HEADLINE
Prabowo Angkat Bicara usai Ramai Seruan Jatuhkan Presiden oleh Saiful Mujani    
Kamis, April 09, 2026

On Kamis, April 09, 2026

Prabowo Angkat Bicara usai Ramai Seruan Jatuhkan Presiden oleh Saiful Mujani
Presiden Prabowo Subianto menyebut jika pergantian pemerintah harus melalui aturan yang berlaku.

BENTENGSUMBAR.COM
- Ramai isu soal seruan jatuhkan Prabowo oleh pengamat politik Saiful Mujani, membuat Presiden Prabowo Subianto angkat bicara.

Prabowo menyebut jika pergantian pemerintah harus melalui aturan yang berlaku.

Penggulingan presiden bukan melalui cara kekerasan.

Ia juga membandingkan dengan penggulingan presiden di masa lampau.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menanggapi soal isu penggulingan presiden di hadapan para jajaran Kabinet Merah Putih di Kompleks Istana, Rabu (8/4/2026).

Adapun, isu pemakzulan terhadap pemerintahan Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini mencuat kembali pada awal April 2026 setelah pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, menyebutkan jika presiden sudah tidak bisa dinasihati, satu-satunya cara adalah mencopotnya.

Dengan bahasa demikian, hal tersebut pun dianggap provokatif seperti people power. Pernyataan ini kemudian memicu reaksi keras dari elite partai pendukung serta para relawan dan buzzer pemerintahan Prabowo-Gibran.

Prabowo akhirnya buka suara dan menegaskan bahwa usulan pergantian pemerintahan itu sebenarnya tidak ada masalah, tetapi harus melalui mekanisme konstitusional.

Dalam sistem demokrasi, kata Prabowo, masyarakat memiliki hak untuk mengganti pemerintahan yang dinilai tidak baik, asalkan melalui jalur resmi.

"Kita telah memilih bernegara secara demokrasi. Demokrasi kedaulatan di tangan rakyat, tidak ada masalah kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik, ya gantilah pemerintah itu, ada mekanismenya," jelas Prabowo, Rabu.

"Dengan baik, dengan damai, bisa melalui pemilihan umum, tidak ada masalah. Bisa juga melalui impeachment (pemakzulan), tidak ada masalah. Tapi impeachment ya melalui saluran, ada salurannya, DPR, MK, MPR, dilakukan, tidak masalah," papar Prabowo.

Prabowo lantas menyinggung bahwa pergantian presiden ini juga pernah terjadi di masa lampau dan berlangsung dengan damai.

Seperti pergantian Presiden pertama Soekarno, Presiden kedua Soeharto, dan Presiden keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Dalam sejarah kita telah terjadi beberapa pergantian. Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai, melalui proses, tidak melalui kekerasan," ujarnya.

Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh pihak untuk tetap percaya pada sistem demokrasi yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa terdahulu.

"Jadi, Saudara-saudara percayalah kepada sistem yang telah dibangun oleh pendiri-pendiri. Percayalah pada kekuatan kita sendiri, percayalah kepada Indonesia," katanya. (*) 

Sumber: Tribun

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon    
Kamis, April 09, 2026

On Kamis, April 09, 2026

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) sepertinya merasa tersinggung berat sehingga memilih mendatangi Gedung Bareskrim Polri. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) sepertinya merasa tersinggung berat sehingga memilih mendatangi Gedung Bareskrim Polri untuk melaporkan dugaan penyebaran hoaks yang diduga dilakukan oleh Rismon Hasiholan Sianipar dan sejumlah akun YouTube.

Demikian pandangan Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal dalam keterangannya, dikutip Kamis 9 April 2026.

"JK juga merasa direndahkan. Apalagi Jokowi adalah orang yang didampinginya sebagai Wapres saat Jokowi sebagai Presiden periode pertama," kata Erizal.

Selain itu, menurut Erizal, Jusuf Kalla terlihat sangat kecewa dengan Rismon. 

Saat wartawan mengatakan bahwa itu buatan AI, Jusuf Kalla menjawab bahwa Rismon tidak pernah membantah isinya.

