HEADLINE
Wawako Maigus Nasir Menyerahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor dari Kemensos RI    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Wawako Maigus Nasir Menyerahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor dari Kemensos RI
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyerahkan santunan kepada ahli waris korban bencana. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyerahkan santunan kepada ahli waris korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (25/2/2026).

Santunan ini diberikan kepada ahli waris dari 11 jiwa korban bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu di Kota Padang, dengan total bantuan sebesar Rp 165 juta. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp 15 juta.

Mengawali sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya 11 warga Kota Padang dalam musibah tersebut. Ia mendoakan agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan.

“Mudah-mudahan ada hikmah di balik musibah ini, karena musibah ini di luar kemampuan kita. Pemerintah Kota Padang juga telah melaksanakan shalat gaib untuk para korban saat pergantian tahun lalu,” ungkapnya.

Maigus Nasir menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran negara melalui Kemensos RI dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat terdampak bencana di Kota Padang.

“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang kemarin sudah bertemu Menteri Sosial, dan Alhamdulillah hari ini bantuan dari Kemensos RI sudah diberikan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Terima kasih kepada jajaran Kemensos RI,” ujar Maigus Nasir.

Penyerahan bantuan ini turut dihadiri perwakilan Kemensos RI, Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya, Kepala Disdukcapil Kota Padang Teddy Antonius, Camat Pauh Titin Masfetrin, Camat Koto Tangah Fizlan Setiawan, serta keluarga ahli waris. (*)

Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Perekonomian Nasional    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Perekonomian Nasional
Komitmen menjadikan ekonomi syariah sebagai arus utama pembangunan nasional ditegaskan dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Komitmen menjadikan ekonomi syariah sebagai arus utama pembangunan nasional ditegaskan dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah bertema “Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru” yang diselenggarakan di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan pada Selasa (24/2/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh CSED INDEF bekerja sama dengan Universitas Paramadina, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Tazkia, Universitas Darussalam Gontor, dan Universitas Trisakti. Dengan mempertemukan 99 ekonom syariah dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga, bersama pimpinan kementerian/lembaga, regulator, pengelola dana umat, serta pelaku industri halal dan keuangan syariah. 

Dalam keynote speech, Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Ketua Penasihat CSED INDEF, Ma'ruf Amin, menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar alternatif sistem ekonomi, melainkan sistem nilai yang mampu menjawab ketimpangan global dan krisis moral ekonomi modern. “Dunia hari ini sudah seharusnya memiliki ekonomi yang berkualitas agar tidak terjadi ketimpangan. Ekonomi syariah hadir bukan hanya untuk menciptakan pertumbuhan atau profit, tetapi juga menghadirkan keberkahan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi syariah berpijak pada maqashid syariah yang bertujuan menjaga agama, keturunan, dan harta. Dalam praktik ekonomi, prinsip ini diwujudkan melalui distribusi kekayaan yang adil, perlindungan terhadap hak milik, serta pencegahan eksploitasi. “Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa kebutuhan syariah adalah menjaga agama, keturunan, dan harta. Karena itu, ekonomi syariah hadir untuk memastikan keadilan distribusi dan akses yang merata.”

Menurutnya, tantangan terbesar ekonomi syariah bukan pada regulasi semata, tetapi pada kesadaran kolektif. “Ia sudah hadir dalam regulasi, tetapi belum sepenuhnya hadir dalam kesadaran. Tanpa kesadaran, kontribusi ekonomi syariah akan tetap terbatas. Jangan sampai yang lahir hanya ekonomi yang berseragam syariah. Kalau hanya simbol, tanpa ruh, maka yang terjadi hanyalah formalitas,” tegasnya.

Dalam konteks nasional, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. “Indonesia punya populasi Muslim terbesar, kekuatan filantropi Islam melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta sektor industri halal yang terus meningkat. Tinggal bagaimana kita mengonsolidasikan variabel syariah ini menjadi sejarah.”

