HEADLINE
Roy Suryo Cs Ditawari Pekerjaan hingga Umrah Gratis Asal Ajukan Restorative Justice    
Selasa, Maret 17, 2026

On Selasa, Maret 17, 2026

Roy Suryo Cs Ditawari Pekerjaan hingga Umrah Gratis Asal Ajukan Restorative Justice
Hingga Minggu malam, 15 Maret 2026, sejumlah pihak masih menghubungi Roy Suryo cs melalui sambungan telepon dan komunikasi WhatsApp (WA). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Hingga Minggu malam, 15 Maret 2026, sejumlah pihak masih menghubungi Roy Suryo cs melalui sambungan telepon dan komunikasi WhatsApp (WA) hingga yang meminta untuk bertemu.

Demikian disampaikan Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis Ahmad Khozinudin melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin 16 Maret 2026.

"Narasinya sama: mengajak untuk menempuh jalan restorative justice (RJ) dengan modus intimidasi dan atensi," kata  Khozinudin.

Menurut Khozinudin, intimidasi dilakukan secara halus, sedangkan iming-iming (atensi) disampaikan dengan berbagai variasi dari tawaran pekerjaan hingga pergi umrah ke Tanah Suci.

Khozinudin mengatakan, narasi yang diangkat selalu demi kepentingan para pejuang sambil terus menakut-nakuti akan ada yang ditangkap. 

"Makelar RJ yang satu menyampaikan akan ada penangkapan sebelum Lebaran, sementara yang lain menyebut pasca Lebaran," kata Khozinudin.

Saat ini, empat tersangka kasus dugaan palsu yang didampingi Khozinudin adalah Roy Suryo, Rizal Fadilah, Rustam Efendi dan Kurnia Tri Royani. (*) 

Sumber: RMOL

Wako Fadly Amran Buka Puasa dengan jajaran PAM, PSM, Bapenda, Camat, Lurah, dan Anggota Forum RT/RW se-Kota Padang    
Senin, Maret 16, 2026

On Senin, Maret 16, 2026

Wako Fadly Amran Buka Puasa dengan jajaran PAM, PSM, Bapenda, Camat, Lurah, dan Anggota Forum RT/RW se-Kota Padang
Wali Kota Padang, Fadly Amran. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menggelar buka puasa bersama jajaran Perumda Air Minum Kota Padang, PSM, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta para camat, lurah, dan anggota Forum RT/RW se-Kota Padang. 

Kegiatan yang berlangsung di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Senin (16/3/2026) ini, menjadi momen silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah kota dan masyarakat.

Fadly Amran menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh pihak dalam meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan kota. 

“Buka puasa bersama ini momentum yang tepat untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Semoga kerja sama ini terus berjalan demi kejayaan Kota Padang,” ujar Fadly Amran dalam acara yang turut dihadiri tenaga kesehatan dari seluruh Puskesmas dan RSUD dr. Rasidin itu.

Dalam kesempatan itu, Fadly Amran memberikan apresiasi atas capaian signifikan Kota Padang sepanjang 2025, terutama pada sektor pendapatan asli daerah (PAD). “Alhamdulillah, untuk pertama kalinya dalam 10 tahun, PAD Kota Padang menembus target lebih dari 100 persen,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kemajuan di bidang infrastruktur air, transportasi, kebersihan, dan kesehatan. "Kita bersyukur program Dokter Warga aktivasi dari Program Unggulan (Progul) Padang Sigap telah menjangkau lebih dari 1.000 rumah. Cakupan BPJS Kesehatan Gratis kini juga mencapai 98 persen dari total warga Kota Padang," tambahnya.

Menutup arahannya, Fadly Amran mengajak seluruh jajaran OPD dan BUMD termasuk camat dan lurah untuk terus meningkatkan etos kerja dan kolaborasi dengan semua pihak. “Mari kita bekerja berkali lipat lebih cepat dan lebih baik ke depan. Jika niat kita tulus untuk melayani, Insya Allah semua program kerja akan berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkas Fadly Amran. (*)

Wako Fadly Amran Pimpin Goro Bersama Personel DLH Kota Padang dan Masyarakat di Kawasan Pantai Air Manis    
Senin, Maret 16, 2026

On Senin, Maret 16, 2026

Wako Fadly Amran Pimpin Goro Bersama Personel DLH Kota Padang dan Masyarakat di Kawasan Pantai Air Manis
Wali Kota Padang, Fadly Amran di Kawasan wisata Pantai Air Manis. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kawasan wisata Pantai Air Manis yang terkenal dengan legenda Batu Malin Kundang kian diperindah menjelang musim libur Lebaran.

