HEADLINE
PWI Sumbar Ikut Takziah Daring 7 Hari Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

PWI Sumbar Ikut Takziah Daring 7 Hari Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang
Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navies dan Sekretaris DKP Emil serta jajaran pengurus lainnya. (Foto: Adri Besman) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat mengikuti kegiatan takziah dan doa bersama memperingati tujuh hari wafatnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H. Zulmansyah Sekedang, yang digelar secara hybrid, Jumat (24/4/2026) pukul 14.00 WIB.

Takziah ini dipusatkan di Ruang Rapat PWI Pusat Lantai 4, Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih No. 32-34, Jakarta Pusat, dan diikuti secara daring melalui Zoom oleh pengurus PWI dari seluruh Indonesia, termasuk PWI Sumatera Barat.

Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus PWI Pusat, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI), serta perwakilan PWI dari berbagai provinsi, baik secara langsung maupun virtual.

Dalam suasana khidmat, peserta bersama-sama memanjatkan doa untuk almarhum agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Ketua PWI Pusat Akhmad Munir menyampaikan kehilangan mendalam dan menyebut almarhum sebagai sosok berdedikasi tinggi bagi organisasi. 

Munir mengajak seluruh peserta untuk mendoakan dan memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup.

Pihak keluarga almarhum melalui perwakilannya juga memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum serta menyatakan telah memaafkan segala kekhilafan yang ada.

Dari Sumatera Barat, kegiatan ini diikuti Ketua PWI Widya Navies, Sekretaris Firdaus, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sawir Pribadi, serta sejumlah pengurus inti lainnya, sebagai bentuk penghormatan dan duka cita atas wafatnya almarhum. (BY/Ad)

Pemko Sawahlunto Perkuat Koordinasi Pengawasan Orang Asing Lewat Rakor Tim Pora    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Pemko Sawahlunto Perkuat Koordinasi Pengawasan Orang Asing Lewat Rakor Tim Pora
Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams menyampaikan arahan dalam Rakor Tim Pengawasan Orang (Pora). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Sawahlunto yang diwakili Sekretaris Daerah Rovanly Abdams menyampaikan arahan dalam rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Pora), Kamis (23/4/2026), guna memperkuat penegakan hukum keimigrasian yang tertib dan terkoordinasi.

Rapat yang diinisiasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan perangkat daerah terkait sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam pengawasan aktivitas orang asing.

Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Rovanly Abdams menekankan bahwa keberadaan orang asing memiliki potensi manfaat sekaligus risiko, sehingga diperlukan strategi pengawasan yang tepat dan sesuai regulasi untuk mencegah potensi pelanggaran hukum maupun dampak yang merugikan daerah.

Pemerintah kota juga menegaskan komitmen untuk memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pengawasan orang asing.

Seiring meningkatnya daya tarik Sawahlunto sebagai kota wisata berbasis warisan budaya yang membuka peluang kunjungan dari berbagai negara.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, Murdo Danang Laksono mendorong peningkatan pertukaran informasi antarinstansi.

Tujuannya sebagai langkah konkret untuk memperkuat efektivitas pengawasan dan mempercepat respons terhadap dinamika di lapangan. (*) 

Pewarta: Marjafri

Wali Kota Sawahlunto dan KPPG Pekanbaru Perkuat Koordinasi Percepatan Program Makan Bergizi Gratis    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Wali Kota Sawahlunto dan KPPG Pekanbaru Perkuat Koordinasi Percepatan Program Makan Bergizi Gratis
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menerima audiensi Kepala KPPG Pekanbaru Syartiwidya, Kamis (23/4/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menerima audiensi Kepala KPPG Pekanbaru Syartiwidya, Kamis (23/4/2026), guna memperkuat koordinasi dan percepatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sawahlunto.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan program MBG, termasuk sejumlah kendala di lapangan yang masih memerlukan penanganan, di antaranya pendirian dapur, operasional SPPG, serta ketersediaan dan distribusi bahan baku makanan.

Dalam audiensi itu, pemerintah kota dan pihak KPPG bertukar informasi terkait langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program.

Wali Kota Riyanda Putra menekankan pentingnya koordinasi yang lebih intensif dan berbasis data agar setiap kendala dapat direspons secara cepat dan tepat sehingga pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Sawahlunto juga mengusulkan penambahan dapur SPPG guna memperluas jangkauan layanan, terutama bagi wilayah desa yang memiliki akses geografis terbatas dari pusat kota.

Penguatan sinergi antara pemerintah kota dan pihak terkait tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Sekaligus memastikan manfaat program dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat. (*) 

Pewarta: marjafri

CV Bara Mitra Kencana Salurkan Jumat Berkah untuk Warga Binaan Rutan Sawahlunto    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

CV Bara Mitra Kencana Salurkan Jumat Berkah untuk Warga Binaan Rutan Sawahlunto
CV Bara Mitra Kencana melaksanakan kegiatan Jumat Berkah bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto, Jumat (24/4/2026). (Kolase Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- CV Bara Mitra Kencana melaksanakan kegiatan Jumat Berkah bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi dan kepedulian masyarakat Kota Sawahlunto terhadap warga binaan pemasyarakatan serta diharapkan dapat menjalin sinergi positif antara pihak swasta, masyarakat, dan lembaga pemasyarakatan dalam mendukung pembinaan serta pemenuhan hak-hak warga binaan.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh pihak CV Bara Mitra Kencana kepada Rutan Kelas IIB Sawahlunto dan diterima langsung Kepala Rutan Sawahlunto, Mustofa, didampingi pejabat struktural dan staf.

Bantuan yang diberikan berupa nasi kotak yang kemudian didistribusikan kepada warga binaan setelah pelaksanaan salat Jumat berjamaah, sehingga seluruh warga binaan dapat menerima manfaat kegiatan tersebut dengan tertib dan teratur.

Dalam kesempatan itu, Kepala Rutan Sawahlunto Mustofa menyampaikan pesan kepada seluruh warga binaan agar senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diterima.

Ia juga mengajak warga binaan untuk tidak lupa mendoakan kebaikan bagi pihak yang telah memberikan bantuan sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghargaan atas kepedulian yang diberikan.

Selain itu, Mustofa berharap seluruh pihak, baik warga binaan maupun masyarakat luas, dapat menumbuhkan sikap dermawan dan saling berbagi kepada sesama.

