk para pelajar di wilayah tersebut.

Kunjungan Wakil Gubernur didampingi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Barat, Dianita Maulin Vasko, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar. Rombongan disambut oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp5 juta untuk Masjid Nurul Huda.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan fasilitas masjid serta mendukung kegiatan keagamaan masyarakat. “Insyaallah hari ini kita menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk Masjid Nurul Huda. Mudah-mudahan bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masjid, seperti perbaikan fasilitas atau perlengkapan yang dibutuhkan jamaah,” ujar Vasko.

Ia juga berharap Masjid Nurul Huda dapat terus berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat di wilayah tersebut. “Kami berharap masjid ini bisa menjadi pusat peradaban Islam di Dharmasraya. Masjid tidak hanya diisi oleh orang tua, tetapi juga oleh generasi muda,” katanya.

Menurut Vasko, keterlibatan anak-anak dan remaja dalam kegiatan masjid sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai agama sejak dini. “Tidak apa-apa jika anak-anak kecil terkadang sedikit berisik di masjid. Justru dari kecil mereka sudah terbiasa dengan lingkungan masjid, sehingga ke depan mereka akan semakin dekat dengan agama,” tambahnya.

Sementara itu, pengurus Masjid Nurul Huda menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar serta Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terhadap pengembangan fasilitas masjid. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Bapak Wakil Gubernur dan Ibu Bupati. Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan dan fasilitas masjid,” ujar pengurus masjid.

Kegiatan Safari Ramadan ini merupakan salah satu agenda rutin Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan bagi rumah ibadah di berbagai daerah. (adpsb/cen/bud)

Gubernur Sumbar Bersama Ketum KADIN Indonesia Resmikan Huntap Batu Busuak    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Gubernur Sumbar Bersama Ketum KADIN Indonesia Resmikan Huntap Batu Busuak
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah bersama Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, meresmikan 10 unit rumah hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana banjir bandang di kawasan Batu Busuak, Kota Padang, Selasa (10/3/2026). Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita pada salah satu rumah yang telah siap ditempati. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kunci hunian tetap kepada 10 kepala keluarga penerima manfaat. Momentum tersebut menjadi simbol berakhirnya masa pengungsian sekaligus awal kehidupan baru yang lebih layak, aman, dan bermartabat bagi para penyintas bencana di kawasan Batu Busuak.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa pemerintah hadir tidak hanya pada masa tanggap darurat bencana, tetapi juga memastikan proses pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak. Menurutnya, pembangunan hunian tetap bukan sekadar menghadirkan tempat tinggal baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak bencana. “Hari ini bukan sekadar penyerahan kunci rumah, tetapi penyerahan harapan. Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen memastikan para pengungsi Batu Busuak dapat kembali menjalani kehidupan yang aman, tenang, dan tenteram,” ujar Mahyeldi.

Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada KADIN Indonesia dan KADIN Sumbar yang telah menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial melalui pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di kawasan Kampung Talang Batu Busuak. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki makna yang sangat besar bagi masyarakat. Selain sebagai tempat tinggal yang layak, hunian tetap juga menjadi simbol harapan baru bagi warga untuk kembali menata kehidupan dan masa depan keluarga. “Semoga hunian tetap ini menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membawa keberkahan bagi masyarakat yang menempatinya,” ucap Mahyeldi.

Sementara itu Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyampaikan Huntap yang dibangun di Batu Busuak merupakan yang pertama di Sumbar, bahkan menjadi yang pertama dari program bantuan serupa di tiga provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi. Ia menyebut pembangunan hunian tetap tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, hingga dukungan masyarakat setempat. “Kami mengapresiasi kerja keras Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang, serta dukungan TNI dan masyarakat yang telah membantu proses pembangunan hunian tetap ini,” ujar Anindya.

