HEADLINE
UMKM yang Disanjung, UMKM yang Tersandung    
Kamis, April 16, 2026

On Kamis, April 16, 2026

UMKM yang Disanjung, UMKM yang Tersandung
Pedagang kecil di Pasar Silo Sawahlunto mungkin sudah terlalu sering mendengar satu kalimat yang sama: UMKM adalah tulang punggung ekonomi. 

PEDAGANG
kecil di Pasar Silo Sawahlunto mungkin sudah terlalu sering mendengar satu kalimat yang sama: UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Kalimat itu diulang dalam slogan, diangkat dalam seremoni, bahkan kerap dijadikan etalase kepedulian terhadap rakyat kecil.

Namun ironi muncul justru ketika kalimat itu selesai diucapkan.

Di lapangan, pedagang kecil tidak hidup dari slogan. Mereka hidup dari pembeli yang datang, dari transaksi yang terjadi, dan dari ruang yang memungkinkan mereka berdagang dengan layak. Ketika semua itu tidak tersedia, maka sanjungan berubah menjadi sesuatu yang kosong terdengar besar, tetapi tidak menyentuh realitas.

Relokasi yang telah berjalan berbulan-bulan menjadi contoh paling nyata. Pedagang dipindahkan atas nama penataan, atas nama keteraturan, bahkan atas nama kepentingan yang lebih besar. Tetapi yang tidak ikut dipindahkan adalah ekosistem yang membuat mereka hidup: arus pembeli, akses yang mudah, dan kenyamanan bertransaksi.

Hasilnya sederhana dan pahit, jualan sepi, omzet jatuh, dan daya tahan ekonomi mulai terkikis. Tabungan yang dulu menjadi penyangga habis perlahan, digantikan dengan utang untuk sekadar bertahan. Dalam kondisi seperti ini, istilah “pemberdayaan” terasa semakin jauh dari kenyataan.

Ironinya semakin tajam ketika kepedulian terhadap UMKM terus dipertontonkan. Program disebut, komitmen diumumkan, bahkan nama pedagang kecil kerap dihadirkan sebagai simbol keberpihakan. Tetapi di ruang yang nyata, di lapak-lapak sederhana itu yang tersisa justru ketidakpastian.

Fasilitas belum memadai, penerangan terbatas, dan kondisi dasar belum sepenuhnya layak. Sementara itu, waktu terus berjalan, kebutuhan hidup tidak menunggu, dan beban ekonomi terus bertambah.

Di titik ini, pedagang kecil tidak lagi berbicara soal berkembang. Bertahan saja sudah menjadi perjuangan.

Ketika mereka memilih kembali ke lokasi lama, ke pinggir trotoar di sekitar Lapangan Segitiga, itu bukan sikap menentang. Itu adalah respons paling jujur terhadap situasi yang mereka hadapi. Karena bagi pedagang kecil, keberadaan pembeli lebih menentukan daripada sekadar keberadaan tempat.

Lebih jauh, kondisi ini menunjukkan satu hal yang jarang diakui: bahwa UMKM kerap lebih dibutuhkan sebagai simbol daripada sebagai subjek yang benar-benar diperjuangkan. Mereka hadir dalam pidato, tetapi absen dalam penyelesaian masalah.

Dalam konteks yang lebih luas, situasi ini juga bersinggungan dengan tata kelola ruang dan kewenangan antar pihak. Keterlibatan PT Bukit Asam Tbk sebagai pemegang kuasa penggunaan lahan dalam skema pinjam pakai dengan pemerintah daerah menjadi bagian dari dinamika tersebut. Namun di sisi lain, pedagang kecil tetap berada di posisi yang paling terdampak. Mereka tidak berada dalam ruang pengambilan keputusan, tetapi merasakan langsung konsekuensi dari kebijakan yang dihasilkan.

Pada akhirnya, ironi itu tidak bisa lagi disembunyikan.

UMKM disanjung dalam kata-kata, dipamerkan dalam seremoni, dan dijadikan bukti kepedulian. Tetapi dalam kenyataan, mereka tetap berjalan di atas pijakan yang rapuh, goyah, mudah tersandung.

