HEADLINE
Kota Padang Raih Adipura, Ini Kata Wako Fadly Amran    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Kota Padang Raih Adipura, Ini Kata Wako Fadly Amran
Fadly Amran menyampaikan bahwa Sertifikat Adipura pada tahun ini menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan secara nasional.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Dalam Rakornas ini, Kota Padang berhasil meraih penghargaan Bidang Pengelolaan Sampah berupa Sertifikat Menuju Kota Bersih (Sertifikat Adipura). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq.

Fadly Amran menyampaikan bahwa Sertifikat Adipura pada tahun ini menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan secara nasional. Pasalnya, tidak ada satupun pemerintah daerah di Indonesia yang berhasil meraih Piala Adipura maupun Piala Adipura Kencana.

“Tahun ini standar penilaian Adipura diperketat. Nilai kinerja diatas 85 untuk Piala Adipura Kencana, nilai 75–85 untuk Piala Adipura, nilai 60–75 untuk Sertifikat Adipura, dan nilai dibawah 60 untuk predikat kota kotor. Dari ratusan daerah di Indonesia, hanya 13 kota dan 22 kabupaten yang menerima penghargaan,” ujarnya.

Fadly Amran menambahkan, meski tidak mendapatkan Piala Adipura, Kota Padang menempati peringkat ke-8 nasional dalam pengelolaan sampah dengan nilai 71,44.

“Tidak ada satupun daerah di Indonesia yang berhasil menembus nilai kinerja 75. Artinya, tidak ada penerima Piala Adipura Kencana maupun Piala Adipura tahun ini. Dengan demikian, Sertifikat Adipura menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan secara nasional pada tahun ini,” tegasnya.

Fadly Amran menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Padang untuk terus berbenah menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Saat ini sekitar 73,25 persen sampah Kota Padang masih masuk ke TPA, sementara target nasional mengharuskan angka tersebut berada di bawah 30 persen. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga kebersihan kota ini, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Lembaga Pengelola Sampah (LPS), Bank Sampah, serta seluruh masyarakat Kota Padang yang terus berkontribusi menjaga kebersihan kota,” tutupnya. (*)

Wako Pariaman Minta Pemenuhan Kebutuhan SPPG Utamakan dari Kota Pariaman    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Wako Pariaman Minta Pemenuhan Kebutuhan SPPG Utamakan dari Kota Pariaman
Wali Kota Pariaman, Yota Balad meminta pemenuhan kebutuhan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan dari Kota Pariaman.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman, Yota Balad meminta pemenuhan kebutuhan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan dari Kota Pariaman.

Hal ini disampaikan Wali Kota Pariaman saat menerima audiensi dengan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Pariaman, Kepala SPPG Alai Galombang, Kepala SPPG Pasir, Kepala SPPG Kajai dan Kepala SPPG Koto Marapak di ruang kerja Walikota Pariaman, Rabu (25/2/2026).

Yota Balad menuturkan SPPG Kota Pariaman sudah ada empat dapur yang telah beroperasi dalam pemenuhan gizi seimbang bagi siswa dan tiga diantaranya juga untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita (3B) di Kota Pariaman.

“Kita menginginkan kebutuhan di SPPG, bahan pokoknya dibeli di sekitar Kota Pariaman. Apapun bahan pokok yang susah didapatkan SPPG, Pemko Pariaman melalui dinas-dinas terkait siap menjadi supplier (pemasok) di SPPG Kota Pariaman agar dapat tercukupi”, ujarnya.

Yota Balad juga akan melakukan pemetaan terhadap kebutuhan setiap dapur SPPG.

“Kebutuhan bahan pokok seperti beras, kita akan menginstruksikan  Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman menjadi pemasok beberapa dapur SPPG yang sudah ada”, sebutnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kota Pariaman, Nur Inggrid mengatakan bahwa untuk Kota Pariaman sudah ada empat SPPG sebagai dapur umum untuk menjalankan program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk saat ini, sudah  empat dapur SPPG yang beroperasi diantarannya, di Kelurahan Alai Galombang, Kecamatan Pariaman Tengah, Desa Kajai dan Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur”, ungkapnya.