Hunian tetap yang diserahkan telah dilengkapi dengan fasilitas dasar dan dibangun sesuai standar kelayakan sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Anindya juga berpesan kepada masyarakat penerima bantuan agar menjaga dan merawat hunian tersebut dengan baik agar dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman serta menjadi awal kehidupan yang lebih baik ke depan.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Padang Fadly Amran menyampaikan bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan Batu Busuak. Menurutnya, di tengah ujian tersebut juga terlihat kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui KADIN Indonesia dan KADIN Sumbar. Ia berharap dengan ditempatinya hunian tetap tersebut, masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal, membangun kembali perekonomian keluarga, serta memperkuat kebersamaan di lingkungan yang baru.

Peresmian hunian tetap tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pimpinan lembaga, di antaranya Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Ketua KADIN Sumbar, anggota DPR RI Komisi X, pimpinan PT Semen Padang, perwakilan Universitas Andalas, serta tokoh masyarakat dan para penerima hunian tetap. (adpsb/nov/bud)

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto, Dari Pembangkit Listrik Kolonial Menjadi Rumah Ibadah Sarat Sejarah    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto, Dari Pembangkit Listrik Kolonial Menjadi Rumah Ibadah Sarat Sejarah
Di tengah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, berdiri sebuah masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. 

DI
tengah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, berdiri sebuah masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menyimpan jejak penting sejarah industri dan teknologi pada masa kolonial. Masjid Agung Nurul Islam yang kini dikenal luas oleh masyarakat ternyata memiliki masa lalu yang sangat berbeda dari fungsinya saat ini.

Bangunan utama masjid ini awalnya didirikan pada tahun 1894 sebagai pembangkit listrik tenaga uap yang menjadi bagian vital dari sistem industri pertambangan batu bara Ombilin. Pada masa itu, Sawahlunto berkembang sebagai salah satu pusat produksi batu bara terbesar di Hindia Belanda, sehingga keberadaan pembangkit listrik menjadi sangat penting untuk menggerakkan berbagai mesin dan fasilitas tambang.

Perubahan besar terjadi setelah masa kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1952, bangunan bekas pembangkit listrik tersebut dialihfungsikan menjadi masjid. Transformasi ini menjadikan sebuah bangunan industri kolonial berubah menjadi pusat kehidupan spiritual masyarakat Sawahlunto.

Salah satu bagian paling menarik dari kompleks ini adalah menara masjid yang sebenarnya merupakan bekas cerobong asap pembangkit listrik. Cerobong ini dibangun untuk membuang gas hasil pembakaran dari ketel penggerak turbin uap.

Pada tahun 1910, perusahaan konstruksi Belanda N.V. Beton Maatschappij membangun cerobong baru dengan konstruksi beton setinggi sekitar 70 meter dan diameter sekitar 2,5 meter di sebelah selatan gedung pembangkit. Cerobong ini menggantikan cerobong sebelumnya yang memiliki tinggi sekitar 40 meter.

Yang menjadikannya istimewa, cerobong ini tercatat sebagai cerobong beton tertinggi yang pernah dibangun oleh Belanda pada masa itu, bahkan menjadi salah satu konstruksi beton paling monumental dalam proyek industri kolonial. Dalam catatan teknik pertambangan Belanda disebutkan:

“In zijn soort is de schoorsteen van Sawah Loento de grootste van het Rijk.” (Dalam jenisnya, cerobong Sawahlunto adalah yang terbesar di wilayah Kerajaan.)#1

Kini cerobong tersebut telah diubah menjadi menara Masjid Agung Nurul Islam, dengan tambahan kubah setinggi sekitar 10 meter di bagian puncaknya.

Bangunan utama masjid memiliki ukuran sekitar 60 × 60 meter, dengan satu kubah besar di tengah yang dikelilingi oleh empat kubah lebih kecil. Meski kini tampil sebagai arsitektur masjid yang megah, struktur dasarnya tetap mempertahankan karakter bangunan industri abad ke-19.

Menariknya lagi, di bawah bangunan masjid terdapat ruang perlindungan atau bunker yang pada masa kolonial pernah digunakan sebagai tempat perakitan senjata, granat tangan, dan mortir. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan industri Sawahlunto tidak hanya berperan dalam kegiatan ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi strategis pada masa itu.

