HEADLINE
Wakil Bupati Rejang Lebong Juga Terjaring OTT KPK    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Wakil Bupati Rejang Lebong Juga Terjaring OTT KPK
Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari dan Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri mendapatkan ucapan selamat pelantikan. Kini, pasangan ini ditangkap KPK. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Bukan hanya Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menangkap Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri, dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Provinsi Bengkulu.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa dalam OTT yang berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, KPK berhasil mengamankan 13 orang. 

Setelah ditangkap, mereka dibawa dan diperiksa di Polres Kepahiang dan Polresta Bengkulu.

"Dari 13 orang yang ditangkap, sembilan di antaranya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan," ujar Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Selasa siang, 10 Maret 2026.

Budi menambahkan, "Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta pagi ini, satu adalah bupati, kemudian wakil bupati, tiga orang lainnya adalah ASN di wilayah Pemkab Rejang Lebong, dan empat orang lainnya berasal dari pihak swasta."

Saat ini, para pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif.

"Nanti kami akan sampaikan updatenya secara lengkap terkait kronologi, konstruksi, dan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan," pungkas Budi. (*) 

Sumber: RMOL

Rudal Iran Hantam Kediaman Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional Israel    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Rudal Iran Hantam Kediaman Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional Israel
Kediaman pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan rumah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dikabarkan menjadi sasaran rudal Iran.

BENTENGSUMBAR.COM
- Gelombang serangan balasan Iran terhadap koalisi Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan mencapai titik paling kritis.

Kabar mengejutkan datang dari jantung permusuhan, di mana kediaman pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan rumah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dikabarkan menjadi sasaran rudal Iran.

Jika terbukti benar, ini adalah eskalasi terbesar dalam sejarah konflik kedua negara.

Laporan awal mengklaim bahwa Iran menyerang kediaman Netanyahu, yang diduga menewaskan saudara laki-lakinya.

Rumah Ben Gvir juga dilaporkan terkena serangan, menyebabkan dirinya mengalami luka serius, sementara putra Menteri Keuangan Israel dikabarkan dalam kondisi kritis.

Verifikasi masih berlangsung.

Scott Ritter dan Media Afiliasi IRGC

Informasi mengejutkan ini pertama kali mengemuka dari mantan inspektur senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Scott Ritter.

Dalam sebuah program siaran, Ritter menyebut bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang balasan besar Iran setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei, dalam operasi gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu.

Ritter menggambarkan serangan rudal tersebut sebagai operasi presisi berbasis intelijen yang berhasil menembus sistem pertahanan udara berlapis milik Israel.

Ia mengklaim salah satu rudal menghantam langsung rumah keluarga Netanyahu di kota pesisir Caesarea, yang diduga mengakibatkan kematian Iddo Netanyahu, seorang penulis drama sekaligus adik dari Perdana Menteri.

Ritter juga mengklaim rudal lain menghantam rumah Ben Gvir, menyebabkan luka serius dan membakar bangunan tersebut.

Pihak berwenang Israel sebelumnya menyatakan bahwa cedera yang dialami Ben Gvir terjadi akibat kecelakaan mobil.

Namun, Ritter menolak penjelasan itu dan secara sarkastis menyebut kemungkinan "mobil menabrak rumah yang sedang terbakar," yang menurutnya mengindikasikan upaya menutupi kerusakan akibat rudal.

Klaim serupa juga beredar di media sosial dan beberapa platform berita.

Tasnim News Agency, media yang disebut-sebut dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), juga mempublikasikan spekulasi serupa dengan merujuk pada pernyataan Ritter yang dikutip melalui media Rusia.

Media Arus Utama: Belum Ada Konfirmasi

Namun, di sisi lain, sejumlah media arus utama melakukan verifikasi dan menyebut klaim tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Hindustan Times dalam laporan fact-check-nya menegaskan bahwa tidak ada laporan atau konfirmasi resmi yang menyatakan kediaman Ben Gvir di Tel Aviv menjadi sasaran serangan udara.

Juga tidak ada laporan mengenai serangan terhadap Iddo Netanyahu. Media itu mengonfirmasi bahwa klaim yang beredar adalah hoax.