Dan mungkin, yang paling perlu dipertanyakan bukan lagi seberapa sering UMKM disebut, tetapi seberapa serius mereka benar-benar ditempatkan sebagai prioritas, bukan hanya di panggung, tetapi di kehidupan nyata.

*Penulis: marjafri - Jurnalis,  pendiri dan ketua Komunitas Anak Nagari Sawahlunto

Wawako Maigus Nasir Targetkan dalam Empat Tahun ke Depan Angka ATS Nol Persen    
Kamis, April 16, 2026

On Kamis, April 16, 2026

Wawako Maigus Nasir Targetkan dalam Empat Tahun ke Depan Angka ATS Nol Persen
Rakor dan Evaluasi Pencegahan dan Penanganan ATS se-Kota Padang, di Exhibition Hall Lantai I Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kamis (16/4/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menargetkan dalam empat tahun ke depan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Padang dapat ditekan hingga nol persen. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dan sinergi.

Hal ini disampaikan Maigus Nasir saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Pencegahan dan Penanganan ATS se-Kota Padang, di Exhibition Hall Lantai I Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kamis (16/4/2026).

Maigus Nasir mengungkapkan, berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 1 April 2026, jumlah ATS di Kota Padang tercatat sebanyak 6.615 anak. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7.178 anak.

“Penurunan ini harus terus kita dorong secara bertahap. Target kita jelas, dalam empat tahun ke depan Kota Padang mampu mencapai nol persen ATS. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, baik keluarga, masyarakat, maupun institusi pendidikan,” ujarnya.

Ia menekankan, penanganan ATS harus diawali dengan kejelasan alamat anak, alur penyampaian data yang sistematis, serta sinkronisasi data yang berkelanjutan. Selanjutnya, diperlukan penguatan koordinasi lintas OPD, termasuk dengan BKKBN dan instansi terkait lainnya. “Arahan Bapak Wali Kota Padang jelas, agar tidak ada anak yang terlepas dari akses pendidikan. Jika tidak bisa masuk sekolah formal, arahkan ke pendidikan nonformal seperti paket A, B, atau C. Yang penting, mereka tetap mendapatkan hak pendidikan dan tidak dibiarkan putus begitu saja,” tambahnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang melalui program unggulan seperti Padang Juara dan Smart Surau, yang bertujuan membentuk generasi cerdas secara intelektual, spiritual, serta berkarakter. Selain itu, Pemko Padang juga memberikan dukungan berupa seragam sekolah dan LKS gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Rapat koordinasi ini diikuti oleh kepala OPD terkait, camat, lurah, operator ATS, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, koordinator pengawas SD dan SMP, Penilik, Kepala Satuan Pendidikan Nonformal dan Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Wilayah I dan II Kota Padang, serta Ketua Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Padang. (*)

Hadiri Silaturahmi DLH, Bupati Jon Firman Pandu Tekankan Kekompakan dan Pelayanan Prima    
Kamis, April 16, 2026

On Kamis, April 16, 2026

Hadiri Silaturahmi DLH, Bupati Jon Firman Pandu Tekankan Kekompakan dan Pelayanan Prima
Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., menghadiri kegiatan silaturahmi bersama keluarga besar Dinas Lingkungan Hidup (DLH). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., menghadiri kegiatan silaturahmi bersama keluarga besar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Solok yang berlangsung hangat di kantor dinas setempat, Kamis (16/04/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bunda Lingkungan Hidup, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., Kepala DLH Asnur, S.H., M.M., para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh jajaran staf dan petugas lapangan.

Apresiasi Dedikasi Petugas Kebersihan

Dalam sambutannya, Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras seluruh jajaran DLH, khususnya para petugas pengelola sampah yang bekerja di lapangan.

“Peran DLH sangat strategis, tidak hanya soal mengangkut sampah, tetapi menjaga kualitas lingkungan hidup secara menyeluruh. Ini adalah tugas yang mulia dan sangat berdampak bagi kenyamanan masyarakat,” ujar Bupati.