"JK merasakan Rismon tak memiliki niat baik dalam tuduhan terhadap dirinya itu," kata Erizal.

Laporan Jusuf Kalla telah diterima oleh Bareskrim Polri dengan nomor surat tanda terima STTL/135/V/2026/BARESKRIM.

Dalam laporan atas dugaan penyebaran berita bohong dan dugaan pencemaran nama baik ini, sosok terlapornya adalah Rismon Hasiholan Sianipar, pemilik akun Youtube @Studiomusikrockcianjur, dan pemilik akun Facebook atas nama 1922 Pusat Madiun. (*) 

Sumber: RMOL

Soal 'Jatuhkan Prabowo' Tak Perlu Dikhawatirkan, PAN Sebut Tidak Akan Berdampak Signifikan    
Kamis, April 09, 2026

On Kamis, April 09, 2026

Soal 'Jatuhkan Prabowo' Tak Perlu Dikhawatirkan, PAN Sebut Tidak Akan Berdampak Signifikan
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga, menilai pernyataan Pendiri SMRC, Saiful Mujani, soal 'Jatuhkan Prabowo' tidak perlu dikhawatirkan.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga, menilai pernyataan Pendiri SMRC, Saiful Mujani, soal 'Jatuhkan Prabowo' tidak perlu dikhawatirkan. Menurutnya, narasi seperti itu kerap muncul dalam setial rezim kepemimpinan.

"Dalam teori demokrasi hal itu akan menyebabkan terjadinya check and balances yang dinamis," kata Viva Yoga, kepada wartawan, Kamis, 9 April 2026.

PAN meyakini masyarakat merasa puas dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berdasarkan dengan hasil survei. PAN pun siap berjuang bersama Prabowo hingga akhir masa kepemimpinannya.

"PAN akan terus berjuang bersama-sama dengan Presiden Prabowo dalam menuntaskan janji-janji kemerdekaan," ujarnya.

Lebih lanjut, Viva Yoga mengatakan, pernyataan Saiful Mujani tidak akan berdampak signifikan terhadap peta politik nasional. Sebab, Saiful Mujani tidak memiliki basis pendukung.

"Celetukan atau pernyataan Syaiful Muzani tidak akan berdampak signifikan dalam mempengaruhi iklim politik nasional. Karena sebagai seorang intelektual, mas Syaiful Muzani tidak memiliki akar basis massa yang besar dan fanatik, sebagaimana Nur Cholish Madjid atau Gus Dur," ucap dia.

Dia pun menyinggung soal intelektual seharusnya menggunakan pengetahuannya untuk memberikan arah kepada masyarakat bukan menjatuhkan.

"Seorang intelektual harusnya orang yang menggunakan pengetahuan dan nalar kritis untuk memahami, mengkritik, dan memberi arah pada kehidupan masyarakat. Berpihak kepada kebenaran dan memiliki integritas dalam kehidupan nyata," tutur Viva Yoga. (*)

Relawan Prabowo bakal Laporkan Saiful Mujani cs buntut Seruan Jatuhkan Pemerintah    
Kamis, April 09, 2026

On Kamis, April 09, 2026

Relawan Prabowo bakal Laporkan Saiful Mujani cs buntut Seruan Jatuhkan Pemerintah
Ketua Presidium Kebangsaan 08 dan Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H Kurniawan bersama relawan lainnya..

BENTENGSUMBAR.COM
- Sejumlah simpul relawan Presiden Prabowo Subianto berencana melaporkan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani dan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi ke polisi. Keduanya akan dilaporkan buntut pernyataan "jatuhkan Prabowo" di sebuah acara.

Ketua Presidium Kebangsaan 08 dan Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H Kurniawan menjelaskan, pihaknya akan melayangkan laporan lantaran Saiful dan Islah berupaya mengajak, menghasut dan menyebarkan kebencian kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Karena mereka inilah mengajak banyak orang untuk turun ke jalan menggulingkan pemerintahan sah. Ya, jadi untuk sementara itu baru dua orang yang akan kita laporkan yaitu Saudara Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, ya," ujar Kurniawan di Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Baginya, sikap Saiful dan Islah merupakan tindakan yang tak elok dan tak patut terjadi di negara demokrasi. Dia menegaskan, Indonesia tak mengenal istilah kudeta atau makar.

