Jubir Jusuf Kalla Bilang Pernyataan soal Jokowi Disampaikan agar Loyalis Paham Akar Masalah
On Selasa, April 21, 2026
| Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) didampongi Husain Abdullah selaku juru bicara (jubir) ketika jumpa pers dengan awak media. (Foto/Net). |
Husain menyampaikan hal itu dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Senin (20/4/2026), menjawab pertanyaan tentang kepada siapa pernyataan JK tersebut ditujukan.
“Itu disampaikan untuk kepada loyalis-loyalis Jokowi supaya memahami masalahnya, akar permasalahan atau historisnya,” katanya.
Ia menambahkan, secara tidak langsung, Jokowi pernah menyampaikan bahwa JK yang memintanya untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
“Dan secara rendah hati kan saya sudah baca juga Pak Jokowi secara tidak langsung mengakui dan dari jauh hari, dari tahun 2012 sebenarnya Pak Jokowi sudah statement di berbagai media,” kata Husain.
“Waktu itu 5 Agustus 2012, itu mengakui secara jujur, tulus bahwa ya benar Pak JK yang pertama kali minta saya ikut Pilgub DKI. Jadi sebenarnya tidak ada masalah,” lanjutnya.
Saat ditanya, apakah sudah ada rencana pertemuan antara JK dan Jokowi, Husain menyatakan itu merupakan hal yang bagus.
“Ya mudah-mudahan, itu lebih bagus. Supaya, ini kan kita semua baik Projo maupun siapa pun komponen bangsa itu pasti ingin melihat bangsa yang lebih bagus ke depan,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam konferensi pers di kediamannya, Sabtu (18/4/2026), JK menyampaikan dirinyalah yang membawa Jokowi ke Jakarta menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa Jokowi ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa," kata JK.
Dia mengatakan dirinya mendatangi Megawati Soekarnoputri untuk meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan itu agar mengizinkan Jokowi ikut dalam pemilihan gubernur Jakarta.
"Akhirnya beliau setuju. Jadilah gubernur," ungkap Jusuf Kalla.
"Apa kurangnya saya coba? Saya bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden?" imbuhnya.
Husain menyatakan pernyataan tersebut bukan untuk menjelaskan jasa JK terhadap Jokowi, melainkan hanya menyampaikan fakta.
“Pak JK tidak sedang menjelaskan jasanya, saya kira tidak. Beliau sedang mengungkapkan suatu fakta, bagaimana posisi beliau dan peranannya pada saat pencalonan Pak Jokowi ketika akan menjadi Gubernur DKI,” kata dia.
“Kenapa ini dikeluarkan? Sebenarnya sudah lama Pak JK tidak mengungkapkan secara publish, karena tentu menjaga banyak hal, karena ini sesuatu yang tidak perlu diumbar juga,” tambahnya.
Tetapi, lanjut Husain, ada beberapa loyalis Jokowi yang seolah-olah menyampaikan kesan bahwa JK seperti orang yang tidak tahu berterima kasih, padahal sudah dipilih menjadi wakil presiden pendamping Jokowi.
“Tetapi karena makin ke sini kelihatannya banyak, ada beberapa ya loyalis-loyalis Pak Jokowi, yang mengesankan Pak JK ini kok seperti orang tidak tahu berterima kasih,” lanjutnya.
“Kemudian seperti tidak tahu berbalas budi, padahal sudah diangkat atau ditempatkan sebagai wakil presiden oleh Pak Jokowi. Oleh karena itu, beliau akhirnya merasa perlu menyampaikan fakta yang sebenarnya, bahwa yang tidak berterima kasih dan tidak berbalas budi ya siapa,” ungkapnya.
"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa Jokowi ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa," kata JK.
Dia mengatakan dirinya mendatangi Megawati Soekarnoputri untuk meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan itu agar mengizinkan Jokowi ikut dalam pemilihan gubernur Jakarta.
"Akhirnya beliau setuju. Jadilah gubernur," ungkap Jusuf Kalla.
"Apa kurangnya saya coba? Saya bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden?" imbuhnya
Husain menyatakan pernyataan tersebut bukan untuk menjelaskan jasa JK terhadap Jokowi, melainkan hanya menyampaikan fakta.
“Pak JK tidak sedang menjelaskan jasanya, saya kira tidak. Beliau sedang mengungkapkan suatu fakta, bagaimana posisi beliau dan peranannya pada saat pencalonan Pak Jokowi ketika akan menjadi Gubernur DKI,” kata dia.
“Kenapa ini dikeluarkan? Sebenarnya sudah lama Pak JK tidak mengungkapkan secara publish, karena tentu menjaga banyak hal, karena ini sesuatu yang tidak perlu diumbar juga,” tambahnya.
Tetapi, lanjut Husain, ada beberapa loyalis Jokowi yang seolah-olah menyampaikan kesan bahwa JK seperti orang yang tidak tahu berterima kasih, padahal sudah dipilih menjadi wakil presiden pendamping Jokowi.
“Tetapi karena makin ke sini kelihatannya banyak, ada beberapa ya loyalis-loyalis Pak Jokowi, yang mengesankan Pak JK ini kok seperti orang tidak tahu berterima kasih,” lanjutnya.
“Kemudian seperti tidak tahu berbalas budi, padahal sudah diangkat atau ditempatkan sebagai wakil presiden oleh Pak Jokowi. Oleh karena itu, beliau akhirnya merasa perlu menyampaikan fakta yang sebenarnya, bahwa yang tidak berterima kasih dan tidak berbalas budi ya siapa,” ungkapnya. (*)
Sumber: Kompas. tv