HEADLINE
Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan, Rutan Sawahlunto Gelar Aksi Bersih Lingkungan    
Kamis, April 09, 2026

On Kamis, April 09, 2026

Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan, Rutan Sawahlunto Gelar Aksi Bersih Lingkungan
Kegiatan ini melibatkan jajaran pegawai serta peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto menggelar aksi bersih lingkungan pada Selasa (8/4/2026). Kegiatan ini melibatkan jajaran pegawai serta peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Sejak pagi, kegiatan diawali dengan pembersihan area lingkungan rutan, termasuk perawatan tanaman di sekitar kawasan kantor. Para peserta melakukan penyiangan, penyiraman, hingga penataan tanaman sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan kerja.

Aksi bersih-bersih juga dilakukan di area perkantoran, meliputi menyapu dan mengepel ruangan, membersihkan meja kerja, serta mengelap kaca jendela dan fasilitas lainnya. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara gotong royong guna menciptakan lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan nyaman.

Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran bersama dalam merawat fasilitas satuan kerja. Pemanfaatan lahan dengan penanaman tanaman hijau turut menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan serta menciptakan lingkungan yang lebih asri dan produktif.

Kepala Rutan Sawahlunto, Mustofa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai pemasyarakatan yang menekankan kebersamaan, kepedulian, dan produktivitas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan asri akan berdampak positif terhadap kinerja serta kenyamanan dalam bekerja,” ujar Mustofa.

Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran dan peserta magang yang telah berpartisipasi aktif. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi cerminan kuatnya kebersamaan di lingkungan Rutan Sawahlunto.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan produktif.

Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini juga menjadi pengingat bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi turut berperan dalam menjaga lingkungan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. (*) 

Pewarta: Marjafri

Buku Pemikiran Siswa/i SMAN 5 Padang, Dari Isu Rumah Tangga, Hingga Persoalan Dunia    
Kamis, April 09, 2026

On Kamis, April 09, 2026

Buku Pemikiran Siswa/i SMAN 5 Padang, Dari Isu Rumah Tangga, Hingga Persoalan Dunia
Peluncuran buku oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 5 Padang Nurjanah Rahmadesi, S.Hum, M.Pd di ruang Perpustakaan SMAN 5 Padang, Kamis (9/4/2026). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dua buku diluncurkan dan dibedah Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Padang, masing-masing berjudul “Pemikiran Gen Z dari Kota Padang: Dari Isu Rumah Tangga, Hingga Persoalan Dunia (Kumpulan Esai Siswa/i SMAN5 Padang)” dan “Suara Hati Dari SMANLI (Kumpulan Puisi Siswa/i SMAN5 Padang).”

Peluncuran buku oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 5 Padang Nurjanah Rahmadesi, S.Hum, M.Pd di ruang Perpustakaan SMAN 5 Padang, Kamis (9/4/2026) disaksikan Kepala Perpustakaan Ridha, S.Sos., M.M, majelis guru dan siswa yang karyanya dimuat  dalam buku yang diluncurkan. 

Turut hadir Sekretaris DPD Satupena Sumatera Barat Armaidi Tanjung yang sekaligus editor buku bersama Ridha.

“Peluncuran buku dan bedah buku yang dilanjutkan dengan pembinaan siswa dalam menulis ini sangat penting dalam meningkatkan dan mendorong kemampuan menulis siswa. Sekolah mengapresiasi siswa yang sudah menyumbangkan tulisannya sehingga karya siswa tersebut menjadi buku. Tulisan-tulisan di buku tersebut dapat dibaca bagi pengunjung perpustakaan SMAN 5 Padang,” kata Nurjanah.

Dikatakan, sekalipun siswa yang menulis dalam buku tersebut sudah tamat, meninggalkan SMAN ini, namun pemikiran yang dituangkan dalam tulisan di buku tersebut masih bisa dibaca adik-adiknya nanti. 

Mudah-mudahan ke depan akan terbitkan lagi buku-buku karya dari SMAN 5 Padang ini, harap Nurjanah.