Ekonomi Syariah & Industri Halal

Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menyoroti pentingnya koperasi dalam memperkuat sektor riil dan ekonomi desa. “Koperasi adalah lembaga yang tumbuh bersama masyarakat. Namun, ekonomi kerakyatan kita pernah bergeser menjadi lebih individualistik. Semangat koperasi harus kita kembalikan” tuturnya.

Ia menekankan bahwa koperasi bukan hanya lembaga simpan pinjam, melainkan instrumen produksi dan distribusi. “Koperasi desa harus menjadi pusat distribusi produk masyarakat. Ini sektor riil yang konkret” tambah Ferry.

Dengan terbentuknya 83.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pemerintah berupaya memperkuat akses permodalan, distribusi, dan pemasaran bagi UMKM desa. “Di sinilah peran koperasi pembiayaan syariah dan BMT sebagai solusi untuk melindungi masyarakat dari praktik ilegal.”

Ferry mencontohkan koperasi pesantren seperti Al-Ittifaq, Sunan Drajat, dan Nurul Jadid yang berhasil menggerakkan ekonomi daerah hingga memiliki aset triliunan rupiah. “Koperasi pesantren bisa mentrigger perputaran ekonomi di daerah. Ini bukti ekonomi syariah berbasis komunitas bisa berhasil dan berkelanjutan,” tuturnya.

Selanjutnya, Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Anggito Abimanyu, menekankan bahwa transformasi ekonomi syariah harus dibangun secara bertahap dan kompetitif. “Mensyariahkan ekonomi itu harus sustain dan berlanjut. Infrastruktur tidak mungkin tumbuh tanpa kesabaran,” tegas Anggito.

Ia menjelaskan bahwa prinsip ekonomi syariah meliputi larangan riba, tidak spekulatif, dan adanya underlying transaction yang jelas. “Ekonomi syariah dijalankan karena alasan religiusitas: halal, tidak riba, tidak spekulatif. Namun ke depan, kualitas layanan menjadi faktor penting,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat kini mulai memilih bank syariah karena pelayanan yang baik. “Kalau pelayanan baik dan kompetitif, maka insentif bisa diberikan. Kita harus lebih progresif memasarkan produk syariah,” tambahnya. 

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menegaskan bahwa industri halal merupakan pilar pertumbuhan ekonomi baru. “Industri halal adalah wujud pertumbuhan ekonomi. Kita tidak ingin berhenti di industri makanan saja, tetapi merambah sektor lain,” tutur Emmy.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah membangun kawasan industri halal di beberapa daerah dengan infrastruktur terintegrasi dan regulasi pendukung. “Ekosistem industri halal mencakup regulasi, sertifikasi, bahan baku, hingga fasilitas produksi dan semua harus terhubung. Industri halal tidak perlu takut pasar. Penduduk kita besar, pasar domestik kuat, dan kita punya potensi ekspor,” tambahnya.

Dana Sosial Umat dan Ekosistem Haji-Umrah

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya profesionalisme pengelolaan dana sosial umat. “Zakat, wakaf, sedekah, fidyah, dan aqiqah adalah potensi besar. Jika dikelola secara profesional, ini bisa menjadi sumber penguatan ekonomi umat,” tuturnya.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa ekonomi haji harus memberi dampak luas bagi bangsa. “Selama ini kita bangga dengan klaim haji mabrur, tetapi belum maksimal memikirkan dampak ekonominya. Harus ada nilai tambah yang kembali ke masyarakat Indonesia,” papar Irfan. 

Irfan menyebut bahwa produk Indonesia telah masuk ke rantai pasok di Arab Saudi, termasuk makanan siap saji dan produk kerajinan.

