HEADLINE
Braditi Moulevey Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim dan Fakir Miskin    
Senin, Maret 16, 2026

On Senin, Maret 16, 2026

Braditi Moulevey Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim dan Fakir Miskin
Braditi Moulevey, di kawasan Duren Sawit menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada warga sekitar, khususnya anak yatim dan fakir miskin. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kegiatan buka puasa bersama yang digelar tokoh masyarakat Jakarta Timur sekaligus Perantau Minang, Braditi Moulevey, di kawasan Duren Sawit menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada warga sekitar, khususnya anak yatim dan fakir miskin.

Acara yang berlangsung pada Jumat (15/3/2026) itu digelar secara sederhana di kediamannya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Meski tidak mengundang banyak tokoh, kegiatan tersebut tetap berlangsung hangat dengan kehadiran sejumlah tokoh masyarakat setempat serta unsur pemerintahan.

Dalam kegiatan tersebut hadir Lurah Duren Sawit Santi Nur Rifiandini, ketua RT dan RW setempat, Ketua DPC IKM Jakarta Timur, serta pengurus DPW IKM Jakarta. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Ketua MUI Kelurahan Duren Sawit KH Nasrullah Jamaluddin.

Braditi Moulevey mengatakan kegiatan ini memang tidak digelar secara besar-besaran karena fokus utama kegiatan adalah berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

“Kami telah melakukan buka puasa bersama dengan warga sekitar dan beberapa tokoh masyarakat yang ada di sekitar kediaman saya, di Duren Sawit dan juga dihadiri oleh Lurah Duren Sawit, Santi Nur Rifiandini dan juga RT, RW setempat, selain itu juga juga ada Ketua DPC IKM Jakarta Timur dan DPW Jakarta,” katanya, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut lebih menitikberatkan pada kepedulian sosial kepada anak-anak yatim serta warga kurang mampu di sekitar lingkungannya.

“Kegiatan ini memang terbatas, kami juga tak mengundang seluruh tokoh masyarakat karena memang esensi kegiatan ini kami berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim yang berada di sekitar kediaman saya, kemudian memberikan santunan untuk anak-anak yatim serta warga fakir miskin di sekitar kediaman saya, yaitu berupa paket sembako dan juga kain sarung untuk lebaran,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia membagikan ratusan paket sembako kepada warga sekitar. Bantuan tersebut juga dilengkapi dengan kain sarung yang diberikan sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan sosial tersebut merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Tijarotaan Lan Taburro yang dipimpin Braditi Moulevey dengan sejumlah pihak yang turut memberikan dukungan.

“Alhamdulillah, kegiatan ini terselenggara sebagai bentuk kebersamaan dan berbagi kebahagiaan yang kami lakukan dengan bekerjasama antara yayasan saya, Tijarotaan Lan Taburro dan beberapa pihak donatur yang telah bersedia membantu meringankan beban saudara-saudara kita ini,” katanya.

Sebagai tokoh masyarakat di Jakarta Timur yang juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial, pria yang akrab disapa Levi itu berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilakukan setiap Ramadan.

Ia menyebut bahwa semangat berbagi di bulan suci menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sosial antara masyarakat sekaligus membantu warga yang membutuhkan.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh kekeluargaan, dimulai dari pembukaan, penyerahan santunan, hingga acara buka puasa bersama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah bersama warga sekitar.

“Alhamdulillah berjalan lancar, dari pembukaan hingga berbuka bersama dan salat tarawih berjamaah,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut.

Melalui kegiatan ini, Braditi Moulevey berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus terjaga. Khususnya selama Ramadan 1447 Hijriah, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)

Gus Yaqut Terjerat Kasus Korupsi Kouta Haji, Ini Respons Cak Imin    
Senin, Maret 16, 2026

On Senin, Maret 16, 2026

Gus Yaqut Terjerat Kasus Korupsi Kouta Haji, Ini Respons Cak Imin
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dalam suatu kesempatan. (Foto/Net) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin buka suara soal mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) terjerat kasus korupsi kuota haji. Cak Imin enggan berkomentar banyak, karena kasus tersebut tak ada kaitannya dengan dia.

