HEADLINE
Jamintel Tegaskan Jaga Desa Bukan Alat Kriminalisasi, Tapi Penguat Tata Kelola Desa    
Sabtu, Maret 14, 2026

On Sabtu, Maret 14, 2026

Jamintel Tegaskan Jaga Desa Bukan Alat Kriminalisasi, Tapi Penguat Tata Kelola Desa
Rapat koordinasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Tangerang. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kejaksaan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Optimalisasi Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) sekaligus rapat koordinasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Tangerang. 

Agenda strategis tersebut berlangsung pada Jumat (13/3/2026) di Lemo Hotel, Banten, dengan fokus memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan penting, termasuk Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Bernandeta Maria Elastiyani, S.H., M.H., serta jajaran pengurus ABPEDNAS se-Kabupaten Tangerang. 

Forum koordinasi tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara aparat penegak hukum dan pemerintahan desa dalam mengawal pengelolaan anggaran desa secara profesional.

Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Prof. Reda Manthovani, menegaskan bahwa Program Jaga Desa tidak dirancang sebagai alat untuk mencari kesalahan aparatur desa.

Program tersebut justru menjadi wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan hukum dan rasa aman bagi para pengelola anggaran desa.

“Program Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) sama sekali tidak dirancang sebagai instrumen untuk mencari-cari kesalahan atau mengkriminalisasi aparatur desa. Program tersebut merupakan bentuk kehadiran negara yang memberikan rasa aman kepada para pengelola anggaran di tingkat desa agar dapat bekerja sesuai koridor hukum yang berlaku,” ujar Prof. Reda dalam sambutannya.

Prof. Reda juga menjelaskan bahwa jaksa menjalankan fungsi preventif melalui pendampingan hukum yang melekat kepada perangkat desa. 

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menekan potensi pelanggaran hukum yang kerap terjadi akibat kelalaian administrasi maupun kurangnya pemahaman terhadap regulasi yang terus berkembang.

“Program Jaga Desa memegang peran vital dalam menjaga perangkat desa agar tidak terjerumus dalam persoalan hukum sehingga pembangunan desa dapat berjalan tanpa hambatan,” tambah Prof. Reda.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memberikan apresiasi atas pelaksanaan Program Jaga Desa di wilayah Kabupaten Tangerang. 

Kehadiran jaksa sebagai mitra konsultasi hukum dinilai mampu memperkuat upaya pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Pendampingan hukum dari Kejaksaan juga diyakini mampu meningkatkan keberanian serta kepercayaan diri para kepala desa dalam mengeksekusi berbagai program strategis pembangunan. 

Upaya tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang.

Sejalan dengan komitmen pemerintah pusat, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Bernandeta Maria Elastiyani menegaskan dukungan penuh terhadap implementasi Program Jaga Desa. 

Kejati Banten juga menyatakan kesiapan untuk memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan ABPEDNAS dalam mendampingi pemerintahan desa.

Kejaksaan Tinggi Banten membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi perangkat desa yang membutuhkan pendampingan maupun konsultasi hukum. 

Kolaborasi berkelanjutan antara aparat penegak hukum dan pemerintah desa diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan desa yang sehat, di mana kepatuhan hukum berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi desa demi masa depan Banten yang lebih maju. (*) 

Pewarta: Muhammad Fadhli

Wako Pariaman: Pesantren Ramadhan Ditutup, Persiapkan Sambut Lebaran Idul Fitri    
Sabtu, Maret 14, 2026

On Sabtu, Maret 14, 2026

Wako Pariaman: Pesantren Ramadhan Ditutup, Persiapkan Sambut Lebaran Idul Fitri
Penutupan sekaligus penyerahan hadiah sesaat menjelang berbuka bersama yang dihadiri Wakil Walikota Pariaman Mulyadi.

BENTENGSUMBAR.COM
– Pesantren Ramadhan yang diikuti  seluruh siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Pariaman ditutup Wali Kota Pariaman Yota Balad, Jumat (13/3/2026) di halaman Balaikota Pariaman. 

Penutupan sekaligus penyerahan hadiah sesaat menjelang berbuka bersama yang dihadiri Wakil Walikota Pariaman Mulyadi.

Pesantren Ramadhan dimulai 23 Februari 2026 lalu, tingkat  Sekolah Dasar (SD)  diikuti siswa kelas 4, 5, dan 6 (jenjang kelas tinggi) dan SMP kelas 7, 8 dan 9.

Pesantren Ramadhan dimulai pukul 08.00 hingga  11.00 WIB untuk SD dan pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dilanjutkan sholat Dzuhur berjamaah untuk SMP.