Ia juga menyebutkan untuk sekarang, pemasok kebutuhan dapur SPPG ada di beberapa tempat, ada yang dari Kota Pariaman dan juga dari luar Kota Pariaman, terutama sayuran. (R/at)

Tim I Safari Ramadan Pemko Payakumbuh Bantu Pembangunan Masjid Nurul Jannah di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Tim I Safari Ramadan Pemko Payakumbuh Bantu Pembangunan Masjid Nurul Jannah di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah
Pembangunan Masjid Nurul Jannah di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Payakumbuh Utara mendapat dukungan dari Pemko Payakumbuh melalui penyaluran bantuan sebesar Rp30 juta. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pembangunan Masjid Nurul Jannah di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Payakumbuh Utara mendapat dukungan dari Pemko Payakumbuh melalui penyaluran bantuan sebesar Rp30 juta dalam kunjungan Tim I Safari Ramadan, Selasa (24/02/2026) malam.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta menyerahkan langsung bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan sarana dan prasarana ibadah masyarakat.

“Ramadan adalah bulan mulia. Mari kita tingkatkan kualitas ibadah di bulan suci ini, semoga kita mendapatkan derajat takwa,” kata Zulmaeta.

Ia menyampaikan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu proses pembangunan masjid sehingga jamaah semakin nyaman dan khusyuk dalam menjalankan ibadah.

“Harapan kami, bantuan ini dapat membantu pembangunan Masjid Nurul Jannah agar semakin nyaman dan representatif bagi masyarakat,” ujarnya.

Zulmaeta juga mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan masjid tersebut. Ia mengaku memiliki kenangan tersendiri dengan masjid itu sejak masa kecilnya.

“Saya sangat terpesona dengan Masjid Nurul Jannah ini, begitu jauh perubahannya. Dahulu saya ingat betul masjid ini waktu kecil-kecil dulu. Alhamdulillah sekarang sudah sangat nyaman, walau pembangunannya masih belum rampung,” ucapnya.

Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembentukan karakter generasi muda.

“Kami ingin masjid menjadi tempat pembentukan karakter generasi muda,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain pendidikan formal yang diperoleh di sekolah, anak-anak juga perlu diperdalam dengan pendidikan agama dan spiritual agar memiliki benteng moral yang kuat.

“Kami berharap selain pendidikan resmi, anak-anak kita juga diperdalam dengan pendidikan agama dan spiritual. Dengan begitu mereka lebih mawas diri dan takut untuk melakukan kesalahan,” ujarnya.

Zulmaeta menambahkan, komitmen Pemko Payakumbuh dalam penguatan nilai-nilai religius tidak hanya diwujudkan melalui program pembinaan keagamaan, tetapi juga melalui dukungan terhadap fasilitas ibadah yang layak dan representatif.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya selama bulan Ramadan.

Ia menilai, peran keluarga sangat menentukan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Kalau mengandalkan pemerintah saja akan sangat sulit. Makanya dari lingkungan keluarga kita mulai, kita didik anak-anak kita,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar memastikan keamanan rumah sebelum berangkat beribadah.

“Untuk kenyamanan beribadah, sebelum meninggalkan rumah tolong perhatikan semuanya dari bahaya kebakaran dan kamtibmas lainnya,” katanya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kami mengajak semua elemen masyarakat agar peduli terhadap kebersihan dan mulai mengolah sampah dari rumah masing-masing. Jika kita bergerak bersama, persoalan ini bisa kita atasi,” tutupnya.

Sementara itu, pengurus Masjid Nurul Jannah menyampaikan bahwa pembangunan masjid telah dimulai sejak 2021 dan masih dilakukan secara bertahap.

“Atas nama jamaah dan masyarakat sekitar, kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Wali Kota beserta rombongan di masjid kami,” ungkapnya.

Ia menilai bantuan dari pemerintah daerah menjadi penyemangat bagi pengurus untuk melanjutkan pembangunan serta meningkatkan kenyamanan jamaah.