Semua jejak sejarah itu masih dapat ditelusuri hingga hari ini. Dari bekas pembangkit listrik, cerobong beton raksasa yang kini menjadi menara masjid, hingga ruang-ruang tersembunyi di bawah bangunan—setiap sudutnya menyimpan cerita panjang tentang masa lalu Sawahlunto.

Penasaran seperti apa bentuk cerobong beton raksasa yang kini menjadi menara masjid itu ? Atau ingin melihat langsung bangunan bekas pembangkit listrik yang berubah menjadi tempat ibadah ? 

Jika suatu saat Anda berkunjung ke Sawahlunto, sempatkanlah singgah di Masjid Agung Nurul Islam, sebuah tempat di mana sejarah kolonialisme,  peralihan teknologi, dan kehidupan religius bertemu dalam satu bangunan yang sarat sejarah.

catatan:
#1: Ir. R. J. van Lier, Onze Koloniale Mijnbouw.
penulis: Marjafri, pendiri dan ketua Komunitas Anak Nagari Sawahlunto "Art, Social Culture and Tourism".

Wako Fadly Amran Buka Puasa Bersama Petugas Kebersihan DLH, TRC Dinas PUPR, dan Petugas LPS se-Kota Padang    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Wako Fadly Amran Buka Puasa Bersama Petugas Kebersihan DLH, TRC Dinas PUPR, dan Petugas LPS se-Kota Padang
Wako Fadly Amran berbuka puasa bersama petugas kebersihan dari DLH, TRC Dinas PUPR, dan Petugas LPS se-Kota Padang. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Padang Fadly Amran berbuka puasa bersama petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas PUPR, dan Petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang, di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).

Dalam kesempatan ini, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga kebersihan Kota Padang. Berkat kerja keras ini, Kota Padang berhasil meraih Sertifikat Adipura dan menempati posisi kota terbersih ke-8 di Indonesia.

"Hari ini sudah memasuki tahun kedua kepemimpinan kami. Semoga kerjasama kita ke depan semakin luar biasa untuk mewujudkan cita-cita kita bersama, menjadikan Kota Padang sebagai kota terbersih nomor satu di Indonesia," ujar Fadly Amran.

Wali Kota menambahkan, saat ini sekitar 73,25 persen sampah Kota Padang masih masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sementara target nasional menuntut angka tersebut berada di bawah 30 persen.

"Ini menjadi PR kita bersama. Ke depan, penanganan sampah dan kebersihan di Kota Padang akan lebih terstruktur dan berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Salah satunya melalui penguatan bank sampah dan lomba pemilahan sampah," tambahnya.

Mantan Ketua KNPI Sumbar ini juga menyampaikan, Pemerintah Kota Padang akan kembali menggelar lomba kebersihan dan keindahan lingkungan tingkat RT se-Kota Padang. Lomba bertajuk Padang Rancak ini akan digelar pada April mendatang.

"Kami berharap setiap RW dan RT berpartisipasi dalam lomba ini. Kami akan menyiapkan hadiah khusus bagi yang berhasil memilah sampah dengan baik," pungkas Fadly Amran didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fadelan Fitra Masta, dan Plt. Kadis PU Imral Fauzi. (*)

Wako Fadly Amran Jadi Narasumber dalam bedah Buku Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatera Barat    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Wako Fadly Amran Jadi Narasumber dalam bedah Buku Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatera Barat
Bedah buku Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatera Barat

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan bedah buku Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatera Barat yang digelar di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).

Buku setebal 272 halaman itu ditulis oleh Yose Hendra, alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand). Karya ini mengkaji berbagai praktik pengetahuan lokal masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi ancaman bencana.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi terhadap karya literasi yang mengangkat perspektif budaya dalam kebencanaan. Menurutnya, pendekatan kultural menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari strategi mitigasi bencana, terutama di wilayah yang memiliki kekayaan tradisi dan nilai adat seperti Sumatera Barat.

“Buku ini menjadi referensi penting untuk memperkuat literasi kebencanaan, sekaligus menghidupkan kembali peran budaya sebagai fondasi ketangguhan masyarakat. Mitigasi bencana tidak hanya soal teknologi, tetapi juga memerlukan kekuatan budaya dan nilai-nilai lokal dalam membangun ketahanan masyarakat,” ujar Fadly Amran dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Kekerabatan Antropologi Universitas Andalas (IKA UA) itu.

