HEADLINE
KAMMI Sumbar Gelar Pelatihan Kepemimpinan, Perkuat Sinergi Program Pemko Padang    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

KAMMI Sumbar Gelar Pelatihan Kepemimpinan, Perkuat Sinergi Program Pemko Padang
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Padang resmi membuka agenda pelatihan kepemimpinan tingkat lanjut. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Padang resmi membuka agenda pelatihan kepemimpinan tingkat lanjut, yaitu Daurah Pemandu Madrasah KAMMI (DPMK) dan Training for Instructor (TFI). Kegiatan ini berlangsung di Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta pada Rabu (4/2/2026).

Wali Kota Padang, Fadly Amran, didampingi Asisten III Setda Kota Padang, Corri Saidan, dan Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Ucik Masfania. Turut hadir jajaran pengurus PW KAMMI Sumatera Barat, Ketua Umum PD KAMMI Padang, serta instruktur dan kader KAMMI se-Sumatera Barat.

Ketua Umum PD KAMMI Padang, Jeni Mandala menyampaikan terimakasih atas dukungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Ia juga merefleksikan peran nyata kader KAMMI yang sebelumnya terjun langsung dalam aksi kemanusiaan saat bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat dengan penyaluran bantuan mencapai lebih dari Rp110 juta. "DPMK dan TFI ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan kawah candradimuka untuk mencetak instruktur yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan tema 'Alam Takambang Jadi Guru', kami ingin kader belajar dari alam untuk membina dengan hikmah," jelas Jeni Mandala.

Selain fokus pada pengkaderan internal, KAMMI juga melaporkan aksi nyata yang telah dilakukan selama masa pemulihan bencana di Sumatera Barat. Tercatat, KAMMI telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp110 juta kepada masyarakat terdampak, serta aktif dalam aksi bersih-bersih di berbagai titik.

Kegiatan dibuka secara resmi ditandai dengan seremoni pembukaan di bawah asrinya suasana Tahura Bung Hatta, yang sekaligus menjadi simbol kedekatan kader dengan alam sesuai dengan filosofi budaya Minangkabau: Adat Magato, Adat Mamakai, Syarak Mangatur.

Wali Kota Padang, Fadly Amran memberikan apresiasi tinggi terhadap KAMMI. Kegiatan DPMK dan TFI ini dinilai selaras dengan program unggulan Walikota kota "Padang Juara" dalam RPJMD 2025-2029 yang fokus pada peningkatan keterampilan atau skill kepemudaan. "Pemerintah Kota Padang tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh keterlibatan seluruh stakeholder, termasuk kader-kader KAMMI, untuk mewujudkan Padang sebagai kota pintar dan sehat yang berlandaskan agama dan budaya," ungkapnya. 

Pihaknya menjadikan Padang sebagai kota pintar dan sehat yang berlandaskan agama dan budaya. "Untuk itu, kami butuh sinergi dari seluruh elemen, termasuk kader KAMMI, untuk melahirkan generasi yang cerdas, cermat, dan memiliki kedalaman spiritual," ujarnya

Peserta diharapkan tidak hanya unggul secara internal organisasi, tetapi juga mampu menjadi tokoh pemimpin (leadership) di ranah eksternal, baik dalam bidang pendidikan maupun sosial kemasyarakatan. "Melalui kegiatan di Tahura Bung Hatta ini, diharapkan lahir instruktur-instruktur baru yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan karakter dalam membangun daerah," tegas fadly. (Defri/Viqi/Taufik)

Cegah Aktifitas Galian C Ilegal, Polres Sergai Pasang Spanduk Imbauan Larangan di Bantaran Sungai Ular Perbaungan    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Cegah Aktifitas Galian C Ilegal, Polres Sergai Pasang Spanduk Imbauan Larangan di Bantaran Sungai Ular Perbaungan
Wakapolres Kompol Dr. Rudy Candra, SH, MH., melakukan pemasangan spanduk imbauan larangan kegiatan Galian C di sepanjang aliran sungai yang berada di Bantaran Sungai Ular Dusun I Desa Citaman Jernih, Kecamatan Perbaungan. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu, SIK, MH., yang diwakilkan Wakapolres Kompol Dr. Rudy Candra, SH, MH., melakukan pemasangan spanduk imbauan larangan kegiatan Galian C di sepanjang aliran sungai yang berada di Bantaran Sungai Ular Dusun I Desa Citaman Jernih, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (02/02/2026).

