HEADLINE
Korupsi Dikorupsi Lagi, Bos Sawit di Riau Ditahan Usai Rugikan Negara Rp 30 Miliar    
Jumat, Februari 27, 2026

On Jumat, Februari 27, 2026

Korupsi Dikorupsi Lagi, Bos Sawit di Riau Ditahan Usai Rugikan Negara Rp 30 Miliar
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau resmi melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi barang sitaan hasil kejahatan korupsi, Kamis (26/2/2026). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau resmi melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi barang sitaan hasil kejahatan korupsi, Kamis (26/2/2026). 

Tersangka yang dijebloskan ke penjara tersebut berinisial S, Direktur Utama PT Tengganau Mandiri Lestari. Perusahaan yang dipimpin S merupakan pengelola pabrik kelapa sawit mini (PMKS) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis. 

Penahanan dilakukan setelah penyidik memastikan kondisi kesehatan tersangka melalui tim medis. 

"Penahan dilakukan penyidik setelah mempelajari hasil pemeriksaan kesehatan tersangka, yang dilakukan tim medis," kata Kepala Kejati Riau, Sutikno, saat diwawancarai di Pekanbaru, Kamis.

Sutikno menjelaskan, objek korupsi kali ini adalah pabrik kelapa sawit milik Kabupaten Bengkalis yang statusnya merupakan barang bukti perkara korupsi terdahulu.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang sudah berkekuatan hukum tetap, pabrik tersebut seharusnya dieksekusi dan diserahkan ke Pemkab Bengkalis. 

Namun, selama dikelola oleh S, pabrik tersebut tidak pernah diserahkan secara resmi ke pihak pemerintah. 

Selama masa pengelolaan ilegal itu, muncul kerugian negara yang fantastis mencapai puluhan miliar rupiah. 

"Hasil audit ditemukan kerugian negara sebesar Rp 30.875.798.000," ungkap Sutikno. 

Sejauh ini, Kejati Riau baru melakukan penahanan terhadap S untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru. 

Sementara itu, satu tersangka lain dalam kasus yang sama berinisial HJ belum ditahan.

Pihak kejaksaan beralasan HJ masih dinilai kooperatif selama menjalani proses hukum. 

Dalam penyidikan kasus ini, penyidik telah mengumpulkan alat bukti yang cukup, termasuk memeriksa 28 orang saksi dan 4 orang saksi ahli.

Kejati Riau memastikan akan terus mendalami aliran dana dari hasil pengelolaan pabrik sawit sitaan tersebut guna menuntaskan perkara "korupsi dalam korupsi" ini. (*)

Sumber: Kompas.com

Kader PDIP Dilarang Keras Manfaatkan Program MBG    
Jumat, Februari 27, 2026

On Jumat, Februari 27, 2026

Kader PDIP Dilarang Keras Manfaatkan Program MBG
DPP PDI Perjuangan memperingatkan seluruh kader banteng agar tidak menyalahgunakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

BENTENGSUMBAR.COM
- DPP PDI Perjuangan memperingatkan seluruh kader banteng agar tidak menyalahgunakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

PDIP Perjuangan memastikan akan menjatuhkan sanksi organisasi bagi kader yang terbukti melanggar ketentuan tersebut.

Peringatan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP tertanggal 24 Februari 2026 yang diterima redaksi pada Jumat 27 Februari 2026.

Surat Edaran tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Komarudin Watubun.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa pendanaan Program MBG berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk melalui realokasi anggaran pendidikan nasional yang bersumber dari pajak masyarakat.

PDIP menjelaskan bahwa anggaran pendidikan sejatinya dialokasikan sebesar-besarnya untuk mendukung kepentingan pendidikan nasional, seperti pembayaran gaji dan tunjangan tenaga pendidik, peningkatan kompetensi guru, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

Karena itu, PDIP menilai penggunaan anggaran negara harus dilakukan secara hati-hati, tepat sasaran, dan mengedepankan kepentingan publik.

Selain itu, PDIP mengungkapkan telah menerima sejumlah aduan masyarakat terkait dugaan persoalan dalam pelaksanaan Program MBG. 

Laporan tersebut mencakup ketidaktepatan sasaran penerima manfaat, kualitas pelaksanaan di lapangan, kasus keracunan, hingga dugaan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Sebagai partai politik, PDIP menyatakan memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal setiap program yang menggunakan dana rakyat agar berjalan transparan, akuntabel, serta tidak merugikan masyarakat luas.