Kepala BPKH, Fadlul Imansyah, menjelaskan bahwa dana kelolaan haji sekitar Rp180 triliun terus dioptimalkan melalui strategi investasi produktif. “Kami mencari cara agar pengelolaan keuangan haji lebih optimal, transparan, dan memberikan manfaat besar bagi umat,” ungkap Fadlul. (*)

Wawako Maigus Nasir: Ada Tiga Kunci Sukses yang Perlu Ditanamkan Sejak Dini    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Wawako Maigus Nasir: Ada Tiga Kunci Sukses yang Perlu Ditanamkan Sejak Dini
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memimpin kunjungan Safari Subuh Ramadan Tim II Pemerintah Kota (Pemko) Padang. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memimpin kunjungan Safari Subuh Ramadan Tim II Pemerintah Kota (Pemko) Padang ke Musala Jamiatul Ikhwan, Jalan Jati Rumah Gadang, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Selasa (24/2/2026).

Maigus Nasir bersama rombongan menyapa jemaah sekaligus menyerahkan bantuan hibah dari Pemko Padang sebesar Rp25 juta untuk mendukung kegiatan dan pengembangan Musala Jamiatul Ikhwan.

Dalam sambutan dan arahannya, Maigus menekankan pentingnya pembinaan karakter generasi muda selama pelaksanaan Pesantren Ramadan. Ia berharap para siswa mampu mempraktikkan nilai-nilai yang diperoleh di sekolah maupun selama kegiatan keagamaan di masjid dan musala.

"Ada tiga kunci sukses yang perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, yakni kejujuran, disiplin, dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Jika tiga hal ini dimiliki, insyaallah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” pesannya.

Wakil Wali Kota Padang itu mengungkapkan bahwa Program Smart Surau, salah satu dari sembilan Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang mendapat respons positif dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI karena sejalan dengan gerakan penguatan karakter melalui tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

Program Smart Surau sendiri, terangnya, memiliki sejumlah aktivasi, diantaranya Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, fasilitasi Rumah Tahfiz, penyediaan ruang pembelajaran digital masjid dan WiFi gratis, hingga revisi kurikulum MDTA dan MDTW.

“Melalui Program Smart Surau, kami berharap lahir generasi muda yang beriman, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Kami juga mengajak masyarakat serta jemaah bersama-sama menyukseskan program ini,” ujar Maigus Nasir, yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Padang. (*)

PT Bukit Asam Salurkan 550 Paket Sembako di Sawahlunto, Wawako Apresiasi Sinergi Sosial Perusahaan    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

PT Bukit Asam Salurkan 550 Paket Sembako di Sawahlunto, Wawako Apresiasi Sinergi Sosial Perusahaan
GM PTBA UPO Yulfaizon saat menyerahkan bantuan paket sembako pada masyarakat kota Sawahlunto. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, mendampingi General Manager PT Bukit Asam (PTBA) Pertambangan Ombilin, Yulfaizon, dalam penyaluran simbolis bantuan paket sembako kepada masyarakat di Kantor Camat Barangin.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 PT Bukit Asam. Di Kota Sawahlunto, PTBA menyalurkan sebanyak 550 paket sembako yang didistribusikan kepada masyarakat berdasarkan data dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sawahlunto.

Setiap paket bantuan berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kilogram, telur 15 butir, dan sirup Marjan 1 botol. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

General Manager PTBA Ombilin, Yulfaizon, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus komitmen perusahaan untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat sekitar wilayah operasional. Ia menegaskan bahwa proses pendataan penerima bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan BAZNAS Kota Sawahlunto guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi PT Bukit Asam yang secara konsisten mendukung kebutuhan sosial masyarakat Sawahlunto. Menurutnya, bantuan pangan tersebut sangat membantu meringankan beban warga, terutama pada momen Ramadan dan menjelang Idul Fitri ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

Jeffry menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan badan usaha milik negara seperti PTBA memiliki peran strategis dalam memperkuat jaring pengaman sosial masyarakat. Kehadiran perusahaan yang tumbuh dan berkembang dari Kota Sawahlunto itu dinilai telah memberikan dampak nyata melalui berbagai program sosial dan pembangunan.

