HEADLINE
KUHP Baru Berlaku: Sekolah, Masjid hingga Panti Asuhan Jadi Tempat 'Hukuman' Pidana Kerja Sosial    
Senin, Januari 05, 2026

On Senin, Januari 05, 2026

KUHP Baru Berlaku: Sekolah, Masjid hingga Panti Asuhan Jadi Tempat 'Hukuman' Pidana Kerja Sosial
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan, pidana kerja sosial dapat diterapkan bagi terdakwa yang melakukan tindak pidana dengan ancaman penjara di bawah lima tahun. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyatakan kesiapan menghadapi implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang mulai berlaku pada 2026. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyediaan 968 lokasi kerja sosial sebagai alternatif pidana penjara.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan, pidana kerja sosial dapat diterapkan bagi terdakwa yang melakukan tindak pidana dengan ancaman penjara di bawah lima tahun, sepanjang hakim menjatuhkan pidana penjara paling lama enam bulan atau pidana denda paling banyak kategori II.

“Kami melalui Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) di seluruh Indonesia sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta mitra-mitra untuk mendukung pelaksanaan putusan nonpemenjaraan berupa kerja sosial, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” kata Agus dalam siaran pers, dikutip Minggu (4/1/2025).

Agus merinci, 968 lokasi yang disiapkan sebagai tempat pelaksanaan pidana kerja sosial meliputi kegiatan membersihkan sekolah, tempat ibadah, taman kota, panti asuhan, hingga pesantren.

Selain itu, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga menyiapkan 94 Griya Abhipraya (GA) yang dikelola oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk melaksanakan pembimbingan selama proses pidana kerja sosial berlangsung.

“Sebanyak 1.880 mitra di Griya Abhipraya Bapas juga telah siap terlibat mendukung pelaksanaan putusan pidana kerja sosial. Pembimbingan akan diberikan sesuai hasil asesmen dan atau penelitian kemasyarakatan (litmas) yang disusun Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas, serta berdasarkan putusan hakim dan eksekusi jaksa,” ujar Agus.

Agus berharap, penerapan pidana kerja sosial dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan tingkat kelebihan kapasitas (overcrowding) di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

“Harapan kita bersama, warga binaan yang kembali ke masyarakat menjadi warga negara yang baik, mandiri secara keterampilan dan ekonomi, serta menyadari kesalahannya. Dengan begitu, kita berharap dapat menekan bahkan men-zero-kan pengulangan tindak pidana atau residivisme,” kata mantan Kepala Bareskrim Polri itu.

Sebagai bagian dari persiapan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah menyampaikan surat kepada Ketua Mahkamah Agung pada 26 November 2025 terkait kesiapan pelaksanaan pidana kerja sosial. Surat tersebut memuat daftar lokasi yang disiapkan sebagai tempat kerja sosial.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga telah melakukan uji coba pidana kerja sosial melalui 94 Bapas di seluruh Indonesia. Uji coba yang berlangsung pada Juli hingga November 2025 itu melibatkan 9.531 klien dengan dukungan mitra dari unsur pemerintah maupun lembaga nonpemerintah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyampaikan bahwa saat ini terdapat 2.686 Pembimbing Kemasyarakatan yang siap bertugas. Pemerintah juga telah mengusulkan penambahan sekitar 11.000 Pembimbing Kemasyarakatan serta pembangunan 100 unit Balai Pemasyarakatan dan Pos Bapas baru. (*) 

Pengacara Pastikan Nadiem Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Chromebook Hari Ini    
Senin, Januari 05, 2026

On Senin, Januari 05, 2026

Pengacara Pastikan Nadiem Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Chromebook Hari Ini
Penasihat hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, mengatakan Nadiem akan hadir langsung dalam sidang hari ini. Ari mengatakan Nadiem ingin membuktikan jika ia tidak korupsi.

BENTENGSUMBAR.COM
- Sidang dakwaan mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim di kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) kembali digelar hari ini usai dua kali penundaan. Sidang sebelumnya ditunda karena Nadiem masih sakit.

"Bahwa benar, hari ini dijadwalkan kembali sidang perkara tipikor dengan Terdakwa Nadiem Anwar Makarim. Rencananya sidang akan dimulai pukul 10.00 WIB di Gedung PN Jakpus, ruang Hatta Ali dengan agenda pembacaan dakwaan," kata jubir PN Jakarta Pusat, M Firman Akbar, dalam keterangan kepada wartawan, Senin (5/1/2026).

Penasihat hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, mengatakan Nadiem akan hadir langsung dalam sidang hari ini. Ari mengatakan Nadiem ingin membuktikan jika ia tidak korupsi.

"Nadiem kondisinya masih perawatan, tapi beliau akan hadir sidang besok (read: hari ini), karena beliau ingin segera selesai masalahnya, dan membuktikan ke masyarakat bahwa dia bukan koruptor," ujar Ari saat dikonfirmasi, Minggu (4/1).

2 Kali Penundaan

Sebagai informasi, sidang pembacaan dakwaan Nadiem harusnya digelar pada Senin (16/12/2025) lalu. Namun sidang pembacaan dakwaan Nadiem ditunda karena Nadiem masih dibantarkan setelah menjalani operasi di rumah sakit.