Sebagai pembicara pada sesi Pembinaan Siswa Dalam Menulis usai peluncuran buku, Armaidi Tanjung menyebutkan, tulisan yang ditampilkan memang beragam. 

Tidak saja isu-isu kekerasan di rumah tangga yang ditulis siswa-siswi ini, tapi juga banyak isu-isu nasional dan internasional. Tentu fenomena prilaku kalangan remaja juga disorot melalui tulisan “Balap Liar, Siapa yang Dibahayakan?”  Isu-isu nasional lumayan banyak menjadi sorotan.

Begitu pula isu global seperti “Ketegangan Israel – Hizbullah yang Mengganggu Penerbangan Rute Lebanon.”  

“Ada 45 tulisan yang ditulis oleh 45 siswa/siswi SMA Negeri 5 Padang yang terletak di Balai Baru Kecamatan Kuranji Kota Padang. 

Awal-awal berdiri tahun 1980-an – 1990-an, sekolah ini dijuluki sekolah pinggiran. Karena berada di pinggir Kota Padang,” tutur Armaidi, alumni SMAN 5 Padang tahun 1988 ini. 

Sebagai editor, menurut Armaidi Tanjung,  tidak hanya membaca rangkaian kalimat, tetapi juga menyaksikan proses tumbuh: bagaimana kegelisahan dirangkai menjadi argumentasi, bagaimana pengalaman personal diolah menjadi refleksi sosial, dan bagaimana keberanian berpendapat mulai menemukan bentuknya. Di sana ada emosi, ada ketidaksempurnaan, tetapi juga ada kejujuran—dan kejujuran adalah fondasi utama tulisan yang bernilai.

Ditambahkan Armaidi Tanjung, beberapa esai memperlihatkan sensitivitas emosional yang kuat—terutama ketika membicarakan persoalan rumah tangga dan tekanan psikologis generasi muda. 

Di sana terasa bahwa isu domestik bukan hal kecil; ia adalah fondasi yang menentukan bagaimana seorang remaja memandang dunia. 

“Sementara pada esai-esai bertema global, tampak bahwa keterhubungan digital membuat batas geografis nyaris lenyap. Siswa-siswi ini hidup di Padang, tetapi pikiran mereka menjangkau Palestina, perubahan iklim, ketidakadilan ekonomi, hingga masa depan demokrasi,” kata Armaidi yang sudah menulis puluhan buku ini.

Diakhir acara, Armaidi Tanjung menyerahkan sumbangan buku untuk perpustakaan SMAN5 Padang dan memberikan buku kepada tiga siswa/i yang menyampaikan pengalaman awal menulis sampai menghasilkan tulisan. (R/*)

Wako Fadly Amran Tegaskan Pemko Padang Berkomitmen Penuh Mendukung Pembangunan PSEL    
Kamis, April 09, 2026

On Kamis, April 09, 2026

Wako Fadly Amran Tegaskan Pemko Padang Berkomitmen Penuh Mendukung Pembangunan PSEL
Penandatanganan kerjasama dilakukan langsung Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar)  tentang penyiapan dan dukungan penyelenggaraan pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Penandatanganan kerjasama dilakukan langsung Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy, di Istana Gubernuran Sumbar, Kamis (9/4/2026).

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz Hendropriyono, dan juga diikuti tiga daerah lain yakni Kota Bukittinggi, Kota Solok, dan Kota Padang Panjang.

Fadly Amran menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan di Kota Padang. Ia menegaskan, Pemko Padang berkomitmen penuh mendukung pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Padang, sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi volume timbulan sampah di Kota Padang yang mencapai sekitar 700 ton per hari. "Kami menyambut baik kerjasama ini. PSEL sangat penting sebagai fasilitas pengelolaan sampah untuk solusi jangka panjang,” ungkap Fadly Amran didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Fadelan Fitra Masta.