"Enggak ada hubungannya sama saya," kata Cak Imin saat ditemui di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2026).

Gus Yaqut ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dalam kasus kuota haji. Ia ditetapkan tersangka bersama mantan Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.

Cak Imin diketahui secara resmi mengesahkan pembentukan pansus angket tentang pengawasan haji. Pansus ini dibentuk saat Gus Yaqut menjadi Menag untuk mengevaluasi pelaksanaan haji 2024.

Namun ketika kembali ditanya tanggapan sebagai Pansus Haji DPR, Cak Imin menegaskan bahwa hal tersebut tidak lagi ada kaitannya dengan dirinya. Karena ia saat ini merupakan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat bukan bagian dari Pansus Haji.

“Enggak ada hubungannya sama saya. Tanya Pansus DPR. Saya Menteri, bukan DPR,” ujarnya.

Diketahui, KPK resmi menahan Gus Yaqut, Kamis (12/3/2026). Penahanan ini usai tim penyidik KPK memeriksa Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024.

KPK menyatakan Gus Yaqut diduga menerima aliran uang percepatan pemberangkatan haji tahun 2023. Bukan hanya Gus Yaqut, aliran uang itu juga mengalir Gus Alex dan beberapa pejabat Kementerian Agama (Kemenag).

Hal itu sebagaimana disampaikan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu saat konferensi pers penahanan Gus Yaqut di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim KPK bahwa RFA (Rizky Fisa Abadi selaku mantan Kasubdit Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus Kementerian Agama) juga memberikan fee percepatan tersebut kepada YCQ, IAA, serta sejumlah pejabat di Kementerian Agama," ujar Asep.

Ini berawal ketika Indonesia menerima kuota tambahan sebanyak 8 ribu pada tahun 2023. Kemudian, Rizky Fisa melakukan pertemuan dengan asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau travel terkait penyerapan kuota haji khusus tambahan sebanyak 640 jemaah. Angka tersebut merupakan hasil dari pembagian 92:8 persen dari total 8 ribu kuota tambahan.

"RFA kemudian menentukan kuota jemaah untuk 54 PIHK, sehingga bisa berangkat langsung tanpa antrean. RFA juga memberikan perlakuan khusus kepada PIHK tertentu untuk bisa mengisi kuota haji khusus tambahan dengan jemaah haji khusus T0 atau TX atau percepatan/tidak sesuai nomor urut," ungkapnya.

Selanjutnya, Rizky Fiza memerintahkan stafnya untuk mengumpulkan fee percepatan dari PIHK untuk pengisian kuota haji khusus tambahan yang mendapatkan T0 atau TX senilai USD5.000 atau Rp84,4 juta per jemaah. "Salah satu caranya dengan mengalihkan jemaah haji visa mujamalah menjadi haji khusus," ucapnya. (*)

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran    
Senin, Maret 16, 2026

On Senin, Maret 16, 2026

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Mojtaba Khamenei dengan latar Timteng dalam kolase foto. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran dalam hampir dua pekan terakhir dinilai berkembang jauh lebih kompleks dari perkiraan awal Washington.

Dalam ulasannya di media Rusia RT, analis geopolitik Farhad Ibragimov menilai strategi Amerika sejak awal didasarkan pada asumsi yang terlalu optimistis mengenai keruntuhan cepat sistem politik Iran.

Menurutnya, Washington semula memperkirakan serangan militer besar akan segera melemahkan Iran dan bahkan memicu runtuhnya pemerintahan hanya dalam satu atau dua hari pertama konflik. Asumsinya, pukulan telak terhadap kepemimpinan negara akan memicu efek domino berupa kekacauan di kalangan elite politik, lumpuhnya institusi negara, dan runtuhnya struktur pemerintahan.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hal berbeda. Meski berada di bawah tekanan militer besar, Iran tidak menunjukkan tanda-tanda keruntuhan sistemik. Lembaga pemerintahan tetap berfungsi, proses pengambilan keputusan berjalan, dan struktur negara tetap terkendali meskipun Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan terbunuh pada hari pertama perang.