Meski demikian, jaksa telah membacakan dakwaan untuk tiga terdakwa lainnya, yakni Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021, Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020, serta Ibrahim Arief (IBAM) selaku tenaga konsultan. Jaksa mengatakan kasus ini menyebabkan kerugian keuangan negara Rp 2,1 triliun.

Sidang pembacaan Nadiem kemudian dijadwalkan pada Selasa (23/12/2025). Namun jaksa menyebutkan kondisi Nadiem belum pulih seusai operasi sehingga persidangan kembali ditunda. (*)

Sumber: detikcom

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Minta MBG SPPG SBLF Jati Perkuat Ekonomi Lokal, Tak Hanya Gizi Anak    
Minggu, Januari 04, 2026

On Minggu, Januari 04, 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Minta MBG SPPG SBLF Jati Perkuat Ekonomi Lokal, Tak Hanya Gizi Anak
Ketua DPRD Sumbar Drs. H. Muhidi, MM., menghadiri peresmian SPPG Yayasan SBLF Jati, Kecamatan Padang Timur, Minggu (4/1).

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Drs. H. Muhidi, MM., menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan SBLF Jati, Kecamatan Padang Timur, Minggu (4/1).

Secara keseluruhan, pada pelaksanaan perdana, SPPG Jati akan menyiapkan lebih dari 1.000 porsi makanan bergizi setiap hari, yang selanjutnya akan ditingkatkan secara bertahap seiring optimalisasi operasional dapur dan kesiapan sarana pendukung. “Program MBG tidak hanya soal pemenuhan gizi anak, tetapi juga harus berdampak nyata bagi pengembangan UMKM dan perekonomian masyarakat,” ujar Muhidi.

Muhidi, menegaskan bahwa keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG harus memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Menurutnya, selain memenuhi kebutuhan gizi anak dan mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan, pelaksanaan MBG juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ia menambahkan, program MBG juga menjadi salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran di tengah masyarakat. Hal itu terlihat dari keterlibatan warga sekitar dalam operasional dapur MBG. “Di SPPG Jati, sekitar 60 hingga 70 persen tenaga kerja berasal dari warga Kelurahan Jati,” ungkapnya.

Muhidi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung pelaksanaan program MBG agar berjalan optimal, tepat sasaran, transparan, serta berkelanjutan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Muslim M Yatim, yang meresmikan SPPG Jati, berharap program MBG dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.

Ia menilai program tersebut sejalan dengan praktik yang telah lebih dahulu diterapkan di sejumlah negara seperti Jepang, Brasil, Thailand, hingga Malaysia. Menurutnya, melalui pelaksanaan MBG yang konsisten dan berkualitas, cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan dengan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

SPPG Jati dijadwalkan mulai beroperasi pada 8 Januari 2026. Pada tahap awal, layanan MBG akan menjangkau delapan sekolah dengan distribusi lebih dari 260 porsi per sekolah. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH. i, WU

Walikota Pariaman Serahkan Bantuan dan Tinjau Rumah Warga Tidak Layak Huni    
Minggu, Januari 04, 2026

On Minggu, Januari 04, 2026

Walikota Pariaman Serahkan Bantuan dan Tinjau Rumah Warga Tidak Layak Huni
Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyalami warga dan anak-anak. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Pariaman, Yota Balad yang didampingi Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny.Yosneli Balad menyerahkan bantuan dan sekaligus melakukan peninjauan rumah warga yang tidak layak huni di Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara dan Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Minggu (4/1).

Usai penyerahan bantuan tersebut, Yota Balad menyampaikan bahwa program bantuan berupa kasur dan perbaikan rumah menjadi salah satu upaya konkret pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan warga.

“Peninjauan ini kami lakukan untuk melihat langsung kondisi beberapa rumah warga yang direncanakan akan masuk dalam program perbaikan rumah atau bedah rumah," katanya.

"Kami hanya berharap, masyarakat dapat merasakan hunian yang lebih aman, nyaman, dan layak, ” ujarnya.

Beberapa rumah yang ditinjau diketahui mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding, sehingga dinilai perlu mendapatkan bantuan perbaikan. 

Tidak hanya itu, ada 1 rumah warga yang setelah dilakukan peninjauan, masuk dalam program bedah rumah.

“Kita akan jalankan program ini sesuai aturan yang sudah ada, dimana program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) ini dananya akan dikucurkan dari BAZNAS Kota Pariaman, " ujarnya. 

"Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan bagi penerima. Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program bantuan sosial dan perbaikan rumah sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, “ tutupnya.(wi/at)

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri Reses di Kelurahan Kampung Jua Kecamatan Lubeg, Ini Usulan Warga    
Minggu, Januari 04, 2026

On Minggu, Januari 04, 2026

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri Reses di Kelurahan Kampung Jua Kecamatan Lubeg, Ini Usulan Warga
Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, SAP., melakukan kegiatan reses di Masjid AlKaffah Kelurahan Kampung Jua Kecamatan Lubeg, Ahad, 4 Januari 2026.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, SAP., melakukan kegiatan reses di Masjid AlKaffah Kelurahan Kampung Jua Kecamatan Lubeg, Ahad, 4 Januari 2026.