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengungkapkan bahwa pembangunan PSEL ini dalam rangka mendukung capaian pengelolaan sampah nasional, sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029. "Setelah penandatanganan PKS, tahapan selanjutnya meliputi proses lelang hingga ground breaking pembangunan fasilitas PSEL. Kita berharap Pemprov Sumbar dan pemerintah daerah terkait menindaklanjuti progres kerja sama ini dengan baik," harapnya.

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menilai penandatanganan ini sebagai tonggak sejarah dalam pengelolaan sampah di daerah, sekaligus bentuk tanggung jawab bersama terhadap lingkungan dan generasi mendatang. Ia juga menyebutkan bahwa pembangunan PSEL ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, dengan dukungan lahan sekitar lima hektar di Kota Padang serta kontribusi anggaran dari masing-masing daerah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup  Sumbar Tasliatul Fuaddi mengungkapkan bahwa timbulan sampah di Sumbar pada 2025 mencapai 861.675 ton, sehingga membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih efektif dan terpadu. Untuk mendukung operasional PSEL, terangnya, perlu disiapkan pasokan sampah sekitar 690 ton per hari yang berasal dari Kota Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Solok, dengan lokasi pengolahan direncanakan di kawasan TPA Air Dingin. "Kerja sama ini mencakup penyediaan lahan, pasokan, pengangkutan, hingga pengelolaan sampah serta sosialisasi kepada masyarakat, disertai monitoring dan evaluasi sebagai wujud sinergi pusat dan daerah dalam menghadirkan solusi konkret pengelolaan sampah berbasis energi di Sumatera Barat,” tukasnya. (*)

Awal Tahun Ajaran Baru PPMINI Gunakan Format Baru Dalam Program Muhadarah    
Kamis, April 09, 2026

On Kamis, April 09, 2026

Awal Tahun Ajaran Baru PPMINI Gunakan Format Baru Dalam Program Muhadarah
Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas (PPMINI) kembali menggelar kegiatan Muhadarah. 


BENTENGSUMBAR.COM
- Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas (PPMINI) kembali menggelar kegiatan Muhadarah yang merupakan program unggulan bagi para santri, Rabu malam (8/4/2026). Muhadarah Minggu ini adalah Minggu pertama di tahun ajaran 2026/2027.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap pekan ini menjadi wadah penting dalam melatih keterampilan berpidato, keberanian tampil di depan umum, serta penguasaan materi keagamaan.

Pelaksanaan Muhadarah yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB berlangsung meriah dan penuh semangat. Para santri dari berbagai tingkatan tampak antusias mengikuti kegiatan ini, didukung penuh oleh para guru tuo di lingkungan pondok pesantren.

Namun, ada yang berbeda pada pelaksanaan Muhadarah awal tahun ajaran baru 2026/2027 kali ini. Muhadarah Santri tahun ini terdiri dari tiga tingkatan yaitu tingkat Tsanawiyah(anak-anak/pemula), tingkat Aliyah(dewasa) & tingkat takasus(tingkatan khusus).

Koordinator Muhadarah PPMINI terbaru, Tuo Andika , menyampaikan bahwa perubahan sistem ini membawa dampak positif terhadap semangat para santri. 

“Dengan sistem terbaru sekarang, saya melihat santri lebih antusias dari sebelumnya khsusunya tingkat takasus yang kami rancang dengan sistem poin. Tidak lupa juga, kami sebagai panitia membuat dan menempelkan bracket poin Muhadarah untuk tingkat takasus di mading PPMINI, agar semua santri bisa memantau progres mereka. Semoga inovasi ini membuat kegiatan Muhadarah semakin menyenangkan dan kompetitif secara sehat,” ungkapnya melalui rilis diterima media ini.

Sistem baru ini disebut mampu menumbuhkan motivasi kompetitif yang positif di kalangan santri. Mereka tidak hanya berlomba untuk tampil, tetapi juga berupaya menyajikan materi terbaik dan tampil percaya diri di hadapan teman-teman dan para pengasuh.