Wali Kota Pariaman Yota Balad usai shalat Magrib berjamaah kepada wartawan menyebutkan, pesantren Ramadhan ini diharapkan semakin meningkatkan pemahaman ajaran dan nilai-nilai agama Islam kepada siswa Kota Pariaman.

“Mudah-mudahan siswa-siswi di Kota Pariaman bisa membentengi dirinya dari perbuatan yang dilarang agama, jauh dari perbuatan maksiat. Pesantren Ramadhan untuk mendukung  program unggulan Balad-Mulyadi Pariaman RISALAH (Beriman, Saleh dan Berahlak).,” kata Yota Balad.

Yota Balad juga menyebutkan, Pemko Pariaman memberikan santunan kepada 400 orang anak yatim di Kota Pariaman yang berasal dari sumbangan seluruh ASN Pemko Pariaman. 

Ini diberikan ASN Pariaman sebagai tanggung jawab sebagai umat Islam untuk memperhatikan anak yatim. 

Sedangkan sebagai warga negara, juga menjalankan amanat UUD 1945 bahwa anak yatim dipelihara negara. 

Inilah bentuk tanggung jawab kita kepada anak yatim. Tahun ini berjumlah 400 orang, mudah-mudahan tahun depan bisa meningkat hingga 1.000 orang.

“Penyerahannya dilaksanakan pada Senin (18/3/2026) mendatang di halaman Balai Kota Pariaman. Meski sudah WFH (work from home, bekerja dari rumah), paginya diminta apel sembari menyerahkan santunan tersebut kepada anak yatim,” kata Yota Balad. 

Untuk menyambut perantau-perantau pulang kampung, pulang basamo, Pemko Pariaman sudah menyiapkan posko-posko. Bekerja sama dengan Polres Pariaman, TNI, Dinas Perhubungan Kota Pariaman serta Dinas Kesehatan. 

Di mana di posko tersebut, perantau silakan mampir, kita siap mendukung kedatangannya ke kampung halaman. 

Bagi perantau yang hanya melewati Pariaman dapat beristirahat di posko tersebut.

Menurut Yota Balad, bagi Pariaman sendiri menggelar Pariaman Barayo dengan menghidupkan kembali permain-permainan local, permainan kuno, permainan jadul. 

Supaya para perantau bisa diingatkan kembali pada masa-masa kecil beliau. 

Juga disampaikan kepada setiap desa, buat halal bi halal supaya masyarakat perantau bisa berkomunikasi dan bersilaturrahmi dengan warga di desanya masing-masing.

Pelayanan publik sesuai hari kerja. Jika lebaran Sabtu, berarti pelayanan Sabtu dan Minggu tutup. Tapi Senin dibuka lagi.

Tetapi pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit pelayanan dasarnya tetap buka dengan petugas dibagi. 
Persiapan Pariaman Barayo sudah 100 persen. Tinggal pelaksanaannya. 

Target pengunjung tahun ini mencapai 200.000 orang. Kita maksimalkan hingga 10 hari, mudah-mudahan pengunjungnya bisa mencapai 300 hingga 400 ribu.

Kemudian menyambut Idul Fitri, tahun ini Pemko Pariaman membuat Festival Takbir Keliling.

Masing-masing kecamatan mengirimkan peserta untuk mengikuti takbiran sehingga lebih semarak. 

Peserta yang terbaik dari penilaian Pemko Pariaman diberikan apresiasi hadiah.

Selama takbiran keliling itu hanya banyak dipenuhi mobil tanpa ada kegiatan, terlihat sunyi. Sekarang diadakan festival. 

Dengan penilaian yang terbaik, masyarakat juga senang melihat mana yang lebih baik dan menarik penampilan dari peserta takbirannya.  

Ini pertama digelar Pemko Pariaman yang melibatkan anak-anak, remaja dan dewasa. (at)

Wawako Payakumbuh Buka Lomba Tahfiz Al-Qur’an Juz 30 Tingkat Luhak Nan Tigo    
Sabtu, Maret 14, 2026

On Sabtu, Maret 14, 2026

Wawako Payakumbuh Buka Lomba Tahfiz Al-Qur’an Juz 30 Tingkat Luhak Nan Tigo
Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Masjid Arafah, Kelurahan Sungai Pinago, Kamis (13/3/2026) malam. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Masjid Arafah, Kelurahan Sungai Pinago, Kamis (13/3/2026) malam. 