Segala sarana dan prasarana telah disiapkan untuk menciptakan suasana yang bersih, nyaman, dan aman bagi pengunjung maupun perantau yang mudik ke Kota Padang.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Padang, Fadly Amran, kepada wartawan usai memimpin gotong royong bersama personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang dan masyarakat di kawasan Pantai Air Manis, Senin (16/3/2026).

Fadly Amran menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan estetika kawasan wisata sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengunjung. "Berbagai perbaikan telah dilakukan di Pantai Air Manis, mulai dari pembersihan pinggiran pantai, pengecatan sarana dan prasarana, hingga pembenahan taman agar kawasan tetap indah dan nyaman,” ujarnya.

Fadly Amran menambahkan, selain Pantai Air Manis, Pemerintah Kota (Pemko) Padang juga memastikan kesiapan sejumlah objek wisata lainnya. Upaya ini dilakukan untuk memberikan pengalaman wisata yang baik bagi wisatawan dan pemudik yang diperkirakan memadati Kota Padang selama libur Lebaran. "Kita ingin memastikan setiap objek wisata siap dari sisi fasilitas dan pelayanan, sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman,” tambahnya.

Selain pembenahan fisik kawasan, Fadly Amran mengaku telah meminta jajaran terkait sebagai garda terdepan pelayanan pariwisata untuk tetap siaga selama musim libur.

Pengawasan mencakup keamanan dan keselamatan pengunjung, antisipasi kenaikan harga tidak wajar oleh pedagang, serta pencegahan pungutan liar (Pungli) yang dapat merugikan wisatawan. “Mari kita hadirkan pelayanan prima agar wisatawan dan pemudik menikmati Kota Padang dengan pengalaman terbaik. Jangan sampai oknum tertentu mencoreng nama pariwisata kita,” pungkasnya menekankan. (*)

Wako Fadly Amran Menutup Safari Ramadan 1447 H Pemko Padang dengan Mengunjungi Musala Singapura    
Senin, Maret 16, 2026

On Senin, Maret 16, 2026

Wako Fadly Amran Menutup Safari Ramadan 1447 H Pemko Padang dengan Mengunjungi Musala Singapura
Wali Kota Padang Fadly Amran menutup rangkaian kunjungan Safari Ramadan 1447 H. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran menutup rangkaian kunjungan Safari Ramadan 1447 H Pemerintah Kota Padang dengan mengunjungi Musala Singapura, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Senin (16/3/2026).

Fadly Amran menyampaikan bahwa berbagai kondisi yang dihadapi saat ini harus dipandang sebagai proses pembelajaran dan pengalaman berharga, khususnya bagi para guru dan generasi muda.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup berjalan satu arah di sekolah saja. Generasi muda perlu dibekali kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan keterampilan sosial melalui kegiatan komunitas serta organisasi sejak usia dini.

“Negara ini membutuhkan pemimpin yang baik, jujur, dan adil. Karena itu generasi muda harus kita siapkan dengan sungguh-sungguh sejak sekarang. Saya mengapresiasi para pengurus dan pembina yang konsisten membina anak-anak muda melalui berbagai kegiatan positif,” ujarnya. 

Untuk memperkuat peran generasi muda, Pemerintah Kota Padang menghadirkan Program Smart Surau, yang mencakup sejumlah kegiatan seperti Aktivitas Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, serta ruang belajar digital dan WiFi gratis bagi masjid dan musala di Kota Padang. “Anak-anak yang rutin salat berjamaah di masjid atau musala akan diberikan reward sebagai penyemangat. Sebelumnya insentif diberikan sebesar Rp300 ribu per anak. Ke depan, nilainya akan ditingkatkan secara bertahap hingga nantinya berpeluang mendapatkan hadiah umroh,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Kota Padang saat ini terus memperkuat program kota bersih melalui penguatan bank sampah di berbagai wilayah. “Kalau partisipasi masyarakat meningkat, selisih penilaian yang kecil bisa kita kejar sehingga kita mampu mewujudkan kota yang benar-benar bersih dan nyaman. Kemarin kita baru menerima sertifikat Adipura dan berada di peringkat delapan nasional. Target kita tentu menjadi kota terbersih nomor satu di Indonesia,” pungkasnya.