“Kami berharap bantuan ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Kunjungan Tim I Safari Ramadan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Payakumbuh, sejumlah Kepala OPD, Ketua TP-PKK Ny. Eni Zulmaeta, Kakan Kemenag Kota Payakumbuh, pimpinan BUMD, Camat Payakumbuh Utara, Lurah Tigo Koto Dibaruah, serta tokoh masyarakat dan jamaah Masjid Nurul Jannah. (HM)

Dipimpin Wawako Elzadaswarman, Tim II Safari Ramadan Pemko Payakumbuh Kunjungi Masjid Ikhlas Payolansek    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Dipimpin Wawako Elzadaswarman, Tim II Safari Ramadan Pemko Payakumbuh Kunjungi Masjid Ikhlas Payolansek
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, memimpin Tim II Safari Ramadan Pemko Payakumbuh berkunjung ke Masjid Ikhlas, Kelurahan Payolansek. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, memimpin Tim II Safari Ramadan Pemko Payakumbuh berkunjung ke Masjid Ikhlas, Kelurahan Payolansek, Kecamatan Payakumbuh Barat, dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah, Selasa 24/02/2026 malam

Kegiatan itu diawali dengan tausiyah oleh Ustadz Husni yang mengangkat tema “Mencari Keberkahan di Bulan Suci Ramadan”.

Dalam ceramahnya, Ustadz Husni mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial.

“Ramadan adalah bulan mulia. Siapa yang bersungguh-sungguh memperbaiki ibadah dan akhlaknya, insyaallah akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya,” ujar Ustadz Husni di hadapan jamaah.

Mengawali sambutannya, Elzadaswarman menyampaikan duka cita atas berpulangnya salah seorang pensiunan ASN Pemko Payakumbuh.

“Innalillahi wainnaillaihi roji’un. Almarhum setelah pensiun juga pernah duduk di kursi legislatif, dan tadi sore kita mendengar berpulang untuk selamanya Bapak Zainir ke haribaan-Nya. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Elzadaswarman menyampaikan bahwa kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta bersama dirinya telah memasuki tahun kedua. Ia mengakui, berbagai dinamika telah dihadapi, termasuk musibah kebakaran yang melanda Pasar Payakumbuh.

“Kita diuji dengan kebakaran pasar. Namun pemerintah kota berkomitmen membangun kembali dengan penataan yang lebih baik. Untuk itu kami mohon dukungan, saran, dan masukan dari seluruh masyarakat agar pembangunan Kota Payakumbuh dapat terus berjalan, baik secara fisik maupun spiritual,” katanya.

Elzadaswarman juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan bersama. Ia mengajak masyarakat mulai peduli terhadap kebersihan dari lingkungan rumah masing-masing.

“Persoalan sampah ini tidak bisa diselesaikan pemerintah saja. Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mari kita mulai dari rumah tangga, mengelola dan memilah sampah dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemko Payakumbuh menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp 50 juta untuk Masjid Ikhlas Payolansek. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung pembangunan dan peningkatan fasilitas masjid.

“Semoga bantuan ini bisa membantu pembangunan masjid kita dan semakin meningkatkan semangat ibadah masyarakat,” kata Elzadaswarman.

Ia menambahkan, pada tahun ini Pemko Payakumbuh telah menyalurkan hibah sebesar Rp 1.532.000.000 untuk masjid, mushalla, dan lembaga keagamaan di Kota Payakumbuh.

Safari Ramadan, menurut dia, bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wadah mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

“Melalui Safari Ramadan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengar aspirasi secara langsung, dan memperkuat sinergi dalam membangun Payakumbuh yang maju dan bermartabat,” tutur Elzadaswarman. (HM)

Pemprov Sumbar dan Pemkab Lima Puluh Kota Sinkronkan Arah Pembangunan 2026    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Pemprov Sumbar dan Pemkab Lima Puluh Kota Sinkronkan Arah Pembangunan 2026
Pemprov Sumbar menggelar rapat koordinasi sinkronisasi pembangunan bersama Pemerintah Kabupaten Lima Puluhkota.

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menggelar rapat koordinasi sinkronisasi pembangunan bersama Pemerintah Kabupaten Lima Puluhkota. Rapat tersebut berlangsung di rumah dinas Bupati Lima Puluhkota, Selasa (24/2/2026).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan rapat tersebut menjadi ruang diskusi untuk menyamakan langkah dan meningkatkan sinergitas dalam melakukan percepatan pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten, khususnya dalam menghadapi tantangan yang terus berulang setiap tahun. “Yang kita lakukan hari ini adalah berdiskusi dan menyinkronkan kegiatan pembangunan, baik perencanaan maupun pelaksanaannya, antara provinsi dan Kabupaten Lima Puluhkota,” ujar Mahyeldi.