Suasana religius Ramadan 1447 Hijriah semakin terasa ketika masyarakat memadati masjid untuk mengikuti pembukaan lomba tahfiz Al-Qur’an Juz 30, lomba azan, serta lomba tilawah qari dan qariah tingkat Luhak Nan Tigo.

Kegiatan ini  secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman.

Kehadiran orang nomor dua di Kota Payakumbuh itu menambah semarak acara yang melibatkan anak-anak dan generasi muda sebagai peserta maupun panitia.

Dalam sambutannya, Elzadaswarman menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan bagi seluruh masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan ketakwaan, bukan hanya bagi peserta lomba, tetapi juga bagi kita semua yang hadir,” ujarnya.

Ia juga menilai kegiatan keagamaan memiliki peran penting sebagai benteng moral di tengah perkembangan zaman, terutama bagi generasi muda yang hidup di era digital.

“Di tengah tantangan zaman dan derasnya arus digitalisasi, kegiatan seperti ini menjadi pengingat sekaligus pembatas agar generasi muda tetap berpegang pada nilai-nilai agama,” tambahnya.

Selain itu, Elzadaswarman berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat persatuan dan mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Payakumbuh, lanjutnya, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, terutama kepada para pemuda yang terlibat aktif sebagai panitia maupun peserta.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, khususnya keterlibatan anak-anak muda. Ini memberi harapan besar bagi kita terhadap masa depan generasi penerus,” tutupnya

Lomba tahfiz, azan, dan tilawah tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh anak-anak dari berbagai daerah di Luhak Nan Tigo. 

Antusiasme peserta dan masyarakat terlihat sejak awal kegiatan hingga acara pembukaan berlangsung.

Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Payakumbuh, Camat Payakumbuh Barat, Lurah Sungai Pinago, pengurus Masjid Arafah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para peserta lomba beserta orang tua mereka.(HM)

Wali Kota Payakumbuh Terbitkan Edaran Penyesuaian Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN    
Sabtu, Maret 14, 2026

On Sabtu, Maret 14, 2026

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta terbitkan Edaran
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta terbitkan Edaran. 

BENTENGSUMBAR.COM - Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta terbitkan Edaran tentang Penyesuaian Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN Pada Masa Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948) serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam edaran Nomor 100.3.4.3/7/ED/WK-PYK/2026 tersebut, Pemko Payakumbuh menerapkan kebijakan penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan melalui sistem Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang libur nasional Hari Suci Nyepi dan setelah cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Pemko Payakumbuh menerapkan penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN melalui skema fleksibilitas kerja, baik dari sisi lokasi maupun waktu, untuk mendukung kelancaran layanan pemerintahan selama masa libur nasional dan cuti bersama,” kata Kepala Bagian Organisasi Setdako Payakumbuh David Bachri di ruang kerjanya, Jumat (13/03/2026).

David menjelaskan kebijakan ini menindaklanjuti Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026 yang mengatur fleksibilitas kerja ASN selama periode libur nasional dan cuti bersama.

Ia mengatakan penyesuaian tugas kedinasan tersebut terbagi dalam dua periode utama. Periode pertama berlangsung pada pra-Nyepi, yakni Senin dan Selasa, 16–17 Maret 2026 atau dua hari sebelum libur nasional.

“Periode kedua berlangsung setelah Idul Fitri, yaitu Rabu hingga Jumat, 25–27 Maret 2026. Pada masa itu perangkat daerah dapat mengatur pelaksanaan tugas ASN secara fleksibel,” ujarnya.

Menurut dia, setiap kepala perangkat daerah wajib mengatur proporsi pegawai yang bekerja dari kantor dan yang melaksanakan WFA.

Pemerintah kota menetapkan minimal 20 persen ASN tetap hadir bekerja di kantor agar layanan pemerintahan tetap berjalan.

Kepala perangkat daerah juga harus menyampaikan surat tugas bagi ASN yang bertugas di kantor kepada Wali Kota Payakumbuh melalui BKPSDM dan menembuskan dokumen tersebut kepada Dinas Komunikasi dan Informatika untuk pengaturan presensi pada aplikasi e-kinerja.

Selain itu, ASN yang melaksanakan WFA tetap wajib melaporkan aktivitas kerja harian melalui aplikasi e-kinerja dengan melampirkan data dukung setiap hari.

“Jika pegawai menginput laporan aktivitas di luar hari pelaksanaan tugas, sistem akan menolak laporan tersebut dan kehadiran pegawai dianggap tidak tercatat,” terangnya.

