HEADLINE
Walikota Pariaman Hadiri Taragak Basuo Ponpes Ibnu Abbas    
Senin, Maret 23, 2026

On Senin, Maret 23, 2026

Walikota Pariaman Hadiri Taragak Basuo Ponpes Ibnu Abbas
Wali Kota Pariaman, Yota Balad menghadiri  silaturahmi bertajuk “Taragak Basuo”.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman, Yota Balad menghadiri  silaturahmi bertajuk “Taragak Basuo” yang digelar Pondok Pesantren Ibnu Abbas, Pariaman di halaman Pondok Pesantren Ibnu Abbas, Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Senin (23/2).

Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan momentum penting untuk mempererat ukhuwah antara pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan berbasis agama.

“Ponpes Ibnu Abbas merupakan salah satu tempat pendidikan yang mencetak generasi muda Pariaman yang berakhlak mulia dan salah satunya Ponpes Ibnu Abbas. 

Hal ini termasuk pada salah satu porgram unggulan Balad-Mulyadi dalam melahirkan satu rumah satu hafiz. Kita ingin ke depannya Kota Pariaman memiliki anak –anak yang kuat dalam bidang agama khususnya penghafal Al-Qur’an, “ ungkapnya.

Pondok pesantren adalah benteng moral bagi generasi muda dalam meningkatkan ilmu agama. Kegiatan Taragak Basuo ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan untuk menyerap aspirasi dari dunia pendidikan pesantren secara langsung.

“Kita berkomitmen untuk selalu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui jalur pendidikan keagamaan. Kita juga mengajak para santri untuk tetap optimis dan tekun belajar demi menghadapi tantangan di masa depan. Melalui momen taragak basuo ini, kita sinergikan semangat membangun kota dengan nilai-nilai religius," harapnya.

Ketua pelaksana Ustadz Abu Rifqi Al-Asyrofi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pariaman yang mendukung penuh Ponpes Ibnu Abbas. (R/at)

Libur Idul Fitri, Ribuan Wisatawan Padati Waterboom The Unique Park Sawahlunto    
Senin, Maret 23, 2026

On Senin, Maret 23, 2026

Libur Idul Fitri, Ribuan Wisatawan Padati Waterboom The Unique Park Sawahlunto
Di bawah langit cerah Sawahlunto, ratusan keluarga larut dalam kegembiraan sederhana, berenang, meluncur, dan saling menyapa di Waterboom The Unique Park.

BENTENGSUMBAR.COM
- Tawa anak-anak pecah di antara percikan air. Di bawah langit cerah Sawahlunto, ratusan keluarga larut dalam kegembiraan sederhana, berenang, meluncur, dan saling menyapa di Waterboom The Unique Park.

Libur Idul Fitri tahun ini membawa ribuan orang dari berbagai penjuru Sumatera Barat berkumpul di satu tempat. Bukan sekadar berwisata, tetapi merayakan kebersamaan yang mungkin lama tertunda.

Di kolam utama, anak-anak berlarian tanpa lelah, sementara orang tua duduk di tepi, mengawasi dengan senyum yang tak putus. Di sudut lain, suara musik mengalun, memberi ruang bagi siapa saja yang ingin bernyanyi dan melepas penat.

Tak banyak yang tahu, tempat ini menyimpan jejak panjang sejarah. Di masa kolonial Belanda, kawasan ini pernah menjadi tempat pemandian para pejabat dan keluarga Eropa. Kini, di lokasi yang sama, masyarakat dari berbagai latar belakang menikmati ruang yang jauh lebih inklusif, ruang kebahagiaan milik bersama.

Direktur Waterboom, Adriyan Yudistiara, S.Si., M.M., berdiri di antara keramaian itu dengan optimisme yang perlahan tumbuh. Ia menyebut, sejak momentum Idul Fitri, jumlah pengunjung telah menembus angka 3.000 orang.

“Saat awal kami masuk, kondisi tempat ini cukup memprihatinkan akibat persoalan manajemen di masa lalu. Banyak aset yang mengalami penurunan. Tapi kami percaya, tempat ini masih punya harapan besar untuk bangkit,” ungkapnya.