Sebagai bagian dari mekanisme politik negara tersebut, Majelis Pakar Iran kemudian menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Penunjukan ini menunjukkan bahwa sistem politik Iran memiliki struktur kelembagaan yang mampu menjaga kesinambungan kekuasaan bahkan dalam situasi krisis besar.

Ibragimov menilai ketahanan itu tidak terlepas dari pengalaman panjang Iran menghadapi tekanan eksternal, mulai dari Perang Iran-Irak hingga puluhan tahun sanksi internasional sejak Revolusi Islam Iran 1979. Model negara yang menggabungkan legitimasi religius, aparat keamanan kuat, serta struktur pemerintahan yang fleksibel dinilai memungkinkan Iran bertahan dalam tekanan ekstrem.

Di sisi lain, ia juga menyoroti inkonsistensi pernyataan pemerintah Donald Trump terkait tujuan perang. Awalnya Washington menyebut targetnya adalah perubahan rezim di Iran, namun kemudian narasi tersebut bergeser menjadi demiliterisasi Iran dan pembatasan kemampuan militernya. Ibragimov menilai perubahan retorika ini memperlihatkan ketidakjelasan strategi.

“Harapan awal Washington akan pelemahan Iran yang cepat tidak terwujud. Sebaliknya, situasi saat ini menunjukkan bahwa Republik Islam sedang menghadapi ujian berat dan siap menunjukkan ketahanannya terhadap tekanan eksternal,” tulis Ibragimov.

Menurutnya, perkembangan ini memperlihatkan bahwa konflik tersebut bukan hanya perang militer, tetapi juga ujian terhadap stabilitas politik Iran. (*) 

Sumber: RMOL

Wawako Maigus Nasir Apresiasi Pelaksanaan Pesantren Ramadan Khusus    
Minggu, Maret 15, 2026

On Minggu, Maret 15, 2026

Wawako Maigus Nasir Apresiasi Pelaksanaan Pesantren Ramadan Khusus
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi menutup Pesantren Ramadan Khusus tingkat SMP/MTs se-Kota Padang Tahun 1447 Hijriah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi menutup Pesantren Ramadan Khusus tingkat SMP/MTs se-Kota Padang Tahun 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Nurul Iman, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Pesantren Ramadan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara” ini berlangsung sejak 23 Februari hingga 15 Maret 2026 dengan diikuti 66 siswa pilihan dari sembilan sekolah di Kota Padang, terdiri dari enam SMP dan tiga MTs.

Para peserta dipersiapkan tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga kemampuan kepemimpinan untuk menghidupkan aktivitas masjid di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir mengapresiasi pelaksanaan Pesantren Ramadan khusus yang dirancang sebagai wadah pembinaan karakter sekaligus kaderisasi kepemimpinan bagi generasi muda Kota Padang.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang bersama  Kantor Kemenag Kota Padang dalam menyiapkan generasi muda sebagai pelopor gerakan remaja masjid. “Program ini menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam menyiapkan generasi muda sebagai pelopor gerakan remaja masjid. Alhamdulillah terlaksana secara baik dari awal hingga akhir,” ujarnya.

Maigus menambahkan bahwa kurikulum yang diterapkan dalam pesantren Ramadan khusus ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran agama, tetapi juga pembinaan kepemimpinan dan penguatan peran sosial generasi muda. “Program pesantren Ramadan khusus ini dipersiapkan untuk melahirkan pelopor Remaja Masjid Reborn. Mereka nantinya akan kembali ke masjid di lingkungan masing-masing dan sekaligus menjadi pelopor gerakan Smart Surau di Kota Padang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan rasa syukur melihat keterlibatan para alumni Pesantren Ramadan khusus yang mulai aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dan kepemudaan di sejumlah masjid. "Alhamdulillah, mereka mampu menunjukkan kapasitasnya dengan menyelenggarakan semarak Ramadan, dan juga pelaksanaan Remaja Masjid Agung Nurul Iman Festival 2026 kali ini," pungkas Maigus Nasir. (*)