Lebih lanjut, Fadly Amran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk terus mendukung tumbuhnya karya literasi, khususnya dari para penulis lokal. “Kami akan terus mendorong dan mendukung para penulis melalui berbagai program di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. Kegiatan literasi seperti ini perlu digalakkan untuk menumbuhkan semangat menulis sekaligus memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat,” tukas Wali Kota.

Ketua IKA FISIP Unand, Yefri Heriani, mengatakan kegiatan bedah buku ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai mitigasi bencana berbasis kearifan lokal. “Gaya penulisan buku ini sangat antropologis, sehingga layak untuk dibedah dan didiskusikan. Buku ini juga menunjukkan bahwa pengetahuan lokal merupakan bagian penting dalam mitigasi bencana di Sumatera Barat yang dikenal sebagai etalase bencana,” katanya.

Sementara itu, Yose Hendra mengungkapkan bahwa buku tersebut merupakan hasil dari kajian yang dilakukan di sejumlah daerah di Sumatera Barat yang memiliki tradisi dan nilai adat dalam menghadapi bencana. “Buku ini menunjukkan bahwa pesan mitigasi dapat disampaikan melalui tradisi, nilai adat, hingga kesenian. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai jenis bencana,” terangnya.

Kegiatan bedah buku tersebut diikuti oleh para akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, serta berbagai unsur masyarakat yang antusias mendiskusikan gagasan mitigasi bencana berbasis kearifan lokal. (*)

Arus Mudik ke Sumbar Diprediksi 5,36 Juta Orang, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye Soroti Sampah Kayu di Pantai Parkit    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Arus Mudik ke Sumbar Diprediksi 5,36 Juta Orang, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye Soroti Sampah Kayu di Pantai Parkit
Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye meminta Pemerintah Kota Padang memastikan kebersihan kawasan wisata. (Kolase Foto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perkiraan lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026 turut menjadi perhatian berbagai pihak di Sumatera Barat. Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, sekitar 1,88 juta masyarakat Sumatera Barat diprediksi melakukan perjalanan selama periode mudik tahun ini. Sementara itu, arus kedatangan menuju Sumatera Barat diperkirakan mencapai 5,36 juta orang, sebagian besar merupakan perantau yang pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Besarnya arus kedatangan tersebut diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya aktivitas di berbagai daerah, termasuk Kota Padang sebagai ibu kota provinsi sekaligus pintu masuk utama bagi pemudik. Selain menjadi pusat ekonomi dan pemerintahan, Kota Padang juga dikenal memiliki sejumlah destinasi wisata alam yang ramai dikunjungi saat musim libur Lebaran.

Menghadapi potensi lonjakan kunjungan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye meminta Pemerintah Kota Padang memastikan kebersihan kawasan wisata, khususnya di wilayah pesisir dan aliran sungai. Ia menyoroti masih adanya tumpukan sampah kayu yang terbawa arus banjir dan belum dibersihkan di sejumlah titik pantai.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Pantai Parkit. Kawasan tersebut mengalami perubahan kondisi setelah banjir bandang yang terjadi pada akhir 2025. Bencana tersebut tidak hanya membawa material kayu dan sampah ke pesisir, tetapi juga membentuk daratan baru yang memanjang ke arah laut.

Menurut Mastilizal, kemunculan daratan baru itu justru menarik perhatian masyarakat untuk datang berkunjung. Dalam beberapa waktu terakhir, Pantai Parkit disebut mulai ramai didatangi warga yang ingin melihat langsung perubahan bentang alam tersebut. “Pantai Parkit pascabanjir bandang pada akhir 2025 lalu banyak dikunjungi warga. Hal ini disebabkan munculnya daratan baru yang memanjang ke tengah laut dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Namun, sampah-sampah kayu yang berada di kawasan itu cukup mencoreng pemandangan. Saya meminta DLH Kota Padang untuk dapat segera membersihkannya,” kata Mastilizal, Selasa (10/3).

