HEADLINE
Proyek Irigasi Molor, Puluhan Petani di Kolok Mudik Sawahlunto Gagal Tanam    
Rabu, April 15, 2026

On Rabu, April 15, 2026

Proyek Irigasi Molor, Puluhan Petani di Kolok Mudik Sawahlunto Gagal Tanam
Keterlambatan penyelesaian proyek irigasi berdampak langsung pada aktivitas pertanian di Desa Kolok Mudik, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

BENTENGSUMBAR.COM
- Keterlambatan penyelesaian proyek irigasi berdampak langsung pada aktivitas pertanian di Desa Kolok Mudik, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Puluhan petani dari tiga kelompok tani dilaporkan tidak dapat memulai musim tanam karena aliran air ke sawah terhenti akibat pekerjaan yang belum rampung, meski berdasarkan kontrak seharusnya selesai pada 31 Maret 2026.

Dalam pertemuan dengan awak media pada 15 April 2026, Kepala Desa Kolok Mudik, Jufrinaldi, bersama staf perencana pemerintah desa serta perwakilan kelompok tani mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah menyebabkan satu musim tanam terlewati.

Ketua Kelompok Tani Buah Palo Padang Sarai, Alfi Sahri Dt Rangkayo Tangah, menyebut saluran irigasi atau “tali banda” yang menjadi sumber utama pengairan sawah tidak dapat digunakan.

“Sudah satu musim tanam terlewat, dan saat ini seharusnya kami sudah masuk masa tanam kembali, namun terkendala karena irigasi tidak bisa difungsikan,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Ketua Kelompok Tani Ujuang Tanjung Ngalau, Yuri Irianto, yang menyoroti tidak konsistennya aktivitas pengerjaan di lapangan. Ia juga menyebut minimnya kehadiran pihak pelaksana proyek menyulitkan komunikasi dengan petani.

“Di lapangan kadang ada pekerjaan, kadang tidak. Dari pihak kontraktor maupun subkontraktor juga jarang berada di lokasi, sehingga kami kesulitan berkoordinasi. Padahal kami sangat berharap pengerjaan proyek tersebut selesai tanggal 31 Maret agar dapat segera kembali bertanam,” katanya.

Keterlambatan proyek ini tidak hanya menghambat produksi pertanian, tetapi juga berpotensi memicu persoalan baru terkait distribusi pupuk subsidi melalui sistem e-RDKK.

Kepala Desa Kolok Mudik, Jufrinaldi, menjelaskan bahwa petani berisiko tidak dapat menebus pupuk sesuai kuota yang telah ditetapkan dalam rencana kebutuhan kelompok.

“Jika pupuk tidak ditebus pada tahun berjalan, konsekuensinya petani bisa dihapus dari sistem e-RDKK tahun berikutnya atau mengalami pengurangan alokasi pupuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa berencana melaporkan kondisi tersebut kepada pihak kecamatan guna menghindari sanksi administratif terhadap petani.

Desakan kejelasan dari kontraktor

Tiga kelompok tani terdampak—Ujuang Tanjung Ngalau (22 petani), Buah Palo Padang Sarai (48 petani), dan Subangko (32 petani)—dengan total lebih dari 100 petani kini menunggu kepastian penyelesaian proyek.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati rencana untuk mengundang pihak kontraktor guna meminta penjelasan langsung terkait progres pekerjaan serta estimasi waktu penyelesaian.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama kewenangan daerah di Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Lokasi Provinsi Sumatera Barat (14 Kabupaten / Kota). Total nilai kontrak sebesar Rp76,13 miliar dengan masa pelaksanaan sejak 6 November 2025 hingga 31 Maret 2026, dan dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero). (*) 

Pewarta: Marjafri

“Jual Beli Sepi, Fasilitas Tak Memadai, Pedagang Pasar Silo Sawahlunto Bertekad Kembali ke Lokasi Lama”    
Rabu, April 15, 2026

On Rabu, April 15, 2026

“Jual Beli Sepi, Fasilitas Tak Memadai, Pedagang Pasar Silo Sawahlunto Bertekad Kembali ke Lokasi Lama”
Para pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pasar Silo, Sawahlunto, kian menghadapi tekanan ekonomi setelah delapan bulan direlokasi ke lokasi baru. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Para pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pasar Silo, Sawahlunto, kian menghadapi tekanan ekonomi setelah delapan bulan direlokasi ke lokasi baru. 