Beberapa unggahan menyebut media Israel melaporkan secara palsu bahwa Ben Gvir terlibat dalam kecelakaan mobil untuk menyembunyikan cedera akibat serangan rudal.

Namun pada kenyataannya, Ben Gvir pernah terlibat kecelakaan mobil pada April 2024 di Ramle, Israel, dan tidak ada laporan kecelakaan baru-baru ini.

The Jerusalem Post juga melaporkan bahwa media Iran menyebarkan teori konspirasi tentang kematian atau cedera Netanyahu.

Laporan itu menyusun serangkaian poin situasional, termasuk tidak adanya klip video terbaru Netanyahu, laporan media Ibrani tentang peningkatan keamanan di sekitar rumahnya, dan penundaan kunjungan yang dijadwalkan oleh utusan AS.

Kantor Perdana Menteri Netanyahu sendiri telah mengeluarkan pernyataan yang menolak laporan Iran mengenai kerusakan atau korban di pihak Netanyahu.

Pemerintah Israel menyebut klaim tersebut sebagai disinformasi yang disengaja dan menegaskan bahwa Netanyahu tetap aman serta terus memimpin operasi militer.

Korban di Pihak Lain: Putra Smotrich Terluka

Di tengah simpang siur informasi ini, ada satu kabar yang terkonfirmasi terkait korban dari kalangan keluarga petinggi Israel.

Putra Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, dilaporkan terluka dalam serangan roket di perbatasan Lebanon.

Dalam unggahan di platform X, Smotrich mengonfirmasi bahwa putranya, Benya Hebron, termasuk di antara delapan tentara yang terluka dalam serangan mortir di perbatasan Lebanon pada Jumat lalu.

Pecahan peluru menembus punggung dan perut putranya sebelum dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.

Peningkatan Keamanan di Sekitar Petinggi Zionis

Sejak perang pecah, aparat keamanan Israel meningkatkan pengamanan di sekitar kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem yang diduduki.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Iran.

Badan keamanan dalam negeri Shin Bet juga memperketat pengawasan dan menambah perlindungan bagi sejumlah pejabat senior Israel.

Israel mengambil langkah tersebut setelah konflik dengan Iran memicu ancaman serangan langsung maupun tidak langsung terhadap para pemimpin negara.

Badan keamanan internal Israel, Shin Bet, mulai mengerahkan drone untuk mengawasi kediaman Netanyahu.

Lembaga itu juga meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi tersebut.

Shin Bet kemudian memperkuat perlindungan bagi sejumlah pejabat senior Israel.

Beberapa anggota kabinet keamanan bahkan diberi kendaraan lapis baja sebagai langkah antisipasi.

Pemerintah Israel mengambil langkah tambahan untuk melindungi keluarga para menteri senior.

Sejumlah keluarga dipindahkan dari rumah mereka ke apartemen yang diperkuat.

Sebagian lainnya untuk sementara ditempatkan di hotel demi alasan keamanan.

Fakta dan Disinformasi?

Di tengah hiruk-pikuk perang, informasi menjadi senjata yang tak kalah penting.

Klaim tentang serangan rudal Iran ke kediaman Netanyahu dan rumah Ben Gvir masih menyisakan tanda tanya besar.

Laporan awal dari Scott Ritter dan media afiliasi IRGC mengklaim Iran berhasil menyerang kediaman Netanyahu dan rumah Ben Gvir, menewaskan Iddo Netanyahu (saudara PM) dan melukai serius Ben Gvir.

Media arus utama seperti Hindustan Times, Times Now, dan The Jerusalem Post melakukan fact-check dan menyimpulkan bahwa klaim tersebut adalah hoax atau belum dapat diverifikasi. Tidak ada konfirmasi resmi dari pemerintah Israel.

Putra Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dikonfirmasi terluka dalam serangan roket di perbatasan Lebanon.
Peningkatan keamanan di sekitar kediaman Netanyahu dan para petinggi Israel memang benar terjadi, namun itu adalah langkah antisipasi standar di tengah perang.

Satu hal yang pasti, perang informasi ini akan terus berlanjut seiring dengan belum usainya konflik.