Pemasangan spanduk h
imbauan bekerja sama dengan Pemerintah daerah, BWS, dan Kepala desa. 

Wakapolres Sergai Kompol Dr. Rudy Candra, SH, MH., melalui Kasihumas Polres Sergai Iptu LB. Manullang menjelaskan, bahwa Pemasangan spanduk dilakukan pada 3 titik di sepanjang sungai ular mulai dari pintu masuk sampai di lokasi yang diduga tempat terjadinya galian.

Imbauan juga dilakukan Pada saat pemasangan spanduk kepada kepala desa Citaman jernih & masyarakat sekitar agar secara bersama-sama untuk menolak dilakukannya kegiatan Galian C ilegal di sepanjang aliran sungai ular Kab. Sergai karena dapat menimbulkan bencana banjir bandang yg merugikan masyarakat," jelasnya.

Kegiatan ini menunjukkan kepenegakkan hukum oleh Kepolisian Khususnya Polres Sergai dalam Rangka menangani informasi masyarakat tentang adanya tambang ilegal galian C yang seringkali terjadi di tempat tersebut.

Polres Sergai juga melakukan rutinitas berpatroli di area galian C tersebut, dan akan secara rutin mengimbau kepala desa dan masyarakat sekitar agar menolak kegiatan galian C di sepanjang sungai ular juga Melakukan koordinasi dengan pihak Pemkab. Satpol PP Kabupaten Sergai untuk dilakukannya upaya penegakan hukum.

Personil yang turun langsung diantaranya : Wakapolres Sergai/Dr.Rudi Chandra, SH, MH., Kasat Reskrim Polres Sergai AKP BINROD SITUNGKIR, SH, MH., Kapolsek Perbaungan AKP JAPRI SIMAMORA, SH, MH., Kasat Lantas AKP FAUZUL., Kasat Binmas AKP INJA KABAN, SH., Danramil Perbaungan Kapten ifn Aris., Kepala Desa Citaman Jernih Lian Lubis, Kabid penegak Perda Sat PP Misnardi, Kanit II Intelkam IPDA BOY J.SINAGA, S.H,.M.H., Personil Sat Intelkam 4 orang, Personil TNI 4 orang, Personil BWS 4 orang, serta LSM & wartawan. (*) 

Pewarta: Herman Manurung

Pemko Payakumbuh Pastikan Pelantikan dan Mutasi Pejabat Sesuai Aturan, BKPSDM Bantah Isu KKN    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Pemko Payakumbuh Pastikan Pelantikan dan Mutasi Pejabat Sesuai Aturan, BKPSDM Bantah Isu KKN
Pemko Payakumbuh memastikan pelaksanaan pelantikan dan mutasi pejabat di lingkungan pemerintah daerah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 

BENTENGSUMBAR.COM
  - Pemko Payakumbuh memastikan pelaksanaan pelantikan dan mutasi pejabat di lingkungan pemerintah daerah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga isu kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) yang berkembang tidak memiliki dasar.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan dan seluruh prosesnya dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku, termasuk memperoleh persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara,” kata Kepala BKPSDM Kota Payakumbuh Dafrul Pasi saat dikonfirmasi, Rabu (04/02/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan mutasi dan rotasi bertujuan meningkatkan kinerja organisasi serta kualitas pelayanan publik.

Proses tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi melalui penilaian menyeluruh terhadap jabatan yang memerlukan penyegaran.

Menurut Dafrul, pelaksanaan mutasi dan rotasi pejabat di Kota Payakumbuh mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.

Kemudian Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020.

Selanjutnya Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2022, serta Peraturan Kepala BKN Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Mutasi.

Terkait pengisian jabatan Inspektur Daerah, Dafrul memastikan seluruh proses dilaksanakan sesuai mekanisme seleksi dan ketentuan administratif yang dipersyaratkan, termasuk kelengkapan dokumen pendukung.

“Karena pejabat yang bersangkutan belum dua tahun bertugas di Pemko Payakumbuh, maka surat keterangan bebas hukuman disiplin dua tahun terakhir diperoleh dari instansi sebelumnya, yakni Pemerintah Kota Padangpanjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh tahapan seleksi terbuka hingga pelantikan telah memenuhi persyaratan, mulai dari izin Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, rekomendasi Badan Kepegawaian Negara, hingga pertimbangan dan persetujuan Gubernur Sumatera Barat.