Pemerintah Kota Sawahlunto, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi yang terarah dan tepat sasaran, sehingga setiap program bantuan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial di Kota Sawahlunto. (*) 

Pewarta: Marjafri

Kota Sawahlunto Raih Penghargaan Adipura 2026    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Kota Sawahlunto Raih Penghargaan Adipura 2026
Walikota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Penghargaan Adipura 2026.

BENTENGSUMBAR.COM
– Kota Sawahlunto kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Adipura Tahun 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, yang didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Lingkungan Hidup (DPKPPLH) Kota Sawahlunto, Maizir, ST, serta Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kebersihan, Andri Maha Putra, ST.

Penghargaan Adipura tahun ini dinilai semakin istimewa karena standar penilaian yang lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, hanya 35 daerah yang berhasil memenuhi kriteria penilaian. 

Di tingkat Provinsi Sumatera Barat, Sawahlunto menjadi satu dari dua daerah yang meraih penghargaan tersebut, bersama Kota Padang.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang dan konsistensi Pemerintah Kota Sawahlunto dalam memenuhi berbagai indikator yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup. 

Indikator tersebut mencakup pengelolaan sampah dan kebersihan ruang publik, efektivitas sistem pengangkutan dan pembersihan area umum, pengendalian pencemaran, serta inovasi dan terobosan dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.

Dari aspek sumber daya manusia, penilaian juga mempertimbangkan ketersediaan tenaga penyuluh dan pengolah sampah yang kompeten, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah berbasis swadaya, serta edukasi yang masif kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat luas.

Proses penilaian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 17 September 2025, sementara tahap kedua dimulai pada 25 November 2025. 

Kedua tahapan tersebut dilakukan langsung oleh tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup, didampingi oleh tim dari DPKPPLH Kota Sawahlunto.

Berdasarkan data Tahun Anggaran 2025 yang dirilis tim penilai, dukungan pemerintah daerah terlihat dari aspek anggaran dan regulasi. 

Alokasi anggaran untuk pengelolaan lingkungan tercatat sebesar Rp1,22 miliar dari APBD, ditambah Rp40 juta dari sumber non-APBD. 

Dari sisi regulasi, kerangka kebijakan telah mencakup RPJMD, Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah, Peraturan Wali Kota, hingga Surat Edaran terkait.

Dalam penilaian aspek kebijakan, Kota Sawahlunto memperoleh skor 4,33 dari maksimal 6,00. 

Sementara untuk cakupan layanan di empat kecamatan, kota ini meraih nilai 23,12 dari maksimal 28,50.

Meski berhasil meraih penghargaan, Kementerian Lingkungan Hidup tetap memberikan sejumlah catatan strategis sebagai rencana aksi dan rekomendasi ke depan.

Beberapa di antaranya adalah peningkatan alokasi anggaran khusus pengelolaan sampah, penguatan tata kelola melalui penguatan kelembagaan seperti UPTD dan BUMD serta pelibatan swasta secara lebih aktif, pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui evaluasi kebutuhan penyuluh dan tenaga pengolah sampah terlatih, serta penyediaan infrastruktur modern berupa pusat pengolahan sampah organik dan sistem pengelolaan komunal berbasis prinsip ekonomi sirkular.

Penghargaan Adipura 2026 ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh elemen masyarakat Sawahlunto untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, demi mewujudkan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa mendatang. (*) 

Pewarta: Marjafri

Kota Padang Raih Adipura, Ini Kata Wako Fadly Amran    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Kota Padang Raih Adipura, Ini Kata Wako Fadly Amran
Fadly Amran menyampaikan bahwa Sertifikat Adipura pada tahun ini menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan secara nasional.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Dalam Rakornas ini, Kota Padang berhasil meraih penghargaan Bidang Pengelolaan Sampah berupa Sertifikat Menuju Kota Bersih (Sertifikat Adipura). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq.