Secara kelembagaan, PDIP juga mengingatkan bahwa penanggung jawab teknis Program MBG berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN). (*) 

Sumber: RMOL

Pemprov Sumbar Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Solok, Wagub Vasko Salurkan Bantuan Rp25 Juta    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Pemprov Sumbar Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Solok, Wagub Vasko Salurkan Bantuan Rp25 Juta
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) kembali menunjukkan kepedulian dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di daerah Taman Kota Kalumpang, VI Suku, Kecamatan Lubuak Sikarah, Kota Solok, Kamis (26/2/2026).

Adapun pemilik rumah yang menjadi penerima manfaat kali ini adalah Tarmalis (70). Ia menempati rumah sangat sederhana yang jauh dari kata layak bersama istri dan empat orang anaknya. Rumah yang ditempatinya itu, masih berdindingkan papan lapuk, tanpa loteng yang memadai, serta sekat-sekat sederhana sebagai pembatas kamar.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy menyampaikan penyerahan bantuan kepada Tarmalis merupakan tindak lanjut dari informasi yang disampaikan oleh Wlikota Solok bersama perangkat nagari setempat kepada Pemprov Sumbar. Ia menegaskan, bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran oemeeintah untuk masyarakat yang membutuhkan.

"Setelah dilihat rumah pak Tarmalis memang layak dibantu. Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya agar rumah yang ditempatinya menjadi lebih layak dan nyaman untuk dihuni," sebut Vasko.

Melalui Baznas Provinsi Sumbar, Wagub Vasco menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk membantu biaya rehabilitasi rumah milik Tarmalis. Selain itu, Wagub juga menyerahkan bantuan tambahan berupa paket sembako serta Al-Qur’an sebagai bentuk dukungan spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadhan kepada keluarga Tarmalis.

Sementara itu, Tarmalis (70) yang saat ditemui berada dalam kondisi kurang sehat menyampaikan terima kasih kepada Wagub Vasko beserta jajaran atas perhatian dan dukungan yang diberikan untuk ia dan keluarga.

"Saya mengira kehidupan kami sudah senja, harapan untuk merehap rumah sudah tinggal mimpi. Tapi ternyata, Allah memudahkan urusan itu melalui Pak Vasko, Alhamdulillah, terima kasih banyak pak Wagub," ungkapnya (adpsb/nov/bud)

Wawako Maigus Nasir Bersama Kepala BBPOM di Padang Melakukan Sidak di Pasar Pabukoan    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Wawako Maigus Nasir Bersama Kepala BBPOM di Padang Melakukan Sidak di Pasar Pabukoan
Wawako Maigus Nasir, bersama Kepala BBPOM di Padang, Martin Suhendri, beserta jajaran melakukan sidak di Pasar Pabukoan. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Memastikan keamanan pangan selama Ramadan, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Martin Suhendri, beserta jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pabukoan, Kamis (26/2/2026).

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pasar Pabukoan Imam Bonjol yang berada di pusat Kota Padang. Kegiatan ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan guna memastikan makanan dan minuman yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.

Martin Suhendri menjelaskan, pengawasan dilakukan dengan mengambil berbagai sampel pangan untuk diuji langsung menggunakan mobil laboratorium keliling. Selain pengujian, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi pedagang dan masyarakat terkait keamanan pangan. “Sejauh ini kami telah melakukan pengawasan di sejumlah kota dan kabupaten dengan hasil pengujian yang memuaskan. Khusus di Kota Padang, kami menargetkan pengambilan sekitar 20 hingga 25 jenis sampel pangan selama Ramadan, dengan fokus pada makanan siap saji, termasuk takjil yang dijual di pusat keramaian,” ujarnya.

Martin juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat memilih pangan olahan melalui slogan Cek KLIK, yakni Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa. Ia pun turut mengimbau masyarakat mewaspadai ciri-ciri pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya. “Misalnya mie atau ikan yang tidak dihinggapi lalat sebagai indikasi mengandung formalin, makanan yang terlalu kenyal seperti karet yang diduga mengandung boraks, serta kerupuk berwarna merah muda mencolok dan berpendar yang diduga mengandung pewarna tekstil Rhodamin B,” tegasnya.