Langkah perbaikan pun mulai dijalankan. Dari pembenahan manajemen, organisasi, hingga penguatan sistem keuangan, semuanya dilakukan di tengah keterbatasan aset yang kini tersisa sekitar 40 persen.

Namun di balik angka-angka itu, ada satu hal yang tak bisa diukur: kepercayaan pengunjung yang mulai kembali.

Untuk menarik minat wisatawan, pengelola menghadirkan program membership yang terjangkau. Dengan Rp50.000, pengunjung bisa menikmati fasilitas selama sebulan penuh. Bahkan, mulai April mendatang, akan ada skema tiket Rp1.000 per pengunjung, serta paket keluarga Rp120.000 per bulan (untuk 4 0rang).

Di sisi lain, keselamatan tetap menjadi prioritas. Dengan dukungan 26 karyawan serta tenaga medis dari Dinas Kesehatan yang berjaga secara bergiliran, pengunjung diharapkan dapat menikmati liburan dengan rasa aman.

Menjelang sore, suasana belum juga surut. Anak-anak masih enggan beranjak dari air, sementara orang tua menikmati momen yang mungkin jarang datang dua kali.

Di tempat ini, Idul Fitri bukan hanya tentang saling memaafkan. Ia hadir dalam bentuk yang lebih sederhana, dalam tawa, dalam kebersamaan, dan dalam harapan bahwa tempat ini akan terus hidup, tumbuh, dan menjadi bagian dari cerita banyak keluarga. 

“Terima kasih kepada semua yang sudah datang. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Adriyan, menutup hari yang penuh makna.

Dan di antara riuh itu, Waterboom The Unique Park perlahan menemukan kembali jiwanya, sebagai tempat pulang bagi tawa keluarga. (*) 

Pewarta: Marjafri

Gubernur Mahyeldi Dorong UMKM Go Digital untuk Perluas Pasar    
Senin, Maret 23, 2026

On Senin, Maret 23, 2026

Gubernur Mahyeldi Dorong UMKM Go Digital untuk Perluas Pasar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk segera bertransformasi ke pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau aktivitas pedagang Pasar Ateh Bukittinggi pada hari ketiga Idulfitri 1447 H, Senin (23/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur berdialog langsung dengan para pedagang dan menemukan bahwa sebagian besar transaksi masih bergantung pada penjualan langsung atau tatap muka antara penjual dan pembeli di toko. “Ke depan, UMKM perlu memanfaatkan platform digital agar jangkauan pemasaran tidak hanya terbatas pada pengunjung yang datang langsung,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, digitalisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan. “Kalau UMKM kita sudah go digital, maka pasar akan semakin luas dan peluang peningkatan pendapatan juga semakin besar,” tambahnya.

Salah seorang pedagang di Pasar Atas Kota Bukittinggi, Reni, pemilik toko bordir yang menjual mukena di Pasar Ateh, mengungkapkan mayoritas pembelinya berasal dari luar daerah, terutama saat momen libur Lebaran. “Kalau pembeli, rata-rata dari luar daerah, Pak,” ujar Reni.

Namun demikian, ia mengaku belum memanfaatkan platform digital secara optimal dalam memasarkan produknya. “Kami belum jual di marketplace, Pak. Paling hanya lewat WhatsApp saja untuk pelanggan tetap. Jadi mayoritas pelanggan kami adalah pembeli yang datang langsung ke toko,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa potensi pengembangan UMKM melalui digitalisasi masih sangat terbuka.

Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus mendorong transformasi digital UMKM melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan, sehingga pelaku usaha lokal mampu bersaing dan berkembang di era ekonomi digital. (adpsb/cen/bud)

Tinjau Pasar Ateh Bukittinggi Saat Puncak Libur Lebaran, Gubernur Mahyeldi Tekankan Hospitality dan Kebersihan Kawasan Wisata    
Senin, Maret 23, 2026

On Senin, Maret 23, 2026

Tinjau Pasar Ateh Bukittinggi Saat Puncak Libur Lebaran, Gubernur Mahyeldi Tekankan Hospitality dan Kebersihan Kawasan Wisata
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya peningkatan kualitas hospitality dan kebersihan kawasan wisata kepada para pedagang saat meninjau Pasar Ateh Bukittinggi pada hari ketiga Idulfitri 1447 H, Senin (23/3/2026).