Menanggapi isu pelantikan ASN yang pernah menjalani hukuman disiplin, Dafrul menegaskan bahwa hal tersebut telah diatur secara ketat dalam regulasi yang berlaku.

“ASN yang bersangkutan telah menjalani hukuman disiplin sesuai ketentuan. Setelah masa hukuman selesai dan melalui evaluasi kinerja, ASN dapat kembali dilantik dalam jabatan,” katanya.

Sehubungan dengan adanya ASN yang mengundurkan diri, Dafrul menegaskan komitmen Pemko Payakumbuh dalam menerapkan prinsip the right man on the right place melalui sistem merit.

“Penempatan pejabat dilakukan berdasarkan pertimbangan objektif antara kualifikasi dan kompetensi ASN dengan persyaratan jabatan, bukan berdasarkan faktor lain,” ujarnya.

Dafrul juga menjelaskan bahwa pelantikan pejabat yang dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh telah memperoleh persetujuan dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Payakumbuh.

“Seharusnya yang melantik adalah Wali Kota. Namun karena Wali Kota dan Wakil Wali Kota sedang berada di luar daerah mengikuti rapat koordinasi nasional bersama Presiden Prabowo, maka pelantikan dilaksanakan oleh Sekda atas izin Wali Kota,” katanya.

Menjawab pertanyaan terkait pelaksanaan pelantikan pada malam hari, Dafrul menyebutkan bahwa izin dari BKN telah terbit pada akhir Januari 2026 dan surat keputusan pengangkatan telah ditandatangani Wali Kota Payakumbuh pada 30 Januari 2026.

“Karena padatnya agenda pimpinan, pelantikan dilaksanakan pada awal Februari. Pelantikan ini tidak mendadak, sudah dijadwalkan pada 2 Februari dan kami bisa memastikan seluruh pejabat yang dilantik sudah menerima undangan baik secara softcopy melalui daring menggunakan aplikasi pesan instan Whatsapp maupun hardcopy yang langsung diterima oleh pejabat yang dilantik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelantikan pada awal bulan dilakukan untuk menjaga kelancaran administrasi dan pengelolaan keuangan organisasi perangkat daerah.

“Jika pelantikan dilakukan di pertengahan bulan, akan berpengaruh terhadap kinerja administrasi dan keuangan di OPD tempat pejabat tersebut bertugas,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan pengawasan dan pengendalian, Pemko Payakumbuh juga menerapkan digitalisasi manajemen ASN melalui layanan Integrated Mutasi (I-Mut) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi ASN (SIASN) milik BKN.

“Penerapan I-Mut bertujuan memastikan seluruh proses pengangkatan, promosi, hingga mutasi ASN berjalan sesuai norma, standar, prosedur, dan kriteria manajemen ASN,” pungkasnya. (HM)

SMP di Balai Gadang Perlu Ditambah, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa saat Reses Dapil    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

SMP di Balai Gadang Perlu Ditambah, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa saat Reses Dapil
Ratusan warga memadati reses daerah pemilihan (Dapil) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Muhammad Iqra Chissa di Kota Padang, Rabu (4/2). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ratusan warga memadati reses daerah pemilihan (Dapil) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Muhammad Iqra Chissa di Kota Padang, Rabu (4/2). 

Bahkan, Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Sumatera Barat tersebut dihadiri Kepala sekolah SD, SMP dan SMA, Ketua RT, RW Lurah, tokoh masyarakat, pengurus mesjid dan pemuda.

Beragam usulan disampaikan masyarakat yang hadir, termasuk Gedung SMP dinilai perlu ditambah untuk menampung siswa lulusan SD di kelurahan tersebut.

Kebutuhan tersebut dinilai perlu, selain menampung siswa lulusan SD juga dalam rangka meningkatkan sumbar daya manusia generasi muda dan mencerdaskan bangsa.

"Masyarakat Balai Gadang berharap ada penambahan sekolah, karena penduduknya sudah mulai ramai. Siswa lulusan SD disini banyak dan sudah selayaknya SMP ditambah untuk agar dapat menampung lulusan siswa SD di daerah ini," kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhammad Iqra Chissa. 