Publik dunia hanya bisa menunggu dan berharap verifikasi lebih lanjut dari sumber-sumber terpercaya. (*) 

Sumber: Viva.co.id

Perkara Abdul Wahid Cs Resmi Dilimpahkan ke Tipikor Pekanbaru    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Perkara Abdul Wahid Cs Resmi Dilimpahkan ke Tipikor Pekanbaru
KPK resmi melimpahkan perkara dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melimpahkan perkara dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Pelimpahan ini menandai dimulainya tahap persidangan atas kasus dugaan pemerasan dan/atau penerimaan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa pelimpahan perkara dilakukan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Selasa (10/3/2026).

“Pada hari ini, Selasa 10 Maret 2026, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK melimpahkan perkara atas nama Abdul Wahid (Gubernur Riau Non aktif), Muh. Arif Setiawan (Kadis PUPR Provinsi Riau) dan Dani M. Nur Salam (Tenaga Ahli Gubernur Riau) ke PN Tipikor pada PN Pekanbaru,” kata Budi kepada Riau Pos di Jakarta.

Dengan pelimpahan tersebut, proses hukum selanjutnya akan memasuki tahap persidangan. Tim jaksa saat ini menunggu penetapan jadwal sidang dari majelis hakim.

“Selanjutnya Tim JPU akan menunggu penetapan hari sidang atas perkara dimaksud,” ujar Budi.

KPK juga mengajak masyarakat untuk mengikuti proses hukum yang akan berlangsung di persidangan.

“KPK mengajak masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan perkara ini, dan dapat mencermati setiap fakta yang muncul dalam persidangannya nanti,” tambahnya.

Meski perkara telah dilimpahkan ke pengadilan, ketiga tersangka yakni Abdul Wahid, Muh. Arif Setiawan dan Dani M. Nur Salam hingga kini masih berada di Jakarta dan belum diterbangkan ke Pekanbaru untuk menjalani proses persidangan.

Ketika ditanya kapan para tersangka akan dipindahkan ke Pekanbaru, Budi hanya menjawab singkat.

“Segera. Kalau sudah ada info. pasti kami update ya,”ujarnya.

Di tengah proses pelimpahan perkara tersebut, KPK juga mengungkap perkembangan baru dalam penyidikan kasus ini. Penyidik menetapkan satu tersangka baru yakni Marjani yang diketahui merupakan ajudan Abdul Wahid.

Penetapan tersebut merupakan hasil pengembangan dari perkara dugaan pemerasan dan/atau penerimaan gratifikasi yang sebelumnya telah menjerat Abdul Wahid bersama dua pihak lainnya.

“Penetapan tersangka baru ini artinya mengonfirmasi bahwa penyidikan perkara masih akan terus berlanjut, kita masih akan melihat bukti-bukti baru lainnya untuk kemudian melihat dengan lebih dalam lagi, lebih luas lagi,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Namun demikian, Budi belum merinci pasal yang disangkakan kepada Marjani. Ia menyebut akan terlebih dahulu memastikan detail konstruksi perkara kepada tim penyidik.

“Nanti saya cek detailnya. Ini baru terinfo untuk penetapan tersangkanya,” kata Budi.

Diketahui, kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada awal November 2025. Dalam operasi tersebut, tim penindakan KPK mengamankan Abdul Wahid bersama sejumlah pihak terkait dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi dalam pengurusan proyek infrastruktur, khususnya proyek jalan dan jembatan di lingkungan Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau.

Penyidik menduga Abdul Wahid meminta setoran atau fee proyek dari sejumlah rekanan yang berkaitan dengan penambahan anggaran pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2025.

Modus yang didalami penyidik yakni adanya permintaan sejumlah uang dari pihak kontraktor atau pelaksana proyek yang dikaitkan dengan pengondisian proyek serta pencairan anggaran.

Dalam proses penyidikan, KPK juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi strategis, mulai dari Kantor Gubernur Riau, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), rumah dinas dan rumah pribadi pejabat daerah, hingga rumah dinas Pelaksana Tugas Gubernur Riau.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan uang tunai dalam berbagai mata uang, dokumen penganggaran, serta barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara.