Ia menilai, kebersihan kawasan pantai penting diperhatikan mengingat meningkatnya jumlah wisatawan saat masa libur Lebaran. Selain memberikan kenyamanan bagi pengunjung, kondisi lingkungan yang bersih juga dinilai dapat mendukung citra Kota Padang sebagai salah satu tujuan wisata di Sumatera Barat.

"Sejumlah destinasi pantai di Kota Padang, seperti Pantai Air Manis, Pantai Padang, hingga kawasan wisata di pesisir selatan kota, selama ini menjadi tujuan favorit wisatawan lokal maupun pemudik. Karena itu, berbagai pihak berharap upaya penataan dan pembersihan kawasan pesisir dapat dilakukan lebih intensif menjelang musim mudik Lebaran tahun ini," tutup Aye. (*)

Sahur Bersama Warga, Gubernur Mahyeldi Serahkan Bantuan Bedah Rumah untuk Keluarga Kurang Mampu di Pasaman    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Sahur Bersama Warga, Gubernur Mahyeldi Serahkan Bantuan Bedah Rumah untuk Keluarga Kurang Mampu di Pasaman
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menyerahkan bantuan bedah rumah. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Di tengah rangkaian Safari Ramadan di Kabupaten Pasaman, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menyerahkan bantuan bedah rumah kepada salah seorang warga kurang mampu, Yepriadi Hasan, Selasa dini hari (10/03/2026). Bantuan tersebut diserahkan langsung di kediaman Yepriadi yang berada di Kampung Paya Beringin, Simpang Kalam, Jorong Sentosa, Nagari Cubadak Tangah, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman.

Kunjungan Gubernur berlangsung pada waktu sahur. Sekitar pukul 04.00 WIB, Mahyeldi tiba di rumah Yepriadi dan mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. Kedatangan orang nomor satu di Sumbar itu membuat Yepriadi dan keluarganya terkejut sekaligus haru karena tidak menyangka rumah mereka didatangi langsung oleh gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mahyeldi bersama Yepriadi dan keluarga melaksanakan sahur bersama. Gubernur menyampaikan maksud kedatangannya bersama tim Safari Ramadan Provinsi Sumbar tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk menyerahkan bantuan kepada keluarga tersebut.

Berdasarkan hasil peninjauan tim Safari Ramadan, kondisi rumah yang ditempati Yepriadi bersama keluarga dinilai memprihatinkan dan layak mendapatkan bantuan perbaikan. Rumah tersebut terbuat dari kayu yang sudah lapuk dengan atap yang bocor, bahkan setiap tahun kerap terendam banjir hingga setinggi sekitar satu meter. Yepriadi sendiri bekerja sebagai buruh kasar dengan penghasilan yang tidak menentu. Ia tinggal bersama istri, tiga orang anak, serta ibunya dalam rumah sederhana tersebut.

Melihat kondisi itu, Gubernur Mahyeldi menyerahkan bantuan bedah rumah sebesar Rp25 juta yang disalurkan melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, juga diberikan bantuan sembako untuk membantu kebutuhan keluarga selama bulan Ramadan. “Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki rumah sehingga keluarga dapat tinggal dengan lebih layak dan nyaman,” ujar Mahyeldi.

Selain bantuan dari BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, dukungan juga datang dari berbagai pihak. Bank Nagari turut memberikan bantuan sebesar Rp2,5 juta, sementara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako. Sementara itu, Yepriadi Hasan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Sumbar beserta rombongan. Ia mengaku tidak menyangka rumahnya didatangi langsung oleh gubernur pada waktu sahur sekaligus menerima bantuan yang sangat berarti bagi keluarganya. “Terima kasih Pak Gubernur sudah datang langsung dan membantu kami. Semoga bantuan ini menjadi berkah bagi keluarga kami, apalagi di bulan Ramadan ini,” ungkap Yepriadi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pasaman serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang tergabung dalam tim Safari Ramadan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang tidak hanya mempererat silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga menghadirkan berbagai bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan. (Adpsb/rmz/alf/bud)