Lebih lanjut, Martin mengungkapkan bahwa menjelang Lebaran, BBPOM di Padang juga akan melakukan pengawasan khusus terhadap paket parcel. Langkah ini bertujuan mencegah produk yang mendekati masa kedaluwarsa dimasukkan ke dalam kemasan parcel. “Kami mengimbau pelaku usaha memastikan setiap produk dalam parcel memiliki masa kedaluwarsa minimal tiga minggu setelah Hari Raya Idulfitri. Ketentuan ini penting karena masyarakat umumnya tidak langsung mengonsumsi seluruh isi parcel saat Lebaran,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif BBPOM di Padang yang rutin melakukan pengawasan pangan selama Ramadan. “Kehadiran petugas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat membeli takjil dan kebutuhan Lebaran memberikan rasa aman bagi konsumen,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pedagang untuk menjaga kualitas dan keamanan produk yang dijual agar kepercayaan masyarakat terhadap pangan yang beredar di Kota Padang tetap terjaga. “Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat. Kita ingin memastikan warga merasa aman menikmati hidangan, terutama selama Ramadan hingga menjelang Lebaran ketika variasi makanan semakin banyak,” pungkasnya. (*)

Wawako Maigus Nasir Salurkan BSTT kepada Korban Kebakaran di Jalan Dahlia RT 02 RW 03 Surau Gadang    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Wawako Maigus Nasir Salurkan BSTT kepada Korban Kebakaran di Jalan Dahlia RT 02 RW 03 Surau Gadang
Wawako Maigus Nasir, menyalurkan BSTT kepada korban kebakaran di Jalan Dahlia RT 02 RW 03, Kelurahan Surau Gadang. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyalurkan Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT) kepada korban kebakaran di Jalan Dahlia RT 02 RW 03, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kamis (26/2/2026).

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat Pemerintah Kota Padang terhadap warga Kota Padang yang terdampak bencana.

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada 6 Februari 2026 lalu itu telah menghanguskan dua unit rumah beserta lima unit kontrakan. Akibatnya, sebanyak 13 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal sekaligus harta benda.

Pada kesempatan tersebut, Maigus Nasir menyampaikan rasa prihatin dan dukungan kepada para korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan warga yang tertimpa musibah tetap mendapatkan perhatian dan bantuan.

“Kami dari Pemerintah Kota Padang turut berduka atas musibah ini. Semoga bapak dan ibu yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.

Maigus menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian dari implementasi Program Unggulan (Progul) Padang Sigap dan Padang Melayani yang dijalankan Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama dirinya. "Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban untuk sementara waktu, sembari proses pemulihan dan perbaikan tempat tinggal dilakukan secara bertahap," tambahnya.

Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan, Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, serta Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, dan Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis. (*)

Cahaya Islam di Jerman, Upaya Pengakuan Identitas Islam di Jantung Eropa    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Cahaya Islam di Jerman, Upaya Pengakuan Identitas Islam di Jantung Eropa
The Lead Institute Universitas Paramadina menggelar webinar bertajuk "ISLAM DI JERMAN: Menjadi Muslim, Perempuan, dan Minoritas" pada Minggu malam (22/2).

BENTENGSUMBAR.COM
– The Lead Institute Universitas Paramadina menggelar webinar bertajuk "ISLAM DI JERMAN: Menjadi Muslim, Perempuan, dan Minoritas" pada Minggu malam (22/2).

Acara ini merupakan tajaan The Lead Institute Universitas Paramadina dengan Maha Indonesia, Pray Foundation, dan Pratita Foundation sebagai bagian dari rangkaian program Ramadhan 2026 bertema besar “Cahaya Islam Lintas Benua”.

Webinar diawali pembacaan tilawah oleh Mahasiswa Filsafat Paramadina, Hasbin Najib dan saritilawah oleh Nurma Syelin Komala, dipandu Ustadz Dida Darul Ulum, Peneliti The Lead Institute Universitas Paramadina.

Webinar mengungkap cerita kehidupan umat Islam di Jerman dari sudut pandang seorang guru muslimah, Dounia Schuler Barkok yang tinggal di jantung Eropa, Frankfurt.

Sukacita perayaan Ramadhan 1446 Hijriah atau 2026 Masehi di Jerman rupanya sama semaraknya dengan meriahnya bulan puasa di Indonesia.

Tahun ini menjadi kali kedua kota metropolitan seperti Frankfurt bermandikan cahaya dengan hias-hias lampu dekorasi bertuliskan “Ramadan Kareem” di jalan-jalan besar, sebuah tradisi yang biasanya hanya identik dengan perayaan Natal.

Semaraknya Ramadhan di Frankfurt dua tahun belakangan menunjukkan kabar positif mengenai meningkatnya kesadaran publik terhadap keberadaan pemeluk Islam di Jerman.

Tantangan terbesar bagi umat Islam Eropa saat ini masih berkutat dengan Islamofobia dan diskriminasi identitas.