Dalam kondisi jual beli yang terus menurun dan fasilitas yang dinilai belum memadai, mereka menyatakan tekad untuk kembali berdagang di lokasi lama, termasuk di sekitar kawasan Lapangan Segitiga.

Kondisi tersebut terungkap dari perbincangan awak media dengan sejumlah pedagang di lokasi relokasi. Harapan akan peningkatan usaha pascarelokasi justru berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Aktivitas jual beli disebut merosot tajam, jauh di bawah kondisi saat mereka masih berjualan di lokasi sebelumnya.

“Jangankan berkembang, untuk bertahan saja sulit. Tabungan yang dulu kami kumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil berdagang sudah habis. Untuk kebutuhan dapur dan biaya sekolah anak, kami terpaksa berutang,” ujar salah seorang pedagang.

Keluhan serupa disampaikan Ane (35). Ia mengungkapkan omzet usahanya menurun drastis sejak direlokasi, seiring sepinya pembeli yang membuat perputaran ekonomi nyaris terhenti.

Selain penurunan transaksi, para pedagang juga menyoroti kondisi fasilitas di lokasi baru. Lantai yang masih berupa tanah menyebabkan genangan saat hujan. Penerangan yang terbatas membuat sebagian area gelap pada malam hari. Fasilitas dasar seperti tempat ibadah pun belum tersedia secara memadai bagi pedagang maupun pengunjung.

Para pedagang menyebut, sejumlah janji penataan fasilitas agar lokasi relokasi menjadi lebih layak hingga kini belum terealisasi. Kondisi tersebut dinilai semakin mempersempit ruang mereka untuk bertahan secara ekonomi.

“Sudah delapan bulan seperti ini. Kami tidak bisa terus begini,” kata seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Dalam situasi tersebut, para pedagang menegaskan akan kembali berdagang di kawasan lama, khususnya di pinggir trotoar jalan di sekitar Lapangan Segitiga. Langkah itu, menurut mereka, bukan bentuk penolakan terhadap penataan, melainkan upaya mempertahankan keberlangsungan hidup.

“Kami tidak mengusik taman. Kami hanya berdagang di pinggir trotoar,” ujar seorang pedagang, merujuk pada area yang saat ini juga sudah dibongkar sekaitan proyek Pekerjaan Revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaam Ombilin Sawahlunto.

Situasi ini mencerminkan dilema yang dihadapi para pelaku UMKM: antara mengikuti kebijakan relokasi atau menjaga keberlangsungan nafkah keluarga. Di tengah keterbatasan fasilitas, belum terealisasinya penataan, serta menurunnya daya beli, para pedagang kini menunggu tidak hanya langkah konkret dari pemerintah daerah, tetapi juga kepedulian dari PT Bukit Asam (PTBA), mengingat kawasan relokasi berada di bawah kuasa penggunaan lahan perusahaan tersebut dalam skema pinjam pakai dengan Pemerintah Kota Sawahlunto.

Para pedagang menegaskan, mereka tidak terlibat dalam kepentingan apa pun dan tidak memahami kesepakatan antara PTBA dan pemerintah daerah terkait izin pinjam pakai lahan. Bagi mereka, yang dibutuhkan adalah ruang hidup, tempat untuk mencari nafkah, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan membiayai pendidikan anak-anak mereka.

“Kalau pinjam pakai lahan belum bisa, kami mohon kiranya pimpinan PTBA berkenan membantu melalui CSR untuk menata tempat ini agar lebih layak, sehingga kami tetap bisa berdagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” harap Dewi, Bendahara Asosiasi Pedagang Silo Sawahlunto (Apesisto) yang menaungi puluhan pedagang di lokasi tersebut. (*)

Pewarta: Marjafri

Wakil Ketua DPRD Padang, Mastilizal Aye Minta Kadis PUPR dan Perkim Carikan Solusi Untuk Perumahan Banda Gadang Permai    
Rabu, April 15, 2026

On Rabu, April 15, 2026

Wakil Ketua DPRD Padang, Mastilizal Aye Minta Kadis PUPR dan Perkim Carikan Solusi Untuk Perumahan Banda Gadang Permai
Derita warga sangat dirasakan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Bhatinnya teriris, melihat nasib warga. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Malang tak kunjung hilang dari Perumahan Banda Gadang Permai. Belum habis derita bencana banjir bandang, kini banjir kembali mengenang. Tak butuh waktu lama, turun hujan dalam waktu setengah jam, air sudah bertamu ke rumah warga setempat. 