Selain itu, puluhan saksi dari berbagai unsur juga telah diperiksa, mulai dari pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, aparatur sipil negara, hingga pihak swasta guna mendalami alur perencanaan dan penambahan anggaran, mekanisme permintaan fee proyek, serta aliran dana yang diduga mengalir kepada para tersangka. (*) 

Sumber: Jawapos.com

Hubungan AS dan Israel Memburuk Usai Serang Fasilitas Minyak Iran, Amerika Marahi Zionis: Apaan Ini?    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Hubungan AS dan Israel Memburuk Usai Serang Fasilitas Minyak Iran, Amerika Marahi Zionis: Apaan Ini?
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam suatu pertemuan antar kedu negara. (Foto Ilustrasi/Net). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Serangan udara Israel terhadap sekitar 30 depot bahan bakar milik Iran pada Sabtu (7/3/2026) memicu keretakan hubungan dengan Amerika Serikat.

Hal ini menandai perselisihan signifikan pertama antara keduanya, AS dan Israel sejak konflik militer terbaru di kawasan Timur Tengah pecah.

Situs berita Amerika, Axios, melaporkan bahwa skala operasi militer Israel jauh lebih besar dari yang diperkirakan Washington ketika rencana serangan tersebut sebelumnya disampaikan kepada pihak AS.

Mengutip seorang pejabat AS, pejabat Israel, serta sumber yang mengetahui masalah tersebut, laporan itu menyebutkan bahwa pemerintah Amerika khawatir serangan terhadap infrastruktur sipil Iran justru dapat menjadi kontraproduktif secara strategis.

Washington menilai langkah tersebut berpotensi memperkuat dukungan domestik di Iran terhadap pemerintahnya sekaligus memicu lonjakan harga minyak global.

Serangan udara pada Sabtu tersebut memicu kebakaran besar di sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran.

Kobaran api dilaporkan terlihat dari jarak beberapa kilometer dan menyebabkan asap tebal menyelimuti sebagian wilayah ibu kota Iran.

Militer Israel melalui Israel Defense Forces (IDF) dalam pernyataannya menyebut depot bahan bakar yang diserang digunakan pemerintah Iran untuk memasok bahan bakar kepada berbagai pihak, termasuk lembaga militer negara itu.

Seorang pejabat militer Israel mengatakan serangan tersebut juga dimaksudkan sebagai pesan kepada Iran agar menghentikan serangan terhadap infrastruktur sipil Israel.

Para pejabat Israel dan AS menyatakan bahwa militer Israel telah memberi pemberitahuan kepada pihak Amerika sebelum operasi diluncurkan. 

Namun seorang pejabat AS mengaku Washington terkejut dengan luasnya cakupan serangan tersebut.

“Kami tidak berpikir itu adalah ide yang bagus,” kata pejabat AS sebagaimana dikutip Axios.

Menurut seorang pejabat Israel, pesan yang disampaikan pihak AS setelah serangan tersebut dilaporkan bernada keras, bahkan mempertanyakan keputusan tersebut.

“Apa-apaan ini?” ujar pihak AS dengan keras terhadap tindakan Militer Israel tersebut.

Serangan udara Israel terhadap sekitar 30 depot bahan bakar milik Iran pada Sabtu (7/3/2026) memicu keretakan hubungan dengan Amerika Serikat. 

Gedung Putih maupun militer Israel hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Selain dampak militer, Washington juga mengkhawatirkan efek ekonomi dari serangan tersebut. 

Rekaman kebakaran fasilitas penyimpanan minyak dikhawatirkan dapat memicu kepanikan di pasar energi global.

Seorang penasihat Presiden Donald Trump mengatakan presiden tidak menyukai serangan terhadap fasilitas energi tersebut karena berpotensi mendorong kenaikan harga bahan bakar.

"Presiden tidak menyukai serangan ini. Dia ingin menghemat minyak. Dia tidak ingin membakarnya. Dan ini mengingatkan orang-orang tentang harga bensin yang tinggi," kata seorang penasihat Trump kepada Axios.

Sementara itu, pihak Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi mereka dapat memicu balasan yang lebih luas. 

Juru bicara Komando Khatam al-Anbiya Central Headquarters menyatakan bahwa Iran sejauh ini belum menargetkan infrastruktur energi di kawasan, namun hal itu bisa berubah jika serangan terus berlanjut.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga memperingatkan bahwa Teheran akan segera melakukan pembalasan jika serangan terhadap infrastruktur vital Iran terus berlanjut.