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan optimalnya pelayanan terhadap pengunjung di sejumlah destinasi utama pariwisata Sumbar selama masa libur Lebaran.

Gubernur Mahyeldi menilai kesiapan Kota Bukittinggi dalam menyambut masa libur Lebaran cukup baik. Namun menurutnya, masih perlu pembenahan dari sisi keramahan dan kebersihan. “Secara umum kondisinya cukup baik. Namun yang perlu terus kita dorong adalah peningkatan hospitality dan kebersihan,” tegas Mahyeldi.

Menurutnya, kesiapan daerah dalam menyambut wisatawan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas pelayanan, kenyamanan, serta kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. "Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Sumbar, Bukittinggi akan menjadi cerminan Sumbar bagi wisatawan. Sehingga hospitalitynya harus terjaga,"ujar Mahyeldi

Menurutnya momentum Lebaran dengan tingginya kunjungan wisatawan harus dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan. Sehingga pariwisata Sumbar bisa menjadi lebih baik dari tahun ke tahun. “Pasar Ateh dan kawasan wisata harus tampil bersih, tertata, dan nyaman. Ini penting agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik saat berkunjung ke Sumatera Barat,” ujarnya.

Mahyeldi juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga citra pariwisata daerah.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sumbar untuk memastikan sektor pariwisata terus berbenah dan mampu memberikan layanan yang semakin berkualitas kepada wisatawan. (adpsb/cen/bud)

Idul Fitri di Rutan Sawahlunto: 61 Warga Binaan Terima Remisi, Satu Langsung Hirup Udara Bebas    
Senin, Maret 23, 2026

On Senin, Maret 23, 2026

Idul Fitri di Rutan Sawahlunto: 61 Warga Binaan Terima Remisi, Satu Langsung Hirup Udara Bebas
Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis oleh Kepala Rutan Sawahlunto, Mustofa. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah suasana Idul Fitri yang sarat makna kemenangan dan pengampunan, kabar bahagia hadir di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto. Usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri berjamaah di Masjid At-Taubah, sebanyak 61 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menerima Remisi Khusus (RK), Sabtu (21/03).

Momen itu terasa berbeda. Di balik wajah-wajah yang khusyuk sejak pagi, terselip harapan yang akhirnya terjawab. Satu per satu nama dibacakan, disambut rasa syukur dan haru yang tak dapat disembunyikan.

Dari total penerima, 60 orang memperoleh Remisi Khusus I (RK I) berupa pengurangan masa pidana. Sementara itu, satu orang lainnya menerima Remisi Khusus II (RK II) yang langsung membawanya kembali ke kebebasan pada hari yang sama—sebuah momen yang menjadi simbol nyata dari kesempatan kedua.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia terkait pemberian Remisi Khusus Idul Fitri 1447 Hijriah. Suasana hening menyelimuti ruangan saat para warga binaan menyimak dengan penuh perhatian, menanti nama mereka disebut.

Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis oleh Kepala Rutan Sawahlunto, Mustofa, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif serta aktif mengikuti program pembinaan.

Kepala Rutan Sawahlunto menegaskan bahwa remisi bukanlah hadiah tanpa proses, melainkan hak yang diberikan kepada mereka yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku.