Pimpinan PPMINI, Tk. Abdul Jamil Al Rasyid S.Hum, juga mengungkapkan rasa harunya atas semarak kegiatan malam itu. Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa Muhadarah merupakan program spesial yang digagas langsung oleh almarhum ayahnya, H. Sulkani TK Sutan, pendiri pondok pesantren.

“Malam ini adalah malam penuh rahmat dan berkah  dari Allah SWT. Pelaksanaan Muhadarah selalu dinanti para santri dengan antusiasme tinggi. Program ini merupakan warisan dari ayah saya tercinta, H. Sulkani TK Sutan. Beliau adalah sosok yang selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif yang bisa membentuk karakter santri. Semangat beliau dalam membina santri masih terasa hingga hari ini,” ucapnya dengan suara bergetar.

Lebih lanjut, ia mengucapkan terima kasih kepada para guru tua dan alumni yang tetap konsisten mendukung PPMINI.

“Saya sangat berterima kasih kepada guru tuo yang dengan sabar dan istiqamah membimbing santri, baik dalam kegiatan Mangaji maupun Muhadarah. Dukungan mereka memastikan bahwa nilai-nilai dan sistem yang diwariskan oleh pendiri PPMINI tetap hidup. Ini adalah amanah perjuangan yang harus kita jaga bersama,” tutupnya penuh haru.

Kegiatan Muhadarah ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan retorika, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antar santri. Dengan atmosfer kompetitif yang sehat dan penuh semangat kebersamaan, Muhadarah di PPMINI terus tumbuh menjadi tradisi yang tak hanya membentuk keilmuan, tetapi juga karakter dan kepemimpinan santri di masa depan. (*)

Wawako Pariaman: Dalam Pelayanan Tidak Boleh Adanya Perbedaan Perlakuan    
Kamis, April 09, 2026

On Kamis, April 09, 2026

Wawako Pariaman: Dalam Pelayanan Tidak Boleh Adanya Perbedaan Perlakuan
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi mengatakan, dalam  memberikan pelayanan, tidak boleh adanya perbedaan perlakuan.

BENTENGSUMBAR.COM
- Dengan tema ”Mewujudkan Akses Pelayanan Kesehatan Ramah HAM tanpa Diskriminasi” Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi mengatakan, dalam  memberikan pelayanan, tidak boleh adanya perbedaan perlakuan.

“Tidak ada bedanya pasien BPJS maupun pasien mandiri, tidak boleh ada petugas yang membeda-bedakan kualitas layanan berdasarkan status sosial atau ekonomi, membedakan pasien dari suku atau agama apa pun, yang namanya pasien semua harus dilayani dengan baik dan berhak mendapatkan layanan yang berkualitas, ramah, serta manusiawi,” ujar Mulyadi.

Hal tersebut disampaikan Mulyadi saat memberikan kata sambutan dalam acara “Penguatan Kapasitas HAM bagi ASN di Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pariaman” yang digelar oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia,  dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat Dewi Nofyenti, bertempat di aula Balaikota Pariaman, Kamis (9/4/2026).

Menurut Mulyadi, tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam pelayanan publik. Tugasnya tidak hanya menyembuhkan penyakit secara medis, tetapi juga menyembuhkan dengan pendekatan kemanusiaan.

“Kesehatan adalah hak dasar manusia yang dijamin oleh konstitusi, oleh karena itu pelayanan kesehatan yang kita berikan, harus berlandaskan pada prinsip Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan HAM,” jelasnya.

Mulyadi menambahkan, jadikan Dinas Kesehatan Kota Pariaman baik Rumah Sakit dan seluruh Puskesmas di bawahnya sebagai institusi yang humanis dan peduli HAM dengan pelayanan yang adil, tidak hanya menyehatkan fisik masyarakat, tetapi juga membangun kepercayaan mereka kepada pemerintah

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius. Mari kita perkuat komitmen, tingkatkan kualitas, dan wujudkan pelayanan kesehatan yang setara untuk seluruh masyarakat Kota Pariaman, sehingga kita dapat mewujudkan Akses Pelayanan Kesehatan Ramah HAM tanpa Diskriminasi di Kota Pariaman,” tegas Mulyadi.