Seluruh rangkaian kegiatan pemberian Jumat Berkah tersebut berlangsung aman dan lancar.

Rutan Kelas IIB Sawahlunto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada CV Bara Mitra Kencana atas kepedulian yang diberikan serta berharap sinergi dan kepedulian sosial ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat bagi warga binaan. (*) 

Pewarta: Marjafri

Menbud Fadli Zon, Bakal Tanda Tangan Sampul Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bersama Delegasi IMLF-4 dari 35 Negara    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Menbud Fadli Zon, Bakal Tanda Tangan Sampul Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Bersama Delegasi IMLF-4 dari 35 Negara
Sekretaris IMLF-4 Armaidi Tanjung, Wakil Ketua IMLF-4 Bidang Hubungan Luar Negeri Soni Drestiana dan Ketua PD PFI Sumbar Ir. Amli Kamal. (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menteri Kebudayaan RI yang juga Ketua Umum PP Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), Prof. (Hon.) Dr. Fadli Zon, M.Sc., dijadwalkan menandatangani Sampul Peringatan 100 Tahun Jam Gadang pada welcome dinner International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4), Selasa malam, 3 Juni 2026, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi.

Penandatanganan bersejarah tersebut akan disaksikan langsung oleh 240 delegasi IMLF-4 yang berasal dari 35 negara.

Sekretaris IMLF-4 Armaidi Tanjung menyampaikan hal itu dalam rapat persiapan IMLF-4 di Sekretariat IMLF-4, Jl. Cindua Mato No. 13, Lapai, Padang, Jumat (24/4/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua IMLF-4 Soni Drestiana dan dihadiri Ketua IMLF-4 Sastri Bakry beserta jajaran panitia.

“Panitia telah mengirimkan surat permohonan kesediaan kepada Bapak Fadli Zon melalui Sekjen PP PFI Mahpudi. Sampul Peringatan ini juga sudah mengantongi nomor registrasi resmi dari PP PFI atas rekomendasi PD PFI Sumatera Barat yang diketuai Ir. Amli Kamal dan Sekretaris Dwi Yulia,” jelas Armaidi Tanjung yang juga Penasihat PD PFI Sumbar.

Ia menambahkan, penerbitan Sampul Peringatan 100 Tahun Jam Gadang menjadi sangat penting karena momentum seabad ini adalah peristiwa bersejarah. “Kehadiran Menbud sekaligus Ketum PP PFI untuk menandatangani sampul di hadapan delegasi puluhan negara akan menambah nilai filatelis yang tinggi di masa depan,” ujarnya.

Rangkaian peringatan berlanjut keesokan harinya, Rabu, 4 Juni 2026. Menbud Fadli Zon bersama para pejabat dan delegasi IMLF-4 dijadwalkan melakukan penanaman 100 bibit pohon endemik di objek wisata Tabiang Barasok, Bukittinggi, sebagai simbol keberlanjutan untuk satu abad ke depan.

Wakil Ketua IMLF-4 Bidang Hubungan Luar Negeri Soni Drestiana menyebut, hingga hari ini delegasi yang terkonfirmasi berasal dari 35 negara, antara lain Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Bulgaria, Tiongkok, Kolombia, Kosta Rika, Mesir, Inggris, Jerman, India, Indonesia, Iran, Italia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Nepal, Belanda, Palestina, Puerto Riko, Rumania, Rusia, Singapura, Spanyol, Swiss, Thailand, Tunisia, Amerika Serikat, Uzbekistan, dan Vietnam.

“Target awal kami 30 negara. Namun Bapak Wali Kota Bukittinggi meminta agar delegasi bisa mencapai 40 negara. Dengan koordinasi intensif bersama Sekjen Kemenlu RI Denny Abdi, kami optimistis target tersebut tercapai,” kata Soni.

Secara terpisah, Ketua PD PFI Sumbar Ir. Amli Kamal menegaskan dukungan penuh. “Momen penandatanganan oleh Ketum PP PFI ini bersejarah. Karena itu, ketika IMLF-4 menyampaikan rencana penerbitan Sampul Peringatan 100 Tahun Jam Gadang, kami langsung fasilitasi. Sudah pasti sampul dan benda-benda pos terkait IMLF-4 akan menjadi koleksi filateli bernilai tinggi,” tutur Amli, filatelis Sumbar peraih medali di berbagai pameran filateli internasional.

IMLF-4 mengangkat tema “Literasi untuk Peradaban” dan akan berlangsung 3–6 Juni 2026 di Bukittinggi. (at)

Pemprov Sumbar Dukung Upaya Menjadikan Kawasan Geopark Silokek Mendapat Pengakuan Dunia    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Pemprov Sumbar Dukung Upaya Menjadikan Kawasan Geopark Silokek Mendapat Pengakuan Dunia
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sijunjung dalam meraih pengakuan internasional terhadap kawasan Geopark Silokek. (Foto: Biro Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sijunjung dalam meraih pengakuan internasional terhadap kawasan Geopark Silokek.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan dukungan tersebut akan diimplementasikannya dalam bentuk penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan melalui program dan kegiatan yang ada pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemprov Sumbar.

"Geopark Silokek menjadi salah satu kandidat kuat dari Indonesia. Kini proses penilaian menuju UNESCO Global Geopark sedang berlangsung. Kita berharap Geopark Silokek bisa masuk," ungkap Gubernur Mahyeldi usai menerima audiensi Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir di Istana Gubernuran, Jum'at (24/4/2026).

Diketahui, saat ini kawasan Geopark Silokek tengah dalam masa penilaian menuju Geopark Global UNESCO. 

Itu artinya, ada peluang untuk menjadikan kawasan Geopark Silokek mendapatkan pengakuan internasional atas warisan geologinya yang unik sekaligus menjadikannya sebagai penggerak ekonomi berkelanjutan bagi daerah.

Menurut Gubernur Mahyeldi, jika upaya tersebut berhasil akan banyak manfaat dapat diperoleh daerah. Pertama dari sektor   ekonomi dan pariwisata berkelanjutan, ini bisa menjadi wadah untuk menarik wisatawan mancanegara dan lokal datang berkunjung. Diharapkan, itu dapat mendongkrak ekonomi masyarakat setempat melalui geowisata.

Kemudian yang kedua dari sisi konservasi warisan geologi dunia, ini dapat melindungi kelestarian bentang alam serta formasi batuan purba di Kabupaten Sijunjung sesuai dengan standar internasional.