“Ini tantangan sekaligus ujian bagi masyarakat muslim Eropa dalam berdakwah, untuk lebih kuat lagi dan lagi,” kata Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini dalam sambutannya. 

Selain kehidupan sosial, Didik mengatakan bahwa diskriminasi juga berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat muslim Eropa, misalnya diskriminasi terhadap cara berpakaian atau hijab.

"Meskipun rasisme dan Islamofobia masih dirasakan di Eropa, saya memandangnya sebagai sebuah tantangan untuk mengokohkan jati diri umat Muslim di tengah masyarakat Eropa,” imbuh Didik.

Ketua The Lead Institute, Dr. Phil Suratno Muchoeri memaparkan, Islam telah menjadi agama terbesar kedua di Jerman dengan jumlah pemeluk mencapai 6 juta jiwa atau sekitar 7 persen dari total populasi. Sebanyak 3 juta di antaranya telah menjadi warga negara Jerman.

"Pertumbuhan Islam di Jerman memiliki sejarah panjang, mulai dari gelombang 'Guest Workers' (tenaga kerja migran) asal Turki pada tahun 1950-an hingga gelombang pengungsi konflik Timur Tengah pada 2011-2013,” tutur alumni Universitas Goethe Frankfurt ini.

Saat ini, komposisi Muslim Jerman didominasi keturunan Turki (45%), diikuti Arab (27%), serta Afghanistan dan Iran (19%).

Suratno juga menyebutkan jejak historis Indonesia di Jerman melalui sosok pelukis Raden Saleh Syarif Bustaman yang kediamannya di Maxen kini menjadi "Masjid Biru" (Das Blau Moschee), simbol kolaborasi seni dan religi.

Tak hanya seni, kontribusi intelektual Indonesia juga diakui secara fundamental di Jerman melalui kiprah Ingenieur B.J. Habibie. 

Sebagai warga kehormatan Jerman, Habibie meninggalkan warisan ilmu pengetahuan melalui temuan teori sayap pesawat dan stabilitas kereta cepat yang hingga kini digunakan oleh industri teknologi Jerman.

Berbagi cerita tentang ibadah, Dounia menyebut Ramadan tahun ini terasa lebih mudah karena jatuh pada musim dingin dengan durasi puasa sekitar 11 hingga 12 jam, jauh berbeda jika bulan puasa jatuh pada musim panas yang bisa mencapai 18 jam.

Dounia aktif beribadah di Maroko Mosque, sebuah masjid yang menjadi titik temu jamaah multikultural dari berbagai negara. 

“Di masjid, kami melaksanakan shalat Tarawih merujuk pada Mazhab Maliki. Kami juga kerap menyelenggarakan buka puasa bersama yang mengundang tetangga non-muslim untuk turut menikmati hidangan sederhana kiriman para jamaah,” jelasnya.

Namun berbeda dengan Indonesia yang menyediakan ragam nasi kotak, makanan yang disediakan di masjid-masjid Jerman umumnya hanya berupa camilan yang merupakan sumbangan dari jamaah masjid.

Walaupun Frankfurt mulai bersahabat dengan simbol-simbol Islam, Dounia mengungkapkan bahwa di sektor privat, diskriminasi masih menjadi ganjalan besar.

Secara undang-undang pemerintah Jerman menjamin identitas dan kesetaraan hak bagi perempuan Muslim, tapi faktanya masalah Islamofobia, Neo-Nazi dan rasisme, serta stigma Frankfurtistan-sebuah slang politik yang sering digunakan oleh kelompok sayap kanan, kritikus imigrasi, atau penganut teori konspirasi di Jerman-masih terus terjadi.

Sebagai seorang mualaf, Dounia merasa beruntung lingkungan menerima identitasnya. Namun, hal ini tidak berlaku bagi banyak Muslimah lain.

“Faktanya, hanya sekitar 30 persen wanita Muslim di Jerman yang berani menunjukkan identitasnya dengan berhijab di ruang publik atau tempat kerja. Banyak yang terpaksa menyembunyikan identitas demi menghindari diskriminasi,” ungkap Dounia.

Ia menceritakan pengalaman keponakannya yang harus menerima kenyataan pahit ditolak oleh berbagai perusahaan saat melamar kerja hanya karena berhijab, meskipun memiliki kompetensi yang mumpuni. 

“Bukan hanya soal hijab, nama-nama yang terdengar ‘Islami’ pun sering kali menjadi sasaran diskriminasi halus dalam proses rekrutmen,” tambah Dounia.