Fadly Amran menyampaikan bahwa Sertifikat Adipura pada tahun ini menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan secara nasional. Pasalnya, tidak ada satupun pemerintah daerah di Indonesia yang berhasil meraih Piala Adipura maupun Piala Adipura Kencana.

“Tahun ini standar penilaian Adipura diperketat. Nilai kinerja diatas 85 untuk Piala Adipura Kencana, nilai 75–85 untuk Piala Adipura, nilai 60–75 untuk Sertifikat Adipura, dan nilai dibawah 60 untuk predikat kota kotor. Dari ratusan daerah di Indonesia, hanya 13 kota dan 22 kabupaten yang menerima penghargaan,” ujarnya.

Fadly Amran menambahkan, meski tidak mendapatkan Piala Adipura, Kota Padang menempati peringkat ke-8 nasional dalam pengelolaan sampah dengan nilai 71,44.

“Tidak ada satupun daerah di Indonesia yang berhasil menembus nilai kinerja 75. Artinya, tidak ada penerima Piala Adipura Kencana maupun Piala Adipura tahun ini. Dengan demikian, Sertifikat Adipura menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan secara nasional pada tahun ini,” tegasnya.

Fadly Amran menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Padang untuk terus berbenah menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Saat ini sekitar 73,25 persen sampah Kota Padang masih masuk ke TPA, sementara target nasional mengharuskan angka tersebut berada di bawah 30 persen. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga kebersihan kota ini, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Lembaga Pengelola Sampah (LPS), Bank Sampah, serta seluruh masyarakat Kota Padang yang terus berkontribusi menjaga kebersihan kota,” tutupnya. (*)

Wako Pariaman Minta Pemenuhan Kebutuhan SPPG Utamakan dari Kota Pariaman    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Wako Pariaman Minta Pemenuhan Kebutuhan SPPG Utamakan dari Kota Pariaman
Wali Kota Pariaman, Yota Balad meminta pemenuhan kebutuhan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan dari Kota Pariaman.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman, Yota Balad meminta pemenuhan kebutuhan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan dari Kota Pariaman.

Hal ini disampaikan Wali Kota Pariaman saat menerima audiensi dengan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Pariaman, Kepala SPPG Alai Galombang, Kepala SPPG Pasir, Kepala SPPG Kajai dan Kepala SPPG Koto Marapak di ruang kerja Walikota Pariaman, Rabu (25/2/2026).

Yota Balad menuturkan SPPG Kota Pariaman sudah ada empat dapur yang telah beroperasi dalam pemenuhan gizi seimbang bagi siswa dan tiga diantaranya juga untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita (3B) di Kota Pariaman.

“Kita menginginkan kebutuhan di SPPG, bahan pokoknya dibeli di sekitar Kota Pariaman. Apapun bahan pokok yang susah didapatkan SPPG, Pemko Pariaman melalui dinas-dinas terkait siap menjadi supplier (pemasok) di SPPG Kota Pariaman agar dapat tercukupi”, ujarnya.

Yota Balad juga akan melakukan pemetaan terhadap kebutuhan setiap dapur SPPG.

“Kebutuhan bahan pokok seperti beras, kita akan menginstruksikan  Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman menjadi pemasok beberapa dapur SPPG yang sudah ada”, sebutnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kota Pariaman, Nur Inggrid mengatakan bahwa untuk Kota Pariaman sudah ada empat SPPG sebagai dapur umum untuk menjalankan program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk saat ini, sudah  empat dapur SPPG yang beroperasi diantarannya, di Kelurahan Alai Galombang, Kecamatan Pariaman Tengah, Desa Kajai dan Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur”, ungkapnya.

Ia juga menyebutkan untuk sekarang, pemasok kebutuhan dapur SPPG ada di beberapa tempat, ada yang dari Kota Pariaman dan juga dari luar Kota Pariaman, terutama sayuran. (R/at)