Dewi Nofyenti mengatakan penguatan kapasitas HAM ini diberikan untuk semua ASN khususnya bagi tenaga medis dan kesehatan yang berada di daerah Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat termasuk juga masyarakat, komunitas dan pelaku usaha, yang bertujuan memasyarakatkan nilai-nilai HAM agar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan prinsip penghormatan hak asasi orang lain.

Dewi juga menerangkan, HAM memiliki posisi strategis dalam visi dan misi Presiden, termasuk dalam program ketahanan pangan, pemberian makanan bergizi gratis, dan penyelenggaraan sekolah rakyat sebagai bagian dari Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia.

"Dengan menerapkan nilai-nilai HAM dalam melayani masyarakat dibidang kesehatan yang mementingkan martabat, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta saling menghargai sesama tanpa diskriminasi dan setara bagi semua," tutupnya.

Hadir dalam acara itu Asisten I Elvis Chandra, , Staf Ahli, Kepala OPD, Kepala Badan, Kabag, dan Camat se Kota Pariaman, serta Bapak/Ibu Jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas se Kota Pariaman. (si/at)

Peringati HBP ke-62, Lapas Narkotika Sawahlunto Gandeng Dinas LH Selenggarakan Goro Massal    
Kamis, April 09, 2026

On Kamis, April 09, 2026

Peringati HBP ke-62, Lapas Narkotika Sawahlunto Gandeng Dinas LH Selenggarakan Goro Massal
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas III Sawahlunto melakukan aksi nyata melalui kegiatan gotong royong (Goro) massal, Kamis (9/4/2026). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menjelang peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang akan jatuh pada 27 April mendatang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas III Sawahlunto melakukan aksi nyata melalui kegiatan gotong royong (Goro) massal, Kamis (9/4/2026). 

Aksi bersih-bersih ini menyasar sejumlah fasilitas umum dan lingkungan di sekitar area Lapas sebagai bentuk kontribusi positif instansi terhadap daerah.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Sawahlunto, Ressy Setiawan.SE, SH, MH, ini melibatkan seluruh staf dan pegawai. 

Agenda ini bukan sekadar persiapan seremonial rutin, melainkan manifestasi kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap kelestarian lingkungan hidup di Kota Sawahlunto.

Sinergi Lintas Sektoral

Dalam pelaksanaannya, Lapas Narkotika Sawahlunto tidak bergerak sendiri. Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) memberikan dukungan penuh dalam aksi tersebut. 

Kolaborasi ini menjadi bukti konkret kuatnya sinergi antarlembaga di Sawahlunto dalam menjaga estetika dan kebersihan ruang publik.

Kalapas Narkotika Sawahlunto, Ressy Setiawan, menegaskan bahwa momentum HBP ke-62 merupakan pengingat bagi seluruh insan pemasyarakatan untuk memberikan dampak sosial yang luas, di luar tugas pokok pengamanan dan pembinaan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa jajaran pemasyarakatan hadir dan berkontribusi aktif bagi masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya kami membangun semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang nyata," ujar Ressy Setiawan di sela-sela aksi goro tersebut.

Komitmen Melampaui Tembok Lapas

Selain menciptakan lingkungan yang lebih asri, kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara pihak Lapas, pemerintah daerah, dan warga sekitar.

Sinergi yang telah terjalin dengan Dinas LH diharapkan terus berlanjut dalam berbagai program sosial maupun lingkungan lainnya di masa depan.

Dengan semangat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Narkotika Sawahlunto berkomitmen untuk terus bertransformasi. 

Fokus institusi kini tidak hanya terbatas pada pembinaan warga binaan di dalam blok hunian, tetapi juga aktif mendukung pembangunan dan menjaga kualitas lingkungan demi kenyamanan publik di Kota Sawahlunto. (*) 

Pewarta: Marjafri