"Saya yakin memang dari tokoh-tokoh ini ya orangnya itu-itu saja, yang tidak bisa move on, tidak bisa menerima kekalahan dari Pilpres 2024, ya," kata Kurniawan.

Dia menegaskan, Prabowo terpilih menjadi Presiden ke-8 secara sah dan melalui mekanisme sesuai konstitusi. Kurniawan menegaskan, para relawan tak akan berdiam diri dalam menyikapi tindakan Saiful dan Islah.

"Insya Allah hari Jumat besok saya bersama tim hukum kami akan mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk membuat laporan resmi terhadap percobaan menggulingkan kekuasaan seorang Prabowo Subianto, ya," kata Kurniawan.

Adapun sejumlah simpul relawan yang turut melaporkan Saiful dan Islah yakni Gerakan Cinta Prabowo, Garuda Asta Cita Nusantara, Rampas 08, Garuda Emas dan Garda 08. (*) 

Sumber: iNews.id

Isu Reshuffle Menguat, Golkar Pede Kadernya Tidak Bakal Dicopot Prabowo    
Kamis, April 09, 2026

On Kamis, April 09, 2026

Isu Reshuffle Menguat, Golkar Pede Kadernya Tidak Bakal Dicopot Prabowo
Sekjen DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji merespons isu reshuffle kabinet yang belakangan menguat. 

BENTENGSUMBAR.COM - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar merasa percaya diri bahwa kadernya yang berada di Kabinet Merah Putih tidak akan direshuffle oleh Presiden Prabowo Subianto.

Keyakinan itu disampaikan Sekjen DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji merespons isu reshuffle kabinet yang belakangan menguat. 

“Kami yakin mudah-mudahan enggak ada yang di-reshuffle dari Partai Golkar,“ kata Sarmuji kepada wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu malam, 8 April 2026.

Kendati begitu, Sarmuji menghormati hak prerogatif yang nantinya diputuskan oleh Presiden Prabowo jika dilakukan perombakan kabinet. Sebab menurutnya, Kepala Negara lebih tahu apa yang menjadi kebutuhan untuk menjalankan roda pemerintahan.

“Itu kita serahkan pada presiden saja,” tegas Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI ini.

Atas dasar itu, Sarmuji menegaskan bahwa Partai Golkar tidak menyiapkan kader pengganti jika nantinya terjadi perombakan kabinet. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya reshuffle Kabinet Merah Putih kepada Presiden Prabowo.

“Enggak ada, enggak ada. Itu urusan presiden saja, ya. Jadi kami tidak menyiapkan calon,” pungkasnya.

Isu perombakan kabinet kembali mencuat ke ruang publik setelah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan tanggapan singkat namun penuh teka-teki.

Saat ditanya mengenai kemungkinan reshuffle kabinet dalam waktu dekat, Seskab tidak secara tegas membantah kabar tersebut. 

Ia hanya meminta publik menunggu kepastian resmi, seraya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto yang akan menyampaikan langsung kepada masyarakat.

“Tunggu aja. Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” kata Teddy dalam keterangannya di Istana Merdeka, Selasa, 7 April 2026.

Sebelumnya, isu reshuffle sempat berembus kencang menjelang Idulfitri dan memicu spekulasi luas. 

Namun, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi memastikan bahwa Presiden Prabowo tidak memiliki rencana melakukan perombakan Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.

“Enggak ada reshuffle, enggak ada. Kita menjelang bulan suci Ramadan, menjelang Lebaran kan, sebagaimana yang tadi baru saja diumumkan (pemberian stimulus ekonomi),” kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, bulan lalu. (*) 

Sumber: RMOL

Saiful Mujani Buka Suara Usai Ramai Dikritik soal Jatuhkan Prabowo    
Kamis, April 09, 2026

On Kamis, April 09, 2026

Saiful Mujani Buka Suara Usai Ramai Dikritik soal Jatuhkan Prabowo
Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Mujani, menegaskan pernyataannya bukanlah bentuk makar, namun bagian dari sikap politik

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengamat politik Saiful Mujani buka suara usai pernyataannya yang menyerukan konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto viral. 

Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah itu menegaskan pernyataannya bukanlah bentuk makar, namun bagian dari sikap politik

Saiful menjelaskan pernyataan itu disampaikan di acara "Halal bihalal pengamat sebelum ditertibkan".

"Pertanyaannya apakah ucapan saya itu bisa disebut makar? Saya tegaskan itu bukan makar, tapi political engagement, yakni sikap politik atau sikap yang dinyatakan tentang isu politik di hadapan orang banyak. Politiknya dalam acara itu terutama berkaitan dengan kinerja Presiden Prabowo," kata Mujani dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4).

Ia menjelaskan sikap politik berada satu tingkat di bawah partisipasi politik atau tindakan politik. Partisipasi politik, kata dia, adalah inti dari demokrasi. Mujani mengatakan tidak ada demokrasi tanpa partisipasi politik.

"Partisipasi politik atau tindakan yang ditujukan untuk kepentingan umum bentuknya banyak. Misalnya ikut memilih dalam pemilu, ikut kampanye, ikut nyumbang partai atau calon, ikut aksi politik seperti demonstrasi, mogok, sabotase, dan lain-lain, yang dilakukan secara damai. Aksi menurunkan presiden secara damai adalah partisipasi politik. Itu demokrasi," ujarnya.

Ia menjelaskan sikap dan tindakan politik itu bagian dari hak setiap warga negara dan dijamin oleh konstitusi. Mujani mengatakan sikap yang dinyatakannya itu adalah wujud dari kebebasan berekspresi atau berpendapat.

"Apakah sikap politik itu makar? Kalau sikap politik dalam bentuk pernyataan verbal dan berkumpul yang dilindungi konstitusi dianggap makar berarti makar dijamin oleh UUD. Pastilah tidak, dan karena itu sikap politik bukanlah makar yang secara legal dilarang," ujarnya.

Ia juga menjelaskan alasan menyatakan sikap politik agar presiden Prabowo diturunkan. Mujani mengatakan di acara itu, dirinya berbicara di bagian akhir. Mujani membuat kesimpulan setelah sebelumnya sejumlah orang telah berbicara.

Menurutnya, semua pembicara memberi pandangan evaluatif terhadap kinerja Prabowo. Secara khusus, memberikan tekanan pada pernyataan Prabowo yang akan menertibkan pengamat atas dasar informasi dari intelijen.

Ia mengatakan Prabowo juga menuduh pengamat tak suka pemerintah berhasil, pengamat dibiayai asing, pengamat tidak patriotis.

"Tidak lama setelah pernyataan presiden itu terjadi penyiraman Andre Yunus dengan air keras. Kami menafsirkan kekerasan ini adalah terjemahan aparat negara di bawah atas pernyataan Prabowo bahwa pengamat akan ditertibkan atas dasar informasi dari intelijen," ujarnya.

Ia mengatakan kata-kata Prabowo yang akan menertibkan para pengamat itu punya makna yang sensitif baginya sebagai mahasiswa 80-an yang mengalami situasi represi itu.

"Kami menafsirkan yang terjadi pada Andre Yunus bisa terjadi pada kami para pengamat. Karena itu tema halal bihalal adalah 'para pengamat sebelum ditertibkan'," ujarnya.

Selain itu, ia menilai pernyataan Prabowo itu merupakan bagian dari banyak pernyataan-pernyataan Prabowo lainnya yang dinilai tidak presidensial.

Menurutnya, seorang presiden yang presidensial adalah presiden yang inklusif, menerima keragaman aspirasi dan kepentingan dalam sebuah republik, bersikap dan bertindak beyond partisan politics.