Dalam rapat tersebut, sejumlah persoalan strategis dibahas, mulai dari masalah konektivitas dan kemacetan di Kelok 9 yang kerap terjadi saat puncak mudik Lebaran, hingga penurunan harga komoditas pertanian unggulan daerah seperti gambir. Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi perhatian, khususnya pengelolaan kawasan strategis pariwisata provinsi di kawasan Harau. Tak kalah penting, kesiapsiagaan penanganan bencana dan mitigasi risiko bencana juga dibahas sebagai antisipasi menjelang arus mudik Lebaran.

Mahyeldi menegaskan, percepatan pembangunan tahun 2026 perlu dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Salah satu fokus utama yang didorong adalah hilirisasi agroindustri, terutama komoditas gambir yang menjadi andalan Lima Puluh Kota. “Hilirisasi ini sejalan dengan visi nasional. Kita dorong agar gambir tidak hanya dijual mentah, tapi diolah menjadi produk turunan seperti katekin yang punya nilai tambah lebih tinggi,” kata Mahyeldi.

Ia juga menekankan pentingnya kekompakan antara Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, serta peran Sekretaris Daerah dalam menyatukan seluruh organisasi perangkat daerah agar bergerak seirama.

Sementara itu Bupati Lima Puluhkota, Safni menyampaikan apresiasi atas kesediaan Gubernur meluangkan waktu untuk berkoordinasi langsung dengan jajaran Pemkab Lima Puluhkota. “Rakor ini sebenarnya sudah kami rencanakan hampir satu tahun. Alhamdulillah, Pak Gubernur memberi kesempatan,” ujar Safni.

Safni mengakui, sebagai pimpinan daerah yang baru, dirinya dan Wakil Bupati membutuhkan banyak arahan dan bimbingan dari Pemprov Sumbar. Menurutnya, banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan jika komunikasi dan kolaborasi berjalan dengan baik, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga nagari. “Tidak akan sukses sebuah kabupaten kalau nagari dan desa tidak dibimbing. Begitu juga provinsi, tidak akan kuat kalau kabupaten/kota tidak dirangkul,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya akurasi data sebagai pijakan dalam merencanakan sebuah kebijakan, terutama di sektor pertanian. Perbedaan data antara pemerintah nagari dan penyuluh, kata Safni, sering menimbulkan ketimpangan dalam pengambilan kebijakan. “Kalau komunikasi nyambung dari nagari ke kabupaten, insyaallah perbedaan data dan ketimpangan seperti ini bisa kita hindari,” tutup Safni.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat sinergi pembangunan dan menyatukan arah kebijakan antara Pemprov Sumbar dan Kabupaten Lima Puluhkota ke depan. (adpsb/cen/bud)

Kabar Baik! Padang Raih Penghargaan Tertinggi Sertifikat Adipura    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Kabar Baik! Padang Raih Penghargaan Tertinggi Sertifikat Adipura
Kota Padang kembali menorehkan prestasi nasional di bidang pengelolaan sampah. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kabar baik lagi-lagi datang dari Jakarta. Di bulan Ramadan ini, Kota Padang kembali menorehkan prestasi nasional di bidang pengelolaan sampah. Ibukota Provinsi itu meraih Sertifikat Menuju Kota Bersih, yang pada tahun ini menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan secara nasional.

Padang meraih nilai 71,44 dan menempati peringkat ke-8 nasional. Capaian ini menegaskan posisi Kota Padang sebagai salah satu daerah dengan kinerja pengelolaan sampah terbaik di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Lingkungan Hidup kepada Wali Kota Padang Fadly Amran, di Gedung Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026). Penyerahan penghargaan dilakukan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026. “Alhamdulillah kita meraih penghargaan tertinggi, sertifikat Adipura,” ujar Fadly Amran. 

Kota Padang satu-satunya kota besar di pulau Sumatera yang mendapat penghargaan ini. Dari ratusan kota dan kabupaten di Indonesia, hanya 13 kota dan 22 kabupaten yang menerima penghargaan pada tahun ini. Hal ini dikarenakan ketatnya standar penilaian Adipura.