Lalu yang ketiga dari sisi edukasi dan riset, kawasan Geopark Silokek bisa menjadi laboratorium alam untuk penelitian ilmiah dan pendidikan lingkungan bagi generasi mendatang.

Selanjutnya dari sisi pelestarian budaya, ini akan memperkuat identitas "Nagari Adat" dan warisan budaya lokal yang menyatu dengan lanskap geologi kawasan. Harapannya, budaya Minangkabau semakin dikenal luas di tingkat global.

Kemudian dari sisi peningkatan daya saing daerah, ini dapat meningkatkan reputasi Sumbar di mata dunia internasional, khususnya dalam bidang pengelolaan kawasan lindung.

Guna mensukseskan upaya menjadikan Kawasan Geopark Silokek menuju Geopark Global UNESCO, Gubernur Mahyeldi minta OPD di lingkup Pemprov Sumbar memberikan dukungan melalui berbagai program dan kegiatan yang ada di tempatnya masing-masing.

"Seluruh kekuatan harus kita fokuskan kesini, kenapa? karena ini adalah harga diri kita dimata internasional. Ini tidak hanya tentang Sijunjung dan Sumatera Barat saja, tapi Indonesia,"tegas Mahyeldi.

Sebelumnya Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Gubernur Mahyeldi Ansharullah.

Ia menilai sinergi ini menjadi kunci dalam menghadapi tahapan penilaian yang membutuhkan kesiapan menyeluruh.

“Kami sangat membutuhkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar proses penilaian Geopark Global UNESCO ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil terbaik,” ungkapnya.

Diketahui, Kawasan Geopark Silokek menyimpan kekayaan geologi, biologi, dan budaya yang luar biasa. Kawasan ini dikenal dengan bentang alam karst berusia lebih dari 350 juta tahun, formasi batuan purba, serta memiliki 25 situs geodiversity yang bernilai tinggi secara ilmiah dan pariwisata.

Sejak ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 30 November 2018, kawasan ini terus dikembangkan sebagai pusat edukasi, konservasi, serta penggerak ekonomi masyarakat berbasis pariwisata berkelanjutan. (adpsb/rmz/bud)

Gubernur Mahyeldi Puji Kinerja Muhibuddin Selama Menjabat Sebagai Kajati Sumbar    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Gubernur Mahyeldi Puji Kinerja Muhibuddin Selama Menjabat Sebagai Kajati Sumbar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memuji kinerja Muhibuddin selama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar. (Foto: Biro Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memuji kinerja Muhibuddin selama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar. Selama 180 hari menjabat di Sumbar, Muhibuddin dinilainya berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah.

“Kendati masa tugas Pak Muhibuddin di Sumbar tidak lama, tapi kontribusinya sangat besar untuk kemajuan daerah. Terima kasih pak," ucap Gubernur Mahyeldi saat menghadiri acara perpisahan Muhibuddin sebagai Kajati Sumbar di Padang, Rabu malam (23/4/2026).

Mahyeldi menilai, sinergitas yang terjalin antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh unsur terkait menjadi salah satu indikator yang mendasari lancarnya pelaksanaan berbagai program strategis daerah dan nasional dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

"Semangat kebersamaan ini, terbukti telah membawa dampak positif untuk kemajuan daerah. Sinergitas ini harus terus kita jaga dan perkuat kedepannya,” ujar Mahyeldi.

Ia juga menyinggung peran aktif Muhibuddin dalam mendorong kepedulian terhadap daerah lain, termasuk saat terjadi bencana di luar Sumatera Barat. 

Saat itu, Kajati disebut turut mengeluarkan imbauan agar pemerintah daerah ikut mengalokasikan anggaran bantuan. 

Menurut Mahyeldi, langkah-langkah seperti itu menjadi bagian dari kontribusi nyata Kajati selama bertugas di Sumbar.

Di sisi lain, ia kembali menegaskan bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan.

“Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Dampaknya tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tegasnya.

Mahyeldi menilai Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat telah menjalankan peran strategis dalam penegakan hukum dan menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih. Ia pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi Muhibuddin selama menjabat sebagai Kajati Sumbar.

“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, integritas, dan pengabdian yang telah diberikan selama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat,” katanya.

Mahyeldi menambahkan, rotasi jabatan merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penguatan kelembagaan dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum harus terus diperkuat demi mewujudkan Sumatera Barat yang maju, adil, dan sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu, Muhibuddin mengatakan mengatakan masa tugasnya selama 180 hari di Sumbar menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Bahkan, itu membuatnya berat untuk meninggalkan Sumbar.

“Alhamdulillah, hari ini saya melakukan perpisahan, tapi sebenarnya saya tidak ingin berpisah. Genap 180 hari saya di Sumatera Barat sejak datang 24 Oktober lalu,” ungkapnya.

Ia menyebut Sumbar sebagai tempat belajar yang penuh makna bagi dirinya, terutama dari masyarakat yang kaya akan nilai adat dan kearifan lokal.

“Di sini saya bertemu guru-guru kehidupan. Orang awak penuh petuah dan keteladanan. Ini menjadi bekal berharga bagi saya kedepannya,” katanya.

Muhibuddin juga menyebut Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat sebagai salah satu “sekolah” penting dalam perjalanan kariernya. 

Ia mengungkapkan akan kembali ke Jakarta untuk mengikuti pelantikan sebelum melanjutkan tugas di tempat yang baru.

“Insyaallah besok saya kembali ke Jakarta untuk proses pelantikan, dan selanjutnya melaksanakan tugas di tempat yang baru,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta doa agar dapat menjalankan amanah dengan baik ke depannya. 

“Mohon doa agar saya diberi kekuatan menjalankan tugas dan menghadapi tantangan ke depan,” ucapnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh jajaran pemerintah dan Forkopimda di Sumbar untuk tetap fokus melayani masyarakat dengan tulus.

“Fokuslah mencintai rakyat, memakmurkan Sumatera Barat. Jangan pernah mengkhianati amanah karena kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Muhibuddin mengajak semua pihak untuk terus peduli terhadap masyarakat, terutama yang sedang menghadapi musibah. 