Di penghujung kunjungan, Wali Kota Padang menyerahkan bantuan hibah Pemerintah Kota Padang sebesar Rp25 juta kepada Musala Singapura yang diterima langsung oleh Ketua Musala Singapura Masril Jalal. (*)

Wako Fadly Amran Serahkan Bantuan dari Presiden RI kepada Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi    
Senin, Maret 16, 2026

On Senin, Maret 16, 2026

Wako Fadly Amran Serahkan Bantuan dari Presiden RI kepada Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi
Wali Kota Padang Fadly Amran menyerahkan bantuan dari Presiden RI. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Padang Fadly Amran menyerahkan bantuan dari Presiden RI kepada masyarakat Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Pos Padang, Senin (16/3/2026).

Bantuan yang disalurkan meliputi bantuan Jaminan Hidup (Jadup), isi Hunian Sementara (Huntara), serta stimulan ekonomi bagi masyarakat terdampak. Selain itu, juga diserahkan bantuan perlengkapan ibadah dan pakaian dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Fadly Amran menjelaskan bahwa pada tahap awal bantuan Jadup disalurkan kepada 72 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Huntara Lubuk Buaya. Bantuan ini diberikan sebesar Rp 15.000 per jiwa per hari selama tiga bulan, atau sekitar Rp 1.350.000 hingga Rp 10.800.000 per keluarga, tergantung jumlah anggota keluarga.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial isi hunian sementara sebesar Rp 3.000.000 per KK kepada 72 KK penghuni Huntara Lubuk Buaya. Sementara itu, untuk membantu pemulihan usaha, pemerintah memberikan bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp 5.000.000 per KK kepada 112 KK. “Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan hasil verifikasi di lapangan. Bagi masyarakat yang belum terdata, kami menghimbau untuk segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan maupun kecamatan agar dapat dilakukan pendataan lanjutan,” ujar Fadly Amran.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya menjelaskan bahwa bantuan jaminan hidup bagi korban bencana di Kota Padang diberikan kepada 581 jiwa, sedangkan bantuan isi hunian sementara dan stimulan ekonomi diberikan kepada 730 KK. “Penerima bantuan ini tersebar di empat kecamatan wilayah terdampak bencana, yaitu Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, dan Pauh. Bantuan ini akan disalurkan secara bertahap sesuai dengan proses verifikasi dan kesiapan administrasi di lapangan. Kami menyalurkan bantuan ini melalui PT POS,” jelas Eri Sendjaya.

Dalam kesempatan ini, Direktur Toponimi dan Batas Daerah Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Raziras Rahmadillah juga menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah dan pakaian dari Presiden Prabowo Subianto bagi masyarakat terdampak. 

Bantuan ini terdiri dari 1.000 Al-Qur’an, 2.000 sajadah, 1.000 sarung, dan 1.000 mukena, serta berbagai jenis pakaian seperti celana, jaket, kaos, kemeja, sarung, jilbab, baju bayi, dress, dan baju tidur yang akan didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat yang membutuhkan. (*)

Gubernur Mahyeldi Usulkan Pengawasan Penyiaran Turut Menjangkau Konten Media Sosial    
Senin, Maret 16, 2026

On Senin, Maret 16, 2026

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengusulkan agar regulasi terkait pengawasan penyiaran dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi, termasuk mempertimbangkan perluasan ruang lingkup pengawasan hingga menjangkau konten media sosial.

Usulan tersebut disampaikan Gubernur Mahyeldi kepada Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, Amin Shabana, saat momentum pelantikan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat periode 2026–2029 di Auditorium Gubernuran, Padang, Senin (16/3/2026).

Mahyeldi menilai perkembangan teknologi digital membuat arus informasi semakin cepat dan luas, sehingga regulasi pengawasan penyiaran perlu terus menyesuaikan diri dengan dinamika zaman agar kualitas informasi di ruang publik tetap terjaga. “Pengawasan penyiaran ke depan tidak hanya pada televisi dan radio. Perlu dipertimbangkan juga bagaimana konten di media sosial dapat turut diperhatikan dalam kerangka penguatan regulasi,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, saat ini kewenangan KPI dan KPID masih terbatas pada pengawasan siaran televisi dan radio sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Karena itu, penyesuaian regulasi dinilai penting agar sistem pengawasan dapat menjawab perkembangan ekosistem media saat ini.