Wako Fadly Amran Menutup Pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 H di Masjid Raya Al-Munawwarah Surau Gadang    
Minggu, Maret 15, 2026

On Minggu, Maret 15, 2026

Wako Fadly Amran Menutup Pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 H di Masjid Raya Al-Munawwarah Surau Gadang
Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi menutup pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 H. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi menutup pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 H di Masjid Raya Al-Munawwarah, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Minggu (15/3/2026).

Sebelum menutup kegiatan, Fadly Amran menyerahkan santunan kepada anak yatim dan menyaksikan pengukuhan Generasi Muda Masjid Raya Al Munawwarah (Gemara) periode 2026–2029. Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Masjid Raya Al-Munawwarah, Buya Masoed Abidin.

Fadly Amran menegaskan bahwa pembangunan generasi muda tidak hanya menitikberatkan pada aspek jasmani, tetapi juga pembinaan rohani. Karena itu Pemerintah Kota Padang menghadirkan program Smart Surau untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. 

“Salah satu aktivasi dalam program Smart Surau adalah gerakan Subuh Mubarakah, yang mendorong siswa melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid dan musala. Alhamdulillah, rata-rata 30 ribu hingga 60 ribu siswa tercatat mengikuti kegiatan ini setiap hari, dengan persentase 60 hingga 90 persen dari target yang kita harapkan,” tambahnya.

Selain program Subuh Mubarakah, Pemko Padang juga menggagas program Remaja Masjid Reborn, yang mendorong lahirnya berbagai kegiatan kreatif dari para pemuda di masjid dan musala. Melalui program ini, para remaja masjid didorong untuk menyusun kegiatan positif.

“Untuk tahap awal, kami menyiapkan anggaran sekitar Rp100 juta untuk mendukung kegiatan kreatif dari remaja masjid ini. Kami berharap melalui kegiatan ini masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pusat pembinaan generasi muda, serta ruang sosial masyarakat,” ujar Fadly Amran.

Sementara itu, Ketua Bidang Dakwah sekaligus Ketua Pesantren Ramadan Masjid Raya  Al-Munawwarah, Amora Lubis, menyampaikan dalam kegiatan ini diserahkan santunan kepada 30 orang anak yatim yang bertempat tinggal di lingkungan masjid, yang masing-masing menerima bantuan sebesar Rp1 juta. “Atas nama pengurus dan jamaah kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Padang yang dalam kesempatan ini memberikan 30 paket sembako kepada anak-anak yatim penerima santunan. Semoga perhatian ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya. (*)

KKP Hentikan Pemanfaatan Ruang Laut Tak Berizin Seluas 30 Ha di Gresik    
Minggu, Maret 15, 2026

On Minggu, Maret 15, 2026

KKP Hentikan Pemanfaatan Ruang Laut Tak Berizin Seluas 30 Ha di Gresik
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara aktivitas pemanfaatan ruang laut seluas 30,17 hektare di wilayah Gresik, Jawa Timur.

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara aktivitas pemanfaatan ruang laut seluas 30,17 hektare di wilayah Gresik, Jawa Timur.

Langkah strategis ini dilakukan oleh Pengawas Kelautan Pangkalan PSDKP Benoa pada Kamis (12/03/26) terhadap kegiatan milik PT. PIM. Penghentian dilakukan lantaran perusahaan tersebut beroperasi tanpa dilengkapi dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) , Pung Nugroho Saksono (Ipunk), yang terjun langsung memimpin penyegelan di lokasi, menegaskan bahwa pemanfaatan ruang laut sesuai ketentuan adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar demi masa depan sumber daya kelautan.