Acara perpisahan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar. (adpsb/cen/bud)

Pemerintah Pusat Tunjuk Kota Padang sebagai Pilot Project Digitalisasi Bansos    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Pemerintah Pusat Tunjuk Kota Padang sebagai Pilot Project Digitalisasi Bansos
Kegiatan koordinasi bersama Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (24/4/2026).(Foto: Tmmy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kota Padang resmi ditunjuk sebagai daerah percontohan (pilot project) program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penunjukan tersebut ditandai dengan kunjungan Tim Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah lintas kementerian, dalam kegiatan koordinasi bersama Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (24/4/2026).

Hadir dalam kesempatan ini Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, Asisten Deputi Koordinasi Administrasi Wilayah dan Kependudukan Kemenko Polkam, Brigjen TNI Kartika Adi Putranta, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, bersama perwakilan BI Pusat dan Kemenpan RB.

Maigus Nasir mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat yang menunjuk Kota Padang sebagai pilot project digitalisasi bansos. Ia menilai program ini sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan ketidaktepatan data yang selama ini menghambat efektivitas penyaluran bantuan.

“Selama ini persoalan utama kita ada pada data. Ada masyarakat yang tercatat miskin secara administrasi padahal tidak, dan sebaliknya yang benar-benar membutuhkan justru tidak masuk data. Melalui digitalisasi bansos ini, kita harap semuanya menjadi jelas dan bantuan tersalurkan tepat sasaran,” ujarnya.

Maigus mengungkapkan, untuk mendukung implementasi program ini, Pemko Padang telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota tentang Tim Percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial.

Selain itu, juga menyiapkan berbagai langkah strategis di lapangan seperti pembentukan 1.700 agen lapangan yang melibatkan unsur ASN, pendamping PKH, TKSK, RW/RT, hingga pengurus masjid dan musala guna memperkuat pendataan dan pendampingan masyarakat.

“Para agen akan dibekali pelatihan dan sosialisasi intensif agar masyarakat mampu mengakses sistem digital dengan baik, didukung kesiapan infrastruktur dan tim teknis. Kita menargetkan, peluncuran program digitalisasi bansos di Kota Padang pada Oktober 2026 setelah seluruh tahapan persiapan rampung,” pungkasnya, didampingi Pj Sekda Raju Minropa dan sejumlah kepala OPD terkait.

Sementara itu, Teguh Setyabudi menegaskan bahwa digitalisasi bansos bertujuan meningkatkan akurasi, efisiensi, dan akuntabilitas penyaluran bantuan.

Ia pun turut mengapresiasi kesiapan Kota Padang dari sisi data kependudukan. Dari sekitar 961 ribu wajib KTP, sebanyak 99,16 persen telah melakukan perekaman, sementara aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) telah melampaui 34 persen dengan tertinggi di Sumatera Barat.

“Dengan capaian tersebut, Kota Padang sebagai salah satu dari 42 penerima program Digitalisasi Bansos dinilai layak menjadi pelopor implementasi di Sumatera Barat. Program ini diharapkan menjadi tonggak reformasi penyaluran bantuan sosial yang lebih modern, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Teguh Setyabudi. (Tommy)

Doa Lintas Spiritualitas di Gunung Padang, Seruan Tobat Ekologis di Hari Bumi    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Doa Lintas Spiritualitas di Gunung Padang, Seruan Tobat Ekologis di Hari Bumi
Ikhtiar spiritual digelar di kawasan Gunung Padang, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026), bertepatan dengan momentum peringatan Hari Bumi. (Foto: Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan gejolak sosial, sebuah ikhtiar spiritual digelar di kawasan Gunung Padang, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026), bertepatan dengan momentum peringatan Hari Bumi.

Kegiatan doa lintas spiritualitas ini diinisiasi Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia sekaligus Bendahara PWI DKI Jaya, Dar Edi Yoga. Doa dipusatkan di Teras 5 Gunung Padang, ruang hening yang sarat makna refleksi dan kesadaran, dengan melibatkan para bhiksu, insan pers, serta tokoh organisasi lintas komunitas.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya, Sekretaris PWI Jaya Arman Suparman, anggota Dewan Pakar PWI Pusat Raldy Doy, Wakil Sekjen WALUBI Romo Asun Gotama, jajaran pengurus PWI Pusat dan PWI DKI Jaya, pengurus Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia, penggiat alam bebas, serta anggota Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) dan komunitas lingkungan hidup Gereja Katedral Jakarta.

Dalam keterangannya, Dar Edi Yoga menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan batin untuk mengembalikan kesadaran manusia terhadap bumi dan kehidupan.

“Kami tidak datang untuk meminta, tetapi untuk bersujud dalam syukur dan kesadaran. Bumi ini bukan untuk dieksploitasi tanpa batas, tetapi untuk dijaga. Ini adalah seruan tobat ekologis,” ujarnya.

Ia menilai, kerusakan alam yang berujung pada bencana tidak semata persoalan teknis, tetapi juga mencerminkan cara manusia memperlakukan bumi yang semakin menjauh dari nilai keseimbangan.

“Jika manusia lupa cara menghormati bumi, maka alam akan mengingatkan dengan caranya sendiri. Doa ini adalah ikhtiar agar Indonesia kembali menjadi negeri yang ramah, terhindar dari bencana dan gejolak,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Sekjen WALUBI Romo Asun Gotama menekankan pentingnya dimensi spiritual dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, kesadaran ekologis tidak bisa dilepaskan dari kesadaran batin manusia.

“Dalam ajaran Buddha, harmoni dengan alam adalah bagian dari praktik kebijaksanaan. Ketika manusia hidup dengan kesadaran, welas asih, dan tidak serakah, maka alam pun akan terjaga. Doa ini menjadi pengingat bahwa merawat bumi adalah bagian dari laku spiritual,” ujarnya.

Ketua Harian Artha Graha Peduli (AGP), Kent Dixon, menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama lintas iman dan elemen bangsa.

“Kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab universal yang menyatukan kita semua. Dengan semangat gotong royong lintas iman, Artha Graha Peduli, satu hati untuk peduli, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Bumi sebagai momentum mempererat kerukunan, menjaga harmoni antara manusia, Sang Pencipta, dan Ibu Pertiwi, serta memastikan warisan alam tetap lestari bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Melalui momentum Hari Bumi ini, Yoga juga mengajak masyarakat dan para pemimpin bangsa untuk kembali memahami posisi manusia sebagai bagian dari alam, bukan penguasa yang bebas merusaknya.

Gunung Padang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai sebagai ruang sunyi peradaban, tempat manusia diajak kembali pada akar kesadaran tentang asal dan tujuan hidup.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga bumi tidak cukup hanya dengan kebijakan dan teknologi, tetapi juga membutuhkan kesadaran spiritual yang mendalam.