Derita warga sangat dirasakan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Bhatinnya teriris, melihat nasib warga. 

Kenapa tidak! Setengah jam hujan membasahi bumi, air sudah tergenang dan membanjiri rumah warga.

"Baru setengah jam hujan, air sudah masuk ke rumah warga," katanya. Rabu (15/4/2026).

"Apa dialami warga, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Kenapa tidak!  Dari 60 KK  yang ada di Perumahan Banda Gadang Permai, hanya 2 KK yang dapat bantuan. Perihnya lagi, hingga hari ini pasca banjir badang, drainase di perumahan ini belum pulih. Bahkan, nyaris buntu tanpa solusi," ujarnya. 

"Saya berharap Kadis Perkim dan PUPR untuk segera meninjau lokasi. Selanjutnya,  carikan solusinya, agar warga tidak menjerit setiap hari hujan," tegasnya. 

Sosok peduli warga itu, juga mengatakan, ia 
sudah ke lokasi.  Ia berharap perlu tindakan nyata dari dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan ini. 

"Warga sudah lelah dan menyerah. Perlu dorongan dan tindakan segera dari Pemko Padang," ungkap Mastilizal Aye, seraya mengatakan, ia sampai ke pinggir sungai melihat lokasi, kemana hilir drainase.(*)

Gubernur Mahyeldi Hadiri Dialog Menko Polkam, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Jaga Stabilitas Nasional    
Rabu, April 15, 2026

On Rabu, April 15, 2026

Gubernur Mahyeldi Hadiri Dialog Menko Polkam, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Jaga Stabilitas Nasional
Silaturahmi dan Dialog Bidang Politik dan Keamanan yang diselenggarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago. 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri undangan Silaturahmi dan Dialog Bidang Politik dan Keamanan yang diselenggarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago dengan para Gubernur se Indonesia dan pimpinan lembaga tinggi negara di Gedung Utama Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan singkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi dinamika politik serta menjaga stabilitas keamanan nasional dewasa ini.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan untuk membicarakan strategi nasional dalam menyikapi isu global, termasuk harmonisasi hubungan pusat dan daerah, serta penguatan peran gubernur dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Merespon hal tersebut, Gubernur Mahyeldi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar untuk terus mendukung kebijakan nasional, terutama dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Kegiatan ini penting untuk memastikan kesamaan persepsi dan langkah antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga stabilitas tetap terjaga dan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Pemprov Sumbar siap mendukung segala upaya ke arah itu,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi menilai, tanpa kondisi yang aman dan kondusif, berbagai program pembangunan akan sulit berjalan optimal. Ia juga berharap melalui forum ini dapat terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Mahyeldi turut didampingi oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto; Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumbar, Ari Aschari. (adpsb/busan)

Hadir di Forum Supermentor-28 on Leadership, Gubernur Mahyeldi Mengaku Mendapat Banyak Pembelajaran    
Rabu, April 15, 2026

On Rabu, April 15, 2026

Hadir di Forum Supermentor-28 on Leadership, Gubernur Mahyeldi Mengaku Mendapat Banyak Pembelajaran
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri forum prestisius Supermentor-28 on Leadership. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri forum prestisius Supermentor-28 on Leadership yang berlangsung di The St. Regis Auditorium, Jakarta, Selasa malam (14/4/2025).

Melalui forum tersebut, Mahyeldi mengaku, mendapat banyak referensi baru tentang teori kepemimpinan yang relevan dengan tantangan zaman saat ini. "Materi ulasannya sangat bagus dan sarat akan pembelajaran. Kita dapat berbagi pengalaman dengan banyak tokoh nasional dan internasional tentang kepemimpinan di tengah ketidakpastian global," ungkap Gubernur Mahyeldi.

Pengalaman para tokoh dunia yang dibedah dalam forum tersebut menjadi pengingat krusial bagi para peserta yang hadir. Salah satunya adalah tentang kepemimpinan visioner yang mesti berani mengambil keputusan disaat genting. “Sejarah membuktikan, pemimpin besar tidak lahir dari situasi yang mudah. Mereka dibentuk oleh keberanian moral dan keteguhan karakter saat menghadapi ujian zaman," ujarnya.