“Upaya ini merupakan bentuk KKP yang hadir untuk menjaga sumber daya laut dan pesisir Indonesia. Kami harus menghentikan kegiatan yang tidak sesuai ketentuan ini sejak dini, karena aktivitas pemanfaatan ruang laut tanpa PKKPRL sangat berpotensi memicu kerusakan ekosistem yang masif dan merugikan,” tegas Ipunk di lokasi penyegelan.

Berdasarkan hasil pengawasan Pengawas Kelautan di lapangan, aktivitas PT. PIM diduga kuat melanggar regulasi pemanfaatan ruang laut yang dapat mengancam keseimbangan pesisir Gresik. Ipunk menjelaskan bahwa tindakan penghentian sementara yang dilakukan oleh Polsus PWP3K ini merupakan wewenang sah yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 30 Tahun 2021, sebagai upaya mitigasi agar dampak pelanggaran tidak semakin meluas.

Lebih lanjut, Ipunk menegaskan bahwa aturan ini berlaku tanpa pandang bulu bagi seluruh pelaku usaha. Setiap entitas yang ingin memanfaatkan ruang laut diwajibkan memiliki PKKPRL. Khusus untuk aktivitas reklamasi, pelaku usaha juga mutlak harus mengantongi izin reklamasi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2021 dan dipertegas melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Selain diwajibkan memiliki izin, setiap pelaku usaha juga terikat untuk mematuhi seluruh rambu-rambu ekologis yang tertera di dalam perizinan tersebut, termasuk tidak melebihi kesesuaian luasan area usaha yang diizinkan.

“Terhadap pelanggaran di Gresik ini, setelah proses penghentian operasional, Ditjen PSDKP akan langsung melakukan pemeriksaan secara mendalam. Apabila ditemukan indikasi, kami akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku agar ada efek jera,” pungkas Ipunk.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa ekologi adalah panglima dalam tata kelola laut Indonesia. KKP tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk aktivitas pemanfaatan ruang laut yang merusak daya dukung lingkungan pesisir. (*)

Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Buka Penerimaan Santri Baru 2026/2027, Pendaftaran Gratis    
Minggu, Maret 15, 2026

On Minggu, Maret 15, 2026

Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Buka Penerimaan Santri Baru 2026/2027, Pendaftaran Gratis
Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas yang berlokasi di Korong Lubuak Aro, Nagari Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman. 

BENTENGSUMBAR.COM- 
Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas yang berlokasi di Korong Lubuak Aro, Nagari Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman, resmi membuka penerimaan santri baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027. 

Penerimaan ini menjadi kesempatan bagi para orang tua yang ingin memberikan pendidikan agama yang kuat sekaligus membentuk karakter anak menjadi pribadi yang mandiri dan berakhlak mulia.

Pondok pesantren ini terus berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan luas serta kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan zaman.

Dengan lingkungan pendidikan yang religius dan disiplin, para santri dibina agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, serta siap berkontribusi bagi masyarakat.

Berbagai program unggulan telah disiapkan untuk mendukung proses pembinaan para santri. Di antaranya Program Halaqah atau Mangaji Duduak yang menekankan penguatan ilmu agama, Program Muhadarah yang melatih kemampuan dakwah dan berbicara di depan umum, serta Program Maulang Kaji yang bertujuan memperdalam pemahaman keagamaan secara berkelanjutan.

Selain itu, para santri juga dibekali dengan kegiatan pengembangan diri melalui Program Literasi, Program Olahraga, serta berbagai perlombaan antar santri yang bertujuan menumbuhkan semangat belajar, kreativitas, serta jiwa kompetitif yang positif.

Menariknya, proses pendaftaran santri baru di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas ini tidak dipungut biaya atau gratis. Hal ini menjadi bentuk komitmen pondok pesantren untuk memberikan akses pendidikan agama yang luas bagi masyarakat.

Bagi orang tua yang ingin mendaftarkan anak atau kemenakan, dapat langsung menghubungi panitia penerimaan santri baru melalui nomor 0831-1009-0712 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan proses pendaftaran.

Dengan berbagai program pembinaan yang dimiliki, Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas diharapkan terus menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi Qur’ani, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (*)