Hadir pada reses itu, RT  01 M.Ali Nofiah, RW 01 Naswir, Lurah Hendri Os, S.kep., LPM Kampung Jua Nan XX Hermansyah, dan peserta reses.

Beragam usulan disampaikan warga pada kegiatan reses itu. Diantaranya, warga memohon bantuan fasum seperti jalan, drainase, UMKM dan  kelengkapan rebana Masjid AlKaffah.

Pengurus masjid mengharapkan bantuan dana Pokok-pokok Pikiran Dewan (Pokir) untuk masjid tersebut.

Menjawab aspirasi warga Jupri mengatakan, pada tahun 2025 dirinya sudah melakukan betonisasi didepan masjid tersebut.

"Insya Allah tahun  2026 ini kami juga akan melakukan betonisasi disekitar masjid ini, " janji politisi PAN ini. 

Jupri menyebut reses ini luar biasa dan membuatnya terharu. Selain usulan warga, peserta reses pun membludak dan banyak tokoh yang hadir. 

"Luar biasa reses ini. Kami sampai terharu dengan sambutan warga," ujar anggota dewan 2 periode ini. (*)

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Hadiri Temu Ramah Kelompok Senam Wanita Kecamatan Pauh    
Minggu, Januari 04, 2026

On Minggu, Januari 04, 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Hadiri Temu Ramah Kelompok Senam Wanita Limau Manis
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., menghadiri Temu Ramah Kelompok Senam Wanita Limau Manis, Kecamatan Pauh. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., menghadiri Temu Ramah Kelompok Senam Wanita Limau Manis, Kecamatan Pauh, yang digelar di Halaman SMA Negeri 15 Padang, Minggu, 4 Januari 2026.

"Kami kesini dalam rangka pencerahan tentang kesehatan, ceramah agama sedikit, dan informasi usaha, sehingga pertemuan ini bermanfaat bagi kita dalam keluarga dan bermasyarakat," katanya. 

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus dorongan untuk terus membudayakan hidup sehat dan memperkuat kebersamaan.

Bahkan meningkatkan peran perempuan dalam menjaga kualitas kesehatan keluarga dan lingkungan. 

"Secara pribadi dan sebagai Ketua DPRD Sumbar, kami tentu mensuport kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan kita," katanya. 

Selian itu, kata Muhidi, pertemuan ini meningkatkan silahturahmi antar anggota kelompok senam.

"Dengan pertemuan ini kita semakin ceria dan salah satu obat bagi kita," ujarnya. 

Selain anggota senam yang terdiri dari perempuan, hadir juga pada kesempatan itu Rafdi, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Padang. (*)

Editor: Zamri Yahya, SH. I, WU

55 Juta Anak Dilayani MBG 2026, Netty Tekankan Mutu Layanan dan Edukasi Gizi    
Minggu, Januari 04, 2026

On Minggu, Januari 04, 2026

55 Juta Anak Dilayani MBG 2026, Netty Tekankan Mutu Layanan dan Edukasi Gizi
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyambut baik komitmen Badan Gizi Nasional (BGN). 

BENTENGSUMBAR.COM - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyambut baik komitmen Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. 

Menurutnya, langkah tersebut penting seiring perluasan cakupan MBG yang akan menjangkau puluhan juta penerima manfaat.

“Setelah fondasi program dibangun secara masif pada 2025, fokus pada peningkatan kualitas layanan di 2026 adalah arah yang tepat. Skala program yang besar harus diimbangi dengan mutu layanan dan keamanan pangan yang terjaga,” ujar Netty di Jakarta, Jumat(2/1).

Netty menilai capaian pembangunan ribuan SPPG sepanjang 2025 merupakan kerja besar yang patut diapresiasi. 

Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh SPPG beroperasi dengan standar yang seragam, higienis, dan ramah bagi anak serta kelompok rentan lainnya.

“Pelayanan gizi bukan hanya soal jumlah penerima, tetapi juga soal kualitas makanan, kebersihan dapur, kompetensi petugas, dan sistem pengawasan yang konsisten,” katanya.

Ia juga mendukung rencana pemerintah memperkuat edukasi gizi kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan MBG. Menurut Netty, edukasi gizi penting agar program ini tidak berhenti pada pembagian makanan, tetapi juga membentuk pola konsumsi sehat jangka panjang.

“Edukasi gizi harus berjalan beriringan dengan layanan MBG. Anak dan keluarga perlu dibekali pemahaman tentang makanan sehat agar dampak program ini berkelanjutan. Pelaksanaan MBG harus terus dikawal agar penguatan kualitas SPPG benar-benar berjalan efektif, termasuk dalam aspek keamanan pangan, pendampingan sumber daya manusia, dan koordinasi dengan pemerintah daerah," katanya.

“MBG adalah investasi besar bagi masa depan sumber daya manusia Indonesia. Dengan peningkatan kualitas layanan dan kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah, kita berharap program ini dapat memberi manfaat optimal bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak Indonesia,” tutup Netty. (*)