Iqra Chissa mengatakan, meningkatkan sumber daya manusia generasi muda dan mencerdaskan bangsa melalui pendidikan, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI

Iqra Chissa berupaya secara maksimal memperjuangkan aspirasi yang disampaikan masyarakat sesuai regulasi dan kewenangan yang dimiliki di DPRD Provinsi Sumbar.

Pembangunan gedung SMP, satu dari sejumlah aspirasi yang ditampung Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Iqra Chissa. Aspirasi lain, terkait pembangunan infrastruktur jalan seperti pengaspalan, pembangunan gedung serbaguna hingga penunjang peralatan bagi PSM agar pekerjaan dalam menginput data masyarakat lebih optimal. (*)

Wako Fadly Amran: Keberagaman di Kota Padang Terjalin Secara Historis dan Kultural    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Wako Fadly Amran: Keberagaman di Kota Padang Terjalin Secara Historis dan Kultural
Wali Kota Padang Fadly Amran. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran, menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan tema “Sinergi Pemerintah dan FKUB Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial” yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (4/2/2026).

Rakornas ini menjadi forum strategis bagi pemerintah pusat dan daerah bersama FKUB se-Indonesia untuk memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan bangsa dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Wali Kota Padang menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan pilar penting dalam pembangunan Kota Padang. Ia memaparkan bahwa Padang sejak lama tumbuh sebagai kota multikultural. 

“Keberagaman di Kota Padang terjalin secara historis dan kultural. Istilah Urang Padang Jalan Barampek mencerminkan kolaborasi empat etnis besar yaitu Minang, Nias, Tionghoa, dan India yang hidup berdampingan dan bergotong royong membangun kota,” ungkapnya.

Fadly Amran juga menjelaskan bahwa wajah multikultural Padang terbentuk sejak abad ke-17 sebagai kota pelabuhan, di mana berbagai etnis dan pemeluk agama datang, berinteraksi, serta berbaur secara harmonis dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, ia memaparkan praktik konkret penguatan kerukunan yang dilakukan Pemerintah Kota Padang bersama FKUB, seperti peninjauan pelaksanaan ibadah lintas agama, pernyataan sikap bersama menyambut bulan suci Ramadan, aksi sosial lintas suku dan agama, hingga pembinaan kerohanian bagi pelajar dari berbagai latar belakang keagamaan.

Dalam Rakornas tersebut, Wali Kota Padang juga menyampaikan pengalaman penanganan konflik sosial di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, yang berhasil diselesaikan melalui pendekatan dialogis, kolaboratif, dan musyawarah bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB, serta unsur Forkopimda.

“Kecepatan respons pemerintah daerah, dukungan tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam meredam konflik dan membangun kembali harmoni sosial,” jelasnya. (*)

Wako Fadly Amran Menjadi Narasumber dalam Stadium General DPMK-TFI 2026    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Wako Fadly Amran Menjadi Narasumber dalam Stadium General DPMK-TFI 2026
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi narasumber dalam Stadium General DPMK-TFI 2026.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi narasumber dalam Stadium General Daurah Pemandu Madrasah KAMMI dan Training for Instruktur (DPMK-TFI) 2026, yang digelar Pimpinan Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Barat (Sumbar), di Aula Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta, Rabu (4/2/2026).

Mengusung tema “Alam Takambang Jadi Guru: Belajar dari Alam, Membina dengan Hikmah”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader sebagai pemandu dan instruktur yang berkarakter kepemimpinan, berwawasan kebangsaan, serta berkepekaan sosial.

Fadly Amran mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya penguatan kapasitas dan karakter kepemimpinan kader mahasiswa, sekaligus sarana penanaman nilai kepemimpinan dan kepekaan sosial generasi muda.

“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai kepemimpinan, pengabdian, dan kepekaan sosial di kalangan mahasiswa. Semoga kader KAMMI menjadi pemimpin yang adaptif teehadap tantangan global, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan agama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadly Amran juga memotivasi peserta dengan membagikan perjalanan kepemimpinannya yang berawal dari pengalaman berorganisasi di berbagai wadah kepemudaan dan kemasyarakatan. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, integritas, serta kemampuan memahami dinamika sosial.

“Pengalaman berorganisasi penting menjadi fondasi saya dalam memahami dinamika sosial hingga dipercaya memimpin daerah," ungkapnya.

Mengakhiri pemaparan, Wali Kota Padang itu menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk terus mendorong pembangunan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, melalui penguatan visi kota pintar (smart city) dan kota sehat.