Doa lintas spiritualitas ini menjadi yang pertama kali digelar di Gunung Padang, dengan dukungan dari DPP WALUBI, Artha Graha Peduli, serta partisipasi PT QMB New Energy Materials.

Dalam pernyataannya, CEO PT QMB New Energy Materials, Pan Hua, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya merupakan wujud komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Sebagai penyedia material utama baterai kendaraan listrik, perusahaan tersebut berperan dalam mendukung transisi energi hijau global guna meminimalisir dampak ekologis.

“Melalui doa bersama dan aksi nyata ini, kami menegaskan dedikasi untuk tidak hanya menggerakkan industri, tetapi juga merawat bumi sebagai warisan bersama bagi generasi mendatang,” ujarnya. (Husnie)

Jelang Mubes Ikasmanli 2026, Firmansyah: Baru Satu Calon Mendaftar    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Defri Mendaftar
Dia adalah Defri Nasli (alumni angkatan 2000). Berkas pencalonannya diterima Sekretaris Panitia Mubes, Firmansyah di Raja Minas Cafe By Pass Kuranji Padang, Kamis (23/4/2026) malam. (Foto: Noa). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dua hari menjelang berakhirnya waktu pendaftaran, baru satu calon yang telah resmi mendaftar ke panitia musyawarah besar Ikatan Alumni SMAN 5 (Mubes Ikasmanli) Padang.

Dia adalah Defri Nasli (alumni angkatan 2000). Berkas pencalonannya diterima Sekretaris Panitia Mubes, Firmansyah di Raja Minas Cafe By Pass Kuranji Padang, Kamis (23/4/2026) malam.

"Ya, baru satu calon kita terima berkasnya secara resmi. Yang lain kita tunggu sampai Sabtu besok," ungkap Firmansyah kepada wartawan usai acara.

Guru komputer SMAN 2 Padang itu menyebutkan, sesuai tata tertib (tatib) Mubes Ikasmanli Padang yang telah disepakati saat Pra-Mubes lalu, bahwa syarat minimal menjadi calon ketua Ikasmanli harus mendapatkan dukungan dari tiga angkatan.

"Kalau syarat minimal dukungan nampaknya sudah terpenuhi oleh Defri Nasli ini. Tapi soal keabsahan dukungan angkatan tersebut akan diteliti lagi oleh panitia sebelum diputuskan jadi calon. Mohon bersabar," ucap alumni angkatan 1997 tersebut menjelaskan.

Sementara itu, Syahril Bais, tim sukses Denas sapaan akrab Defri Nasli menyebutkan bahwa jumlah dukungan angkatan yang diserahkan ke panitia totalnya 18 angkatan.

"Dukungan yang kami kumpulkan itu disertai pernyataan di atas materai. Jadi kami tidak main-main menghadapi mubes ini," ujar doktor olahraga UNP tersebut serius.

Adapun ketua-ketua angkatan yang telah memberikan dukungan tertulis itu seperti Onzu Krisno (1984), Zul Azmi (1989), Amrizal Rengganis (1992), Candra (1999), Roni Lius (2000) dan Syahril Bais (2003).

"Yang lain akan segera menyusul surat dukungannya," tukasnya menambahkan. 

Untuk diketahui Mubes Ikasmanli tersebut akan digelar tanggal 3 Mei 2026. Sedangkan masa pendaftaran bacalon ditetapkan dari tanggal 19 - 25 April 2026. (Noa)

Wawako Payakumbuh Buka Sosialisasi Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik 2026    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Wawako Payakumbuh Buka Sosialisasi Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik 2026
Wakil Wali Kota, Elzadaswarman saat membuka Sosialisasi Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 di Aula Jos Rizal Zain, Balaikota Payakumbuh, Kamis (23/4/2026).  (Foto: Diskominfo Kota Payakumbuh). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota, Elzadaswarman secara tegas mengingatkan seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk tidak berpuas diri meskipun selama empat tahun berturut-turut meraih predikat tertinggi (zona hijau) dalam penilaian kepatuhan pelayanan publik oleh Ombudsman RI.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota, Elzadaswarman saat membuka Sosialisasi Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 di Aula Jos Rizal Zain, Balaikota Payakumbuh, Kamis (23/4/2026).  

“Alhamdulillah, tahun 2024 kita dapat nilai 97,60 dengan kualitas tertinggi. Tapi ingat, mempertahankan lebih sulit daripada meraih. Jangan sampai kita lengah. Sekarang regulasinya berubah total, dari penilaian kepatuhan menjadi penilaian maladministrasi. Ini tantangan baru,” Ujar Elzadaswarman di hadapan 135 peserta yang terdiri dari kepala perangkat daerah, direktur RSUD, kepalapuskesmas, hingga lurah se-Payakumbuh 

Terkait target yang akan dicapai, Elzadaswarman ungkapkan jika Pemko Payakumbuh ke depan tidak hanya akan menjadi terbaik di tingkat Provinsi Sumatera Barat, tapi juga harus berusaha menjadi terbaik di tingkat nasional.

“Mari kita lakukan perubahan terus menerus ascara bersama-bersama, jangan masyarakat dipersulit karena prosedur yang berbelit-belit”, sampainya.

Terkait adaptasi regulasi, Elzadaswarman katakan akan adanya perubahan regulasi penilaian.

"Kita dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perubahan yang ada dan selalu belajar. Pelaksanaan sosialisasi ini sangat penting, karena pasti ada perbedaan dimensi, variabel, maupun indikator penilaian,” imbuhnya.

Elzadaswarman juga mengapresiasi capaian Ombudsman Sumbar sepanjang 2025 yang berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp6,04 miliar melalui penanganan 264 laporan, termasuk pengembalian 13 BPKB dan 3 SHM yang dijadikan agunan KUR, serta pendistribusian 3.327 ijazah yang sempat tertahan.

“Kita sebagai ASN adalah pelayan masyarakat dan bangsa. Mari gunakan waktu kegiatan ini seefektif mungkin. Saya minta semua perangkat daerah serius, karena ini bukan sekadar formalitas, tapi pedoman kita dalam menjalankan amanah,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Barat, Adel Wahidi, menjelaskan penilaian tahun 2026 merupakan transformasi dari metode sebelumnya. 