Seorang pejabat AS mengatakan perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv mengenai strategi perang diperkirakan akan dibahas di tingkat politik yang lebih tinggi antara kedua sekutu tersebut. (*)

Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari Kena OTT KPK    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari Kena OTT KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari.

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa pihaknya melakukan OTT di wilayah Bengkulu terhadap Bupati Rejang Lebong.

"Benar," kata Fitroh kepada RMOL, Selasa pagi, 10 Maret 2026.

Sebelumnya pada Senin malam, 9 Maret 2026, beredar foto-foto sebuah rumah yang disegel warna hitam merah berlogo KPK.

Rumah dimaksud disebut merupakan rumah pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong. (*) 

Sumber: RMOL

Maklumat: 

Wartawan BentengSumbar. com yang namanya ada di box redaksi.

Dalam bertugas meliput dan investigasi dilengkapi id. card.

Narasumber dapat meminta wartawan BentengSumbar. com memperlihatkan kartu Identitas jika diperlukan.

Staf Ahli Mendagri Ditahan Jaksa karena Korupsi Bibit Nanas    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Staf Ahli Mendagri Ditahan Jaksa karena Korupsi Bibit Nanas
Mantan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mantan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Penahanan dilakukan pada Senin (9/3/2026) terkait dugaan korupsi pengadaan bibit nanas Tahun Anggaran 2024 di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan yang diduga merugikan negara sekitar Rp 50 miliar.

Selain Bahtiar Baharuddin yang kini menjabat sebagai staf ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan, penyidik juga menahan empat tersangka lain yakni RM selaku Direktur PT AAN, RE selaku Direktur PT CAP, HS yang merupakan tim pendamping Pj Gubernur periode 2023–2024, serta RRS seorang aparatur sipil negara pada Pemerintah Kabupaten Takalar yang berperan sebagai pelaksana kegiatan.

Kepala Kejati Sulsel Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan penahanan dilakukan setelah penyidik menemukan cukup bukti adanya tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut.

“Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah melakukan penahanan terhadap lima orang tersangka. Penahanan ini terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan bibit nanas di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2024,” ujar Didik.

Para tersangka yang selesai menjalani pemeriksaan terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda dengan tangan terborgol sebelum digiring menuju mobil tahanan di halaman kantor Kejati Sulsel. Empat tersangka kemudian dibawa ke Lapas Kelas I Gunung Sari Makassar, sedangkan Bahtiar Baharuddin ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Maros.

Kejati Sulsel juga menetapkan satu tersangka lain berinisial UN yang menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen. Namun UN belum ditahan karena dilaporkan sedang sakit.

Didik menjelaskan proses penyidikan telah berlangsung cukup lama. Pada 17 Desember 2025, Bahtiar Baharuddin diperiksa selama sekitar 10 jam untuk mendalami kebijakan dan perannya dalam proyek tersebut.

Selain itu, penyidik juga telah mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap para tersangka melalui Jaksa Agung Muda Intelijen sejak 30 Desember 2025 guna mencegah kemungkinan melarikan diri.

Kasus ini bermula dari proyek pengadaan bibit nanas dengan total anggaran sekitar Rp 60 miliar. Dari hasil penyidikan sementara, tim menemukan indikasi penggelembungan harga serta dugaan pengadaan fiktif sehingga sebagian anggaran proyek diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya.

“Penetapan dan penahanan para tersangka dilakukan setelah tim penyidik memperoleh minimal dua alat bukti yang sah dan cukup yang mengindikasikan adanya perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara kurang lebih Rp 50 miliar,” kata Didik.

Para tersangka dijerat pasal berlapis terkait tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Terhadap perbuatan para tersangka tersebut kami kenakan pasal berlapis,” tandasnya. (*) 

Trump Ingin Akhiri Perang, Pakar Militer: AS Telah Gagal dalam Perang Iran    
Selasa, Maret 10, 2026

On Selasa, Maret 10, 2026

Trump Ingin Akhiri Perang, Pakar Militer: AS Telah Gagal dalam Perang Iran
Rudal-rudal Republik Islam Iran. Serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran berlanjut pada Senin (10/3/2026) kemarin.