“Remisi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri, berperilaku baik, dan mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Di balik tembok pembatas, Idul Fitri tahun ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang harapan yang perlahan tumbuh. Bagi sebagian warga binaan, remisi menjadi pengingat bahwa perubahan selalu mungkin—dan bagi satu orang yang melangkah keluar hari itu, Idul Fitri benar-benar menjadi awal dari kehidupan yang baru. (*) 

Pewarta: marjafri

Di Balik Jeruji, Hangatnya Idul Fitri Menyentuh Warga Binaan Rutan Sawahlunto    
Senin, Maret 23, 2026

On Senin, Maret 23, 2026

Di Balik Jeruji, Hangatnya Idul Fitri Menyentuh Warga Binaan Rutan Sawahlunto
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto menggelar Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid At-Taubah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di balik tembok dan jeruji besi, suasana Idul Fitri tetap hadir dengan kehangatan yang sama. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto menggelar Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid At-Taubah, yang diikuti oleh seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Islam, dalam nuansa khidmat dan penuh kebersamaan.

Sejak pagi, para warga binaan telah memadati masjid dengan wajah-wajah yang menyiratkan harap dan haru. Tak ada kemewahan, namun keheningan yang tercipta justru menghadirkan makna yang lebih dalam—tentang kemenangan, penyesalan, dan harapan untuk memulai lembaran baru.

Sholat Idul Fitri dipimpin oleh Ustad Syahrial, S.Pd.I. dari Kementerian Agama Kota Sawahlunto yang juga bertindak sebagai khatib. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat ketakwaan, memperbaiki diri, serta menjaga silaturahmi sebagai inti dari nilai-nilai kemenangan yang sejati.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Rutan Sawahlunto beserta jajaran pegawai, serta anggota Dharma Wanita Persatuan. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa kebersamaan dan kepedulian tetap terjalin, bahkan di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Rutan Sawahlunto, Mustofa menegaskan bahwa pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan bagian penting dari proses pembinaan kepribadian warga binaan.

“Melalui pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini, kami berharap seluruh Warga Binaan dapat merasakan makna kemenangan yang sesungguhnya, serta menjadikannya sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Di tengah keterbatasan, momen ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai keimanan, harapan, dan kebersamaan tidak pernah benar-benar terkurung.

Idul Fitri di Rutan Sawahlunto bukan hanya tentang merayakan hari kemenangan, tetapi juga tentang menemukan kembali harapan—bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik. (*) 

Pewarta: marjafri

Pimpinan DPRD Sujito Gelar Open Hause Wujudkan Kebersamaan Bersama Masyarakat    
Senin, Maret 23, 2026

On Senin, Maret 23, 2026

Pimpinan DPRD Sujito Gelar Open Hause Wujudkan Kebersamaan Bersama Masyarakat
Pimpinan DPRD Kabupaten Dharmaraya Sujito SM, dari Peraksi Golkar, gelar Open house. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pimpinan DPRD Kabupaten Dharmaraya Sujito SM, dari Peraksi Golkar, gelar Open house dikedikediaman  Korong Karya Budaya  Nagari Sungai Duo Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya.Mingu 22/04/2026

Menurut Sujito, Hari Raya Idul Fitri ini, menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dengan  seluruh tokoh  masyarakat erangkat nagari disamping itu Sujito mengundang insan pers se-Dharmasraya.

Suasana penuh keakraban seluruh tamu menikmati hidangan yang sudah disiapkan tuan rumah.

Open house ini sudah menjadi agenda rutin diselenggarakan setiap tahun pada hari lebaran kedua,Sujito SM,menyampaikan open house ini bukan hanya tradisi,momen penting ya g hanya  bisa dilaksanakan dalam setiap Hari Raya Idul Fitri,guna untuk mempererat hubungan kekeluargaan dengan seluruh elemen  Masyarakat dan para Ninik Mama.

"Selama setahun ini saya selalu sibuk dengan pekerjaan sebagai anggota Dewan,dan pada hari yang Fitri ini saya bisa bercengkrama dengan seluruh lapisan  masyarakat."

Dengan terselenggaranya acara ini  saya harap,tetap jaga kebersamaan dan kekeluargaan, bukan hanya dihari lebaran saja
Pada hari hari biasa tetap jaga keharmonisan
dalam menjalankan tugas sehari-hari.

"Saya sekeluarga  dihari yang firiin ini mohon maaf bila selama ini ada salah baik tidak tanduk saya yang tidak berkenan dihati masyarakat,sekali lagi mohon maaf lahir dan batin," lungkas Sujito. (W)