Skema penilaian menetapkan, nilai kinerja di atas 85 untuk Piala Adipura Kencana, nilai kinerja 75–85 untuk Piala Adipura, nilai kinerja 60–75 untuk Sertifikat Adipura, dan nilai kinerja di bawah 60 untuk predikat kota kotor. Namun faktanya, tidak ada satu pun daerah di Indonesia yang berhasil menembus nilai kinerja 75. Artinya, tidak ada penerima Piala Adipura Kencana maupun Piala Adipura tahun ini. Dengan demikian, Sertifikat Adipura menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan secara nasional pada tahun ini.

Mekanisme penilaian Adipura tahun 2026 memang berbeda dari tahun sebelumnya. Mengutip laman resmi KLH, mekanisme penilaian program Adipura terdiri dari lima tahap. Seperti, pengumpulan data sekunder kapasitas pengelolaan sampah kabupaten/kota berdasarkan data SIPSN. Tahap klarifikasi sesuai kriteria dalam Peraturan Menteri. Tahap pemantauan, meliputi kebersihan dan pengelolaan sampah (50%), pengurangan sampah di sumber dan penanganan melalui fasilitas (termasuk pelibatan masyarakat), anggaran pengelolaan sampah (20%), SDM dan fasilitas (30%)

Kemudian, tahap penilaian akhir berdasarkan skala, kriteria nilai, dan bobot sesuai SK Menteri LHK Nomor 1418 Tahun 2025. Penetapan akhir, yakni penentuan penerima Adipura Kencana, Adipura, Sertifikat Adipura, serta predikat Kota Kotor. Ke depan, Kota Padang akan terus berbenah dalam hal kebersihan. Saat ini, sekitar 73,25% sampah Kota Padang masih masuk ke TPA, sementara target nasional mengharuskan angka tersebut di bawah 30 persen. Selain itu, masih terdapat sekitar 1,06 persen sampah yang belum terkelola dengan baik, yang berakhir di lingkungan, sungai, dan lahan kosong. Angka ini harus ditekan hingga nol.(Charlie)

Pembangunan Batu Bronjong Sepanjang 350 Meter di Batang Aia Dingin Dimulai    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Pembangunan Batu Bronjong Sepanjang 350 Meter di Batang Aia Dingin Dimulai
Pemasangan batu bronjong perkuatan tebing dimulai sejak Selasa (24/2/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
– Langkah konkret mitigasi bencana terus dilakukan di kawasan Sungai Batang Aia Dingin, Kota Padang. Guna mencegah pengikisan tebing sungai yang kian mengkhawatirkan ketika curah hujan tinggi, pemasangan batu bronjong perkuatan tebing dimulai sejak Selasa (24/2/2026).

Perwakilan PT Nindya Karya, Novriansyah selaku pelaksana kegiatan pemasangan batu bronjong menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan respon cepat terhadap kerusakan infrastruktur yang diakibatkan bencana banjir terakhir.

Dalam penjelasannya di lokasi, Novriansyah merinci teknis pengerjaan yang sedang berlangsung dengan volume pekerjaan pemasangan batu bronjong direncanakan membentang sepanjang 350 meter di sepanjang tepian tebing sungai.

"Lokasi ini sebelumnya telah tergerus air cukup parah. Upaya darurat berupa penimbunan tanggul dengan lebar 5 hingga 6 meter sebelumnya sempat dilakukan, namun kembali habis tersapu arus sungai. Karena itu, penggunaan bronjong dipilih sebagai solusi permanen karena timbunan tanah saja terbukti tidak mampu menahan laju gerusan air (abrasi) sungai," ujarnya. 

Pembangunan batu bronjong yang telah dimulai ini ditargetkan memiliki durasi pengerjaan yang cepat. Pihak pelaksana optimistis infrastruktur pelindung tebing ini dapat berfungsi optimal dalam waktu dekat. 

"Kita sudah mulai hari ini. Insya Allah, target kita sebelum Lebaran pengerjaan ini sudah selesai dilakukan," tegas Novriansyah.

Selain pemasangan bronjong, di titik koordinat yang sama juga dilakukan perkuatan tebing menggunakan susunan batu-batu besar. Hal ini bertujuan untuk mengarahkan arus air agar tidak lagi menghantam dan masuk ke area pepemukiman atau lahan produktif milik warga di sekitar Sungai Air Dingin. (Taufik/Defrianto/Wiki/Ivan)