“Insya Allah, dalam lima tahun kepemimpinan kami berupaya mewujudkan Padang sebagai kota sehat dan kota pintar melalui sembilan Program Unggulan (Progul). Upaya ini tentu membutuhkan dukungan dari berbagai potensi, termasuk KAMMI khususnya dalam menyukseskan Progul Smart Surau dan Padang Juara,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Stadium General DPMK-TFI 2026, Muhammad Furqan, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung pada 4-8 Februari 2026 dengan diikuti 15 kader KAMMI Sumbar dan KAMMI Riau.

“Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama PW KAMMI Sumbar dan Pimpinan Daerah (PD) KAMMI Padang, serta didukung penuh Pemko Padang, Yayasan Palito Minang Berdaya Sumbar dan Inisiatif Zakat Indonesia. Harapannya untuk melahirkan kader KAMMI yang siap membina, memimpin, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Asisten Administrasi Umum Setdako Padang, Corri Saidan, yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, serta Ketua Umum PW KAMMI Sumbar, Jeni Mandala Saputra, dan Ketua Umum PD KAMMI Padang, Adytia M. Farhan. (*)

Catatan Muhibbullah Azfa Manik: Menulislah, Meski Kelak Anda Malu Membacanya    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Catatan Muhibbullah Azfa Manik: Menulislah, Meski Kelak Anda Malu Membacanya
Tetaplah menulis, meski tidak ada media yang bersedia memuatnya.

TETAPLAH
menulis, meski suatu hari Anda sendiri malu membacanya. Tetaplah menulis, meski tidak ada media yang bersedia memuatnya. Sebab menulis bukan soal siapa yang membaca hari ini, melainkan siapa diri Anda setelah bertahun-tahun berlatih dalam sunyi.

Inspirasi yang Terlalu Dimuliakan

Dunia terlalu sering merayakan inspirasi, seolah-olah karya besar lahir dari kilatan ilham yang datang tiba-tiba. Kita diajari menunggu suasana hati, menunggu pikiran jernih, menunggu waktu yang tepat. Padahal, dalam praktiknya, penantian itu lebih sering berakhir sebagai alasan paling sopan untuk berhenti menulis.

Para penulis besar justru sepakat pada satu hal yang tidak romantis: menulis adalah kerja harian. Bukan wahyu. Bukan perasaan. Bukan momen sakral. Ia pekerjaan yang harus dijalani bahkan ketika tidak ada jaminan apa pun di ujungnya.

Disiplin yang Membosankan, Tapi Menyelamatkan

Haruki Murakami, novelis dunia yang karyanya diterjemahkan ke puluhan bahasa, tidur pukul sembilan malam dan bangun pukul empat pagi. Setiap hari. Ia menulis empat hingga lima jam, lalu berlari, berenang, membaca. Rutinitas itu ia ulang berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Tidak ada cerita tentang menunggu mood. Yang ada hanyalah disiplin yang membosankan—dan justru karena itu menyelamatkan.

Murakami memahami bahwa kreativitas tidak tumbuh dari kebebasan tanpa batas, melainkan dari struktur yang dipatuhi dengan keras kepala.

Menulis Seperti Pegawai Kantoran

Stephen King bahkan lebih blak-blakan. Ia menulis setiap hari dengan target dua ribu kata. Tidak peduli hasilnya bagus atau buruk. Baginya, menulis adalah pekerjaan kantor. Duduk, bekerja, pulang. King tahu sesuatu yang sering kita hindari: tulisan yang baik lahir dari tumpukan tulisan yang buruk. Tidak ada jalan pintas melewati fase memalukan itu.
Inspirasi, dalam dunia King, hanyalah efek samping dari kerja rutin—bukan prasyaratnya.

Mengusir Kenyamanan dengan Sengaja

Maya Angelou memilih jalan yang ekstrem. Ia tidak pernah menulis di rumah. Ia menyewa kamar hotel murah, tanpa dekorasi, tanpa televisi. Ia datang pagi, pulang siang. Ruang itu ia ciptakan bukan untuk kenyamanan, melainkan untuk memaksa diri. Di sana, tidak ada pilihan lain selain menulis.

Angelou tahu, kenyamanan adalah musuh paling halus bagi kerja kreatif. Ia tidak melarang menulis—ia menidurkannya perlahan.