Ia mengatakan Prabowo tidak presidensial sudah terlihat dari awal dilantik ketika menekankan demokrasi Indonesia harus khas Indonesia. Menurutnya, pernyataan itu mengingatkan klaim orde baru dengan istilah demokrasi Pancasila.

"Prabowo sejak awal sudah mengancam eksistensi demokrasi Indonesia yang diatur dalam UUD. Saya khawatir Prabowo akan merubah UUD hasil amandemen dan dikembalikan ke UUD 1945 lama. Dia tidak presidensial dalam memahami basis negara kita yang sah sekarang ini," katanya.

Setelah itu, ia mengatakan keputusan Prabowo banyak yang mencerminkan tidak kompeten. Di antaranya dalam menyusun anggota kabinet. Janji akan membuat pertumbuhan ekonomi 8 persen dinilai tidak terlihat langkah-langkah ke arah sana.

Lalu, kebijakan-kebijakan yang lebih dinilai menekankan spending populis seperti MBG, koperasi merah putih, perluasan wilayah teritorial TNI.

"Melibatkan banyak TNI di wilayah sipil, tidak terlihat hubungannya dengan tingkat pertumbuhan itu. Prabowo hanya ngomong dan tidak mengerti apa yang diomongkannya. Dia tidak kompeten," katanya.

Ia mengatakan Prabowo memang Presiden yang dihasilkan dari pemilu, namun baginya itu adalah otokrasi lewat mekanisme pemilu yang tidak demokratis (electoral autocracy). Bagi Mujani, Prabowo secara umum tidak berwibawa dan tidak kompeten, sehingga mengajak menurunkannya.

"Bagaimana cara menurunkannya? Lewat pemilihan umum pada 2029. Saya khawatir 3,5 tahun ke depan Indonesia makin buruk dan pecah. Harus disegerakan," katanya.

Selain itu bisa lewat pemakzulan yang dimulai oleh DPR. Tapi, menurutnya hal itu hampir tidak mungkin karena DPR yang semuanya di bawah kendali Prabowo.

Maka, kata dia, jalan alternatif adalah lewat people power. Tekanan massa seperti 1966, 1998. Massa menekan dan Prabowo mundur seperti dilakukan Suharto 20 Mei 1998.

"Gerakan ini setidaknya untuk mendelegitimasi Prabowo yang tidak presidensial itu, dan memperkuat oposisi massa, dan setidaknya akan lebih siap memasuki 2029 kalau rakyat bisa cukup sabar menunggu sampai 2029," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan belum mengetahui pernyataan Saiful Mujani itu.

"Saya masih banyak sekali kerjaan, saya belum lihat beliau bicara apa," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4).

Selain dirinya, ia menyebut Presiden RI Prabowo Subianto juga sibuk dengan urusan yang lebih penting. Ia mengatakan Prabowo berfokus pada hal-hal yang lebih strategis

"Apalagi bapak presiden, bapak presiden ngurusin hal besar, lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis," ucap dia.

Selain Teddy, jajaran kabinet Prabowo seperti Fahri Hamzah hingga eks Kepala PCO Hasan Nasbi juga ikut merespons pernyataan Saiful Mujani. Kedua mengecam pernyataan Saiful Mujani dan meminta agar tidak membuat gerakan inkonstitusional.

Ketua Umum Asosiasi Presisi Mohammad Anas RA bahkan mengecam Saiful Mujani yang dinilai menebar narasi makar terhadap presiden Prabowo. Anas mengatakan sebagai seorang yang bergelar profesor, Saiful Mujani seharusnya menyampaikan data bukan pakai perasaan soal aturan main menjatuhkan presiden.

"Bahkan dalam pernyataannya sangat tendensius menyerang pribadi Prabowo," kata Anas lewat keterangan tertulis, Selasa (7/4).

Anas kemudian menilai Pernyataan Saiful Mujani ini sangat berbahaya terhadap stabilitas politik di tengah upaya pemerintah membangun persatuan nasional. Lebih lanjut Anas menilai kritik terhadap pemerintah dan memberi solusi merupakan hal yang sah, asal tidak mengkritik untuk menghasut. (*)