BENTENGSUMBAR.COM
- Serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran berlanjut pada Senin (10/3/2026) kemarin.

Agresi ini dibalas oleh Teheran dengan membom jantung Israel, sehari setelah pengumuman penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi negara itu menggantikan ayahnya.

Menurut laporan informasi yang disusun oleh Salam Khader untuk Aljazeera, dikutip Selasa (10/3/2026), serangan Israel dan Amerika Serikat itu menargetkan pusat komando di Isfahan dan Shiraz serta di sabuk barat negara itu, tepatnya di Kermanshah dan Tabriz.

Di ibu kota Teheran, Israel melancarkan serangan di dekat Bandara Mehrabad yang menurutnya menampung beberapa pesawat tempur dan digunakan untuk meluncurkan serangan.

Pusat koordinasi operasi antara tentara dan Garda Revolusi di selatan juga menjadi sasaran. Israel juga mengumumkan telah menyerang markas Korps Quds di timur Teheran dan kompleks angkatan udara di Isfahan.

Sebaliknya, Garda Revolusi mengumumkan penghancuran pangkalan pengendali satelit yang diandalkan Tel Aviv untuk mengarahkan rudalnya dan memantau serangan Iran yang ditujukan kepadanya.

Dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa perang hampir berakhir, dapat dikatakan bahwa eskalasi ini merupakan persiapan untuk meja perundingan.

Pernyataan ini dismpaikan pakar militer Brigjen Elias Hanna, yang berpendapat bahwa pencapaian yang dibicarakan Washington dan Tel Aviv tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Dalam analisis Aljazeera, Hanna mengatakan tujuan yang ditetapkan Trump untuk perang ini juga tidak tercapai, karena telah dipilih pemimpin tertinggi yang baru, dan program nuklir serta rudal Teheran tidak dibubarkan.

Dia menambahkan, "Pemimpin baru itu pasti akan duduk di meja perundingan pada saat tertentu, tapi dia akan semakin meningkatkan eskalasi untuk menunjukkan legitimasinya sebelum sampai ke momen politik itu."

Mojtaba Khamenei tidak memiliki latar belakang revolusioner, bahkan latar belakang agama yang dimiliki ayahnya, sehingga pakar militer tersebut berpendapat bahwa dia perlu mendapatkan legitimasi penuh dari lembaga-lembaga militer yang mengelola negara dan yang pada akhirnya tunduk pada kekuasaannya.

Sistem militer Iran:

Hanna menguraikan struktur sistem militer Iran sebagai berikut:

Pemimpin Tertinggi memiliki keputusan akhir dalam segala hal
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (penasihat)
Dewan Pertahanan Tertinggi (penasihat)
Staf Umum (penasihat)
Markas Besar Khatam al-Anbiya (penasihat)

Garda Revolusi, yang memiliki pengaruh paling kuat, dan di bawahnya terdapat Korps Quds yang bertanggung jawab atas strategi pertahanan maju di wilayah tersebut

Tentara, yang berada di bawah kepemimpinan Pemimpin Tertinggi, tetapi kurang penting dibandingkan Garda Revolusi karena yang terakhir memiliki strategi yang telah disiapkan sebelumnya.

Di lapangan, Iran menggunakan rudal dengan muatan terbesar dari model "Khoramshahr" pada Senin kemarin.

Ini adalah rudal fragmentasi yang pecah pada ketinggian 7 kilometer menjadi 80 bom dengan berat masing-masing 7 kilogram.

Menurut Hanna, bom-bom ini tersebar dalam radius 8 kilometer, sehingga menimbulkan kerusakan besar di mana pun mereka jatuh mengingat luas wilayah Israel yang kecil, yaitu tidak lebih dari 22 ribu kilometer.

Meskipun jumlah rudal Iran menurun, mereka terus menggempur jantung Israel, bersamaan dengan serangan Hizbullah ke wilayah yang sama, yang menurut pakar militer menunjukkan koordinasi operasional.

Dia juga menyebut Iran masih terus menggempur negara-negara di kawasan itu dengan serangan besar-besaran.