Jika dulu fokus pada 14 komponen standar pelayanan seperti persyaratan, biaya, waktu , kini Ombudsman menilai empat dimensi besar: Dimensi Input, Proses, Output, dan Pengaduan, ditambah dengan pengukuran Kepercayaan Masyarakat.

“Opini Ombudsman sekarang adalah pernyataan formal mengenai kualitas pelayanan sekaligus tingkat kepatuhan terhadap produk hukum kami. Tujuannya mencegah maladministrasi, bukan menghukum,” jelas Adel.

Dalam paparan teknis disebutkan, instansi dengan kualitas pelayanan ‘Baik’ namun memiliki tingkat kepatuhan ‘Rendah’ terhadap rekomendasi Ombudsman akan masuk kategori “Kualitas Tinggi Dengan Maladministrasi” . Bahkan, Ombudsman tidak akan memberikan opini sama sekali jika terdapat pejabat yang tidak melaksanakan rekomendasi atau terbukti korupsi. (HM)

Isu “Hamil” hingga “Aborsi ke Batusangkar” Hantam Siswi SMP Kelas III Talawi Meski Fakta Medis Berkata Lain    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Isu “Hamil” hingga “Aborsi ke Batusangkar” Hantam Siswi SMP Kelas III Talawi Meski Fakta Medis Berkata Lain
Berangkat dari Dokumen Medis, Keterangan Keluarga, dan Klarifikasi Fasilitas Kesehatan. (Foto ilustrasi Rekayasa AI) 

BENTENGSUMBAR.COM - Laporan ini disusun berdasarkan penelusuran pada 22–23 April 2026, meliputi wawancara langsung dengan pihak keluarga, pemeriksaan dokumen medis, serta klarifikasi dari pihak Puskesmas Talawi.

Penelusuran ini merupakan lanjutan dari pemberitaan sebelumnya terkait kasus yang sama, berjudul “Dari Tes Kehamilan Positif ke Meja Operasi…"

Awal Peristiwa: Keterangan Keluarga

Menurut keterangan keluarga, pada 4 April 2026, siswi SMP kelas III tersebut dibawa ke Puskesmas Talawi dalam kondisi nyeri perut.

Di lokasi itu, berdasarkan penuturan keluarga:

- dilakukan pemeriksaan urine menggunakan tespack
- hasil tespack menunjukkan positif
- dan dalam komunikasi awal disampaikan indikasi kehamilan

Keterangan ini diperoleh dari wawancara langsung dengan keluarga pasien.

Temuan Fisik: Tespack Kedaluwarsa

Keluarga kemudian menunjukkan alat tes kehamilan yang digunakan.

Pada kemasan tertulis: EXP Maret 2026
Sementara pemeriksaan dilakukan pada: 4 April 2026

Artinya, alat tersebut telah melewati masa berlaku pada saat digunakan.

Klarifikasi Puskesmas

Dalam klarifikasi yang diperoleh, pihak Puskesmas menyampaikan:

- tidak ada penetapan diagnosis kehamilan
- hasil tes urine merupakan bagian dari skrining awal
- pasien dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan

Selain itu, disebutkan bahwa alat tes telah diorder, namun belum tersedia saat pemeriksaan dilakukan.

Hasil Pemeriksaan Lanjutan: Dokumen Rumah Sakit

Berdasarkan dokumen medis dari rumah sakit di Batusangkar:

- hasil uji kehamilan laboratorium: negatif
- diagnosis medis: usus buntu akut
- pasien menjalani tindakan operasi

Dokumen ini menjadi dasar medis final dalam kasus tersebut.

Penyebaran Informasi: Keterangan Keluarga dan Lingkungan

Menurut keterangan keluarga, di tengah masyarakat hingga lingkungan sekolah telah beredar informasi bahwa siswi tersebut positif hamil dan dibawa ke Batusangkar untuk menjalani aborsi.

Dalam penelusuran ini, tidak terdapat data yang menyimpulkan dari mana sumber awal penyebaran informasi tersebut, termasuk tidak ada pernyataan bahwa berasal dari pihak Puskesmas.

Dampak pada Anak: Keterangan Keluarga

Keluarga menyampaikan bahwa setelah kejadian tersebut:

- anak menjadi lebih pendiam
- raut wajah muram dan sering menangis
- merasa malu serta ketakutan tidak dipercaya oleh orang tuanya ketika namanya disebut-sebut

Keterangan ini merupakan hasil observasi langsung keluarga terhadap perubahan perilaku anak.

Dimensi Hukum: Ketika Informasi Menyentuh Hak Anak

Dalam konteks kasus ini, penyebaran informasi yang belum terverifikasi—terlebih menyangkut isu sensitif seperti kehamilan dan tindakan medis—tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga bersinggungan dengan aspek hukum.

Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, ditegaskan bahwa setiap anak berhak:

- mendapatkan perlindungan dari perlakuan yang merendahkan martabat
- terlindungi dari tekanan psikologis
- serta memperoleh jaminan atas privasi dan identitasnya

Dalam kerangka ini, penyebaran informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, yang kemudian berkembang menjadi stigma, berpotensi merugikan kepentingan terbaik bagi anak.

Antara Informasi dan Tanggung Jawab

Tidak semua informasi yang beredar di ruang publik memiliki dasar yang terverifikasi.

Ketika informasi tersebut menyangkut anak, terdapat batas yang seharusnya dijaga, terutama terkait:

- kehati-hatian dalam menyampaikan informasi
- tanggung jawab dalam memastikan kebenaran
- serta dampak yang mungkin timbul terhadap individu yang bersangkutan

Penyebaran informasi yang kemudian terbukti tidak sesuai dengan fakta dapat berpotensi masuk dalam ranah hukum, seperti:

- pencemaran nama baik
- atau penyebaran informasi yang merugikan individu

Namun demikian, dalam laporan ini tidak terdapat penilaian terhadap pihak tertentu, dan seluruh aspek tersebut disampaikan dalam kerangka umum hukum yang berlaku.

Perlindungan Anak sebagai Prinsip Utama

Anak memiliki posisi khusus dalam hukum.

Perlindungan terhadap anak tidak hanya bersifat reaktif setelah terjadi peristiwa, tetapi juga preventif guna mencegah agar anak tidak menjadi korban dari:

- informasi yang tidak akurat
- tekanan sosial
- maupun stigma yang berkembang di lingkungan sekitar

Dalam situasi seperti ini, setiap informasi yang beredar tidak lagi sekadar kabar, tetapi memiliki potensi dampak langsung terhadap kondisi psikologis dan sosial anak.