Ruang yang Tidak Romantis

J.K. Rowling menulis di kafe, bukan karena estetik, melainkan karena rumah terlalu penuh gangguan. Ia menghindari distraksi, bukan mengejar suasana ideal. Harry Potter lahir bukan dari ruang yang tenang, tetapi dari keputusan sadar untuk fokus di tengah kebisingan.
Di titik ini, jelas bahwa karya besar tidak menuntut kondisi sempurna. Ia menuntut keputusan yang tegas.

Berhenti Saat Masih Kuat

Ernest Hemingway menulis setiap pagi dan berhenti saat masih tahu apa yang akan ditulis besok. Ia sengaja menyisakan gagasan agar esok hari tidak memulai dari nol. Baginya, stamina menulis lebih penting daripada letupan emosi sesaat.

Hemingway paham, yang paling melelahkan dalam menulis bukan kata-kata, melainkan kehampaan ketika tidak tahu harus mulai dari mana.

Menulis sebagai Tanggung Jawab Moral

George Orwell tidak pernah memuja menulis sebagai pekerjaan menyenangkan. Ia menyebutnya melelahkan, menyiksa, dan penuh pergulatan. Namun ia tetap menulis—bahkan ketika sakit—karena baginya menulis adalah tanggung jawab moral. Berhenti menulis berarti membiarkan kebohongan tumbuh tanpa perlawanan.

Di tangan Orwell, disiplin menulis bukan soal produktivitas, melainkan soal keberpihakan.

Karya Besar Lahir dari Hidup yang Tidak Rapi

Leo Tolstoy menulis di tengah rumah tangga yang gaduh dan batin yang terus bergolak. Ia tidak menunggu hidupnya rapi. Justru melalui jadwal ketat dan pengulangan tanpa ampun, ia menundukkan kekacauan itu. War and Peace tidak lahir dari ketenangan, melainkan dari ketekunan yang panjang dan melelahkan.

Ini pengingat penting: hidup yang berantakan bukan alasan untuk berhenti berkarya.

Menulis di Antara Lelah dan Takut

Franz Kafka bekerja penuh waktu di kantor asuransi. Ia menulis larut malam, sering dalam kondisi lelah dan ragu. Ia bahkan ingin karyanya dibakar setelah wafat. Namun ia tetap menulis, karena tidak menulis terasa lebih menyakitkan.

Kafka mengajarkan bahwa keyakinan bukan syarat menulis. Ia justru sering datang belakangan—jika datang sama sekali.

Struktur untuk Menjaga Kewarasan

Virginia Woolf menulis setiap pagi di ruang yang sama, dengan ritme yang sama. Ia tahu pikirannya rapuh. Maka ia menciptakan struktur. Disiplin, baginya, bukan pengekangan, melainkan perlindungan.
Dalam dunia yang mudah bising, ritme adalah bentuk perlawanan.

Latihan Sunyi Bernama Menulis

Semua kisah ini mengarah ke satu kesimpulan yang tidak populer: menulis bukan untuk mengekspresikan diri, melainkan melatih diri. Dan latihan selalu menghasilkan keringat, bukan tepuk tangan.

Kita hidup di zaman yang terlalu cepat memberi penilaian. Tulisan diukur dari jumlah pembaca, jumlah likes, atau apakah ia dimuat media. Ketika tulisan ditolak, kita berhenti. Ketika tulisan terasa jelek, kita menyerah. Padahal, para penulis besar justru menulis dengan asumsi bahwa banyak dari tulisan mereka tidak akan dibaca siapa pun—dan itu tidak masalah.

Menulis Tanpa Janji Akan Dibaca

Tetaplah menulis, meski suatu hari Anda sendiri malu membacanya. Tetaplah menulis, meski tidak ada media yang bersedia memuatnya. Sebab menulis bukan soal siapa yang membaca hari ini, melainkan siapa diri Anda setelah bertahun-tahun berlatih dalam sunyi.
Karya besar tidak lahir dari kepercayaan diri yang berlebihan, melainkan dari ketekunan yang keras kepala. Dari orang-orang yang terus menulis bahkan ketika tidak ada jaminan apa pun.

Dan mungkin, di antara tumpukan tulisan yang Anda anggap gagal itu, suatu hari akan ada satu yang bertahan. Bukan karena ia sempurna, tetapi karena Anda tidak berhenti. (*)