Ia mengakui bahwa dalam menjalankan tugas, pihaknya menyadari masih terdapat berbagai keterbatasan, baik dari segi sarana prasarana maupun sumber daya manusia. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para petugas untuk tetap memberikan pelayanan terbaik.

Kunci Sukses: Kekompakan dan Kesadaran Masyarakat

Bupati mengajak seluruh keluarga besar DLH untuk terus menjaga kekompakan dan sinergi. Menurutnya, kebersamaan adalah modal utama untuk meningkatkan kinerja dan memaksimalkan potensi yang ada.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat. Peningkatan sosialisasi dan edukasi menjadi kunci agar kesadaran warga terhadap kebersihan semakin tinggi.

“Jika kesadaran masyarakat meningkat, maka beban kerja petugas akan lebih ringan dan lingkungan akan tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan pentingnya pengelolaan administrasi dan keuangan yang transparan, bijak, dan bebas dari penyimpangan, seiring dengan semakin ketatnya sistem pengawasan.

Penyerahan APD dan Bantuan Sembako

Momen berharga ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) kepada petugas pengelola sampah oleh Bupati, sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan kerja.

Tak kalah penting, Bunda Lingkungan Hidup juga menyerahkan bantuan paket sembako sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan petugas di lapangan.

Acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang hangat, sekaligus mempererat tali silaturahmi pasca Idul Fitri dan memperkuat komitmen bersama mewujudkan Kabupaten Solok yang bersih, asri, dan sehat. (BO)

Saka Yogaswara KPU Sawahlunto Resmi Dilantik, Perkuat Edukasi Pemilu Generasi Muda    
Kamis, April 16, 2026

On Kamis, April 16, 2026

Saka Yogaswara KPU Sawahlunto Resmi Dilantik, Perkuat Edukasi Pemilu Generasi Muda
Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, melantik kepengurusan rintisan Saka Yogaswara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sawahlunto pada Rabu (15/4/2026). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, melantik kepengurusan rintisan Saka Yogaswara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sawahlunto pada Rabu (15/4/2026). 

Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi demokrasi di kalangan generasi muda serta mendorong partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.

Pembentukan Saka Yogaswara merupakan inovasi KPU dalam menghadirkan ruang edukasi kepemiluan yang lebih adaptif dan relevan bagi generasi muda.

Melalui wadah ini, pemahaman terhadap proses demokrasi diharapkan dapat tumbuh sejak dini secara berkelanjutan.

Dalam arahannya, Jeffry Hibatullah yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Sawahlunto menekankan pentingnya peran aktif Saka Yogaswara dalam menghadirkan program yang responsif dan berdampak nyata, khususnya dalam meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap prinsip, asas, dan regulasi pemilu.

Ia juga menilai berbagai Satuan Karya (Saka) Pramuka di Sawahlunto selama ini telah menunjukkan kontribusi positif, baik dalam bidang edukasi maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. 

Peran tersebut diharapkan dapat diperkuat dan direplikasi oleh Saka Yogaswara dalam konteks pendidikan demokrasi.

Melalui pembentukan Saka Yogaswara, Pemerintah Kota Sawahlunto mendorong terbangunnya ekosistem literasi demokrasi yang lebih inklusif dan partisipatif, sekaligus memperluas jangkauan edukasi kepemiluan di tengah masyarakat. (*) 

Pewarta: Marjafri

Wako Fadly Amran dan Kajari Kota Padang Teken MoU di Bidang Datun    
Kamis, April 16, 2026

On Kamis, April 16, 2026

Wako Fadly Amran dan Kajari Kota Padang Teken MoU di Bidang Datun
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Padang, Koswara. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi di bidang hukum dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, melalui Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Padang, Koswara, di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Aie Pacah, Kamis (16/4/2026).

Fadly Amran menegaskan, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, khususnya terkait penegakan hukum, pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, hingga tindakan hukum lainnya. “Kerja sama ini penting untuk mengantisipasi dan menangani berbagai persoalan hukum di lingkungan Pemko Padang, sekaligus meningkatkan efektivitas perlindungan aset dan keuangan daerah,” ujarnya.