Penutup

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, terdapat tiga lapisan fakta:

- keterangan keluarga tentang hasil pemeriksaan awal
- klarifikasi fasilitas kesehatan
- serta dokumen medis rumah sakit sebagai hasil akhir

Namun di luar itu, terdapat satu hal yang tidak tercatat dalam dokumen mana pun:

"pengalaman seorang anak yang harus membantah sesuatu yang tidak ia lakukan, menghadapi kabar yang menyebar hingga masuk ke ruang sekolah, dan hidup dengan bayang-bayang cerita yang tidak pernah ia buat."

Dalam konteks ini, persoalan tidak lagi hanya tentang benar atau tidaknya hasil pemeriksaan awal, tetapi juga tentang:

"bagaimana sebuah informasi dapat membentuk realitas sosial—dan bagaimana hukum hadir untuk memastikan bahwa yang dilindungi bukan hanya kebenaran, tetapi juga martabat seorang anak." (*) 

Pewarta: marjafri

Bencana Hidrometeorologi Melanda, Wali Kota Payakumbuh Saluran Bantuan Benih Jagung Unggul    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Bencana Hidrometeorologi Melanda, Wali Kota Payakumbuh Saluran Bantuan Benih Jagung Unggul
Gerak cepat Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam merespons dampak bencana hidrometeorologi diwujudkan melalui penyaluran bantuan benih jagung unggul guna mempercepat pemulihan disektor pertanian. (Foto: Diskominfo Payakumbuh). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gerak cepat Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam merespons dampak bencana hidrometeorologi diwujudkan melalui penyaluran bantuan benih jagung unggul guna mempercepat pemulihan disektor pertanian.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian Pemko Payakumbuh bagi petani yang terdampak bencana kemarin. Kita harapkan benih ini segera dimanfaatkan agar proses produksi pertanian bisa kembali berjalan,” kata Wali Kota Payakumbuh, melalui Kepala Dinas Pertanian, Nila Misna, saat penyerahan bantuan di Kantor Dinas Pertanian, Kamis (23/04/2026).

Pemko Payakumbuh menyalurkan benih jagung varietas Pioneer 32 kepada Kelompok Tani Serasih dan Kelompok Tani Lubuk Bersama untuk lahan seluas lima hektare di Payakumbuh Timur yang sebelumnya mengalami puso akibat cuaca ekstrem.

“Bapak Wali Kota Zulmaeta menekankan agar proses tanam kembali segera dilakukan. Kami diminta memastikan petani bisa kembali berproduksi tanpa menunggu terlalu lama setelah bencana,” ujarnya.

Ia menjelaskan pemerintah kota bergerak cepat dengan melaporkan dampak bencana kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, disertai hasil pengamatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

“Seluruh areal terdampak dilaporkan mengalami gagal panen atau puso. Data ini menjadi dasar kuat bagi kami dalam mengusulkan bantuan penggantian benih ke provinsi,” katanya.

Menurut dia, pemerintah provinsi kemudian merespons dengan menyediakan 75 kilogram benih siap tanam jagung varietas unggul bagi kelompok tani terdampak.

“Alhamdulillah, usulan kita direspons cepat oleh pemerintah provinsi. Ini menunjukkan sinergi yang baik dalam membantu petani kita,” ujarnya.

Selain bantuan dari provinsi, Pemko Payakumbuh juga menyalurkan bantuan tambahan berupa benih jagung dan pupuk kompos kepada kelompok tani aktif yang direkomendasikan penyuluh.

“Kita tidak hanya fokus pada penanganan dampak, tetapi juga memberi penguatan kepada kelompok tani yang aktif dan konsisten mendukung program swasembada pangan,” ucapnya.

Ia menekankan seluruh bantuan harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan.

“Benih ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok tani penerima. Jangan sampai disalahgunakan, apalagi dijual ke pihak lain. Kami berharap bantuan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat petani kita,” tegasnya.

Para petani menyambut bantuan tersebut dengan antusias dan mengaku terbantu untuk kembali mengolah lahan.

“Bantuan ini sangat membantu kami untuk mulai tanam kembali. Setelah kemarin gagal panen, sekarang kami punya semangat baru untuk bangkit,” ungkap salah seorang perwakilan petani.

Pemko Payakumbuh juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan atas dukungan terhadap pemulihan sektor pertanian.

“Sinergi ini akan terus kami jaga. Sesuai arahan Bapak Wali Kota Zulmaeta, pemerintah harus selalu hadir, baik saat darurat maupun dalam proses pemulihan,” pungkasnya. (HM)

Labelisasi Bansos Diluncurkan di Solok, Ribuan Keluarga Mengundurkan Diri Secara Sukarela; Capaiannya Tertinggi di Indonesia    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Labelisasi Bansos Diluncurkan di Solok, Ribuan Keluarga Mengundurkan Diri Secara Sukarela; Capaiannya Tertinggi di Indonesia
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Solok, Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, bersama jajaran pimpinan daerah dan instansi terkait. (Foto: Diskominfo Kab. Solok). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kabupaten Solok melaksanakan kegiatan penempelan label pada rumah-rumah penerima bantuan sosial (bansos) yang berlangsung di sejumlah titik di Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kamis (23/4/2026). 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Solok, Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, bersama jajaran pimpinan daerah dan instansi terkait.

Turut hadir mendampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si, M.Si, Kepala Dinas Sosial beserta jajaran, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok Bambang Suryanggono, Camat Kubung Acil Fasra, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan.

Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Sosial, sebanyak 1.700 rumah penerima bantuan di Kecamatan Kubung dan 435 rumah di Nagari Koto Baru menjadi sasaran utama kegiatan penempelan label pada tahap ini. 

Langkah ini menjadi wujud nyata upaya pemerintah untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan dapat dipantau secara terbuka oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ribuan Keluarga Mengundurkan Diri, Capaian Tertinggi Nasional

Salah satu fakta yang menggembirakan sekaligus membanggakan adalah keberhasilan pembenahan data penerima bantuan sosial yang telah dilakukan pasca sosialisasi program. 

Melalui kerja sama antara Dinas Sosial dan BPS Kabupaten Solok, tercatat sebanyak 1.000 keluarga secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bansos.