Di sisi lain perang, Hanna mengesampingkan kemungkinan Amerika Serikat dapat mengendalikan uranium Iran yang sangat terkonsentrasi, karena kondisi tidak mendukung untuk melakukan operasi yang begitu rumit.

Mengendalikan jumlah uranium ini membutuhkan pembersihan dan pengamanan wilayah secara menyeluruh, serta adanya informasi taktis langsung pada saat pelaksanaan.

Selain itu juga diperlukan keterlibatan ilmuwan nuklir untuk menangani bahan radioaktif ini baik dalam pengangkutan maupun pelemahannya, yang menurut Hanna tidak memungkinkan dilakukan dalam kondisi lapangan saat ini.

Sementara kedua belah pihak mengadopsi strategi militer yang mengandalkan pembesaran kerugian lawan dan kerahasiaan penyebaran hasil lengkap kerusakan internal.

Mulai terungkaplah gambaran kerugian manusia dan material yang harus ditanggung oleh pasukan Amerika dalam operasi "Amukan Epik".

Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), dengan suara ledakan terdengar di ibu kota Teheran dan sejumlah kota lain, termasuk Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangan terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa ia baru saja memulai operasi militer berskala besar di Iran.

Trump menambahkan, "Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang akan datang dari rezim Iran."

Presiden AS mengatakan, "Rezim Iran adalah kelompok jahat yang terdiri dari orang-orang kejam dan buruk... Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir."

Menteri Pertahanan Israel mengatakan bahwa Tel Aviv telah melancarkan serangan kedua terhadap Iran, dan seorang pejabat Amerika Serikat mengkonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa pasukan Amerika Serikat turut serta dalam serangan tersebut, yang diperkirakan akan berskala besar dan tidak terbatas pada serangan terbatas.

Kantor berita Iran melaporkan bahwa beberapa ledakan terdengar di ibu kota Iran, Teheran, dan laporan berita Iran menyebutkan bahwa ledakan lain terjadi di kota Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.

Dia menambahkan bahwa ledakan baru terdengar di Isfahan.

Jaringan berita Amerika Serikat CNN mengutip dua sumber yang mengatakan bahwa militer AS berencana untuk melanjutkan serangan selama beberapa hari.

Radio militer Israel mengutip sumber militer yang mengatakan bahwa sebagian dari serangan pertama terhadap Iran menargetkan tokoh-tokoh penting dan dampaknya sedang diverifikasi.

Kantor berita Iran Mehr melaporkan bahwa layanan seluler terputus di beberapa wilayah di ibu kota Teheran.

Saluran 12 Israel mengutip sumber yang mengatakan bahwa puluhan target milik rezim di Iran telah menjadi sasaran.

Penutupan di Israel

Pemerintah Israel mengumumkan penutupan sekolah-sekolah di Israel dan melarang pertemuan publik serta mengimbau warga Israel untuk bekerja dari rumah.

Tentara Israel mengatakan bahwa sirene peringatan telah dibunyikan di seluruh Israel dalam beberapa menit terakhir.

Menteri Transportasi Israel mengumumkan bahwa warga Israel dilarang mengakses semua bandara sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Media Israel melaporkan bahwa wilayah udara Israel ditutup sepenuhnya, dan lembaga penyiaran resmi Israel melaporkan bahwa pesawat sipil asing yang sedang dalam perjalanan ke Israel kembali ke tempat asal karena serangan tersebut.

Saluran 13 Israel mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa serangan itu adalah serangan bersama Israel-AS dan telah direncanakan selama beberapa bulan.

Iran, pun membalas serangan tersebut dengan mengirimkan drone-drone serbu serta rudal ke wilayah pendudukan Israel.

Bahkan militer Iran, pun membalas serangan-serangan itu dengan mengirimkan drone-drone penyerbu ke pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara kawasan Timur Tengah (Timteng) lainnya.

Serangan balasan Iran, menghantam pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di Qatar, Kuwait, dan negara-negara Arab lainnya.

Otoritas militer Iran, dalam sebuah pemberitaan internasional memastikan untuk bertahan, dan membalas setiap serangan militer yang dilakukan sepihak oleh Zionis Israel, dan AS. (*)