Mahyeldi menegaskan Pemerintah Provinsi Sumbar siap memberikan dukungan terhadap penguatan fungsi pengawasan penyiaran tersebut, termasuk melalui penerbitan Peraturan Gubernur jika diperlukan sebagai dasar hukum pendukung di tingkat daerah. Menurutnya, penguatan pengawasan penyiaran juga penting untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari konten yang tidak layak sekaligus meningkatkan kualitas informasi yang beredar di ruang publik.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi melantik tujuh Komisioner KPID Sumatera Barat periode 2026–2029, yaitu Nofal Wiska, Jimmy Syah Putra Ginting, Yusrin Trinanda, Riki Chandra, Jonnedi, Yogi Afriadi, dan Oldsan Bayu Pradipta. Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 555-51-2026.

Menanggapi hal itu Ketua KPI Pusat, Amin Shabana mengapresiasi komitmen Pemprov Sumbar dalam mendukung penguatan fungsi pengawasan penyiaran di daerah. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan KPID dapat terus diperkuat guna menghadirkan siaran yang berkualitas, berimbang, serta tetap menjaga nilai-nilai lokal di tengah arus globalisasi informasi. "Terima kasih Buya, Insyaallah usulan ini akan coba kami diskusikan dengan pihak terkait Buya,"ujarnya.(adpsb/bud)

Tabligh Akbar UAS di Padang Dipadati Ribuan Jemaah, Obati Kerinduan Warga Sumbar    
Senin, Maret 16, 2026

On Senin, Maret 16, 2026

Tabligh Akbar UAS di Padang Dipadati Ribuan Jemaah, Obati Kerinduan Warga Sumbar
Ribuan jemaah memadati Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Sumatera Barat, dalam kegiatan Tabligh Akbar Bulan Ramadhan bersama UAS. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ribuan jemaah memadati Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Sumatera Barat, dalam kegiatan Tabligh Akbar Bulan Ramadhan bersama Ustadz Abdul Somad (UAS), Senin (16/3/2026). Pertemuan spiritual akbar ini menjadi wujud kerinduan masyarakat Sumatera Barat terhadap kehadiran Ustadz Abdul Somad sekaligus sebagai momentum memperkuat ukhuwah islamiyah dan memperdalam ilmu agama. Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Polda Sumbar, tokoh agama, serta ribuan jemaah dari berbagai daerah.

Sebelum pelaksanaan tabligh akbar, Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa kehadiran UAS menjadi pengobat kerinduan masyarakat Sumatera Barat. “Kehadiran Ustadz Abdul Somad menjadi pengobat rindu masyarakat. Selain memperkuat spiritualitas dan ukhuwah islamiyah, kegiatan ini juga diharapkan membawa hikmah dan keberkahan bagi Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan bahwa dalam ajaran Islam, kekuatan umat bukan terletak pada jumlah semata, tetapi pada kesatuan hati dan persaudaraan. Tabligh Akbar tersebut diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Barat dengan mengusung tema “Polri Presisi dalam Bingkai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.” Kegiatan dibuka langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., usai salat Zuhur berjamaah.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta menyampaikan apresiasi kepada Ustadz Abdul Somad yang telah berkenan hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga mengungkapkan rasa bahagia melihat antusiasme masyarakat yang memadati masjid. “Alhamdulillah, ribuan warga Padang yang datang ke masjid ini menandakan kerinduan masyarakat untuk bertemu ulama. Ini juga menjadi bukti bahwa masyarakat masih memberikan perhatian besar terhadap dakwah keagamaan,” kata Gatot.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdul Somad menyampaikan sejumlah pesan terkait ibadah di bulan Ramadhan, di antaranya pentingnya melaksanakan iktikaf serta menjaga salat lima waktu secara berjamaah. UAS menjelaskan bahwa iktikaf memiliki beberapa tujuan, seperti mensucikan hati, merasakan pengawasan Allah SWT, meningkatkan fokus dalam beribadah, melepaskan diri dari kesibukan duniawi, serta memperkuat ketawakkalan kepada Allah.

Menurutnya, iktikaf bukan sekadar berdiam diri atau tidur di masjid, tetapi diisi dengan berbagai amalan seperti salat sunah, berzikir, membaca Al-Qur’an, maupun mengikuti kajian keagamaan. Mengenai waktunya, ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. “Jika mengikuti praktik iktikaf Rasulullah SAW, maka dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadhan, dimulai pada tanggal 20 Ramadhan menjelang sore. Mengapa sore? Karena perhitungan bulan Qamariyah dimulai setelah Maghrib, bukan pukul 12 malam,” jelasnya.

Mengakhiri ceramahnya, Ustadz Abdul Somad mendoakan para jemaah yang melaksanakan iktikaf agar senantiasa diberi semangat dan keberkahan dalam beribadah. “Insyaallah Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada kita semua,” tutupnya. (Adpsb/nov/bud)