Keluarga-keluarga tersebut menyatakan diri sudah tidak layak menerima bantuan karena kondisi ekonomi dan kesejahteraan mereka sudah membaik. 

Keberhasilan ini sekaligus menempatkan Kabupaten Solok sebagai daerah dengan capaian pembenahan data tertinggi di tingkat nasional.

Hal ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat akan hak dan kewajiban, serta rasa tanggung jawab sosial, sudah tumbuh dengan baik. 

Mereka memahami bahwa bantuan yang disediakan pemerintah harus diserahkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan dan berhak menerimanya.

Bupati: Langkah Ini Wujud Transparansi dan Akuntabilitas

Dalam arahannya, Bupati Solok menyampaikan bahwa kegiatan penempelan label ini bukan sekadar kegiatan administrasi semata, melainkan bentuk nyata transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah dalam mengelola program bantuan untuk masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa apa yang kami lakukan dapat dilihat dan diketahui oleh seluruh warga. Semua bantuan yang disalurkan sudah dipastikan sesuai dengan sasaran yang berhak menerimanya,” tegas Bupati.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada para koordinator pendataan di lapangan untuk senantiasa bekerja dengan jujur, teliti, dan bertanggung jawab.

Pendataan harus dilakukan secara menyeluruh dan objektif, sehingga hanya warga yang benar-benar hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan pemerintah yang masuk dalam daftar penerima.

“Kita tentu berkeinginan untuk membantu seluruh masyarakat, namun kita menyadari bahwa ketersediaan sumber daya dan anggaran yang kita miliki masih terbatas. Oleh karena itu, saat ini prioritas utama kita adalah membantu warga yang benar-benar berada dalam kondisi ekonomi kurang mampu dan membutuhkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” pungkas Bupati Jon Firman Pandu.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Solok ke depan akan semakin tepat sasaran, adil, dan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. (BO)

Hadiri Raker APEKSI di Banda Aceh, Sekda Kota Solok Bawa Pulang Inspirasi dan Praktik Terbaik Pembangunan    
Jumat, April 24, 2026

On Jumat, April 24, 2026

Hadiri Raker APEKSI di Banda Aceh, Sekda Kota Solok Bawa Pulang Inspirasi dan Praktik Terbaik Pembangunan
Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung meriah di Kota Banda Aceh. (Foto: Diskominfo Kota Solok). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Sekretaris Daerah Kota Solok turut serta dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung meriah di Kota Banda Aceh, mulai dari tanggal 19 hingga 22 April 2026.

Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk menjalin kerja sama sekaligus menyerap berbagai inovasi terbaik guna memajukan penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Dalam perjalanan dinas tersebut, Sekda Kota Solok didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Solok, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta Kepala Bagian Pemerintahan, guna memastikan setiap aspek pembahasan dapat diserap secara menyeluruh.

Kegiatan dibuka secara hangat pada Minggu malam (19/4) melalui jamuan makan malam atau Welcome Dinner yang digelar di Balai Meuseraya Aceh.

Momen ini dimanfaatkan sepenuhnya untuk mempererat tali silaturahmi antar pemangku pemerintahan dari berbagai daerah. 

Suasana semakin akrab dengan adanya prosesi penukaran cendera mata, sebagai wujud kekeluargaan dan penghormatan antara para peserta dengan tuan rumah, Wali Kota Banda Aceh.

Pembahasan Strategis hingga Penguatan Peran Perempuan

Memasuki hari kedua, Senin (20/4), pembahasan inti dilaksanakan di Ballroom Hotel Kyriad Muraya. 

Rapat kerja ini menghadirkan narasumber utama yakni Menteri Dalam Negeri dan Sekretaris Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Keduanya memberikan arahan mendalam mengenai langkah-langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan yang baik, serta kesiapan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan potensi bencana yang mungkin terjadi.

Sementara pembahasan teknis berlangsung, para istri kepala daerah dan perwakilan yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan tersendiri yang tak kalah bermanfaat. 

Melalui agenda Collaboration Tour, mereka diajak berkeliling menikmati keindahan dan kekayaan wisata unggulan yang dimiliki Kota Banda Aceh.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di Pendopo Wali Kota Banda Aceh dengan acara peragaan busana dan analisis warna diri, yang dikemas sebagai sarana untuk memperkuat peran dan kontribusi organisasi perempuan dalam mendukung kemajuan daerah.

Di malam harinya, perhatian seluruh peserta tertuju pada pembukaan City Expo yang digelar di kawasan Blang Padang. 

Ajang ini menjadi panggung promosi yang sangat berharga, di mana setiap daerah memamerkan keunggulan wilayahnya, mulai dari potensi sumber daya alam, produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hingga berbagai peluang investasi yang ditawarkan kepada pihak terkait.

Komitmen Lingkungan dan Berbagi Inovasi

Semangat kepedulian terhadap alam ditunjukkan pada hari berikutnya, Selasa (21/4), melalui kegiatan penanaman pohon bersama di kawasan Hutan Kota Tibang, Kecamatan Syiah Kuala. Kegiatan ini menjadi simbol kesepakatan bersama seluruh peserta untuk terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu (22/4) dengan diselenggarakannya Seminar Best Practice di Gedung AAC Dayan Dawood. 

Dalam sesi diskusi yang penuh gagasan ini, para peserta saling bertukar pengalaman, ide, dan inovasi yang telah diterapkan di daerah masing-masing, khususnya dalam hal peningkatan kualitas pelayanan publik dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

Malam harinya, seluruh delegasi turut memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Banda Aceh yang sekaligus menjadi penutup rangkaian City Expo dengan penuh sukacita.

Modal Berharga untuk Kemajuan Kota Solok

Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, Sekda Kota Solok menegaskan bahwa keikutsertaan dalam forum ini membawa manfaat yang sangat besar. 

Ia menyampaikan bahwa pertemuan semacam ini menjadi wadah efektif untuk membangun kerja sama dan menyamakan langkah antar pemerintah kota di Indonesia.

“Rapat kerja ini memberikan ruang yang luas bagi kita untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Bagi kami, ini adalah kesempatan emas untuk mempelajari dan menerapkan berbagai praktik terbaik yang sudah terbukti berhasil. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang didapat ini nantinya dapat diterapkan di Kota Solok, guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mendorong laju pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat daya saing daerah kita di tingkat yang lebih luas,” ujarnya. (BO)