Fadly Amran menambahkan, sinergi ini juga sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Padang Amanah yang menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan yang berintegritas, transparan, kredibel, dan akuntabel.

Menurutnya, dinamika regulasi yang terus berkembang, ditambah tantangan era digital, menuntut pemerintah daerah lebih cermat dalam setiap pengambilan kebijakan. “Pendampingan dari Kejari sangat kami butuhkan sebagai mitra strategis dalam pencegahan dan pengawalan hukum. Untuk itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) jangan ragu berkonsultasi guna percepatan pelaksanaan program pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu, Kajari Padang, Koswara, menyatakan kesiapan pihaknya dalam memberikan pendampingan hukum kepada Pemko Padang, baik di dalam maupun di luar persidangan.

Ia berharap, kerja sama di bidang Datun ini dapat berjalan optimal dan menjadi solusi atas berbagai persoalan hukum yang dihadapi pemerintah daerah. “Selain pendampingan di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tata Usaha Negara, kami juga dapat memberikan pendapat hukum (legal opinion) jika pemerintah daerah membutuhkan masukan atas persoalan tertentu,” jelasnya, didampingi pejabat utama Kejaksaan Negeri Padang. (*)

Cek Kesehatan dan Tinjau Layanan, Bupati Jon Firman Pandu Kunjungi RSUD Arosuka    
Kamis, April 16, 2026

On Kamis, April 16, 2026

Cek Kesehatan dan Tinjau Layanan, Bupati Jon Firman Pandu Kunjungi RSUD Arosuka
Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., melakukan kunjungan kerja sekaligus pemeriksaan kesehatan (medical check-up) di RSUD Arosuka, Kamis (16/04/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
– Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., melakukan kunjungan kerja sekaligus pemeriksaan kesehatan (medical check-up) di RSUD Arosuka, Kamis (16/04/2026). Kunjungan ini menjadi momentum untuk meninjau langsung kualitas pelayanan dan fasilitas kesehatan yang tersedia bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., serta Direktur RSUD Arosuka, Jebnoka Levismon, S.K.M., M.M., beserta seluruh jajaran manajemen rumah sakit.

Dorong Peningkatan Mutu Layanan

Dalam arahannya, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memajukan sektor kesehatan. 

Ia menilai, meskipun saat ini fasilitas dan layanan belum sepenuhnya sempurna, namun RSUD Arosuka sebagai rumah sakit rujukan utama harus terus berbenah.

“Rumah sakit ini wajib memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ini selaras dengan visi kita untuk mewujudkan pemerintahan yang melayani dan berpihak kepada rakyat,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pelayanan dapat dilakukan secara optimal dan profesional.

Layanan CT-Scan Sudah Bisa Diakses

Salah satu hal yang disoroti dalam kunjungan ini adalah keberadaan alat CT-Scan yang kini telah beroperasi di RSUD Arosuka. 

Bupati sendiri memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pemeriksaan menggunakan alat canggih tersebut.

“Kabar baik bagi masyarakat, kini layanan CT-Scan sudah tersedia di daerah kita. Masyarakat tidak perlu lagi direferensikan atau dirujuk ke luar Kabupaten Solok untuk kebutuhan pemeriksaan ini,” jelasnya.

Direktur RSUD Arosuka menambahkan, saat ini layanan CT-Scan sudah berjalan cukup baik dan melayani rata-rata sekitar 8 pasien setiap harinya sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan diagnostik.

Dialog Langsung dengan Pasien

Tidak hanya meninjau fasilitas, Bupati juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan pasien dan keluarga yang sedang berobat. 

Hal ini dilakukan untuk menyerap aspirasi, saran, serta mendengar langsung kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan.

Melalui kunjungan ini, diharapkan RSUD Arosuka dapat terus melakukan pembenahan dan peningkatan mutu, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi seluruh masyarakat Kabupaten Solok. (BO)