Menurut Mahyeldi, sedikitnya ada tiga narasi besar dari pengalaman para tokoh dunia yang diangkat dalam forum Supermentor-28, yang patut dijadikan pembelajaran bagi para pemimpin masa depan. Ketiga narasi tersebut, merupakan pengalaman langsung dari 3 tokoh dunia, yakni Nelson Mandela (Mantan Presiden Afrika Selatan), Lee Kuan Yew (Mantan Perdana Menteri Singapura), dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Nelson Mandela: melalui perspektif mantan asistennya, Ebrahim Rasool, mengenai kekuatan rekonsiliasi untuk mempersatukan bangsa yang terpecah. Lee Kuan Yew: melalui ulasan Prof. Chan Heng Chee mengenai disiplin visi yang mengubah sebuah negara kecil menjadi kekuatan ekonomi dunia (nation-building).

Kemudian selanjutnya, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono: Tentang seni mengelola stabilitas dan pengambilan keputusan strategis di masa transisi dan krisis nasional. Ketiga narasi pemaparan tersebut sangat inspiratif. “Dari mereka kita bisa belajar bahwa di tengah situasi yang dinamis, diperlukan sosok pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral,"tukuk Mahyeldi.

Selain tokoh internasional, juga tampak hadir sejumlah tokoh nasional diantaranya Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono; Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Eddy Soeparno; Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya; Wamen Agraria dan Tata Ruang RI, Ossy Darmawan; Wamen Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI, Stella Cristie; Wamen Transmigrasi RI, Iftitaf Sulaiman Suryanagara.

Selain itu juga hadir Dr. Dino Patti Djalal; Sandiaga Salahudin Uno; Ilham Habibie; Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah; serta sejumlah mantan Dubes RI untuk negara sahabat dan perwakilan dari berbagai negara. (adpsb/busan)

Bupati Jon Firman Pandu Buka Rakor Labelisasi Bansos, Pastikan Data Akurat dan Transparan    
Rabu, April 15, 2026

On Rabu, April 15, 2026

Bupati Jon Firman Pandu Buka Rakor Labelisasi Bansos, Pastikan Data Akurat dan Transparan
Pemerintah Kabupaten Solok terus bergerak memastikan penyaluran bantuan sosial (Bansos) berjalan tepat sasaran. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kabupaten Solok terus bergerak memastikan penyaluran bantuan sosial (Bansos) berjalan tepat sasaran. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Labelisasi Rumah Penerima Bansos Tahun 2026 yang bertema “Menuju Bansos yang Tepat Sasaran, Akurat dan Transparan”, bertempat di Gedung C Sekretariat Daerah, Rabu (15/04/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., dan dihadiri oleh Ketua TP-PKK Ny. Nia Jon Firman Pandu, Kepala BPS, jajaran Forkopimda, Kepala OPD, Camat, serta Wali Nagari se-Kabupaten Solok.

Target 14.518 Rumah Dilabeli

Dalam laporannya, Kepala Dinas Sosial, Ir. Desmalia Ramadhanur, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dari tingkat kabupaten hingga nagari dalam pelaksanaan labelisasi rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Labelisasi ini penting tidak hanya untuk administrasi, tetapi juga memudahkan proses monitoring dan evaluasi agar program berjalan efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jon Firman Pandu dalam sambutannya menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam percepatan pengentasan kemiskinan. Ia mengungkapkan, total terdapat 14.518 rumah KPM Program Keluarga Harapan (PKH) yang akan dilakukan labelisasi.

“Kegiatan ini adalah wujud sinergi pusat dan daerah. Label ini bukan sekadar tanda, tetapi menjadi sarana kontrol sosial bagi masyarakat untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang benar, serta mencegah potensi penyimpangan,” tegas Bupati.

Selain itu, label tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi keluarga penerima manfaat agar terus berupaya bangkit dan keluar dari garis kemiskinan.

Perkuat Data demi Kesejahteraan

Acara ini juga menjadi momentum pemutakhiran data kemiskinan yang akan dipaparkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kehadiran seluruh elemen menunjukkan komitmen bersama bahwa penanganan masalah sosial dan kemiskinan adalah tanggung jawab kolektif.

Bupati mengajak seluruh jajaran untuk bekerja sama dengan penuh tanggung jawab.

“Mari kita kolaborasi dan perkuat komitmen demi kelancaran program ini. Semoga setiap upaya yang kita lakukan mendapat ridho Allah SWT dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi yang dipimpin langsung oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Drs. Zaitul Ikhlas, AP, M.Si. (BO)