Ia menambahkan kepala perangkat daerah harus memantau langsung pelaporan kinerja bawahannya melalui aplikasi tersebut serta memastikan seluruh target kerja tetap tercapai.

Namun demikian, kebijakan fleksibilitas kerja ini tidak berlaku bagi ASN yang memberikan pelayanan publik esensial.

Pemerintah kota tetap mewajibkan petugas pada sektor pelayanan langsung kepada masyarakat untuk bekerja seperti biasa.

Layanan tersebut antara lain Rumah Sakit Umum Daerah, puskesmas, petugas pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP), petugas lapangan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP dan Damkar, serta petugas lapangan Dinas Perhubungan.

David menegaskan pemerintah daerah tetap menjaga kualitas pelayanan publik selama masa penyesuaian kerja tersebut.

“Kami berharap seluruh perangkat daerah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai standar, termasuk membuka kanal pengaduan publik dan memberikan informasi yang jelas jika terjadi perubahan jadwal layanan,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar tetap menjaga integritas selama masa libur nasional dan cuti bersama.

“Pesan Pak Wali Kota, ASN harus menjadi teladan dengan tidak memberi maupun menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan tugasnya,” pungkasnya. (HM)

Wakil Wali Kota Beserta Jajaran Pemko Payakumbuh Buka Puasa Bersama Sivitas Akademika UNP    
Sabtu, Maret 14, 2026

On Sabtu, Maret 14, 2026

Wakil Wali Kota Beserta Jajaran Pemko Payakumbuh Buka Puasa Bersama Sivitas Akademika UNP
Buka puasa bersama di kampus Pusat Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) UNP di Kota Payakumbuh, Jumat 13/03/2026.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman beserta jajaran Pemko Payakumbuh dan Kantor Kementerian Agama berbuka puasa bersama dengan Sivitas Akademika Universitas Negeri Padang (UNP) di kampus Pusat Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) UNP di Kota Payakumbuh, Jumat 13/03/2026.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Direktur Eksekutif UNP, Ganefri, Wakil Rektor III UNP, Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan PSDKU UNP, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Kepala Kantor Kemenag Kota Payakumbuh, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lima Puluh Kota, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah MAN/sederajat se-Kota Payakumbuh, serta mahasiswa dari PSDKU UNP di Kota Payakumbuh.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyampaikan pesan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dimana kegiatan buka puasa bersama ini agar dapat dimanfaatkan sebagai momentum dalam mempererat hubungan antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta dunia pendidikan.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di Kota Payakumbuh,” ujar Elzadaswarman.

Ia menambahkan bahwa keberadaan PSDKU UNP di Kota Payakumbuh memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Pemerintah Kota Payakumbuh tentu sangat mendukung keberadaan dan pengembangan PSDKU UNP di kota ini. Kita berharap kampus ini terus berkembang dan mampu melahirkan generasi muda yang berilmu, berkarakter, serta siap berkontribusi bagi pembangunan daerah,” katanya.

Elzadaswarman juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya serta menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas diri.

“Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa. Manfaatkan masa kuliah untuk menimba ilmu sebanyak mungkin, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang membawa kemajuan bagi daerah,” tambahnya.

Ia juga berharap keberadaan PSDKU UNP di Kota Payakumbuh dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di daerah.

“Kita dari pemerintah daerah tentu sangat mendukung pengembangan PSDKU UNP di Payakumbuh. Kehadiran kampus ini menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus jauh dari daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif UNP, Ganefri, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kebersamaan antara kampus, pemerintah daerah, serta sekolah-sekolah di wilayah Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Ramadan ini kita manfaatkan untuk mempererat hubungan antara civitas akademika UNP dengan pemerintah daerah, para kepala sekolah, serta masyarakat. Sinergi ini sangat penting dalam mendukung pengembangan pendidikan di daerah,” kata Ganefri.

Ia juga menegaskan komitmen UNP untuk terus mengembangkan PSDKU di Payakumbuh agar dapat memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.

“UNP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan pengembangan PSDKU Payakumbuh sehingga mampu melahirkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing,” ujarnya.

Acara juga diisi dengan tausiah singkat jelang waktu berbuka puasa, sebelum para tamu undangan dan mahasiswa menikmati hidangan berbuka bersama dalam suasana kebersamaan. (HM)

Wawako Maigus Nasir Kunjungi Warga Penyintas Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Pauh    
Sabtu, Maret 14, 2026

On Sabtu, Maret 14, 2026

Wawako Maigus Nasir Kunjungi Warga Penyintas Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Pauh
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengunjungi warga penyintas bencana hidrometeorologi di wilayah Kecamatan Pauh. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengunjungi warga penyintas bencana hidrometeorologi di wilayah Kecamatan Pauh, Jumat (13/3/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung di kawasan Huntara Mandiri, Kelurahan Kapalo Koto itu, Maigus Nasir menyerahkan secara simbolis bantuan kebencanaan dari Baznas Kota Padang kepada 108 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu.

Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai sebesar Rp500 ribu bagi 98 keluarga yang tinggal di Huntara Kapalo Koto, dan 10 keluarga di hunian tetap (Huntap) Kampung Talang. "Alhamdulillah, hari ini kita bersilaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga yang tinggal di Huntara dan Huntap Kecamatan Pauh. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan membantu kebutuhan menjelang Lebaran,” ujar Maigus Nasir.

Maigus Nasir juga menegaskan komitmen Pemko Padang dalam menyediakan Huntap bagi warga yang masih tinggal di Huntara.

Ia menyebutkan, untuk pembangunan Huntap Pemko Padang telah menyiapkan lahan seluas 4,6 hektare di Lambung Bukit, serta dua lokasi alternatif lainnya, yakni di Balai Gadang 4,9 hektare dan Simpang Haru 5.000 meter persegi. "Lahan ini diproyeksikan mampu menampung 600 sampai 700 unit rumah. Semoga pembangunannya segera terealisasi lewat dukungan pemerintah pusat dan juga kolaborasi dari berbagai pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota turut mengajak masyarakat yang menempati Huntara untuk tetap bersabar dan mengambil hikmah dari setiap ujian, terlebih di momentum bulan suci Ramadan. “Segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Mari kita tetap berpikir positif, memperkuat silaturahmi, dan saling mendukung. Kebersamaan seperti hari ini adalah bagian dari keberkahan yang patut kita syukuri,” pungkas Maigus Nasir.

Hadir di kesempatan itu Wakil Ketua Baznas Kota Padang, Mufti Syarfie, perwakilan BNPB, sejumlah kepala perangkat daerah di lingkup Pemko Padang, serta Camat Pauh, Titin Masfetrin, bersama lurah se-Kecamatan Pauh. (*)

Wawako Maigus Nasir Apresiasi Atas Terselenggaranya Wisuda Dauroh Ramadan Angkatan ke-12    
Sabtu, Maret 14, 2026

On Sabtu, Maret 14, 2026

Wawako Maigus Nasir Apresiasi Atas Terselenggaranya Wisuda Dauroh Ramadan Angkatan ke-12
Sebanyak 148 santri Rumah Tahfidz Ahlul Quran Padang resmi diwisuda dalam Wisuda Dauroh Ramadan Angkatan ke-12. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 148 santri Rumah Tahfidz Ahlul Quran Padang resmi diwisuda dalam Wisuda Dauroh Ramadan Angkatan ke-12, yang digelar di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Jumat (13/03/2026). 

Wisuda ini melihatkan pencapaian santri yang berhasil menyelesaikan hafalan hingga 30 juz, menjadi bukti nyata keseriusan Rumah Tahfidz Ahlul Quran Padang dalam membentuk generasi qurani yang unggul dan berprestasi.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Wisuda Dauroh Ramadan angkatan ke-12 ini. Ia berharap prosesi wisuda tersebut menjadi momen berharga bagi santriwan dan santriwati yang telah menuntaskan hafalan Alquran.

“Selamat bagi anak-anak bapak yang diwisuda. Wisuda Dauroh Ramadan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia dan berilmu,” ujarnya.

Maigus Nasir menambahkan bahwa program Rumah Tahfidz sejalan dengan Smart Surau, salah satu Program Unggulan (Progul) Pemko Padang yang menjadikan masjid dan surau sebagai pusat pembinaan karakter serta pendidikan keagamaan bagi generasi muda.

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut untuk melahirkan generasi muda yang mencintai Alquran, berakhlakul karimah, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang itu bersemangat.

Pimpinan Rumah Tahfidz Ahlul Quran Padang, Nur Salim, menyebutkan bahwa Wisuda Dauroh Ramadan Angkatan ke-12 ini sebagai bentuk penghargaan bagi para santri yang telah mengikuti program intensif. “Melalui program Dauroh Boarding, Mid Day, dan Full Day, peserta dibimbing menghafal, memahami, dan menjaga hafalan Alquran. Wisuda ini diharapkan memotivasi seluruh santri untuk terus menguatkan hafalan dan mengamalkan ajaran Alquran di tengah masyarakat,” sebut Nur Salim. (*)