Menutup ceritanya, Dounia menekankan bahwa cara terbaik melawan Islamofobia adalah dengan membangun komunikasi yang hangat. 

Salah satu tradisi unik yang dijalankan masyarakat Muslim di lingkungannya adalah berpartisipasi dalam perayaan Natal dengan cara mereka sendiri.

“Setiap tahun, perempuan Muslim di sini dengan sukarela memasak dan membagikan kudapan bagi para lansia di panti jompo saat Natal. Kami ingin menunjukkan bahwa toleransi adalah berbuat kebaikan untuk siapa saja tanpa memandang agama,” kata Dounia. (*)

Ketukan Sahur Gubernur Sumbar Bawa Harapan bagi Keluarga Ises di Payakumbuh    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Ketukan Sahur Gubernur Sumbar Bawa Harapan bagi Keluarga Ises di Payakumbuh
Ketukan itu datang langsung dari Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, Kamis (26/2/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Dini hari di Kelurahan Ikua Koto Dibalai, Kecamatan Payakumbuh Utara, masih diselimuti udara dingin. Warga tengah bersiap sahur ketika, tepat pukul 03.55 WIB, terdengar ketukan di sebuah rumah kayu kecil. Ketukan itu datang langsung dari Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, Kamis (26/2/2026).

Rumah sederhana berukuran sekitar 4x7 meter itu dihuni Trisesti Novia, yang akrab disapa Ises (37), bersama suaminya Surya Adi Wibowo (38) dan tiga putri mereka: Sovia, Bunga, serta Citra. Kondisi hunian tersebut memprihatinkan. Dinding kayu telah menua, sementara lantai atas yang terbuat dari papan sudah lapuk, berlubang, dan bergoyang sehingga membahayakan penghuni, terutama anak-anak. Sehari-hari, Ises dan suami bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Asalkan halal, pekerjaan apapun dilakoninya. “Kalau ada yang minta tolong bersihin rumah, kami mau, Pak. Suami juga bantu-bantu orang, kadang di konter, kadang ikut tukang walau bukan tukang betul,” ujar Ises lirih.

Kondisi rumah ises yang sangat sederhana dan ekonomi keluarga yang tergolong pra sejahtera membuat keluarga tersebut terpilih sebagai penerima manfaat program Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Baznas Provinsi Sumbar. “Bagian lantai atas ini sangat membahayakan. Informasi dari Ketua Baznas juga demikian. Maka kita bantu agar segera diperbaiki dan keluarga Ibu Ises bisa tinggal di rumah yang lebih layak,” ujar Mahyeldi di lokasi.

Pada kesempatan itu diserahkan bantuan Rp25 juta dari Baznas untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni. Bank Nagari turut menyalurkan Rp2,5 juta, disertai paket sembako Ramadan dan dukungan dari para kepala SMA dan SMK di Kota Payakumbuh. “Ini berkah Ramadan. Kita datang atas izin Allah. Dalam iman, kita diajarkan untuk saling membantu dan meringankan beban saudara kita,” tutur Mahyeldi.

Mendengar kabar tersebut, Ises tak kuasa menahan air mata. Ia mengucap syukur sembari menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan pihak Baznas serta Bank Nagari. “Alhamdulillah, Pak… rasanya seperti dapat bantuan sebesar gunung. Rumah kami bolong-bolong sampai kelihatan atap. Terima kasih banyak, ini benar-benar berkah bagi kami,” ucapnya haru.

Plt Camat Payakumbuh Utara, Ronal membenarkan bahwa keluarga Ises memang layak menerima bantuan. Kondisi rumah yang lapuk, menurutnya sudah tidak layak dan aman untuk ditinggali. “Dengan tiga anak perempuan, tentu tidak aman tinggal di rumah dengan lantai atas yang sudah lapuk dan bolong. Kami bersyukur atas perhatian Pemprov Sumbar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi sosial Ramadan tersebut. Usai menyerahkan bantuan, Mahyeldi melanjutkan agenda Salat Subuh berjemaah di Masjid Ansharullah. Dalam kesempatan itu, ia kembali menyerahkan bantuan Rp25 juta serta mushaf Al-Qur’an untuk pengurus masjid. Dini hari itu menjadi saksi bahwa di bulan suci Ramadan, sebuah ketukan kecil di pintu rumah mampu menghadirkan harapan besar—bahwa pemerintah hadir, mendengar, dan bergerak untuk rakyatnya. (adpsb/cen/bud)